Friday, 1 May 2026
Home Blog Page 7868

Gerakan Natural-Organik: Gerakan Moral Dihancurkan Kekerasan.

0

Oleh:
DR. Rizal Ramli
10 Oktober 2020

DI MASA revolusi kemerdekaan Sukarno menyebut tiga jenis pemuda yang berjuang berdasarkan kesadaran moral dalam melawan penjajah.

Pemuda revolusioner, pemuda militan, dan pemuda patriot.

Mereka terpanggil oleh keadaan yang berlangsung dalam situasi bersifat “Natural-Organik”, mirip dengan situasi tanah air hari ini.

Natural berarti mencerminkan keadaan yang sudah matang, dimana kerusakan ekonomi, politik, sosial, dan ketidakadilan di bidang hukum secara nyata terjadi dan dirasakan rakyat.

Organik berarti kesadaran atau partisipasi dalam menentang berbagai ketidakadilan yang sedang berlangsung, mengalir seperti air.

Mahasiswa, buruh, anak STM, pada dasarnya melakukan gerakan moral. Namun fakta di lapangan umumnya direspon oleh aparat dengan tindakan tidak berperikemanusiaan.

Di India tatkala Mahatma Gandhi menentang penjajahan Inggris juga terjadi civil disobedience atau pembangkangan sipil, melalui gerakan moral seperti Ahimsha dan Swadeshi. Contoh lain ialah gerakan Marthin Luther King Jr, di Amerika, yang menuntut hak-hak sipil melalui cara damai.

Orang Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, toleran terhadap perbedaan, dan memiliki local wisdom.
Namun kolonialis memberikan stigma buruk untuk memecah belah, yang dalam situasi sekarang peran pemecah belah itu dimainkan oleh para provokator lapangan, para buzzersRp, media mainstream yang tak menyampaikan fakta sesungguhnya dan juga segelintir elit kekuasaan yang menjadi komparador aseng demi keuntungan pribadi.

Jangan mau bangsa ini dipecah-belah oleh mereka. Jangan mau rakyat dipecah belah.
Indonesia hari-hari belakangan ini sedang diuji oleh sejarah, sedang diuji sebagai sebuah bangsa yang berdiri di atas persatuan dan kesatuan.

Bangsa ini tidak akan hancur karena kemajemukannya, bangsa ini tidak akan hancur karena alamnya berada di wilayah Ring of Fire, bangsa ini hanya akan hancur karena perbuatan elit kekuasaannya yang berkhianat kepada rakyat.

Merdeka 3x

******

Empat Orang Tewas di Ledakan Beirut

0

BOGOR DAILY- Sebuah tangki bahan bakar meledak di daerah padat penduduk di ibu kota Lebanon, Beirut, menewaskan setidaknya empat orang dan melukai 20 lainnya. Ledakan itu terjadi setelah tangki tersebut terbakar di Distrik Tariq-al-Jdide pada Sabtu (10/10/2020).

Rekaman televisi menunjukkan api berkobar di antara gedung-gedung di jalanan sempit di daerah tersebut.
BACA JUGA: Dahsyatnya Ledakan di Beirut Picu Gempa Bumi, Guncangan Dirasakan Sampai Siprus

Diwartakan BBC, upaya penyelamatan di lokasi masih berlangsung. Petugas pemadam kebakaran menggunakan tangga untuk mengukur bagian luar gedung apartemen untuk menyelamatkan penghuni dari balkon mereka.

Sejauh ini belum ada keterangan mengenai penyebab terjadinya ledakan tersebut. Ledakan itu menyebabkan kepanikan di kota yang masih berusaha pulih dari ledakan dahsyat yang menewaskan lebih dari 200 orang pada Agustus. Kebakaran dan ledakan terbaru juga terjadi di tengah krisis keuangan yang parah dan pandemi virus corona – yang telah memicu ketidakpuasan yang meluas.

Catat! Ini Lima Provinsi dengan Pasien Sembuh Terbanyak

0

BOGOR DAILY-Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dr. Dewi Nur Aisyah mengatakan persentase kasus kesembuhan sepuluh provinsi di Indonesia selama lima pekan terakhir, terhitung 6 September hingga 4 Oktober 2020 kemarin cenderung stabil.

Menurutnya, berdasarkan data perbandingan pada 10 provinsi menunjukkan adanya peningkatan. Bahkan ia menyebut lima provinsi dari sepuluh provinsi kejar-kejaran untuk menjadi yang terbaik dalam penanganan kasus COVID-19 di daerah masing-masing.

