Thursday, 7 May 2026
Home Blog Page 7954

Hujan Es di Bogor Bikin Atap Rumah Warga Hancur

BOGOR DAILY – Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hadi Saputra menjelaskan terjadinya hujan es di Kota Bogor pada Rabu sore (23/9/2020) ini disebabkan adanya klaster awan kumulonimbus di wilayah Bogor.

“Penyebab hujan es sore ini ialah ada cluster awan kumulonimbus di atas wilayah Bogor,” ucapnya.

Iapun kembali menjelaskan hujan es dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku.

“Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar,” urainya.

Akibat fenomena ini, beberapa warga mengalami kerugian karena rumah-rumah miliknya rusak, khususnya di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Salah seorang warga yang atap rimah ya rusak akibat dijatuhi hujan es, Farid mengatakan bahwa hampir seluruh desa di Kecamatan Pamijahan ada rumahnya yang rusak akibat hujan ini.

“Se-kecamatan ada yang yang rusak rumahnya,” ujarnya. (egi)

Mengantisipasi Gempa di Destinasi Wisata Prioritas, BMKG Pasang Alat Ini di Danau Toba

0

BOGORDAILY – Kawasan Danau Toba menjadi salah satu lokasi pemasangan alat Earthquake Early Warning System (EEWS) dan Warning Receiver System New Generation (WRS-NG) oleh BMKG. Melalui Stasiun Geofisika Deli Serdang, BMKG secara bertahap telah melakukan pemasangan EEWS di 14 lokasi dan WRS-NG di 11 lokasi di Sumatra Utara.

Kepala Stasiun Geofisika Deli Serdang, Teguh Rahayu, melalui keterangan tertulisnya pada Selasa (24/9) mengatakan, pemasangan EEWS dan WRS tersebut secara bertahap telah dilakukan di beberapa lokasi, yang di antaranya mengelilingi kawasan Danau Toba. Seperti di Kabupaten Simalungun, Karo, Toba Samosir, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Dairi.

“Selain itu, BMKG juga telah memasang 11 sensor Minireg dan Broadband. Lokasi pemasangan ini didasarkan pada pemetaan zona daerah kegempaan di Sumatra Utara,” katanya, dilansir dari Antara.

EEWS merupakan sistem monitoring yang mendeteksi gempa bumi di hulu, dan system automatic processing yang mengolah data secara cepat dan penyebaran informasi peringatan dini di hilir. Sementara WRS, merupakan smart display untuk menginformasikan kejadian gempa bumi realtime dan peringatan dini tsunami.

Memanfaatkan Informasi dari 61 Sensor Gempa Bumi di Sumut

Kedua sistem ini memanfaatkan informasi gempa bumi yang terekam di 61 sensor gempa bumi yang tersebar di wilayah Sumatra bagian utara.

Menurut Teguh, kawasan Danau Toba merupakan daerah yang sangat berpotensi terhadap gempa bumi dan tsunami, akibat aktivitas subduksi Nias dan sesar-sesar lokal Sumatra yang sangat aktif.

Selain itu, Danau Toba merupakan salah satu dari lima Destinasi Wisata Super Prioritas di Indonesia yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020.

Sehingga, daerah ini menjadi kawasan yang penting dalam membangun sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami.

Memberi Peringatan Gempa Lebih Cepat

Selain sebagai pelengkap dari sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS), Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) BMKG ini juga akan memberikan informasi lebih dini sebelum guncangan kuat melanda suatu kawasan.

Sistem ini memanfaatkan perbedaan cepat rambat gelombang gempa bumi, sehingga gelombang P yang tiba lebih awal digunakan sebagai warning sebelum gelombang S yang bersifat merusak tiba di lokasi.

Sebagai daerah yang memiliki potensi gempa bumi tinggi, gelombang gempa bumi yang berasal dari zona subduksi Nias memiliki waktu 30-40 detik sebelum gelombang S tiba di wilayah Danau Toba.

Sedangkan untuk gempa bumi yang bersumber di sesar lokal Sumatra, terdapat selisih waktu kurang dari 10 detik.

