Monday, 27 April 2026
Home Blog Page 7829

Bupati Siapkan Bantuan Korban PHK, Anggarannya Hingga Rp28 Miliar

BOGOR DAILY- Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan sudah menyiapkan bantuan sosial (bansos) khusus warganya yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi covid-19, berupa uang tunai senilai Rp2,5 juta.

“Ini bentuk tindak lanjut dari pemulihan ekonomi korban PHK, akan mendapat bantuan Rp2,5 juta,” ucap Ade di ibu kota Kabupaten Bogor, yakni Cibinong, Jumat (16/10) seperti dikutip dari Antara.

Menurut Bupati Bogor itu, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah menyiapkan pagu anggaran Rp28 miliar dalam APBD Perubahan Tahun 2020 untuk pemulihan ekonomi. Yakni, berupa bansos korban PHK terdampak pandemi dan bantuan permodalan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Ade Yasin menyebutkan, khusus bagi penerima bantuan korban PHK akan didata oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor melalui masing-masing kantor kecamatan. Sedangkan, bantuan modal UMKM dikelola oleh Dinas Koperasi dan UMKM setempat.

“Kalau kuota, kami serahkan sesuai hasil verifikasi, jumlah totalnya Rp28 miliar, orangnya didata Disnaker dan Dinas Koperasi dan UMKM melalui kecamatan,” kata Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Ade Yasin berharap, bulan ini dana bantuan sosial pemulihan ekonomi tersebut bisa dicairkan. Setelah rampung pendataan di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Plt Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat menyebutkan bahwa ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi setiap calon penerima bantuan sosial tersebut. Seperti, surat keterangan PHK, kartu identitas diri, dan lain-lain.

Menurut dia, dokumen persyaratan calon penerima PHK didaftarkan dari masing-masing kantor kecamatan ke Disnaker Kabupaten Bogor, sampai tanggal 21 Oktober 2020.

“Untuk terhimpunnya data korban PHK dampak covid-19 yang valid dalam bentuk softcopy dan hardcopy, maka batas waktu penyampaian data masing-masing kecamatan ke Disnaker diperpanjang sampai 21 Oktober 2020,” kata Yous.

Hingga pertengahan Mei 2020, Pemkab Bogor mencatat 9.023 pekerja yang dirumahkan dan 577 orang yang mengalami PHK.

Angka itu berdasarkan laporan dari 148 perusahaan atau instansi kepada Disnakertrans Kabupaten Bogor.

Jumlah itu, melonjak hanya dalam rentang sebulan. Disnakertrans sempat mencatat 6.297 orang dirumahkan, bulan lalu. Sementara, pekerja yang terkena PHK mencapai 395 orang.

Sebagian besar merupakan perusahaan yang bergerak di bidang garmen, pariwisata, hingga perhotelan. Mereka terdampak covid-19 yang telah berlangsung di Indonesia sejak awal Maret 2020.

Puluhan Rumah di Empang Rusak Diterjang Angin Kencang

BOGOR DAILY- Sebanyak 85 rumah warga Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor rusak setelah diterjang hujan disertai angin kencang. Mayoritas rumah warga rusak pada bagian atap, akibat tertiup angin.

“Mayoritas rusak atapnya terangkat akibat angin kencang,” kata Camat Bogor Selatan, Hidayatullah, Jumat (16/10/2020).

Dia menambahkan, puluhan rumah yang rusak tersebut tersebar di 7 kelurahan, yakni Kelurahan Pamoyanan, Kelurahan Lawanggintung, Kelurahan Batu Tulis, Kelurahan Rangga Mekar, Kelurahan Mulyaharja, Kelurahan Empang, dan Kelurahan Bondongan.

“Terbanyak di Kelurahan Empang ada 40 rumah rusak,” tambahnya.

Saat ini, pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik dan terpal kepada warga yang terdampak. Dia pun mengimbau kepada warganya untuk selalu waspada ketika hujan angin melanda Kota Bogor.

“Kita imbau warga waspada angin kencang karena mamang sudah masuk musim pancaroba,” tutup Hidayatullah.

Seperti diketahui, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kota Bogor pada Kamis 15 Oktober 2020 sore. Akibatnya, sejumlah pohon besar pun tumbang dan sempat menutup ruas jalan.

