Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 8191

Pemkab Bogor Ancang ancang Masuki Fase New Normal

BOGOR DAILY – Setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada tanggal 29 Mei 2020. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan bersiap memasuki fase kenormalan baru (New Normal).

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, New Normal akan kembali diterapkan oleh Pemkab Bogor walaupun pandemi Virus Korona atau Covid-19 masih melanda Bumo Tegar Beriman.

Dengan demikian kata Ade Yasin, sejumlah aktivitas yang sebelumnya dibatasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bisa kembali beroperasi.

“New normal menjadi suatu keniscayaan mengingat belum ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir dan vaksin belum ditemukan. Oleh sebab itu, kita harus mulai mempersiapkan segala sesuatunya,” katanya kepada wartawan ketika ditemui di pendopo bupati Bogor, Rabu (27/5/2020).

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Bogor ini, New Normal artinya berbagai aktifitas masyarakat secara bertahap dijalankan kembali. Akan tetapi tetap mewajibkan menerapkan protokol kesehatan.

“Masyarakat harus sadar dan patuh dalam menjalankan pola hidup bersih dan sehat, memperkuat kekebalan tubuh. Juga harus mampu beradaptasi dan menjadikan protokol kesehatan sebagai rutinitas sehari-hari,” tuturnya.

Politisi PPP ini menambahkan, new normal menuntut adanya transformasi perilaku, budaya, dan nilai-nilai di masyarakat. Membutuhkan waktu yang cukup agar masyarakat benar-benar memahami.

“Oleh sebab itu, saya intruksikan kepada SKPD untuk menyiapkan konsep new normal sesuai lingkupnya dan dikoordinasikan oleh Bappedalitbang, serta camat bersama relawan untuk memberikan pemahaman yang baik dan utuh bagi masyarakat,” tukasnya. (Andi).

Terlalu Lama ‘Libur’, Madrid Sudah Gatal Ingin Merumput

BOGORDAILY – Pandemi virus corona sudah membuat Liga Spanyol ditangguhkan selama hampir tiga bulan. Real Madrid tak sabar menantikan kembalinya kompetisi.

Setelah dihentikan sementara pada Maret lalu, LaLiga tengah bersiap untuk kembali digulirkan. LaLiga kemungkinan akan dilanjutkan mulai 11 Juni.

Klub-klub Spanyol pun kini sudah mulai memanaskan mesin dengan kembali menggelar latihan. Begitu pula dengan Madrid.

Bek Madrid, Raphael Varane, menyatakan kondisi timnya semakin oke terkait kebugaran fisik dan kesiapan taktik. Dia menyebut rekan-rekan setimnya sudah tidak sabaar untuk kembali merumput.

“Kami tak sabar berkompetisi. Kerja ini adalah kodrat kami dan kami selalu ingin bersaing,” ujar Varane kepada Madrid TV.

“Kami sudah lama tidak main sepakbola, jadi kami sangat bersemangat dan ingin memenangi segalanya seperti biasanya. Kami membaik setiap hari.”

“Kami bekerja keras mengasah fisik dan kami kembali merasa enak dan meningkat secara taktik. Yang terpenting kami kembali ke kondisi terbaik,” katanya.

Saat kompetisi dihentikan, Madrid tengah mengejar Barcelona di klasemen Liga Spanyol. Tim arahan Zinedine Zidane itu ada di peringkat kedua dengan 56 poin, tertinggal dua angka dari Barcelona.

Jokowi: Apabila Efektif Pelaksanaan New Normal Akan Diperluas

BOGORDAILY – Pemerintah tengah menyiapkan pelaksanaan tatanan normal baru atau ‘new normal’ di tengah masa pandemi virus Corona (COVID-19). Persiapan dilakukan di 4 provinsi dan 25 kabupaten dan kota. Presiden Jokowi ingin memperluas pelaksanaan ‘new normal’ jika dirasa efektif.

