Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8255

Usaha Teuku Wisnu Jaga Eksistensi Bisnisnya di Tengah Pandemi Corona

BOGORDAILY – Pandemi Corona berimbas ke bisnis makanan Teuku Wisnu. Ia terpaksa harus menutup 80 persen usahanya, Malang Strudel.

Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga eksistensi bisnis makanannya. Cara yang dilakukan Wisnu yakni membuka tokonya hanya di dua titik, Soekarno Hatta dan Karanglo.

Selain itu, suami Shireen Sungkar tersebut membuat inovasi supaya tokonya tetap ramai pengunjung. Ia memberikan siraman rohani bersama Ustaz Salim A Fillah, Ustaz Luqmanul Hakim. serta Ustazah Oki Setiana Dewi untuk warga Malang Raya, Jawa Timur.

“Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, kami tetap ingin bisa berbagi kepada masyarakat luas, khususnya di Malang Raya. Dengan kajian salah satunya untuk memotivasi warga,” katanya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

Bukan cuma itu saja. Teuku Wisnu juga menyediakan sebuah mobil ambulans saat pandemi Corona.

“Dan kami juga menambahkan satu unit ambulance bentuk CSR Malang Strudel untuk melayani masyarakat Malang sebagai Satgas anti COVID-19,” ujarnya.

Teuku Wisnu mengaku masih ingin berbagi kepada warga, meski kondisi sulit imbas Corona. Ia berharap usahanya mendapat hasil baik.

“Iya di situasi pandemi ini, kami tetap berbagi kepada masyarakat Malang dengan berbagai cara yang bisa kami lakukan,” tuturnya.

Wisnu sudah membuka usaha kuenya sejak Desember 2014. Ia mengaku terinspirasi membuat bisnis tersebut usai jalan-jalan ke Eropa dan mencicipi strudel.

Waduh, Anak Buah Prabowo Mau Bongkar ‘Skandal’ Najwa Shihab

BOGORDAILY.net – Perseteruan presenter cantik Najwa Shihab versus DPRD semakin panas. Kali ini ada nada ancaman untuk membongkar Skandal bos narasi
tv itu.

Kritik terbuka yang dilayangkan Najwa Shihab kepada para anggota DPR via Instagram berbuntut panjang.

Sebelumnya, ada Andre Rosiade dan Arteria Dahlan yang mengecam aksi Najwa Shihab.

Kini, politikus Gerindra, anak buah Prabowo Subianto, yakni Habiburokhman yang balik mengancam Najwa Shihab.

Tak hanya dituntut minta maaf, presenter Najwa Shihab juga dicurigai memiliki keterkaitan dengan kasus Kartu Prakerja yang tengah disorot oleh DPR RI.

Bahkan, anggota DPR RI mengaku akan akan mengecek dugaan keterkaitan Najwa Shihab dengan salah satu mitra Kartu Prakerja.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR dari Fraksi GerindraHabiburokhman.

Menurutnya, kritik Najwa Shihab yang menilai DPR RI tidak memprioritaskan kerja-kerja terkait penanganan covid-19 itu tidak benar.

Seperti diketahui, Najwa dalam sebuah video mengkritik kinerja DPR selama masa pandemi, mulai dari pembahasan RUU yang dinilai jauh dari kepentingan masyarakat dalam menghadapi wabah Virus Corona hingga pembentukan Satgas Lawan covid-19.

Akibat video tersebut, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan meminta Najwa Shihab meminta maaf kepada DPR secara institusional atas kritik yang dilayangkan.

Menurut Arteria, banyak hal yang disampaikan Najwa cenderung tidak benar dan provokatif.

Dilansir dari Kompas.com, Habiburokhman mengatakan, DPR RI tetap bekerja sesuai dengan fungsinya dalam bidang pengawasan, penganggaran, dan legislasi.

Ia pun menyebutkan, DPR RI bekerja ekstra dengan membentuk Satgas Lawan covid-19 yang merupakan inisiatif para anggota.