Tidak hanya itu, terdapat pula satu orang korban luka-luka atas nama Billy (28) karena tertimpa pohon di Jalan Pahlawan dan sudah menjalani perawatan.

Mengenal Tian Storm si Pencipta “Ampun Bang Jago” Tiktok yang Hits Abis

0

BOGOR DAILY – Ampun Bang Jago! Syair lagu ini adalah yang paling Hits di jejaring Tiktok.

Siapa sih penciptanya dan apa makna lagu itu sesungguhnya?

Lagu berjudul Ampun Bang Jago adalah karya dari Tian Storm x Ever Slkr, yang kini paling hits digunakan para pengguna aplikasi TikTok.

Mengutif Jakpusnews, sang penyanyi sekaligus pencipta lagu tersebut, yakni Jonathan Christian atau lebih dikenal dengan Tian Storm pada (7/10/2020), lagu Ampun Bang Jago sebenarnya memiliki makna mendalam.

Tian menjelaskan, bahwa lagu tersebut terkesan sarkas, karena banyak pengertian yang bermakna namun disampaikan secara tidak langsung.

“Lagu Ampun Bang Jago memiliki makna bahwa lebih baik kita mengalah atau menghindar dari suatu hal yg berbau perselisihan, konflik, dan semacamnya. Karna motto hidup saya salah satunya adalah mengalah untuk menang,” ungkapnya.

Selain kata ‘Ampun Bang Jago’ yang tengah viral di masyarakat, lagu yang menggunakan bahasa Indonesia timur bagian Bitung, Manado ini dengan mudah diterima masyarakat Indonesia karena hentakan musiknya yang asyik untuk berjoget.

“Lagu ini umunya bergenre EDM, tapi aliran khasnya kami sebut dengan aliran Disko Tanah. Lagu saya yang dulu juga sempat viral dengan judul Anjing Kacali alirannya juga sama, yakni disko tanah,” pungkas Tian.

Terkait lagunya yang kini viral di TikTok, Tian tak menyangka lagu tersebut akan viral. Sebab tujuan dirinya menciptakan ‘Ampun Bang Jago’ dan lagu-lagu lainnya, karena murni ingin berkarya.

Penyanyi sekaligus pencipta lagu tersebut berharap, agar kedepannya lagu-lagu karya anak bangsa, terutama lagu-lagu dari Indonesia bagian timur bisa dinikmati sampai ke internasional, dan produktifitasnya terus berlanjut untuk turut meramaikan belantika musik tanah air. (*)

Video: Aksi Bupati Bogor Orasi Dukung Buruh Tolak Omnibus Law di Tengah Demo

0

BOGOR DAILY – Bupati Bogor Ade Yasin turun ke tengah-tengah para buruh yang berunjukrasa di depan kantor pemerintaha Kabupaten Bogor.

Bukan hanya menemui buruh, Ade Yasin juga berorasi, menyampaikan dukungannya terhadap apa yang menjadi aspirasi para buruh di Kabupaten Bogor.

Mantap Jiwa! Siswa SMK Ini Nikahi Dua Gadis Sekaligus

0

BOGOR DAILY – Jagat maya benar-benar dibikin heboh oleh kenekatan siswa SMK ini.

Namanya Ahmad Rizal (20) siswa kelas XII di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Gerung Lombok Barat, Ahmad Rizal (20).

Dia menikahi dua siswi dari dua sekolah yang berbeda. Dua pernikahan itu rentang waktunya kurang dari sebulan. Mereka menikah secara adat atau siri.

Rizal, sapaan akrabnya, menikah dengan istri pertama bernama Fitriani asal Desa Buk-Buk, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, pada Kamis 17 September 2020.

Sedangkan istri keduanya, Mariani, dinikahinya pada hari yang berbeda, yakni Senin, 12 Oktober 2020.

Ayahanda Rizal, Ayuni (37), saat ditemui di kediamannya di Dusun Sayong Batu Bangke, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Rabu (14/10), mengaku kaget ketika anaknya sulungnya itu memutuskan menikah saat masih duduk di bangku sekolah.

