Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8256

5 Pasien Berstatus PDP Korona di Kota Bogor Meninggal Dunia

BOGORDAILY – Sebanyak lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Bogor meninggal dunia. Hal itupun diungkapkan oleh Kepala Dinas Keaehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Retno, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor ini menjelaskan, ke lima PDP meninggal itu sudah dilakukan Swab Test.

Menurutnya, saat ini status PDP meninggal di Kota Bogor berjumlah 40 orang.

“Saat ini masih menunggu hasil Swab Test dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKPP) Jakarta, Labkesda Bandung, dan Laboratorium IPD,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (5/5/2020).

Ia menjelaskan, saat ini tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Data Covid-19 yang didapat Bogordaily. Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 193, selesai 101, dalam pantauan 92 orang.

Orang Dalam Pantauan (ODP) ada 1131, selesai 1030, dan masih dalam pantauan sebanyak 101 orang.

Sedangkan, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total ada sebanyak 206, sembuh 74, dan masih menjalani perawatan sebanyak 92, serta meninggal 40 orang.

Untuk terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 91, sembuh 14, dan masih dalam perawatan di RS sebanyak 63. Serta, yang meninggal ada 14 orang. (Andi).

LIPI Cibinong Bogor, Bisa Uji 2500 Sampel Covid-19 Perhari

BOGOR DAILY – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini sudah bisa menguji sampel Covid-19, yang dilaksanakan di Cibinong Science Center-Botanical Garden (CSC-BG) LIPI, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 LIPI, Puspita Lisdiyanti, mengatakan, LIPI telah memulai uji Quantitative Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR), untuk sampel klinis sejak 20 April 2020 lalu.

“Fasilitas di BSL-3 LIPI memiliki kapasitas uji 2500 sampel per hari total dengan tiga sift. Tetapi, karena LIPI juga melakukan pelatihan personil BSL bagi laboratorium, rumah sakit dan perguruan tinggi seluruh Indonesia. Jadi, uji saat ini adalah 200 sampel per hari per satu sift,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (5/5/2020).

Puspita sapaan akrabnya, yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, mengungkapkan, deteksi sampel virus SARS-CoV-2 berbasis qRT-PCR ini dilakukan untuk memeriksa apakah dari sampel klinis yang dikirimkan rumah sakit, atau fasilitas kesehatan lainnya.

Ia menjelaskan, untuk teknis dalam deteksi dibagi dalam dua proses. Pertama, mengekstraksi Ribonucleic acid (RNA) material genetik virus dari sampel klinis di Fasilitas BSL-3.

Selanjutnya, RNA virus kemudian diperiksa dan dianalisis apakah RNA virus tersebut benar RNA virus penyebab Covid-19.

“Proses ini menggunakan metode yang paling akurat saat ini yaitu qRT-PCR di fasilitas Clean Room,” jelasnya.

Saat ini, LIPI berkolaborasi dengan Rumah Sakit MMC Bosowa Group, untuk mendapatkan sampel klinis terduga terinfeksi virus penyebab Covid-19 dan juga sampel dari tenaga kesehatan. Sedangkan, kolaborasi dengan rumah sakit dan laboratorium lainnya tengah dalam proses pembahasan dengan otoritas terkait.

“Rumah sakit dan laboratorium berperan untuk mengirimkan sampel klinis Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dari kolaborasi ini, ditargetkan dapat deteksi 100 sampel terduga terinfeksi virus SARS-CoV-2 setiap harinya,” tukasnya. (Andi).

Pemkab Bogor Harus Tunda Pembangunan Fisik, Untuk Dahulukan Perut Rakyat

BOGOR DAILY – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Golkar, A Tohawi, meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menunda pembangunan fisik di semua wilayah pada tahun 2020 ini.

Karena, kata politisi senior dari Golkar ini. Banyak masyarakat Bumi Tegar Beriman yang saat ini membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. Apalagi, ditengah pandemi Covid-19 yang serba susah.

