Tuesday, 5 May 2026
Home Blog Page 7905

Bagi MU, Semua Lawan Kini Menjadi seperti Madrid, Bayern, atau Barca

0

BOGORDAILY – Manchester United belum menunjukkan performa apik di Liga Inggris. Semua lawan Setan Merah merah disebut seperti Real Madrid, Bayern Munich, atau Barcelona.

Di Old Trafford, Minggu (4/10/2020) malam WIB, MU menelan kekalahan 1-6 dari Tottenham Hotspur. The Red Devils unggul lebih dulu lewat gol penalti Bruno Fernandes, yang dibalas via Tanguy Ndombele, Son Heung-ming (2 gol), Harry Kane (2 gol), dan Serge Aurier. Highlight pertandingan ini bisa disaksikan di Mola TV lewat link ini.

Akibat kekalahan ini, MU kini duduk di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris dengan raihan 3 angka. Dalam tiga pertandingan Premier League, MU menang sekali dan tumbang dua kali. Sial bagi MU, kekalahan-kekalahan itu ditelan di kandang.

Sebelum Spurs, Crystal Palace yang mengalahkan MU di pekan kedua Liga Inggris. Tim asuhan Roy Hodgson itu menang meyakinkan dengan skor akhir 3-1. Gol Andros Townsend dan Wilfried Zaha (2 gol), cuma sekali dibalas MU lewat Donny van de Beek.

Sementara kemenangan atas Brighton & Hove Albion didapat MU dengan susah payah. MU sempat ketinggalan akibat gol Neal Maupay. Lalu bisa unggul via gol bunuh diri Lewis Dunk dan Marcus Rashford.

Salomon March sempat membawa The Seagulls menutup laga dengan skor 2-2. MU diselamatkan VAR untuk memastikan kemenangan di saat terakhir lewat penalti Bruno Fernandes.

Hasil-hasil tak meyakinkan MU itu mendapat sorotan dari eks bek The Red Devils, Patrice Evra.

“Setiap tim yang melawan Manchester United tampak seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich. Saya benar-benar tak ingin tertawa saat ini –saya sangat marah,” kata Evra di Sky Sports.

Liga Inggris akan jeda dua pekan setelah pekan keempat. MU akan melawat ke kandang Newcastle United pada 17 Oktober.

RR Panen Dukungan, Margarito: Cabut Presidential Threshold

0

BOGOR DAILY – Ekonom senior Rizal Ramli panen dukungan. Judicial Review terhadap Presidential Threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden yang diajukan ekonom senior DR Rizal Ramli mendapat dukungan dari pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis.

Margarito mengaku telah lama menolak keberadaan PT 20 persen yang diatur di dalam Pasal 222 Undang-undang (UU) 7/2017 tentang Pemilu.

“Saya mesti bilang angka 20 persen yang ada itu sekarang angka akal-akalan,” ujar Margarito Kamis seperti dikutip RMOL.ID, pada Sabtu (5/9).

Margarito menyebutkan bahwa proses pencalonan presiden dalam pemilu yang diatur di Pasal 6A UUD 1945 tidak menyebutkan PT sebesar 20 persen.

Justru yang ada adalah membuka seluas-luasnya kesempatan bagi semua orang menjadi capres. “Karena itu tidak ada alasan (PT dipertahankan), kalau kita mau beres berkonstitusi cabut presidential threshold itu, tidak ada landasan kecuali akal-akalan,” katanya.

“Dan harus kita perhitungkan bahwa orang-orang yang takut (PT dihilangkan) itulah mereka yang akan menikmati banyak hal kekuasaan yang akan digenggam oleh presiden terpilih nanti. Dan itu adalah para pemilik modal,” ujar Margarito. (*)

Gegara Bikin Konten Terus Raffi Ahmad Diprotes Rafathar

0

BOGORDAILY – Nama Raffi Ahmad memang sangat terkenal terlebih channel YouTubenya, Rans Entertainment. Raffi kerap mengunggah kegiatan pribadinya dan keluarga pada YouTubenya itu.

