Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 812

Kontroversi Perseteruan Skincare Shella Saukia dengan Dokter Detektif: Klain Berlebin dan Tanggung Jawab Bersama

0

Bogordaily.net – Dunia kecantikan saat ini semakin berkembang pesat. Hal ini terdapat peran influencer yang gencar dalam mempopulerkan atau bahkan menjadi brand ambassador produk-produk kecantikan. Berangkat dari peran mereka untuk mempopulerkan, terkadang terdapat influencer yang hanya sekedar mengulas tanpa melakukan riset lebih dalam mengenai produk. Ulasan yang dilakukan oleh para influencer dipercaya sudah teruji dan aman untuk digunakan. Meski begitu, masih banyak skincare ternyata mengandung bahan berbahaya dan juga klaim berlebihan pada produknya. Salah satu influencer yang terseret baru-baru ini adalah Shella Saukia.

Sudah tak asing lagi ditelinga tentang Shella Saukia. Seorang influencer wanita yang memiliki peran di dunia kecantikan dan memiliki jumlah pengikut yang banyak pada media sosial.

Pasalnya pada Jumat 17 Januari 2024, Shella Saukia bersama lima orang lainnya menyerang seseorang, yaitu Dokter Detektif di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta.

Penyerangan tersebut bermula dari Dokter Detektif atau yang kerap disapa dengan doktif mengulas skincare milik Shella Saukia yang ternyata mengandung bahan berbahaya dan dinyatakan klaim berlebihan.

Penyerangan dan perseteruan ini ramai dibicarakan oleh masyarakat, terlebih saat peristiwa tersebut terjadi keduanya melakukan siaran langsung pada platform tiktok.

Banyak pengguna tiktok yang menonton peristiwa tersebut dan melakukan rekam layar untuk dibagikan lagi di media sosial. Atas peristiwa ini keduanya, baik Shella Saukia maupun Doktif mengambil langkah hukum.

Respon Publik
Setelah muncul ulasan dan peristiwa itu menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama pada platform Tiktok dan X. Publik merasa kecewa akibat kandungan skincare di dalam produk Shella Saukia yang dinyatakan berbahaya dan klaim berlebih. Banyak dari mereka yang merasa tertipu dengan janji manis yang dibangun saat produk ini dipromosikan oleh Shella Saukia.

Merasa kepercayaan yang telah dibangun runtuh, mereka ingin Shella Saukia ini menghentikan penjualan skincare dan menyerukan kepada masyarakat lain untuk tidak membeli produk dari Shella Saukia.

Alih-alih merasa bersalah, rupanya Shella Saukia masih gencar untuk mempromosikan produknya. Hal ini dibuktikan dengan Shella yang kerap kali terlihat melakukan siaran langsung dan mengunggah video untuk menjual produknya di platform tiktok.

Atas peristiwa tempo lalu Shella Saukia ini tak punya malu dan tidak bertanggung jawab. Hal ini membuat publik memberikan komentar pada setiap postingan yang diunggah oleh Shella Saukia di platform tiktok. Pada tiap video yang diunggah oleh Shella ini diserbu dengan komentar berkonotasi negatif. Mereka secara terang-terangan berkomentar bahwa tidak menyukai skincare yang dijual oleh Shella.

Selain tertipu dengan klaim produk dan kandungan berbahaya di dalamnya, mereka juga merasa dirugikan dengan harga yang diberikan oleh Shella Saukia. Mereka merasa harga yang digunakan oleh Shella cukup mahal untuk sebuah produk kecantikan yang baru muncul dan terkenal akhir-akhir ini.

Berbeda dengan Tiktok, pada platform media sosial X banyak dari mereka yang justru masih penasaran dengan kelanjutan huru-hara ini. Masyarakat disarankan menggunakan perawatan wajah yang memang dari produk terpercaya. Produk-produk yang disarankan, seperti wardah, hanasui, dan mustika ratu yang memang sedari dahulu tidak pernah memamerkan produk mereka secara berlebihan.

Bersikeras dengan Pendiriannya
Dari peristiwa yang terjadi pada Jumat 17 Januari 2024, Shella Saukia tetap berada pada pendiriannya. Ia tetap menjualkan produknya melalui siaran langsung dan memposting sejumlah video yang mempromosikan produknya.

Shella tidak peduli dengan penyerangan yang dilakukannya kepada doktif di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta. Ia merasa benar melakukan penyerangn tersebut karena Shella merasa bahwa itu adalah haknya untuk mempertanyakan produk yang diulas oleh doktif.

Alih-alih merasa malu, kini ia mengeluarkan produk skincare terbaru dengan klaim yang berlebih lagi dan membuka toko di sebuah mall elit di kawasan Jakarta. Janji-janji manis yang selalu ia buat dan katakan selalu menjadi senjata baginya untuk menjualkan produknya.

Apalagi hingga saat ini ia tetap mempromosikan produknya dengan harga yang fantastis dan selalu mengatakan bahwa produknya akan habis dalam waktu cepat. Padahal kenyataannya sejak ulasan video Doktif dan perseteruan tersebut, produknya mengalami penurunan peminat. Namun, ia tetap berusaha menutupi kerugian tersebut dengan alih bahwa produknya akan terus habis dalam waktu cepat.

Publik ingin Shella Saukia ini merasa bersalah dan melakukan perbaikan atau bahkan menutup usaha skincare yang dimilikinya. Hal ini karena skincare yang dimiliki dan dijual olehnya memiliki klaim yang berlebih dan tidak sesuai dengan hasil uji lab yang dilakukan oleh Doktif pada video ulasan yang di unggah. Namun sayangnya, Shella Saukia ini justru menutup telinga dan mata dengan peristiwa ini dan malah merasa bahwa yang dilakukannya adalah benar.

Perseteruan membuat Publik Teredukasi
Perseteruan yang terjadi membuat publik menjadi lebih teredukasi tentang dunia kecantikan. Namun tak banyak dari mereka, tetap memilih untuk menutup mata dan telinga dengan skincare yang memiliki kandungan berbahaya dan klaim berlebih.

Memang persoalan tentang dunia kecantikan ini tak banyak publik yang memahaminya lebih dalam. Hal ini karena kurangnya konten-konten medis tentang perawatan wajah dan justru malah lebih banyak ulasan influencer yang tidak berbasis uji laboratorium.

Di sisi lain, dalam peristiwa ini Shella Saukia seharusnya lebih melek dan membuka ruang untuk berdiskusi ataupun berkonsultasi dengan pihak medis yang lebih mengenal dengan dunia kecantikan tentang perbaikan produk yang dimilikinya. Sementara bagi pihak medis, seperti Dokter Detektif, dapat lebih terbuka dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Dari peristiwa kontroversi yang ramai diperbincangkan ini, menjadi sebuah pelajaran bagi peminat produk kecantikan bahwa bukan hanya klaim produk yang harus diperhatikan, tetapi juga tanggung jawab penjual dan pihak yang terlibat di dalamnya.

Perseteruan yang terjadi antara Shella Saukia dengan Dokter Detektif ini juga menjadi sebuah pelajaran bahwa bukan tentang soal siapa yang benar atau salah, tetapi soal bagaimana semua pihak, baik medis maupun influencer dapat saling berkolaborasi dan melakukan edukasi kepada publik mengenai dunia kecantikan yang lebih baik.***

Oleh: Nusie Mahmuda
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Guru Teledor Murid Dirugikan

0

Bogordaily.net – Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda. Di Indonesia. Pendidikan bertujuan untuk mendewasakan manusia melalui Upaya pengajaran serta pelatihan. Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam menyiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja.

Namun baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan kasus yang terjadi di SMKN 2 Solo. Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2025, pihak sekolah SMKN 2 Solo mengalami human eror dalam mengiput data siswa- siswi. Peristiwa ini mengakibatkan siswa-siswi SMKN 2 Solo gagal untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Menempuh perguruan tinggi merupakan sebuah mimpi bagi Sebagian besar pelajar Indonesia karena semakin tinggi Pendidikan yang kita tempuh akan berpengaruh dalam dunia kerja.

Peristiwa ini sangat disayangkan mengingat kesempatan yang dimiliki Siswa-Siswi SMKN 2 Solo untuk masuk perguruan tinggi seharusnya tiga kesempatan yang terdiri dari Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Jalur mandiri, kini hanya tersisa SNBT dan Jalur Mandiri saja.

Walaupun masih memiliki dua kesempatan untuk melanjutkan Pendidikan perguruan tinggi, namun mengingat hanya memiliki dua kesempatan dan persaingan ketat dalam pendaftaran perguruan tinggi menjadikan sebuah tantangan yang besar bagi siswa-siswi serta keluarga murid SMKN 2 Solo.

Kesalahan Fatal
Kasus kegagalan siswa-siswi SMKN 2 Solo untuk mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) menandakan kurangnya dalam sistem Pendidikan di Indonesia. Menurut saya, sebagai guru seharusnya tidak melakukan kelalaian ini mengingat pentingnya proses pendaftaran untuk melanjukan Pendidikan tinggi.

Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi melalui prestasi mereka selama menempuh Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK). Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) merupakan pintu pertama bagi siswa-siswi untuk meraih universitas yang mereka inginkan serta meningkatkan kemampuan mereka melalui perguruan tinggi.

Kelalaian pihak SMKN 2 Solo sangat merugikan bagi banyak orang. Dalam kasus ini, banyak siswa-siswi yang telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Nasional (SNBP). Mereka telah melakukan yang terbaik untuk dapat menjadi siswa-siswi terbaik selama 3 tahun untuk dapat mengikuti seleksi tersebut. Namun akibat kesalahan administrative yang dilakukan oleh pihak sekolah SMKN 2 Solo, kerja keras mereka terbuang sia-sia. Hal ini menyebabkan kekecewaan yang

mendalam. Kekecewaan tidak hanya dirasakan oleh siswa-siswi tetapi juga terhadap orang tua mereka. Orang tua tentunya memiliki harapan tinggi terhadap anak-anak mereka untuk melanjutkan Pendidikan yang lebih tinggi. Tiap hari mereka banting tulang untuk hanya melihat anak-anak mereka mendapatkan Pendidikan yang tinggi.

Ketika mereka melihat anak-anak mereka gagal untuk melanjutkan ke Pendidikan yang lebih tinggi, mereka tentu merasakan kekecewaan serta frustasi
Pihak SMKN 2 Solo telah memberikan tanggung jawab berupa biaya untuk mengikuti bimbingan Pelajaran. Namun hal tersebut menurut saya tetaplah kurang untuk mengobati kekecewaan mereka. Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) merupakan proses yang menjadi awalan bagi siswa siswi SMA maupun SMK untuk melanjutkan kejenjang perguruan tinggi.

Perlunya Peningkatan Sistem Pendidikan
Menurut saya, kasus ini menandakan adanya kelemahan dalam pengawasan dan evaluasi di lingkungan Pendidikan Indonesia. Hal ini seharusnya memiliki mekanisme yang jelas untuk memastikan bahwa seluruh siswa-siswi mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendaftar ke perguruan tinggi.

Seluruh Pihak sekolah yang ada di Indonesia harus memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dalam proses pendaftaran siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Seluruh informasi harus tersampaikan kepada siswa-siswi dan juga orang tua. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) seharusnya memberikan pelatihan serta pelatihan yang lebih kepada seluruh pengurus sekolah-sekolah di Indonesia.

SMKN 2 Solo wajib melakukan evaluasi keseluruhan terhadap orang orang yang terlibat dalam pengurusan sekolah. Mereka harus melakukan evaluasi internal untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dalam sistem pendaftaran ini. Selain itu, pihak sekolah harus melakukan diskusi terbuka kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan evaluasi dari publik serta perbaikan kepercayaan public.

Kasus ini menjadikan pembelajaran berharga bagi instansi Pendidikan mengingat pentingnya Pendidikan bagi seluruh masyarakat. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi setiap individu dan bangsa; oleh karena itu, setiap langkah menuju perbaikan harus dilakukan dengan serius.

Dengan adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses administrasi serta pelatihan bagi staf sekolah, kita dapat berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Siswa berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk meraih impian mereka tanpa terhalang oleh kesalahan administratif yang seharusnya dapat dicegah.***

Larry Maxmillian
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Dampak Twitter (X) terhadap Interaksi Sosial, Konsumsi Informasi, dan Penyampaian Opini Masyarakat

0

Bogordaily.net – Sejak diluncurkan pada tahun 2006, Twitter telah berkembang menjadi salah satu platform media sosial terkemuka di dunia. Dengan fitur utamanya yang memungkinkan pengguna mengirim pesan singkat atau “tweet” hingga 280 karakter, platform ini menjadi sarana efektif untuk berbagi informasi secara cepat. Pada 2023, Twitter melakukan rebranding menjadi X, dengan tujuan memperluas fungsionalitasnya dan meningkatkan pengalaman pengguna (We Are Social, 2023).