“Kelima provinsi itu adalah Kalimantan Selatan yang menempati persentase paling tinggi dengan 85,59%. Empat provinsi lainnya menyusul, yaitu Jawa Timur dengan angka 85%, Bali 83%, Sulawesi Selatan 81%, dan DKI Jakarta 81%,” ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Kamis (8/10/2020)

“Trend kasus kesembuhan dalam 5 minggu terakhir ini cenderung stabil, kecuali Jawa Barat dan Papua,” imbuh Dr. Dewi dalam talkshow ‘Covid-19 dalam Angka: Perkembangan Kasus di 10 Provinsi Prioritas’ di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta.

Diketahui, pasien sembuh dari COVID-19 kini sudah bertambah lagi sebanyak 3.854 kasus. Dilihat secara kumulatif nasional, pada Rabu (7/10) pasien sembuh sudah mencapai 240.291 kasus. Penambahan harian tertinggi berasal dari DKI Jakarta sebanyak 986 kasus dan kumulatifnya 67.216 kasus.

Diikuti Jawa Barat dengan tambahan harian 513 kasus dan kumulatifnya mencapai 15.641 kasus. Jawa Timur menambahkan harian sebanyak 293 kasus dan kumulatifnya masih di urutan kedua mencapai 39.273 kasus. Jawa Tengah secara kumulatif berada di urutan ketiga dengan 17.617 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 270 kasus.

Pasien COVID-19 di DKI Jakarta
Sementara pada sisi kasus aktif kemarin sejumlah 63.951 kasus dan pasien terkonfirmasi positif hari ini bertambah 4.538 kasus. Dilihat secara kumulatif nasional jumlahnya mencapai 315.714 kasus. Penambahan kasus tertinggi berada di DKI Jakarta dengan 1.211 kasus dan kumulatifnya mencapai 82.190 kasus.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kembali angka kesembuhan dan menekan kasus aktif COVID-19, tetap selalu #IngatPesanIbu untuk memutus rantai COVID-19 seperti yang dijelaskan #SatgasCOVID19 dengan melakukan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. (de/feb)

Ini Tips Pilih Rumah Khusus Generasi Milenial. Simak ya!

0

BOGOR DAILY-Data dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta menunjukkan harga tanah di Jakarta setiap tahun mengalami kenaikan sekitar 18%.

Kenaikan harga tanah yang relative tinggi setiap tahun ini berdampak terhadap harga rumah yang terus melambung tiap tahunnya.

Kondisi tersebut tentu sangat berat bagi keluarga milenial yang ingin memiliki rumah di Jakarta. Padahal keluarga milenial, suami dan istri cenderung sama-sama bekerja dan sedang meniti karier. Mereka membutuhkan tempat tinggal yang dekat dengan kantor sehingga bisa mendukung mobiltas mereka.

Tidak ada waktu dan energi yang terbuang percuma karena jarak tempat tinggal dengan tempat bekerja yang relatif jauh.

Ada yang memberi tips kepada keluarga milenial untuk mengatasi masalah tersebut dengan tinggal sementara di rumah orang tua atau mertua. Saran ini mungkin menjadi salah satu solusi, tapi harus diingat juga harga tanah dan rumah mengalami peningkatan yang lebih cepat setiap tahunnya dibandingkan dengan penghasilan mereka. Bisa-bisa rumah tidak akan terbeli.

Budianto Halim Direktur Utama Binakarya Propertindo Grup mengatakan generasi milenial umumnya membutuhkan rumah yang masih berlokasi di Jakarta sehingga dekat dengan tempat bekerja atau tempat usaha, namun terbentur oleh harga rumah yang tidak terjangkau.

Karena itu, dia memberikan tips bagi generasi milenial untuk merancang sebuah hunian yang sesuai dengan kebutuhan keluarga milenial.

Misalnya saja dari luas tanah yang ideal dan sesuai kebutuhan, tentunya dengan harga yang lebih terjangkau oleh keluarga milenial.

Selain lokasi strategis, pilihlah rumah yang punya akses yang cukup mudah ditempuh, dan menyediakan fasilitas pendukung.

Semisal, pasar, sekolah, pusat kuliner, sehingga pergerakan tidak terlalu berat.

“Selain harga yang relatif terjangkau, juga cari berbagai kemudahan untuk keluarga milenial,” ungkap Go Hengky Setiawan Komisaris Utama Binakarya Propertindo Group.