“Apabila ini nanti efektif, kita akan gelar, kita perluas lagi, kita lebarkan lagi ke provinsi yang lain, dan kabupaten dan kota yang lain,” kata Jokowi dalam rapat terbatas ‘Persiapan Pelaksanaan Protokol Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19’ di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2020).

Aparat TNI dan Polri dilibatkan dalam persiapan pelaksanaan ‘new normal’. ‘New normal’ diberlakukan di stasiun hingga pusat niaga.

“Kemarin sudah kita mulai, sudah digelar pasukan aparat dari TNI dan Polri yang diterjunkan ke lapangan, ke titik-titik keramaian di 4 provinsi dan 25 kabupaten dan kota dalam rangka persiapan pelaksanaan tatanan normal baru yang akan kita lihat dari angka-angka dan fakta di lapangan yang kaitannya dengan R0 dan Rt,” ujar Jokowi.

Jokowi juga meminta protokol adaptasi ‘new normal’ disosialisasikan secara masif ke masyarakat. Harapannya, masyarakat mengetahui memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Saya minta protokol adaptasi tatanan normal baru ini yang sudah disiapkan Kemenkes disosialisasikan masif ke masyarakat sehingga masyarakat tahu apa yang dikerjakan,” ucapnya.

Adaptasi protokol ‘new normal’ diberlakukan di Provinsi Jabar, DKI Jakarta, Sumbar, dan Gorontalo. Sedangkan ini 25 kabupaten/kota yang tengah dalam persiapan new normal:

1. Kota Pekanbaru
2. Kota Dumai
3. Kabupaten Kampar
4. Kabupaten Pelalawan
5. Kabupaten Siak
6. Kabupaten Bengkalis
7. Kota Palembang
8. Kota Prabumulih
9. Kota Tangerang
10. Kota Tangerang Selatan
11. Kabupaten Tangerang
12. Kota Tegal
13. Kota Surabaya
14. Kota Malang
15. Kota Batu
16. Kabupaten Sidoarjo
17. Kabupaten Gresik
18. Kabupaten Malang
19. Kota Palangkaraya
20. Kota Tarakan
21. Kota Banjarmasin
22. Kota Banjar Baru
23. Kabupaten Banjar
24. Kabupaten Barito Kuala
25. Kabupaten Buol

Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia Berlangsung dengan New Normal?

BOGORDAILY – Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia masih memungkinkan digelar sesuai jadwal. Namun ada potensi turnamen itu digelar dengan kaidah New Normal.

Misalnya pertandingan digelar tanpa penonton. Atau pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara ketat kepada semua delegasi peserta.

Situasi itu tentu menjadi kerugian buat Indonesia selaku tuan rumah dalam ajang hajatan sepakbola skala internasional. Suporter Tanah Air sudah beberapa kali menunjukkan antusiasme besar kala Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah.

Menpora Zainudin Amali, mendiskusikan hal ini secara virtual bersama para pewarta, Selasa (26/5/2020). Dijelaskannya, Indonesia harus siap dengan segala situasi ke depannya.

“Komitmen kami menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 itu tetap. Penegasan dari Pak Presiden (Joko Widodo) itu tidak ada perubahan,” kata Zainudin Amali.

“Tetapi karena sekarang kondisi pandemi, kami harus menyesuaikan. Ada yang harus kami modifikasi,” ujarnya menambahkan.

Menengok ke Bundesliga dan K-League, protokol kesehatan dan keselamatan dilakukan secara ketat untuk menggulirkan liga di tengah pandemi virus corona. Hal yang sama kemungkinan juga harus diadopsi Indonesia saat menjadi tuan rumah nanti.

Nah, Zainudin Amali, menyatakan kesiapan pemerintah andai skenario itu harus terjadi. Baginya segala persiapan untuk kelancaran ajang ini harus dilakukan.