“Satgas Lawan covid adalah aksi kemanusiaan yang merupakan kerja tambahan dari tupoksi kami,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Senin (4/5/2020).

Terkait fungsi pengawasan dan penganggaran, Habiburokhman mencontohkan kritik keras Komisi III terhadap Kartu Prakerja dengan meminta KPK mengusut dugaan penyimpangan dalam program tersebut.

Menurut dia, Komisi III juga aktif berkoordinasi dengan para mitra kerja untuk melakukan pengalihan anggaran untuk penanganan covid-19.

“Di Komisi III kami sudah keras sekali minta KPK usut dugaan penyimpangan Kartu Prakerja. Dalam bidang penganggaran sejak awal kami aktif koordinasi dengan mitra, menyisir anggaran untuk dialihkan untuk penanganan covid-19,” tutur dia.

Habiburokhman justru balik menduga kalau kritik Najwa Shihab terhadap DPR RI ini memiliki motif tertentu.

Ia mengaitkannya dengan kritik DPR RI terhadap Kartu Prakerja.

“Saya khawatir narasi-narasi seperti yang disampaikan Najwa Shihab merupakan bentuk konkret serangan balik kepada kami setelah kami minta KPK usut kasus Prakerja,” ujar dia.

Dia menyatakan akan mengecek dugaan keterkaitan Najwa Shihab dengan salah satu mitra Kartu Prakerja.

“Kami akan cek apakah ada kaitan Najwa Shihab dengan salah satu pelaksana Kartu Prakerja. Semoga enggak ada kaitannya. Namun demikian kami tetap terbuka menerima kritik dari siapapun,” tegas Habiburokhman.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani tak mempermasalahkan kritik yang disampaikan presenter Najwa Shibab terhadap DPR.

Namun, menurut Arsul Sani, kritik dari figur publik seperti Najwa Shihab seharusnya mengedepankan klarifikasi kepada anggota DPR RI.

“Untuk individu dengan kapasitas intelektual seperti Najwa tidak boleh dengan prasangka duluan, tanpa keinginan dulu untuk klarifikasi. Dia bisa lakukan itu semua, karena anggota DPR yang dia kenal banyak termasuk saya yang sering jadi narasumbernya,” ujar Arsul Sani, Senin (4/5/2020).

Arsul Sani juga menjawab kritikan Najwa Shihab terkait DPR RI yang kini ini sibuk dalam pembahasan sejumlah RUU, termasuk RUU Cipta Kerja.

Menurut Arsul Sani, RUU yang disampaikan Najwa adalah inisiatif pemerintah, sehingga DPR memiliki kewajiban untuk merespons RUU tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Perundang-undangan.

“Kenapa yang dikritisi DPR-nya? Ini menandakan Najwa yang sarjana hukum tapi tidak mengerti kewajiban DPR baik menurut konstitusi maupun UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” ucapnya.

Asrul menjelaskan, dalam UU tersebut RUU yang diajukan pemerintah harus disegera direspons maksimal dalam 60 hari.

“Kalau mau pembahasan RUU-nya dihentikan maka ya pengusul atau pihak yang berinisiatif yang harus meminta berhenti atau menarik RUU usulannya,” tuturnya.

Di samping itu, Arsul Sani menjawab kritikan Najwa Shihab terkait anggota-anggota Satgas Lawan covid-19 DPR RI yang berfoto mengenakan alat pelindung diri (APD).

Kritik ini sebenarnya juga disampaikan masyarakat saat anggota Satgas Lawan covid-19 berfoto di Gedung Nusantara III DPR RI dengan menggunakan pakaian serupa APD.

Namun, Arsul Sani menjawab bahwa Satgas Lawan covid-19 DPR hanya mengenakan APD ketika berkunjung ke RS Darurat covid-19 Wisma Atlet Kemayoran guna menyerahkan bantuan.

