Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8222

Belum Waktunya Diterapkan Pelonggaran PSBB di Indonesia, Ini Penjelasan IDI

BOGORDAILY – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menilai keputusan pemerintah terkait pelonggaran PSBB hingga memperbolehkan warga usia 45 tahun beraktivitas belum waktunya diterapkan. IDI menilai kasus Corona di Indonesia belum seluruhnya terlihat.

“Jadi kan semua negara suatu saat akan melonggarkan PSBB atau lockdown, cuma kapan, yang paling baik sebetulnya peaknya puncak pandemi ini telah terlewati,” kata Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan COVID-19 IDI Zubairi Djoerban, saat dihubungi, Selasa (12/5/2020).

Zubairi menyebut puncak pandemi terlewati ketika jumlah terinfeksi baru semakin menyusut dan jumlah meninggal turun drastis. Namun di Indonesia, jumlah tersebut belum terlihat.

“Indonesia masalahnya berhadapan dengan penyakit yang baru kelihatan seperti gunung es yang di bawah masih banyak yang belum kelihatan, yang terlihat baru sebagian kecil yang sebetulnya sudah punya banyak kita,” ucapnya.

Lebih jauh, Zubairi menyinggung PSBB belum optimal dilaksanakan di Indonesia. Jika ingin PSBB dibuka, maka menurutnya harus ada kedisiplinan diri dari masyarakat membatasi diri sendiri.

“Iya belum waktunya, contoh PSBB kemarin belum optimal, kurang disiplin, artinya menurut saya kalau mau dilanjut mulai pelan-pelan buka harus disiplinkan masyarakat dengan peraturan tegas dan diawasi,” ujar Zubairi.

Kemudian Zubairi juga menanggapi terkait beberapa wacana pelonggaran PSBB yang akhir-akhir ini keluar. Menurutnya wacana tersebut tidak terlepas dari faktor ekonomi yang hendak dikejar oleh pemerintah.

“Presiden sampaikan PSBB harus ketat dan efektif, jadi bagaimana ketat dan efektif dengan masalah tadi mengenai transportasi Menhub ada pikiran ekonomi dihidupkan kembali, dan sekarang warga di bawah 45 tahun diberi kesempatan kerja lagi, itu memang tidak mudah namun tidak boleh buru buru, dari sisi medis sebetulnya belum waktunya,” ungkapnya.

Jokowi Langsung Serahkan Bantuan kepada KPM Terdampak Covid-19 di Bogor

BOGOR DAILY – Presiden RI Joko Widodo menyerahkan langsung bantuan sosial (Bansos), kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19) yang disalurkan melalui PT Pos di Kota Bogor.

Dari bantuan itu nantinya, masing-masing kepala keluarga (KK) akan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Presiden Jokowi mengatakan, proses pemberian bantuan tunai berjalan dengan baik. Pasalnya, warga tertib dan menjalankan protokol kesehatan.

“Pagi hari ini saya ingin memastikan, mengecek pembagian bantuan sosial tunai pada masyarakat.  Saya lihat tadi berjalan dengan baik, antrean bagus dengan jaga jarak yang baik, semua pakai masker. Sebelum uang diberi pun juga tangan dibersihkan dengan hand sanitizer,” katanya kepada wartawan.

Pada kesempatan itu juga, Jokowi menyebutkan, bantuan sosial dari pemerintah sangat beragam. Selain bantuan tunai ada juga Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, BLT dana desa, hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Jadi, kita harap bisa menjangkau 55 persen dari total penduduk kita. Baik itu yang kurang mampu maupun yang terkena dampak Covid-19,” tuturnya.

Ia berharap, penyaluran bansos ini bisa menguatkan, memperkuat daya beli masyarakat, hingga nanti konsumsi domestik menjadi normal kembali.

“Itu yang kita harap,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial RI, Juliari Batubara, menjelaskan, penyerahan BLT akan berlangsung secara bertahap sebanyak dua kali hingga sebelum Idul Fitri.

“Kami harap sebelum Idul Fitri masyarakat atau sebagian besar penerima bansos sudah terima dua kali bansos. Setelah Idul Fitri tinggal sekali lagi,” katanya.

Mensos juga menyebutkan, penyerahan bansos tunai dan pangan ini bisa berbeda tingkat kesulitannya di masing-masing daerah. Untuk wilayah Bogor yang hari ini disalurkan fasilitasnya sudah lebih memadai.

“Kota bogor lebih mudah fasilitasnya, lebih mudah. Tapi daerah lain yang medannya lebih berat mungkin baru satu tahap,” jelasnya.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyebutkan, di Kota Bogor saat ini ada 159.162 KK yang terdata menerima bantuan baik DTKS maupun Non DTKS. Untuk total khusus Non DTKS sejumlah 23.000 KK, sisanya dibantu dari pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat.