Menurut laporan Digital 2023 Indonesia oleh We Are Social, jumlah pengguna aktif Twitter (X) di Indonesia mencapai 24 juta, mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa X semakin menjadi bagian integral dari kehidupan digital masyarakat Indonesia, terutama dalam menyampaikan opini dan mengakses informasi secara real-time (We Are Social, 2023).

Meskipun X menawarkan berbagai manfaat dalam hal komunikasi dan akses informasi, terdapat beberapa permasalahan yang muncul seiring dengan penggunaannya. Salah satunya adalah potensi penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks, yang dapat mempengaruhi opini publik secara negatif.

Sebuah studi oleh Maharani dan Astuti (2024) menunjukkan bahwa kecepatan penyebaran informasi di X sering kali mengalahkan verifikasi fakta, sehingga meningkatkan risiko misinformasi dalam komunitas digital (Maharani & Astuti, 2024).

Selain itu, interaksi yang terjadi di platform ini sering kali bersifat superficial dan dapat mengurangi kualitas komunikasi interpersonal. Menurut penelitian oleh Aldyssa dan Sary (2024), keterlibatan pengguna di X cenderung berfokus pada komentar singkat atau reaksi emosional dibandingkan diskusi mendalam.

Fenomena ini memperkuat “echo chamber”, di mana pengguna hanya terpapar pada perspektif yang mendukung pandangan mereka sendiri, menghambat keberagaman opini (Aldyssa & Sary, 2024).

Sejak rebranding menjadi X, platform ini telah mengalami berbagai inovasi untuk meningkatkan interaksi pengguna. Penambahan fitur seperti “Spaces” memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam diskusi audio secara real-time, sementara integrasi dengan layanan lain memperluas ekosistem platform.

Menurut data dari We Are Social (2023), Twitter/X tetap menjadi platform utama bagi kelompok tertentu, seperti aktivis, jurnalis, dan komunitas penggemar (fandom). Studi terbaru oleh Maharani dan Astuti (2024) menunjukkan bahwa pengguna X lebih aktif dalam menyebarkan informasi dibandingkan platform lain, menjadikannya sebagai sumber utama berita digital.

Namun, penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa algoritma X berkontribusi pada pembentukan opini berdasarkan tren yang muncul, bukan selalu berdasarkan kebenaran faktual (Maharani & Astuti, 2024).

X telah menjadi platform utama bagi masyarakat untuk menyampaikan opini dan pandangan mereka. Studi yang dilakukan oleh Aldyssa dan Sary (2024) menemukan bahwa terpaan media sosial melalui akun X tertentu dapat mempengaruhi perilaku konsumtif pengikutnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konten yang disajikan di X memiliki kekuatan untuk membentuk opini dan mempengaruhi keputusan pembelian pengguna (Aldyssa & Sary, 2024).

Selain itu, topik yang menjadi viral di X sering kali memicu diskusi publik yang luas. Contohnya adalah tren #PercumaLaporPolisi yang sempat viral di Indonesia pada tahun 2022, mencerminkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi tertentu.

Studi yang dilakukan oleh Maharani dan Astuti (2024) menunjukkan bahwa tren ini tidak hanya mencerminkan opini publik tetapi juga dapat memengaruhi kebijakan pemerintah atau respons lembaga tertentu terhadap isu yang diangkat di media sosial (Maharani & Astuti, 2024).

Dengan kemampuannya menyajikan informasi secara real-time, X telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi berita dan informasi. Menurut laporan We Are Social (2023), 55% pengguna X di Indonesia menggunakan platform ini sebagai sumber berita utama, mengalahkan media tradisional seperti televisi dan surat kabar.

Namun, kecepatan penyebaran informasi di X juga menimbulkan tantangan terkait akurasi dan validitas informasi yang diterima oleh pengguna. Studi oleh Maharani dan Astuti (2024) menemukan bahwa banyak pengguna X cenderung membagikan berita tanpa memverifikasi sumbernya terlebih dahulu, sehingga meningkatkan potensi penyebaran misinformasi.

Studi ini juga menyoroti bahwa X sering digunakan untuk mencari berita alternatif atau sudut pandang berbeda dibandingkan media arus utama, yang dapat berdampak pada polarisasi opini publik (Maharani & Astuti, 2024).

X telah membawa perubahan signifikan dalam interaksi sosial, konsumsi informasi, dan penyampaian opini masyarakat. Platform ini memfasilitasi komunikasi yang lebih cepat dan luas, memungkinkan individu untuk menyampaikan pendapat mereka kepada audiens yang lebih besar. Namun, tantangan seperti penyebaran informasi yang tidak akurat dan interaksi yang dangkal tetap menjadi perhatian.

Untuk memaksimalkan manfaat yang ditawarkan oleh X, pengguna perlu meningkatkan literasi digital mereka, termasuk kemampuan untuk mengevaluasi kebenaran informasi dan berinteraksi secara lebih bermakna.

Selain itu, pengembang platform harus terus berinovasi untuk menyediakan fitur yang mendukung interaksi yang sehat dan penyebaran informasi yang akurat. Dengan pendekatan yang tepat, X memiliki potensi untuk terus menjadi alat yang berharga dalam membentuk dinamika sosial dan informasi di masyarakat.***

Larry Maxmilian
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

 

Crisis Manajemen

0

Bogordaily.net – Manajemen krisis merupakan aspek penting dalam operasional organisasi dan perusahaan, yang semakin relevan dalam dunia yang dinamis dan tidak menentu saat ini. Dengan kemajuan teknologi dan globalisasi, informasi dapat menyebar dengan cepat, membuat sebuah organisasi lebih rentan terhadap krisis yang dapat muncul secara tiba-tiba. Krisis dapat berasal dari berbagai sumber, seperti bencana alam, kegagalan teknologi, isu reputasi, atau peristiwa global seperti pandemi COVID-19. Dalam konteks ini, kemampuan organisasi untuk merespons dan mengelola krisis sangat menentukan kelangsungan hidup dan keberhasilan mereka di pasar.

Menurut Coombs (2019), manajemen krisis adalah proses sistematis yang dirancang untuk membantu organisasi mengatasi dan merespons situasi yang tidak terduga secara efektif. Proses ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pencegahan hingga pemulihan. Kegagalan dalam mengelola krisis dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan, kerusakan reputasi, dan bahkan kebangkrutan. Oleh karena itu, banyak organisasi yang mulai mengembangkan dan menerapkan rencana manajemen krisis yang lebih komprehensif dan terintegrasi.

Dalam manajemen krisis, penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang karakteristik dan dinamika krisis. Krisis tidak hanya berdampak pada organisasi itu sendiri, tetapi juga dapat mempengaruhi berbagai pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, dan masyarakat luas. Oleh karena itu, strategi manajemen krisis yang efektif harus mencakup rencana komunikasi yang transparan dan responsif, agar organisasi dapat mempertahankan kepercayaan publik dan stakeholder.

Selain itu, banyak penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang belajar dari pengalaman krisis dan menerapkan strategi adaptif dapat meningkatkan ketahanan mereka terhadap tantangan di masa depan. Ini menunjukkan bahwa manajemen krisis bukan hanya tentang respons jangka pendek, tetapi juga tentang pengembangan kapasitas untuk menghadapi kemungkinan krisis di masa mendatang.

Dengan semua faktor ini, penelitian dan analisis mendalam tentang manajemen krisis menjadi sangat penting. Tujuannya adalah untuk membantu organisasi mempersiapkan diri dan mengembangkan respons yang efektif ketika krisis terjadi, serta memastikan keberlangsungan operasional dalam menghadapi tantangan yang tidak terduga.

Tujuan praktikum

  1. Menganalisis strategi manajemen krisis. Mengidentifikasi dan menganalisis langkah-langkah yang diambil organisasi dalam menghadapi krisis, serta mengevaluasi efektivitasnya.
  2. Mengidentifikasi faktor-faktor kunci Mengeksplorasi faktor yang mempengaruhi keberhasilan manajemen krisis, seperti budaya organisasi, komunikasi, dan kepemimpinan.
  3. Menyusun rekomendasi Merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan strategi manajemen krisis berdasarkan temuan analisis dan faktor kunci yang diidentifikasi.
  4. Meningkatkan pemahaman peserta. Meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya persiapan dan respons dalam manajemen krisis, serta dampaknya terhadap organisasi.

Tinjauan Pustaka

  1. Definisi Manajemen Krisis: Menurut Coombs (2019), manajemen krisis adalah proses yang dirancang untuk membantu organisasi mengatasi dan merespons situasi yang tidak terduga dengan cara yang efektif.
  2. Tahapan Manajemen Krisis: Mitroff (2018) mengidentifikasi beberapa tahapan dalam manajemen krisis, termasuk pencegahan, persiapan, respons, dan pemulihan. Setiap tahap memiliki strategi dan tindakan yang spesifik untuk meminimalkan dampak krisis.
  3. Peran Komunikasi: Penelitian oleh Fearn-Banks (2020) menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif selama krisis sangat penting. Organisasi yang transparan dan responsif dalam komunikasi dapat mempertahankan kepercayaan publik dan stakeholder.
  4. Studi Kasus Terkini: Dalam artikel Smith et al. (2021), penulis menganalisis respons perusahaan teknologi X terhadap serangan siber. Penelitian ini menemukan bahwa strategi komunikasi internal dan pelatihan karyawan memainkan peran penting dalam mitigasi risiko.
  5. Rekomendasi untuk Praktik Terbaik: Menurut penelitian Liu dan Zhao (2022), organisasi harus mengembangkan rencana manajemen krisis yang fleksibel dan berbasis data untuk dapat menanggapi berbagai jenis krisis dengan lebih baik.

Contoh kasus

  1. Manajemen Krisis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Di Masa Pandemi COVID-19

Pendahuluan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan perusahaan yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Negara Indonesia (BUMN) yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT kereta Api Indonesia (Persero) meliputi angkutan penumpang dan barang Hampir semua jalur yang beroperasi memiliki layanan angkutan kereta api penumpang yang dijalankan secara teratur. Sebagai perusahaan yang mengelola perkeretaapian di Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah banyak mengoperasikan KA penumpangnya, baik KA Utama (Komersil dan Non Komersial), maupun KA Lokal di Jawa dan Sumatera, yang terdiri dari KA Eksekutif, KA Bisnis, KA Ekonomi, KA Campuran (Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi), KA Lokal, KRL (Commuter Line). Selain itu, Angkutan barang yang dikelola oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) seperti Peti Kemas, barang packaging, retail dan curah baik cair maupun padat

Coronavirus Diseases (COVID-19) yang menerpa seluruh dunia selama kurun selama dua tahun terakhir ini menimbulkan krisis dalam berbagai sektor mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, industri dll. Virus COVID pertama ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir tahun 2019 ini sudah merenggut ribuan hingga jutaan jiwa di seluruh dunia. Sehingga WHO (World Health Organization) telah menetapkan peristiwa tersebut sebagai pandemi COVID 19. Penetapan status pandemi pada wabah ini tentu diakibatkan dari besarnya kasus yang terjadi di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia.

Pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi meluasnya penularan virus COVID-19 mengeluarkan beberapa kebijakan seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada awal maret 2020 dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diberlakukan sejak awal juli 2021. Dampak dari adanya kebijakan ini masyarakat diwajibkan untuk menjalankan protokol kesehatan contohnya mencuci tangan, menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah dan masih banyak lagi.

