Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 8225

Penumpang KRL bakal Diwajibkan bawa Suket

BOGOR DAILY- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan siap untuk memberlakukan aturan yang mewajibkan penumpang kereta rel listrik (KRL) memiliki surat keterangan (suket).

“Ya, artinya  diunduh di mana, siapa yang mengeluarkan itu? Tapi kalau Bogor siap, begitu itu diberlakukan, ya kita buat Perwali (Peraturan Wali Kota) khusus untuk ini, tentang pengaturan identitas penumpang masuk dan keluar dari Bogor,” ucap Bima di Kota Bogor, Rabu (13/5).

Bima menjelaskan, pergub dan perwali untuk mengatur suket bagi penumpang KRL tak banyak perbedaan. Dia mengatakan, kesemuanya didasarkan atas sanksi-sanksi yang serupa di lapangan.

Mengenai teknis pelaksanaan, Bima menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dia menyatakan, pemda siap memperkuat pengawasan dengan menambah jumlah personel di stasiun dan membuat bilik pemeriksaan. “Kita akan ada bilik khusus dan pemeriksaan juga, secara acak (random) baik di dalam maupun di luar. Itu sudah dikoordinasikan dengan PT KAI,” ucapnya.

Bima menambahkan, begitu DKI Jakarta mengeluarkan juklak dan juknis-nya, pemkot dapat secepatnya memberlakukan aturan tersebut. “Minggu ini kita berlakukan itu. Kita percepat,” kata dia.

 

 

 

BMKG ingatkan Warga Kabupatrn Bogor soal Cuaca Ekstrem

BOGOR DAILY-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meminta masyarakat waspada cuaca ekstrem yang berpeluang melanda Kabupaten Bogor hingga akhir Mei 2020. Sepekan terakhir, hujan deras kerap mengguyur wilayah Bogor Barat sampai Banten.

“Pantauan BMKG, hingga akhir Mei 2020 wilayah kabupaten Bogor masih berpeluang terjadi cuaca ekstrem,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Asep Firman dalam keterangan tertulis, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 14 Mei 2020.

Dia menyatakan, peluang terjadinya cuaca ekstrem di kabupaten Bogor masih sangat tinggi. Khususnya wilayah Kabupaten Bogor bagian barat, dengan peluang tertinggi.

“Hal ini terjadi karena dalam Dasarian I Mei anomali suhu permukaan laut Jawa -0.25 s/d 0.25°C dan selatan Jawa dengan kisaran anomali SST antara -0.25 s/d +2°C. Jadi permukaan laut yang hangat cenderung memberikan suplai uap air yang cukup untuk proses terjadinya hujan,” paparnya.

Lebih lanjut, untuk Anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) wilayah Jawa Barat, masih menjadikan daerah ini sebagai daerah pembentukan awan (OLR ≤ 220 W/m2) terutama di Jawa Barat bagian barat.

“Sementara angin baratan masih mendominasi wilayah Indonesia, angin baratan yang bertiup umumnya lebih kuat dibandingkan klimatologisnya. Angin dari Selatan mendominasi wilayah Indonesia, kecuali Sumatera dan Jawa bagian barat. Aliran massa udara dari selatan umumnya lebih kuat dibandingkan klimatologisnya,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada bencana alam cuaca eksrem di tengah pandemi covid-19. Daerah dengan kemiringan lahan lebih dari 45 derajat sangat rawan terjadi banjir bandang dan tanah longsor, ketika hujan berturut-turut minimal tiga hari sebelumnya.

“Hujan deras biasanya disertai angin kencang dan petir, berlindung pada tempat yang aman untuk menghindari angin kencang dan tanaman roboh dan benda jatuh. Juga hindari sambaran petir yang bisa menginduksi manusia pada peralatan elektronika yang digunakan pada saat terjadi petir,” tandasnya.

Relaksasi PSBB Belum Saatnya

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Bupati Bogor/Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor)

Lonjakan kasus positif baru virus Corona (Covid-19) di Indonesia mencapai rekor tertinggi, Rabu (13/5/2020). Ada tambahan 689 kasus positif Covid-19 secara nasional. Penambahan kasus positif itu merupakan yang paling tinggi sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama pada 2 Maret 2020 lalu.

Dengan penambahan 689 kasus positif baru itu, maka per Rabu (13/5/2020), jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 15.438 kasus. Penambahan kasus terbanyak terjadi di wilayah DKI Jakarta yang mencapai 132 kasus positif, Jawa Timur 103 kasus positif, yang mana keduanya mencapai angka tiga digit jumlah kenaikan.

