Friday, 15 May 2026
Home Blog Page 8034

593 Anak di Jabar Positif Covid-19, Di antaranya 99 Balita

0

BOGOR DAILY- 593 anak di Jawa Barat terpapar virus Corona hingga 6 September 2020. Mayoritas anak yang terkonfirmasi positif COVID-19 berasal dari kalangan anak usia sekolah (6 – 18 tahun) dan balita (1-5 tahun).

Dilihat pada laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) pada Minggu (6/9/2020) anak yang usia sekolah yang terkonfirmasi positif berjumlah 450 anak, terdiri dari 222 anak berjenis kelamin perempuan dan 225 anak berjenis kelamin laki-laki.

Untuk anak pra sekolah (5 – 6 tahun) terdiri dari 25 anak, dengan rincian 10 anak laki-laki dan 15 anak perempuan. Sementara itu, angka positif COVID-19 di kalangan anak balita (1-5 tahun) terbilang cukup tinggi yakni 99 anak.

Rincianya 51 balita laki-laki dan 48 balita perempuan yang diketahui tertular virus yang pertama kali berasal dari Wuhan itu. Sedangkan ada 19 bayi (0-1 tahun) yang tertular COVID-19, 12 di antaranya bayi perempuan dan 7 lainnya bayi laki-laki.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar menekankan peran orang tua agar anak-anak tetap beraktivitas di lingkungan rumah selama pandemi masih berlangsung.

Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium GTPP Jabar Siska Gerfianti mengatakan, meski saat ini memasuki fase new normal, bukan berarti kewaspadaan dilonggarkan.

“Ayahnya pulang bekerja dan ibunya pulang dari pasar, lalu ke rumah seperti biasa saja tak menjalankan protokol kesehatan, padahal hal itu protokol kesehatan tetap harus diperhatikan,” kata Siska

Sudah 4 Tangki Air Dikerahkan ke Wilayah Kekeringan. BPBD Kab Bogor: Kalau Butuh Air, Bersurat Saja…

BOGOR DAILY- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Jawa Barat mencatat bahwa bencana kekeringan di wilayahnya berdampak pada 17.378 keluarga atau 54.194 warga.

“Angka tersebut diambil dari 31 desa yang terdampak kekeringan yang ada di sembilan kecamatan,” ungkap Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani

Menurutnya, berdasarkan pemetaan di lapangan, sembilan kecamatan yang terdampak kekeringan itu adalah Citeureup, Jasinga, Tenjo, Cariu, Ciampea, Cigudeg, Klapanunggal, Jonggol dan Gunungputri.

Adam menyebutkan, BPBD Kabupaten Bogor sejauh ini sudah mengerahkan empat armada mobil tanki yang masing-masing berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih.

Pihaknya juga menghimbau kepada pemerintah wilayah baik desa maupun kecamatan, untuk sesegera mungkin bersurat ke BPBD jika terjadi musibah kekeringan di wilayahnya.

“Kalau ada kekeringan, silahkan bersurat kepada kami. Agar kami bisa tindaklanjuti dan berikan bantuan air bersih. Tapi jangan lupa, lampirkan jumlah KK dan jumlah masyarakat terdampak, agar kami bisa sesuaikan pendistribusian air bersihnya,” kata Adam.

Di samping itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat mencatat ada sekitar 302 hektar lahan di wilayahnya yang terancam gagal panen karena dilanda musim kemarau.

“Di Jonggol 164 hektare dan di Sukamakmur 138 hektare sawah terancam gagal panen,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Pemkab Bogor tidak bisa memberikan banyak bantuan untuk membantu para petani yang akan mengalami gagal panen. Pasalnya, sumber air di sekitaran sawah, sulit ditemukan.

“Kita sudah kirim pompa air. Tapi, masalahnya tidak ada sumber air. Tidak ada airnya,” tuturnya.

Sehari, Kasus Positif Covid-19 di Bogor Raya Tembus 50 Orang

0

BOGOR DAILY- Kasus positif Covid-19 di wilayah Bogor Raya mencapai 50 orang pada Sabtu, 5 September 2020.