“Karena kunjungan itu sampai ke area di mana semua orang harus pakai APD maka sekitar 15 anggota Satgas yang ikut pakai APD ketika berangkat dari DPR. Lalu di mana tidak pantasnya kalau hanya 15 APD dipakai sendiri sementara ribuan APD disumbangkan,” kata Arsul Sani.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR ini menyoroti alat rapid test yang juga sempat dikritisi publik.

Arsul mengatakan, 25.000 ribu alat rapid testdisumbangkan DPR dan hanya 2.000 digunakan untuk anggota.

Ia juga menegaskan, APD, rapid test dan obat herbal yang diadakan DPR tanpa menggunakan anggaran negara.

“Tapi sumbangan dari pribadi-pribadi anggota DPR dan koleganya dalam bentuk barang-barang tersebut,” kata dia.

Seperti diketahui, Najwa Shihab memberi DPR kritik keras dalam video berjudul “Kepada Tuan dan Puan Anggota DPR yang Terhormat” itu, ditayangkan pada Sabtu (2/5/2020).

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan meminta Najwa Shihab meminta maaf kepada DPR secara institusional atas kritik yang dilayangkan sebelumnya.

Menurut Arteria, banyak hal yang disampaikan Najwa cenderung tidak benar dan provokatif.

“Saran saya secara pribadi, selaku anggota Komisi III, selaku anggota Badan Legislasi, dan selaku Deputi Penerangan Umum Satgas Lawan covid-19 meminta Najwa minta maaf,” kata Arteria dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2020).

“Ini kan statementnya sudah dikonstruksikan dan disengaja benar-benar untuk memfitnah dan menista pribadi maupun anggota DPR,” lanjut dia.

Ia menilai, pernyataan yang disampaikan Najwa memiliki konsekwensi hukum yang serius.

Terlebih, disampaikan pada saat kondisi negara dalam tengah menghadapi situasi pandemi covid-19.

“Saya yakin banyak yang disampaikan Najwa juga belum tentu benarnya. Tapi kan mereka malas menanggapinya dan mempermasalahkannya. Saya ingatkan bahwa kesabaran orang ada batasnya, jangan sampai merasa diri berparas cinderella berhati malaikat seperti enggak punya aib dan dosa,” ujar dia.

“Sadarlah sebelum terlambat. Perbaiki diri. Apa perlu kita umbar ke publik aib dan dosa serta moralmu? Apa perlu jalur hukum yang akan menjadi penentu hidupmu?” lanjut dia.

Sebelumnya, melalui sebuah video yang tersebar, Najwa mengkritik kinerja DPR di masa pandemi covid-19.

Sebab, pada saat banyak parlemen negara lain fokus melawan penyebaran covid-19, DPR justru terkesan mencuri kesempatan membahas RUU kontroversial, seperti RUU Cipta Kerja, RUU Pemasyarakatan, dan RKUHP.

“Membahas UUyang menyangkut hajat hidup orang banyak di masa seperti sekarang ini terlalu mengundang curiga. Di tengah pandemi, yang jatuh cinta saja berani menunda nikah. Ini kok DPR buru-buru banget seperti lagi kejar setoran?” ucap Najwa.

“Setiap tindakan dan keputusan di masa kritis mencerminkan prioritas. Atau memang inikah prioritas wakil-wakil rakyat kami sekarang ini?” imbuh dia.

Najwa menegaskan, tidak ada satu pun RUU yang tidak penting.

Namun, ketika negara tengah menghadapi kondisi kritis seperti saat ini, seharusnya DPR dapat membuat skala prioritas dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Justru karena semua UU penting, aneh kalau pembahasannya diseriusi di waktu sekarang. Saat dimana perhatian dan konsentrasi kita terkuras bertahan hidup di tengah wabah,” ujar Najwa.

“Jika ngotot melakukan pembahasan, jangan salahkan bila ada anggapan DPR tidak menjadikan perang melawan corona sebagai prioritas,” imbuh dia.