Misalnya saja, katanya, pada bulan Oktober ini Palm City meluncurkan program Octofest dengan ringan DP Rp30 juta, bebas biaya akad dan cashback 10 juta.

Reaksi Guru Besar soal UU Cipta Karya jadi Awal Kebangkitan Kelompok Akademisi

BOGOR DAILY- Pernyataan sikap sejumlah guru besar terkait pengesahan UU Cipta Kerja mendapat acungan jempol dari tokoh pergerakan DR. Rizal Ramli.

Pernyataan sikap dari para guru besar, dekan, dan akademisi dari 67 perguruan tinggi di tanah air itu dibacakan langsung perwakilan dari akademisi, Prof Susi Dwi Harijanti secara daring, pada Rabu (7/10).

Mereka menilai pengesahan UU Ciptaker yang dipimpin Puan Maharani cs itu terkesan terburu-buru. Hal ini mengingat materi UU Ciptaker yang sangat padat dan banyak masalah yang harus diselesaikan.

Guru besar Universitas Padjadjaran itu juga merasa aneh lantaran partisipasi publik amat minim dalam penyusunan aturan tersebut. Aapalagi, saat masih berbentuk draf banyak yang mengkritik.

Susi Dwi Harijanti menilai pernyataan sikap ini merupakan bentuk tanggung jawab kaum akademik dan intelektual.

Rizal Ramli menyatakan menyambut baik pernyataan sikap dari para guru besar tersebut. Menurutnya, pernyataan sikap itu jadi awal kebangkitan kelompok akademisi di tanah air. “At last, The time of truth and good academic tradition started to blossom,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi @RamliRizal pada Kamis (8/10).

Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu menyindir para guru besar lain, yang tidak terlibat dalam pernyataan tersebut. Dia menyebut para guru besar itu berasal dari universitas penjilat. Biasanya, mereka memberikan gelar kepada para pejabat, sekalipun tidak punya prestasi akademik.

“Ada ndak prof, rektor dan dekan dari universitas penjilat dan feodal, yang doyan beri gelar kepada pejabat tanpa prestasi akademik?” tanya Rizal Ramli.

Hohoho… Para ‘Simpanan’ Anggota DPR Spek Up di Medsos. Ini Deretan Videonya!

0

BOGOR DAILY – Saat netizen bergerak akan sulit dikendalikan. Salah satunya gerakan yang satu ini.

Kini, pengguna media sosial justru ramai-ramai membuat konten berisi ‘ancaman’ oleh orang-orang yang mengaku sebagai ‘simpanan’ anggota dewan lewat sebuah video TikTok.

Rangkaian video tersebut pun dijadikan thread oleh sebuah akun Twitter. Akun tersebut sengaja mengumpulkan video-video mereka yang mengaku punya hubungan spesial dengan anggota DPR.

Ada banyak video dalam yang diunggah berasal dari berbagai daerah. Rata-rata para simpanan berusia muda dan dimanjakan oleh anggota DPR dengan hadiah-hadiah mahal. Termasuk kamar hotel mewah untuk tempat check in.

Sejumlah netizen juga membalas utasan itu dengan video-video serupa lainnya. Terdapat kesamaan dalam video-video tersebut yakni hampir semua pembuat video Tiktok itu mengancam akan melaporkan pejabat terkait bila UU Omnibus Law tidak jadi dibatalkan.

Unggahan itu mendapatkan respon yang cukup banyak dari para pengguna Twitter. Bahkan dianggap sebagai sebuah hiburan semata.

Dalam sebuah video, nampak seorang wanita berbaju hitam sambil menenteng tas bergaya seksi. Ia pun menuliskan sebuah curhatan tentang seorang ‘Bapak DPR’ berinisial W.

“Untuk bapak DPR inisial W yang terhormat apakah masih inagt dengan saya? baru kemarin dijajanin DIOR, kok sekarang di block? Gimana tidurnya, nyenyak? setelah nyakitin jutaan rakyat?” tulisnya.

Ia pun mengaku jika dirinya membuat video karena diminta oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Batalin RUU nya om atau semua saya Up ke publik?” kata dia.

Selain itu, ada juga dua wanita yang mengunggah dirinya untuk mengingatkan anggota DPR.

“Bapak DPR masih ingat sama kita gak?”

Nggak cuma wanita guys. Ada juga sosok pria yang membuat video untuk ibu DPR loh.

