Saturday, 16 May 2026
Home Blog Page 8044

Satpol PP Sikat Panti Pijat di Cilebut dan Sukaraja, Banyak Cewek Seksinya

BOGOR DAILY – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor mengelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) berupa razia panti pijat di Cilebut dan Sukaraja, Rabu (2/9/2020) malam. Petugas Satpol PP masih ditemukan ada panti pijat yang beroperasi hingga larut malam dan menyita riuan botol minuman keras.

Dalam akun Instagram Satpol PP Kabupaten Bogor @satpolpp.kabbogor disebutkan, operasi dipimpin langsung Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor didampingi Kabid Tibum, Kasi Pengendalian Operasional, Bidang Gakda, PTI, dan Deteksi Dini Satpol PP Kabupaten Bogor. (Baca juga; Nekat Buka di Atas Pukul 18.00 WIB, 9 Tempat Usaha di Bogor Didenda)

Ada empat video pendek dan satu foto diunggah akun instagram @satpolpp.kabbogor, Kamis (3/9/202). Dalam video pendek terlihat ada sejumlah perempuan berbaju seksi warna merah dan berdaster berhamburan dari bilik-bilik yang disediakan tempat pijat tersebut.

“Operasi Pekat difokuskan ke beberpa titik lokasi sesuai laporan yang diterima pemantau bidang Deteksi Dini. Untuk tempat pijat refleksi masih ditemukan ada yang beroperasi sehingga diminta membuat surat pernyataan untuk ditindaklanjuti,” tulis @satpolpp.kabbogor

Kegiatan operasi panti pijat di Cilebut, dilanjutkan ke lokasi Duo Raja Ciuler, namun café dan karaoke ditempat terse but sudah tutup. Untuk masyarakat Kabupaten Bogor kami mengimbau untuk sementara ikuti aturan yang berlaku, khususunya bagi pelaku usaha pijat refleksi. Dimohon untuk sementara waktu tidak beroperasi sampai batas waktu yang ditentukan.

Kegiatan ini mengacu pada Perbub Nomor 52/2020 tentang PSBB Pra AKB menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif. Terhitung mulai 14 Agustus 2020 sampai 10 September 2020. Dari Operasi Pekat di wilayah Cilebut dan Sukaraja, petugas Satpol PP Kabupaten Bogor menyita berbagai jenis minuman keras dari tiga titik.

Di antaranya, 16 krat minuman keras berbagai merek, 21 jeriken ciu, dan 1.050 botol ciu yang dikemas dalam kardus buah untuk mengelabui petugas. Hasil tangkapan tersebut akan diajukan dalam siding di Pengadilan Negeri Cibinong pada Kamis pekan depan. (Baca juga; Pembangunan Tol Bocimi Seksi 2 Mencapai 58%, Ditarget Pertengahan 2021 Selesai)

“Mudah-mudahan majelis hakim dapat memutuskan denda dan sanksi masksimal kepada pelanggar sesuai ketentuan Perda 04/2015 tentang Ketertiban Umum. Disebutkan, dilarang menjual, mengedarkan, mengoplos barang-barang dan minuman keras ke masyarakat,” ungkap Yudi Iskandar, PPNS Satpol PP Kabupaten Bogor.

sumber: Wartakota.com

Mayat di Jonggol Dievakuasi pakai Seragam APD

BOGOR DAILY-Warga Kampung Nyalindung, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor dikejutkan dengan sesosok mayat pria, Rabu (2/9/2020) malam.

Mayat tersebut tergeletak di atas bangku pelataran rumah warga.

Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena menjelaskan, awalnya mayat tersebut ditemukan oleh warga bernama Suheri sekitar pukul 19.30 WIB malam.

“Ternyata (Suheri) mengenali identitas korban. Dia adalah Erlin (45) warga Kampung Kaum, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol,” terang AKP Ita Puspita Lena kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Suheri pun langsung menghubungi keluarga korban dan melaporkannya ke Polsek Jonggol.

Korban dievakuasi oleh sejumlah petugas berpakaian Alat Pendung Diri (APD) protokol Covid-19.

Dari hasil pemeriksaan polisi dari keterangan para saksi, korban meninggal diduga karena serangan jantung.

“Dari hasil pemeriksaan dan keterangan para saksi serta keterangan keluarga korban, Erlin diduga meninggal dikarenakan serangan jantung. Keluarga korban menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut,” ungkapnya

Laga Timnas Indonesia U-19 Vs Bulgaria Disiarkan Langsung

0

BOGORDAILY – Kabar gembira buat yang penasaran dengan permainan Timnas Indonesia U-19. Net TV akan menyiarkan pertandingan secara langsung laga di Kroasia.

