Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 8227

Haaland Sudah Siap Main untuk Real Madrid

BOGORDAILY – Meski performanya sensasional, Erling Haaland bisa dibilang masih belum teruji. Bomber muda itu diyakini sudah siap untuk main di klub sebesar Real Madrid.

Haaland, 19 tahun, sedang on fire di sepanjang musim 2019/2020. Sudah 40 gol diciptakan penyerang Norwegia itu dalam 33 penampilan untuk RB Salzburg dan Borussia Dortmund.

Tak pelak Haaland menjadi incaran klub-klub top Eropa di antaranya Manchester United, Liverpool, dan Madrid. Sekalipun belum genap semusim berkostum Dortmund, Haaland sudah dikaitkan dengan kepindahan di bursa transfer musim panas.

Kendati demikian tidak sedikit yang meragukan kesiapan Haaland untuk pindah ke klub yang lebih besar. Pasalnya, Haaland baru moncer semusim saja.

Alf Ingve Bernsten, pelatih Haaland di Bryne, mendukung mantan anak didiknya itu untuk hengkang ke Madrid. Bernsten yakin Haaland akan meraih sukses.

“Kalau saya pelatih dari salah satu dari lima tim terbaik di dunia, saya akan langsung membeli dia,” Bernsten mengatakan kepada BernabeuDigital.com.

“Saya pikir dia sudah siap bermain untuk Real Madrid dan saya pikir dia bisa sukses di sana.”

“Erling masih berusia 19 tahun dan dia masih bisa meningkat di semua aspek dan bagian dari permainan ini. Saya pikir kalau klub-klub hebat tidak merekrut dia… mereka mungkin akan menyesalinya nanti,” simpul Bernsten.

Ivan Gunawan Bersyukur Bisa Membuka Lapangan Kerja saat Pandemi Corona

BOGORDAILY – Ivan Gunawan membuka lapangan kerja baru di tengah pandemi Corona. Adalah usaha bisnis kopi yang baru saja dibukanya.

“Saat ini dunia bisnis lagi terpuruk. Namun ini justru membangkitkan semangat saya untuk memberikan kontribusi. Caranya dengan menciptakan peluang kerja baru di Kedjora Coffee ini,” jelas Ivan Gunawan dalam keterangan yang diterima, Selasa (12/5/2020).

“Saya selalu ingin, usaha yang saya kembangkan bisa membantu banyak orang. Salah satunya, dengan menjadi jaringan usaha yang besar hingga ke daerah sehingga bisa membawa berkah bagi banyak orang,” katanya lagi.

Untuk saat ini Ivan mengakui baru memiliki dua kedai, pertama di Roseville SOHO dan Suite Apartment BSD, Tangerang, dan yang kedua di kawasan, Cipete, Jakarta Selatan. Namun lantaran ada pandemi Corona, Ivan mengatakan untuk saat ini penjualan hanya dilakukan secara online.

“Di BSD berupa coffee shop, bisa ngopi sambil nongkrong. Tapi karena lagi Corona, maka semua toko kopi saya hanya bisa dipesan secara online atau take away saja,” ungkap Ivan Gunawan.

Untuk harga sendiri, Ivan mematok mulai dari Rp 25 ribu.

“Saya menyasar para penikmat kopi semua kalangan. Dengan harga Rp 20.000, orang bisa menikmati kopi kelas premium,” akunya.

“Banyak yang pesan. Bahkan di bulan puasa seperti sekarang juga nggak menurun. Ya Alhamdulillah kalau kopi saya bisa diterima dan dinikmati oleh banyak orang,” tutup Ivan Gunawan.

Warga Kampung Sruduk: Boro-boro Sahur, Kami Sibuk Selamatkan Diri

BOGOR DAILY – Longsor yang terjadi pada pukul 04:00 WIB Rabu (13/5/2020) membuat warga di Kampung Sruduk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, tidak sempat menyantap sahur.

Salah seorang warga Kampung Sruduk, Usen (36) mengatakan, peristiwa longsor yang terjadi pada dinihari itu membuat puluhan warga tidak menyempatkan diri untuk sahur.

Hal itupun dikarenakan, warga berbondong-bondong untuk menyelamatkan diri masing-masing, dikarenakan gemuruh longsor itupun menyebabkan belasan rumah hancur.

“Boro-boro mau sahur kang, pada sibuk untuk menyelamatkan diri. Baru pertama kali ini soalnya hujan deras yang mengakibatkan longsor,” katanya kepada Bogordaily.net dilokasi.

Apalagi menurut Usen, ada salah seorang warga yang bernama Samsu (48) tertimbun longsor dan meninggal dunia.