Mengamankan Objek Vital di Kawasan Danau Toba

Sistem ini tidak saja bermanfaat bagi masyarakat di Kawasan Danau Toba untuk bertindak lebih cepat menyelamatkan diri, tetapi juga dapat mengamankan objek vital berbasis respon instrumen.

Sistem transportasi cepat dan industri penting dapat di non-aktifkan (shut down) beberapa detik lebih awal sebelum gempa bumi menimbulkan kerusakan.

Dengan telah dipasangnya 61 sensor seismograf, EEWS di 14 lokasi, dan WRS di 11 lokasi di Sumatra Utara, maka diharapkan dapat memberikan informasi gempa bumi dan peringatan tsunami sedini mungkin, sehingga dapat meminimalisasi korban akibat gempa bumi ataupun tsunami.

Bogor Dihantam Hujan Es, Ini Daftar Wilayah yang Berpotensi Cuaca Ekstrem

BOGOR DAILY – Fenomena hujan es yang terjadi di sebagian wilayah Kota Bogor sempat membuat warganya panik, Rabu (23/9/2020), pukul 17:00 WIB.

Peristiwa langka ini sempat diperingatkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Menurut keterangan resmi mereka, wilayah di Indonesia kini sudah memasuki kondisi pancaroba jelang musim hujan pada 2020/2021.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, prakiraan awal musum hujan di Indonesia kemungkinan terjadi pada akhir bulan Oktober-November 2020. Namun selama September-Oktober ini terjadi periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan.

“Pada masa peralihan musim ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan fenomena hujan es,” kata Guswanto.

Sebelumnya kata Guswanto, pada Senin 21 September 2020 kemarin terjadi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang diakibatkan oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi hingga 110 mm dalam periode 4 jam sejak 15.00-19.00 WIB yang teramati di Citeko.

Hujan lebat ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil dan diperkuat dengan adanya fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta adanya daerah pertemuan angin (konvergensi).

“Kombinasi dari ketiga fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa Barat,” tuturnya.

BMKG sendiri lanjutnya, telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem berkala dalam rentan waktu 3 jam untuk wilayah Jawa Barat sebelum terjadinya banjir bandang pada tanggal 21 September 2020 tersebut sebanyak 5 kali mulai dari jam 13.45 WIB hingga 22.50 WIB.

“Potensi hujan lebat yang terjadi pada siang/sore di wilayah Bogor tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi luapan air di sekitar daerah aliran sungai Ciliwung, sehingga masyarakat dihimbau untuk mewaspadai potensi genangan,” bebernya.

Selain itu kata Guswanto, BMKG memprediksikan dalam periode sepekan kedepan, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi di wilayah sebagai berikut:

Periode 22-24 September 2020 :

– Aceh,

– Sumatera Utara,

– Sumatera Barat,

– Riau,

– Jambi,

– Sumatera Selatan,

– Lampung,

– Jawa Barat,

– Jawa Tengah,

– Jawa Timur,

– Kalimantan Barat,

– Kalimantan Tengah,

– Kalimantan Timur,

– Kalimantan Selatan,

– Kalimantan Utara,

– Sulawesi Utara,

– Gorontalo,

– Sulawesi Tengah,

– Sulawesi Barat,

– Sulawesi Selatan,

– Maluku,

– Maluku Utara,

– Papua Barat, dan

– Papua.

Periode 25-28 September 2020 :

– Aceh,

– Sumatera Utara,

– Sumatera Barat,

– Riau,

– Jambi,

– Sumatera Selatan,

– Bengkulu,

– Kep. Bangka Belitung,

– Lampung,

– Banten,

– Jawa Barat,

– Jawa Tengah,

– Kalimantan Barat,

– Kalimantan Tengah,

– Kalimantan Timur ,

– Kalimantan Utara,

– Sulawesi Utara,

– Gorontalo,

– Sulawesi Tengah,

– Sulawesi Barat,

– Sulawesi Selatan,

– Sulawesi Tenggara,

– Maluku,

– Maluku Utara,

– Papua Barat, dan

– Papua.

