Sunday, 17 May 2026
Home Blog Page 8070

Video Detik-detik Warga Perumahan Villa Mutiara Bogor Demo Pengembang

BOGOR DAILY – Aksi Warga Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor protes dan mendemo pengembang beredar.

Dalam video itu warga mengemukakan alasannya melakukan aksi, karena diplomasi dan komunikasi dianggap sudah buntu.

Warga membuat mimbar orasi, dan menyampaikan aspirasi atas aksi demontrasi damai yang dilakukan.

Dalam video yang diunggah akun warung kepagian warga bersatu menyampaikan aspirasi mereka mengenai fasilitas umum dan sosial. (*)

Warga Perumahan Villa Mutiara Bogor ‘Ngamuk’, Pengembangnya Didemo

0

BOGOR DAILY – Warga Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ‘ngamuk’ mereka protes dan mendemo pengembang.

Hal tersebut disebabkan tidak adanya kejelasan dari pihak developer untuk memperbaiki dan menyerahkan fasilitas prasarana dan sarana umum (FSU) ke Pemerintah Kota Bogor.

Mereka (warga) pun melakukan aksi demonstrasi di kantor pemasaran Perumahan Villa Mutiara atay PT ISPI dalam pengelolaannya.

“PT ISPI sampai saat ini belum melaksanakan kewajibannya, di antaranya memperbaiki Prasarana dan Sarana Umum (PSU), seperti yang dilihat jalannya rusak parah,” ujar kordinator aksi Haryono, dikutip dalam video yang beredar, Jumat (28/8/2020).

Sementara Camat Tanah Sareal, Sahib Khan mengatakan, dirinya tidak bisa mengambil keputusan sepihak saja, mengenai permasalahan yang terjadi di Perumahan Villa Mutiara.

“Kita tidak bisa ambil keputusan, kita harus lihat terlebih dahulu apa permasalahan. Kita juga harus tahu apa alasan dari pihak pengembang,” katanya.

Adapun kendalanya kata Sahib, pengembang menyanggupi mengenai pengelolaan dan pengalihan PSU ke Pemkot Bogor tentunya bisa dipertimbangkan.

“Soalnya ini sama dengan pengelola perumahan di Kota Bogor yang lainnya, setelah lokasinya berada di Pemkab Bogor dan beralih ke Kota Bogor tidak ada serah terimanya, ini harus ada kejelasan,” ucapnya.

Jika Pemkot Bogor mengambil tanpa ada persetujuan dari Pemkab Bogor mengenai administrasinya, maka akan menjadi titik temuan.

“Mengenai aksi itu juga sangat positif, dan tentunya kita akan bahan kedepan,” tukasnya. (Andi).

Camat Tansa Buka Suara soal Demo Warga Villa Mutiara

BOGOR DAILY – Keresahan warga Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor kian memuncak.

Hal tersebut disebabkan tidak adanya kejelasan dari pihak developer untuk memperbaiki dan menyerahkan fasilitas prasarana dan sarana umum (FSU) ke Pemerintah Kota Bogor.

Mereka (warga) pun melakukan aksi demonstrasi di kantor pemasaran Perumahan Villa Mutiara atay PT ISPI dalam pengelolaannya.

“PT ISPI sampai saat ini belum melaksanakan kewajibannya, di antaranya memperbaiki Prasarana dan Sarana Umum (PSU), seperti yang dilihat jalannya rusak parah,” ujar kordinator aksi Haryono, dikutip dalam video yang beredar, Jumat (28/8/2020).

Sementara Camat Tanah Sareal, Sahib Khan mengatakan, dirinya tidak bisa mengambil keputusan sepihak saja, mengenai permasalahan yang terjadi di Perumahan Villa Mutiara.

“Kita tidak bisa ambil keputusan, kita harus lihat terlebih dahulu apa permasalahan. Kita juga harus tahu apa alasan dari pihak pengembang,” katanya.

Adapun kendalanya kata Sahib, pengembang menyanggupi mengenai pengelolaan dan pengalihan PSU ke Pemkot Bogor tentunya bisa dipertimbangkan.

“Soalnya ini sama dengan pengelola perumahan di Kota Bogor yang lainnya, setelah lokasinya berada di Pemkab Bogor dan beralih ke Kota Bogor tidak ada serah terimanya, ini harus ada kejelasan,” ucapnya.

Jika Pemkot Bogor mengambil tanpa ada persetujuan dari Pemkab Bogor mengenai administrasinya, maka akan menjadi titik temuan.

“Mengenai aksi itu juga sangat positif, dan tentunya kita akan bahan kedepan,” tukasnya. (Andi).