“Pas denger ada satu yang tertimbun, warga kaget semuanya. Setelah pagi baru kita bareng-bareng cari korban, alhamdulillah datang BPBD dan langsung ketemu pukul 10:00 WIB kemudian langsung dibawa serta di kuburkan,” tukasnya.

Untuk diketahui, longsor yang terjadi di Kampung Sruduk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng itu, terjadi tiga kali. Pertama pada pukul 01:00 WIB lalu susulan pukul 03:00 WIB dan yang paling besar pada pukul 04:00 WIB.

Menyebabkan belasan rumah hancur dan satu orang meninggal, akibat tertimbun tanah berlumpur. (Andi).

Mengerikan, Cerita Warga Detik-detik Sebelum Longsor Terjadi

BOGOR DAILY – Salah seorang warga Kampung Sruduk, RT 01/11, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Ajum (42) menceritakan sebelum terjadinya longsor yang menggerus belasan rumah pada pukul 04:00 WIB Rabu (13/5/2020) pagi tadi.

Menurutnya, hujan yang mengguyur pada pukul 16:00 WIB Selasa (13/5/2020) kemarin, tidak seperti biasanya terjadi di Kampung Sruduk sampai malam hari.

Ia mengatakan, pada pukul 01:00 WIB Rabu (13/5/2020) dinihari, mendengar suara anak kecil yang berteriak membangunkannya ketika saat tidur. Ajum pun terhentak dan langsung bangun untuk melihat kondisi di luar rumahnya.

https://www.instagram.com/tv/CAH_lU3H7V6/?igshid=40nx994hegk0

Ketika di luar rumah, pria yang mempunyai dua anak itu sempat mendengar suara gemuruh air dari atas Bukit Pawaja yang begitu deras. Akan tetapi, dirinya kembali masuk ke rumahnya dan membangunkan istri serta anaknya.

Pada pukul 03:00, kembali terdengar gemuruh air dicampuri lumpun sampai ke halaman depan rumahnya tersebut.

Sontak, hal itu membuat kaget dirinya dan langsung membawa istri dan anaknya pergi untuk meninggalkan rumahnya tersebut.

Tak lama kemudian, suara dentuman seperti gunung meletus terjadi pada pukul 04:00 WIB. Air bercampur tanah berlumpur itupun seketika menghancurkan belasan rumah di kampung yang berbatasan dengan Kecamatan Nanggung itu.

Banyak warga juga yang berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Karena, air bercampur lumpur tanah itupun selama lima menit menggerus rumah warga.

“Pertama ada suara anak yang bangunkan saya, jam 04:00 WIB, seketika belasan rumah tergerus longsor hanya dengan waktu sekitar lima menit saja,” katanya kepada Bogordaily.net.

Ia juga menceritakan, suara benturan batu pun terdengar begitu kencang saat kejadian longsor tersebut.

Bahkan, satu unit mobil merk Fortuner dan motor milik seorang doktor pun terbawa longsor.

Pantauan dilokasi, tampak terlihat belasan rumah di Kampung Sruduk itupun rata dengan tanah. Bahkan sampai tidak tersisa.

Untuk diketahui, dalam peristiwa itu ada satu orang yang tertimbun longsor bernama Samsu (48). Yang memang, pada saat itu korban sedang mengabadikan kejadian longsor dengan handphonenya.

Saat ini korban sudah ditemukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, dan langsung dimakamkan. (Andi).

Satu Orang Korban Longsor di Leuwisadeng Ditemukan Meninggal di Reruntuhan Rumah. Ini Identitasnya

BOGOR DAILY – Satu orang korban tertimbun longsor di Kampung Sruduk, RT 01/11, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, berhasil dievakuasi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Satu orang yang tertimbun itu atas nama Samsu (48), ditemukan tim BPBD tertimbun tumpukan material rumah yang tergerus oleh longsor, dengan keadaan sudah meninggal dunia.

Menurut salah seorang warga setempat, Usen (36) mengatakan, korban berhasil diangkat oleh petugas BPBD Kabupaten Bogor pada pukul 10:00 WIB, dan langsung dimakamkan hari ini.

“Tadi sudah ditemukan meninggal, langsung dikuburkan hari ini,” singkatnya kepada Bogordaily.net.

Informasi yang didapat Bogordaily.net, longsor terjadi pada pukul 01:00 WIB Rabu (13/5/2020), setelah hujan mengguyur wilayah Kampung Sruduk, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng.

Salah seorang warga Leuwisadeng, Tatang (26) mengatakan, longsor menimbun belasan rumah di Leuwisadeng, dan banyak korban yang luka-luka.

“Infonya ada satu warga tertimbun,” singkatnya.

Dalam video yang diterima pun, nampak salah seorang yang merekam kejadian itu mengatakan, ada satu korban yang tertimbun.

