Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8265

Alhamdulillah, 14 Provinsi Nihil Kasus Baru Positif Corona

BOGORDAILY – Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia mencapai 10.843 kasus. Terdapat 14 provinsi yang tidak ada tambahan kasus positif baru. Penambahan kasus ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yag disiarkan di akun YouTube BNPB, Sabtu (2/5/20). Yuri mengatakan 10.843 kasus itu tersebar dari di 321 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Namun untuk data dari 1 Mei pukul 12.00 WIB hingga 2 Mei pukul 12.00 WIB, ada 14 provinsi yang tidak ada penambahan kasus positif.

Yuri mengimbau warga untuk tetap di rumah dan tidak mudik. Sebab, hal itu menjadi kunci untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Oleh karena itu tetap tinggal di rumah, jangan bepergian, jangan mudik. Ini kunci agar kita pastikan untuk tidak tertular atau tidak menulari orang lain,” ujarnya.

Berikut 14 provinsi yang tidak ada penambahan kasus baru positif Corona 2 Mei 2002:
1. Aceh: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 11)
2. Bangka Belitung: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 19)
3. Bengkulu: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 12)
4. Jambi: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 32)
5. Kalimantan Selatan: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 179)
6. Kepulauan Riau: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 89)
7. Sumatera Selatan: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 156)
8. Sulawesi Utara: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 45)
9 Sumatera Utara: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 117)
10. Lampung: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 50)
11. Maluku Utara: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 41)
12. Maluku: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 23)
13. Nusa Tenggara Timur: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 3)
14. Gorontalo: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 15)
(detikcom/bdn)

Perangi Covid-19, XTC Bogor Kembali Bagikan Masker

BOGORDAILY – Tak ingin menyianyiakan bulan penuh ampunan, sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas XTC Bogor, tak henti berbuat kebaikan. Kali ini, selain membagikan makanan berbuka puasa (takjil) bagi para pengguna jalan di kawasan Jembapan Ciapus Kecamatan Ciapus Kabupaten Bogor, komunitas anak muda ini juga membagikan masker sebagai bentuk perlawanan terhadap virus Covid-19.

Ketua pelaksana Adit menjelaskan aksi sosial yang dilakukan jelang buka puasa itu, merupakan agenda tahunan setiap bulan Ramahdan. Namun, lanjut Adit, karena saat ini dunia tengah dilanda wabah corona, maka mereka juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat pengguna jalan. Pada kegiatan itu salah seorang senior XTC Bogor Iki, ikut hadir ditengah mereka.

“Kondisi yang terjadi saat ini, tidak melulu tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dari semua elemen,” kata Adit.

Pada kesempatan itu, senoir komunitas XTC Bogor Iki, menyampaikan masker yang dibagikan kepada masyarakat diperoleh dari hasil penjulan T-shirt XTC pada saat Anniversary XTC Bogor yang ke 10.

“Kaos dijual kepada seluruh anggota XTC Bogor. Tidak hanya di Bogor, pembeli ada juga yang bersal dari luar Bogor,” papar Iki.

Disampaikan Iki, kegiatan itu akan terus berlanjut disemua wilayah Bogor. Menurutnya masih ada pesediaan masker yang bisa dibagikan kepada masyarakat.

“kegiata ini ide dari Dadang Senjaya, atau yang sering disapa Dudung . beliaulah yang punya ide ini,” tutup Iki. (bdn)

Dalam Sepekan Bima Arya Targetkan 19.904 Bansos COVID-19 Tersalurkan

BOGORDAILY – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menargetkan bantuan sosial atau bansos dari Pemerintah Kota Bogor untuk warga terkena dampak ekonomi akibat COVID-19 yakni bantuan langsung tunai (BLT) untuk 19.904 keluarga dapat disalurkan dalam sepekan.

“Saya bersama Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, tadi pagi, mengunjungi Kelurahan Tegal Gundil dan Kelurahan Bantarjati di Bogor Utara, memantau pencairan BLT melalui kantor,” kata Bima Arya melalui pernyataan tertulisnya, yang diterima di Kota Bogor, Sabtu (2/5/20).

Menurut Bima Arya, Pemerintah Kota Bogor memberikan bantuan sosial dalam bentuk BLT kepada 19.904 keluarga terkena dampak ekonomi akibat COVID-19 melalui PT Pos Indonesia yang didistribusikan melalui kantor pos terdekat.
“BLT untuk April ini, yang didistribusikan mulai 27 April, ditargetkan sudah terdistribusi seluruhnya dalam waktu sepekan,” katanya.