Timnas U-19 dijadwalkan bakal memainkan tiga pertandingan di International U-19 Friendly Tournament. Pada laga pertama, Timnas U-19 akan menghadapi Bulgaria, Sabtu (5/9/2020), Kroasia, Selasa (8/9), dan Arab Saudi, Jumat (11/9).

“Insya Allah disiarkan di Net, kami sedang menunggu detail teknisnya saja karena kan ini pertandingannya di luar negeri. Harus menyamakan sistemnya seperti apa. Kami rencananya ada pre-match seperti bincang-bincang komentator dsb,” kata Kepala Divisi PR dan Corsec NET TV, Dede Apriadi.

Net TV untuk sementara baru memastikan laga pertama Timnas U-19 yang akan disiarkan secara langsung. Sementara dua sisa laga lainnya melawan Arab Saudi dan Kroasia masih dalam pertimbangan redaksi.

Di satu sisi, hak siar pertandingan Timnas U-19 di Kroasia sebenarnya sudah menjadi milik Mola TV. Oleh karena itu Net TV belum bisa memastikan menyiarkan semua pertandingan Timnas U-19 di Kroasia.

“Yang pasti baru pertandingan melawan Bulgaria saja, itu pertandingan pertama tanggal 5 (September) Hari Sabtu jam 10 malam atau pukul 22.00 WIB. Pertandingan yang lainnya masih dikoordinasikan. Mudah-mudahan pertandingan lainnya bisa ditayangkan di Net juga,” sambung Dede.

“Karena ini kami kerjasama kan dengan Mola TV yang punya hak siarnya. Ya kalau Net sih maunya melihat dulu seperti apa. Kemudian Masing-masing pihak kan harus puas lah dan lain sebagainya. Tentu mau melihat antusiasme masyarakat juga dan ratingnya seperti apa. Itu bagian dari kerjasama ini,” tuturnya.

Untuk sementara Net TV belum punya rencana untuk menyajikan sisi lain dari aktivitas Timnas Indonesia U-19. Misalnya penayangan latihan Witan Sulaeman cs dalam melahap materi latihan dari Pelatih Shin Tae-yong.

“Kami lebih fokus ke match saja. Kebetulan juga kan kami baru hari ini ada kerjasama dengan Mola TV,” tutup Dede.

56 Pria Terlibat Pesta Gay, Sembilan Orang jadi Tersangka

0

BOGOR DAILY- Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya akan mengungkap detik-detik pesta seks hubungan sesama jenis gay yang terjadi di Apartemen The Kuningan Suites, Setia Budi, Jakarta Selatan, pada Sabtu (29/8) dini hari. Rekonstruksi bakal digelar Kamis (3/9/2020) siang.

Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebelumnya menggerebek pesta gay di Apartemen Kuningan Suites pada Sabtu (29/8) sekira pukul 00.30 WIB.

Sebanyak 56 pria selaku penyelenggara dan peserta pesta diamanakan dalam pesta seks sesama jenis tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan rekonstruksi rencananya bakal digelar di lingkungan Polda Metro Jaya sekira pukul 13.00 WIB.

“Nanti siang sekitar jam 13.00 WIB kita laksanakan rekonstruksi kasus pesta gay,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2020).

Yusri menyebutkan, sembilan dari 56 pria telah ditetapkan sebagai tersangka selaku penyelenggara pesta.

Sembilan pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial TRF, BA, NA, KG, SP, NM, RP, A dan HW.

Tersangka TRF bertugas sebagai pihak yang menyewa apartemen, menerima uang pendaftaran dari peserta, dan menyiapkan makanan.

Kemudian, tersangka BA dan A bertugas sebagai seksi konsumsi, tersangka NA bertugas sebagai keamanan, tersangka KG bertugas mengamankan barang bawaan peserta, tersangka SP bertugas mengisi daftar peserta. Selanjutnya, tersangka NM, RP dan HW bertugas menjemput peserta di lobi.

Selaku pihak penyelenggara, para tersangka menggunakan modus ‘Kumpul Pemuda Merayakan Kemerdekaan’ untuk mengelabui pesta seks sesama jenis. Mereka bahkan mewajibkan pesertanya untuk mengenakan masker bercorak merah putih.

“Dalam undangan itu dituliskan kumpul-kumpul pemuda, dia bikin itu kumpul-kumpul pemuda merayakan kemerdekaan, itu dalam undangan,” beber Yusri.