Polo Srimulat Kini Bisa Kembali Bekerja Setelah Sembuh dari Sakit Paru-paru

0

BOGORDAILY – Polo Srimulat sudah bisa kembali bekerja usai mengalami sakit paru-paru. Sebelumnya, dia harus dirawat intensif di rumah sakit karena sakit paru-parunya kambuh untuk kedua kalinya.

Sekarang, Polo mengaku sudah sehat dari sakit paru-parunya. Tapi karena ada pandemi COVID-19, dia tetap harus menjaga protokol kesehatan.

“Tapi Puji Tuhan saat ini saya sudah sehat bisa berkarya lagi. Tetep jaga protokol kesehatan,” kata Polo usai Okay Bos Trans7.

Sebelumnya, Polo juga sempat memakai alat bantu untuk bernafas dengan baik, karena sakit paru-paru yang diidap sudah kronis. Namun saat ini diakuinya tetap memjalankan kontrol ke dokter selama waktu dua bulan sekali.

“Oh nggak, aman-aman kontrol dua bulan sekali,” kata Polo.

Sementara itu, Rohana Srimulat memang menilai Polo kerap kali merokok sehingga penyakitnya kambuh. Namun kali ini dia kaget karena Polo enggan merokok lagi.

“Oh iya kemarin saya suruh ngerokok dia nggak mau lagi hahaha,” kata Rohana dalam kesempatan yang sama.

“Dia sakitnya sudah dua kali kan. Suka lupa,” timpal Tessy Srimulat.

Disinggung sesama anggota Srimulat yang kerap mengingat kesehatannya, rupanya Polo dan rekan-rekannya sangat peduli dengan kesehatannya.

“Kalau saya ngomong nanti saya salah,” kata Tessy bercanda.

“Beliau-beliau ini emang udah lebih dari sahabat udah seperti orang tua saya sendiri,” kata Polo.

“Galak dia (Tessy) daripada ibunya (Polo),” timpal Rohana.

Memang bagi Srimulat, Polo sudah seperti keluarganya sendiri sehingga merasa beruntung selalu diingatkan.

“Seperti yang tadi saya bilang, Srimulat ini kan keluarga jadi bentuk saling supportnya gitu,” pungkas Polo.

Pria bernama asli Christian Barata Nugroho itu ternyata sudah pernah sakit paru-paru sejak 2015. Tapi pada saat itu tidak pernah dilarikan ke rumah sakit. Bersyukur teman-teman seprofesinya sudah menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan Polo Srimulat di rumah sakit.

Geger!! IDI Tegaskan Hasil Rapidtes Mau Negatif atau Positif Itu Semua Palsu

0

BOGOR DAILY – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyoroti sikap Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin yang enggan untuk melakukan tes swab.

Padahal, Rudy sebelumnya sudah melakukan kontak dengan Ketua KPU RI Arief Budiman yang lebih dulu dinyatakan positif Covid-19.

Meski orang nomor satu di Kota Makassar tersebut sudah mengumumkan hasil rapid test-nya non reaktif, namun hal itu dianggap tidak bisa dijadikan dasar terbebas dari Covid-19.

“Hasil rapid test positif maupun negatif itu semua palsu dan alat itu bukan rekomendasi IDI,” kata Humas IDI Makassar dr Wachyudi Muchsin saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020).

“Harusnya, pak Pj Wali Kota Makassar setelah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi positif langsung melakukan isolasi mandiri dan melakukan tes swab,” tambahnya.(*)

Cerita Seks Dinar Candy: Saya Sukanya di Atas dan Kuasai Permainan

0

BOGOR DAILY – Deddy Corbuzier menggali kehidupan pribadi Dinar Candy. Tak tanggung-tanggung, pembahasannya seputar kehidupan seks dari sosok Female DJ tersebut.

Obrolan itu berawal dari pertanyaan Deddy Corbuzier mengenai aktivitas Dinar saat sedang pacaran.

“Kalau pacaran, ngapain? Begituan nggak? Having seks atau enggak?” tanya Deddy Corbuzier kepada Dinar Candy di channel YouTubenya, Rabu (23/9/2020).

Dinar menjawab, ia hanya melakukan aktivitas makan hingga nonton bioskop.