“Korban masih hilang, atas nama Samsu, sebanyak 18 rumah habis,” singkatnya. (Andi).

Akui Data Penerima Bansos Bermasalah, Jokowi Meminta Warga Tak Mampu Belum Dapat Lapor

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui masih ada permasalahan terkait data dalam pembagian bantuan sosial (bansos) tahap I di tengah pandemi Covid-19. Permasalahan data ini pun membuat sebagian masyarakat tidak mendapatkan bansos.

“Memang ada satu, dua, tiga (masalah) yang berkaitan dengan data. Itu masih belum bisa diperbaiki,” ujar Jokowi usai meninjau penyaluran bansos tunai di Kantor Pos Bogor Jaw Barat, Rabu (13/5).

Dia pun memastikan permasalahan data bansos tersebut segera diperbaiki. Sehingga, penyaluran bansos tahap II akan lebih tepat sasaran ke warga yang memang membutuhkan.

“Tapi nanti pada tahapan kedua bulan depan bisa diperbaiki lagi,” ucap dia.

Untuk itu, Jokowi mengimbau warga tak mampu yang belum mendapatkan bansos dari pemerintah untuk bisa melapor kepada pengurus RT/RW setempat. Nantinya, data tersebut akan dikirim ke pemerintah pusat.

“Bisa disusulkan karena masih ada cadangan bagi yang belum mendapatkan,” kata Jokowi.

Hal yang sama disampaikan Menteri Sosial Juliari Batubara yang menyatakan bahwa masih ada data penerima bansos yang tumpang tindih. Dia berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar masalah data dapat terselesaikan.

“Kami sadar tahap pertama masih ada kekurangan, ada data yang tumpang tindih. Tahap kedua dengan koordinsi lebih baik bisa teratasi lebih baik,” tuturnya.

BLT Desa Baru Cair 10 Persen

Jokowi mengakui penyaluran bantuan sosial (bansos) di tengah pandemi virus corona (Covid-19) belum rampung 100 persen. Menurut dia, penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) baru terealisasi ke 10 persen keluarga penerima manfaat.

“BLT desa baru yang diterima masyarakat kurang lebih 10%. Masyarakat masih menunggu dan menanyakan kepada aparat desa, baik RT/Rw maupun aprat desa,” kata Jokowi.

Dia menjelaskan ada sejumlah bantuan yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat tidak mampu ataupun yang terdampak pandemi virus corona. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT), hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Banyak sekali sehingga kita harap bs jangkau kurang lebih 55% dari penduduk kita baik itu yang kurang mampu maupun terkena dampak pandemi covid,” jelasnya.

Jokowi mengatakan pemberian bansos tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat. Sehingga, konsumsi domestik kembali normal pasca pandemi corona.

“Itu yang kami harapkan,” ucapnya.

Zack Lee Perlihatkan Kehidupan Memprihatinkan Anak Pahlawan

BOGORDAILY – Semua pasti tahu Monumen Pembebasan Irian Barat, di Lapangan Banteng. Mayor TNI Johannes Abraham Dimara menjadi salah satu inspirasi berdirinya patung tersebut.

Tapi, siapa yang sangka anak dari Mayor TNI Johanes Abraham Dimara tidak semakmur nama sang ayah. Hal itu diperlihatkan Zack Lee.

Zack Lee memperlihatkan kondis Kores, anak pertama dari Mayor TNI Johannes Abraham Dimara yang sedang sakit. Zack Lee langsung mengajak semua yang melihat postingannya untuk memberikan bantuan.

“Ini adalah Kores. Anak pertama dari mayor TNI johanes abraham dimara, pahlawan yang berandil besar dalam pembebasan irian barat. Kita bisa menemukan patung nya di lap banteng dan belum lama di kasih penghargaan lagi. Kebetulan dia sedang sakit yang cukup parah,” tulis Zack Lee dilihat dalam postingannya, Rabu (13/5/2020).

 

“Saat ini kita butuh sumbangan untuk urus keperluan rumah sakit dan lain2. Dengan post ini, aku berharap bisa ada yang tergerak untuk membantu dan meringankan kita yang mengurus dia,” sambungnya.

Zack Lee menceritakan sosok Kores yang sangat baik dan selalu ceria. Zack Lee dan teman-temannya berusaha memberikan pertolongan terbaik untuk Kores.

Dia sangat menghargai pertolongan dari banyak pihak. Zack Lee dan teman-teman percaya Kores bisa sembuh.

“Kores adalah temen baik kita yang kalau pernah atau sering ke blok m pasti mengenal dia. Orang yang begitu baik dan selalu ceria. Please help us to help him. We really need ur care n help at this moment. We are trying our best and praying and beliving that he will be completely healed. If you cant give its ok but please pray for our dear beloved brother kores. Thank you. Please DM me for details. Yes also if u cant help. Reposting will very much help. If you cant help a thousand lets start with one,” ungkap Zack Lee.