“Pastinya protokol itu akan dilakukan itu karena tidak mungkin berlangsung dalam keadaaan normal. Ini kan judulnya New Normal,” kata politikus dari Partai Golongan Karya (Golkar) itu.

“Kalau soal tanpa penonton, kita lihat nanti, ini kan digelarnya masih Mei dan Juni 2021. Seperti apa situasinya tentu kami akan bicara dengan PSSI dan FIFA,” ucapnya.

Ridwan Kamil: Ekonomi Jabar Mulai Bergerak Setelah 29 Mei

BOGORDAILY – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya sudah mengkaji bahwa perekonomian di Jawa Barat bisa mulai bergerak kembali.

Hal ini diungkapkan saat acara Silaturahome Lebaran Virtual yang digelar Liputan6.com, Selasa (27/5) bersama artis Aura Kasih.

“Bisnisnya minggu depan setelah tanggal 29 itu sudah mulai perlahan-lahan menerima pelanggan lagi,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil.

Meski demikian, dia menegaskan, ada aturan yang harus dituruti bagi para pengusaha dan pembeli. Yakni mengikuti protokol kesehatan.

“Tapi dengan deklarasi, siap di depan usahanya mengumumkan bahwa maksimal per waktu. Misalnya kapasitasnya 10 diumumkan di depan pintunya cuma 5. Kemudian pas datang mal turun 50 persen. Ngantre di food court ada garisnya, dan belanja harus pakai sarung tangan,” ungkap Kang Emil.

Dia pun menuturkan, ini harus dilalui. Sebagai salah satu upaya dalam beradaptasi di tengah pandemi.

“Hal baru itu tidak nyaman, tapi kalau mau ekonominya gerak, harus mau beradaptasi dengan ketidaknyamanannya itu, selama covid ini vaksin dan obatnya belum ditemukan,” pungkasnya.

Sosialisasi New Normal

Kang Emil menyatakan, dalam lima hari ke depan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat terkait The New Normal.

“Dalam waktu lima hari ini kita akan intensif mengedukasi dan dari pedagang kaki lima sampai pemilik Mal,” kata Emil.

Jabar bersiap menerapkan The New Normal karena dianggap mampu mengendalikan penularan Covid-19.

“Sekarang kita edukasi, kita bikin video, kita bikin konten di media sosial,” jelas Kang Emil.

Dia menuturkan, memang TNI dan Polri diperbantukan untuk membantu mendisiplinkan masyarakat. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi masyarakat yang belum memahami betul protokol kesehatan di fase New Normal.

“Kalau sudah ngerti, pelan-pelan TNI dan Polri berkurang,” tukasnya.

PSBB Diperpanjang Sampai 4 Juni, Ini Masukan H. Ruhyat Nugraha

BOGOR DAILY – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten/Kota Bogor, Bekasi, dan Depok (Bodebek) tahap ketiga akan berakhir pada tanggal 29 Mei 2020.
Akan tetapi, masih banyak catatan yang harus dibenahi oleh lima daerah di Provinsi Jawa Barat (Jabar), yang kembali akan memperpanjang PSBB dari mulai tanggal 29 Mei sampai dengan 4 Juni.
Hal itupun ditanggapi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ruhyat Nugraha, saat ditemui di kediamannya, Rabu (27/5/2020).
“Harus segera di evaluasi lagi. Dan harus belajar pada penerapan PSBB tahap awal dan kedua serta ke tiga, soalnya masih bayak masyarakat yang mengacuhkan hal itu seperti protokol kesehatan dan kewajiban memakai masker,” katanya.
Menurutnya, langkah yang diambil oleh lima kepala daerah di Jabar yang kembali memperpanjang PSBB ini sangat diapresiasi. Karena, tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 khusunya di Kabupaten Bogor, walaupun saat ini sedang mempersiapkan menuju New Normal (Kenormalan baru).
“Saya setuju PSBB ini diperpanjang. Kalau tidak diperpanjang maka aktifitas masyarakat akan kembali seperti biasa.
Masyarakat juga harus kompak untuk kebaikan kita semua. Apalagi anti Virus Korona ini belum ditemukan,” jelasnya.
Dirinya berharap, pemerintah pusat segera membuat strategi agar kondisi ekonomi di Indonesia khususnya di Jawa Barat bisa kembali normal.
“WHO sampai saat ini juga belum bisa memprediksikan virus ini hilang di dunia pada tahun ini (2020), maka dari itu mari kita berdoa agar semua kembali seperti semula kembali, korona ini agar segera hilang,” tutupnya. (Andi).