Pembatasan-pembatasan yang diberlakukan ini menimbulkan kelumpuhan dalam berbagai sektor, Salah satunya dalam bidang transportasi. Bidang transportasi sebagai sarana masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari hari terkena dampak yang cukup besar dikarenakan aktivitas masyarakat di luar rumah menjadi berkurang selama masa pemberlakuan pembatasan tersebut. Sehingga penyedia jasa layanan transportasi yang beroperasi mengalami kerugian yang cukup besar karena penumpang yang berkurang untuk menggunakan jasa layanan transportasi selama masa pandemi COVID-19

Landasan teoritis

Konsep yang dipakai dalam penelitian ini adalah konsep manajemen krisis dari Firsan Nova. Nova (2009:142) pada bukunya menjelaskan bahwa upaya penanggulangan krisis pada proses manajemen krisis dilakukan melalui beberapa proses tahapan diantaranya identifikasi, isolasi dan pemulihan. Tiga langkah merupakan langkah yang sangat penting pada upaya penanggulangan krisis dalam proses manajemen krisis. Hal ini berperan untuk menyelesaikan dan mengakhiri krisis. Langkah ini sangat penting dilakukan agar krisis tidak terus menjalar kepada kerusakan yang lebih besar. Langkah intervensi dini dilakukan pada tahapan akut, dimana krisis sudah mulai terbentuk. Identifikasi krisis merupakan tahap pertama yang bertujuan untuk mengetahui sumber, akar permasalahan ataupun faktor penyebab terjadinya krisis.

langkah ini merupakan langkah pertama yang dilakukan sebelum perusahaan mengambil tindakan untuk menangani krisis secara langsung, Proses identifikasi krisis ini dilakukan meliputi pencarian fakta dan mengumpulkan berbagai informasi terkait dengan krisis yang dialami perusahaan, proses identifikasi krisis memudahkan perusahaan untuk menentukan tindakan yang efektif dalam menanggulangi krisis Setelah perusahaan berhasil mengumpulkan informasi dan fakta fakta terkait faktor penyebab terjadinya krisis serta berbagai informasi yang berhubungan dengan krisis yang dialami perusahaan melalui proses identifikasi krisis, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah isolasi krisis Isolasi krisis adalah tahap selanjutnya yang merupakan proses pencegahan agar krisis tidak semakin meluas, maka dari itu krisis di isolasi dan mulai dikarantina sesuai jangka waktu terjadinya krisis.

Pada tahapan ini perusahaan sudah mempunyai perencanaan dan menjalankan tindakan strategi yang tepat untuk menanggulangi krisis yang mengacu pada hasil dari identifikasi krisis yang telah dilakukan. Langkah yang perlu dilakukan setelah krisis terkendalikan melalui proses identifikasi dan isolasi adalah pemulihan. Pemulihan krisis merupakan langkah terakhir yang perlu dilakukan setelah krisis terkendalikan melalui proses identifikasi dan isolasi. Perusahaan tentunya perlu melakukan pemulihan atau recovery pasca krisis terjadi. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat bangkit serta beroperasional secara normal kembali. Kebangkitan sebuah perusahaan dari sebuah krisis tentunya ditentukan oleh bagaimana manajemen krisis yang dilakukan oleh Perusahaan

Manajemen krisis merupakan suatu bentuk tindakan untuk merespon dan menyelesaikan masalah terkait krisis yang muncul melalui kemungkinan strategi manajemen krisis. Kriyantono (2015:180) menjelaskan manajemen krisis sebagai usaha yang dilakukan oleh organisasi untuk mengatasi krisis yang terjadi. Krisis memiliki dampak yang negatif yang dapat mengancam sebuah organisasi ataupun perusahaan.

Kasali (2003:225) mendefinisikan krisis sebagai suatu kondisi tidak stabil yang dialami oleh sebuah perusahaan yang dilihat dari adanya perubahan perubahan signifikan yang mengarah pada keadaan terancam. Perubahan tersebut memiliki kemungkinan apakah sesuai dengan yang terjadi ataupun tidak yang mana pada akhirnya akan melahirkan sebuah perubahan yang lebih baik. Public Relations menurut IPRA dalam Cutlip,Center, dan Broom (2006:5) adalah sebuah peran manajemen dalam membangun serta menjaga hubungan yang antara organisasi dan khalayaknya dapat menjadi awal keberhasilan atau kegagalan.

Peranan seorang public relations adalah menciptakan situasi dan kondisi secara kondusif pasca perusahaan atau lembaga mengalami krisis serta mengelola krisis dengan baik. Keberhasilan juga kegagalan sebuah perusahaan dalam menghadapi krisis ditentukan oleh bagaimana seorang Public Relations menghadapi sebuah krisis. Nova (2009:43) dalam bukunya menyebutkan bahwa H. Fayol mengkategorikan bahwa sasaran kegiatan Public Relations salah satunya adalah menghadapi krisis (facing of crisis) dalam hal ini seorang Public Relations perlu mempunyai keahlian dalam menangani complaint serta menghadapi krisis yang sedang terjadi dengan membuat sebuah manajemen krisis dan Public Relations recovery of image yang bertujuan untuk memperbaiki lost of image and damage. Dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan Public Relations juga mempunyai beberapa peranan diantaranya adalah sebagai penasehat ahli (expert prescriber), Fasilitator komunikasi (communication facilitator), Fasilitator proses pemecahan masalah (problem solving process facilitator) dan teknisi komunikasi (communication technician).

Dalam hal ini peranan public relations dalam menghadapi krisis adalah sebagai fasilitator proses pemecahan masalah (problem solving process facilitator). praktisi public relations merupakan bagian dari tim manajemen yang bertujuan untuk membantu pimpinan perusahaan baik sebagai penasihat sampai ikut andil dalam mengambil tindakan ataupun keputusan dalam mengatasi permasalahan krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional. Menghadapi sebuah krisis, perusahaan pada umumnya akan membentuk tim posko atau tim emergency crisis yang melibatkan berbagai departemen dan keahlian dalam satu tim khusus yang dikoordinir oleh praktisi ahli dalam bidang

public relations untuk membantu menangani perusahaan yang sedang didera krisis. Maka dari itulah seorang public relations memiliki peranan dalam menghadapi krisis, ketika krisis berhasil ditangani secara tidak langsung public relations telah memecahkan permasalahan sekaligus menyelamatkan reputasi serta citra perusahaan. Dengan demikian fungsi public relations menjadi sangat penting untuk memulihkan citra sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Nova dalam Muchtar dan Aliyudin (2019) dimana fungsi utama public relations adalah untuk menciptakan hubungan baik antara perusahaan dengan publiknya baik internal maupun eksternal dalam rangka memberikan pengertian, meningkatkan motivasi serta partisipasi publik untuk menciptakan opini publik yang menguntungkan lembaga.

Hasil dan pembahasan

Praktisi Public Relations akan selalu berhubungan dengan penerapan fungsi manajemen untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya. Hal ini dikarenakan Public Relations memiliki peran dan fungsi untuk mengelola, mengatur, serta menjaga nama baik sebuah perusahaan atau organisasi. Suwarno (2018:131) menjelaskan fungsi public relations yaitu untuk membantu perusahaan dalam memelihara hubungan baik dengan seluruh publik yang berhubungan dengan perusahaan.

Manajemen Krisis merupakan bagian dari pelaksanaan manajemen krisis yang pengendalian krisis ini menjalankan proses manajemen untuk mengendalikan krisis yang terjadi dan memulihkan kondisi perusahaan pasca krisis. Silviani (2020:127) mendefinisikan manajemen krisis sebagai suatu proses pengelolaan manajemen untuk menanggulangi krisis yang tengah dihadapi oleh perusahaan. Hidup dan matinya sebuah perusahaan dalam situasi krisis di tentukan oleh oleh bagaimana manajemen krisis itu dilakukan.

Manajemen krisis akan dianggap berhasil jika telah melewati tahapan tahapan sampai pada akhirnya menghasilkan suatu perubahan, Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti peroleh dari beberapa informan yang merupakan perwakilan dari Unit Public Relations (USP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang telah melaksanakan manajemen krisis sebagai upaya dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang memiliki dampak pada aktivitas perusahaan sebagai penyedia jasa layanan angkutan kereta api di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menyebutkan manajemen krisis yang dilakukan oleh Unit Public Relations (USP) adalah dengan mempersiapkan tiga tahapan yaitu, tahap Identifikasi krisis, tahap isolasi krisis.

  1. ANALISIS MANAJEMEN KRISIS: STUDI KASUS PADA PT INDOFOOD INDONESIA INDOMIE

Pendahuluan

manajemen bisnis merupakan fenomena yang tidak terhindarkan dan memerlukan penanganan yang tepat untuk meminimalisir dampak negatif terhadap perusahaan. PT Indofood Indonesia, sebagai salah satu produsen makanan terbesar di Asia Tenggara, baru-baru ini menghadapi situasi krisis terkait penarikan produk Indomie di Taiwan. Produk yang dikirim tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh negara tersebut, yang berdampak pada citra dan operasional perusahaan. Kejadian ini menunjukkan pentingnya memiliki sistem manajemen krisis yang efektif dan responsif. Dalam dunia bisnis, krisis dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari masalah kualitas produk hingga isu-isu regulasi dan kepatuhan,

Krisis yang dialami PT Indofood Indonesia ini tidak hanya berpotensi merusak reputasi merek yang telah dibangun selama bertahun-tahun, tetapi juga dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen dan mitra bisnis di pasar internasional. Oleh karena itu, manajemen krisis yang baik harus mencakup langkah-langkah proaktif dalam mengidentifikasi potensi masalah, mengembangkan rencana kontingensi, serta memiliki strategi komunikasi yang efektif untuk menjaga hubungan dengan para pemangku kepentingan. Penarikan produk Indomie di Taiwan menjadi contoh nyata bagaimana ketidaksesuaian dengan standar internasional dapat menimbulkan krisis yang signifikan.

Hal ini menggarisbawahi pentingnya bagi perusahaan multinasional seperti PT Indofood Indonesia untuk memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku di setiap pasar tempat mereka beroperasi. Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan bahwa seluruh rantai pasokannya mampu menjaga kualitas dan standar yang telah ditetapkan, guna menghindari terjadinya masalah serupa di masa mendatang. Krisis ini juga menyoroti peran penting komunikasi dalam manajemen krisis.

PT Indofood Indonesia perlu memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada konsumen, pemerintah, dan media untuk mengendalikan narasi dan meredakan kekhawatiran. Melalui langkahlangkah yang tepat, perusahaan dapat memperbaiki situasi dan memulihkan kepercayaan publik, sekaligus mengambil pelajaran berharga untuk memperkuat sistem manajemen krisis mereka di masa depan.

Landasan teori

Manajemen krisis adalah sebuah proses esensial bagi setiap organisasi untuk menghadapi dan mengatasi situasi yang tidak diharapkan, yang bisa mengancam stabilitas dan merugikan organisasi serta pihak terkait (Lufritayanti & Annisa, 2013). Proses ini melibatkan persiapan yang matang dan respons yang cepat terhadap krisis yang timbul secara tak terduga, yang potensial mempengaruhi jalannya bisnis dan reputasi perusahaan secara keseluruhan. Krisis bisa muncul pada berbagai tingkatan, baik pada individu, kelompok, maupun organisasi, dan sering kali membutuhkan keputusan strategis yang tepat dalam menghadapinya, sesuai dengan perubahan-perubahan yang mempengaruhi mereka (Charles An & M. Midhat, 2021).

Istilah “krisis” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “keputusan.” Ketika organisasi menghadapi krisis, mereka dihadapkan pada kebutuhan untuk membuat keputusan penting dalam mengelola situasi tersebut. Hal ini mencakup identifikasi awal, penilaian dampak potensial, dan implementasi strategi yang efektif untuk mengurangi atau menghilangkan konsekuensi negatif dari krisis tersebut. Manajemen krisis tidak hanya tentang menangani masalah saat terjadi, tetapi juga melibatkan upayaupaya pencegahan dan persiapan sebelum krisis benar-benar terjadi.

Dalam konteks modern, manajemen krisis menjadi semakin penting karena kompleksitas lingkungan bisnis yang terus berubah dan ekspektasi yang semakin tinggi dari pihak-pihak terkait terhadap respons yang cepat dan transparan dari organisasi. Organisasi yang memiliki rencana manajemen krisis yang baik cenderung lebih mampu bertahan dan pulih dengan lebih efektif dari situasi krisis, sementara yang tidak mempersiapkan diri bisa menghadapi kerugian yang signifikan baik dari segi finansial maupun reputasi.

Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan dan implementasi manajemen krisis yang kuat merupakan langkah strategis yang penting bagi setiap organisasi yang ingin memastikan kelangsungan operasional dan integritas mereka dalam menghadapi tantangantantangan tak terduga. Yosal Iriantara dalam kajiannya menyebutkan bahwa manajemen krisis merupakan salah satu respons yang dibutuhkan organisasi dalam menghadapi perubahan di lingkungan eksternal mereka (Yosal, 2004).

Para ahli juga mengakui bahwa manajemen krisis memiliki potensi untuk berdampak negatif dan mengganggu tatanan yang sudah ada, sehingga penting untuk dilakukan upaya pencegahan guna mengurangi risiko yang mungkin timbul. Tujuan utama dari manajemen krisis adalah untuk mengurangi atau menghentikan dampak negatif yang ditimbulkan oleh krisis terhadap perusahaan. Hal ini dilakukan melalui persiapan yang matang sebelum krisis terjadi, serta penerapan strategi dan taktik yang sesuai untuk mengelola situasi secara efektif. Selain itu, manajemen krisis juga bertujuan untuk meredam ketegangan yang mungkin muncul di internal organisasi saat menghadapi krisis yang serius.