Zack Lee mengajak semua followersnya untuk membantu. Kalaupun tak bisa membantu dalam bentuk materi, doa untuk Kores juga bisa membuatnya sehat.

“Kores tetep semangat. Dan pasti sembuh. Please dm me kalau tergerak untuk bantu. Kalau tidak please pray for healing,” tutup Zack Lee.

Exco PSSI Sudah Rapat, Ada soal Nasib Liga 1 dan Liga 2 2020?

BOGORDAILY – Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah selesai digelar, Selasa (12/5/2020) malam. Apakah sudah ada keputusan soal nasib kelanjutan kompetisi musim ini?

Dari rapat tersebut, PSSI masih berpegang dengan keputusan force majeure yang mereka tetapkan sebelumnya yakni, Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 rehat hingga 29 Mei 2020. Dengan kata lain, sejauh ini belum ada kepastian soal nasib kompetisi.

“Surat keputusan Ketua Umum PSSI itu masih berlaku, jadi kami masih menunggu hingga 29 Mei sesuai keputusan pemerintah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam rilis resmi federasi.

“Baru setelah itu kami akan bicara alternatif dan opsi-opsi mengenai kelanjutan kompetisi Liga 2020,” ujarnya menambahkan.

Rapat Exco PSSI tersebut sebelumnya digadang-gadang bakal membahas soal kelanjutan nasib kompetisi musim ini, yang sejauh ini masih terhenti akibat pandemi virus Corona, sekaligus mengeluarkan keputusan terkait.

Rapat ini pada akhirnya diketahui juga membahas persiapan Piala Dunia U-20 2021. PSSI mengklaim bahwa persiapan menggelar ajang itu masih tetap sesuai jadwal yang ada.

Sejauh ini belum ada pergeseran agenda persiapan meski saat ini terkendala pandemi virus corona. Persiapan yang dimaksud adalah renovasi infrastruktur hingga pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20 menuju Piala Dunia U-20.

“Pada rapat ini, Ketua Umum PSSI menegaskan bahwa tanggal pelaksanaan Piala Dunia masih ‘on schedule’,” ujar Yunus Nusi.

“PSSI akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan FIFA, terutama terkait administrasi penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021,” ucapnya.

Selama Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2020 DPRD Telah Menetapkan 3 Keputusan DPRD  dan Menerbitkan 5 Keputusan Pimpinan

BOGORDAILY – DPRD Kota Bogor, Selama Masa Sidang Kedua  Tahun Sidang 2020 Masa Jabatan 2019 – 2024 telah menerbitkan sebanyak 3  Keputusan DPRD dan menetapkan sebanyak 5 Keputusan Pimpinan DPRD.  Selain itu, DPRD Kota Bogor telah menetapkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) sebanyak 6 Pansus terdiri dari 3 Pansus pembahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Pansus Pembahas lainnya.

Pimpinan DPRD sebagai salah satu alat kelengkapan DPRD, Selama Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2020, telah memimpin Rapat-Rapat DPRD antara lain memimpin Rapat Paripurna sebanyak 4 kali, Rapat Badan Musyawarah sebanyak 9 kali, Rapat Badan Anggaran sebanyak 4 kali, Rapat pembentukan Panitia Khusus sebanyak 10 kali serta mewakili lembaga DPRD Kota Bogor dalam memenuhi undangan kepemerintahan dan kemasyarakatan sebanyak 52 kali.

Hal itu tertuang pada Resume Laporan Kinerja Pimpinan DPRD yang dibacakan Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana, SIP. pada Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, S.Hut, M.Si. dengan mengagendakan antara lain Penyampaian Laporan Pimpinan DPRD Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2020 Masa Jabatan 2019 – 2024, dilanjutkan dengan Penutupan Masa Sidang Kedua  Tahun Sidang 2020, pada Kamis, 30 April 2020.

Dalam Resume Laporan Pimpinan DPRD Kota Bogor itu, disebutkan antara lain berdasarkan Keputusan DPRD Kota Bogor Nomor 188.342-47 Tahun 2019 tanggal 26 Nopember 2019 tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah disepakati ada 13 Raperda yang akan dibahas pada tahun 2020. Adapun rincian pembahasan tersebut adalah : Masa Sidang Kedua  sebanyak 4 Raperda, Masa Sidang Ketiga sebanyak 5 Raperda dan Masa Sidang Kesatu sebanyak 4 Raperda.

Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun Sidang 2020, selama Masa Sidang Kedua dibahas sebanyak  3 Raperda yakni : Raperda tentang Perubahan Kedua Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Bogor. Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Perusahaan Umum Daerah Bank Perkreditan Rakyat Bank Kota Bogor serta Raperda tentang Pencabutan Perda dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Seperti dilaporkan Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana, SIP. saat ini masih ada beberapa Raperda yang belum selesai sejak tahun 2018 hingga sekarang masih dalam tahap evaluasi dan fasilitasi. Raperda tersebut adalah Raperda tentang Perindustrian dan Perdagangan dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Khusus untuk kinerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2020, secara kuantitatif telah melaksanakan kegiatan sebanyak 14 kegiatan.

Sementara itu, pelaksanaan terkait Fungsi Anggaran dilaporkan bahwa, Badan Anggaran DPRD Kota Bogor selama Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2020 telah melaksanakan kegiatan sebanyak 11 kegiatan. Adapun yang menjadi fokus bahasan Badan Anggaran antara lain pokok-pokok pikiran DPRD dalam rancangan awal RKPD Tahun 2021 dan pembahasan atas anggaran penanganan Covid 19.

Adapun pelaksanaan Fungsi Pengawasan, secara intensif dilaksanakan oleh Komisi-Komisi sesuai bidang tugasnya masing-masing, seperti dilakukan oleh Komisi I secara  kuantitatif selama Masa Sidang Kedua memfokus pada tiga kegiatan, antara lain bagaimana memelihara dan proses hibah/ruslah asset pemerintah daerah sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, Komisi I memfokuskan kegiatan bagaimana proses pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bagaimana proses pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak Kerja (P3K) dan fokus pada kegiatan bagaimana penanganan terhadap Covid 19 di wilayah Kota Bogor. Sedangkan Komisi II secara kuantitatif pada Masa Sidang Kedua telah melaksanakan sebanyak 60 kegiatan antara lain pengawasan terkait dasar pengenaan Pajak Penerangan Jalan, Pengawasan terhadap BUMD khususnya tarif air minum dan klasifikasi pelanggan. Selain itu Komisi II mendorong Pemerintah Kota Bogor terhadap penanganan ekonomi dan keuangan akibat terdampak Covid 19 di Kota Bogor.

Sedangkan Komisi III secara kuantitatif selama Masa Sidang Kedua telah melaksanakan kegiatan sebanyak 32 kali kegiatan. Adapun yang menjadi fokus bahasan antara lain terkait pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di Kota Bogor, pengawasan pembangunan RSUD dan pengawasan terkait proses lelang hingga pelaksanaan pembangunan di Kota Bogor khususnya pembangunan dengan anggaran relatif besar, agar pelaksanaannya mulai dari  proses lelang hingga pelaksanaan pembangunannya berjalan baik sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara Komisi IV secara kuantitatif telah melaksanakan sebanyak 35 kegiatan. Adapun yang menjadi fokus bahasan antara lain bidang pendidikan khususnya terkait maraknya tawuran pelajar di Kota Bogor. Selain itu, bidang kesehatan khususnya terkait masalah BPJS Kesehatan dan pengawasan terkait  penanganan dan penanggulangan Covid 19. Selain itu pengawasan terkait pendataan warga terdampak langsung Covid 19 dan proses penyaluran bantuan dari Pemerintah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana, SIP. juga melaporkan  bahwa selama kurun waktu Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2020, DPRD Kota Bogor telah menerima sejumlah Aspirasi dari masyarakat. Aspirasi tersebut antara lain; Aspirasi dari PKL Jln. Lawang Seketeng dan PKL Jln Pedati terkait relokasi tempat usaha, aspirasi dari para buruh Kota Bogor terkait penolakan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Selain itu, DPRD Kota Bogor juga menerima audensi dari sejumlah lembaga dan organisasi profesi serta Pelajar  dari sejumlah sekolah dan Organisasi Mahasiswa berasal dari beberapa Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di Kota Bogor. ***

 

Wapres Ma’ruf Amin: Strategi Kendalikan Corona Agar Kurva Turun

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo memimpin langsung penanganan penanggulangan wabah virus Corona atau Covid-19. Hampir setiap hari Presiden Jokowi menggelar rapat dengan berbagai pihak. Untuk memastikan penanganan dari sisi kesehatan, aktivitas sosial, hingga bantuan sosial dan jaring pengaman untuk rakyat, terlaksana dengan baik.

“Dalam hal-hal yang strategis itu dibicarakan dan diputuskan dalam sidang kabinet,” ungkap Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam wawancara khusus dengan merdeka.com melalui video conference, kemarin.

Wapres menjelaskan mengenai langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menangani Pandemi Corona di Indonesia. Semua dalam satu gerak langkah bersama. Secara konsep, semua diyakini sudah tepat. Hanya saja, terkadang kendala di lapangan membuat konsep yang baik tidak berjalan sesuai harapan. Contohnya dalam pemberian bantuan sosial di beberapa daerah yang menimbulkan polemik.

