Wednesday, 6 May 2026
Home Blog Page 7917

Empat Pegawai Kejari Kota Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

0

BOGOR DAILY-Empat pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor terkonfirmasi positif Covid-19. Alhasil, seluruh aktivitas di Kantor Kejari dihentikan sementara, hingga Selasa 6 Oktober 2020.

Ada 4 yang positif menurut informasi dari Kajari. Kantor diistirahatkan sejak hari ini sampai Selasa depan,” kata Wakil Satgas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim kepada Okezone, Jumat (2/10/2020).

Karena jumlah yang terpapar positif dari satu tempat lebih dari dua orang, maka Kejari ditetapkan jadi klaster penularan covid-19 sektor perkantoran di Kota Bogor.

“Klaster perkantoran,” tambah Dedie.

Belum diketahui pasti dari mana asal muasal penularan Covid-19 di lingkungan penegak hukum itu. Hari ini, beberapa orang yang kontak erat dengan kasus positif sudah menjalani tes swab Covid-19.

“Belum terlacak dari mana, bisa jadi penularan saat proses sidang, pemeriksaan, kegiatan internal dan lain-lain. (Kontak erat) sudah di-swab,” tutupnya.

Sekedar informasi, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor hingga saat ini mencapai 1.281 orang. Rinciannya, 876 orang sembuh, 359 orang masih sakit dan 46 orang meninggal dunia.

Kemudian, total kasus kontak erat sebanyak 2.101 orang, dengan rincian 1.719 orang sembuh dan 382 orang masih dikarantina. Sementara itu, total kasus suspek 2.678 orang, sembuh 2.400 orang, masih sakit 224 orang dan meninggal dunia 51 orang

476.200 Rokok Ilegal Disimpan di Rumah

0

BOGOR DAILY-Bea Cukai Kudus melakukan penindakan di dua rumah di wilayah Kabupaten Jepara yang digunakan sebagai tempat penimbun rokok ilegal. Petugas mengamankan 476.200 batang rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) bernilai Rp 485,72 juta. Pemilik masih diburu.

“Kami telah melakukan penindakan terhadap dua rumah di Jepara yang digunakan sebagai tempat penimbunan barang kena cukai hasil tembakau ilegal pada Rabu (30/9),” kata Kepala Kantor Bea Cukai Kudus Gatot Sugeng Wibowo dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2020).

Gatot mengatakan, dalam kejadian itu tidak ada pelaku atau orang yang diamankan Bea Cukai Kudus. Namun ada sejumlah barang bukti berupa rokok ilegal sebanyak 476.200 batang jenis SKM yang diamankan Bea Cukai Kudus. Jumlah itu diperkirakan bernilai Rp 485,72 juta.

“Sedangkan potensi kerugian negara yang dapat diselamatkan dari kedua penindakan tersebut sebanyak Rp 282,54 juta,” kata dia

Penindakan tersebut bermula dari informasi masyarakat adanya penimbunan rokok ilegal di wilayah Kabupaten Jepara. Berdasarkan informasi tersebut, Bea Cukai Kudus melakukan pengecekan dua rumah di Desa Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

“Pada rumah pertama ini kami berhasil mengamankan rokok ilegal dengan total 342.200 batang,” ujar dia.

Selanjutnya, Bea Cukai Kudus melanjutkan penindakan menuju rumah penimbunan rokok kedua. Gudang berlokasi sama dengan gudang pertama, di Desa Purwogondo Kecamatan Kalinyamat, Jepara.

“Di rumah kedua berupa rokok SKM sebanyak 134 ribu batang dan dua alat pemanas yang diduga turut digunakan dalam proses produksi rokok ilegal,” kata Gatot.

Para pelaku peredaran rokok ilegal masih diburu oleh Bea Cukai Kudus. Pada saat dilakukan penindakan kedua rumah dalam kondisi tidak ada penghuninya. “Pelaku nanti melanggar pasal 50 UU Nomor 39 tahun 2007 tentang cukai,” tandas Gatot.