“Dahulukan dulu perut rakyat. Masalah pembangunan ditunda dulu, saat ini rakyat sedang kesusahan,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (5/5/2020).

Tohawi juga memastikan, untuk stok beras di Gudang Bulog Sub Dramaga dipastikan bisa aman, sampai akhir tahun 2020.

Karena kata Tohawi, sebanyak 5 juta ton beras saat ini tersedia di Gudang bulog yang penyalurannya ke tiga daerah. Yaitu, Kota/Kabupaten Bogor, dan Depok.

“Saat ini tersedia 5 juta ton, katakan warga kabupaten Bogor 5,7 juta. Kalau di rata-rata kan keluarga satu itu empat. Berarti, ada 1.425 keluarga, kalau kita mengkonsumsi rata-rata perminggu lima kilo yah bagi saya gak habis kan,” jelasnya.

Menurutnya, jika lima kilo per keluarga. Berarti, untuk masyarakat Kabupaten Bogor membutuhkan 7 juta ton.

“Kalau ketersediaan di Gudang Bulog saat ini 5 juta ton, menurut saya aman. Karena, itu masih di Gudang Bulog, belum yang di 30 pasar Tohaga, di agen masyarakat dan di toko-toko lain,” ungkapnya.

Yang jadi masalah lanjut Tohawi, saat ini harus dipikirkan adalah daya beli masyarakat. Karena, di pandemi Covid-19 ini banyak yang kehilangan pekerjaan.

“Kalau kemarin ini yang kerja ke ibukota provinsi dan Jakarta. Kerja hari itu dibayar sore dan besok beli beras. Sekarang off kerjanya, semula untuk angkot dan ojek penumpang banyak, saat ini tidak ada penumpang. Dan PKL yang lainnya pendapat dari mana mereka,” ucapnya.

Sementara, data yang diserap saat ini yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) dijanjikan Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Barat dan kabupate Bogor belum jelas.

“BLT yang dijanjikan pemerintah provinsi dan pusat serta kabupaten, sampai saat ini belum ada kejelasan, siapa penerima, dan yang lainnya. Apabila BLT sudah turun apakah akan mencukupi, tentu tidak cukup,” tukasnya.

Sekedar diketahui, saat ini Pemkab Bogor sedang mengirimkan bantuan untuk 200 KK bagi masyarakat yang membutuhkan atau kategori miskin. Yaitu, berupa beras sebesar 30 kg per KK. (Andi).

Raffi Ahmad Trending di Twitter, Kenapa?

BOGORDAILY – Raffi Ahmadmenjadi perbincangan di kalangan Twitter. Bahkan ayah Rafathar itu sempat menjadi trending di Twitter. Kenapa sih? Hal itu bermula, saat salah seorang netter bicara soal zodiak yang kini tengah bermasalah dengan masalah keuangan.

“Semua zodiak kayaknya sama deh minggu ini ada masalah keuangan,” kata seorang netter dalam lini Twitter.

Tweet itu langsung mendapatkan banyak respons dari netter. Banyak netter yang tidak setuju dengan anggapan itu. Sebab masih ada Raffi Ahmad yang dirasa tidak mengalami masalah keuangan.

“Kecuali zodiak Raffi Ahmad,” kata akun Fico.

“Lo tidur karena kecapekan nyari duit, kalau Raffi Ahmad duitnya yang tidur karena capek nyariin dia,” beber akun zet***.

“Raffi Ahmad nggak pake ngeTweet juga langsung Trending Topic,” unggah akun pa***.

“Raffi Ahmad beli nasi uduk, besok tukang nasi uduknya langsung umroh,” canda akun iq***.