“Kemudian diharuskan setiap peserta menggunakan dresscode dengan menggunakan masker warna merah putih. Ini persyaratan mereka,” dia menambahkan

Nadiem Makarim: Prioritas Kemendikbud Mengembalikan Anak Belajar ke Sekolah

BOGORDAILY – Sekolah masih belum bisa berjalan normal akibat pandemi Covid-19. Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih dianggap sebagai alternatif untuk mengakali ketertinggalan pembelajaran para peserta didik selama masa pandemi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyatakan, bahwa prioritas utama pihaknya dalam dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana mengembalikan peserta didik kembali ke sekolah dengan aman.

“Saya sudah menyebut ini beberapa kali bahwa prioritas di Kemendikbud adalah untuk bisa mengembalikan anak ke sekolah dengan cara yang paling aman,” tegas Nadiem saat Rapat Koordinasi bersama sejumlah Kepala Daerah pada Rabu (2/9/2020).

Nadiem menepis anggapan bahwa prioritas pendidikan saat ini adalah untuk terus melakukan pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Ia menilai selama ini PJJ dianggap kurang ideal.

“Jadi prioritas kami itu bukan untuk melanjutkan PJJ dan sampai selama-lamanya, itu sama sekali tidak benar. Prioritas nomor satu adalah bagaimana mengembalikan anak ke sekolah tatap muka seaman mungkin,” jelas Nadiem.

Pihaknya terus mengupayakan agar pembelajaran tatap muka bisa segera terwujud secara aman. Kemendikbud akan terus berkoordinasi dengan para kepala daerah di seluruh Indonesia.

“Namun karena kondisi kesehatan yang masih tidak jelas ke mana arah penyebaran Covid-19, sangat dinamis situasinya. Kita harus mengantisipasi dan merencanakan untuk bagaimana kita bisa mengoptimalkan PJJ di masa ini,” terang Nadiem.

Meskipun ia mengakui tak menginginkan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh.

“Karena tidak ideal, tidak optimal di dunia bukan hanya Indonesia. Tetapi karena situasi pandemi itu adalah realita dunia kita dan kita harus memastikan kita harus melindungi pembelajaran anak-anak,” tutup dia.

Kasus Corona Jawa Barat Naik 100 Persen

BOGOR DAILY- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan telah terjadi penambahan kasus positif corona lebih dari 100 persen di Jawa Barat dalam satu pekan terakhir.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, telah terjadi penambahan kasus positif corona sebanyak 974 orang di Jawa Barat selama satu pekan.

“Lima kenaikan kasus tertinggi yaitu pertama di Jawa Barat naik lebih dari 100 persen dari 707 menjadi 1.681,” kata Wiku dalam konferensi pers dari Istana Negara, Selasa (1/9/2020).

Sementara itu berdasarkan data, di Jawa Barat per Selasa (1/9/2020), jumlah kasus positif naik 215 orang, 161 orang dirawat, sembuh 52 orang, dan 2 orang meninggal.

Sehingga total jumlah kasus positif corona di Jabar sampai hari ini 11.278 orang.

Kemudian penambahan kasus di posisi kedua adalah Jawa Tengah naik 56,4 persen dari 837 menjadi 1.309, ketiga Kalimantan Timur naik 39,2 persen dari 732 menjadi 1.019.

Keempat DKI Jakarta naik menjadi sebesar 36,9 persen yaitu dari 4.067 menjadi 5.568, dan kelima Jawa Timur naik 20,8 persen atau dari 2.401 menjadi 2.901. Secara nasional, jumlah kasus positif Covid-19 mengalami kenaikan sebesar 32,9 persen di Indonesia.

Wiku meminta kelima wilayah itu untuk menekan angka kasus positif tanpa mengurangi kinerja testing terhadap warganya. “Ini adalah hal yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak khususnya dari lima daerah yang kami sebutkan tersebut, ini perlu ditekan dengan tetap melakukan testing secara masif tetapi kasus positifnya juga harus ditekan,” imbuh Wiku.

Terjaring Razia Masker, Pengedara Bayar Rp50 Ribu

BOGOR DAILY- Puluhan orang terjaring razia penggunaan masker yang digelar Satpol PP Kota Bogor di Jalan Kapten Yusuf, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (2/9/2020) sore. Mereka yang terjaring diminta membayar denda Rp 50 ribu.

“Data terakhir ada 39 orang yang terjaring. Sanksinya kita denda Rp 50 ribu, beberapa bayar di tempat melalui petugas Bank BJB (Bank Jawa Barat) yang ada di lokasi,” kata Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Bogor Andri Sinar ditemui di lokasi, Rabu (2/9/2020).