Namun Dedy Corbuzier tak begitu saja percaya dengan pernyataan Dinar.

“Nggak nge-seks sama sekali? Masa sih?” tanya duda satu anak ini.

“Ya masa bilang ke om,” ujar Dinar.

Deddy Corbuzier tak punya maksud apapun saat bertanya hal itu kepada Dinar Candy. Ia hanya sekadar penasaran saja.

“Ya nggak, pengin tahu, kalau begitu tuh siapa dominan, Dinar atau cowoknya. Siapa yang lebih memuaskan dalam hal seksual?” tutur Deddy Corbuzier.

Artis 27 tahun itu tiba-tiba saja blak-blakan menuturkan, ia termasuk tipe perempuan yang lebih dulu bergerak.

“Aku tuh gregesan om orangnya. Kayak aku tuh yang duluan apa-apa,” jelas Dinar.

Wuih, di atas apa di bawah?” tanya mantan suami Kalina Oktarani ini.

“Di atas lah om, hahahaha. Aku tuh tipe cewek yang menguasai permainan,” tutur perempuan berdarah Sunda ini.

Deddy Corbuzier lalu bertanya fantasi Dinar Candy saat melakukan hal tersebut bersama seorang lelaki.

“Berarti ini tipe cowoknya di bawah? Diikat pakai tali, diborgol cowoknya di ranjang?” tanya Deddy Corbuzier.

Dugaan itu lantas dibantah Dinar Candy. Ia mengatakan, “Aku punya cara sendiri,” ujarnya. (*)

PT LIB: Klub Kalah karena Kehadiran Suporter Masih Dirancang PSSI

0

BOGORDAILY – Aturan memvonis kalah buat klub Shopee Liga 1 2020 yang pertandingannya dihadiri penonton belum resmi disahkan. PSSI, kini tengah menggodok peraturan tersebut.

Rencana pemberlakukan aturan tersebut diketahui dari ucapan Komisaris Persib Bandung Umuh Muchtar. Ia menjelaskan Persib bisa dijatuhi vonis kalah setelah kedapatan pertandingan mereka dihadiri penonton.

Ia mencontohkan, Persib bisa dinyatakan kalah meski dalam pertandingan mereka memenangi pertandingan. Klub-klub Shopee Liga 1 dikabarkan menyetujui usulan tersebut dalam Manager’s Meeting yang digelar PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Bandung, Senin (21/9/2020).

Sementara itu, tak menemukan aturan tersebut dalam regulasi terbaru Shopee Liga 1. PT LIB menyebut pembahasannya saat ini masih berlangsung alias belum disahkan.

“Memang usulan ini baru ada saat meeting kemarin, tapi sudah menjadi catatan PSSI untuk menjadikannya sebagai regulasi,” kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita.

“Kami saat ini masih menunggu hasil rapat PSSI,” ujarnya saat ditanya kapan aturan tersebut akan disahkan.

Yang menjadi pertanyaan adalah, seperti apa teknis dan mekanisme dalam menjatuhkan vonis buat klub-klub yang melanggarnya. Dari pernyataan Umuh Muchtar, klub yang berpotensi dihukum adalah pihak tuan rumah.

Padahal, bisa saja nantinya malah suporter tim tamu yang justru nekat datang ke stadion. Memang, pelaksanaan pertandingan termasuk mengontrol suporter menjadi tanggung jawab tuan rumah.

“Misal Persib main dengan Malang (Arema FC) atau (Persela) Lamongan. Persib tuan rumah, tapi di luar ada kerumunan, itu nanti ditegur,” kata Umuh Muchtar kepada wartawan.

“Dan walau pun kami (Persib) menang, nanti kami dianggap kalah. Misal, Persib menang 2-1, nanti skornya dibalik. Kalau draw, nanti tim dianggap kalah 0-1,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, PSSI belum memberikan penjelasan saat mengonfirmasi ke Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen Yunus Nusi soal rencana pemberlakuan hukuman buat klub yang kecolongan laganya dihadiri penonton.