Implementasi manajemen krisis yang efektif melibatkan langkah-langkah seperti identifikasi awal tanda-tanda krisis, analisis menyeluruh terhadap akar masalah, pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta komunikasi yang transparan dengan semua pihak terkait. Dengan demikian, organisasi dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan-tantangan tak terduga yang dapat mengancam stabilitas dan reputasi mereka. Menurut Charles (2021), manajemen krisis melibatkan serangkaian tahapan penting untuk mengelola situasi krisis secara efektif.

Tahap pertama adalah pra-krisis, di mana organisasi melakukan persiapan yang matang untuk mengantisipasi dan mencegah krisis. Ini mencakup penyusunan rencana manajemen krisis yang komprehensif, pembentukan tim khusus yang terlatih, serta pelatihan bagi anggota tim dalam menangani situasi darurat. Langkah selanjutnya adalah tahap identifikasi krisis, di mana organisasi berupaya mengenali tanda-tanda awal krisis dan menentukan jenis krisis yang sedang dihadapi. Kemampuan untuk cepat mengenali dan memahami karakteristik krisis sangat penting untuk merumuskan respons yang tepat dan efisien.

Analisis krisis merupakan tahap yang krusial untuk memahami akar permasalahan. Organisasi melakukan analisis mendalam terhadap penyebab krisis, mengevaluasi faktorfaktor pemicunya, serta memahami sejauh mana dampak krisis tersebut terhadap berbagai aspek operasional dan reputasi perusahaan. Setelah identifikasi dan analisis dilakukan, tahap berikutnya adalah penanggulangan krisis. Organisasi menetapkan strategi dan tindakan konkret yang perlu dilakukan untuk mengatasi krisis dengan maksimal. Ini melibatkan koordinasi intensif antar tim, komunikasi yang efektif, serta implementasi dari rencana manajemen krisis yang telah disiapkan sebelumnya.

Kesimpulan

Krisis human error terjadi ketika kesalahan yang dilakukan manusia menyebabkan situasi krisis atau darurat. Dalam kasus Indomie, kurangnya pengawasan dan standarisasi dalam proses ekspor menjadi akar permasalahan. Kesalahan ini mengakibatkan masalah serius di Taiwan dan berpotensi mempengaruhi reputasi serta kepercayaan masyarakat terhadap merek tersebut. Penanganan krisis oleh Indomie melibatkan berbagai pihak seperti Kementerian Perdagangan (KEMENDAG), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta media. KEMENDAG bertanggung jawab dalam mengatur dan memastikan kepatuhan dalam perdagangan internasional, sementara BPOM mengawasi aspek keamanan makanan. Media juga berperan penting sebagai penghubung dalam menyampaikan informasi kepada publik. Langkahlangkah yang dapat dilakukan dalam menangani krisis ini mencakup tahap-tahap krisis, yaitu pra-krisis, krisis akut, dan pascakrisis. Pada tahap pra-krisis,

perusahaan perlu melakukan perbaikan pada sistem pengawasan dan standarisasi untuk mencegah terjadinya kesalahan serupa di masa depan. Selama krisis akut, penting untuk membentuk tim khusus, mengevaluasi risiko, dan menjalin komunikasi baik internal maupun eksternal untuk mengatasi dampak yang timbul. Setelah krisis terkendali, tahap pasca-krisis melibatkan pemulihan reputasi serta evaluasi menyeluruh terhadap proses yang telah berlalu. Kolaborasi yang efektif antara semua pihak terkait, termasuk pemerintah, regulator, dan media, menjadi kunci dalam penanganan krisis dengan sukses. Ini tidak hanya membantu mengatasi situasi saat ini tetapi juga mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi tantangan serupa di masa depan dengan lebih baik.

  1. Strategi Manajemen Krisis PT. Z dalam Membangun Reputasi Perusahaan di Bidang Otomotif (Studi Kasus Rangka Q)

Pendahuluan

Dalam era globalisasi serta teknologi yang semakin pesat, komunikasi telah menjadi pondasi utama dalam segala bidang di kehidupan manusia. Komunikasi bukan hanya tentang penyampaian pesan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut diinterpretasikan, diterima, lalu direspon oleh penerima. Keberhasilan komunikasi terletak pada kemampuan kita menggunakannya dengan kesadaran emosional, oleh sebab itu kegagalan komunikasi seringkali timbul ketika kita tidak mampu mengendalikan emosi kita secara tepat (Effendy, 2018). Dapat kita simpulkan bahwa komunikasi akan berjalan lancar apabila kita rencanakan dengan matang serta berpikir jernih sebelum memberikan pesan. Sama halnya dengan menjaga reputasi perusahaan. Reputasi perusahaan (corporate reputation) atau dikenal juga sebagai reputasi korporat, merupakan hasil keseluruhan penilaian yang dilakukan oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan,

dimana penilaian ini didasari oleh cara mereka melihat dan menafsirkan citra perusahaan yang disampaikan melalui komunikasi (Herwin & Abadi, 2019). Pada Bulan Agustus 2023, beredar video yang menampilkan sebuah motor yang diproduksi oleh PT. Z sedang ditegakkan dengan standar tengah di suatu bengkel. Seorang montir menggoyang-goyangkan bagian stang stir, memperlihatkan motor tersebut bergoyang seakan hampir terpisah antara bagian atas dan kursi pengemudi dengan bagian mesin serta ban belakang. Video tersebut menandakan ada permasalah pada rangka motor produksi PT. Z. Pada tahun 2019, PT. Z memperkenalkan rangka motor yang diklaim menghasilkan kualitas rangka terbaik dengan bobot yang jauh lebih ringan supaya memberikan kemudahan dalam berkendara di jalan. Sebut saja rangka tersebut bernama rangka Q. Dalam beberapa video yang beredar, banyak yang memperlihatkan motor produksi PT. Z yang menggunakan rangka Q berkaratan, keropos, maupun patah.

Akibat viralnya video tersebut, PT. Z mengunggah video klarifikasi di akun Instagram resmi mereka mengenai rangka tersebut. Respon netizen yang mengaku sebagai pelanggan PT. Z cukup kecewa, bisa terlihat dari kolom komentar yang menyindir karena PT. Z dianggap tidak serius menanggapi kasus ini. Hal ini tentu bisa berdampak pada reputasi PT. Z. Dalam kasus ini, bisa dikatakan bahwa PT. Z telah mengalami crisis public relations. Crisis public relations dapat terjadi ketika perusahaan atau organisasi menghadapi situasi yang dapat merusak reputasi secara serius, oleh karena itu penting untuk membatasi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh krisis (Puspitasari, 2020). Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “Strategi Crisis Public Relations PT. Z Dalam Membangun Pertahanan Reputasi Perusahaan dalam Bidang Otomotif (Studi Kasus Rangka Q)”. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori utama yaitu crisis public relations. Ada satu bidang public relations, yang berfokus pada reputasi perusahaan, yaitu crisis public relations.

Crisis public relations adalah suatu situasi, rumor, atau informasi yang berdampak negatif terhadap reputasi, citra, dan kredibilitas perusahaan. Semakin parah krisisnya, dampaknya bagi perusahaan juga semakin besar. Hal ini bisa disebabkan oleh liputan negatif yang berdampak buruk pada operasi bisnis perusahaan. Pemberitaan media atau isu yang beredar bisa jadi benar tapi bisa saja tidak, tetapi kedua hal tersebut dapat berpotensi mempengaruhi citra seseorang atau perusahaan. Suatu situasi diklasifikasikan sebagai crisis public relations ketika diketahui oleh

publik dan menyebabkan munculnya pandangan negatif terhadap perusahaan (Nova et al., 2020). Oleh karena itu, salah satu tugas public relations adalah mengklarifikasi terhadap laporan media yang tidak seimbang atau bersifat menjelekkan perusahaan. Praktisi public relations juga harus tahu skenario terburuk yang mungkin terjadi dan harus mempunyai contingency plan (rencana cadangan) untuk menghadapinya. Perencanaan krisis dapat dilakukan dengan membentuk tim yang bertanggungjawab dalam mengatasi krisis, dimana setiap anggota tim memiliki tanggung jawab dan tugas spesifik.

 

Metode penelitian

Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data terdiri dari dua sumber data: yaitu primer dan sekunder. Menurut Ichsan & Ali (2020), data primer adalah informasi yang diperoleh secara langsung dari sumber, dalam hal ini terkait dengan respons dan strategi public relations yang digunakan oleh PT. Z selama krisis Rangka Q.

Data primer tersebut antara lain:

  1. a) Wawancara Wawancara mendalam dilakukan dengan beberapa narasumber yang mengetahui kronologi kasus rangka Q serta memahami betul strategi atau langkah-langkah public relations dalam menghadapi krisis. Kriteria narasumber terdiri dari dua sisi, yaitu internal (bekerja dalam PT. Z) serta eksternal (konsumen atau pengamat kasus) untuk mendapatkan hasil yang netral.
  2. b) Observasi Peneliti melakukan observasi secara non-partisipan dengan mendatangi berbagai tempat namun tidak terlibat aktif dalam kegiatan. Peneliti hanya mengobservasi atau mengamati. Selanjutnya menurut Ichsan & Ali (2020), data sekunder adalah informasi yang diperoleh dari sumber yang sudah tersedia, seperti laporan resmi, dokumen internal perusahaan, artikel berita, dan publikasi terkait krisis Rangka Q. Data sekunder diperoleh melalui antara lain:
  3. a) Dokumentasi Peneliti menganalisis berbagai dokumen terkait krisis, termasuk press release, pernyataan resmi, laporan internal, dan dokumentasi lainnya yang diterbitkan oleh PT. Z selama periode krisis.
  4. b) Penelusuran Internet Peneliti melakukan penelusuran internet untuk mengumpulkan informasi terbaru terkait kasus Rangka Q. Sumber-sumber online seperti berita, artikel, wawancara, analisis, dari media dan platform terpercaya. Untuk teknik pengolahan data dan analisis yang digunakan peneliti adalah Miles dan Huberman dalam Hasanah (2016) antara lain:
  5. a) Pengumpulan Data Mengumpulkan data kualitatif dari berbagai data primer dan sekunder.
  6. b) Reduksi Data Data yang terkumpul, mencakup wawancara, hasil observasi, dokumentasi, dan penelusuran internet, akan dirangkum. Prologia
  7. c) Penyajian Data Penyajian data merupakan langkah kunci dalam proses penelitian dan analisis data. Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks naratif atau transkrip.
  8. d) Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi Data Untuk memastikan keakuratan hasil analisis, hasil akan divalidasi melalui proses verifikasi. Verifikasi dilakukan dengan triangulasi data, memeriksa konsistensi antara sumber data, dan memberikan kesempatan kepada narasumber untuk memberikan masukan atau klarifikasi tambahan.

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dan data-data yang diperoleh peneliti melalui hasil observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penelusuran internet, peneliti menyimpulkan beberapa hal yang menjadi hasil dari penelitian sebagai berikut. Pertama, Perusahaan yang sedang mengalami suatu krisis, respon cepat serta transparansi dan kejujuran selama krisis menjadi faktor yang krusial. Publik akan memberikan dukungan lebih besar apabila perusahaan yang sedang mengalami krisis terbuka tentang masalah yang dihadapinya dan memberikan informasi secara akurat. Prologia.

Oleh karena itu membangun budaya transparansi dan komunikasi krisis penting untuk meraih kembali kepercayaan publik. Kedua, berdasarkan olahan data, evaluasi dari crisis public relations menunjukkan perlunya memperkuat strategi manajemen krisis dalam jangka waktu yang panjang. Perusahaan perlu memiliki rencana terstruktur untuk menghadapi krisis yang mungkin akan terjadi di masa depan. Harapannya ke depan nanti, perusahaan akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan manajemen krisis serta membangun fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan nanti.

  1. Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Dalam Membentuk Citra Positif

Pendahuluan

Bank syariah Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang mengalami krisis akibat adanya gangguan yang diakibatkan oleh serangan siber. Bank syariah Indonesia yang sudah berjalan beberapa tahun dengan mulus ternyata menghadapi krisis dimana terkena serangan siber yang mengakibatkan layanan perbankan sempat lumpuh dan dikeluhkan oleh para nasabah bank syariah Indonesia. Bank syariah Indonesia bukan satu-satunya bank di Indonesia yang terkena serangan siber, hal ini mengakibatkan para nasabah berhati-hati karena ketakutan akan diretasnya akun perbankan mereka.

