Saturday, 9 May 2026
Home Blog Page 8000

Jangan Boros Air! Kekeringan di Kabupaten Bogor Meluas di 36 Desa

0

BOGOR DAILY- Wilayah sebaran keluarga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus meluas. Sebelumnya kekeringan hanya terjadi di 10 kecamatan, kini meluas hingga 13 kecamatan lainnya.

Adapun penambahan tiga kecamatan yang kekeringan yakni Kecamatan Rancabungur (2 desa), Tanjungsari (1 desa), Babakan Madang (1 desa), dan Tanjungsari (2 desa).

Sumur dan mata air mengering akibat kemarau kurang lebih sejak dua bulan terakhir, sehingga warga mengalami krisis air bersih.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Kabupaten Bogor mencatat, saat ini ada 36 desa tersebar di 13 kecamatan yang dilanda kekeringan.

Sebanyak 23.580 ribu kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 61.104 ribu jiwa terkena dampak kekeringan. Kekeringan yang terjadi bermacam-macam kategori seperti di pemukiman penduduk kondisi debit sumber air surut.

Upaya penanggulangan kekeringan salah satunya dilakukan melalui distribusi air bersih ke lokasi terdampak kekeringan. Krisis air bersih terparah berada di Kecamatan Jasinga dan Jonggol. Hampir seluruh desa di wilayah itu mengalami krisis air bersih.

Pengelola Pusat Data Informasi BPBD Kabupaten Bogor, Endang Kusdiyarti mengatakan, kekeringan secara bertahap meluas sejak akhir Juli 2020 lalu hingga saat ini atau satu bulan lebih. Menurutnya, meski dalam waktu tersebut terdapat hujan namun tidak berdampak kepada penambahan debit air.

“Kekeringan berdampak kepada penduduk, tapi tidak semua desa di 13 kecamatan itu kekeringan,” ucap Endang, Rabu (9/9/2020).

Endang mengimbau bagi masyarakat yang hendak mengajukan permohonan air bersih segera melaporkan ke kepala desa dan ditindaklanjuti BPBD. Menurutnya, meski terbatas pihaknya tiap hari menyalurkan air kepada penduduk yang mengajukan permohonan.

“Jadi mudah-mudahan warga bersabar, karena permintaan air tiap hari. Sementara armada terbatas. Mudah-mudahan bisa terlayani,” kata dia.

Maman Suherman, warga Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol mengaku sudah sebulan terakhir ini hanya mengandalkan bantuan air bersih atau membeli air isi ulang, karena sumur dan mata air mengering akibat kemarau.

“Kalaupun masih ada airnya, ga bisa dikonsumsi karena keruh,” ucap Maman.

Sejam Operasi Masker, Satpol PP Kab. Bogor Tindak 21 Pelanggar di Ciawi

BOGOR DAILY – Baru satu jam lebih berjalan operasi gabungan masker yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor sudah menindak sebanyak 21 pelanggar.

Data yang didapat Bogordaily.net, dari operasi gabungan masker yang baru dilaksanakan pada pukul 08:30 – 09:50 WIB itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor mendapatkan 21 pengendara yang tidak menggunakan masker.

21 pengendara yang tidak menggunakan masker itu ialah, sebanyak 18 pengendara roda dua diberikan sanksi berupa uang Rp100 ribu dan tiga orang menjalani sanksi sosial.

“Ada 18 pengendara truk dan bus serta roda empat pelanggar dikenakan sanksi administrasi, dengan membayar Rp100 ribu dan total Rp18 juta, serta tiga orang dikenakan sanksi sosial,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, rata-rata pelanggar merupakan pengendara roda empat dan sopir truk serta bus.

Agus Ridho menjelaskan, ada tujuh titik lokasi yang berbatasan pada operasi gabungan masker yang dilakukan Sapol PP Kabupaten Bogor.

Meliputi Kecamatan Sukaraja, Babakanmadang, Ciawi, Ciomas, Dramaga, Bojonggede dan Kemang serta melibatkan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan Muspika.

“Hari ini merupakan hari ke dua operasi gabungan, kami kemarin sudah memulai terlebih dahulu,” ujarnya. (Andi).

Heboh! Ada Mayat di Dalam Mobil Jurusan Bogor-Sukabumi

BOGOR DAILY – Pengendara roda dua maupun empat yang melintas di Jalan Raya Ciawi menuju Megamendung, Kabupaten Bogor dihebohkan dengan adanya mayat di dalam mobil bekas, Kamis (10/9/2020).