Awal Oktober Summarecon Luncurkan Tiga Kluster Sekaligus di Bogor

BOGOR DAILY –

PT Summarecon Agung Tbk berencana meluncurkan proyek hunian skala kota mandiri di Bogor pada kuartal IV-2020 yang rencananya akan diluncurkan pada 3 Oktober 2020 mendatang.

Direktur PT Summarecon Agung Tbk Sharif Benyamin mengatakan, Summarecon Bogor merupakan proyek hunian terbaru dengan konsep kota mandiri. Summarecon Bogor rencananya akan diluncurkan pada 3 Oktober 2020 mendatang.

Namun pihaknya membuka pendaftaran pada 23 September hingga 17 Oktober 2020 mendatang. Saat grand launching nanti, Summarecon Bogor langsung memasarkan tiga cluster sekaligus yaitu Cluster Mahogany Residence, Cluster Mahogany Island dan The Agathis Golf Residence.

“The Mahogany Residence ditawarkan mulai dari harga Rp 1,3 miliar, The Mahogany Island mulai Rp 1,4 miliar, dan The Agathis Golf Residence yang berbatasan langsung dengan lapangan golf mulai dari Rp 2,9 miliar,” ujar Sharif, Rabu (23/9).

Menurutnya, harga yang ditawarkan ini merupakan harga perdana yang biasanya cepat meroket dalam beberapa tahun ke depan. Namun Ia enggan buka-bukaan mengenai berapa nilai investasi dari proyek ini.

Summarecon Bogor rencananya akan dibangun di lahan seluas 500 hektar di Sukaraja, Bogor, Jawa Barat. Seperti proyek Summarecon lainnya di Kelapa Gading, Serpong, dan Bekasi, proyek baru ini juga dirancang sebagai kota mandiri. Summarecon Bogor ini berimpitan dengan Kota Bogor dan hanya dipisahkan jalan tol. Nanti akan di bangun underpass dan flyover untuk bisa terhubung ke Kota Bogor.

Sharif memaparkan, dekat dengan Kota Bogor menjadi keuntungan tersendiri bagi proyek ini karena bisa lebih mudah dikembangkan menjadi kota yang hidup seperti di Serpong dan Bekasi. Sebagai kota mandiri, Summarecon Bogor akan dilengkapi fasilitas-fasilitas yang menunjang kebutuhan penghuninya seperti sekolah, pasar, mal, club house, hotel hingga lapangan golf.

Selain lokasi strategis dan fasilitas lengkap, Summarecon Bogor memiliki akses yang mudah dijangkau. Proyek ini nanti akan diakses melalui jalan Tol Jagorawi exit Pintu Tol Bogor Selatan yang saat ini sedang dalam konstruksi. Proyek Summarecon Bogor juga hanya dua kilometer dari gerbang tol Bogor Selatan.

“Satu lagi yang menjadi nilai tambah proyek ini adalah keindahan alam Bogor yang sejuk, asri tenang dan tentram. Pemandangannya masih asli/natural karena dikelilingi view empat gunung yaitu Gunung Gede, Gunung Pangrango,Gunung Salak dan Gunung Pancar,” ungkap Sharif.

Sementara itu, realisasi pendapatan pra-penjualan (marketing sales) PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sejak awal tahun hingga akhir Agustus 2020 tercatat sebesar Rp 1,7 triliun atau sebesar 68% dari target tahun ini. SMRA menargetkan marketing sales tahun ini sebesar Rp 2,5 triliun.

Target tersebut telah dipangkas dari target yang semula Rp 4,5 triliun. Pemangkasan target tersebut disebabkan kondisi pandemi Covid-19 yang membuat daya beli konsumen melemah. Tekanan ekonomi ini diperkirakan berlanjut dan tentu berpengaruh signifikan pada penjualan properti.

“Pencapaian ini paling banyak disumbang dari segmen rumah dengan kisaran harga Rp 1 miliar-Rp 2 miliar per unit. Capaian marketing sales tersebut bakal disumbang oleh proyek rumah sebesar 60%, ruko 17%, apartemen 16%, dan kantor 7%,” katanya.

Dia mengatakan, peningkatan marketing sales tersebut diproyeksikan berlanjut hingga akhir tahun ini, seiring dengan rencana perseroan untuk meluncurkan sejumlah proyek properti dengan harga jual di bawah Rp 1,5 miliar.