Hasil Drawing Liga Champions 2020/2021

0

BOGORDAILY – Drawing fase grup Liga Champions 2020/2021 sudah selesai. Berikut hasil dari Grup A hingga Grup H.

Pada acara drawing yang dihelat di markas besar UEFA, Nyon, Kamis (1/10/2020) malam WIB, Giorgio Marchetti selaku deputi sekretaris jenderal UEFA memimpin ditemani Didier Drogba dan Florent Malouda, dua mantan pemain yang memenangi Liga Champions bareng Chelsea.

Inilah hasil drawingnya:

Grup A
Bayern Munich
Atletico Madrid
Red Bull Salzburg
Lokomotiv Moskow

Grup B
Real Madrid
Shakhtar Donetsk
Inter Milan
Borussia Moenchengladbach

Grup C
FC Porto
Manchester City
Olympiakos
Marseille

Grup D
Liverpool
Ajax Amsterdam
Atalanta
FC Midtjylland

Grup E
Sevilla
Chelsea
Krasnodar
Rennes

Grup F
Zenit
Borussia Dortmund
Lazio
Club Brugge

Grup G
Juventus
Barcelona
Dynamo Kiev
Ferencvaros

Grup H
Paris Saint-Germain
Manchester United
RB Leipzig
Istanbul Basaksehir

Luhut Meminta Kemenkes Buat Pedoman Uji Swab untuk Nakes-Satpol PP

BOGORDAILY – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta adanya pedoman pelaksanaan uji swab (usap) bagi garda terdepan penanganan COVID-19. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kebingungan dari tenaga kesehatan di lapangan.

Permintaan itu disampaikan Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Uji Swab untuk Tenaga Kesehatan, Polisi, TNI, dan Satpol PP kemarin, Kamis (1/10). Luhut meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuat pedoman terkait proses pengetesan.

“Saya minta pelaksanaan uji swab sesuai dengan ketentuan atau pedoman yang berlaku. Proses pengujian harus bisa dibuatkan pedomannya, agar tidak terjadi kebingungan dari tenaga kesehatan di lapangan,” kata Luhut dikutip dari situs Kemenko Maritim, Jumat (2/10/2020).

Luhut meminta pedoman tersebut dibuat segera. Dengan pedoman uji swab itu, diharapkan prosedur pelaksanaan uji swab dapat dipahami oleh tenaga kesehatan.

“Buat saja pedomannya untuk swab, kemudian nanti akan kita cek, supaya orang bisa satu pemahaman dalam melaksanakan swab ini. Kemudian perlu juga diketahui untuk detail lab pengujiannya itu di mana, kemudian prosedur melakukannya bagaimana. Jangan sampai kita lalai hingga orang akhirnya meninggal,” tutur Luhut.

Selain membuat pedoman, Luhut juga meminta Kemenkes untuk melibatkan asosiasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam membantu melakukan uji swab untuk tenaga kesehatan, polisi, TNI, dan Satpol PP. Dia meminta arahanya ini dilakukan secara cepat.

“Saya minta nanti asosiasi profesi dilibatkan untuk mengecek program yang kita jalankan dan proses distribusi alat kesehatan itu harus cepat. Tolong beritahu saya apabila ada masalah,” ujarnya.

Menanggapi permintaan Luhut, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Achmad Yurianto pun menjelaskan perihal pelaksanaan uji swab. Dia mengatakan, pemeriksaan swab mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No 413 Tahun 2020.

“Pemeriksaan swab mengacu pada KMK No 413/2020, yakni diutamakan bagi kasus suspek. Apabila pasien Covid-19 memiliki kontak erat, maka perlu dilakukan karantina mandiri,” katanya.