Bima Arya juga menginstruksikan kepada semua kepala dinas, camat, dan lurah, untuk mengawasi pendistribusian BLT tersebut di wilayahnya masing-masing. Bima juga mengingatkan kepada warga Kota Bogor yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan sosial, agar memerika data di aplikasi salur yakni sistem kolaborasi dan solidaritas untuk rakyat di laman http://salur.kotabogor.go.id/
“Aplikasi ini juga bisa mendeteksi kalau ada penerima bantuan ganda,” katanya.
Bima mengingatkan, jika ada warga dari keluarga prasejahtera yang memenuhi kriteria untuk mendapat bantuan, tapi namanya belum tercantum di aplikasi salur, dapat mengusulkannya ke Pemerintah Kota Bogor.
“Nama yang diusulkan diverifikasi untuk kemudian diutamakan bagi yang sangat membutuhkan,” katanya.
Pemerintah Kota Bogor memberikan bansos dalam bentuk BLT dengan besaran Rp 500.000 per keluarga selama empat bulan. (tempo.co/antara/bdn)

Hasil Evaluasi, Tarif Listrik Tidak Naik!

BOGORDAILY – PLN memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak naik, termasuk rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) dan diatasnya. Seperti diketahui penetapan tarif dilakukan 3 bulan sekali oleh pemerintah. Untuk tarif April hingga saat ini dinyatakan tetap, yakni sama dengan periode 3 bulan sebelumnya.

“Kami pastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan,” tutur Executive Vice President Corporate Communcation and CSR, I Made Suprateka.

Besaran tarif yang berlaku saat ini sebagai berikut:
1. Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh
2. Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh
3. Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.115/kWh
4. Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 997/kWh

Adanya peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktifitas di rumah.

“Kami memahami di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktifitas di rumah. Biasanya siang hari tidak ada aktifitas, saat ini kita harus bekerja dari rumah, otomatis penggunaan bertambah, misalnya untuk laptop dan pendingin ruangan,” tambah Made.

Untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi virus corona, PLN juga telah menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan tagihan rekening listrik pelanggan rumah tangga daya 450VA, pelanggan bisnis dan industry kecil daya 450 VA. Serta potongan tagihan sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.

Sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, PLN juga telah menangguhkan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stand meter bagi pelanggan pasca bayar. Sebagai gantinya, untuk mulai rekening bulan Mei 2020, PLN telah menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan yang ingin melaporkan angka stan dan foto kWh meter.

Pelanggan pascabayar dapat mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp terpusat PLN dengan nomor 08122 123 123. Pelaporan angka stan meter dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp.
Laporan dari pelanggan tersebut nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya. Sementara, bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir. (detikcom)

PTPN II Biangkerok Kenaikan Harga Gula Pasir

BOGORDAILY – Satgas Pangan Polri menemukan pelelangan gula di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500/kg. Pelelangan yang melanggar ketentuan dari pemerintah ini, dilakukan oleh PTPN II. Untuk menindaklanjuti pelelangan ‘nakal’ tersebut, Satgas Pangan sempat menyegel perusahaan pelat merah tersebut dengan police line.

“Satgas Pangan sudah melakukan penindakan di Sumatera Utara atas tindakan PTPN II yang melakukan lelang produk gula sebesar Rp 12.900/kg, bervariasi. Dan sempat kami lakukan police line,” kata Daniel dalam konferensi pers virtual distribusi gula, Selasa (28/4/20).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengungkapkan, aksi lelang yang melanggar ketentuan ini menyebabkan harga gula di masyarakat tinggi. Dari data Kemendag, harga gula masih tembus Rp 17.000/kg di tingkat konsumen, sementara menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), harga gula rata-rata nasional masih tembus Rp 18.250/kg.

“Berkat kerja sama dengan Satgas Pangan ada penemuan yaitu ada pelelangan sebesar Rp 12.900/kg. Nah ini sehingga menimbulkan harga ke distributor Rp 15.000/kg, dan agen lebih dari Rp 15.000/kg, dan ujungnya di pasaran sekitar Rp 17.000/kg, kurang lebih seperti itu,” jelas Agus, Sabtu (2/5/20).

Agus menegaskan, pemerintah telah menugaskan produsen baik BUMN maupun swasta melakukan pelelangan gula ke distributor di bawah HET.

“Kita sepakat untuk mengimbau, pelelangan ini tidak boleh melebihi HET di konsumen. Terutama dari produsen yang telah melakukan penjualan tadi dan ini membuat harga-harga yang tidak stabil,” imbuh Agus.
Pihaknya sendiri telah membentuk tim pengawasan agar praktik-praktik seperti ini tak terulang lagi.

“Kami telah membentuk tim monitoring dengan Satgas Pangan untuk mengawasi jalannya proses ini semua. Agar di tengah situasi pandemi Corona ini kita harus bersatu melawan COVID-19, dan jangan ada oknum-oknum melakukan penjualan-penjualan yang tidak sehat. Dan saya tekankan agar segala yang melanggar ini, yang telah menjual atau memasarkan harga di atas HET ini akan ditindak tegas,” terang Agus.
Meski melakukan pelelangan gula di atas HET, Satgas Pangan Polri sudah memperbolehkan PTPN II melanjutkan pelelangannya, asalkan harganya di bawah HET. Sehingga, harga gula di konsumen bisa kembali ke Rp 12.500/kg.