“Tetapi ada beberapa yang tidak bisa membayar di lokasi, kemudian identitasnya kita tahan dan dikembalikan kalau sudah melunasi denda,” sambungnya.

Menurut Andri hari ini merupakan pelaksanaan penegakan Perwal 107 tahun 2020 terkait dengan pengenaan sanksi dan Perwal 110 terkait dengan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas.

“Jadi kegiatan ini kita fokus terkait protokol kesehatan perorangan. Dari beberapa yang terjaring, dengan jenis pelanggaran tidak memakai masker, kita mengenakan sanksi administratif senilai Rp 50 ribu, memang tadi ada sanksi sosial dua orang,” ujar Andri.

Menurutnya yang tidak bayar di tempat, diberikan kesempatan 1×24 jam untuk menyetorkan ke rekening daerah di BJB. “Kartu identitasnya kita tahan,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, puluhan petugas penegak perda yang didukung petugas TNI dan polisi itu memantau setiap pengendara yang melintas di lokasi razia.

Seorang petugas yang menggunakan hazmat, terus memberi imbauan kepada warga yang melintas sambil memegang poster bertuliskan himbauan protokol kesehatan.

Setiap pengendara yang kedapatan tidak menggunakan masker, diberhentikan dan didata petugas.

Setelah menandatangi surat pelanggaran protokol kesehatan, pelanggar kemudian membayar langsung sanksi denda ke petugas Bank BJB yang ada di lokasi. Namun bagi mereka yang tidak mampu membayar, identitasnya ditahan dan akan dikembalikan jika sudah melunasi denda.

“Tadi saya lupa bawa masker, biasanya bawa. Tadi langsung didenda Rp 50 ribu, enggak disuruh nyapu tapi langsung denda. Tapi karena ngga bisa bayar di sini, saya enggak ada uang, terus KTP saya ditahan. Bayar denda ditransfer, nanti bukti transfer dituker sama KTP saya,” kata Hendra, salah satu pelanggar masker yang ditemui di lokasi.

Sementara pelanggar lain, mengaku kecewa dengan sanksi denda. Karena menurutnya sanksi denda itu memberatkan di masa sulit seperti sekarang.

“Ya mestinya kan kalau tidak pakai masker itu tinggal di kasih saja masker, selesai kan, jadi enggak perlu didenda, sekarang kan jamannya gini, susah kan,” kata Ahyar, pelanggar masker lainnya yang ditemui di lokasi.

SUMBER: Detik.com

Sembilan Tempat Usaha Kena Denda

BOGOR DAILY- Satpol PP Kota Bogor merazia tempat usaha yang melanggar jam operasional di atas pukul 18.00 WIB di masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

Hasilnya, ada 9 tempat usaha yang di denda. Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syah mengatakan, patroli di Jalan Malabar ada dua tempat usaha yang masih beroperasi dan langsung didenda oleh petugas. Kemudian, petugas bergerak menuju Jalan Raya Tajur. Di sana petugas kembali menindak dua toko busana yang masih beroperasi.

Tak hanya itu, petugas juga menindak 5 tempat makan di Jalan Bangbarung dan Jalan Pajajaran yang masih berjualan meski sebelumnya sudah diberikan teguran. Petugas juga menertibkan para PKL di Jalan Merdeka agar tidak berjualan di bahu jalan dan merazia warga yang tidak mengenakan masker.

“Sebanyak 9 tempat usaha yang melanggar ketentuan PSBMK di Kota Bogor. Ada yang melanggar jam operasional dan ada yang memang sudah kami targetkan,” kata Agustian Syah, Selasa (2/9/2020).

Untuk tempat usaha yang masih beroperasional di atas pukul 18.00 WIB, pihaknya mendenda dari Rp250.000 hingga Rp3.000.000 berdasarkan Perwali Nomor 107 Tahun 2020. “Ada 2 tempat usaha yang didenda 3.000.000 dan sisanya mulai dari 250.000,” katanya.

Menurutnya, tempat usaha yang didenda Rp3.000.000 memang sebelumnya sudah diperingatkan, namun tidak mengindahkan peringatan tersebut. Selain tempat usaha seperti kafe, restoran, toko swalayan/mal, Satpol PP juga menertibkan para PKL yang berjualan di bahu jalan.

Kasatpol PP memberikan kesempatan agar barang dagangannya diangkut sendiri oleh para PKL. “Para PKL ini memang sudah kami himbau dan teguran tidak boleh berjualan di badan jalan dan tidak boleh berjualan di masa PSBMK. Relokasi memang direncanakan, mungkin belum lama lagi,” katanya.