Namun siapa sangka, rupanya sang anak, Rafathar sempat memprotes ayahnya itu. Rafathar yang kini sudah mulai mengerti kegiatan ayahnya merasa selalu dilibatkan dalam syuting konten YouTube Raffi.

Dijelaskan Raffi saat hadir di YouTube Deddy Corbuzier, dikutip detikcom, Minggu (4/10/2020), Rafathar sempat memintanya untuk tak selalu diikuti kamera saat di rumah.

“Rafathar bisa protes ‘bisa nggak sih pa ketemu sama Aa tuh nggak usah pakai kamera?'” tutur Raffi.

Beberapa kali Rafathar meminta agar ayahnya dapat menjalani kehidupan di rumah layaknya keluarga biasa. Rafathar meminta agar tak lagi ada kamera yang mempublikasikan kegiatan mereka.

Dipertegas Raffi, sejak kecil memang Rafathar selalu disorot kamera. Hingga saat ini ia masih merasakan hal itu.

“‘Bisa nggak sih pa nggak usah syuting?'” minta Rafathar pada Raffi.

“Anak gue itu bisa begini. Saking dari kecilnya dia udah ada kamera,” sambung Raffi.

Bukan hanya itu saja, Rafathar rupanya sempat mengeluarkan kalimat menohok untuk ayahnya itu.

Saat itu Raffi meminta tolong Rafathar untuk mengiklankan sebuah produk. Rafathar mau melakukannya namun kembali mencibir ayahnya usai menyelesaikan videonya itu.

“‘A bantuin papa yuk, ini ada built nih’. Terus dia bilang ‘syuting nih? Hah oke Aa bantuin papa'”, jelas Raffi.

“Pas udah kelar syuting, dia bilang ‘udah pa? Puas?'”, lanjut Raffi Ahmad.

Hal itu diakui Raffi sangat membuatnya sedih. Raffi menyatakan meski anaknya itu terbilang masih kecil, namun ia selalu membuatnya terus berpikir dan evaluasi diri.

Sebagai tambahan informasi, saat ini memang sejumlah publik figur memilih berkegiatan untuk membuat konten YouTube. Mulai dari konten tentang kehidupan pribadi hingga konten talkshow.

Diakui beberapa dari mereka memang penghasilan yang mereka dapatkan dari YouTube cukup menggiurkan. Hingga saat ini platform YouTube juga tengah menjadi andalan mereka dalam mengumpulkan pundi-pundi uang.

Bukan hanya itu saja, konten YouTube mereka juga kerap dijadikan sebagai tempat mengklarifikasi sebuah kasus atau unek-unek yang hendak disampaikan ke publik.

Dua Pengunjung Karang Mulyan Lecehkan Situs Bersejarah

BOGOR DAILY – Aksi beberapa pengunjung  Situs Karang Mulyan melecehkan petilasan bersejaran yang berada di Desa Karang Mulyan, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis (5/10/2020).

Perbuatan tak sopan itu sempat diabadikan melalui foto yang tersebar di media sosial.

0

Dalam foto, nampak satu laki-laki dan perempuan yang berdiri di atas petilasan sembari menginjak makam bersejarah itu.

Sampai saat ini pelaku  masih belum diketahui identitasnya, namun foto itu ramai di Grup WhatsApp Pamong Budaya Bogor menjadi sebuah perlakuan yang tidak pantas dilakukan.

Ki Mantri, sebagai ketua Pamong Budaya Bogor, menyayangkan perbuatan tersebut karena menurutnya itu merupakan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan untuk sebuah situs peninggalan.(egi)

RS di Bogor Masuk Daftar Rumaj Sakit yamg Perawatnya Paling Sibuk Urusi Covid-19

BOGOR DAILY -Tingkat keterisian ruang rawat COVID-19 di Jawa Barat sudah menunjukkan lampu kuning. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, angka okupansi ruang rawat COVID-19 di Jabar sekitar 58 persen, atau mendekati 60 persen standar WHO akan batas cadangan ruang rawat yang aman.