Mayat berjenis laki-laki ini terlihat di dalam mobil metromini jurusan Bogor-Sukabumi dengan keadaan meninggal dunia.

Dugaan sementara menurut keterangan warga sekitar lokasi, mayat di dalam mobil itu merupakan Warga Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, bernama Madroi (90).

“Kita sih menduga nya itu ini karena tabrak lari, soalnya pas ditemukan banyak luka, jasadnya juga anehnya ada di dalam mobil metromini jurusan Bogor-Sukabumi yang sudah rusak,” ujar Munaji warga Ciawi saat ditemui dilokasi.

Sementara salah satu keluarga korban Abdul Rojak mengatakan, pihak keluarga sebelumnya mencari kakek berusia 90 tahun itu. Karena, pada waktu shalat Subuh korban melaksanakan shalat di masjid.

“Pas saya tahu ada informasi, eh ternyata sudah terbaring penuh luka dalam keadaan meninggal dunia di depan RSUD Ciawi, kami tadi langsung bawa pulang jasadnya untuk di semayamkan,” tukasnya. (Andi).

Liga Italia 2020/2021 Masih Mengizinkan Lima Pergantian Pemain

0

BOGORDAILY – Liga Italia 2020/2021 masih akan melanjutkan aturan lima kali pergantian pemain. Sebab, aturan itu dirasa tepat untuk kondisi saat ini.

Ketika Liga Italia musim lalu dilanjutkan di bulan Juni, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) memperbolehkan setiap tim melakukan lima kali pergantian pemain, dari sebelumnya tiga kali.

Ini dikarenakan jadwal yang padat sehingga setiap tim harus merotasi timnya di setiap laga, demi menjaga kondisi para pemainnya. Sebab, Serie A yang masih menyisakan 12 pertandingan kala itu cuma dituntaskan dalam waktu 1,5 bulan.

Nah, ada wacana aturan tersebut akan dihapus, seperti halnya di Premier League, menyambut bergulirnya musim baru. Sebab musim ini akan berjalan dengan durasi yang normal meski pandemi virus corona masih menyerang.

Meski demikian, FIGC rupanya masih akan mengizinkan pergantian pemain sampai lima kali di Liga Italia 2020/2021. Kondisi yang belum menentu saat ini jadi alasan utamanya.

Belum lagi musim panas tahun depan bakal banyak kompetisi internasional seperti Piala Eropa 2021, Copa America, dan juga Olimpiade.

“Lega Serie A sudah mengajukan izin untuk melakukan lima kali pergantian sepanjang musim 2020/2021,” ujar Presiden FIGC, Gabriele Gravina, seperti dikutip Football-Italia.

“Saya bisa katakan hari ini bahwa pergantian lima kali akan digunakan dari awal musim,” sambung Gravina dalam sesi jumpa pers bersama Presiden FIFA Gianni Infantino.

Liga Italia 2020/2021 akan dimulai 19 September 2020 dan berakhir 23 Mei 2021.

Jam Malam di Kota Bogor jadi Percontohan

BOGOR DAILY- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pemberlakukan jam malam di Kota Bogor cukup efektif dalam menekan laju penyebaran virus corona atau Covid-19. Berdasarkan peta zonasi risiko Satgas Covid-19, Bogor kembali masuk zona oranye setelah sebelumnya berada di zona merah, seiring meningkatnya kasus Covid-19.

“Yang pertama, ada penurunan kasus di Kota Bogor, sehingga manajemen jam malam dan PSBMK kelihatannya memiliki pengaruh yang positif,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).

Dengan demikian, Emil pun menyarankan tiap daerah yang memiliki jumlah kasus Covid-19 tinggi bisa menerapkan kebijakan serupa. “Sehingga Gugus Tugas Jabar merekomendasikan kepada tempat yang kenaikannya tinggi melakukan pola yang sama,” kata dia.

Di sisi lain, Emil menilai mobilitas masyarakat semakin tak terkendali. Saat ini, tim penindakan sudah mengumpulkan denda sebesar Rp 100 juta dari para pelanggar protokol kesehatan di Jabar.

“Kami melihat juga pergerakan masyarakat di minggu ini sudah hampir sama dengan sebelum PSBB dulu, sehingga pengetatan 3 M menjadi tantangan. Pelanggaran, mayoritas masih pelanggaran individu,” kata dia.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bogor mulai membatasi seluruh aktivitas warganya dengan menerapkan jam malam. Pembatasan juga berlaku terhadap operasional seluruh mal dan restoran di Kota Bogor. Langkah tersebut dibuat setelah Pemkot Bogor memutuskan memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) dan komunitas selama dua pekan.