Yuri juga mengatakan, petugas kesehatan yang langsung menangani pasien COVID-19, TNI, Polri, Satpol PP perlu melakukan swab secara rutin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr Agus Dwi Susanto juga mendukung sekaligus meminta kepada Kemenkes untuk segera menyampaikan kepada rumah sakit bagaimana prosedur bagi tenaga kesehatan untuk melakukan swab. Sebab, menurutnya sampai saat ini belum jelas metode dan pelaksanaanya dan di mana saja laboratorium yang dapat melaksanakannya secara gratis

“Jadi kami menunggu itu supaya teman-teman kami di lapangan bisa menjalankan prosedur swab tersebut,” kata Agus.

Shin Tae-yong Masih Mencari Best XI Timnas U-19

0

BOGORDAILY – Pelatih Timnas Indonesia U-19 Shin Tae-yong masih mencari pemain 11 utama. Berbagai latihan dan uji coba di Kroasia belum cukup memberikan gambaran buatnya.

Timnas U-19 sudah 1 bulan lebih menjalani pemusatan latihan di Kroasia sejak tiba akhir Agustus lalu. Uji coba tak ketinggalan dan telah dilakukan sebanyak 11 kali.

Dari setiap laganya, Shin Tae-yong kerap melakukan perubahan dalam susunan 11 pemain utama meski tak banyak. Perubahan besar-besaran cuma terjadi pada laga kontra Bosnia, Jumat (25/9/2020), dimana ia banyak memberikan kesempatan kepada pemain yang belum tampil.

Meski begitu, ia langsung merombak timnya lagi pada babak kedua di laga melawan Bosnia. Hasilnya, terlihat jelas perbedaan kualitas pemain utama dan pemain cadangan.

Beberapa pemain sudah terlihat pilihan utama Shin Tae-yong pada. Mulai dari Adi Satrio di posisi kiper, Rizki Ridho di jantung pertahanan, duo bek sayap Pratama Arhan Alief-Bagas Kaffa di sektor, atau David Maulana sebagai gelandang.

Bisa dibilang cuma di posisi striker yang belum dipatenkan siapa yang bakal menjadi pilihan utama. Irfan Jauhari, Saddam Gaffar, dan Braif Fatari kerap berbagi tempat untuk mengisi dua pos di depan dalam formasi 4-4-2.

“Sebenarnya kami tidak membedakan pemain inti atau pelapis kedua. Kami melihat siapa yang kondisinya bagus dan performanya baik, maka itu yang kami mainkan,” kata Shin Tae-yong di PSSI TV.

Sebentar lagi Timnas U-19 akan meninggalkan Kroasia. Namun, itu bukan akhir dari program latihan Timnas U-19 di Kroasia.

Awalnya Timnas U-19 berangkat ke Kroasia sebagai persiapan untuk tampil di Piala Asia U-19 2020. Lalu langsung terbang dari Kroasia ke Uzbekistan sang tuan rumah Piala Asia U-19, namun AFC kemudian menunda ajang itu ke tahun 2021.

PSSI sudah mendengar potensi penundaan Piala Asia U-19 sebelum keberangkatan Timnas U-19 ke Kroasia. Untuk itu mereka pun menyiapkan lokasi latihan alternatif sebagai pengganti Kroasia dimana Turki, Spanyol, dan Portugal menjadi opsi.

Pada akhirnya Turki yang terpilih. Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi sempat mengungkapkan bahwa Timnas U-19 kemungkinan sudah tiba di Turki pada 2 Oktober. Di Turki, Shin Tae-yong masih akan terus memantau pola permainan dan mencari pemain yang akan dipilih sebagai pilihan utama.

“Kami masih dalam proses pencarian siapa yang akan menjadi 11 pemain inti. Secara (lini) keseluruhan kami masih kurang. Meski begitu, cara bermain pemain semakin membaik,” tutur pelatih asal Korea Selatan.

IDI: Pemerintah harus Jamin Harga Antivirus Corona Covifor Terjangkau

BOGORDAILY – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Slamet Budiarto meminta pemerintah untuk menjamin harga yang terjangkau untuk obat Antivirus Corona Covifor. Pasalnya, harga jual yang dipatok oleh PT Kalbe Farma dinilai terlalu mahal.