“Saat ini warga bisa mengakses di aplikasi Salur (Sistem Aduan Layanan Bantuan untuk Rakyat) salur.kotabogor.go.id untuk mengecek apakah termasuk datanya atau tidak sebagai penerima bansos. Melalui NIK disitu akan terlihat. Warga bisa tahu juga progres serapan dari semua skema bantuan persentasenya,” singkatnya. (Andi).

Bagi Saul Laga di Kandang Liverpool Bukan yang Tersulit

BOGORDAILY – Atletico Madrid menjadi tim pertama yang mengalahkan Liverpool di Anfield pada musim ini. Laga itu bukan yang tersulit bagi gelandang Atletico Saul Niguez.

Los Rojiblancos menundukkan Liverpool 3-2 di leg II babak 16 besar Liga Champions, Maret silam. Di pertandingan itu, Atletico tertinggal dua gol lebih dahulu sebelum menuntaskan comebacknya dengan memberondong Liverpool dengan tiga gol balasan di babak perpanjangan waktu untuk lolos dengan agregat 4-2.

Tidak hanya maju ke babak berikutnya, Atletico turut menghentikan superioritas Liverpool di kandangnya sendiri di Liga Champions. Terakhir kali The Reds tumbang di Anfield adalah saat menyerah 0-3 di tangan Real Madrid pada Oktober 2014.

Meski begitu, Saul mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami pertandingan yang lebih berat daripada lawatan ke Merseyside itu. Adalah pertandingan di markas Bayern Munich pada semifinal leg kedua Liga Champions, yang dimenangi tim tuan rumah 2-1, pada Mei 2016. Tapi Atletico menyingkirkan Bayern dengan agregat 2-2, hasil keunggulan produktivitas gol tandang.

“Anfield memang pertandingan yang sangat sulit, itu adalah sesuatu yang kami sudah tahu,” Saul mengatakan kepada situs resmi Atletico. “Itu bukan pertandingan di mana aku paling menderita di lapangan, di mana aku mengatakan: ‘Seberapa buruk kami?’

“Di Munich, aku menjalani waktu yang sangat sulit. Aku sempat berkata kepada diriku sendiri: ‘Kami tidak akan keluar dari sini hidup-hidup’.

“Di Anfield, aku punya keyakinan pada tim, kami punya banyak peluang. Jan Oblak sedang sangat, sangat bagus… Kami memang tidak punya banyak peluang di awal tapi sekalinya mereka mencetak gol pertama, kami tahu mereka akan menyerang kami dan kami punya celah untuk melukai mereka,” ungkap Saul.

Jokowi Menaikkan Iuran BPJS Kesehatan Lewat Perpres 64/2020, Ini Rinciannya

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II. Adapun untuk kelas III baru akan naik pada 2021.

Hal itu tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Berikut ini kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Pasal 34 Rabu, (13/5/2020):

Iuran Kelas I yaitu sebesar Rp 150 ribu per orang per bulan dibayar oleh Peserta PBPU dan Peserta BP atau pihak lain atas nama Peserta.

Iuran Kelas II yaitu sebesar Rp 100 ribu per orang per bulan dibayar oleh Peserta PBPU dan Peserta BP atau pihak lain atas nama Peserta.

Iuran Kelas III Tahun 2020 sebesar Rp 25.500, tahun 2021 dan tahun berikutnya menjadi Rp 35 ribu.

Perpres menjelaskan ketentuan besaran iuran di atas mulai berlaku pada 1 Juli 2020.Untuk Januari, Februari, dan Maret 2020, iuran bagi Peserta PBPU dan Peserta BP yaitu:

Kelas I sebesar Rp 160 ribu
Kelas II sebesar Rp 110 ribu
kelas III sebesar Rp 42 ribu

Untuk April, Mei, dan Juni 2020, sebesar:

Kelas I sebesar Rp 80 ribu
Kelas II sebesar Rp 51 ribu
Kelas III sebesar Rp 25,500

“Dalam hal Iuran yang telah dibayarkan oleh Peserta PBPU dan Peserta BP melebihi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dan ayat (8), BPJS Kesehatan memperhitungkan kelebihan pembayaran Iuran dengan pembayaran luran bulan berikutnya,” demikian bunyi pasal 34 ayat 9.

Sebelumnya, pada 2018, Jokowi menandatangani Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Besaran iuran yaitu:

a. Sebesar Rp 25.500 untuk kelas III
b. Sebesar Rp 51 ribu untuk kelas II
c. Sebesar Rp 80 ribu untuk kelas I

Pada 2019, Jokowi menandatangani Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Besaran iuran berubah menjadi:

1. Rp 42.000 per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III
2. Rp 110.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II; atau
3. Rp 160.000 per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.