PSBB Transisi di Kota Bogor Berlaku sampai 4 Juni 2020

BOGOR DAILY- Masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bogor akan berakhir malam ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan PSBB transisi.

Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan pelaksanaan PSBB Kota Bogor akan selesai malam ini. Pemkot Bogor akan melakukan PSBB transisi sampai 4 Juni, atau hingga waktu PSBB Jakarta berakhir.

Setelah 4 Juni, sambung Bima, Pemkot Bogor akan melakukan fase tatanan baru.

“Karena itu sekali lagi, insyaallah Kota Bogor akan bersiap-siap memasuki fase tatanan baru. Pertanyaannya kapankah fase tatanan baru itu? Fase tatanan baru akan dimulai di Kota Bogor insyaallah pada tanggal 4 Juni 2020. Ini menyesuaikan dengan masa akhir dari PSBB di DKI Jakarta. Karena Bogor tidak terlepas dan terintegrasi dari Jakarta dan sekitarnya,” kata Bima Arya dalam konferensi virtual yang disiarkan di YouTube Pemerintah Kota Bogor, Selasa (26/5/2020).

“Kemudian fase setelah nanti malam hingga 4 Juni. Kami menamakan ini PSBB Transisi. Kenapa? Karena ada beberapa penyesuaian, ada beberapa adaptasi yang akan diberlakukan mulai tengah malam hingga 4 Juni nanti,” lanjutnya.

Bima menerangkan dalam fase PSBB transisi aktivitas di masjid-masjid bisa dimulai kembali. Selain itu, restoran, toko nonpangan atau yang beroperasi di bidang selain yang dikecualikan, diperbolehkan buka selama PSBB transisi ini.

Namun, kata dia, ada persyaratan yang harus dipenuhi terkait fase PSBB transisi ini.

“Pertama, diberlakukan protokol kesehatan secara ketat, dan ada pembatasan-pembatasan. Misalnya untuk restoran diwajibkan tetap dengan standar protokol kesehatan. Ditambah juga dengan pembatasan atas kapasitas yang ada. Jadi tidak diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas yang penuh, maksimal adalah 50 persen dari kapasitas dengan kursi yang disimpan. Jadi, betul-betul diberlakukan secara ketat,” ucapnya.

“Masjid-masjid harus diaktivasi sebagai pusat edukasi dan juga lumbung pangan atau logistik. Memang masjid-masjid masih kami awasi agar tidak terjadi penumpukan manusia, tetap ada pembatasan dan tata cara beribadah. Kami berharap, masjid-masjid ini aktif mengambil peran,” kata Bima.

Dia pun menjelaskan petugas akan memberikan sanksi bila ada yang melakukan pelanggaran. Petugas di lapangan, akan lebih ketat melakukan pengawasan selama PSBB transisi ini.

Agar penyebaran COVID-19 bisa semakin ditekan, petugas juga akan lebih ketat mengawasi pergerakan masyarakat dari luar Kota Bogor. Dalam PSBB transisi ini juga, Bima pun mengatakan Pemkot Bogor sedang menyusun peraturan wali kota (Perwali) untuk penerapan fase tatanan baru dari 4 Juni mendatang.