Jumlah kasus positif tersebut tersebar di Kabupaten Bogor sebanyak 32 orang dan 18 orang dari Kota Bogor. Maka total kasus positif di wiayah Bogor Raya per 5 September telah mencapai 1.671 orang.

Adapun rincian total masing-masing daerah yakni Kabupaten Bogor 949 orang dan 722 orang Kota Bogor.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah menyebutkan 949 orang positif itu terdiri dari sembuh 527 orang, 38 orang dan konfirmasi aktif 379 orang.

“Hari ini ada penambahan 32 orang kasus konfirmasi positif baru dan 22 orang sembuh,” kata Ifah begitu biasa disapa Syarifah Sofiah dalam keterangan pers tertulisnya, Sabtu 5 September 2020.

Ia juga menjabarkan dari 32 orang kasus baru konfirmasi positif paling banyak berasal dari 13 kecamatan. Adapun kecamatan terbanyak yakni Gunung Putri sebanyak 7 orang, Sukaraja (5), Bojonggede (4), Babakanmadang (3).

Baca Juga: Perangi Covid-19 di Bogor, Pemkot Gandeng Kementan Terkait Uji Laboratorium Spesimen

“Sedangkan Cileungsi, Cibinong, Cibungbulang, Tajurhalang masing-masing kecamatan bertambah 2 orang. Kemudian sisanya yaitu Jonggol, Parung Panjang, Kemang, Cigudeg dan Ciampea masing-masing bertambah 1 orang,” katanya.

Jelang Final Pordes Dua Kubu Sudah Perang Urat Sarap

BOGORDAILY – Jelang partai final, Pordes Desa Ciherang antara RW 01 bentrok dengan RW 10.

Kedua tim sesumbar akan saling mengalahkan. Bahkan perang urat saraf mulai memanas. Manager sekaligus pemain utama RW10, Bowo menyatakan siap membungkam RW 01 dengan menyiapkan perombakan total pasangan yang akan diturunkan.

Kedua manager Dua kubu antara RW01 dan RW10 tengah berdiskusi santai.

Dia meyakini, apapun strateginya tetap akan menurunkan formasi terkuat. “Optimis akan menurunkan dengan materi yang ada,” tegas Bowo ketika menggelar jumpa pers bareng.

Lebih jauh Bowo menekankan, fokus dan spirit bertanding harus jadi motivasi seluruh pemain. Dia berharap para pemain tidak memikirkan apa strategi yang akan diterapkan sehingga fokus dan menganggap enteng lawan.

“Biarkan musuh yang justru memikirkan bagaimana menang dari kami,” bebernya.

Di tempat yang sama perwakilan RW01, Bos Hae menjelaskan, sudah mengetahui dua kekuatan tim RW 10 yang bakal dibantai. Bahkan perombakan pemain juga bakal disiapkan untuk menghadapi pasangan terkuat.

“Kami sudah secara head to head jika harus ketemu kedua pasangan terkuat dari RW 10.” beber Bos Hae tanpa menyebut siapa pasangan yang bakal di rombak guna mengalahkan RW 10.(GIB)

Gara-Gara Pandemic Aaron Carter Jadi Bintang Porno

0

BOGORDAILY – Aaron Carter pernah dikenal sebagai penyanyi yang digemari para remaja perempuan di tahun 90-an. Namun kini namanya mulai jarang terkenal.

Tahun lalu, Aaron Carter masih kerap memenuhi undangan tampil di sejumlah acara di Amerika Serikat. Namun tampaknya pandemi mempengaruhi kariernya sehingga ia memutuskan mencoba opsi lain.

Dikutip dari Aceshowbiz, Aaron Carter kini terjun ke industri porno. Ia tampil di sebuah situs kamera dewasa bernama CamSoda.

Berdasarkan keterangan pihak situs CamSoda, Aaron Carter akan menampilkan berbagai macam adegan seksual, termasuk melakukan masturbasi di depan kamera.

Aaron Carter bahkan mengungkap hal tersebut melalui postingan di akun Instagram-nya. Ia semacam mengundang para fans untuk menyaksikan aksi perdananya di situs tersebut.