Dengan konsep yang sama ia mencoba mengingatkan sosoknya kepada ibu DPR dengan mencantumkan nama dan nomor kamar hotel.(*)

Dwi Sasono Divonis 6 Bulan Rehabilitasi

0

BOGORDAILY – Sidang perkara narkoba oleh Aktor Dwi Sasono akhirnya sampai pada tahap putusan dari hakim ketua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dwi Sasono diputus untuk menjalankan enam bulan masa hukumannya di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Hal ini dibacakan poin per poin oleh hakim ketua saat gelar persidangan, Kamis (8/10/2020).

Sebelum mengadili Dwi Sasono dengan memutuskan masa rehabilitasinya, hakim ketua menyatakan suami Widi Mulia itu terbukti bersalah menyalah gunakan narkoba golongan satu jenis ganja.

“Atas keterangan tersebut, maka mengadili terdakwa dengan menyatakan Dwi Sasono terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan satu,” ujar hakim ketua.

“Menjatuhkan tingkat pidana penahanan di RSKO selama enam bulan. Menyatakan waktu masa hukuman dihitung sejak terdakwa menjalankannya,” lanjutnya lagi.

Sebelum menyebutkan putusan untuk Dwi Sasono, hakim ketua menjelaskan hal-hal apa saja yang menjadi pertimbangannya. Salah satunya dari barang bukti hingga keterangan dari saksi yang dihadirkan dipersidangan.

“Dalam perkara terdakwa Dwi Sasono, tentang keputusan majelis hakim dengan berkas perkara dan berkas-berkas lainnya yang bersangkutan dengan keterangan saksi, barang bukti dan lain-lain. Hal ini juga mempertimbangkan setelah mendengar pembelaan dari penasihat hukum dan pengakuan terdakwa yang tak akan melakukan kesalahan ini lagi,” papar hakim ketua.

Diketahui, sebelumnya Dwi Sasono telah dituntut sembilan bulan menjalani masa rehabilitasi oleh jaksa penuntut umum (JPU). Atas tuntutan tersebut pihak penasihat hukum dan Dwi Sasono merasa tak terima.

Pihak Dwi Sasono pun akhirnya melayangkan pledoi yang berisikan permohonan menjalani rehabilitasi selama enam bulan. Masa enam bulan tersebut terhitung sejak awal Dwi menjalankannya di RSKO.

Dwi Sasono ditangkap di kediamannya, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada 26 Mei 2020. Dwi Sasono ditangkap oleh satuan Polres Metro Jakarta Selatan.

Saat dibekuk tak ada perlawanan dari Dwi Sasono. Atas penangkapannya itu pihak Polres mendapatkan barang bukti berupa ganja kering seberat 16 gram yang berada pada sebuah wadah plastik.

Perkenalkan! Sasa Mahasiswi Berambut Bondol yang Orasinya Gegerkan Jagat Maya

0

BOGOR DAILY – Di tengah panasnya demo tolak UU Cipta Kerja banyak yang terjadi, bukan hanya kerusuhan, ada juga aksi orasi mahasiswi yang mengegerkan jagat Maya.

Dialah Sasa, seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin, Makassar yang videonya viral karena orasi Pancasila diganti angkat bicara soal videonya yang viral.

Sasa mengaku orasinya itu memang dalam momentum aksi penolakan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker).

Sasa mengaku awalnya tidak menduga videonya itu viral di media sosial pada demo tolak Omnibus Law yang dilakukan massa aksi dari buruh hingga mahasiswa pada tanggal 6 sampai 8 Oktober 2020. Padahal, orasinya itu sudah dilakukan sejak lama. Namun Sasa enggan mengungkap waktu orasinya itu.

“Saya tau (viral) setelah lama saya orasi. Dari saya orasi tidak ada ji apa-apa,” kata Sasa, Jumat (9/10/2020).

Dalam video berdurasi 0,92 detik tersebut, tampak Sasa mengenakan kaos hitam berorasi di Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Di sekelilingnya tampak sejumlah massa lain dan kepulan asap dari ban yang dibakar di jalan. Sembari memegang pengeras suara berwarna merah, dia kemudian meneriakkan orasinya soal Pancasila yang telah terganti.

“Tendangan dibalas tendangan, darah dibalas darah, negara kita yang katanya negara Pancasila sekarang menjadi negara pancasalah, 1 ketuhanan yang maha hormat, 2 kemanusiaan yang adil bagi para birokrat, 3 persatuan para investor, 4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat penindasan dalam permusyawaratan diktatorian, 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat kelas atas,” kata Sasa dalam orasinya yang disambut tepukan tangan massa aksi.