Namun demikian, Summarecon melakukan sejumlah strategi untuk tetap bisa mencapai target yang telah dipangkas. Manajemen SMRA telah melihat bahwa kondisi pasar mulai meningkat secara bertahap. Untuk mencapai target sampai dengan akhir tahun ini SMRA masih akan melaksanakan beberapa peluncuran produk baru.

Saat ini, perusahaan mengutamakan penjualan produk yang sesuai dengan kemampuan konsumen dan mengupayakan metode pembayaran yang lebih mudah. Selain itu, perusahaan meningkatkan pemanfaatan teknologi digital, secara virtual dan memanfaatkan visualisasi lokasi properti dengan teknologi digital.

“Yang paling penting pricing dan cara bayar yang harus kita sesuaikan dengan kemampuan daya beli dan tetap menjaga kepercayaan serta kualitas produk yang tidak pernah berubah,” ujarnya.

Sensasi Dinar Candy! Pamer Dada Tanpa Bra, saat Ketemu Deddy Corbuzier

0

BOGOR DAILY – Dinar Candy kembali menjadi sorotan saat tampil di podcast terbaru Deddy Corbuzier. Perempuan yang terkenal sebagai DJ itu tampil tanpa bra.

Ia hanya mengenakan crop top saat diwawancarai Deddy Corbuzier. Bahkan, ia punya alasan tersendiri mengapa tampil tanpa mengenakan bra.

“Ini kan sudah jam malam. Aku istirahat nggak pakai bra,” jawab Dinar Candy dalam video yang diunggah Rabu (23/9/2020).

Lantas, adakah manfaat kesehatan tak mengenakan bra? Dilansir dari Healthshots, Dr. Gandhali Deorukhkar Pillai yang merupakan konsultan, departemen kebidanan dan ginekologi, dari Rumah Sakit Wockhardt menyebut setidaknya ada 5 manfaat kesehatan jika saat perempuan tidak pakai bra.

1. Sirkulasi darah Anda menjadi lebih baik

Bra yang ketat membuat sirkulasi atau aliran darah tidak lancar.

“Tentu saja, jika Anda memakai bra berkawat atau bra yang terlalu ketat akan menghambat sirkulasi darah di bawah payudara Anda. Karena itu, beberapa perempuan merasakan sakit di bagian dada. Oleh karena itu, tidak mengenakan bra adalah ide yang bagus jika Anda perlu meningkatkan sirkulasi darah,” katanya.

2. Anda tidur lebih nyenyak

Selain itu ini membantu kita tidur lebih nyenyak tanpa tekanan pada kulit. Faktanya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International menyebutkan bahwa mengenakan pakaian ketat seperti bra atau panty saat tidur bisa mendatangkan ketidaknyamanan saat tidur. (*)

BMKG Prediksi Hari Ini Bogor Diguyur Hujan Lagi

BOGOR DAILY –  Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) memprediksi cuaca hari ini di Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). Berpotensi hujan di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Kepala BMKG Bandung Agus Tony Wijaya mengatakan, perkiraan cuaca di wilayah Jawa Barat di pagi hari secara umum cerah dan berawan.

“Siang dan sore hari, secara umum cerah hingga berawan. Berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Bogor, Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kota Bekasi, Karawang, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Bandung Barat, Bandung, Kota Bandung, Garut, Majalengka dan Sumedang,” kata Agus.

Agus menyebut, cuaca di malam hingga dini hari pun cerah dan berawan. Meski demikian, berpotensi hujan.

“Malam hari, secara umum cerah hingga cerah berawan dan dini hari secara umum cerah hingga berawan. Berpotensi hujan di wilayah Sukabumi, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran,” ujarnya.

BMKG juga keluarkan peringatan dini cuaca di Jawa Barat.

“Waspada hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, kilat/petir di wilayah Bogor, Kota Bogor, Bekasi, Kota Bekasi, Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Barat, Bandung, Kota Bandung, Garut, Majalengka dan Sumedang pada waktu siang/sore hari,” pungkasnya.