“Karena di masa pandemi, ya pemerintah harus menjamin harga yang terjangkau,” kata Slamet Saat dihubungi merdeka.com, Kamis (1/10).

Menurutnya, dana yang dialirkan pemerintah untuk membayar klaim rumah sakit rujukan Covid-19 tidak akan cukup, bila harus membeli obat Covifor untuk diberikan kepada pasien Covid-19. Sehingga, menurut Slamet, jalan terbaik yang harus ditempuh pemerintah yaitu dengan mensubsidi obat tersebut.

“Klaim pasien Covid-19 yang dibayarkan oleh pemerintah tidak cukup untuk membeli obat ini (Covifor), jadi pemerintah harus mensubsidi obat ini,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Kalbe Farma Tbk menetapkan harga obat antivirus remdesivir dengan merk dagang Covifor Rp 3 juta per dosis. Remdesivir terbukti mengubah peta pengobatan melawan Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh President Director Kalbe, Vidjongtius, saat konferensi pers virtual peluncuran obat Antivirus Covifor di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Slamet membenarkan apa yang dikatakan oleh Vidjongtius. Covifor memang sudah terbukti memberikan efek yang baik bagi pasien Covid-19 di Amerika Serikat, namun sayangnya, harga per dosis memang mahal. Slamet menyarankan harga yang dipatok tidak lebih tinggi dari harga Oseltamivir, yang dijual Rp 750.000 hingga 850.000 di pasaran. Harga tersebut berlaku untuk 10 tablet.

“Obat ini (Covifor) bagus, sudah digunakan di Amerika. Namun sayangnya, harganya sangat mahal. Untuk harga yang dipasarkan, sebaiknya paling tidak seharga oseltamivir,” kata Slamet.

Sebagai informasi, harga yang sudah ditetapkan Kalbe Farma masih bisa berubah, tergantung dari besarnya permintaan. Selain itu, Kalbe Farma juga memastikan bahwa tidak ada batasan kuota Covifor untuk Indonesia. Mengingat kemampuan produksi Hetero selaku produsen dalam memenuhi permintaan pasar global.

“Tapi untuk harga masih bisa (berubah) tergantung volume. Sehingga bisa ditinjau kembali (harganya). Untuk kesediaan obat, supply tidak ada batasnya. Akan disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia karena kapasitas produksi Hetero besar,” ujar Vidjongtius selaku President Director Kalbe.

Celta Vigo Vs Barcelona: 10 Pemain Blaugrana Menangkan Laga 3-0

0

BOGORDAILY – Barcelona meraih tiga poin saat menghadapi Celta Vigo di lanjutan Liga Spanyol 2020/202. Meski bermain dengan 10 orang, Blaugrana bisa menang 3-0.

Bertandang ke Balaidos, Jumat (2/10/2020) dini hari WIB, Barcelona unggul cepat saat laga baru berjalan 11 menit. Ansu Fati memaksimalkan umpan Philippe Coutinho menjadi gol.

Vigo sempat menebar ancaman balasan di menit ke-17. Jose Manuel Fontan nyari membobol gawang Marc-Andre Ter tegen, namun upayanya bisa diredam kiper lawan.

Setelahnya, laga sempat berjalan alot. Tiga menit sebelum turun minum, Barcelona ketiban sial setelah Clement Lenglet mendapat kartu kuning keduanya, usai melanggar Denis Suarez.

Hingga jeda, tak ada gol tambahan tercipta. Ssssskor 1-0 untuk keunggulan tim tamu tak berubah.

Di babak kedua, Barcelona bisa menggandakan kedudukan menjadi 2-0. Tepatnya di menit ke-51 gawangnya kebobolan lagi, usai Olaza gagal mengantipasi umpan tarik Messi dengan baik. Bolanya malah masuk ke gawang sendiri. Skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Barcelona.