Piala Asia Terancam Batal, PSSI Tetap Mengirim Timnas U-19 ke Kroasia

0

BOGORDAILY – Federasi Sepakbola Uzbekistan (UFA) mengindikasikan batalnya Piala Asia U-19 2020. Meski begitu, PSSI tetap akan mengirim Timnas Indonesia U-19 latihan ke Kroasia.

Dalam pengumuman UFA, disebutkan bahwa pertimbangan menunda Piala Asia U-19 merupakan keinginan dari AFC sendiri selaku penyelenggara. Pandemi COVID-19 yang belum mereda menjadi alasan AFC dalam rencananya menunda Piala Asia U-19.

Di satu sisi, Timnas Indonesia U-19 sudah mengagendakan pemusatan latihan di Kroasia sebagai persiapan tampil di Piala Asia U-19 yang akan digelar di Uzbekistan. Pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong sudah mengumumkan 30 nama yang akan berangkat pada akhir Agustus ini.

Meski begitu, PSSI tetap akan mengirim Timnas U-19 ke Kroasia. Rencananya Timnas U-19 akan menggelar pemusatan latihan panjang di sana dan akan langsung terbang ke Uzbekistan setelah menuntaskan latihan di Kroasia.

“Timnas Indonesia U-19 tetap jalan dan berangkat TC ke Kroasia,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan singkat kepada detikSport, Kamis (27/8/2020).

Tak hanya Piala Asia U-19 saja, tapi Piala Asia U-16, serta Piala Asia Futsal 2020 juga kemungkinan batal digelar. Piala Asia U-16 akan digelar di Bahrain, sementara Piala Asia Futsal di Uni Emirat Arab (UEA).

“AFC tengah mempertimbangkan untuk menjadwal ulang berbagai turnamen kontinental (Asia). Pandemi global COVID-19 telah mengguncang dunia sepakbola. Hasilnya, banyak turnamen sepakbola yang ditunda dan dipindahkan ke tahun depan (2021),” tulis pengumuman UFA.

“Terkait hal ini, AFC pun mengirim surat ke para asosiasi anggota tentang kemungkinan penjadwalan ulang Piala Asia U-16 di Bahrain dan Piala Asia U-19 di Uzbekistan. Ada laporan juga bahwa Piala Asia Futsal di UEA batal,” lanjut pengumuman itu.

Dengan munculnya pengumuman UFA ini, kemungkinan besar Piala Asia U-19, U-16, dan Futsal bakal batal. Sebelumnya AFC dan AFF sudah lebih dulu memastikan penundaan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala AFF 2020.

Wapres Ma’ruf Minta MUI-BPJH Segera Proses Sertifikasi Halal Vaksin Corona

BOGORDAILY – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta produksi vaksin Corona (COVID-19) di Indonesia diproduksi secepatnya. Selain itu, ia meminta ada sertifikasi halal bagi vaksin Corona yang akan disebarkan ke masyarakat.

“Saya minta seperti yang diminta oleh Presiden, supaya lebih cepat (produksinya) karena situasi memang sangat membutuhkan,” ujar Ma’ruf Amin dalam keterangannya, Jumat (28/8/2020).

Ma’ruf juga meminta Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Komisi Fatwa MUI, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama aktif dan saling berkoordinasi. Ma’ruf meminta sertifikasi halal dapat keluar sebelum vaksin Corona diedarkan.

“Saya minta kepada LPPOM dan Komisi Fatwa MUI supaya ikut proaktif, dan juga kepada Badan Penyelenggara Produk Halal, jangan menunggu bola, untuk vaksin ini jangan menunggu, harus menjemput bola,” katanya.

“Covid-19 ini adalah persoalan kehidupan bangsa kita, baik soal kesehatan, soal sosial, bahkan juga soal ekonomi. Kuncinya vaksin. Dan vaksin itu harus di-back up oleh sertifikat halal,” imbuhnya.

Menurutnya, sertifikasi halal ini sangat penting agar vaksin Corona tidak menjadi polemik di tengah masyarakat karena meragukan kehalalannya. Dia pun mengambil contoh kasus vaksin rubella.

“Ini jangan jadi masalah. Jangan terjadi seperti vaksin Measles Rubella (MR) itu yang kemudian targetnya tidak tercapai,” tutur Ma’ruf.

Diketahui, perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac, mengembangkan vaksin Corona dengan metode inaktivasi. Inaktivasi adalah metode pembuatan vaksin dengan menggunakan versi tidak aktif dari jenis virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.