Hal itu dilakukan menyusul ditetapkannya Kota Bogor sebagai daerah dengan risiko tinggi atau zona merah penyebaran Covid-19.

DKI PSBB Total, RK dan Kepala Daerah Bodebek Menggelar Rapat Siang Ini

0

BOGORDAILY – Gubernur Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti pertama kali diterapkan alias PSBB total. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan kepala daerah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) akan menggelar rapat siang ini.

“Siang nanti jam 14.00 WIB kepala daerah Bodebek akan rapat koordinasi secara online dengan Gubernur DKI dan Jabar. Sore akan kita umumkan,” ucap Wali Kota Bogor, Bima Arya, lewat pesan singkat, Kamis (10/9/2020).

Dihubungi terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, mengatakan pihaknya mendukung penuh keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerapkan PSBB total. Namun, Dedie enggan banyak bicara apakah Bogor akan mengikuti langkah Jakarta terkait pembatasan sosial.

“Kita dukung penuh kebijakan yang diambil Gubernur DKI,” tutur Dedie.

Sebelumnya, Anies Baswedan memutuskan menarik rem darurat di Ibu Kota terkait penularan Corona. PSBB bakal berlaku seperti saat pertama kali diterapkan.

“Maka dengan melihat kedaruratan ini maka tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).

Dalam rapat gugas percepatan pengendalian COVID-19 di Jakarta kemarin sore, Anies menyimpulkan Jakarta akan menarik rem darurat.

“Yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu,” ucap Anies.

Untuk JRX

0

BOGIR DAILY-Sambutan warga Bali pada saya yang akan membela JRX SID bikin ngeri ngeri sedap.

Komentar komentar di media sosial (medsos) menyiratkan mereka punya harapan besar agar keberadaan saya membela JRX bisa membawa hasil baik buat JRX. Wooww itu yang bikin ngeri ngeri sedap.

Sebagai advokat yang sudah 30 tahun berptaktek hukum, saya faham benar mekanisme proses hukum pidana terhadap kasus yang menarik perhatian publik. Apalagi bila kasusnya terkait dengan tersangka yang sangat kritis pada kebijakan pemerintah.

JRX adalah seorang pemuda yang kritis. Peka pada keluhan masyarakat  dan itu dibuktikan dengan sikap sosialnya yang tinggi. Rutin membagikan bantuan makanan bungkus.

JRX juga menyerap keluhan ibu hamil yan akan melahirkan tapi harus menunggu protokol covid 19 untuk ditangani. Padahal, bila air ketuban pecah lebih dulu berbahaya untuk ibu dan bayi bila tidak segera ditangani oleh dokter.

Ini yan diprotes oleh Jrx. Saya juga mendengar Jrx melawan upaya reklamasi Pantai Benoa, dan kritis pada sikap arogansi aparat.

JRX telah bermetamorfosa dari seorang pemain musik yang banyak penggemarnya menjadi seorang aktivis sosial dan kemanusiaan.

Ide, pikiranya menggelegar sbg musik yg dimainkannya. Ini sangat efektif untuk kerja advokasi masyarakat karena ia telah memiliki banyak fans. Efektif bagi gerakan sosial adalah kekhawatiran buat oligarki.

Jadi posisi JRX harus dilihat dalam konteks tersebut. Saya menduga ada kelompok elit menunggu JRX terpeleset dan tinggal mendorongnya terjerembab.

Momen itu muncul dengan laporan IDI Bali karena merasa terhina oleh twit Jrx . Dan diolah menjadi menimbulkan kebencian. Kesannya twit Jrx spt itu. Padahal twit Jrx adalah ekpresi pikiran atas kepeduliannya pada nasib ibu hamil yng akan melahirkan.

Sudah ada beberapa kasus ibu hamil mati karena tidak segera ditangani saat akan melahirkan.

Kembali ke laptop, dengan gambaran di atas kasus Jrx ini adalah fenomena seorang pejuang yang dikepung oleh musuh musuhnnya yang kuat.

Gubernur Bali menyindir, polisi menahan dan Jrx tetap ditahan di tahanan Polda padahal semesti dipindah ke rutan. Setelah berkas dilimpahkan ke Kejaksaan P21, permintaan penagguhan penahanan ditolak. Hakim menetapkan sidang online yang sulit untuk mendapatkan proses pembelaan maksimal.

Dalam situasi seperti ini, maka yang ada adalah tinggal kehormatan Jrx yang dipertaruhkan. Apakah Jrx seorang pejuang kebebasan berfikir dan ide atau seorang petarung yg menyerah karena tekanan?