“Iya kaget. Karena kan dia masih sekolah. Kan sebentar lagi dia mau ujian nasional,” katanya seperti dikutif dari kumparan.com

Pernikahan Rizal dengan istri pertamanya itu atas dasar kemauan sendiri. Rizal menggunakan adat Suku Sasak yang namanya merari. Merari ini adalah membawa perempuan ke rumah calon mempelai laki-laki.

Setelah dibawa ke rumah Rizal, kemudian orang tua Rizal berkunjung ke rumah orang tua perempuan dan mereka kemudian langsung membahas soal pernikahan.

Belum juga genap sebulan usai menikah dengan Fitriani, pada 10 Oktober, keluarga Marianidatang ke rumah Rizal. Mariani minta dinikahi Rizal.

“Waktu itu mereka (keluarga Mariani) datang bertiga minta dinikahi. Mau tidak mau kita nikahkan. Karena Mariani ini sudah pacaran dengan Rizal selama tiga tahun,” kata ayah tiga anak itu.

Fitriani merupakan siswi kelas 2 di salah satu SMAN di Kecamatan Lingsar. Sedangkan Mariani, istri kedua Rizal, juga duduk di bangku kelas 2 di Madrasah Aliyah Darul Qur’an di Desa Telage Lebur, Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat.

Rizal mempersunting Fitriani dengan maskawin Rp 2,5 juta. Sedangkan uang pisuka (penyerahan menurut adat Suku Sasak) yang diberikan ke keluarga Fitriani sebesar Rp 6 juta.

“Jadi total uang yang saya keluarkan sekitar Rp 8,5 juta,” kata Ayuni.

Maskawin yang diberikan kepada istri kedua anak sulungnya itu sebesar Rp 1 juta.

“Tapi pihak keluarga Mariani minta pisuka sebesar Rp 7 juta. Kita belum punya uang, jadi belum selesai urusan dengan keluarga Mariani,” cerita Ayuni.

Ia pun mengaku pasrah dengan takdir yang diterima anaknya itu. Bagaimana tidak, selama menikahi dua gadis itu, biaya yang dikeluarkan keluarganya mencapai Rp 50 juta.

“Saya ingin anak saya ini tetap bisa sekolah. Saya sanggup biayai sampai bangku kuliah. Masalah biaya kehidupan Rizal saya sanggup. Saya juga sanggup biayai kedua istrinya,” kata Ayuni.

Ayuni juga minta Rizal agar menjadi laki-laki yang bertanggung jawab.

Ibunda Rizal Pingsan

Ibunda Rizal, Nurminah (35), sempat tak sadarkan diri saat anaknya itu menikah dengan dua perempuan dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

Menurut Nurminah, dia hanya tahu Rizal itu menjalin kasih dengan Mariani. Dia tidak tahu anaknya juga menjalin kasih dengan perempuan lain, yaitu Fitriana.

Saya tak kuasa dan sempat pingsan. Bagaimana tidak pingsan, anak saya masih sekolah dan bawa istri dua sekaligus.-Nurminah, ibu Rizal
“Iya anak saya sudah lama pacaran dengan Mariani, sekitar tiga tahun,” lanjut Nurminah.

Nurminah mengatakan awalnya sempat heran saat Rizal membawa Fitriani dan meminta nikah. Padahal, Rizal menjalin kasih dengan Mariani.

Nurminah juga menegaskan, pernikahan ini terjadi bukan karena persoalan hamil di luar nikah.

Nurminah berharap agar anaknya tak putus sekolah meski sudah menikah. Bagaimanapun caranya, kata dia, anaknya harus melanjutkan pendidikannya bahkan sampai bangku kuliah.

“Bagaimanapun harus tetap sekolah. Mudah-mudahan saja pihak sekolahnya memberikan kelonggaran agar anak saya tetap bisa sekolah. Walaupun sudah beristri dua,” tutur Nurminah.

Sementara itu, Rizal dan kedua istrinya, Mariani dan Fitriani, enggan berkomentar terkait kisah asmara segitiga itu.

Sedangkan foto yang beredar menunjukkan pesta pernikahan Rizal dengan istri keduanya pada 10 Oktober. Istri pertama juga turut duduk di kursi pelaminan. (*)

Kotak Beri Saran Agar Hidup Lebih Enteng

0

BOGORDAILY – Hidup terkadang memang sulit dilalui. Akan tetapi, rupanya Kotak beri saran dan memiliki jurus andalan untuk membuat hidup terasa lebih mudah dan lebih baik.