Sementara itu, data monitoring Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Rabu (13/5/20) hingga pukul 20.00 WIB, mengkonfirmasi dua kasus baru positif dan tujuh pasien PDP meninggal dunia. Adapun dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 adalah laki-laki, 45 tahun asal Gunung Sindur dan laki-laki, 30 tahun asal Kecamatan Cileungsi.

Kemudian, tujuh pasien PDP yang meninggal dunia adalah: Laki-laki, 43 tahun asal Cigombong, Perempuan, 20 tahun, asal Sukajaya, Perempuan, 25 tahun, asal Rumpin, Perempuan, 61 tahun asal Leuwiliang, Laki-laki, 59 tahun, asal Rancabungur, Perempuan, 90 tahun, asal Kemang dan Laki-laki, 75 tahun, asal Kemang.

Mengacu data-data tersebut, maka kami menilai relaksasi atau pelonggaran PSBB belum waktunya diterapkan. Apalagi kebijakan memperbolehkan warga usia di bawah 45 tahun beraktivitas kembali di tengah pandemi.

Kami menilai kasus Corona belum seluruhnya terlihat. Melonggarkan PSBB bisa dilakukan jika puncak pandemi ini telah terlewati. Yakni, ketika jumlah terinfeksi baru semakin menyusut dan jumlah meninggal turun drastis.

Kasus positif Covid-19 pada Rabu (13/05/2020) contohnya. Virus Corona tidak memandang umur. Dua orang yang terinfeksi asal Kabupaten Bogor masih berusia di bawah 45 tahun. Termasuk pula kasus PDP meninggal. Dari total tujuh, terdapat tiga pasien meninggal berusia di bawah 45 tahun.

Selain itu, data secara nasional, sebanyak 47 persen masyarakat terjangkit Corona berusia 45 tahun ke bawah. Jadi, pendapat yang mengatakan mereka yang usia di bawah 45 tahun lebih tangguh dan tahan menghadapi Covid-19 tidak betul. Sebab data menunjukan hampir 47 persen yang terjangkit.

Apalagi, dalam pandemi ini, masalahnya kita berhadapan dengan penyakit yang baru kelihatan seperti gunung es, yang di bawah masih banyak yang belum kelihatan. Saat ini yang terlihat baru sebagian kecil saja yang sebetulnya sudah banyak yang terjangkit.

Oleh sebab itu, rencana pemerintah pusat untuk memberikan relaksasi PSBB kepada wilayah seperti Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah, sebaiknya tidak tergesa-gesa dan harap dipikirkan kembali. Apalagi kebijakan memperbolehkan warga usia di bawah 45 tahun beraktivitas kembali di tengah pandemi.

Jika ingin PSBB direlaksasi atau dilonggarkan, maka hemat kami harus ada kedisiplinan diri dari masyarakat untuk membatasi diri sendiri. Sementara PSBB yang sudah kami lakukan dua tahap saja belum optimal dilaksanakan. Ini karena sering kali pemerintah pusat mengubah aturan dalam kurun satu hari yang membuat pemerintah daerah kebingungan.

Selain itu, hasil evaluasi PSBB yang sudah kami lakukan, tingkat kedisiplinan masyarakat juga masih rendah. Hanya 40 persen warga yang mematuhi ketentuan dalam PSBB seperti larangan keluar rumah, memakai masker dan physical distancing.

Ketidakpatuhan warga terhadap PSBB ini mengakibatkan jumlah pasien positif Covid-19 jadi terus bertambah. Bahkan pernah ada penambahan 31 kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bogor dalam satu hari. Dari jumlah itu, sebanyak 28 orang adalah warga Kabupaten Bogor yang bekerja di Jakarta.

Presiden sendiri menginginkan bahwa PSBB harus ketat dan efektif. Jadi bagaimana mau ketat dan efektif kalau PSBB malah dilonggarkan? Relaksasi PSBB itu memang tidak mudah dan tidak boleh buru-buru. Apalagi dari sisi medis Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menyatakan pelonggaran PSBB belum waktunya diterapkan.

Keputusan pelonggaran PSBB dikhawatirkan malah bisa berdampak pada penambahan kasus Corona, sehingga tujuan awal PSBB menjadi tidak terlaksana.

Bangsa yang bijak adalah bangsa yang tidak gegabah dalam setiap langkah, apalagi gampang mengulang kesalahan. Pun ketika sedang menghadapi perang besar melawan covid-19 saat ini. Sudah semestinya bangsa ini tak lagi membuat kekeliruan dalam strategi.