“Sekarang yang jadi masalah di lapangannya. Sasarannya. Maka perlu koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.”

Dalam program Meet the Journalist, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menceritakan banyak hal kepada jurnalis merdeka.com Muhammad Hasits dan Harwanto Bimo. Berikut petikan wawancara khususnya.

wapres maruf amin wawancara khusus dengan merdekacom

Bagaimana Bapak Wapres melaksanakan tugas di tengah Pandemi?

Saya kira di dalam menangani pandemi ini tidak ada soal pembagian tugas. Ini soal satu kesatuan. Jadi penanganannya dipimpin langsung oleh presiden, operasionalnya dilakukan oleh gugus tugas dengan melibatkan seluruh kementerian dan lembaga. Dalam hal-hal yang strategis itu dibicarakan dan diputuskan dalam sidang kabinet. Sehingga langkah – langkah yang akan diambil sebagai satu tindak lanjut daripada putusan – putusan sidang kabinet, di mana presiden dan wakil dan para menko dan menteri menyampaikan pendapat – pendapatnya untuk menjadi keputusan. Selain itu kemudian secara operasional dilakukan oleh gugus tugas. Saya kira itu pola kerja dalam menangani covid-19 ini.

Semua dilakukan secara virtual terus ya pak?

Iya

Pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk menanggulangi Corona, sejauh ini apakah sudah efektif dan apa yang harus ditingkatkan?

Ada beberapa langkah. Pertama dari aspek kesehatan coronanya itu sendiri. Kedua soal dampak sosialnya banyak yang PHK, warung tidak buka sehingga ada penambahan miskin baru karena corona. Ketiga adalah yang terdampak sektor ekonomi terutama kecil UMKM karena itu ada stimulus yang diberikan.

Untuk menangani covidnya sendiri ada 3 langkah yang dilakukan. Pertama, melakukan tes masif yang terus dilakukan agar memperoleh gambaran yang sesungguhnya. Dan itu dilakukan dengan melakukan tes di mana – mana dengan melengkapi alatnya. Targetnya satu hari 10.000 tes. Menurut laporan sekarang sudah sampai 5.000 terkadang 9.000. Artinya sudah mau sampai kepada target yang diinginkan.

Kedua, layanan kesehatannya, isolasi, pengobatannya. Ini juga menuju kesempurnaan dan hasilnya juga sudah ada. Pertama yang sembuh makin banyak yang meninggal makin sedikit. Itu berarti efektifitasnya ada. Sehingga makin hari yang sembuh makin banyak dan yang meninggal makin sedikit. Itu sudah kelihatan dari angka – angka yang kita ikuti.

Ketiga, pembatasan melalui PSBB. Dari daerah – daerah yang sudah dilakukan, khususnya Jakarta dan sekitarnya memang masih harus ditingkatkan tapi sudah ada dampak – dampak yang bisa dilihat yaitu ada penurunan (kasus) daerah – daerah yang menerapkan PSBB secara baik. Tapi memang masih ada kenaikan – kenaikan di berbagai daerah. Itu ternyata terjadi karena transmisi lokal. Jadi dari orang yang sudah terjangkit di daerah itu. Dan ini yang masih belum terkendali transmisi lokal itu.

Oleh karena itu, maka sekarang selain memperbesar jumlah tes masif, memperbaiki isolasi kesehatan bahkan kita juga sekarang mencari vaksinnya supaya bisa makin mempercepat lagi. Kemudian penerapan PSBB terutama di dalam mengatasi supaya daerah – daerah ini bisa mengendalikan penyebaran itu. Terutama dari transmisi lokal itu menyangkut covidnya sendiri.

Kemudian bansosnya ada dari Kemenkes, Dana Desa itu dari pusat. Dari provinsi ada bansos provinsi. Kemudian ada kabupaten kota. Dan itu yang masih masalah sekarang itu tepat sasaran. Bagaimana bansos ini tepat sasaran, karena memang ada mana bagian pusat, mana bagian provinsi, dan mana bagian daripada kabupaten kota.

Kalau ini sudah tercatat bagus sebenarnya bansos ini sudah bisa meringankan. Nah mengenai stimulus itu ada relaksasi – relaksasi ada pembebasan bunga dan lain – lain. Kemudian kita juga ingin mereka itu (UMKM) tidak mati. Ketika pemulihan nanti mereka tidak terlalu sulit dan dijaga.

Kebijakan pemerintah untuk masyarakat miskin dan rentan miskin ini sudah tepat atau ada yang perlu diperkuat?