Hal itu mereka sampaikan dalam video sesi studio bersama Kotak yang dapat ditonton di 20detik.

Menurut gitaris Cella, menurutnya salah satu cara untuk membuat hidup terasa lebih enteng adalah dengan tidak terlalu memusingkan perkataan orang lain.

“Acuh tak acuh mendengarkan omongan negatif-negatif di luar. Maksudnya cuek saja, toh hidup kita, kita yang jalanin,” ujar dia dalam video tersebut.

Cella mengatakan di sepanjang perjalanan Kotak, ia kerap menemukan orang-orang yang tidak senang melihat keberhasilannya bersama band-nya dan mencoba merendahkan mereka.

Akan tetapi ketika hal itu terjadi, Cella memilih untuk diam dan tidak terlalu memikirkan hal itu. Dirinya lebih memilih berpikir bagaimana membuat Kotak lebih berkembang ketimbang memikirkan komentar negatif dari orang-orang yang mencercanya.

“Kan banyak yang ngomongin kita, pengen Kotak sampe buyar, ah cuekin aja, malah Kotak bisa berdiri sampai sekarang,” ungkap Cella.

Berbeda dengan Cella, menurut Chua, salah satu jurus untuk membuat kehidupan lebih baik adalah dengan percaya dan saling menghargai.

Respect sama trust, jadi kita respect sama orang, kita respect sama orang dan percaya sama orang. Kepercayaan,” tutur dia.

Baru-baru ini, Kotak mengeluarkan album baru berjudul Identitas. Dalam album itu, untuk pertama kalinya Kotak mengerjakannya secara mandiri tanpa dibantu oleh produser.

Bersamaan dengan keluarnya album itu, mereka merilis single Di Atas Cinta. Akan tetapi sebelumnya, Kotak telah lebih dulu mengeluarkan Hoax dan Manusia Manusiawi sebagai single pembuku menuju album.

Dituntut 6 Bulan Penjara, Vanessa Angel Tiba-tiba Ingat Anak

0

BOGORDAILY – Artis Vanessa Angel dituntut 6 bulan penjara atas kasus narkoba. Ia berharap semoga tidak dipisahkan oleh anaknya, Gala Sky Andriansyah.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Selain dituntut 6 bulan penjara, Vanessa Angel juga didenda Rp 10 juta atas apa yang dilakukannya tersebut.

“Saya cuma bisa berdoa semoga aku dan anak aku tidak dipisahkan, bagaimanapun aku seorang ibu,” kata Vanessa Angel berkaca-kaca, usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (15/10/2020).

Tak tega melihat Vanessa Angel sedih, Bibi Ardiansyah menyudahi sesi wawancara bersama awak media. Mereka pun langsung meninggalkan kerumunan wartawan dan langsung masuk ke dalam mobil.

“Sudah ya, sudah ya,” ucap Bibi Ardiansyah.

Diwawancarai terpisah, pengacara Vanessa Angel, Arjana Bagaskara, mengatakan kliennya akan mengajukan pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Jika tak ada halangan, pledoi tersebut akan dibacakan pada sidang berikutnya yaitu 26 Oktober 2020 mendatang.

“Kita sudah dengar tuntutan dan kita percaya pasti yang paling adil untuk jaksa ya. Dan tanggal 26 kami akan mempersiapkan pembelaan atau pledoi dari Vanessa Angel,” tutur Arjana Bagaskara.

“Kami bukan tidak menerima, intinya kami berkeyakinan nanti akan ada putusan yang lebih baik. Karena beliau tidak bisa dipisahkan oleh anaknya. Kita sudah dengar hal meringankan adalah beliau seorang ibu yang memberikan kasih sayang kepada anaknya. Nota pembelaan adalah hak, ya kita normatif saja mengajukan pembelaan,” pungkas Arjana Bagaskara.

Seperti diketahui, Vanessa Angel ditangkap oleh polisi di kediamannya, di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada hari Senin, 16 Maret 2020, malam. Ia diamankan bersama Bibi Ardiansyah dan asistennya pada saat itu.