Namun, Mahkamah Agung (MA) membatalkan Perpres Nomor 75/2019. MA mengembalikan iuran menjadi:
1. Sebesar Rp 25.500 untuk kelas III
2. Sebesar Rp 51 ribu untuk kelas II
3. Sebesar Rp 80 ribu untuk kelas I

Belasan Rumah di Leuwisadeng Digerus Longsor

BOGOR DAILY – Setelah Kecamatan Sukajaya diterjang banjir dan longsor kembali, kali ini Kecamatan Leuwisadeng, yang terletak di Kabupaten Bogor wilayah Barat itu diterjang longsor.

Informasi yang didapat Bogordaily.net, longsor terjadi pada pukul 01:00 WIB Rabu (13/5/2020), setelah hujan mengguyur wilayah Kampung Saluduk, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng.

Salah seorang warga Leuwisadeng, Tatang (26) mengatakan, longsor menimbun belasan rumah di Leuwisadeng, dan banyak korban yang luka-luka.

“Infonya ada satu warga tertimbun,” singkatnya.

Dalam video yang diterima pun, nampak salah seorang yang merekam kejadian itu mengatakan, ada satu korban yang tertimbun.

“Korban masih hilang, atas nama Samsu, sebanyak 18 rumah habis,” singkatnya.

Sementara, pihak dari Kecamatan Leuwisadeng, maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, belum memberikan keterangan resmi ketika dihubungi melalui telpon seluler. (Andi).

Bejat! Bayi Lima Bulan Dibuang Ke Selokan di Cigudeg

BOGOR DAILY – Bejat mungkin kalimat itu tepat ditujukan kepada ibu yang membuang bayinya ke selokan, di Kampung Bunar, Desa Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Penemuan jani bayi di sebuah selokan itu diperkirakan berumur lima bulan, ditemukan mengambang oleh seorang warga, dalam posisi terlentang dan telah membusuk, bercampur dengan sampah.

Ketika dihubungi, Kapolsek Cigudeg, AKP Zulkarnaedi, membenarkan, bahwa ada penemuan bayi yang sudah membusuk di selokan Desa Bunar.

Menurutnya, setelah mendapat laporan dari warga, anggota Polsek Cigudeg lalu datang dengan melakukan pembersihan dan menguburkan janin tersebut.

“Anggota langsung membawa ke puskesmas Cigudeg untuk dilakukan pembersihan dan dikuburkan,” katanya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, kasus penemuan janin bayi itu ada dugaan karena digugurkan, lalu dibuang akibat hubungan diluar pernikahan.

“Dugaan sementara dari hubungan gelap dan pelaku dengan sengaja membuang yang sebelumnya digugurkan terlebih dahulu,” tukasnya. (Andi).

PT Indocement Berbagi Kebahagiaan Dengan Masyarakat dan Mitra Desa

BOGOR DAILY – Walaupun di masa pandemi Virus Korona atau Covid-19, PT. Indocement Tunggal Prakarsa, tetap berbagi kebahagiaan di bulan Suci Ramadhan kepada masyarakat dan mitra desa.

Sebanyak 27 ton beras ZIS dan 2.400 paket sembako untuk desa mitra telah disalurkan bertempat di Koperasi Karyawan Indocement Mart (KKI Mart) , Desa Gunung Putri, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Kegiatan itu pun berlangsung dengan memperhatikan kaidah physical distancing, dengan meniadakan pembagian beras secara massal untuk menghindari terjadinya pengumpulan massa.

Ketua Serikat Pekerja (SP) Indocement unit Pabrik Citeureup, Ribut Santoso, mengatakan, penyerahan bantuan kepada warga itupun turut dihadiri oleh perwakilan dari CSR, Serikat Pekerja (SP) Indocement, Ikatan Manajemen Indocement (IMI), Kepala Desa (Kades) dan dua orang warga penerima bantuan dengan tetap memperhatikan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kami menyadari bahwa bencana ini tidak dapat dilalui dengan kekuatan sendiri, perlu adanya kerjasama dan upaya dari semua lapisan masyarakat untuk dapat melalui masa sulit ini bersama-sama,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (12/5/2020).

Ia menambahkan, sebanyak 111 liter cairan disinfektan, 58 alat sprayer, 2.600 lembar masker medis, 101 liter cairan antiseptic, 25 liter sabun cair, 28 sarana cuci tangan dan Thermogun telah didistribusikan untuk membantu desa mitra menghambat penyebaran virus Covid-19.