Masalah siber yang diakibatkan oleh peretas ini meyakinkan publik bahwa sistem pertahanan siber bank di Indonesia tidak kuat, hal tersebut bisa dilihat bagaimana sistem bank syariah Indonesia dapat diretas dengan mudah. Lemahnya keamanan siber dari bank syariah Indonesia membuat layanan dari bank syariah Indonesia sempat tumbang dimana hal tersebut membuat publik menjadi marah karena belum adanya informasi lanjutan dari pihak bank syariah Indonesia. Terkait permasalahan tumbangnya layanan bank syariah Indonesia yang disebabkan oleh peretas menyebabkan krisis pada perusahaan yang membuat publik terganggu kenyamanan dan keamanannya.

Oleh karena itu bank syariah Indonesia khususnya Public Relations berperan dalam mengatasi dan menangani permasalahan dan krisis tersebut. Sehingga Public Relations perusahaan juga melaksanakan tugas dan tanggung jawab perusahaan dalam menjaga citra dari perusahaan tersebut. Manajemen krisis merupakan sebuah proses yang menggunakan aktivitas Public Relations untuk mengatasi akibat negatif, manajemen krisis merupakan tanggung jawab seorang Public Relations. Pentingnya Public Relations Bank Syariah Indonesia dalam menangani krisis ini membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Manajemen krisis Bank Syariah Indonesia dalam membentuk citra positif ”

Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Pembahasan berikut ini mengenai manajemen krisis yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia dalam membentuk citra positif. Pembahasan ini menggunakan teori manajemen Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Dalam Membentuk Citra Positif 2024 krisis dari W. Timothy Coombs yang memiliki 3 tahapan yaitu Pra-Krisis, Respon Krisis, dan Pasca Krisis

  1. Pra-Krisis Pra-Krisis merupakan pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi resiko yang diketahui dan mengarah kepada krisis. Tahap pra-krisis ini digunakan untuk mengetahui resiko serta krisis yang terjadi. Dalam tahapan ini yang dilakukan oleh pihak Bank Syariah adalah dengan monitoring secara berkala melalui media massa, dimana hal ini dilakukan setiap hari untuk memantau kegiatan operasional dan tingkat operasional. Setelahnya untuk menghalangi krisis yang terjadi dilakukan kegiatan monitorin dan mapping untuk menentukan strategi dan taktik yang digunakan untuk menghadapi krisis nantinya, berkoordinasi dengan pihak-pihak internal. Persiapan yang dilakukan juga dengan kegiatan monitoring serta mapping, dengan terus memantau secara berkala serta mengatur strategi serta taktik menghadapi dan menghalangi krisis nantinya.
  2. Respon Krisis Tahap Respon Krisis adalah tahapan dimana manajemen menjelaskan apa yang akan dilakukan pada saat krisis. Hal ini dilakukan untuk menjelaskan cara atau kegiatan yang dilakukan pada saat krisis terjadi. Bank Syariah Indonesia menjelaskan kepada publik mengenai krisis yang terjadi dengan melakukan mapping, disini untuk menentukan strategi dan taktik yang akan dipakai untuk menjelaskan krisis kepada publik. Bank syariah menyiapkan holding statement dan jawaban atas pertanyaan yang diberikan serta memberikan pernyataan di media sosial. Saat terjadinya krisis, bank syariah indonesia tetap melakukan mapping terhadap krisis tersebut setelahnya mengeluarkan statement dan memunuclkan isuisu positif untuk merecovery isu-isu negatif melalui media sosial.
  3. Pasca Krisis Tahap Pasca Krisis merupakan tahapan dimana perusahaan menjalankan operasional seperti biasa, krisis yang terjadi sudah bukan menjadi perhatian utama tetapi masih tetap pada pantauan., Hal 13-23 Setelah krisis terjadi bank syariah Indonesia melakukan komunikasi summit untuk menyampaikan visi dan misi ke pihak internal, serta bank syariah Indonesia menggandeng influencer yaitu putri ariani. Influencer seperti putri ariani ini memiliki citra positif yang nantinya memberikan kesan positif kepada nasabah. Saat krisis dilihat cukup mereda pihak bank syariah Indonesia tetap melakukan monitoring dengan komunikasi minute by minute, hal ini dilakukan untuk memantau krisis yang terjadi sudah selesai atau masih berlanjut.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan mengenai manajemen krisis bank syariah Indonesia yaitu ada 3 tahapan Pra-Krisis, Respon Krisis, dan Pasca Krisis dalam membentuk citra positif. Maka kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Hasil penelitian ini menggunakan teori W. Timothy Coombs dengan 3 tahapan (PraKrisis, Respon Krisis, dan Pasca Krisis).a. Pra Krisis Pada tahap ini pihak bank syariah Indonesia melakukan kegiatan monitoring melalui media massa dan media sosial untuk mengidentifikasi serta mempersiapkan strategi dan taktik disaat krisis terjadi. Koordinasi dengan pihak internal juga dilakukan untuk menghalangi krisis yang terjadi. Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Dalam Membentuk Citra Positif b. Respon Krisis Pada tahap respon krisis bank syariah Indonesia melakukan kegiatan mapping dimana hal ini dilakukan untuk menetapkan strategi dan taktik untuk mengenalkan serta menjelaskan krisis kepada publik. Tim internal juga melakukan komunikasi kepada untuk mengeluarkan statement dan mengeluarkan isu-isu positif. c. Pasca Krisis Pasca krisis merupakan tahap dimana krisis bukan menjadi perhatian utama tapi masih dalam pantauan. Bank syariah Indonesia melakukan communication summit untuk menyampaikan visi misi kepada pihak internal yang bertujuan untuk lebih siap menghadapi krisis yang akan datang. Adapun bekerjasama dengan influencer untuk memberikan kesan positif bagi nasabah, untuk memastikan bahwa krisis sudah selesai pihak bank syariah Indonesia tetap melakukan kegiatan monitoring minute by minute untuk memastikan krisis sudah selesai.
  2. Membentuk Citra Positif Dalam membentuk citra positif bank syariah Indonesia menggandeng influencer yang memberikan kesan positif kepada nasabah dan juga mengadakan press conference dimana para direksi secara langsung turun untuk meyakinkan nasabah bahwa bank syariah Indonesia serius. Adanya perubahan yang disebabkan oleh krisis yang terjadi membuat pihak internal bank syariah Indonesia lebih semangat dalam memberikan layanan serta kenyamanan kepada nasabah.

 

  1. MANAJEMEN KRISIS PT. BERKAH WONG CILIK “SHABU HACHI” DI MASA PANDEMI COVID-19

Pendahuluan

Salah satu perusahaan makanan minuman yang terkena krisis pada masa pandemi adalah PT. Berkah Wong Cilik “Shabu Hachi”. Pada bulan pertama, hampir 50% dari seluruh karyawan Shabu Hachi dirumahkan. Pada bulan kedua, karyawan yang dirumahkan meningkat menjadi 60%.

Kemudian pada bulan ketiga dan keempat, kondisi ekonomi di Indonesia semakin memburuk sehingga restoran Shabu Hachi terpaksa merumahkan karyawannya sebanyak 80%. Dampak pandemi COVID-19 membuat seluruh outlet Shabu Hachi tutup selama kurang lebih 5 (lima) bulan dan terpaksa merumahkan seluruh karyawan (Shabu Hachi, 2021).

Shabu Hachi merupakan salah satu restoran Jepang berkonsep all-you-can-eat dan sebagai restoran shabu-shabu yang berkualitas dengan pilihan bahan makanan yang segar dan beragam. Shabu Hachi juga mempunyai kebijakan untuk memastikan kebersihan dan kualitas makanan dengan standar yang tinggi.

Restoran ini juga terkenal dengan interior yang nyaman dan pelayanan yang ramah dari staf mereka. Hal tersebut menjadikan restoran Shabu Hachi sebagai salah satu restoran yang terbilang sangat ramai di saat sebelum pandemi COVID-19 di Indonesia dan banyak customer yang melakukan waitinglist dikarenakan oleh padatnya kunjungan (Shabu Hachi, 2021)

Metode penilitan

Metode penelitian yang diaplikasikan pada penelitian ini adalah metode penelitian studi kasus, dimana merupakan salah satu jenis metode kualitatif yang berfungsi untuk menggali lebih dalam tentang suatu kasus spesifik dengan cara menyertakan pengumpulan data dari beragam sumber informasi yang ada. Studi kasus merupakan jenis penelitian kualitatif yang mendalam tentang individu, kelompok, institusi dan sebagainya dalam waktu tertentu.

Tujuan studi kasus adalah berusaha menemukan makna, meneliti proses, serta memperoleh pengertian dan pemahaman yang mendalam serta utuh dari individu, kelompok, atau situasi tertentu (Sugiarto, 2017). Pada penelitian ini, subjek disebut dengan sebutan informan, yang dimana merupakan seorang individu yang reliable sebagai koresponden atau narasumber informasi guna mencukupi data-data yang digunakan dalam penelitian.

Penelitian ini dapat dilakukan dengan pengumpulan informasi dari beberapa informan di restoran Shabu Hachi menjadi objek kasus. Penelitian ini dapat berhasil dengan mendapatkan informan yang tepat. Dalam penelitian ini, informan yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu: informan kunci dan informan. Adapun informasi kunci penelitian yaitu owner dari restoran Shabu Hachi yaitu Ibu Raden Githa Asterita Putri Harinindya, S.I.P, MM yang memiliki jabatan sebagai Direktur Utama Shabu Hachi. Latar belakang pendidikan yang dimiliki pun berbeda yaitu Strata 2 Magister Manajemen di Parasetya Mulia University.

Praktisi public relations yaitu Bapak Joesoef Kresnadi Tjiptono merupakan praktisi public relations Shabu Hachi dengan lama bekerja lebih dari 5 tahun. Informan dalam penelitian ini dapat ditemukan di wilayah yang berdekatan dengan objek kasus yang akan diteliti yang dapat memberikan informasi tenteng masalah yang akan diteliti yaitu staff dari Restoran Shabu Hachi yang sudah bekerja lebih dari 3 tahun yang memiliki pengetahuan luas tentang Shabu Hachi, sehingga dapat mengetahui bagaimana kasus krisis yang terjadi di masa Covid-19. Penelitian ini menerapkan beberapa teknik dalam pengumpulan data sebagai penunjang, dimana penelitian ini dilaksanakan bukan hanya berbasis atas pengetahuan apa saja yang dipunya, akan tetapi juga berbasis informasi dalam data-data relevan yang dikemas dan dijadikan sebagai bahan analisis oleh peneliti nantinya. Teknik dalam pengumpulan data yang akan diterapkan dalam penelitian ini dengan menetapkan data primer dan data sekunder.

Kesimpulan

Berbasis dari hasil-hasil serta pembahasan penelitian yang telah dilaksanakan, maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa perusahaan yang bergerak pada sektor bisnis food and beverages, Shabu Hachi terkena dampak yang signifikan dikarenakan pandemi Covid yang terjadi. Pandemi tersebut menjadi suatu krisis yang harus ditanggulangi oleh Shabu Hachi agar perusahaan tidak kolaps atau tutup secara permanen. Langkah-langkah yang dilakukan Shabu Hachi adalah penerapan fungsi manajemen yang sesuai dengan teori yang ada dan disertai dengan praktisi public relation yang ahli di bidangnya juga.

Dikarenakan adanya batasan cakupan dari penelitian ini yang hanya terbatas pada satu perusahaan swasta yang bergerak pada industri makanan dan minuman, berikut adalah beberapa rekomendasi yang dapat dilaksanakan oleh peneliti selanjutnya, yakni: studi perbandingan praktik manajemen krisis pada perusahaan publik dan swasta; dan evaluasi efektivitas rencana manajemen krisis***

 

Zaiqmal Favian Zesar 
Mahasiswa Komunikasi Digital Dan Media Sekolah vokasi IPB University

 

Menjelajahi Keindahan Tersembunyi: Petualangan Seru di Lembah Batu

Bogordaily.net – Liburan semester kali ini, saya dan teman-teman memutuskan untuk mencari tempat yang berbeda dari biasanya. Kami ingin merasakan petualangan yang seru, sekaligus menikmati keindahan alam yang masih alami. Setelah mencari informasi di internet dan bertanya kepada teman-teman yang pernah berkunjung, kami menemukan Lembah Batu di Desa Wisata Gunung Bunder 2, Pamijahan, Bogor. Foto-foto dan cerita yang kami lihat dan dengar membuat kami semakin penasaran untuk menjelajahi tempat ini.