“Ini adalah kali pertama aku melakukannya! Tonton langsung di CamSoda,” tulis Aaron Carter yang melakukan live pertamanya pada Jumat (4/9) lalu.

Aaron Carter rupanya mengikuti langkah sang tunangan, Melanie Martin. Ia sudah tampil di situs tersebut sejak awal tahun 2020.

Kala itu, Aaron disebut tidak menyetujui keputusan Melanie. Namun entah kenapa pada akhirnya ia ikut terjun ke dalam industri yang sama.

Sementara itu, Aaron Carter dan Melanie Martin menjalani hubungan asmara yang cukup rumit. Keduanya mulai berpacaran pada Januari 2020, namun putus di bulan Maret 2020 karena tudingan kekerasan.

Namun pada April 2020, Aaron Carter mengumumkan Melanie Martin hamil anak pertama. Namun tak lama setelahnya Melanie mengalami keguguran karena stres.

Pada akhirnya, Aaron Carter dan Melanie Martin memutuskan membawa hubungan asmara mereka ke arah yang lebih serius dengan bertunangan pada Juni 2020. Hingga kini mereka dilaporkan masih bersama dan menjalani karantina bersama.

Satpol PP Kabupaten Bogor Razia Masker Sambil Membawa Keranda Mayat

BOGORDAILY – Sejumlah orang yang terjaring razia karena tidak pakai masker saat berolahraga di sekitar Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor disanksi ditandu dan membersihkan makam.

Satpol PP menyebut sanksi sosial ini diberikan agar masyarakat sadar mengenai pentingnya protokol kesehatan.

“Itu untuk biar mengilhami kepada masyarakat. Saking kita ingin memberi perhatian, bahwa kalau anda tidak aware dengan kesehatan anda, tidak aware protokol kesehatan, maka bisa jadi anda betul-betul ditandu, dibawa ke makam,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, Minggu (6/9/2020).

Agus menjelaskan sanksi sosial yang dilakukan petugas Satpol PP berpakaian hazmat dengan menandu dan meminta pelanggar membersihkan makam adalah bentuk inovasi. Dia mengatakan inovasi penting dilakukan agar masyarakat sadar untuk menjaga kesehatan di tengah COVID-19.

“Jadi kalau teman-teman di kecamatan, di Kabupaten Bogor, seluruh anggota Satpol PP di Kabupaten Bogor ini saya minta silahkan berinovasi, yang penting inovasi itu mendidik, tidak menyakiti baik fisik maupun mental dan tidak menyalahi aturan. Karena begini, bahwa yang namanya menyadarkan masyarakat itu sangat sulit sehingga perlu cara-cara agar secara memori mereka bisa teringat selalu,” ungkapnya.

Dia menerangkan Kabupaten Bogor berada saat ini berstatus zona oranye. Agus tidak ingin Kabupaten Bogor menjadi zona merah karena banyak warga yang tidak patuh protokol kesehatan.

Dia mengatakan sanksi membersihkan makam dan ditandu ini sudah cukup bagus. Para pelanggar, lanjutnya, mengaku jera dan akan selalu memakai masker.

“Ya sebetulnya sudah bagus, mereka tadi kan dari hasil wawancara dengan masyarakat tidak akan mengulang dan mereka juga banyak yang menyatakan, bahwa saya takut, tidak akan mengulang kembali perbuatannya,” ujar Agus.

Terpantau sejak Minggu (6/9) pagi, Satpol PP sudah berada di sekitar Stadion Pakansari untuk melakukan razia. Enam anggota Satpol PP pun memakai alat pelindung diri (APD) atau hazmat. Satu buah tandu pun dibawa.

Razia pun dilakukan dan didapati belasan orang yang tidak memakai masker. Salah satu petugas Satpol PP pun memberi pilihan ke orang yang melakukan pelanggaran COVID-19, yakni membayar denda atau menerima sanksi sosial.

Semua orang yang tidak memakai masker memilih untuk menjalankan sanksi sosial. Satpol PP pun menyuruh satu orang untuk tiduran di sebuah tandu.

Pelanggar itu pun tiduran di tandu. Petugas Satpol PP yang memakai hazmat langsung mengikat kaki pelanggar dan menutupi badannya dengan sebuah sarung.