Proses yang ditimpakan pada Jrx adalah gambaran kesepakatan kelompok tertentu untuk ‘menghukum’ Jrx. Pilihannya adalah PUPUTAN. Jangn berharap belas kasihan pada mereka yg menindasmu Jrx.

Menangkan pikiranmu, serap kekuatan ruangan penjara yang memenjarakanmu. Karena kunci penjara yang mengekang dirimu dikuasai lawan lawanmu.

Serap kekuatan ruangan penjara itu,agar menyatu dengan jiwamu maka semua kegelisahan tentang apapun diluar sana sirna. Jangan berharap belas kasihan.

Kau adalah pejuang kebebasan berfikir.tetaplah menjadi pejuang sampai selesainya “pertempuran” , terimalah luka lukanya yang akan menjadi tanda kau adalah pejuang.

Salam PUPUTAN
Sugeng Teguh Santoso
Advokat Kampung Anti enindasan

Tukang Tahu Bulat Terjaring Operasi Gabungan Masker di Ciawi, Ini Alasan Mereka

BOGOR DAILY – Tukang tahu bulat terjaring operasi masker gabungan yang dilaksanakan di lampu merah Ciawi perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor, Kamis (10/9/2020).

Operasi gabungan masker itu merupakan bentuk kerjasama antara Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor yang mulai saat ini diberlakukan di tujuh titik perbatasan.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Satpol PP Kota Bogor melakukan razia gabungan penggunaan masker serentak di tujuh lokasi perbatasan kabupaten dan Kota Bogor.

Agus Ridho menjelaskan, tujuh titik lokasi yang berbatasan ini meliputi Kecamatan Sukaraja, Babakanmadang, Ciawi, Ciomas, Dramaga, Bojonggede dan Kemang serta melibatkan beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan Muspika.

“Hari ini merupakan hari ke dua operasi gabungan, kami kemarin sudah memulai terlebih dahulu,” ujarnya.

Pantauan Bogordaily.net, rata-rata masyarakat terjaring razia karena tidak menggunakan masker. Padahal, mereka (pengendara) membawa masker tapi tidak digunakan saat berpergian.

Ada juga pengendara yang tidak membawa kartu identitas kependudukan dan langsung di denda dengan uang tunai Rp100 ribu, untuk membayar administrasi.

Tidak hanya itu saja, beberapa pengendara yang tidak menggunakan masker juga ada yang didenda sanksi sosial seperti bersih-bersih jalan dan phus up.

Seperti dua orang penjual Tahu Bulat di kendaraan, mereka terjaring operasi gabungan karena tidak menggunakan masker.

Dua orang penjual tahu bulat yang enggan disebut namanya ini mengatakan, dirinya sebetulnya mempunyai masker, akan tetapi tidak digunakan melainkan disimpan.

“Saya punya masker pak, tapi kebetulan saya tidak pakai aja pak, minta maaf,” ucapnya.

Dirinyapun meminta keringanan kepada petugas Satpol PP Kabupaten Bogor agar tidak didenda dengan uang Rp100 ribu, dan memilih sanksi sosial.

“Mau gimana pak saya belum dapat penghasilan, minta keringanan saja,” tutupnya.

Sontak, hal itu membuat petugas Satpol PP Kabupaten Bogor memberikan keringanan dengan memberi denda berupa sanksi sosial. (Andi).

Syarat UKM Dapat Modal Rp2,4 Juta, Nih Baca!

0

BOGOR DAILY- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pelaku usaha ultra mikro masih bisa mendaftarkan diri kepada dinas-dinas koperasi dan UKM di masing-masing daerah untuk menjadi penerima Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Rp 2,4 juta.

Ia mengatakan, antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap Banpres ini, sehingga penyalurannya pun terus dipercepat.

“Banpres ini sangat dinanti oleh pelaku usaha mikro yang saat ini modal kerja mereka tergerus digunakan untuk biaya konsumsi keluarga karena pendapatan mereka turun. Kita berharap mereka masih bisa usaha di tengah pandemic COVID-19 ini,” kata Teten ketika dihubungi detikcom, Rabu (9/9/2020).

Dihubungi terpisah, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman mengungkapkan, realisasi Banpres berjalan sangat cepat. Belum genap satu bulan sejak diluncurkan pada 24 Agustus lalu, realisasinya sudah mencapai 62% dari tahap awal kepada 9,1 juta pengusaha ultra mikro.