Kami berangkat pagi-pagi sekali, dengan semangat yang menggebu-gebu. Perjalanan menuju Desa Wisata Lembah Batu cukup jauh, tetapi kami tidak merasa bosan karena pemandangan sepanjang jalan sangat indah.

Kami melewati sawah yang terhampar luas, dan perbukitan yang menawan. Sesekali, kami berhenti untuk berfoto dan menikmati udara segar pegunungan.

Lembah Batu, sebuah surga tersembunyi di Desa Wisata Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, Bogor, menawarkan pengalaman petualangan yang tak terlupakan bagi para pecinta alam. Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp 15.000 per orang, pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang masih alami dan menyegarkan.

Begitu memasuki kawasan Lembah Batu, pengunjung akan disambut oleh formasi batu-batu unik yang tersebar di sepanjang aliran sungai. Batu-batu ini memiliki bentuk dan ukuran yang beragam, menciptakan lanskap yang menarik dan fotogenik.

Beberapa batu bahkan memiliki lubang-lubang kecil yang terbentuk secara alami, menambah daya tarik visual kawasan ini. Pengunjung dapat menjelajahi area ini dengan berjalan kaki, melintasi batu-batu, dan merasakan tekstur alami yang kasar.

Setibanya di Desa Wisata Lembah Batu, kami langsung merasakan suasana yang berbeda. Udara sejuk, pepohonan yang rimbun, dan suara gemericik air sungai menyambut kedatangan kami.

Kami mencari informasi tentang jalur menuju Lembah Batu dan bertemu dengan beberapa warga lokal yang ramah. Mereka memberikan petunjuk dan tips untuk menjelajahi kawasan ini dengan aman dan nyaman.

Kami mulai menyusuri jalur setapak yang mengarah ke Desa Wisata Lembah Batu. Suara burung-burung yang berkicau dan desiran angin di antara pepohonan menemani perjalanan kami. Kami berjalan beriringan, sambil bercanda dan tertawa. Sesekali, kami berhenti untuk mengamati flora dan fauna yang kami temui.

Semakin dalam kami masuk ke dalam Desa Wisata Lembah Batu, semakin jelas terdengar suara gemuruh air terjun. Tidak lama kemudian, kami tiba di lokasi kolam alami. Airnya yang jernih dan segar langsung menggoda kami untuk berendam.

Kami melepaskan alas kaki dan merasakan dinginnya air yang menyentuh kulit. Sensasi ini sungguh menyegarkan, seolah-olah semua beban dan stres yang kami bawa ikut larut bersama air.

Kami bermain air, berenang, dan berfoto-foto di bawah air terjun. Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai petualangan kami. Kami merasa seperti anak-anak yang sedang bermain di taman bermain alami. Setelah puas bermain air, kami mulai menjelajahi area sekitar.

Formasi batu-batu unik yang tersebar di sepanjang aliran sungai membuat kami takjub. Setiap batu memiliki bentuk dan tekstur yang berbeda, menciptakan lanskap yang menarik untuk difoto. Kami berjalan dari satu batu ke batu lainnya, mengamati detail-detail kecil yang terukir secara alami.

Kami menemukan sebuah batu besar dengan lubang kecil yang terbentuk secara alami. Kami duduk di atas batu itu, memandang ke sekeliling, dan merasakan kedamaian yang luar biasa. Suasana sunyi, hanya ada suara alam yang menemani. Saat itu, kami merasa sangat dekat dengan alam, seolah-olah kami menjadi bagian dari lingkungan ini.

Tidak hanya itu saya dan teman-teman ingin merasakan pengalaman bermalam di tengah hutan, Lembah Batu menyediakan area camping ground dengan harga sewa Rp 650.000 per malam.

Area camping ground ini dilengkapi dengan fasilitas dasar, seperti toilet dan tempat sampah, serta area api unggun untuk menghangatkan malam. Pengunjung dapat membawa tenda dan perlengkapan camping sendiri, atau menyewa dari pengelola.

Malam harinya, kami menyalakan api unggun dan duduk melingkar di sekitarnya. Suasana malam di Lembah Batu sangat tenang dan damai. Kami menikmati suara jangkrik dan kodok yang bersahutan, serta gemerlap bintang-bintang di langit yang cerah. Kami memanggang jagung dan sosis, membuat teh hangat, dan bercerita tentang berbagai hal.

Di tengah kehangatan api unggun, kami merasakan kebersamaan yang erat. Kami saling berbagi cerita lucu, pengalaman hidup, dan impian masa depan. Kami tertawa, bercanda, dan saling mendukung. Kami merasa sangat beruntung memiliki sahabat-sahabat seperti mereka.

Menjelang tengah malam, kami memutuskan untuk masuk ke dalam tenda dan beristirahat. Udara malam di Lembah Batu cukup dingin, tetapi kami merasa hangat di dalam tenda. Kami tidur nyenyak, ditemani suara alam yang menenangkan.

Pagi harinya, kami bangun dengan semangat baru, seolah-olah semalam kami telah mengisi ulang energi kami dengan udara segar pegunungan dan ketenangan alam. Kami membuat sarapan sederhana di atas kompor portabel, menyeduh kopi hangat dan memanggang roti tawar yang kami bawa dari rumah. Sambil menikmati sarapan, kami bercanda dan tertawa, mengenang momen-momen lucu yang terjadi semalam di sekitar api unggun.

Setelah sarapan selesai, kami mulai membereskan tenda dan perlengkapan camping. Kami bekerja sama, saling membantu, dan menyelesaikan tugas dengan cepat dan efisien. Kami ingin segera memulai petualangan hari ini dan menjelajahi Lembah Batu lebih jauh.

Dengan ransel yang sudah siap, kami berjalan menyusuri jalur setapak yang mengarah ke sungai. Suara gemericik air sungai dan kicauan burung-burung hutan menyambut kami dengan riang. Kami berjalan perlahan, menikmati setiap langkah dan mengamati setiap detail keindahan alam di sekitar kami.

Di sepanjang sungai, kami melihat berbagai jenis flora dan fauna yang menarik. Ada kupu-kupu berwarna-warni yang hinggap di bunga-bunga liar, capung yang terbang di atas permukaan air, dan kadal-kadal kecil yang bersembunyi di balik bebatuan. Kami juga melihat berbagai jenis tanaman hutan, mulai dari lumut-lumut hijau yang menempel di batu-batu hingga pohon-pohon tinggi yang menjulang ke langit.

Kami berjalan-jalan di sepanjang sungai, melintasi batu-batu besar, dan menyusuri jalur setapak yang berkelok-kelok. Kami berhenti sejenak untuk mengamati air terjun kecil yang mengalir dari celah bebatuan, dan menikmati suara gemericik air yang menenangkan. Kami juga menemukan kolam alami yang jernih, dan beberapa dari kami tergoda untuk berenang sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah kami puas menjelajahi setiap sudut Lembah Batu, kami merasa lengkap. Kami telah menemukan tempat yang tidak hanya indah, tetapi juga memberikan ketenangan dan kebersamaan yang kami cari. Dengan hati yang penuh kenangan indah, kami berpamitan pada alam yang telah menyambut kami dengan hangat.

Perjalanan ini bukan sekadar liburan biasa, tetapi sebuah petualangan yang mengajarkan kami tentang keindahan alam, persahabatan, dan kedamaian. Kami belajar untuk menghargai setiap momen, setiap detail kecil yang terukir secara alami di bebatuan, setiap suara alam yang menenangkan, dan setiap tawa yang kami bagi bersama.

Kami pulang dengan janji untuk kembali lagi, membawa lebih banyak teman untuk merasakan keajaiban Lembah Batu. Kami ingin berbagi pengalaman ini dengan orang-orang terdekat kami, agar mereka juga bisa merasakan petualangan seru dan kedamaian yang kami rasakan.

Lembah Batu bukan hanya tempat wisata, tetapi juga tempat untuk menemukan diri sendiri, terhubung dengan alam, dan mempererat persahabatan. Kami pulang dengan hati yang penuh syukur dan kenangan yang tak terlupakan.

Di sepanjang perjalanan pulang, kami terus bercerita tentang momen-momen indah yang kami alami di Lembah Batu. Kami tertawa mengenang kejadian lucu saat bermain air di air terjun, kagum dengan keindahan bintang-bintang di malam hari, dan terharu dengan kehangatan api unggun yang menyatukan kami.

Kami menyadari bahwa petualangan ini telah mengubah kami. Kami menjadi lebih dekat dengan alam, lebih menghargai persahabatan, dan lebih bersyukur atas segala yang kami miliki. Kami belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu tentang kemewahan, tetapi tentang momen-momen sederhana yang dihabiskan bersama orang-orang terkasih di tengah keindahan alam.

Kami berharap, cerita kami ini dapat menginspirasi orang lain untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia dan menemukan tempat-tempat tersembunyi yang menawarkan petualangan seru dan kedamaian. Kami percaya bahwa alam adalah guru terbaik yang dapat mengajarkan kita tentang kehidupan, persahabatan, dan kebahagiaan.***

Muhammad Irsyad Iskandar

Peran Meme Sebagai Bentuk Komunikasi Digital dan Media Untuk Hiburan dan Propaganda

0

Bogordaily.net – Di Jaman Modern ini masyarakat tidak hanya berkomunikasi secara langsung tetapi juga melalui media digital, hal ini di sebabkan berkembangnya teknologi dan juga media sosial yang menarik perhatian semua kalangan. Selain itu perubahan kebiasaan berkomunikasi dari tradisional ke digital juga karena beberapa hal mendesak. Sebagai contoh saat covid 19, semua kalangan dari pelajar hingga pekerja tidak dapat melakukan kegiatan secara tatap muka.

Oleh karena itu muncul aplikasi zoom atau meet yang membantu masalah masyarakat tersebut. Perubahan signifikan ini tidak hanya dalam aspek industri, tetapi juga perubahan perilaku masyakarat.

Misalnya diawal kemunculannya komunikasi digital hanya digunakan untuk telekomunikasi dan penyiaran, lalu muncul sebuah sistem yang bernama “internet” yang menyebabkan komunikasi digital tidak hanya digunakan untuk telekomunikasi dan penyiaran tetapi juga dapat sebagai hiburan.

Karena munculnya internet dan juga perubahan perilaku masyarakat, maka muncul sebuah konten yang bernama “Meme”.

Meme ini menyebabkan komunikasi tidak hanya dilakukan satu arah tetapi juga dua arah atau lebih karena di jaman modern ini komunikan dapat berubah menjadi komunikator.

Hal yang menyebabkan Meme ini disukai dan sering digunakan untuk berkomunikasi karena dapat menyampaikan informasi secara fun, menarik, dan juga bervariasi.

Dengan meme ini kita dapat berkreasi sekreatif mungkin dan sebebas mungkin yang menyebabkan para masyarakat dapat memperoleh informasi secara tidak langsung saat mereka jenuh untuk mencari hiburan dari Meme yang ada.

Selain Meme digunakan untuk hiburan, Meme juga dapat sebagai konten untuk propaganda, salah satu contoh di bidang politik.

Meme ini dapat dengan mudah mempengaruhi persepsi masyarakat karena visual yang berbeda dapat memberikan makna berbeda di setiap orang, seperti warna terang dan sedikit redup dapat mengartikan dua hal yang berbeda.

Selain visual, tulisan dan juga musik pada meme terkadang dapat memberikan pengartian yang berbeda untuk mempengaruhi persepsi para pengguna media sosial.

Meme sangat efisien untuk berkomunikasi dan memberikan informasi karena konten meme ini selalu berubah sesuai jaman, meme lama akan selalu terbarukan dengan meme-meme yang sedang hangat.

Satu aplikasi pembuatan adalah photoshop, meme ini dapat berbentuk gambar-gambar seperti lelucon, rumor, video, dan situs dari satu orang ke orang lain melalui Internet.

Meme Sebagai Hiburan
Di bidang hiburan, Meme sangat berpengaruh dalam humor dan hiburan masyarakat dengan memicu tawa pada masyarakat dan juga hal-hal yang sesuai dengan realita yang dapat menghilangkan kejenuhan pada masyarakat di tengah kesibukannya.

Meme membuktikan bahwa humor memiliki kekuatan besar dalam menyatukan dan menghibur. Salah satu contohnya adalah meme berikut:

Dari meme yang di posting oleh akun instagram dapat terlihat bahwa konten yang di sediakan dapat mengundang tawa bagi pembaca dan sesuai dengan realita. Dengan menggunakan kata-kata yang sedikit membuat pembaca berpikir yang dapat terkecoh dengan bacaannya, karena kalimat kecohan tersebut dapat membuat pembaca merasa tertawa sendiri karena kesalahpahaman diawal dan baru menyadari kekecohan itu sendiri.