Atas dasar ini, vaksin Sinovac dipilih sebagai mitra pengembangan vaksin oleh Bio Farma. Saat ini vaksin Sinovac tengah melakukan uji klinis fase III di Indonesia pada 11 Agustus lalu, di Bandung, Jawa Barat.

Uji klinis vaksin ini dijadwalkan berjalan selama enam bulan dan ditargetkan selesai pada Januari 2021. Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap III lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal 1 2021 mendatang

Lagi-Lagi Satu Mobil Terbakar di Jalur Puncak Akibat Konsleting Listrik

BOGOR DAILY -Setelah satu unit mobil minivan terbakar pada pekan lalu di jalur Puncak, lagi-lagi satu mobil terbakar akibat konsleting listrik.

Satu unit mobil jenis Toyota Camry ludes terbakar di Jalan Raya Puncak, tepatnya di RT 01/05, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Petugas damkar sektor Ciawi saat memadamkan api yang membakar kendaraan roda empat jenis Toyota Camry. Foto : Dok. Damkar Ciawi

Kepala Unit Pemadam Kebakaran Sektor Ciawi, Nendri mengungkapkan, kebakaran bermula saat mobil merk Toyota Camry nomor polisi B 2220 OK melaju dari arah Jakarta menuju Puncak Bogor.

Menurutnya, kebakaran mobil itu diduga akibat konsleting listrik pada aliran mesin dan menyebabkan percikan api.

“Iya, kebakar, sekarang sudah selesai dipadamkan,” katanya, saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2020).

Ia menjelaskan, kebakaran itu terjadi pada pukul 7:05 WIB. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dengan mengerahkan satu mobil damkar sektor Ciawi.

“Tadi jam 09:05 selesai dipadamkan, mobil terbakar akibat konsleting listrik,” tukasnya. (Andi)

Petugas damkar sektor Ciawi saat memadamkan api yang membakar kendaraan roda empat jenis Toyota Camry. Foto : Dok. Damkar Ciawi

Ini Lho Syarat Dapat Vaksin RI Gratis

0

BOGOR DAILY-Indonesia sedang mengupayakan pengadaan vaksin virus Corona (COVID-19). Vaksin ini diperkirakan tersedia awal 2021.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir memprediksi harga vaksin virus corona tersebut Rp 360-440 ribu. Namun, ada beberapa pihak yang akan dapat vaksin ini secara gratis.

Bagaimana caranya supaya tidak bayar? Menurut Erick, vaksin gratis akan tersedia bagi masyarakat yang terdaftar di BPJS Kesehatan.

Di rapat komite nanti ada dua tipe vaksinasi. Satu memakai bantuan pemerintah. Jadi APBN berdasarkan data BPJS Kesehatan,” ungkap Erick dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

Cara yang kedua adalah mekanisme vaksinasi sendiri. Mekanisme inilah yang ditumpukan untuk mengurangi beban anggaran negara. Pasalnya, nanti masyarakat yang secara finansialnya mampu bisa vaksinasi dengan membeli sendiri.

Namun, mekanisme ini belum ditetapkan pemerintah. Ia mengatakan, dua mekanisme ini masih dalam pembahasan Komite Penanganan COVID-19.”Ada juga vaksinasi mandiri, jadi kalau mau bayar sendiri. Kita usulkan ini tidak lain ingin memastikan supaya tidak membebani keuangan negara jangka menengah dan panjang. Karena kalau kita lihat vaksin ini takutnya per 6 bulan atau per 2 tahun mesti vaksin lagi,” terang dia.

“Hal ini memang masih belum jadi keputusan, masih proses karena itu di rapat komite bersama kejaksaan, BPKP, semua pimpinan komite diputuskan ada Perpres pengadaan vaksin virus corona. Notabene salah satu isinya akhirnya perusahaan-perusahaan BUMN yang akan melakukan kerjasama. Karena kebetulan kerjasama yang dilakukan kemarin baru Bio Farma dan Kimia Farma,” tutup Erick.

Sumber:Detik.com

Lagi! Toyota Camry Ludes Terbakar di Jalan Raya Puncak Bogor

BOGOR DAILY – Satu unit mobil jenis Toyota Camry ludes terbakar di Jalan Raya Puncak, tepatnya di RT 01/05, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Kepala Unit Pemadam Kebakaran Sektor Ciawi, Nendri mengungkapkan, kebakaran bermula saat mobil merk Toyota Camry nomor polisi B 2220 OK melaju dari arah Jakarta menuju Puncak Bogor.

Menurutnya, kebakaran mobil itu diduga akibat konsleting listrik pada aliran mesin dan menyebabkan percikan api.

“Iya, kebakar, sekarang sudah selesai dipadamkan,” katanya, saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2020).