Vigo kemudian berusaha menghadirkan ancaman pada menit ke-53. Lucas Olaza melepaskan tembakan dari jarak dekat, namun upayanya bisa diblok.

Enam menit berselang, Coutinho gantian mengancam. Pemain Brasil itu mendapat sodoran Messi, dan melepakan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, bola sepakannya cuma membentur mistar.

Semenit berselang, Coutinho lagi-lagi menebar bahaya. Namun, kini upayanya bisa diredam kiper Vigo, Ivan Villar.

Pada menit ke-73, Vigo gantian mengancam lewat aksi Nolito. Dari sudut sempit, Nolito melepaskan tembakan, namun bisa digagalkan Ter Stegen.

Memasuki menit-menit akhir, Barcelona bisas menambah gol ketiganya, Sergi Roberto bisa membobol gawang Vigo, dan memastikan kemenangan 3-0.

Bagi Barcelona, ini menjadi kemenangan keduanya di pentas LaLiga 2020/2021. Pasukan Ronald Koeman kini mengoleksi 6 poin dari dua laga perdananya.

Satgas: Persentase Kasus Meninggal Covid-19 Semakin Menurun

BOGORDAILY – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan belakangan ini persentase kasus kematian akibat Covid-19 terus menurun. Data 1 Oktober 2020, kasus kematian karena virus SARS-CoV-2 mencapai 10.856 orang.

Data ini menunjukkan, persentase kematian Covid-19 di Indonesia menembus 3,7 persen. Masih di atas rata-rata kematian Covid-19 dunia yang berada di angka 2,98 persen.

“Kasus meninggal persentasenya di Indonesia makin lama makin menurun tapi sementara waktu masih di atas dari angka rata-rata dunia,” ujarnya, Jumat (2/10).

Kabar menggembirakan, kata Wiku, persentase kesembuhan Covid-19 di Indonesia lebih tinggi dari dunia. Indonesia mencapai 75 persen kesembuhan, sementara dunia masih 74,43 persen.

Data kemarin, pasien sembuh dari Covid-19 di Tanah Air menembus 218.487 orang. Ada penambahan 3.540 pasien sembuh dari sehari sebelumnya.

Wiku menambahkan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia. Indonesia mencapai 21,2 persen sedangkan dunia 22,5 persen.

Angka ini merujuk pada jumlah kasus aktif per 1 Oktober 2020 yang menembus 61.839 orang.

“Kita sedikit di bawah kasus aktif di dunia,” tutupnya.

Pembatasan Kendaraan ke Puncak Berlanjut

BOGOR DAILY-Bupati Bogor, Ade Yasin menyatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diperpanjang untuk kali keempat. Hanya saja, tak ada perbedaan aturan yang mencolok, sehingga penyekatan dan operasi yustisi di kawasan wisata Puncak setiap akhir pekan kembali dilanjutkan.

“Melalui surat Keputusan Bupati Bogor, Nomor 443/450/Kpts/Per-UU/2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, secara resmi memperpanjang PSBB Pra AKB,” ungkapnya dalam keterangan pers tertulisnya, Kamis (01/10/2020).

Ade Yasin menyebutkan, keputusan perpanjangan keempat PSBB Pra AKB yang dimulai mulai dari Rabu (30/09/2020) hingga Selasa (27/10/2020), tetap membatasi semua aktifitas sebagaimana PSBB sebelumnya.

“Ini adalah perpanjangan keempat PSBB Pra AKB Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin.

Jalur puncak.

Ade Yasin mengatakan, perpanjangan PSBB Pra AKB penting dilakukan, mengingat masih tingginya kasus penambahan positif Covid-19 di Kabupaten Bogor setiap harinya. “Kita perpanjang karena penyebaran covid-19 masih cukup tinggi,” terangnya.