Usai diikat di tandu, petugas Satpol PP mengangkat dan membawa pelanggar itu ke pemakaman di dekat Stadion Pakansari, yakni Pemakaman RW 05 Cikempong. Sedangkan 11 pelanggar lainnya, mengikuti dibelakang sambil mengucap salawat.

Pelanggar yang ditandu ini dibawa sampai sekitar 30 meter. Usai ditandu, pelanggar yang tidak memakai masker diberi arahan tentang pentingnya protokol kesehatan COVID-19.

Setelah itu, ke-12 pelanggar diberi masker. Usai diberi masker, mereka semua diminta untuk membersihkan makam.

Reza Artamevia Positif Konsumsi Sabu Selama Masa Pandemic

0

BOGORDAILY – Artis Reza Artamevia ditangkap atas dugaan kasus narkoba. Hasil tes urine-nya positif sabu.

“Modus membeli dan menggunakan sabu-sabu. Hasil tes urine positif amphetamine atau masuk dalam kategori narkotika jenis sabu-sabu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (6/9/2020).

Yusri mengatakan Reza sudah menggunakan sabu sekitar 4 bulan. Yusri menyebut Reza menggunakan sabu selama pandemi Corona.

“Dia menggunakan sabu sekitar 4 bulan selama masa pandemi COVID karena sering di rumah saja,” jelas Yusri.

Reza ditangkap bersama dua orang rekannya. Namun dari hasil tes urine, hanya Reza yang positif amphetamine.

“Ketiganya dites urine, yang dua negatif, yang bersangkutan RA positif amphetamine,” ujar Yusri.

Sebelumnya, pada 2016, Reza Artamevia pernah menjadi pemberitaan. Dia diamankan di sebuah hotel di Kota Mataram pada Minggu (28/8/2016) malam.

Reza saat itu ditangkap bersama Aa Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah.

Tak Pakai Masker, Warga Dihukum Masuk Ambulans Berisi Keranda Mayat

BOGORDAILY – Tidak pakai masker, sejumlah warga Parung, Kabupaten Bogor dihukum masuk ke mobil ambulans. Dalam ambulans itu, pelanggar protokol kesehatan ditemani keranda jenazah.

Camat Parung, Yudi Santosa mengatakan, setidaknya ada 8 orang diberi sanksi semacam ini. Di dalam ambulans, mereka hanya diminta duduk di sampi keranda jenazah beberapa menit.

“Ini untuk memberi efek jera kepada pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor,” katanya.

Sanksi ini, kata dia, untuk mengingatkan masyarakat bahwa dengan tidak menggunakan masker, telah mendekatkan diri mereka kepada kematian.

“Bisa menyebabkan kematian dia sendiri, karena terpapar Covid-19, kemudian menularkan ke keluarga dan orang lain. Biar mereka merenung di sebelah keranda jenazah itu,” ujarnya.

Delapan orang tersebut terjaring dalam operasi protokol kesehatan oleh tim gabungan antara Satpol PP, Kecamatan Parung, Polsek Parung hingga Koramil Parung.

“Kita juga memberlakukan hukuman push up bagi pelanggar yang lain,” tutup Yudi.

PT PPE Terima Proyek Pengaspalan Sentul Hingga Belasan Miliar Rupiah

BOGORDAILY – Pengaspalan ulang (overlay) sirkuit Sentul International kali ini tidak main-main. Melainkan dikerjakan sungguh-sungguh oleh PT. Prayoga Pertambangan dan Energi, salah satu perusahaan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Kabupaten Bogor.

“Ini pridenya Bogor dan Indonesia, itu yang menjadi motivasi utama. Sehingga saat saya mendapat opportunity untuk pengaspalan sirkuit Sentul langsung saya sambut baik,” ujar Agus Setiawan SH, MH, Direktur Utama PT Prayoga Pertambangan dan Energi.

Tim yang diturunkan juga yang terbaik. Mudah-mudahan hasil pekerjaan kita, quality maupun proses dari pemberi kerja, bisa sesuai dengan  standar badan olahraga dunia FIA (olahraga mobil) dan FIM (olahrga motor dunia).