Dapat terlihat pada kolom komentar meme tersebut, respon para pembaca adalah pemicu tawa dan ekspresi kolektif seperti kata-kata “ngakak abiez”, ‘xixi”, dan “hahaha”, hal ini menunjukkan pembaca sedang mengkespresikan keterhiburan mereka dengan berbagai gaya ketawa yang khas di internet.

Respon lain juga ada seperti interaksi sosial dan kebersamaan dengan kalimat “Bapack bapack momen” dan “Jokes bapack bapack”, meme ini dapat menciptakan tempat untuk berbagi pengalaman lucu, baik dengan humor absurd maupun referensi budaya yang familiar.

Selain itu ada juga respon “awowkwowk”, “et sudah”, dan “sederhana tapi aku tertawa” ini menunjukkan bahwa meme ini tidak hanya sebagai hiburan yang mengundang tawa tetapi untuk memperkuat identitas komunitas digital dengan berbagai tawa.

Dan respon terakhir yaitu emosional yang relatable, misalnya “gue harus ngulang baca 2 kali biar paham maksudnya” atau ingin banting HP sebenernya, tapi sayang” hal ini memperlihatkan bahwa meme juga dapat mempermainkan emosi dengan cara yang fun.

Dari beberapa respon diatas, dapat dilihat bahwa meme ini sangat berkontribusi di dunia hiburan dan juga meme ini bukan hanya sekedar hiburan saja, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam komunikasi digital.

Dengan segala keunikan dari meme, tidak heran jika meme terus menerus berkembang dan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dunia hiburan di era digital ini.

Meme sebagai propaganda
Selain sebagai penghibur bagi masyarakat, meme ini juga memiliki peran penting dalam mempengaruhi masyarakat dalam berbagai aspek seperti ideologi, politik, dsb. Salah contoh meme yang dapat mempropaganda masyarakat adalah sebagai berikut :

Pada salah satu contoh meme terdapat beberapa teknik manipulasi untuk mempengaruhi para audiens, seperti sarkas yang dapat terlihat pada penulisan teks yang seakan memuji para pemerintah yang sedang rapat namun tertidur karena terlalu capek mengurus negara yang dimana maksud pembuat adalah menyalahkan pemerintah yang tertidur saat rapat.

Dan juga meme tersebut terdapat framing opini pada kontennya karena dia hanya meliput atau memperhatikan orang yang tidur saja yang dimana seharusnya bisa saja yang di upload adalah kegiatan yang lain saat rapat.

Di postingan tersebut, pemilik akun ingin mempengaruhi para audiens untuk melihat kelakuan para pemerintah yang seharusnya bekerja menata dan mengurus negara namun disaat rapat untuk membahas negara pun mereka masih sempat tertidur dengan nyenyak. Hal ini menyebabkan banyak yang terpengaruh oleh konten tersebut.

Dapat terlihat dari dampak konten tersebut banyak sekali masyarakat yang terpengaruh oleh konten tersebut, banyak yang menyiindir, mengejek bahkan menertawakan hal tersebut. Karena konten-konten seperti ini, banyak yang tadinya tidak tahu mengenai apa-apa tentang keburukan dari pemerintah, jadi tahu. Namun sangat tidak baik karena reputasi dari negara dan pemerintahan akan buruk karena konten-konten seperti ini.

Dari kedua efek tersebut dapat dilihat bahwa meme sangat berperan penting dalam berkomunikasi digital dan media, Meme seperti dua pedang bermata tajam, jika digunakan sebagai hal-hal positif bisa memberi efek yang baik bagi para audiens, namun jika dipakai untuk hal negatif banyak peran yang dirugikan. dari hal positif seperti memberikan hiburan bagi masyarakat sampai hal negatif bagi beberapa pihak yang di berikan informasi yang sudah di manipulasi.***

Verdito Rizky Daffa Putra

 

Pentingnya Literasi Digital dalam Meningkatkan Kualitas Komunikasi di media Sosial

0

Bogordaily.net – Diera digital yang serba cepat ini, informasi beredar dengan begitu derasnya, melintasi batas geografis dan sosial dalam hitungan detik. Perkembangan era digital memberikan pengaruh yang cukup besar, karena segala sesuatu bisa menjadi lebih praktis.

Aktivitas masyarakat hingga informasi disebarluaskan dengan menggunakan teknologi digital. Kemudahan akses informasi ini, sayangnya membuka celah bagi penyebaran berita palsu atau hoax yang menjadi tantangan serius bagi masyarakat modern.

Hoax dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari keresahan masyarakat, kerugian finansial, hingga rusaknya reputasi individu dan organisasi. Fenomena hoax bukan lagi sekadar gangguan kecil, melainkan ancaman nyata yang dapat merusak tatanan sosial, memecah belah persatuan, hingga membahayakan stabilitas politik dan ekonomi.

Menurut Wardle dan Derakhshan (2017), hoax adalah “informasi yang sengaja salah dan diverifikasi yang disebarkan dengan tujuan menipu.” Definisi ini menekankan pada dua aspek penting: kesengajaan dan verifikasi.

Hoax tidak hanya sekadar kesalahan informasi, melainkan disebarkan dengan niat jahat untuk menyesatkan atau memanipulasi opini publik.

Lebih lanjut, Bruns (2018) menyatakan bahwa hoax sering kali memanfaatkan emosi dan prasangka yang ada di masyarakat untuk mempercepat penyebarannya.

Penyebaran hoax tidak dapat dilepaskan dari peran media sosial. Platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan WhatsApp menjadi lahan subur bagi hoax untuk tumbuh dan menyebar dengan cepat.

Kemudahan berbagi informasi dan algoritma yang cenderung memprioritaskan konten yang viral, tanpa mempedulikan kebenarannya, membuat hoax menjadi semakin sulit dikendalikan.

Literasi digital sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi kritis dalam memanfaatkan mesin pencari serta mencegah terlempar dalam pusaran hoax. Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dari berbagai sumber.

Literasi digital penting untuk dimiliki oleh setiap manusia. Manusia yang memiliki literasi yang baik akan mampu berpikir kritis untuk memecahkan masalah atau persoalan dengan menggunakan segala pengetahuan yang ia punya, memilah, serta mengkombinasikan pengetahuan tersebut untuk menemukan solusi yang bukan hanya bermanfaat untuk dirinya tetapi juga bermanfaat untuk berbagai pihak atau masyarakat.

Penyebaran Hoax
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat, terdapat 12.547 konten Hoax yang beredar di website dan platform digital sepanjang Agustus 2018 sampai Desember 2023.

Berdasarkan data visual yang terlampir, analisis terhadap jenis hoax menunjukkan bahwa isu kesehatan mendominasi dengan jumlah konten hoax tertinggi, mencapai 2.357. Disusul oleh isu penipuan dan pemerintahan, keduanya sama- sama mencatatkan 2.210 konten.

Isu politik berada di urutan keempat dengan 1.628 konten, diikuti oleh kategori “lainnya” dengan 1.030 konten. Isu internasional, kejahatan, kebencanaan, pencemaran nama baik, dan keagamaan juga menyumbang sejumlah konten hoax, namun dengan jumlah yang lebih rendah.

Sementara itu, isu mitos, perdagangan, dan pendidikan memiliki jumlah konten hoax paling sedikit. Data tersesbut mengidentifikasi bahwa mudahnya penyebaran berita Hoax kepada masyarakat.

Kecanggihan teknologi di era sekarang memberikan sinyal waspada kepada masyarakat untuk tetap teliti dalam menanggapi sebuah berita. Kemampuan literasi digital sangat diperlukan terhadap konsumsi berita.

Pentingnya Literasi Digital
Dalam era digital saat ini, literasi digital menjadi komponen krusial dalam melawan penyebaran hoax atau berita palsu.

Seiring dengan meningkatnya akses informasi melalui internet dan media sosial, tantangan untuk membedakan antara informasi yang benar dan yang salah semakin besar.

Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan teknis dalam menggunakan perangkat digital, tetapi juga mencakup pemahaman kritis terhadap informasi yang diterima.

Menurut Irianto dan Febrianti (2021), “literasi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menggunakan berbagai informasi untuk dikembangkan menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

Dengan demikian, literasi digital berperan penting dalam menjaga masyarakat dari dampak negatif hoax. Pentingnya literasi digital dalam menghadapi hoax dapat dilihat dari beberapa aspek.

Pertama, literasi digital memberikan individu kemampuan untuk memahami sumber informasi. Dalam konteks ini, individu dilatih untuk mengevaluasi keandalan sumber informasi yang mereka temui.

Sebagaimana diungkapkan oleh Fitrianti (2023), “literasi digital mendorong individu untuk menggunakan sumber informasi yang dapat dipercaya dan tercatat ketika mereka mencari informasi.”

Dengan kemampuan ini, masyarakat dapat menghindari penyebaran berita palsu yang sering kali berasal dari sumber yang tidak dapat dipercaya. Selanjutnya, literasi digital juga melibatkan keterampilan dalam menilai keakuratan dan keandalan informasi. Hal ini termasuk memeriksa fakta, mengidentifikasi bias, dan mengenali tanda-tanda berita palsu.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, ditemukan bahwa sekitar 30% hingga 60% masyarakat Indonesia terpapar hoax (KIC, 2020). Angka ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan literasi digital untuk membantu masyarakat menyaring informasi yang mereka terima. Selain itu, literasi digital membantu individu memisahkan fakta dari opini. Banyak berita palsu disamarkan sebagai opini pribadi yang tampak meyakinkan.

Dengan literasi digital yang baik, individu dapat mengenali perbedaan antara fakta yang didukung bukti dan pandangan subjektif. Hal ini sangat penting untuk menghindari misinterpretasi informasi yang dapat berujung pada penyebaran hoax.

Pentingnya literasi digital juga terlihat dalam pemahaman konsep “filter bubble,” di mana algoritma media sosial cenderung menampilkan konten yang sesuai dengan keyakinan pengguna.

Menurut Kompas (2024), “penguatan literasi digital diperlukan untuk membentengi masyarakat dari penyebaran hoaks.” Dengan memahami bagaimana algoritma bekerja, pengguna dapat lebih kritis terhadap informasi yang mereka terima dan berusaha mencari perspektif yang lebih beragam.

Keterampilan verifikasi juga menjadi bagian integral dari literasi digital. Individu perlu dilatih untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Ini mencakup memeriksa keaslian gambar, video, atau rekaman suara serta mencari konfirmasi dari berbagai sumber. Dengan demikian, masyarakat akan lebih bertanggung jawab dalam berbagi informasi dan mengurangi kemungkinan penyebaran hoax.

Di era digital dengan arus informasi yang deras, literasi digital menjadi krusial dalam melawan hoax. Literasi digital memberdayakan individu untuk memahami sumber informasi, menilai keandalan dan keakuratan informasi, memisahkan fakta dari opini, memahami konsep filter bubble, memiliki keterampilan verifikasi, dan bertanggung jawab dalam berbagi informasi.

Dengan literasi digital yang baik, masyarakat dapat lebih efektif menyaring informasi, menghindari penyebaran berita palsu, dan berkontribusi pada lingkungan informasi yang sehat. Peningkatan literasi digital harus menjadi prioritas bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan tahan terhadap Hoax.***

Muhammad Irsyad Iskandar

Pengaruh Endorsement Di aplikasi tiktok di kalangan Gen Z

0

Bogordaily.net – Aplikasi TikTok telah menjadi fenomena yang mengubah lanskap media sosial global, khususnya bagi Generasi Z yang aktif dalam menggunakan platform ini untuk menyampaikan ekspresi dan berinteraksi dengan dunia digital. Sebagai platform berbasis video pendek, TikTok memungkinkan penggunanya untuk menciptakan, mengedit, dan membagikan konten multimedia dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini tidak hanya menciptakan ruang untuk kreativitas yang tak terbatas, tetapi juga mempengaruhi pola komunikasi dan ekspresi Generasi Z secara signifikan.

Generasi Z, yang umumnya terdiri dari individu yang lahir pada tahun 1997 hingga
2012, tumbuh dalam era digital yang terhubung erat dengan teknologi. TikTok, dengan fitur- fitur seperti efek khusus, musik, dan tantangan viral, telah menjadi wadah utama bagi mereka untuk mengekspresikan ide, pendapat, dan emosi mereka dalam format yang menarik dan menghibur.