“Realisasi per hari ini sebanyak 5.591.241 juta pelaku usaha mikro atau sekitar 62% dari tahap awal 9,1 juta,” terang Hanung kepada detikcom.

Hingga akhir tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran Banpres Produktif kepada 15 juta pelaku usaha mikro. Oleh sebab itu, Hanung meminta bagi masyarakat yang belum terdaftar menjadi penerima agar segera mendatangi kantor dinas koperasi dan UKM di masing-masing daerah dengan melampirkan KTP serta Surat Keterangan Usaha (SKU).

“Sampai sekarang belum ditutup, silakan saja. Masyarakat masih bisa daftar. Jadi masyarakat nggak usah khawatir, segera daftar saja, jangan tanya kapan tutupnya. Jangan tunggu setelah tutup, segera saja,” jelas dia.

Di tahun ini, pemerintah menargetkan Banpres tersalurkan 100% pada Desember 2020. Namun, realisasinya diusahakan untuk dipercepat. Masyarakat diminta tak menunggu Desember untuk mendaftar.

“Pada dasarnya sampai Desember. Tetapi kami ingin dalam waktu singkat sudah bisa digelontorkan. Jadi jangan menunggu sampai Desember, sesegera mungkin,” tegas Hanung.

Untuk persyaratan lebih lengkap, pengusaha ultra mikro dapat mengakses informasi di http://www.depkop.go.id/read/program-banpres-produktif-untuk-usaha-mikro.

Selain mendaftar secara mandiri, pemerintah juga mendata pelaku usaha mikro yang terdaftar sebagai binaan di kementerian/lembaga, nasabah perbankan yang tak menerima kredit atau pembiayaan maupun KUR, serta nasabah Mekaar dari PNM.

“Koperasi bisa mengusulkan anggota-anggotanya. Bisa juga kementerian/lembaga yang punya binaan, itu bisa mengajukan juga. Kemudian Himbara (Himpunan Bank-bank Negara) bisa mengajukan nasabah dia yang tak dapat akses kredit. Kemudian juga lembaga penyalur program pemerintah seperti PNM dia menyalurkan Mekaar,” tandas dia.

Waduh! Relawan Vaksin Positif Corona

0

BOGOR DAILY- Seorang subjek atau relawan uji klinis vaksin COVID-19 dilaporkan terpapar COVID-19 saat akan mendapatkan suntik vaksin yang kedua. Relawan yang tak disebutkan identitasnya itu diketahui positif setelah melaksanakan swab test.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Unpad Prof Kusnandi Rusmil memastikan, infeksi virus Corona bukan dari vaksin yang disuntikkan. Tetapi, diduga kuat dari kontak yang dilakukan setelah relawan tersebut melakukan perjalanan ke Semarang, Jawa Tengah.

“Jadi dia sudah disuntik, suntik pertama kali. Kemudian pergi ke Semarang, pas pulang dicek lagi swabnya positif,” ujar Kusnandi saat ditemui di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).

“Positif bukan dari vaksin, kalau dari vaksin kan itu virus yang mati. Dia kontak (pergi) ke Semarang,” ujar Kusnandi melanjutkan.

Walau demikian, relawan tersebut tak dikeluarkan (drop out) dari uji klinis yang dilakukan. Akan tetapi, pihaknya akan memberikan jadwal penyuntikan ulang setelah kondisi fisik relawan tersebut sehat kembali.

“Kalau di penelitian memang kalau yang positif di awal (sebelum penyuntikkan) enggak boleh ikut, tapi kalau dia positif karena pergi darimana-mana itu akan kita suntik ulang, tapi dengan pemantauan,” ucapnya.

Secara umum, Kusnandi memaparkan sejauh ini sudah ada 450 orang yang telah mendapatkan suntik vaksin pabrikan Sinovac, Tiongkok. 200 relawan mendapatkan suntikkan yang kedua, dan 250 lainnya baru menjalani penyuntikkan yang pertama.

“Sampai sekarang belum ada yang masuk ke rumah sakit karena sakit, semuanya biasa saja. Keluhannya dmema sedikit, nyeri yang dalam dua hari hilang. Seperti suntik biasa-biasa saja di puskesmas saja kalau mau imunisasi, demam minum parasetamol, nyeri nanti hilang dalam dua hari. Kita ikuti kan setelah suntuk 30 menit pertama kita lihat, ada alergi atau tidak, ada memar atau tidak, terus dihubungi lagi dua hari berturut-turut dengan telepon,” katanya.

Ditargetkan uji klinis ini bisa rampung awal tahun depan, dan produksi vaksin ini akan dilakukan oleh Biofarma.