“Sekarang kita sudah menerima banyak masukan. Kami sudah memiliki draft yang juga kami jadikan landasan acuan rujukan dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) tentang tatanan baru seperti apa. Ini semua akan kami rumuskan dalam waktu satu minggu,” tandas dia.

Tujuh Pabrik Indocement di Citeureup Sudah Ditutup

BOGOR DAILY- Emiten produsen semen Grup Heidelberg Cement AG asal Jerman, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyampaikan perkembangan operasional perusahaan sebagai dampak dari pandemi virus corona (Covid-19) yang menghantam ekonomi global dan dalam negeri.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan INTP Oey Marcos mengatakan dampak pandemi berimbas pada penghentian operasional sebagian pabrik perusahaan dan unit operasional entitas anak perusahaan akibat penurunan permintaan, dampak dari penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di beberapa wilayah di Indonesia.

Kondisi kelangsungan usaha perseroan secara umum tidak terganggu secara langsung oleh Covid-19 namun perseroan memperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan akibat dampak dari PSBB yang diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia.

Jangka waktu penghentian operasional pabrik diperkirakan antara 1-3 bulan dan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan pasar secara umum. “Perseroan hanya menjalankan 1-3 pabrik, dari 10 pabrik yang ada di Citeureup,” kata Oey, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (26/5/2020).

Sampai dengan saat ini kontribusi pendapatan dari pabrik yang berhenti operasional adalah sebesar sekitar 25% dari total pendapatan konsolidasi tahun 2019.

Namun hingga saat ini dia menegaskan tidak ada karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Pengurangan karyawan terjadi karena pensiun normal atau pengunduran diri karena kehendak sendiri. Jumlah karyawan yang dirumahkan juga tidak ada, dengan jumlah karyawan tetap dan tidak tetap 5.200 orang.

“Dewan komisaris, direksi dan staf manajemen secara sukarela melakukan pemotongan gaji secara berjenjang,” kata Oey menjawab pertanyaan BEI soal apakah ada pemotongan gaji karyawan hingga 50%.

Perseroan memperkirakan terjadi penurunan total pendapatan untuk periode 31 Maret 2020 dari 31 Maret 2019 sekitar 25%.

“Sejak awal dari pandemi Covid-19 terjadi, kami sudah melakukan strategi efisiensi di berbagai bidang termasuk efisiensi biaya distribusi dengan melakukan optimalisasi pengeluaran semen dari terminal-terminal kami yang tersebar di berbagai wilayah di samping hanya menjalankan pabrik-pabrik kami yang terefisien, kami juga melakukan optimalisasi penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif,” katanya.

Sebelumnya, Oey mengatakan perseroan memangkas anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) pada tahun ini menjadi Rp 1,1 triliun dari proyeksi sebelumnya Rp 1,4 triliun.

Pemangkasan belanja modal ini mempertimbangkan dampak dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan demikian, konsumsi semen secara nasional mengalami penurunan akibat wabah virus Corona jenis baru ini. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menunjukkan, konsumsi semen nasional pada kuartal I/2020 mengalami penurunan 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

“Indocement mengambil keputusan untuk melakukan penyesuaian atas capex 2020 Indocement yang semula ditetapkan sebesar Rp 1,4 triliun menjadi Rp 1,1 triliun,” ungkap Oey, Kamis (14/5/2020).

Pada proyeksi sebelumnya, perseroan menganggarkan belanja modal yang bersumber dari dana kas internal Rp 1,4 triliun untuk pengembangan pabrik di Citeureup, Jawa Barat, instalasi listrik dan perbaikan fasilitas pabrik di Kalimantan Selatan.

Sumber: CNBC Indonesia

Bima Arya Perketat Akses Masuk Kota Bogor

BOGOR DAILY – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Bogor diklaim pemerintah daerah relatif bisa dikendalikan. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, tantangan terbesar saat ini yaitu arus balik mudik ke Kota Bogor.