Najwa Shihab juga mengingatkan bahwa hingga kini belum ada mekanisme yang mengatur pembahasan RUU secara virtual.

Sehingga, ketika sebuah produk dihasilkan secara virtual, maka berpotensi cacat hukum dan rawan digugat hasilnya.(*/bdn)

Ngamar di Hotel saat Pandemi Korona, Pria di Bogor Ditemukan Tewas

BOGORDAILY.net – Di tengah pandemi korona dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor, justru heboh dengan ditemukan, sesosok mayat di sebuah hotel di Kota Bogor.

Belum diketahui pasti penyebab kematian korban. Polisi masih melakukan penyidikan.

Mayat itu diketahui berinisial IS (55). Dia ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (5/5/2020) siang.

Mayat korban pun dievakuasi dengan protokol COVID-19. Evakuasi jenazah korban dilakukan menggunakan alat pelindung diri (APD). Jasad IS lalu dibawa ke RSUD Ciawi.

Supervisor Hotel Marga Jaya, Dian Irfan mengungkapkan, IS ditemukan tewas sekitar pukul 13.00 WIB.

Awalnya, karyawan hotel hendak mengecek keadaan IS karena masa inapnya telah habis. Namun, IS tak kunjung keluar dari kamar.

“Waktu itu saya masih di rumah, ditelepon oleh resepsionis untuk mengecek kamar 95. Saya lalu bergegas pergi ke hotel mengecek kamar itu,” kata Dian.

Setiba di lokasi, dia bersama karyawan hotel mencoba mengetuk pintu, namun tak ada jawaban. Ia akhirnya membuka pintu kamar nomor 95 tempat IS menginap dengan menggunakan kunci duplikat.

“Waktu ditemukan tamu tersebut terbaring di atas tempat tidur, sepertinya sudah meninggal. Sebagian tubuhnya dibalut selimut,” ungkapnya.

Kejadian tersebut lalu, dilaporkan ke polisi untuk ditangani.

Menurut Dian, korban menginap di hotel bersama seorang perempuan. Keduanya, tiba di hotel pada Senin (4/5/2020) sekitar pukul 08.00 WIB, dengan menggunakan sepeda motor matic.

“Itu motornya masih ada, kalau perempuannya engga tahu kemana. Waktu kamar dibuka sudah engga ada perempuannya,” terangnya.

Kanit Reskim Polsek Bogor Selatan AKP Edi Santoso mengatakan, saat olah tempat kejadian perkara, pihaknya tidak menemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban.

“Tidak ada (tanda kekerasan). Kami hanya menemukan obat-obatan, cuma jenis (obatnya) nggak tahu,” kata dia.

Diduga kuat korban tewas setelah berhubungan intim dengan teman kencannya itu. Saat ini, polisi masih menunggu hasil forensik RSUD Ciawi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Pihak kepolisian juga masih mencari sosok perempuan yang menemani korban di hotel disaat umat muslim menjalankan ibadah puasa. (*/bdn)

Saat Ahmad Dhani Dipenjara Mulan Jameela Bersyukur Sudah Berhijab

BOGORDAILY – Mulan Jameela memutuskan untuk mengenakan hijab sejak dua tahun lalu. Bukan soal job, justru cobaan dalam hijrahnya Mulan adalah ketika Ahmad Dhani masuk penjara.

Dalam perbincangan di ‘Hijrah Fest From Home’, Mulan Jameela mengungkapkan perubahan Ahmad Dhani setelah melihat dirinya mengubah penampilan.

“Ya semakin perhatian, karena nggak cuma hijrahnya saja, tapi momen-momen 11 bulan kita pisah. Terus aku tuh kayak menurut aku manusia sudah ada catatannya,” cerita Mulan Jameela kepada Fenita Arie.

Saat Ahmad Dhani terseret masalah hukum dan harus mendekam di Lapas Cipinang, Mulan bersyukur saat itu sudah memutuskan untuk menutup aurat. Dia berujar tak tahu apa yang akan terjadi, jika dirinya belum putuskan berhijab.