“Kedepannya diharapkan upaya yang telah dilakukan Indocement, dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di sekitar kompleks pabrik Indocement Citeureup, terlebih di masa sulit akibat pandemi Covid-19,” tukasnya. (Andi).

8 Pasien PDP di Kabupaten Bogor Meninggal Dunia

BOGOR DAILY – Delapan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Bogor dinyatakan meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, sebanyak delapan orang yang meninggal itu, empat orang berjenis kelamin Perempuan, dan empat laki-laki.

“Untuk saat ini ada delapan orang PDP meninggal dunia,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (12/5/2020).

Ia menjelaskan, delapan PDP yang meninggal itu usia 58 perempuan asal Leuwiliang, laki-laki 29 tahun asal Sukajaya, laki-laki 70 tahun asal Dramaga, laki-laki 60 tahun asal Ciampea.

Lalu, perempuan 42 tahun asal Gunung Sindur, Laki-laki 34 tahun asal Cibungbulang, perempuan 60 tahun asal Cibungbulang, perempuan 52 tahun asal Tamansari.

“Total PDP ada 466, meninggal 57, kita masih tunggu hasil Swab Test,” tukasnya.

Sekedar diketahui :

Data Covid-19 di Kabupaten Bogor yang didapat, sampai saat ini Kecamatan Gunung Putri masih menjadi puncak tertinggi kasus penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di, yaitu sebanyak 33 orang.

Untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor ke dua yaitu Cileungsi 22 orang serta di Cibinong 19 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 16 orang, di Ciampea, Gunung Sindur, Tamansari empat orang. Untuk Citeureup tadinya ada sebanyak tiga orang sekarang tinggal satu.

Babakan Madang, Tajur Halang ada lima orang, untuk Ciomas, Jonggol, Sukaraja ada 2, Parung Panjang, Parung, Ciawi, Caringin, Leuwisadeng, Rumpin ada sebanyak satu orang. (Andi)

Dua Pasien Positif Covid-19 di Citeureup Sembuh

BOGOR DAILY – Sebanyak dua pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bogor dinyatakan sembuh. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah.

Syarifah -sapaannya- mengatakan, dua pasien yang sembuh itu merupakan warga Kecamatan Citeureup, yang memang sudah menjalani perawaran di RS rujukan.

“Dua pasien sembuh yaitu, laki-laki usia 50 dan 46 tahun asal Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (12/5/2020).

Menurutnya, total positif di Kabupaten Bogor ada 158, positif aktif 125, dan yang sembuh sebanyak 22 orang.

Sekedar diketahui :

Data Covid-19 di Kabupaten Bogor yang didapat, sampai saat ini Kecamatan Gunung Putri masih menjadi puncak tertinggi kasus penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di, yaitu sebanyak 33 orang.

Untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor ke dua yaitu Cileungsi 22 orang serta di Cibinong 19 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 16 orang, di Ciampea, Gunung Sindur, Tamansari empat orang. Untuk Citeureup tadinya ada sebanyak tiga orang sekarang tinggal satu.

Babakan Madang, Tajur Halang ada lima orang, untuk Ciomas, Jonggol, Sukaraja ada 2, Parung Panjang, Parung, Ciawi, Caringin, Leuwisadeng, Rumpin ada sebanyak satu orang. (Andi)

Satu Pedagang Positif Korona, Pasar Bogor Ditutup Sementara

BOGOR DAILY – Setelah satu orang pedagang di Pasar Bogor, Kota Bogor, dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19. Tim kesehatan melakukan Swab Test kepada 20 pedagang di Kota Hujan tersebut.

Direktur Utama PD Pasar Pasar Pakuan, Jaya Muzakir, mengatakan, sebanyak 20 pedagang dilakukan Swab Tes bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

“Sebanyak 20 pedagang di sekitaran kios itu kita lakukan Swab Test. Kita sengaja ambil sample di situ,” katanya kepada wartawan, Selasa (12/5/2020).

Menurutnya, dua kios di Pasar Bogor sudah dilakukan penutupan. Tak hanya itu, Pasar Bogor juga kan ditutup secara total selama beberapa hari ke depan untuk dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Ke depan akan tutup beberapa hari. Tujuan kita untuk penyemprotan dan memimalisir efek dari yang positif ini,” tukasnya.

Sebelumnya, sebanyak 500 pedagang dan pengguna Pasar Bogor menjalani Rapid Test massal, yang dilaksanakan di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Senin (11/5/2020) kemarin.

Rapid Test massal itupun digelar oleh Badan Intelijen Negara (BIN), bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor, dan BNPB. (Andi).