Vanessa Angel kedapatan memiliki obat psikotropika jenis Xanax pada saat itu. Ada 20 butir psikotropika yang ditemukan.

Fatin Shidqia Sedang Menggarap Album, Musik Jepang Jadi Inspirasinya

0

BOGORDAILY – Fatin Shidqia baru-baru ini mengeluarkan lagu berjudul Pelangi dan Hujan. Lagu itu disebutnya menjadi single pembuka menuju album. Menariknya, ada sentuhan nuansa city pop Jepang dalam lagu itu.

Dia mengaku sudah lama tertarik pada musik dari Negeri Sakura itu. Bahkan dalam materi album yang sedang digarapnya, ia banyak terinspirasi dari musik karya musisi asal Jepang.

“Akan ada (album), memang akhir-akhir ini aku lagi workshop sama kak Nadya (Fatira) terus. Akan menjadi perjalanan yang panjang untuk tahun depan menuju album,” ujar Fatin dalam Instagram Live bersama detikcom, Kamis (15/10/2020).

Meski terinspirasi dari musik Jepang, akan tetapi Fatin menuturkan, bukan berarti semua lagu dalam albumnya akan terdengar sama seperti Pelangi dan Hujan.

“Aku sebenarnya lebih ke album selanjutnya kayaknya bakal kedengeran aku suka Jejepangan tapi nggak semuanya Japan city pop, tetap bakal exploring,” ungkap dia.

Bila secara musik dia terinspirasi dari musik Jepang, lain halnya dengan lirik. Menurutnya, idenya untuk menulis lirik dari lagunya banyak berangkat dari pengamatannya terhadap kehidupan sehari-hari .

“Bagi aku, setiap kepala kita punya cerita yang berbeda-beda. Jadi aku memang terinspirasi sama hidup keseluruhan,” cerita dia.

Penyanyi berusia 24 tahun itu juga mengaku tengah menikmati proses penulisan lagu. Dalam Pelangi dan Hujan, Fatin ikut terlibat menulis lagunya bersama Nadya Fatira.

Baginya, terlibat langsung dalam proses penggarapan lagu membuatnya mampu untuk lebih menghayati dna mengerti makna dari lagu itu.

Kemudahan dalam memahami makna lagu, menurutnya, amat membantunya dalam proses syuting video klip. Belum lama ini, Fatin memang mengeluarkan video klip dari Pelangi dan Hujan. Video klip itu digarap oleh sutradara Angga Gadutism.

“Alhamdulillah lancar banget, dari jam 7 pagi (mulai), jam 4-an (sore) udah selesai. Karena mungkin lagunya aku tahu, aku nulis sama kak Nadyaa, jadi pas syuting ini, ya aku tahu ke arah sini,” jelasnya.

Dia pun bercerita mengenai konsep yang ia usung dalam video klip Pelangi dan Hujan. Fatin mengaku konsepnya terinspirasi dari game yang kerap ia mainkan. “Kesan yang mau aku sampaikan itu manis,” kata dia.

“Jadi konsepnya itu emang aku sempat tahu beberapa game yang point of view-nya orang yang kita lihat aja. Gimana kita lihat dia di dunia kita. Jadi sosok si laki-lakinya itu nggak ketahuain siapa. Emang aku inginnya gimana dia ngeliatnya aku di dunia dia. Emang pingin simpel tapi manis,” ujarnya menguraikan.

Viral! Maling Disiksa, Disiram Minyak Panas Lalu Ditampol Bergiliran

0

BOGOR DAILY – Tertangkap basah warga saat maling di masjid. Pria ini benar-benar dihabisi, untung tidak dibaakr hidup-hiduo.

Ya, seorang pria diduga pelaku pencurian tertangkap warga di Jalan WR Supratman, Gang Al-Ikhlas, RT03 RW04, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Video saat pelaku “diadili” warga viral di medsos.

Dalam video itu, seorang pria bertelanjang dada dalam posisi setengah duduk di tepi gorong-gorong. Emosi, seorang pria menyiramkan minyak goreng panas ke bagian punggung tubuh pelaku.