“Angka okupansi rumah sakit kurang baik, sudah mendekati 58 persen. 60 persen standar WHO batas cadangan yang aman,” ucap pria yang akrab disapa Kang Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin (5/10/2020).

Berdasarkan dari pemaparan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Jawa Barat terdapat 10 rumah sakit di Jabar yang paling sibuk, atau dalam artian yang paling banyak merawat pasien COVID-19 per 3 Oktober 2020.

Rumah sakit ini paling banyak berasal dari Bodebek (Kota/Kab Bogor, Kota Depok, Kota/Kab Bekasi) dengan tambahan dari Kabupaten Karawang.

RSUD dr Chasbullah A yang berada di Kota Bekasi menjadi urutan yang pertama, dengan merawat 123 pasien yang terpapar virus Corona. Kemudian diikuti RSUD Karawang dengan 72 pasien COVID-19. RSUD Cibinong Kabupaten Bogor menduduki posisi ketiga dengan merawat 59 pasien COVID-19, lalu RSUD Kota Bogor dengan 52 pasien dan RSUD Depok (50 pasien).

Kemudian RS Bina Husada Kota Depok (48 pasien), RS Mitra Keluarga Prtama Jatiasih Kota Bekasi (43 pasien), RS Hermina Bekasi (42), RS Mitra Keluarga Bekasi Timur (19 pasien) dan RSUD Ciawi kabupaten Bogor (17 pasien).

Di Jawa Barat sendiri terdapat 320 RS, dengan total tempat tidur (TT) 4.378. Dari angka tersebut kurang lebih 2.561 TT telah terisi. “Di depok kita menambahi 40 ruang ICU dengan peralatan canggih dan mahal, itu bagian dari peningkatan presentase ruang kesehatan,” pungkas Kang Emil.

RSUD Cibinong dan RSUD Ciawi
RSUD Depok dan RS Bina Husada
RSUD Karawang
RSUD Kota Bogor
RSUD dr Chasbullah A, RS Mitra Keluarga Prtama Jatiasih, RS Hermina, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur

Warga Melihat Napi Cai Keluar dari Hutan Tenjo Kabupaten Bogor untuk Cari Makan

BOGOR DAILY – Polisi menduga kuat narapidana Cai Changpan yang kabur dari Lapas Kelas I Tangerang, berada di Hutan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Ada saksi yang mengaku pernah melihat Cai Changpan keluar dari Hutan Tenjo untuk makan.

“Tersangka ini pernah, berdasarkan sumber dan saksi-saksi yang di Desa Babakan sana, memang pernah keluar dari sana membeli makanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Senin (5/10/2020).

Hanya saja, kata Yusri, warga saat itu tidak mengenali jika Cai Changpan adalah buruan polisi yang kabur dari Lapas Kelas I Tangerang.

“(Cai Changpan) bertemu dengan warga pada saat itu, tapi warga tidak mengetahui pada saat itu yang bersangkutan pelarian dari Lapas Tangerang,” katanya.

“Makanya, sempat kami terus menyebarkan foto yang bersangkutan dan memberikan imbauan di sana,” sambungnya.

Selain itu, polisi menemukan beberapa barang yang diyakini milik Cai Changpan tertinggal di dalam sebuah pondokan di dalam hutan. Hal ini menguatkan dugaan polisi bahwa dia berada di dalam hutan.

Yusri menyebut, Cai Changpan juga ditengarai sempat salat di pondokan tersebut.

“Bahkan masuk di dalam itu ada tempat di dalam hutan itu ada kayak rumah-rumah pondokan yang untuk orang salat. Sempat dia di situ, dia salat di situ,” ujar Yusri.