Penggunaan aplikasi ini tidak hanya memungkinkan pengguna untuk menjadi konsumen konten digital, tetapi juga produsen yang aktif dalam membangun identitas digital mereka.
Pengaruh Endorsment dalam Platform Tiktok

Penelitian ini membahas popularitas commerce di kalangan Generasi Z serta pengaruh besar yang dimiliki endorser Gen Z terhadap keputusan pembelian produk di TikTok Shop. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami bagaimana endorsement dari Gen Z memengaruhi keputusan pembelian konsumen di platform tersebut.

Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan 10 konsumen Gen Z yang aktif berbelanja di TikTok Shop.

Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa endorsement dari Gen Z berperan signifikan dalam memengaruhi keputusan pembelian.

Konsumen Generasi Z menganggap bahwa endorsement ini dapat meningkatkan kesadaran merek, membangun kepercayaan terhadap produk, serta mendorong minat untuk membeli.
Kelebihan Dan Kekurangan Endorsment Di platform Tiktok

Kelebihan Strategi Marketing Endorsement

1. Menarik Perhatian

Pasti saja ini jadi salah satu kelebihan yang akan didapatkan ketika Anda berkolaborasi dengan figur publik buat endorsement. Sebab konten yang mereka buat tentu senantiasa menarik perhatian publik. Sehingga kala produk Anda, mereka para influencer marketing promosikan, pula akan turut memperoleh perhatian tersebut.

Jadi semakin banyaknya orang yang akan melihat konten endorse dari produk Anda, maka akan semakin banyak yang akan mengenalnya. Terlebih bila Anda berkolaborasi dengan figur publik yang followernya mencapai jutaan. Apalagi bukan tidak bisa jadi produk Anda jadi viral karenanya.

2. Dipercaya Dalam Waktu Singkat

Tidak hanya diketahui, produk Anda juga akan semakin dipercaya banyak orang. Sebab pengikut, terlebih mereka yang kalangan fanatik, akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh tokoh idolanya. Mereka akan langsung yakin kalau memang produk Anda efisien serta bermutu. Apalagi tidak sedikit permasalahan produk yang langsung kebanjiran order di hari pertama iklan endorse tayang.

3. Penjualan Bertambah Drastis

Influencer adalah seseorang yang biasanya mempromosikan suatu produk ataupun jasa supaya para konsumen merasa tertarik untuk beli. Semacam yang dipaparkan di atas, kalau promosi dari figur publik atau influencer akan membuat banyak orang juga ingin mencobanya. Sehingga dalam waktu cepat, penjualan produk Anda dapat bertambah ekstrem. Terlebih bila pesan promosinya sangat meyakinkan, akan pengaruhi semakin banyak orang.

Kekurangan Strategi Marketing Endorsement

1. Rate Iklan Berbeda

Butuh dimengerti kalau tiap figur publik mempunyai harga yang berbeda buat jasa endorse mereka. Ada yang terjangkau serta ada yang besar, bahkan bisa sampai puluhan juta. Terlebih mereka yang mempunyai banyak follower akan semakin berani buat memasang harga tinggi.

2. Citra Artis Berpengaruh

Perihal ini pula sangat penting buat dicermati kalau salah satu kekurangan dari endorsement yaitu dipengaruhi oleh citra figur publik yang bersangkutan. Sehingga Anda perlu membenarkan kalau produk Anda sesuai dengan citra artis tersebut.

3. Iklan Terbatas Periode

Perihal ketiga yang jadi kekurangan endorsement yaitu kalau iklan produk Anda cuma akan sementara saja tayang. Ada yang cuma hitungan hari. Jadi artikel endorsement produk Anda akan dihapus sehabis periode berakhir.

Anda telah mengetahui saat ini tentang kelebihan dan kekurangan endorsment. Sehingga saat sebelum Anda memutuskan memakai strategi yang menggunakan influencer campaign ini, pertimbangkan dengan baik termasuk pula prediksi buat kekurangannya. Sehingga daya fungsi iklan Kamu senantiasa proporsional dengan biaya yang telah dikeluarkan.
Penutup

TikTok telah menjadi platform yang sangat berpengaruh dalam kehidupan Generasi Z, baik dalam hal ekspresi kreatif maupun keputusan pembelian. Endorsement oleh figur Gen Z terbukti memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran merek, membangun kepercayaan, dan mendorong penjualan di TikTok Shop.

Meskipun strategi ini menawarkan berbagai keuntungan, seperti peningkatan perhatian dan kepercayaan konsumen, ada juga tantangan yang perlu dipertimbangkan, seperti biaya tinggi dan keterbatasan durasi iklan. Oleh karena itu, pemanfaatan endorsement di TikTok harus direncanakan dengan matang agar efektif dan memberikan hasil yang optimal.

Evaluasi

Artikel ini memberikan wawasan mendalam tentang peran TikTok dalam membentuk pola komunikasi dan keputusan pembelian Generasi Z, khususnya melalui strategi endorsement. Kekuatan analisisnya terletak pada pendekatan fenomenologi yang menggali pengalaman langsung konsumen.

Namun, artikel ini masih dapat diperkuat dengan data kuantitatif untuk mendukung temuan kualitatif. Selain itu, pembahasan mengenai tantangan endorsement bisa lebih diperluas, terutama dalam aspek regulasi dan etika pemasaran. Secara keseluruhan, artikel ini sudah informatif, tetapi bisa lebih komprehensif dengan tambahan perspektif yang lebih luas.***

Zaiqmal Favian Zesar

Kisah inspiratif Diva Trianza Maulidia

0

Bogordaily.net – Diva Trianza Maulidia lahir di Jakarta pada 21 Mei 2003. Sejak duduk di bangku SMA, ia telah memiliki impian untuk melanjutkan studi ke luar negeri, terinspirasi dari kakaknya. Namun, sebagai anak bungsu dan satu-satunya perempuan dalam keluarga, ia menghadapi tantangan dalam mendapatkan izin untuk studi penuh di luar negeri. Oleh karena itu, ia memilih untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Vokasi IPB University.

Meski demikian, sejak awal kuliah, ia tetap berusaha mencari kesempatan untuk dapat merasakan pengalaman studi di luar negeri, setidaknya dalam jangka waktu tertentu, seperti melalui program pertukaran pelajar. Dari semester pertama, Diva aktif mencari informasi mengenai program student exchange melalui akun Instagram ico_ipb, meskipun sebagian besar program yang tersedia diperuntukkan bagi mahasiswa S1.

Setelah mengalami berbagai kendala dalam menemukan program yang sesuai, harapannya kembali tumbuh ketika Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Vokasi dibuka. Program ini sebenarnya telah ada sejak ia berada di semester 4, tetapi karena masih memiliki tanggung jawab akademik yang harus diselesaikan, ia belum mendaftarkan diri.

Kesempatan akhirnya datang pada semester 6, ketika IISMA kembali membuka pendaftaran. Tanpa berpikir panjang, Diva langsung mencoba mendaftar meskipun pada saat yang sama ia juga sedang mendaftar Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) sebagai bagian dari kurikulum akademiknya.
Proses seleksi IISMA yang panjang dan penuh tantangan tidak menyurutkan semangatnya.

Bahkan, selama periode seleksi tersebut, ia mengalami penurunan berat badan hingga 7 kg. Namun, perjuangannya membuahkan hasil ketika ia diterima dalam kedua program tersebut, yakni MSIB dan IISMA. MSIB dimulai pada bulan Februari, sementara IISMA baru diumumkan penerimaannya pada bulan Maret dan dilaksanakan pada bulan September. Diva merasa sangat bersyukur ketika akhirnya berhasil diterima di Hanyang University, Korea Selatan, universitas yang menjadi pilihan pertamanya dalam program IISMA.

Saat pertama kali tiba di kampus tersebut, ia merasa seolah sedang bermimpi. Hanyang University menawarkan sistem pendidikan yang sangat maju dengan fasilitas yang mendukung perkembangan akademik mahasiswa, salah satunya adalah perpustakaan yang buka 24 jam dengan fasilitas yang sangat nyaman.
Selama mengikuti program IISMA, Diva mendapatkan pengalaman yang luar biasa, tidak hanya dalam hal akademik tetapi juga dalam memperluas relasi internasional.

Ia memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara, bahkan teman sekamarnya berasal dari Kolombia. Pengalaman ini memberinya wawasan baru tentang dunia pendidikan serta budaya global yang beragam.

Sementara itu, di IPB University, ia mengakui bahwa tidak memiliki pencapaian yang terlalu menonjol. Namun, ia pernah mengikuti ICOMOTION dan berhasil menjadi nominasi Top 3 dalam pemilihan Queen ICO. Meskipun merasa sebagai mahasiswa biasa, ia selalu berusaha memberikan usaha terbaik dalam setiap tugas yang dikerjakan.

Dalam menjalani kehidupan, Diva berpegang teguh pada prinsip yang bersumber dari Al-Baqarah ayat 286, yang menegaskan bahwa Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kesanggupannya. Prinsip ini selalu menjadi pegangan hidupnya dalam menghadapi berbagai tanggung jawab dan tantangan.

Ia percaya bahwa selama ia memiliki keyakinan tersebut, segala kesulitan yang dihadapi akan terasa lebih ringan. Namun, ia juga menyadari bahwa hidup tidak selalu berjalan mulus, ada kalanya ia merasa lelah dan mengalami masa-masa sulit. Ketika menghadapi tantangan tersebut, ia selalu kembali mengingat ayat tersebut untuk membangun kembali semangat dan optimisme dalam menjalani kehidupan.***

Zaiqmal Favian Zesar

RS Azra Bogor Hadirkan Paket Vaksin Pneumonia untuk Dewasa, Hanya Rp 1,1 Juta

Bogordaily.net – Rumah Sakit Azra Bogor menghadirkan layanan kesehatan berupa paket vaksin pneumonia khusus untuk dewasa dengan harga terjangkau, yakni Rp 1.100.000.

Paket ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin melindungi diri dari ancaman penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

Vaksin pneumonia yang ditawarkan mampu memberikan perlindungan terhadap 13 jenis virus bakteri penyebab pneumonia, yang dikenal dapat menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi paru-paru, meningitis, dan sepsis—terutama pada kelompok usia rentan.

Layanan vaksin ini diperuntukkan bagi pasien dewasa berusia 14 hingga 65 tahun dan berlaku untuk pasien dengan jaminan umum atau pribadi.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pendaftaran, dapat langsung menghubungi RS Azra Bogor melalui nomor (0251) 8318456 atau WhatsApp di 0813-8900-1234.

Tentang RS Azra

Rumah Sakit Azra awalnya merupakan klinik bersalin yang berdiri pada tahun 1982. Klinik tersebut diberi nama Klinik Bersalin Azra yang di dirikan oleh Dr. Hidayat Danukusumah, SpOG. Klinik Bersalin Azra ini terletak di Jalan Gunung Gede No. 3 Bogor yang mempunyai tujuan memberikan pelayanan kebidanan dan kandungan

Banyaknya permintaan dari pasien dan keluarga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan selain dari pelayanan kebidanan dan kandungan, maka melalui proses pertimbangan yang matang didirikanlah Rumah Sakit Azra pada tanggal 6 April 1994.

Status badan usaha Rumah Sakit Azra berbentuk Yayasan. Lokasi Rumah Sakit Azra ini berada di pusat kota Bogor, sangat strategis dan mudah dijangkau oleh berbagai kalangan, tepatnya di Jalan Raya Pajajaran 219 – Bogor.

Pada periode 2000 – 2001 Rumah Sakit Azra melakukan pengembangan fasilitas rumah sakit dengan membangun gedung baru dan menata gedung lama serta membeli peralatan kesehatan yang memiliki teknologi lebih maju.

Sehingga Rumah Sakit Azra menjadi Rumah Sakit Swasta tipe C yang memiliki ruang umum dengan memiliki 105 tempat tidur ( bed ) yang terdiri dari beberapa tipe kelas.

Pada tahun 2002 kepemilikannya berubah menjadi perseroan terbatas yang bernama PT. ARTHASABENA PUTRA (PT ASP) maka dengan perubahan tersebut secara operasional Rumah Sakit Azra berubah menjadi rumah sakit yang bersifat umum dengan segala aktifitas dan kelengkapannya.

Kepemimpinan Rumah Sakit Azra dijabat oleh Dr. Hidayat Danukusumah, SpOG, Dr. Rizasyah Daud, Msc, SpPD-Kr sebagai Direktur Medik dan Ny. Aida Hidayat Danukusumah sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan.

Pada bulan Januari 2012 Rumah Sakit Azra telah mendapatkan Akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sebagai suatu pengakuan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Rumah Sakit Azra yang telah memenuhi standar yang telah ditentukan secara Nasional.*

Ibnu Galansa