Meski pandemi Corona, Raffi memang selalu terlihat sibuk bekerja. Ia masih mengisi salah satu acara sahur di televisi. Di sisi lain, Channel YouTube miliknya mengadakan siaran langsung saat sahur dan berbuka. Nagita Slavina dipercaya Raffi untuk mengisi acara buka dan sahur dalam Channel YouTubenya.

Kelurahan Balumbang Jaya Gencarkan Gasibu Untuk PSBB

BOGORDAILY.net – Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) yang dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, difokuskan untuk kegiatan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Bersar (PSBB) diwilayah perbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Lurah Balumbang Jaya, Agus Suwondo, mengatakan, pihak kelurahan saat ini bekerjasama dengan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam gerakan Gasibu.

“Gasibu dari kita untuk melayani kegiatan PSBB. Yaitu, di batas wilayah antara Balumbang Jaya dan Desa Babakan, Kabupaten Bogor,” katanya kepada Bogordaily.net. Selasa (5/5/2020).

Karena lanjutnya, untuk pembagian nasi bungkus kepada warga yang membutuhkan, dan terkena dampak Covid-19. Sudah dibantu oleh Masjid Al Furqon.

“Gerakan nasi bungkus kita berjalan. Disamping Mesjid Al Furqon juga ngasih nasi bungkus setiap hari ke semua tingkat RW,” ungkapnya.

Untuk saat ini kata Agus sapaan akrabnya, warga di Kelurahan Balumbang Jaya baru mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) Ri.

“Sebanyak 90 KK yang membutuhkan kategori miskin, sudah mendapatkan bantuan dari Kemensos. Untuk dari Jawa Barat kita belum dapat. Tapi, bantuan dari Pemkot Bogor rencana turun pada 7 Mei ini sebanyak 183 paket sembako,” jelasnya.

Disamping itu, pihaknya juga sudah membentuk Gugus Tugas tingkat Rukun Warga (RW). Tujuannya sendiri, untuk memantau aktivitas masyarakat di setiap RW.

“Kita juga pertama ngadain penyemprotan disinfektan. Baik tempat umum, Mesjid Mushala dan Rumah penduduk. Kebetulan, kita juga dapat bantuan dari Pakuan Regency dalam penyemprotan, dari IPB, dan KNPI juga, RW di kita ada 13,” tukasnya. (Andi).

Bima Arya Minta Kemenhub Kaji Ulang Operasional KRL, Karena Jadi Tempat Penyebaran Covid-19

BOGORDAILY – Pekan lalu sebanyak 325 penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) telah menjalani serangkaian proses tes swab PCR di Stasiun Bogor. Pada Minggu (3/5) kemarin, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengumumkan bahwa 3 diantara ratusan penumpang tersebut dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19).

Dikutip dari Liputan6, ketiga orang tersebut merupakan warga Kota Bogor yang biasa menggunakan KRL untuk bekerja di Jakarta. Bima juga mengungkapkan bahwa mereka semua sempat menjalani tes thorax pada 27 April 2020 lalu.

“Baru saja saya mendapat kabar bahwa tiga penumpang KRL Bogor-Jakarta dinyatakan positif Covid-19,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Minggu (3/5) dilansir dari Liputan6.

KRL Berpotensi Menyebarkan Covid-19

 

Menurut Bima, hal tersebut sudah membuktikan jika moda transportasi massal, seperti kereta api atau KRL merupakan tempat yang berpotensi menyebarkan Covid-19 secara cepat.

“Pemkot akan lebih ketat mengawal pemberlakuan PSBB,” kata Bima Arya

Kepala Daerah Minta Operasional KRL Dihentikan

 

Dilansir dari Liputan6, beberapa waktu lalu beberapa kepala daerah yang dilewati oleh KRL dan merupakan kawasan penyangga ibu kota (Jabodetabek) telah berulang kali mengajukan evaluasi dan pertimbangan terkait penutupan operasional KRL selama masa PSBB berlangsung.