“Waktu kemarin Mas Dhani masuk penjara aku sudah posisi pakai kerudung. Aku berpikir kemarin kalau posisi aku belum pakai hijab mungkin belum tentu sekuat ini, belum tentu sekuat itu,” ungkapnya.

“Belum tentu sesetia itu, belum tentu mampu menunggu, belum tentu mampu menjaga anak-anak. Allah memang sebaik-baiknya mendesain kehidupan,” lanjut Mulan Jameela.

Untuk urusan job, setelah hijrah Mulan Jameela memang tak seterpuruk Melly Goeslaw. Tapi 11 bulan Ahmad Dhani dipenjara itu menjadi ujian untuknya.

“Teh Melly 2 tahun nggak kerja, aku diuji di sisi lain. Mas Dhani 11 bulan pisah sama aku. Menurut aku, hijrahnya apa pun yang ada di dunia ini, balik lagi ke Allah,” tutur ibu empat anak itu.

“Mas Dhani memang banyak belajar juga 11 bulan pisah sama aku dan semakin percaya saya pegang anak-anak,” tukas Mulan Jameela.

Ini Rahasia Zaskia Sungkar dan Irwansyah Tetap Harmonis

BOGORDAILY – Pasangan Zaskia Sungkar dan Irwansyah hampir tak pernah mendapat gosip miring terkait rumah tangganya. Semenjak pernikahan mereka pada 2011, keduanya sepakat untuk belajar memperbaiki diri.

Melihat perjalanan rumah tangga mereka, tentunya pertanyaan terkait keturunan terus mereka dapatkan. Namun, bagi Zaskia bersyukur dengan yang sudah ia miliki saat ini menjadi jalan utamanya.

“Kadang kita tuh bersyukurnya dibekali sama pondasi agama yang kuat. Saat kita ngeluh, ya ada batasannya, nggak bisa kita yang ngeluh banget dan harus kecewa sama takdir Allah,” jelas Zaskia dikutip salam acara Siyap Bos, Trans 7, Senin (4/5/2020).

Hingga saat ini, Zaskia dan Irwansyah memang belum diberikan keturunan. Namun keduanya percaya dengan takdir dan kuasa Tuhan.

“Ya yakin aja sama kuasa Allah gitu. Di depannya takdir Allah gimana, ya kuatin aja. Pasti kepikiran sama omongan orang tua. Tapi balik lagi nangisnya ke Allah, mintanya ke Allah,” jelasnya.

“Aku pernah dikajian bahas masalah itu. Memang di surga itu nanti ada tempat untuk orang yang udah sampai limit kesabarannya di dunia. Jadi gua mikir apa yang gua khawatirin gitu,” tuturnya.

Selain itu, keduanya pun turut membagikan tips harmonis dalam menjalani rumah tangga mereka. Diakui memang mereka sudah tak lagi menyelesaikan masalah secara emosional.

“Sebenarnya kalau kita balikin lagi sama Allah. Karena apapun cobaan yang sampai ke kita jadi dari Allah juga,” jawab Irwansyah.

“Kita mah banyak ributnya apalagi zaman dulu masih seneng keluar. Tapi kalau ditanya sekarang juga sama berantem tapi beda 90 persen. Sekarang itu kita nggak ada pake nada tinggi gitu,” papar Zaskia.

Viral, Video Rampok Beraksi Siang Hari Bolong di Kota Depok

BOGORDAILY.net – Makin hari kriminalitas semakin menjadi-jadi di tengah pandemi korona.

Terbaru sebuah video amatir merekam detik-detik aksi perampokan siang hari bolong, di Kota Depok. Aksi perampokan terhadap pengemudi mobil itu terjadi di seberang restoran cepat saji McDonald’s Bojongsari, Kota Depok. Rekaman kejadian itu kemudian viral di media sosial.