Secara konsep sebenarnya sudah tepat. Penanganan dampak itu ada tiga sebenarnya. Pertama itu kartu prakerja yang dilakukan sekitar jumlahnya Rp5,6 Triliun untuk 20.000 orang. Kedua bansos seperti BLT. Ketiga ada padat karya yaitu pekerjaan – pekerjaan di daerah dari proyek – proyek pemerintah yang melibatkan rakyat. Sehingga mereka ikut bekerja di situ.

Hanya sekarang yang jadi masalah itu yang menyangkut bansos BLT. Itu dananya dari Kemensos dan Dana Desa. Kemudian semua sudah tepat. Sekarang yang jadi masalah di lapangannya. Sasarannya. Maka perlu koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah harus mendata betul. Siapa, di mana, dengan by name by address. Sehingga nanti tidak salah sasaran. Tapi memang itu tidak harus menunggu karena akan terlalu lama.

Karena itu sambil diturunkan bansos yang salah sasaran sekalian kita betulkan. Supaya nanti ini tepat karena kita juga ingin memperoleh data untuk ke depannya dalam rangka reformasi pelaksanaan bansos. Setelah pandemi ini jumlah orang itu harus diketahui persis karena bansos itu akan dilanjutkan. Jadi sebenarnya sasaran sudah tepat tinggal menyesuaikan data sebenarnya di lapangan. Itu memang tidak mudah. Perlu kerja sama pusat dan daerah.

maruf amin di kantor wapres

Agar Kurva Turun

Kalau kita lihat kurva sampai Mei masih tinggi, apa yang akan dilakukan pemerintah agar kurvanya turun?

Kalau yang sudah PSBB-nya diterapkan secara tepat itu mengalami penurunan, landai. Tetapi ada juga daerah – daerah yang belum terkendali. Jadi kalau tadinya ada antar daerah membawa covid dari satu daerah ke tempat lain, sekarang sudah berada di daerah itu sendiri diantara mereka yang terpapar. Ini yang sedang dikejar. Transmisi lokal inilah yang menyebabkan terjadinya belum terkendali itu.

Tetapi daerah – daerah yang menerapkan PSBB-nya bagus dari beberapa daerah dari survei bisa dilihat itu agak terkendali. Walaupun agak harus terus ditingkatkan. Akan tetapi daerah – daerah yang belum PSBB-nya bagus itu ada transmisi lokal. Sekarang yang lagi dibenahi ini transmisi lokal. Kalau sudah semuanya bisa terkendali, ini berarti kita bisa dalam posisi menahan untuk tidak lagi terjadi kenaikan. Tetapi nanti arahnya cenderung pada penurunan. Nah tingkat ini yang sedang kita usahakan.

Bagaimana peran dan keterlibatan tokoh agama dalam memberi edukasi ke publik dalam kerangka penanganan Corona?

Saya kira memang sejak awal tokoh agama sudah dilibatkan dalam menghadapi tantangan covid-19. Pertama, tokoh agama diminta pendapatnya bagaimana supaya membuat masyarakat ini bisa melaksanakan physical distancing. Bagaimana itu bisa? Terbaik dengan ibadah. Terutama ibadah yang bisa mengumpulkan orang banyak misal jumatan, salat jemaah, tarawih.

Ulama sudah memberikan pendapatnya. Bahwa dalam situasi darurat maka orang boleh tidak jumatan. Tapi hanya untuk daerah – daerah yang merah. Jadi yang menentukan pemerintah dalam hal ini gubernur.

Kemudian yang kedua soal mudik. Kalau soal mudik itu membahayakan. Seperti halnya salat berjamaah, maka mudik itu juga dilarang. Karena prinsipnya kan mudik itu tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain. Itu prinsip agamanya. Setelah itu kemudian pemerintah melakukan pelarangan mudik. Maka tokoh agama mengatakan pemerintah sudah melarang, wajib pertama ada bahaya, kedua ada larangan dari pemerintah sehingga menaati pemerintah dalam agama yang sah itu wajib. Sehingga untuk agama sudah berperan.

Ketika melaksanakan pengurusan jenazah, pemulasaran jenazah, maka memberikan juga (edukasi). Kalau jenazah itu juga harus diurus oleh orang yang paham yaitu petugas kesehatan. Kalau sampai masih ada bahaya, tidak harus dimandikan cukup dikafani lalu ditanam saja.

Kemudian secara keseluruhan juga melarang orang untuk berdekatan, berkumpul ramai – ramai. Alasannya sama. Hal – hal yang membahayakan dirinya dan orang lain ini ulama sudah membicarakan di mana – mana, memberi penjelasan ke masyarakat. Dan bukan hanya ulama, namun semua tokoh agama dan pihak dilibatkan.