Berdasarkan salinan Keputusan Bupati Bogor, secara umum tidak ada perbedaan mencolok, antara perpanjangan PSBB Pra AKB keempat ini dengan perpanjangan sebelumnya. Hanya jam operasional di sejumlah sektor perekonomian, diperbolehkan hingga pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor Agus Ridhallah menyebutkan, dengan diperpanjangnya PSBB Pra AKB, maka akhir pekan ini, tepatnya Sabtu 3 Oktober 2020, pihaknya akan kembali menggelar operasi gabungan di kawasan wisata Puncak.

“Sesuai Perbup perpanjangan PSBB pra AKB maka operasi gabungan di kawasan Puncak pun diperpanjang hingga 27 Oktober 2020 dengan menyasar kendaraan yang melintas Jalur Puncak akan diperiksa,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, personel gabungan juga akan menggelar operasi yustisi di sejumlah tempat-tempat usaha restoran dan lokasi wisata terkait protokol kesehatan, di mana kapasitas pengunjung dibatasi 50 %.

“Untuk jam operasional tempat usaha restoran dan rumah makan. Semula tutup pukul 19.00 WIB malam, pada PSBB pra AKB keempat ini, diperpanjang hingga jam operasinya hingga pukul 20.00 WIB,” katanya.

Sekadar diketahui, dalam masa perpanjangan PSBB pra AKB ini, setiap akhir pekan, sedikitnya 600 petugas gabungan lintas instansi di Kabupaten Bogor menggelar razia wistawan yang menuju Puncak.

Pemkab Bogor Baru Uji 14.841 Spesimen

BOGOR DAILY- Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Jawa Barat tercatat baru melakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap 14.841 spesimen selama pandemi. Angka tersebut masih jauh dari target Pemprov Jawa Barat, yakni 60 ribu spesimen atau 1 persen dari jumlah penduduk.

“Intensitas pengambilannya (spesimen) tinggi, tapi terkendala beberapa alat PCR yang belum aktif,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Dedi Syarif saat dihubungi, Kamis (1/10).

Menurutnya, setiap pekannya Dinkes Kabupaten Bogor baru mampu melakukan tes PCR terhadap sekitar 800 spesimen, tertinggal jauh dari yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 1 persen dari jumlah penduduk setiap pekannya.

Dedi mengaku kewalahan banyaknya spesimen hasil tes usap yang masuk lantaran kurva jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per harinya meningkat tajam sejak bulan September 2020.

“Bulan September itu (tes PCR) overload di rumah sakit, terutama di RSUD dan lab IPB (Institut Pertanian Bogor), akhirnya samplenya banyak yang delay (tertunda),” beber Dedi.

Pasalnya, data harian orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bogor mencapai rekor tertinggi pada Minggu, 27 September 2020, yakni 60 kasus baru. Rekor tertinggi sebelumnya terjadi dua hari berturut-turut pada tanggal 25 dan 26 September yaitu 56 kasus dan 57 kasus.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatat, hingga Kamis (1/10) malam ada sebanyak 1.880 kasus Covid-19 di wilayahnya, dengan rincian 54 kasus meninggal dunia, dan 1.200 pasien yang berhasil sembuh.

Sementara itu, DPRD menyayangkan atas kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang terkesan lamban. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ruhiyat Sujana mengaku akan mengevaluasi kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

“Kami sangat menyayangkan dengan situasi kasus Covid-19 yang sedang meningkat. Di sisi lain juga serapan anggarannya rendah. Ini tentu akan menjadi catatan bagi kami dan akan menjadi evaluasi tentunya,” kata Ruhiyat saat dihubungi.

Pasalnya,dari Rp 1,688 triliun anggaran yang digelontorkan Pemkab Bogor, Dinkes hanya mampu menyerap Rp 296,3 miliar, atau 17,55 persen dari anggaran yang tersedia. Padahal, Dinkes bisa melakukan belanja khusus untuk penanganan Covid-19, sehingga tidak harus menunggu anggaran terserap di akhir tahun