Meski videonya viral, Sasa mengaku tidak tabu telah melakukan orasi seperti yang ada dalam video viral.

Namun dia sempat heran karena foto-foto dan video dirinya saat orasi kembali ramai di media sosial saat marak demo penolakan Omnibus Law dari tanggal 6 sampai 8 Oktober lalu.

“Saya kira orang orang terdekat ku ji yang tahu kalau saya pernah orasi seperti itu, dan ada yang ambil gambar. Karena ini gambar tersebar jauh setelah saya orasi, kemudian saya kaget,” tuturnya.

Dipukul Mundur, Massa di Jalan Alauddin Makassar Serang Balik Polisi
Sasa lalu mengungkap awal mula mengetahui aksinya itu viral di media sosial.

“Saya sementara ada kesibukan, jadi jarang pegang hape. Jadi saya di kantor, banyak sekali masuk notifikasi, malamnya saya buka, 2 hari yang like orang luar semua yang publish, bukan orang Makassar, saya tidak tahu (kenapa begitu),” ungkapnya.

“Mungkin karena lagi momentumnya (ada demo) Omnibus Law dan mungkin hal hal begini jarang mereka lihat, perempuan orasi dan lain lain sebagainya,” lanjutnya.

Sasa kembali menegaskan, dirinya mengaku tidak malu dengan orasinya yang viral di media sosial. Namun dia mengaku risih karena banyak media yang mengungkap fakta lain soal dirinya di luar video orasinya yang viral.

“Dan menurutku saya tidak masalah (orasi viral), karena saya sudah tahu konsekuensinya kalau saya berani bicara di depan umum pasti bakalan ada orang yang ekspose, saya sudah tahu konsekuensinya,” jelasnya.

“Cuman yang saya permasalahkan media-media mainstream sekarang, media-media besar, banyak gara-gara medianya yang coba bikin framing sendiri dan bikin berita buruk tentang saya, akhirnya yang awalnya tersebar cuma objek persoalan narasi demo, dan karena sebagai perempuan bisa demo, akhirnya semua keburukan-keburukanku dicari tahu, nah misalnya, katanya saya preman di kampus,” ketusnya.

Sasa pun mengaku keberatan jika data pribadinya diumbar ke publik akibat aksinya viral.

“Misalnya (ada media) bikin narasi, apa pun yang saya pakai di lokasi aksi dipublish juga, ya maksudku tidak penting sekali untuk dinarasikan. Orang tidak penting ji tau apa yang saya kenakan itu hari dan kenapa harus sedetil itu,” pungkasnya. (*)

Cerita Bovit Halim, Jadi MC Mudah Asal Mau Belajar

Bogor Daily – Meningkatkan rasa percaya diri didepan umum perlu untuk terus diasah, percaya diri memang tidak mudah, akan tetapi ada banyak trik dan cara bagaimana kita bisa dapatkan rasa percaya diri tersebut.

Mungkin ada banyak faktor yang membuat kita tidak percaya diri dalam menghadapi orang banyak yang ada dihadapan kita, merasa malu, grogi atau bahkan menimbulkan rasa mau pingsan.

Artikel Bogor Daily kali ini akan mengajak kalian semua untuk berkenalan dengan Bovit Halim, sosok muda yang saat ini berprofesi sebagai seorang Master of Ceremony atau MC, sekaligus pemerhati keilmuan Public Speaking.

Yuk simak petikan wawancara Bogor Daily bersama Bovit Halim sebagai berikut :

*1. Sejak kapan berkarir sebagai MC dan Memutuskan untuk terjun didunia MC ???…*
Jawaban:
√ Dari jaman SMA udah nge-MC Pensi gitu, kalo menjalani Karir Profesional MC dalam artian ada rate atau dibayar itu sejak tahun 2012 sampai saat ini, meski pada awal-awal terima pembayaran tak seberapa, saya terus bersyukur, Alhamdulillah sampai saat ini terus mendapatkan kepercayaan untuk menjadi seorang MC diberbagai acara Wedding dan acara bergengsi lainnya.

 

*2. Apa kiat anda untuk menjaga performa anda sebagai seorang MC dimasa Pandemi saat ini ???…*
Jawaban :
√ Outfitnya pas Nge-MC ditambah APD seperti masker, faceshield, micnya harus aku semprot handsanitizer dulu, pokoknya harus steril dan tentunya konsumsi vitamin agar imun tetap stabil.