Selain keterangan saksi, ada beberapa barang milik Cai Changpan yang tertinggal di pondokan tersebut.

“Ada beberapa barangnya tertinggal di situ. Makanya kita masih lakukan pengejaran,” ungkap Yusri.

Hingga saat ini polisi masih menyisir kawasan Hutan Tenjo, Kabupaten Bogor. Lima tim yang diterjunkan untuk melacak Cai Changpan di dalam hutan diperkuat oleh tim Brimob.

Kemendag dan Facebook Kolaborasi Berdayakan UMKM Indonesia di Tengah Pandemi

BOGORDAILY – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyambut baik kolaborasi Kementerian Perdagangan dan Facebook melalui kampanye virtual #TumbuhdiFacebook untuk membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Melalui program yang berlangsung pada Oktober 2020—Januari 2021 ini, Kemendag dan Facebook akan menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi, diskusi, hingga festival belanja.

“Melalui kolaborasi ini, para pelaku UMKM lokal diharapkan akan memiliki keahlian dan wawasan baru untuk bertahan, bertumbuh, bahkan menjangkau pangsa pasar yang lebih luas dengan bantuan platform daring seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp,” ujar Mendag Agus di Jakarta, Senin (5/10).

Agus mengatakan, kolaborasi ini merupakan bentuk konkret pentingnya kerja sama pemerintah dan pihak swasta dalam mendukung program pemerintah ‘Bangga Buatan Indonesia’ dan ketahanan UMKM lokal, serta mendorong pergerakan roda perekonomian tanah air.

Sebagai langkah awal kolaborasi, Kemendag dan Facebook menyelenggarakan pelatihan virtual Akademi Instagram untuk membantu para pelaku UMKM di seluruh Indonesia memaksimalkan penggunaan platform digital dalam mengembangkan usaha mereka.

Mendag berharap, rangkaian kegiatan dalam kerja sama ini tidak hanya bermanfaat untuk melengkapi para UMKM dengan ilmu-ilmu dan tips-tips praktis, tapi sekaligus dapat memberikan ide-ide segar.

“Dengan begitu, pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas dan penjualan mereka melalui aplikasi digital dari Facebook,” kata Mendag.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Syailendra mengatakan, UMKM berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di banyak negara. Namun, saat ini mereka tengah menghadapi tantangan luar biasa.

“Pandemi Covid-19 menuntut mereka beradaptasi dan bertransformasi ke arah digital. Untuk itu, seluruh rangkaian kegiatan dalam kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi dan membantu lebih banyak UMKM untuk menerapkan pendekatan digitalisasi dalam upaya tumbuh kembang usaha mereka,” jelasnya.

UMKM Harus Beralih ke Platform Digital

Merdeka.com – Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari mengatakan, di tengah situasi pandemi, Facebook memahami bahwa beralih ke platform daring merupakan sebuah keniscayaan bagi para pelaku UMKM.

“Di sisi lain, kami juga menyadari bahwa adopsi digital bukan hal yang mudah untuk diterapkan karena masih banyak kelompok masyarakat yang belum dapat memaksimalkan penggunaan layanan digital. Untuk itu, kami senang sekali dapat berkolaborasi dengan Kemendag dalam meluncurkan serangkaian kegiatan yang bisa mendorong transformasi digital UMKM Indonesia,” terangnya.

Sebagai informasi, dalam program kolaborasi yang berlangsung pada periode Oktober 2020—Januari 2021 ini, akan dilaksanakan 10 kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM, perwakilan perdagangan, dan pegawai Kemendag.

Adapun beberapa rangkaian kegiatan tersebut meliputi dua sesi pelatihan virtual Optimalisasi Sosial Media untuk pegawai Kemendag, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan Atase Perdagangan; siaran pers bersama untuk mengumumkan program kolaborasi Facebook Family of Apps dan Kemendag; kelas pelatihan dasar bagi UMKM lokal untuk go digital di masa adaptasi kebiasaan baru dengan memanfaatkan Facebook dan Instagram dalam berbisnis; serta sesi bincang bisnis inspiratif bersama Kemendag, perwakilan Facebook Companies, dan seorang figur publik pengusaha.