Bahkan tokoh agama juga sudah lebih jauh, pertama mempercepat pengeluaran zakat karena ini dibutuhkan baik zakat mal maupun fitrah. Kemudian selain zakat juga infaq shodaqoh karena kewajiban masyarakat yang punya kelebihan pada saat dibutuhkan tidak hanya zakat tapi juga infaq shodaqoh yang tentu aturannya lebih fleksibel. Ini ulama terus bahkan sudah sampai tingkat fardhu kifayah. Bahkan kalau banyak orang tidak makan itu sudah fardhu ain. Jadi sudah jauh para ulama ini mengambil peran. Dan memang ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Masalah corona ini harus dilakukan semua lapisan masyarakat untuk bersama – sama menanggulanginya.

wapres maruf amin wawancara khusus dengan merdekacom

Ekonomi Tidak Boleh Berhenti

Salah satu strategi pemerintah mengeluarkan stimulus fiskal yang mana jumlahnya lebih dari Rp400 Triliun. Bagaimana evaluasi pemerintah?

Itu yang kita sebut, ada perubahan anggaran realokasi anggaran. Semula sasaran lama yang sudah kita putuskan di APBN 2020 itu kita ubah. Sekarang seperti tadi pada refocusing tiga sasaran. Penanganan covidnya, kemudian bansos, kemudian stimulus. Dari sini anggarannya diperkirakan Rp400 Triliun lebih.

Dari mana anggaran ini bisa diambil, dari realokasi anggaran itu. Dan kemungkinannya harus ada alternatif. Kalau dari dana yang masuk ini tidak cukup, lalu dari mana? salah satunya itu terpaksa harus melakukan pinjaman. Diajukan ke DPR melalui perpres nomor 1 2020. Sekarang sudah di DPR untuk memperoleh pengesahan. Dan itu di pemerintah pusat.

Di APBD pun kita minta juga melakukan realokasi sesuai sasaran yang ingin kita capai. Dan itulah. Jadi memang ini tahun – tahun kreatif. Kalau bahasa kiai itu tahun kesulitan. Sehingga perlu ada penyesuaian – penyesuaian baik fokusnya maupun alokasi anggarannya.

wakil presiden maruf amin bersama ridwan kamil

Apa rencana pemerintah dalam 3, 6, dan 12 bulan untuk pemulihan ekonomi yang terdampak corona?

Kita sedang mempertimbangkan bahwa ekonomi ini tidak boleh berhenti. Tapi kan sementara ini harus mendahulukan penanganan kesehatannya itu. Sumbernya ini yang lebih dulu kita beresin. Lalu kemudian sedikit demi sedikit kita melakukan relaksasi, normalisasi.

Kemudian kapan itu? sedang kita hitung. Kita pertimbangkan ketepatan supaya relaksasi itu tidak mengganggu penanganan. Artinya sudah dalam keadaan yang aman. Kemudian kita melakukan perbaikan – perbaikan saat penularannya sudah aman. Sehingga baru kita lakukan relaksasi.

Saat semua sudah selesai nanti, kita melakukan pemulihan (recovery). Pemulihan ini bagaimana kita utamakan yang terdampak. Ketika nanti kita masuki tahun 2021 sesudah pemulihan itu, kita normalkan kembali. Baru kita melakukan program prioritas yang sudah menjadi sasaran kita untuk menjadi Indonesia Maju.

Apa imbauan Bapak Wapres kepada masyarakat jelang Idul Fitri?

Sekarang itu diimbau supaya masyarakat tidak mudik. Kenapa? karena ada bahaya. Kalau dia tidak terkena bisa jadi dia yang menularkan kepada keluarganya di kampung. Jadi ada bahaya di situ. Agama tidak boleh, kalau ada bahaya kita harus menghindar. Kedua, ada larangan pemerintah. Larangan pemerintah itu kalau sudah dilarang dan demi kemaslahatan umat dan masyarakat itu sendiri, ulama mengatakan wajib hukumnya kita patuh melaksanakan itu. Karena di situ ada maslahat ada kebaikan dan menghindari kebahayaan.

Kemudian lagi kita kan intinya mudik itu silaturahmi. Silaturahim itu bisa kita ganti lewat media sosial, melalui HP, melalui WA dan masih bisa kita undur nanti ketika pandeminya sudah berlalu. Diperkirakan nanti bulan Idul Adha itu diharapkan itu sudah tidak ada. Dan nanti cutinya dipindah dari cuti lebaran ke Idul Adha, jadi bisa diundur. Bisa melalui media, diundur.

Jadi sebenarnya inti silaturahimnya ada. Itu kita harus bersabar dan demi kemaslahatan kita sendiri, keluarga, dan seluruh warga bangsa. Supaya covid-19 cepat berlalu, jangan ada penularan ke daerah lain dan transmisi daerah itu. Nah ini yang kita putus semua rantainya supaya terjadi penurunan – penurunan lebih cepat.