Ia menjelaskan, kebakaran itu terjadi pada pukul 7:05 WIB. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dengan mengerahkan satu mobil damkar sektor Ciawi.

“Tadi jam 09:05 selesai dipadamkan, mobil terbakar akibat konsleting listrik,” tukasnya. (Andi).

Ibrahimovic Sepakat Perpanjang Kontrak di Milan

0

BOGORDAILY – Zlatan Ibrahimovic tak akan pergi dari AC Milan di musim panas kali ini. Striker berpaspor Swedia itu sudah memutuskan bertahan di San Siro.

Diberitakan Sky Sport Italia, Ibrahimovic sepakat untuk memperpanjang kontrak dengan Milan hingga Juni 2021. Di usianya yang sudah 38 tahun, Ibrahimovic masih mendapat bayaran yang besar, yakni 7 juta Euro, meski tanpa tambahan bonus apapun.

Ibrahimovic disebut akan segera tiba di Milan pada akhir pekan ini. Ia akan bergabung dengan skuad Rossoneri yang sudah lebih dulu memulai latihan pramusim sejak Senin (24/8) lalu.

Sebelumnya, negosiasi kontrak Ibrahimovic dengan Milan menemui jalan buntu. Juara Serie A 18 kali itu sempat menawarkan gaji di angka 6 juta Euro, namun Ibrahimovic meminta lebih. Hal ini yang membuat kedatangannya ke Milanello tertunda.

Meski sudah berusia senja dan kecepatannya sudah menurun, kehadiran Ibrahimovic di Milan memang masih vital. Ia menjadi panutan bagi pemain muda Milan di ruang ganti, dan kontribusinya baik saat latihan maupun pertandingan begitu terasa.

Sejak bergabung kembali dengan Milan pada Januari lalu, ia menyumbangkan 10 gol dan 5 assist dalam 18 laga Serie A. Milan juga tak terkalahkan dalam 12 laga setelah restart Liga Italia pada Juni, dengan mencatat 9 kemenangan dan 3 hasil imbang. Hasil itu membuat skuad asuhan Stefano Pioli finis di urutan keenam dan lolos ke Liga Europa musim depan.

Marwan Jafar Dukung Vaksin Covid-19 Gratis untuk Peserta BPJS Kesehatan

BOGORDAILY – Rencana pemerintah menggratiskan vaksin covid-19 bagi peserta BPJS Kesehatan pada awal Tahun 2021, didukung oleh anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar. Menurut Marwan, hal tersebut sesuai dengan aspirasinya.

“Itu sudah kita sampaikan sekitar sebulan lalu di berbagai media, vaksin covid-19 perlu digratiskan terutama untuk masyarakat yang kurang mampu,” kata Mantan Menteri Desa PDTT di Jakarta, Jumat (28/08/20).

Menurut Marwan, selain vaksin yang digratiskan, juga perlu dipertimbangkan faktor ketersediaan, kepastian dan keamanan bagi manusia yang mendapat vaksinasi.

“Penggunaan vaksin juga agar dapat memberikan manfaat memperkuat kekebalan tubuh,” kata Marwan.

Selain itu, lanjut Marwan, vaksin temuan putra bangsa yang sedang diujicobakan tersebut diharapkan ketersediaannya secara pasti dan mempertimbangkan faktor keamanan dan kehati-hatian dalam melakukan vaksinasi untuk masyarakat.

“Uji coba vaksin secara klinis perlu dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Kita percaya prosedur ilmiah yang ditempuh mesti ditaati dengan baik dan benar sehingga aman dan tidak menimbulkan efek samping tertentu,” tutur Marwan.

Selain itu, Marwan juga berharap agar masyarakat yang tergolong mampu secara ekonomi dapat dikenakan biaya vaksinasi secara terjangkau. Hal ini dinilai penting, selain untuk meringankan beban pembiayaan negara, juga untuk subsidi silang sehingga masyarakat yang memiliki kemampuan secara ekonomi dapat berkontibusi untuk kepentingan kemanusiaan.

Marwan juga berharap secara teknis, vaksinasi massal nantinya dilakukan dengan skema “jemput bola”, yakni seluruh tenaga medis yang telah disiapkan pemerintah diterjunkan langsung di seluruh titik komunitas strategis masyarakat, baik puskesmas, posyandu, rumah sakit, balai Desa, balai RW, sekolah, pondok pesantren, perkantoran, pabrik dan tempat strategis lainnya.

“Penting diantisipasi agar dapat mengurangi kerumunan dan penumpukan antrean massa, sehingga pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan serentak dan efektif,” pungkas Marwan.