Selain itu, akan dilakukan juga serangkaian penayangan konten IGTV series #BanggaBuatanIndonesia; kelas pelatihan lanjutan seputar fitur Facebook dan Instagram Shops; Masterclass Facebook sebagai wadah diskusi dan saling berbagi inspirasi antara sesama pelaku UMKM di Facebook Indonesia Page; bazar virtual yang ditayangkan secara langsung (live) di Instagram; pelatihan Facebook Laju Digital bagi alumni Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI); serta Kolaborasi program #SheMeansBusiness dari Facebook, bersama Kemendag dan Femina untuk mengadakan pelatihan dan bincang-bincang virtual (virtual talk) bagi para perempuan wirausaha Indonesia.

Ini Alasan Nathalie Holscher Mualaf, Bukan karena Sule

0

BOGORDAILY – Nathalie Holscher membeberkan alasannya menjadi mualaf. Rupanya itu bukan karena Sule, tapi keinginannya memeluk Islam itu sudah muncul sejak lama.

Hal itu dibeberkan Nathalie Holscher saat ngobrol dengan Sule di YouTubenya SULEchannel. Dalam obrolan itu, Sule bertanya bagaimana perasaan Nathalie Holscher setelah menjadi mualaf.

“Bagamana perasaan Nathalie setelah masuk Islam,” tanya Sule di YouTubenya, dilihat Minggu (4/10/2020).

“Lega. Sebenernya sudah mau dari lama. Cuma baru tersalurkannya tuh sekarang,” jawab Nathalie Holscher.

Kemudian Sule menegaskan bahwa kedekatanya dengan Nathalie bukan dorongan untuk DJ cantik itu menjadi mualaf. Sebelumnya Nathalie memang ada niat menjadi mualaf, namun dia ketika itu belum tahu cara menjadi mualaf yang benar.

“Jadi buat semuanya, jangan berpikiran bahwa Nathalie dekat dengan saya dia mau masuk Islam, nggak yah. Jadi sebelumnya, aku sering teleponan sama dia, video call, ngobrol terus dia curhat tentang hal itu. ‘Gimana yah’ dia nggak tau caranya seperti apa,” ungkap Sule.

Nathalie juga sempat mengaku takut keluarga besarnya tak menerima dirinya. Sehingga dia sempat ragu menjadi mualaf.

“Dan aku masih takut-takut juga, ‘Aduh gimana yah keluarga’. Gitu,” ungkap Nathalie.

“Akhirnya kalau kamu yakin, kamu ngobrol dulu sama keluarga. Tapi waktu itu dia masih belum berani yaudah, saya sebagai muslim tidak memaksakan untuk dia masuk ke agama aku,” timpal Sule.

Sule juga memastika Nathalie masuk Islam bukan karena dirinya. Namun hal itu datang dari hati Nathalie Holscher.

“Itukan privasi masing-masing kalo hal itu. Yang jelas di sini, dia masuk muslim bukan karena aku. Tapi karena ada niat dari dia yang sudah lama. Dia itu dari dulu pengin jadi seorang muslim, jadi bukan karena saya. Tapi karena nggak ada yang support, tempat, yang bantu, makanya saya sediakan tempat,” kata Sule.

Teco: Dengan Protokol yang Ketat, Seharusnya Shopee Liga 1 Bisa Jalan

0

BOGORDAILY – Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco merasa Shopee Liga 1 2020 seharusnya sudah bisa digelar. Ia ingin kepastian kompetisi diputuskan dalam waktu dekat.

Bali United pun sudah lebih dari satu kali menggelar swab test buat para pemainnya sebelum menjalani persiapan. Tes itu digelar dari internal tim dan fasilitas yang disediakan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Tak cuma itu, PSSI dan PT LIB juga sudah memberikan medical workshop buat para dokter tim. Dengan kondisi itu, Stefano Cugurra menilai bahwa kompetisi sudah sangat layak untuk digelar lagi.