Agus Setiawan menerangkan, tekniknya tidak semudah kita bikin jalanan biasa. Mesti trial test, presentasi teknik pengaspalan yang berbeda biasa dilakukan. “Kebetulan, kita juga membangun lintasan di stadion GBK Senayan, salah satunya stadion hoki pakai aspal spesifik,” terang Agus Setiawan.

Intinya, bagi Agus Setiawan ingin membuat big effort yang bisa membuat bangga kita sendiri (Kabupaten Bogor) dan Indonesia. Apalagi sesuai dengan tagline Kabupaten Bogor dengan sport dan tourism.

“Bukan. Termasuk paddock, parkiran sampai hotel Lor In. Kita coba Dukung segala keinginan Pak Tinton membuat baik fasilitas seluruh sirkuit dan penunjangnya,” beber Agus Setiawan.

Menurut dia, pengaspalan sirkuit Sentul sudah mendapat restu dari seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Karena waktu Pak Tinton beraudensi dengan Bupati Ade Yasin, bersama perangkat lengkap, tokoh masyarakat, pimpinan hingga ulama.

“Kalau BUMD pun kalau diberi kesempatan seperti itu pasti bisa. Kita akan lakukan pekerjaan sesuai standar yang telah ditetapkan. Berharap apa yang kita lakukan berdampak baik, image terhadap perusahaan besar lainnya,” ungkap Agus Setiawan.

Sementara untuk jumlah nilai proyek untuk pengaspalan sirkuit Sentul dan seluruh fasilitas penunjangnya, Agus membeberkan angkanya hingga belasan miliar.

“Di proposal kita Rp 15-17 miliar,” tutupnya.

Bogor Utara Diprediksi Jadi ‘Sunrise Property’

0

BOGORDAILY – Potensi properti di Bogor tampaknya kian bersinar. Di sana saat ini marak dibangun proyek perumahan yang menawarkan beragam kelebihan. Pertumbuhan pembangunan hunian ini memang tidak terlepas dari meningkatnya permintaan akan rumah di daerah berjuluk Kota Hujan tersebut.

Salah satu daerah yang kini banyak dilirik oleh calon pembeli hunian adalah Bogor Utara, daerah ini diprediksikan akan menjadi area sunrise property sehingga sangat cocok untuk ditinggali dan dijadikan investasi.

Menurut Ratna Julia, Head of Marketing PT Inti Innovaco, ada banyak hal yang membuat kenapa daerah Bogor Utara diprediksi akan menjadi area sunrise property, salah satunya karena kawasan ini dikelilingi dengan sarana fasilitas umum yang memadai, seperti adanya jalan tol, transportasi umum, pusat pendidikan hingga pusat perbelanjaan.

“Apalagi saat ini Pemerintah Kota Bogor berencana untuk menjadikan kawasan Bogor Utara sebagai pusat bisnis baru. Hal ini tentunya akan mendorong permintaan hunian di sekitar Bogor Utara,” kata Ratna.

Kawasan Bogor Utara ini, lanjut Ratna bisa menjadi alternatif menarik untuk mendapatkan hunian dengan harga yang reasonable, karena di Jakarta sendiri saat ini harga rumah terus meroket berbanding terbalik dengan penghasilan.

“Tidak hanya itu, di kawasan Bogor Utara juga banyak tempat wisata yang menarik. Faktor ini juga dapat dijadikan indikator bahwa daerah ini sangat potensial untuk investasi properti,” kata Ratna.

Jika Anda saat ini tertarik untuk membeli rumah di Bogor Utara, perumahan Nusa Indah Residence bisa menjadi pilihan yang menarik. Perumahan ini berada di Jalan Pangeran Asogiri, Tanah Baru, Bogor. Nusa Indah Residence dikembangkan di atas lahan seluas 17 hektar, di sana sekarang pihak pengembang telah membangun 600 unit rumah dengan konsep asri dan minimalis modern.

Lokasi perumahan Nusa Indah Residence terbilang sangat strategis karena berjarak hanya 300 meter dari pintu tol, perumahan ini juga memiliki akses menuju Jalan Pandu Raya, sebagai salah satu pusat tempat hangout menarik di kota Bogor.