Karena itu, kehati-hatian dalam melangkah menjadi keniscayaan, termasuk jika ingin merelaksasi PSBB. Jangan pernah lagi membuat kesalahan sekecil apa pun karena akibat yang ditanggung bangsa ini akan sangat besar. (*)

Kelurahan Gunung Batu Gencar Bentuk Dapur Umum di Setiap RW

BOGOR DAILY – Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Kabupaten Bogor, terus menggencarkan beberapa program dalam penanganan Pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Lurah Gunung Batu, Supyawan, mengatakan, saat ini pihaknya menggencarkan pembentukan dapur umum untuk Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu), di setiap Rukun Warga (RW) yang ada.

“Gerakan nasi bungkus kita bentuk di setiap RW, dan nantinya itu dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan karena terdampak Covid-19,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (13/5/2020).

Pembentukan RW siaga juga sudah dibentuk jauh-jauh hari, dengan melakukan RW siaga Covid-19.

“Penyemprotan disinfektan ke tempat umum juga sudah dilakukan, yaitu di Sekolah, Masjid dan rumah-rumah warga, pembagian masker juga udah ke setiap warga, santunan anak yatim dan duafa juga sudah dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan sosial bagi masyarakat juga sudah disalurkan baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bogor. Serta Kelurahan Gunung Batu juga sedang menjalankan program baru yaitu, orang tua asuh di wilayah.

“Untuk menggali potensi dan mengcover warga yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali. Kita juga sudah membentuk beberapa dapur umum, untuk membuat program nasi bungkus,” tukasnya. (Andi).

Kelurahan Pasir Kuda Terus Maksimalkan Pendataan Bagi Penerima Bansos

BOGOR DAILY – Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, terus memaksimalkan pendataan bagi penerima bantuan sosial (Bansos), yang terkena dampak Virus Korona atau Covid-19.

Lurah Pasir Kuda, Napihudin, mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan monitoring pendataan bansos untuk warga tidak mampu, yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor.

“Kita saat ini memaksimalkan data cakin penerima Bansos, soalnya banyak data penerima double. Baik yang sudah mendapatkan bantuan dari pusat, provinsi maupun Pemkot Bogor,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (13/5/2020).

Tidak hanya itu saja, pihaknya juga sudah membentuk Rukun Warga (RW) siaga Covid-19 di 12 RW yang ada di Kelurahan Pasir Kuda.

“Kita juga sudah lakukan penyemprotan disinfektan di 58 RT yang ada. Baik dari bantuan Pemkot Bogor maupun swadaya. Tujuannya untuk pembentukan RW Siaga sendiri. Agar, program penerintah dalam menanggulangi Pandemi Covid-19 ini bisa selaras,” jelasnya.

Ia menyebutkan, saat ini juga Kelurahan Pasir Kuda sedang menjalankan program baru yaitu, orang tua asuh di wilayah.

“Untuk menggali potensi dan mengcover warga yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali. Kita juga sudah membentuk beberapa dapur umum, untuk membuat program nasi bungkus,” tukasnya. (Andi).

Pakai Gaun Saat ke Supermarket ini Alasan Kocak Hesty Purwadinata

BOGORDAILY – Tingkah kocak Hesty Purwadinata sempat menjadi pusat perhatian. Dia memakai gaun layaknya hendak ke pesta padahal hanya belanja ke supermarket di tengah pandemi corona.

Momen kocak itu sempat diunggah oleh Hesty di akun Instagramnya. Lantas apa alasan Hesty berpenampilan demikian?

“Kemarin kan lagi social distancing ya kemarin kan kita lagi keluar rumah harus tertentu diperbolehkan. Salah satunya ke supermarket kan nah itu kaya momen,” bukan Hesty Purwadinata di Okay Bos Trans 7, Selasa (12/5/2020).

Ternyata Hesty kangen memakai pakaian kece dan dandan. Akhir-akhir ini, istri aktor Edo Borne itu tak bisa ke mana-mana karena terhalang social distancing.

“Sudah lama nggak dandan, nggak keluar rumah. Jadi gue total pakai gaun segala macem. Saking kangennya keluar rumah. Saking kangennya pake baju baju keren gitu kan,” ceritanya.

Meski bergaun, Hesty tetap memakai masker sesuai aturan. Ternyata, ada yang masih mengenalinya.

“Terus gue udah pakai masker segala macem kayak orang pada nengok gitu, udah kayak ngenalin gue padahal gue pake masker loh. ‘Eh ini kayaknya Hesty Purwadinata kayanya gitu’,” pungkasnya.