“Tim sudah bekerja keras untuk punya kondisi bagus sebelum kompetisi bergulir. Tes kesehatan dan protokol kesehatan sudah dijalani selama persiapan. Saat kompetisi tanpa penonton ditambah protokol dan tes kesehatan juga menjadi hal yang utama,” kata Stefano Cugurra di laman resmi Bali United.

“Seharusnya kompetisi sudah bisa dijalankan, asalkan semua peraturan ditaati dengan baik. Semua yang terlibat tidak ada yang sakit dan kualitas kompetisi tidak menurun,” ujarnya menambahkan.

Pelatih asal Brasil itu juga menilai sebagian besar tim sudah menaati protokol kesehatan yang berlaku. Sayang, segala persiapan buyar begitu saja karena Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tak memberi rekomendasi kompetisi.

PSSI, PT LIB, dan Kemenpora, pada, Selasa (29/9/2020) mengumumkan kompetisi belum bisa lanjut. PSSI berharap penundaan paling lama cuma berlangsung satu bulan dan menargetkan November kompetisi bisa digelar.

Terkait hal itu, Bali United memutuskan untuk tetap menggelar latihan. Seandainya kompetisi bisa lanjut, maka kondisi pemain Serdadu Tridatu tetap dalam kondisi siap.

“Tim tetap menjalani latihan dengan kerja keras dan semangat yang sama. Semua menjalani program latihan fisik, teknik dan taktik serta mental pemain di dalam tim,” ucap Teco.

“Semoga keputusan kompetisi lanjut atau tidak bukan hanya satu bulan, tetapi seminggu atau dua minggu keputusan sudah ada untuk tim jalani kompetisi,” tuturnya.

Jokowi Jengkel Tiap tahun RI Impor Garam

0

BOGOR DAILY- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan percepatan penyerapan garam rakyat melalui video conference di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Di depan jajaran menteri, Jokowi mengungkap dua masalah utama yang dihadapi dalam hal serapan garam rakyat. Pertama, dari sisi rendahnya kualitas garam rakyat sehingga tidak memenuhi standar kebutuhan industri.

Sementara di sisi lain, industri selalu berusaha memenuhi kebutuhannya dengan melakukan impor garam. Menurut Jokowi, hal tersebut perlu dicarikan solusi secara komprehensif.

“Ini harus dicarikan jalan keluarnya. Kita tahu masalah tapi tidak pernah dicarikan jalan keluarnya,” kata Jokowi, Senin (5/10/2020).

Data yang disampaikan Jokowi per 22 September 2020, masih ada sekitar 738.000 ton garam rakyat yang tidak terserap industri dalam negeri. Hal tersebut, menjadi kekhawatiran kepala negara.

“Ini agar dipikirkan solusinya, sehingga rakyat garamnya bisa terbeli dan yang kedua masih rendahnya produksi garam nasional kita sehingga cari yang paling gampang yaitu impor garam. Dari dulu begitu terus dan tidak pernah ada penyelesaian,” katanya.

Jokowi kemudian mencontohkan saat ini kebutuhan garam nasional mencapai 4 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi garam nasional saat ini baru mencapai 2 juta ton per tahun.

“Akibatnya alokasi garam untuk kebutuhan industri masih banyak yaitu 2,9 juta ton. Saya kira langkah-langkah perbaikan harus kita kerjakan, mulai dari pembenahan besar-besaran supply chain dari hulu sampai hilir,” ujar Jokowi.

“Sekali lagi, pertama perhatikan ketersediaan lahan produksi. Percepat integrasi antara ekstentifikasi lahan garam rakyat yang ada di 10 provinsi ini harus betul-betul diintegrasikan dan harus ada ekstentifikasi,” lanjutnya.