 

*3. Apa langkah yang perlu dilakukan oleh seorang pemula agar dapat percaya diri dan menjadi seorang MC ???…*
Jawaban :
√ Manfaatkan setiap punya kesempatan ketika kamu bicara depan umum, dari mulai presentase dikelas sampai hal terkecil seperti ngobrol bareng temen beranikan diri untuk berpendapat sehingga meningkatkan percaya diri, karena hal besar berasal dari hal kecil yang dipelajari ini berkaitan dengan Percaya Diri ngomong depan orang banyak karena hakikatnya MC itu kan orang yang berbicara depan publik.

 

*4. Momen paling bahagia apa yang pernah anda rasakan dengan menjadi seorang MC ???…*
Jawaban :
√ Alhamdulillah bisa membeli hal hal yang dulu disangka mustahil tapi kenyataan, bisa mengunjungi negara yang dulu mustahil tapi nyata dan masih banyak hal yang dulu dianggap mungkin dari segi finansial sekarang bisa diraih itu semua berkat pekerjaan MC yang sekarang jadi pekerjaan utama saya.

 

*5. Apakah ada niat untuk kelak membuka Sekolah Public Speaking ???…*
Jawaban :
√ Sebenernya udah banyak yang tanya ini cuman aku belum berani karena belum bisa concern, tapi sementara di akun titkok aku sering sharing soal ilmu public speaking (bovithalim29).

 

*6. Harapan anda untuk karir MC ini apa, terutama untuk masa depan anda ???…*
Jawaban :
√ Kalo mimpi kan harus tinggi , misal mimpi diangka 10 setidaknya kalo gak sampe bisa ada angka 7. Harapan masa depan pasti bisa jadi presenter kondang di TV, itu jadi goals utama. Harapan lainnya minimal bisa stabil selamanya menjadi MC yang selalu dipercaya client dan vendor, Aamiin.

 

*7. Bagaimana caranya untuk memakai jasa anda sebagai seorang MC ataupun untuk menjadi pembicara mengisi workshop tentang Public Speaking ???…*
Jawaban :
√ Cek bio Instagram aku @bovithalim, disana udah ada link untuk contact person, jadi bisa langsung aja ya.

 

=============================

 

*Biodata Lengkap*
Bovit Halim
• Master of Ceremony •

√ Nama Lengkap : Ridwan Taopik Akbar.

√ TTL : Bogor, 29 maret.

√ Alamat : Jalan KH Abdul Hamid, Kp. Pasar Saptu Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

√ Hobby : Nonton Film

√ Quote : Panggung kecil gak akan pernah berubah menjadi panggung besar jika usahamu masih kecil.

 

 

(Red-BDN).

Lurah Pasir Kuda Gerakkan Bercocok Tanam, Berdayakan Ibu-ibu Tanam Sayuran

0

BOGOR DAILY – Selama empat tahun, Lurah Napihudin mengabdikan dirinya di Kelurahan Pasir Kuda, tiga tahun berjalan emak-emak Pasir Kuda bercocok tanam.

Bercocok tanam sayur-mayur sudah menjadi kegiatan rutin emak-emak di kelurahan Pasir Kuda yang berlokasi di RW 11.

Lahan seluas kurang lebih 500 meter milik warga setempat, dimanfaatkan sebagai lahan utama penanaman sayur-mayur seperti kangkung, pakcoy, dan beragam jenis sayur-sayuran.

Tidak hanya menanam, Napihudin pun membina emak-emak tersebut dengan binaan dari kedinasan dan sesekali membantu dikala waktu senggangnya.

“Saya tidak biarkan begitu saja, tapi saya juga bina dan sesekali saya ikut nyangkul di waktu senggang saya,” ujarnya.

Program ini berawal dari swadaya masyarakat, setelah beberapa lama, ada bantuan-bantuan dari dinas terkait untuk kebutuhan pertanian dan membuat saung untuk ibu-ibu berkumpul.

“Awalnya swadaya, terus ada bantuan dari pemerintah dan dibuatkan lah saung dan keperluan lainnya untuk di kebon,” ia melanjutkan.

Program ini masih berjalan hingga saat ini. Hasil dari yang ditanam diperuntukkan bagi ibu-ibu yang ikut andil dalam program ini, sisanya sering kali mereka jual ke tetangga setempat.

“Masih ada program-program yang akan dijalankan, namun tersendat oleh pandemi Covid-19,” ujarnya kepada Bogordaily.net. (Egi)