Insiden tersebut terjadi Selasa (5/5/2020) sekitar pukul 10.30 WIB.

https://www.instagram.com/tv/B_zl7wjHSZ8/?igshid=9ztwqzyohasa

 

Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo, membenarkan adanya perampokan itu. Polisi kini mengejar kawanan perampok tersebut.

Dalam video tersebut, terlihat seorang rampok yang berperan sebagai eksekutor datang memepet mobil korban yang sedang parkir di tepi jalan. Pria itu datang bersama tiga rekannya. Mereka menggunakan dua sepeda motor.

Pria yang menjadi eksekutor kemudian menghampiri mobil korban dan dalam seketika, membobol kaca pintu kanan bagian tengah mobil itu.

Korban rupanya ada di jok sopir ketika insiden itu terjadi. Korban lantas segera keluar dan memburu perampok itu yang telah menggondol tas berisi uang tunai.

Perampok itu mencoba kabur dengan berlari dari kejaran korban. Sementara rekannya sudah dalam posisi siap memboncengnya dengan sepeda motor. Rekannya itu berada dekat mobil korban.

Dari rekaman itu, pria yang jadi eksekutor tersebut sempat tertangkap korban dan mendapat pukulan dan tendangan dari sejumlah warga di sana.

Sementara kawanannya yang lain melaju agak menjauh dengan sepeda motor mereka.

Pria itu akhirnya lolos dari kejaran massa. Ia langsung menghampiri rekannya yang telah menunggu di kejauhan.(*/bdn)

Bagaimana Prospek Karier Egy Maulana Vikri Bersama Lechia Gdansk?

BOGORDAILY – Kiprah Egy Maulana Vikri bersama Lechia Gdansk belum begitu terdengar. Hampir dua tahun dia berkarier di Polandia. Bagaimana prospek ke depannya?

Dari catatan Soccerway, Egy baru mencatat tiga penampilan kompetitif bersama Lechia di Ekstraklasa atau kompetisi kasta teratas di Polandia. Rinciannya dua kali di musim 2018/2019 dan sekali di 2019/2020.

Jumlah total menit bermainnya pun baru 56 menit dari tiga kali berlaga. Menit terbanyak didapatkan Egy kala Lechia menjamu Wisla Krakow, 28 Juli 2019. Pada pertandingan itu, Egy dipercaya tampil sebagai starter.

Catatan itu tentunya belum memuaskan publik sepakbola Indonesia yang punya ekspektasi tinggi kepada Egy. Pemain kelahiran tahun 2000 itu lebih sering bermain dalam laga non-kompetitif atau bermain bersama tim kedua Lechia.

Egy Maulana Vikri tampil bersama Lechia Gdansk di laga vs Wisla Krakow.

Pemain seusia Egy dalam tim, Kristers Tobers, sudah mencatat enam penampilan dan 496 menit bermain. Pemain asal Latvia yang berusia lima bulan lebih muda dari Egy itu baru gabung pada awal tahun 2020.

Namun tak adil rasanya jika membandingkan Kristers Tobers dengan Egy. Selain sudah paham dengan sepakbola Eropa, Kristers Tobers juga sudah punya pengalaman saat masih bermain di Latvia bersama FK Liepaja.

Kontrak Egy bersama Lechia ini akan berakhir pada 30 Juni 2021. Pemain binaan SKO Ragunan itu dipinang Lechia pada 8 Juli 2018 dengan masa kontrak tiga tahun dan opsi perpanjangan dua tahun.

Situasi Egy saat ini tentu tak menguntungkan jika mengharapkan perpanjangan kontrak. Namun agennya, Dusan Bogdanovic, meyakini pemainnya itu akan bertahan lebih lama di Polandia.

“Kontrak dia itu 3+2, jadi bukan sisa satu tahun lagi. Dia punya kontrak lima tahun kalau kamu paham apa yang dimaksud ‘opsi klub’,” kata Dusan kepada detikSport, Selasa (5/5/2020).