Resmi! Manchester United Merekrut Donny van de Beek

0

BOGORDAILY – Manchester United resmi mendatangkan Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam. Pemain asal Belanda itu diikat kontrak selama lima tahun oleh Setan Merah.

MU resmi merekrut Van de Beek pada Rabu (2/9/2020) malam WIB. Klub asal Manchester itu mengumumkan kedatangan gelandang 23 tahun tersebut melalui laman resminya.

“Manchester United dengan gembira mengonfirmasi kedatangan Donny van de Beek dari Ajax. Gelandang Belanda ini telah menekan kontrak lima tahun dengan opsi perpanjangan selama setahun,” begitu isi pernyataan resmi MU di laman mereka.

Dalam pernyataan resminya, Manchester United tidak menyebutkan berapa mahar yang dikeluarkan untuk membawa Donny van de Beek ke Old Trafford. Namun, Setan Merah diyakini menebus harga pemain jebolan Jong Ajax itu dengan harga 45 juta euro (Rp 693 miliar).

Van de Beek sendiri mengungkapkan kebahagiaannya bisa bergabung ke klub pemilik gelar terbanyak Liga Inggris itu. Tak lupa, dia mengucapkan terima kasih kepada Ajax yang telah membimbingnya dari kecil hingga menjadi pemain sukses seperti sekarang.

“Saya tak bisa menjelaskan betapa luar biasanya kesempatan ini untuk bergabung dengan klub yang memiliki sejarah luar biasa. Saya berterima kasih kepada Ajax, saya tumbuh di sana dan selalu memiliki ikatan spesial dengan klub tersebut,” kata Van de Beek, dikutip dari laman MU.

“Saya kini siap untuk memijak langkah berikutnya dalam karier saya dan tampil di level tertinggi. Tidak ada standar yang lebih tinggi ketimbang Manchester United,” ujar Donny van de Beek soal kepindahannya ke Manchester United.

Satgas Corona: Masyarakat Ujung Tombak, Dokter Harus Jadi Benteng Terakhir

BOGORDAILY – Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo turut prihatin lantaran, selama 6 bulan Corona di Indonesia, total 104 tenaga kesehatan (nakes) dan ribuan orang lainnya meninggal dunia. Doni menyebut sudah saatnya seluruh masyarakat saat ini menjadi ujung tombak untuk melakukan pencegahan.

“Dokter kita sudah wafat ada 104 orang selama ini. Kita sangat kehilangan dan sangat sedih. Kami dengan IDI sepakat ke depannya untuk melindungi tenaga kesehatan bukan hanya dokter, tapi perawat dan nakes lainnya. Lindungi tenaga kesehatan oleh karenanya diharapkan masyarakat seluruhnya harus menjadi ujung tombak dengan lakukan pencegahan,” kata Doni saat dihubungi, Rabu (2/9/2020).

Doni mengatakan saat ini masyarakat dan komunitas yang menjadi awal pencegahan penyebaran Corona. Sedangkan dokter dan tenaga kesehatan, sebut dia, adalah benteng terakhir.

“Jadi yang menjadi ujung tombak adalah masyarakat, komunitas, Dan tenaga kesehatan itu harus menjadi benteng terakhir. Jadi kalau kita sayang sama dokter, kalau kita sayang dengan perawat, dan kita tidak ingin kehilangan para dokter, ya, kita harus kerja keras di hulunya,” ucapnya.

Doni meminta masyarakat lebih meningkatkan kesadaran pribadi dan kesadaran kolektif untuk patuh terhadap protokol kesehatan. Yang dibutuhkan Indonesia saat ini, menurutnya, adalah perubahan perilaku lebih disiplin lagi dan kerja keras seluruh komponen masyarakat.

“Jadi yang kita butuhkan sekarang dan ke depan adalah perubahan prilaku. Jadi perubahan perilaku harus menjadi modal utama kita, supaya kita bisa lebih disiplin untuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Sudah itu itu kunci utama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum IDI Adib Khumaidi berharap seluruh tenaga medis dan masyarakat tetap kuat menghadapi pandemi Corona. Dia meminta masyarakat terus mendukung tenaga medis karena perjuangan menghadapi Corona masih panjang.

“Jadi karena harapannya dengan ini semangat dari teman-teman (tenaga medis) juga tetap kuat ya, kemudian perhatian negara dan masyarakat juga semakin tinggi karena perjuangan menghadapi COVID ini masih panjang, jadi menjaga stamina, menjaga mental ini menjadi penting dan tentu perhatian negara juga jadi penting terutama perhatian masyarakat,” ujarnya.