Salah satu yang cukup vokal menyuarakan penghentian operasional KRL adalah Bupati Bogor, Ade Yasin. Senada dengan Bima Arya, menurut Ade salah satu tempat yang paling cepat menularkan Covid-19 adalah di dalam KRL mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan mode transportasi cepat tersebut.

“Dari data yang saya terima, rata-rata (penularan) dari penumpang kereta. Kasus positif pertama yang di Bojonggede itu dari kereta,” kata Ade Yasin beberapa waktu lalu.

Disayangkan Ade Yasin

 

Dalam pernyataanya yang dilansir dari liputan6, Ade bersama beberapa kepala daerah di sekitar Bodebek sangat menyayangkan keputusan Kementerian Perhubungan yang tetap mengoperasionalkan KRL di tengah masa kebijakan PSBB.

Menurut Ade, wilayah Bogor sebelum diberlakukannya PSBB telah menyiapkan skema khusus salah satunya jaring pengamanan sosial sebagai upaya pengentasan para pengguna KRL yang harus kena imbas jika operasional KRL sejak awal di hentikan.

“Pemkab Bogor sudah mempersiapkan risiko dan biaya sebelum memutuskan PSBB. Termasuk di antaranya jaring pengaman sosial untuk warga tidak mampu. Jangan sampai apa yang kami siapkan ini menjadi sia-sia,” ungkapnya.

Sintya Marisca Menangis Tak Percaya, Didi Kempot Meninggal Dunia

BOGORDAILY – Salah satu orang yang juga akrab dengan Didi Kempot adalah sosok Sintya Marisca. Perempuan yang satu ini beberapa kali tampil bareng dengan Didi Kempot.

Nama Sintya Marisca sendiri mulai banyak diperbincangkan orang kala video jogetnya viral. Kala itu, ia tertangkap kamera berjoget di salah satu aksi panggung Didi Kempot.

Mendengar kabar meninggalnya Didi, Sintya Marisca pun menangis. Ia mengaku tidak percaya dengan kabar tersebut.

“Bangun tidur dengar kabar buruk, please dong,” urainya seraya mengusap air matanya.

“inalilahi wainalilahi rojiun. Sugeng tindak, pakde! R.I.P Pakde Didi Kempot The Godfather of brokenheart hari ini benar benar nunjukin kekuatanya,” urainya dalam Instagram miliknya.

Sebelumnya, juga ada Anggitha yang juga mengaku tak percaya dengan kepergian sang musisi. Anggitha juga merupakan salah perempuan yang jogetnya viral saat menyaksikan konser Didi Kempot.

Haaland Ditakdirkan untuk Real Madrid

BOGORDAILY – Bintang muda Erling Braut Haaland tampil sensasional di musim ini. Haaland disebut bahwa dia ditakdirkan bermain di Real Madrid di masa depan.

Meski baru berusia 19 tahun, Haaland menarik perhatian klub-klub top Eropa dengan penampilannya di sepanjang 2019/20. Sudah 40 gol dibuat penyerang Norwegia itu untuk RB Salzburg dan Borussia Dortmund.

Meski belum genap setengah musim berseragam Dortmund, Haaland sudah dikaitkan dengan kepindahan di bursa musim panas. Manchester United dan Real Madrid menjadi dua klub yang paling tertarik mendapatkan tanda tangannya.

Mantan striker Dortmund Stanislav Macek mendukung Haaland segera angkat kaki dari Signal Iduna Park. Menurut Macek, Haaland sudah seharusnya bermain di klub sebesar Real Madrid.

“Dia adalah [Zlatan] Ibrahimovic modern,” Macek mengatakan kepada AS. “Saya akan bilang dia sekarang jauh lebih baik dalam pergerakannya, lebih cepat. Dia punya sebuah mentalitas dalam bagaimana menghadapi banyak pertandingan dan profesinya.”