Dusan masih menyimpan harapan yang sama ke Egy sejak pertama kali mengantarnya ke Polandia. Yakni mengambil pelajaran sebanyak mungkin tanpa berharap muluk-muluk bersama Lechia.

Egy Maulana Vikri saat diperkenalkan Lechia Gdansk.

Sejauh ini harapan itu sudah tercapai jika melihat kesempatan yang didapat Egy bersama tim kedua Lechia. Ia juga kerap mendapat kesempatan tampil di IV liga atau kasta kelima Liga Polandia.

“Target kami sangat jelas, berharap dia berkembang dengan baik. Jadi tak ada kekhawatiran sama sekali dan kami yakin dengan yang kami lakukan,” ujar Dusan.

“Jika pun kontraknya cuma tiga tahun, masih ada sisa satu tahun. Jadi saya tak melihat ada masalah, dia dalam proses dan itu berjalan dengan baik,” tuturnya.

“Egy berada di klub yang sangat baik dengan staf pelatih yang sangat profesional. Jadi semuanya baik-baik saja,” ucapnya mengakhiri.

Viral Pria Ngamuk saat PSBB di Bogor, Akhirnya Dijemput Polisi. Kenapa?

BOGORDAILY.net – Viral video aksi ngamuk seorang pria yang menolak, memindahkan istrinya ke bangku belakang, saat pelaksanaan PSBB di Kota Bogor akhirnya berursan dengan polisi.

Ya, pria itu adalah Endang Wijaya (44). Dia mengamuk kepada aparat saat melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Simpang Empang, Kota Bogor, diperiksa polisi.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Firman Taufik, mengatakan Endang dijemput petugas dari rumahnya di wilayah Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor sekira pukul 21.00 WIB pada Senin 4 Mei 2020.

Dalam proses penjemputan, senior Wali Kota Bogor Bima Arya semasa SMA itu, sangat kooperatif karena mengetahui kesalahannya.

“Proses pemeriksaannya sudah selesai, yang bersangkutan juga sudah kami pulangkan lagi, sambil menunggu hasil pemeriksaan selanjutnya,” kata Firman, kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Firman menyebut, Endang disangkakan melanggar aturan PSBB Pasal 216 KUHP dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun dan denda Rp 100 juta.

“Ini sebagai contoh agar PSBB menjadi satu kebijakan pemerintah, yang harus dijalankan,” tegasnya.

Ia berharap pelaksanaan PSBB tahap kedua di Kota Bogor ini berjalan lancar dan masyarakat bjsa bekerjasama dengan mengikuti aturan di lapangan.

“Petugas di lapangan itu bekerja sudah berdasarkan surat perintah dan aturan. Karena sedang melaksanakan tugas jadi tolong bekerjasama,” tutup Firman.

Seperti diketahui, beradar video viral di media sosial seorang pengendara mobil mengamuk di Simpang Empang, Kota Bogor pada Minggu 3 Mei 2020.

Rupanya, pria itu mengamuk kepada aparat karena tidak menerima sang istri yang duduk di sampingnya diminta untuk pindah ke bangku belakang saat operasi kepatuhan PSSBB di wilayah Kota Bogor. (“/bdn)

Dengerin Nih, Nadia Hasna, Putri Bupati Bogor Bicara Politik saat Diskusi On-line

BOGORDAILY – Putri sulung Bupati Bogor, Nadia Hasna Humaira, ikut aktif dalam diskusi, yang dilaksanakan oleh Yayasan Visi Nusantara Maju (Vinus Foundation) dengan tema ‘Pemilu dan Partisipasi Pemilih Milenial’.

Diskusi melalui aplikasi Zoom Meeting itupun, turut diikuti oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Bogor, Enday Zarkasih, Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni, Aktivis Mahasiswa, Nadia Hasna Humaira, yang turut dipandu oleh Riyanto, yang merupakan Ketua KNPI Kecamatan Leuwiliang.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Bogor, Enday Zarkasih, dalam diskusi itu mengatakan, pihaknya sudah menjalankan beberapa program agar masyarakat bisa melek terhadap politik.