“Pemerintah Kota Bogor harus mempertahankan secara ketat protokol kesehatan sembari memastikan tidak ada penularan baru yang masuk melalui orang-orang yang mau masuk Kota Bogor, khususnya arus (balik) mudik,” kata Bima dalam video konferensi, Selasa (26/5/2020).

Untuk mengantisipasi adanya arus balik mudik ke Kota Bogor, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, ada pelarangan kendaraan dari khususnya zona merah mudik dan di luar aglomerasi, seperti dari Jawa Timur.

“Mobil yang asalnya dari Jawa Timur, itu benar-benar akan diputarbalikkan. Kalaupun dia lolos dan masuk Kota Bogor, tim siaga corona dari tingkat RT dan RW yang bertugas mengawasi,” ucap Eko seperti dilansir Kompas.com, Selasa (26/5/2020).

Melihat episentrum penyebaran virus corona sudah berpindah ke daerah Jawa Timur, seharusnya jika pengawasannya baik, tidak akan ada arus balik karena ada penyekatan pada daerah-daerah di luar Kota Bogor.

Adapun kalau kendaraan dari daerah aglomerasi seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih diperbolehkan masuk selama memiliki alasan yang jelas. Kalau dengan alasan seperti wisata atau lainnya, tetap diputar balik.

“Kita lebih memperketat protokol PSBB di setiap check point. Misalnya bus Elf yang pelat B akan kita cek semua penumpangnya, begitu juga kendaraan yang dari Bandung, enggak boleh masuk ke Bogor,” katanya.

Jika masyarakat tetap lolos dan masuk ke Kota Bogor, tim siaga tingkat RT dan RW untuk mengecek warganya yang keluar masuk wilayah. Warga tersebut harus isolasi mandiri di tempat yang sudah disediakan tim siaga corona tingkat RT dan RW.

1.502 Orang Langgar PSBB di Kota Bogor

BOGOR DAILY – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor mengumumkan total pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Hujan itu sebanyak 1.502 pelanggar.

Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syah, mengatakan, pihaknya telah menindak 1.502 pelanggar dan menyetorkan hasil sanksi administrasi ke kas daerah dari lima tempat usaha sebesar Rp 22 juta.

“Total di kami dari PSBB tahap I,II dan III ada 1.502 pelanggar, diantaranya 819 pelanggar tidak menggunakan masker, berboncengan beda alamat 56 orang,” katanya kepada wartawan di Balai Kota Bogor, Selasa (26/5/2020) malam.

Agus mengungkapkan, dari data pemantauan selama PSBB tahap I ada 22 pelanggar tidak menggunakan masker, 28 tempat usaha melanggar jam operasional, 31 lokasi kerumunan yang dibubarkan.

Sedangkan PSBB tahap II ada 360 pelanggar tidak menggunakan masker, 257 tempat usaha melanggar jam operasional, 24 lokasi kerumunan yang dibubarkan dan 6 tempat usaha yang disegel.

Kemudian, PSBB tahap III ada 437 pelanggar tidak menggunakan masker, 213 tempat usaha melanggar jam operasional, 74 lokasi kerumunan yang dibubarkan, 56 orang berboncengan berbeda alamat, dan 5 tempat usaha yang disegel dan membayar sanksi denda ke Kas Daerah sebesar Rp 22 juta.

“Kami menerapkan sanksi administrasi di PSBB tahap III dengan total denda Rp 22 juta terdiri dari toko baju dan toko sepatu. Penerapan denda ini berlaku sesuai Perwali Nomor 37 Tahun 2020 tentang Juknis pelaksanaan penerapan sanksi pelanggaran PSBB dalam penanganan Covid-19,” jelasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, PSBB tahap I warga lebih patuh. PSBB tahap II disiplin warga mulai menurun dan tahap III lebih banyak lagi yang tidak disiplin.

“Tapi kami tetap terapkan sanksi yang tegas,” tukasnya. (Andi).