“Saya pikir dia harus membuat satu langkah besar. Dia itu salah satu yang terbaik di Jerman. Kalau dia terus meningkat seperti ini, sudah pasti, kita akan melihat dia ada di sebuah klub yang lebih besar dalam waktu dekat seperti Madrid.”

“Pemain terbaik selalu bermain di Madrid dan Haaland adalah salah satunya. Dia adalah seorang pesepakbola yang dibuat untuk Madrid, tidak diragukan lagi,” simpul Macek.

Ratusan Tempat Tidur Dikirim ke Kepulauan Seribu untuk Ruang Isolasi Pasien Covid-19

BOGORDAILY – Pemkab Kepulauan Seribu menyediakan 39 lokasi isolasi pasien Covid-19 yang tersebar di 12 pulau. Sebanyak 150 tempat tidur lipat dikirim untuk menunjang ruang isolasi tersebut.

“Tempatnya sekolahan, GOR, SKKT. Dan sudah di lengkapi oleh velbet di setiap lokasi karantina, saat ini juga lima orang ODP di rawat di SMKN 61 Pulau Tidung,” kata Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (5/5).

Dia menjelaskan lokasi karantina ini diperuntukkan bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan pasien yang dinyatakan positif Covid-19 langsung dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet.

Berikut distribusi 150 velbet yang telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu ke tempat-tempat yang menjadi ruang isolasi:

– 20 unit di Gedung SMPN 285 Pulau Untung Jawa

– 20 unit di Gedung SMPN 288 Pulau Lancang

– 40 unit di Gedung SMKN 61 Pulau Tidung

– 20 unit di Gedung SMAN 69 Pulau Pramuka

– 30 unit di Gedung SDN 01 Pulau Kelapa

– 20 unit di Gedung PKMBN Pulau Harapan.

Sementara itu, berdasarkan website corona.jakarta.go.id pada Selasa (5/5/2020) disebutkan terdapat 10 pasien positif virus corona di Kepulauan Seribu.

Sembilan di antaranya berasal dari Kelurahan Pulau Tidung dan satu di Kelurahan Pulau Kelapa. Selain itu ada pula warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Masa Pandemi belum Berakhir, BNN Kabupaten Bogor Pasang Spanduk sebagai Media Informasi

BOGORDAILY – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor memasang spanduk di sejumlah titik wilayah Bogor. Kegiatan pemasangan spanduk dipimpin langsung Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Bogor pada Jumat (1/5/20).

Sejumlah spanduk dipasang di tempat keramaian seperti terminal, pintu Tol, rest area hingga pasar tradisional. Media luar ruang ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya Narkoba pada saat Pandemi Covid 19.

Pemasangan spanduk media luar ruang telah diinstruksikan oleh Kepala BNN Republik Indonesiadalam kegiatan rapat Video Conference.Kepala BNN RI, Heru Winarko berharap setiap BNNK di daerah dapat segera memasang informasi bahaya Narkoba melalui media luar ruang di sejumlah titik seperti pelabuhan, terminal, rest area hingga stasiun.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rika Indriati Roamer berpendapat bahwa Pemasangan banner/spanduk merupakan salah satu cara penyebaran informasi kepada masyarakat tentang bahaya Narkoba yang selalu ada walaupun dalam situasi pandemi covid-19 ini.

“Pandemi yang sedang terjadi diseluruh dunia adalah musibah terbesar bagi dunia, begitu pun Narkoba yang pasti selalu ada, saat pandemi ataupun tidak. Mari kita cegah pandemi Covid-19, dan tetap juga kita fokus pada bahayanya Narkoba” jelas Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Informasi bahaya penyalahgunaan Narkoba harus tetap diberikan walaupun pandemi Covid 19 masih belum berakhir. Diharapkan adanya media informasi mengenai bahaya Narkoba baik melalui elektronik ataupun non elektronik dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan Narkoba. Waspada terhadap pengedar Narkoba dan selama Covid 19 tetap di rumah saja. (*/bdn)