“Kesbangpol Kabupaten Bogor sudah menjalankan beberapa program penguatan melek politik kepada para milenial,” katanya, Selasa (5/5/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni, juga menyampaikan, jumlah kuantitas milenial di Bogor sampai saat ini sudah mencapai 42 persen.

“Potensi milenial dalam berkontribusi, pada penguatan demokrasi substansial sangat besar,” jelasnya.

Sementara itu, dari sudut pandang milenial, putri sulung bupati Bogor, Nadia menuturkan, bahwa peran pemuda sangat penting dalam hal berpolitik.

Tahun 2012, di Malaysia masih tidak membolehkan partisipasi mahasiwa. Namun, sekarang sudah dibolehkan oleh Pemerintah Malaysia.

“Masih banyak generasi muda di sini (Malaysia.red) yang masih belum peduli terhadap politik. Padahal itu sangat penting,” tuturnya.

Menurutnya, di Kabupaten Bogor milenial masih tergerus oleh arus sosial media, untuk menentukan pilihan juga pengaruh keluarga atau orang terdekatnya. Hal ini sependapat dengan yang disampaikan Azka selaku peserta diskusi.

“Isu ras dan beberapa kasus di Malaysia juga menjadi penyebab ketidakpedulian milenial terhadap politik,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah, memberikan tambahan informasi. Bahwa, peran milenial dalam mengawal Pemilu sangat diperlukan, mengingat Bawaslu Kabupaten Bogor masih memiliki keterbatasan.

“Mulai sekarang Bawaslu Kabupaten Bogor akan membuat konsep pengawasan untuk para milenial,” kata Irvan.

Di akhir diskusi, Direktur Deep Indonesia, Yusfitriadi, menegaskan. Bahwa, diskusi ini sangat menarik dan akan lebih baik ketika semua, baik itu penyelenggara pemilu maupun partisipan.

“Pemilu berkualitas hanya akan tercapai oleh pemilih yang cerdas, dan kecerdasan akan lahir karena adanya pendidikan,” tegasnya. (Andi).

Bulan Ramadhan, Kabupaten Bogor Diserbu Pemulung

BOGOR DAILY – Wilayah Kabupaten Bogor saat bulan Suci Ramadhan di tengah pandemi Virus Korona atau Covid-19, diserbu Masyarakat Berkarung atau pemulung, setiap sudut jalan baik siang maupun sore.

Pantauan Bogordaily.net, para pemulung itupun ada berbagai macam bentuknya. Seperti, ada yang membawa anak dan istrinya yang disimpan dalam gerobak.

Tidak hanya itu, saat Bogordaily.net melakukan penijauan pada sore hari. Tampak terlihat, banyak pemulung dengan membawa karung dan gerobak.

Terlihat, disepanjang Jalan Raya Tegar Beriman terdapat pemulung yang duduk di trotoar, sambil mengharapkan bantuan dari para dermauan di bulan Ramadhan ini.

Penampakan pemulung di bulan Ramadhan inipun bukan hal yang aneh. Pasti, setiap tahunnya Jalan Raya Bumi Tegar Beriman selalu dipenuhi pemulung dadakan.

Salah seorang warga Kecamatan Cibinong, Hendi, mengatakan, masyarakat berkarung itu selalu muncul di jalanan ketika bulan Ramadhan.

“Udah gak aneh, pasti banyak pemululng dadakan. Kami biasanya sering sebut masyarakat berkarung (Masrung.red),” katanya, Selasa (5/5/2020).

Bahkan lanjut Hendi, para pemulung dadakan itu nampak membawa anak dan istrinya. Dirinyapun sangat menyesalkan hal tersebut.

“Nanti tuh banyak yang mengharapkan bantuan, ada dermawan yang kasih makan setiap sore. Mungkin, mereka mengharapkan itu saja,” tukasnya. (Andi).