Laut China Selatan antara AS dan China

Oleh : Suchjar Effendi, Direktur World University Service Indonesia. WUSKI

Tidak sesederhana itu akan terjadi perang di LCS. Terlalu banyak faktor yang harus diperhitungkan. Kecuali perang terbatas seperti perang di Irak, perang Teluk, yang merupakan perang terbatas. Dalam perang itupun AS dibantu 28 negara selama perang teluk, agar Sadam Hussein angkat kaki dari sana.

Dalam sejarah perang AS tidak melakukan serangan terlebih, tapi melakukan provokasi agar diserang lebih dulu. Seperti serangan Pearl Harbour oleh Jepang dan kasus Teluk Tonkin di Vietnam.

Jika memang akan perang melawan China, AS tidak akan mampu melakukannya sendiri. Ekonominya sudah payah. Akibat perang Vietnam, Perang Teluk, serangan ke Irak, Syria telah memyebabkan ekonomi AS hancur.

Negara2 anggota NATO sudah pasti tidak mau dilibatkan, karena mereka punya kepentingan ekonomi dengan China. Jepang, Korea, India, Aussie juga enggan terlibat perang.

Belum lagi faktor Rusia, yang hubungannya dengan China semakin baik.

Lemahnya, ekonomi AS juga menyebabkan tekanan terhadap anggota NATO untuk meningkatkan kontribusinya dalam iuran anggota, yakni 2% dari Produk Domestik Bruttonya.

AS selama ini juga menekan Eropa untuk menghentikan pembangunan pipa gas Nordstream 2 dari Rusia ke Jerman. AS memaksa Eropa untuk beli minyaknya yg lebih mahal dibandingkan dari Rusia.

Selain itu AS menekan Uni Eropa agar tidak menggunakan Huawei. Meningkatkan tarif bea masuk produk Eropa ke AS, seperti automotif, baja, aluminium dsb. Jadi perang dagang AS tidak hanya terhadap China, tapi dengan banyak di negara dunia, termasuk dengan Kanada, Turki, Rusia dll.

Perkiraan akan terjadi perang di LCS seperti mengkhayal. Tidak dimasukkan berbagai variabel yang dapat mendorong kemungkinan ke arah sana.

Yang bisa terjadi adalah, jika para pemimpin di kawasan tersebut terjebak akan adanya bahaya perang dan ancaman China, maka berlomba lombalah mereka beli senjata dari AS. Jangan sampai para pemimpin menjadi pandir atau memetik keuntungan dari bisnis senjata.

*Penulis adalah Peneliti Ekonomi Politik dan Penerjemah. Lulusan Berlin School of Economics.

Dibongkar Papah Angkat, Syahrini Doyan Aki-aki

BOGORDAILY.net – Perseteruan artis penyanyi Syahrini dan papah angkatnya tak kunjung mereda, justru semakin panas.

Laurens atau yang kini mendapat julukan papa angkat Syahrini mengatakan akan membongkar masa lalu istri Reino Barack.

Hal tersebut diungkapkan papa angkat Syahrini melalui unggahan di Instagram pribadinya @liohk, Minggu (9/5/2020).

Dalam tulisannya, Laurens menyebut Syahrini sebagai wanita beragenda.

Menurut pria berparas bule itu, Syahrini sudah memanfaatkannya.

“Saya akan ceritakan wanita beragenda itu hanya manfaatkan saya,” tulis Laurens.

Selain itu, Laurens juga akan membongkar masa lalu Syahrini, termasuk saat sang pelantun “Cintaku Kandas” itu menginap dengan seorang pria tua.

“Sampai di mana saja wanita beragenda itu menginap dengan laki-laki tua lain tapi bukan saya,” lanjutnya.

Pria paruh baya itu juga menegaskan jika dia bukan orang tak waras seperti yang dituduhkan anak kandungnya.

“Saya tidak crazy to her. But, she crazy to someone,” sambung Laurens.

Laurens pun menutup unggahannya dengan mengatakan jika Syahrini tak sesuci yang disebutkan oleh para penggemarnya.

Sebelumnya, Laurens juga beberapa kali membagikan video kebersamaannya dengan Syahrini di Instagram dan YouTube.

Salah satu video memperlihatkan Syahrini yang cukup mesra dengan Laurens.

Dalam video tersebut, Syahrini menyandarkan tubuhnya pada dada Laurens saat berkaroke. (bdn)

Perjuangan Marcell Darwin Menjalani Ramadhan Perdana Sebagai Mualaf

BOGORDAILY – Ini menjadi puasa Ramadhan pertama untuk Marcell Darwin setelah resmi jadi mualaf. Diawal hari-hari puasa, Marcell merasakan beratnya berpuasa.

detikcom berkesempatan mendengarkan cerita Ramadhan perdana untuk seorang Marcell Darwin. Saat live bareng detikcom, Marcell menceritakan bagaimana dia merasakan tenggorokannya sanfat kering saat menjalani puasa di hari-hari pertama.