Peristiwa itu berlangsung pada Senin 12 Oktober 2020, sekira pukul 01.30 WIB. Pelaku ternyata seorang pencuri yang tepergok sedang bersembunyi di balik pintu kamar, oleh marbot Masjid Al-Ikhlas bernama Candra (24).

“Kemarin siang pak kejadiannya. Jadi dia kepergok masuk kamar saya, ngumpet di balik pintu kamar. Di dalam barang-barang sudah berantakan semua,” tutur Candra di Masjid Al-Ikhlas, kepada wartawan.

Selaku marbot, posisi kamar Candra berada di lantai 2 masjid. Dia pun mulai bercerita bagaimana bisa memergoki pelaku yang telah mengacak barang-barang di dalam kamarnya.

“Jadi setelah salat Zuhur sekira hampir jam 1 saya pergi ke bank, terus enggak lama saya pulang lagi ke masjid jam 1 lewat. Saya curiga lihat pintu kamar sudah kebuka, jendela kebuka. Padahal waktu pergi semua saya kunci,” ujarnya.

Begitu masuk ke dalam kamar, Candra kian teperanjat melihat lemari dan tasnya sudah terbuka berantakan. Saat bersamaan, tersingkap seseorang pria bersembunyi di balik pintu. Menyadari pria itu adalah maling, spontan Candra menyergap dan berupaya memiting tangannya.

“Saya mau nangkap dia, sambil saya teriak maling biar warga pada datang,” sambungnya.

Dalam sekejap, warga berkerumun di lokasi. Amarah warga tak terbendung, lantaran warga sering kehilangan motor di parkiran masjid tersebut. Sebagian mengira, pelaku adalah maling motor hingga langsung memberi bogem mentah.

Akhirnya dibawa ke depan gang, pelaku ini bawa tas juga isinya barang-barang hasil dia nyuri,” terang Candra.

Video pelaku yang diamankan di mulut gang itu viral. Beberapa netizen yang tak mengetahui detail kejadian tersebut menyebut pelaku adalah maling motor. Namun berdasar fakta yang ada, pelaku merupakan maling spesialis kontrakan atau tempat tinggal.

Sementara, Kanitreskrim Polsek Ciputat Timur, Iptu Hitler Napitupulu, membenarkan peristiwa pencurian itu. Pelaku berinisial Ra (36) langsung dijemput polisi tak lama setelah diamankan warga sekitar. Dari penyelidikan, Ra ternyata kerap beraksi di sejumlah masjid lainnya.

“Pelakunya sudah kita amankan kemarin. Sudah beraksi di beberapa masjid yang lain,” jelas Hitler. (*)

Edan, Emak Siapa Nih? Party di Hotel Joget-joget Ampe Nungging

0

BOGOR DAILY – Mesti pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan agar tidak ada kegiatan berkerumun apalagi party dimasa Pandemi.

Emak-emak ini tak perduli. Mereka justru mengadakan party di sebuah hotel

Apesnya, video party itu bocor dan viral. Party itu diketahui terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), ‘terciduk’ sedang asyik berjoget di sebuah pesta di hotel. Tampak emak-emak berjoget diiringi musik sambil berkerumun.

Aksi emak-emak berjoget ria itu terekam dalam video berdurasi 0,19 detik dan viral di media sosial. Dilihat, Kamis (15/10/2020), tampak sekelompok emak-emak tengah asyik berjoget di pinggiran kolam.

Acara pesta yang dihadiri emak-emak tersebut bertempat di Hotel Novena, Bone, Sulsel. Dari video yang beredar itu kelihatan emak-emak berjoget.

Sementara di tengah mereka ada 2 emak-emak yang tengah beradu joget.

“Nah ditantangin, maju,” ujar seorang perempuan di tengah emak-emak yang tengah asyik berjoget.

Seketika seorang perempuan berbaju putih maju ke tengah dan ikut berjoget. Kedua perempuan sontak mendapatkan sorakan dari kawan-kawan mereka yang lain.

Suasana di dalam pesta itu terlihat sangat meriah, meski tidak terlihat di antara mereka yang menjaga jarak dan mengenakan masker.

Jubir Satgas COVID-19 Bone, Yusuf buka suara soal kejadian ini. Yusuf menilai para emak-emak itu khilaf. (*)