“Yang paling gue rasakan itu adalah tenggorokan kering banget, laper sih nggak, cuma tenggorokan kering banget. Terus Habis itu nunggu buka 15 menit itu lama banget. Ini awal-awal, pas pertama ‘Buka jam berapa?’ Aduh 15 menit itu nunggu berasa sejam lo,” buka Marcell menceritakan pengalaman pertamanya berpuasa.

Selama menjalankan ibadah puasa, sang istri, Nabila Faisal memuji Marcell sangat kuat. Bahkan, kemauan Marcell mempertahankan puasa membuat Nabila takjub.

“Kamu aku akuin kuat. Gue sempat nggak bangun sahur, akhirnya dia jadi nggak sahur. Gue ngomong ke dia, ‘Kamu kalau nggak kuat yaudah nggak usah puasa dulu’. Terus dia nggak (buka), benar-benar sentai, makin ke sini makin terbiasa ” ungkap Nabila.

“Jujur gue pernah sekali bolong gara-gara kepala gue pusing banget. Gue ngerasa nggak enak, masa gue bolong sih cuma karena kepala sakit, gue bolong sih. Kayak nggak enak gitu. Jadi nggak terima gitu. Padahal gue bisa (puasa),” timpal Marcell.

Nabila bahagia melihat Marcell yang tetap produktif di rumah selama puasa. Bintang ‘Pretty Little Liars’ itu tetap mau melakukan pekerjaan rumah yang cukup menguras tenaga.

“Yang gue salut dari dia, maksudnya baru puasa pertama, baru sekarang puasa, kerjaannya lumayan berat, naik turun tangga, pakai masker karena ngecat tapi dia kayak biasa aja,” puji Nabila ke Marcell Darwin

Mendengar pujian sang istri, Marcell Darwin tersenyum. Sebagai calon ayah, Marcell Darwin turun langsung membuat kamar untuk calon bayinya meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Masih Pandemi Covid-19, Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi Mulai 1 Juli 2020. Ini Daftar Tarifnya!!

BOGORDAILY.net – Entah apa yang sedang dipikirkan pemerintah. Di tengah Pandemi covid-19, justru kembali menaikkan iuran BPJS.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan lagi, nyaris 2 kali lipat dari posisi saat ini. Keputusan ini dilakukan tak lama setelah Mahkamah Agung (MA) yang diberlakukan Jokowi mulai awal 2020 lalu.

Kenaikan tersebut tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Beleid tersebut ditandatangani Jokowi 5 Mei lalu.

Pada pasal 34 ayat 1 poin disebutkan iuran peserta mandiri di ruang perawatan kelas III, yaitu untuk 2020 sebesar Rp25.500 per orang per bulan. Lalu, pada pasal 34 ayat 1 poin b disebutkan iuran untuk 2021 dan tahun berikutnya sebesar Rp35 ribu.

Itu berarti, iuran peserta mandiri kelas III naik 37,25 persen. Lebih lanjut, pasal 34 ayat 2 menyebutkan iuran peserta mandiri dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II yaitu sebesar Rp100 ribu per orang per bulan.

Kemudian, pasal 34 ayat 3 menyebutkan iuran bagi peserta mandiri dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I sebesar Rp150 ribu per orang per bulan.

Kemudian, pada pasal 34 ayat 6 disebutkan ketentuan mengenai besaran iuran tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2020. Itu berarti, iuran peserta mandiri kelas II mengalami kenaikan 96,07 persen dari Rp51 ribu menjadi Rp100 ribu dan peserta mandiri kelas I naik 87,5 persen dari Rp80 ribu menjadi Rp 150 ribu.

Dalam aturan itu, Jokowi juga resmi membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri yang berlaku mulai Januari 2020. Dengan demikian, maka iuran peserta mandiri kelas III yang naik menjadi Rp42 ribu kembali menjadi Rp25.500, kelas II dari Rp110 ribu kembali menjadi Rp51 ribu, dan kelas I dari Rp160 ribu menjadi Rp80 ribu.

Namun, tarif awal itu hanya berlaku pada April, Mei, dan Juni untuk peserta mandiri kelas I dan II. Selanjutnya, peserta mandiri kelas I dan II akan membayar menggunakan tarif baru di Juli 2020. Lalu, mandiri kelas III ikut naik di tahun depan. (ulf/agt)