“Kami sudah beritahu Ketua Satgas di Sumut untuk proses ini bisa dilanjutkan sepanjang harga di end user atau masyarakat bisa mencapai Rp 12.500/kg sesuai dengan keputusan pemerintah. Silakan disesuaikan, PTPN silakan menyesuaikan. Kita mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah,” tegas Daniel.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya akan menindak tegas apabila ada praktik pelelangan atau penjualan gula dengan harga di atas HET seperti yang dilakukan PTPN II.

“Sanksi tentunya harus ada terhadap pelanggaran. Baik sanksi administratif yang sifatnya dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan salah satunya dengan tidak memberikan perizinan terhadap proses yang biasa dilakukan sampai dengan pemberian sanksi pidana,” jelas Listyo.
Listyo menuturkan, sanksi ini tak hanya diberikan pada aktivitas lelang atau jual di atas HET, tapi juga pada pelaku penimbunan, dan lain-lain.

“Mulai dari kegiatan-kegiatan menumpuk, membuat langka, menimbun, bahkan juga memanipulasi harga menjadi salah satu yang menjadi catatan kami yang bisa kami berikan sanksi,” tutup Listyo.

Menyikapi temuan Satgas Pangan Polri dan pernyataan Mendag, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menyatakan mengikuti aturan pemerintah dalam hal pelelangan gula.
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak usahanya PTPN II mengikuti arahan Kementerian Perdagangan dengan mengubah harga yang diputuskan lelang menjadi harga yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan sebesar Rp 12.500 /kg.

Perlu kami sampaikan bahwa pada tanggal 21 April 2020, PTPN III (Persero) melakukan penjualan gula tebu produksi PTPN II, dengan sistem lelang. Price idea (harga minimum) PTPN III (Persero) untuk Gula Kristal Putih (GKP) dari Tebu sebesar Rp 10.500/Kg. Mekanisme Penjualan lelang memutuskan hasil penawaran tertinggi dari calon pembeli sebesar Rp 12.900/Kg sebanyak 5.000 Ton. Berdasarkan hal tersebut diputuskan pemenang lelang sesuai harga yang terbentuk sebesar Rp 12.900/Kg. Namun sampai saat ini gula tersebut (5.000 ton) belum diserahkan kepada pembeli.

Selanjutnya pada hari ini (Selasa, 28/4/2020) PTPN bersama dengan perusahaan gula lainnya dan distributor diundang oleh Direktorat Jenderal Perdagangan perihal “Rapat Evaluasi Penugasan Import dan Pendistribusian Gula Konsumsi Tahun 2020,” hasil pertemuan tersebut PTPN dan Perusahaan produsen Gula diminta untuk menyesuaikan harga jual Gula Kristal Putih dari produsen dengan mengacu pada harga eceran tertinggi di tingkat konsumen sebesar Rp 12.500/Kg.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara PTPN III Persero mengikuti arahan Kementerian Perdagangan dan menyesuaikan harga jual gula dengan berpedoman pada harga eceran tertinggi di tingkat konsumen sebesar Rp 12.500/Kg. Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah hal stabilisasi harga pangan nasional, PTPN III (Persero) k edepan, disamping melakukan penjualan GKP dalam bentuk Bulk (Kemasan) juga akan memperbanyak penjualan Gula ke pasar retail dan operasi pasar. (sumber detik.com)

Terbanyak Se Bogor, 27 Warga Gunungputri Positif Terjangkit Virus Korona

BOGORDAILY.net – Kecamatan Gunung Putri, menduduki puncak tertinggi, kasus penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, kali ini jumlah positif Korona di Kecamatan Gunung Putri sebanyak 27 orang.

“Ada sembilan orang di Gunung Putri, Laki-laki usia 24, 29, 60, 46, 44, dan perempuan usia 52, 20, 18, dan 57 tahun, yang positif hari ini,” katanya kepada Bogordaily.net, Jumat (1/5/2020).

Menurutnya, saat ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sedang melakukan tracking kepada kasus positif baru di Gunung Putri.

“Kita baru dapat datanya malam ini, masih di tracking pernah kontak dengan siapa saja,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ke sembilan orang positif Covid-19 baru itupun, terpapar semuanya di Jakarta dan sudah menjalani isolasi atau perawatan di RS Jakarta.

“Dari sembilan itu, enam merupakan kasus baru yang terlapor atau terpapar di Jakarta, dan sudah di rawat di RS Jakarta,” jelasnya.

Menurutnya, untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor ke dua yaitu Cileungsi 20 orang serta di Cibinong sebanyak 16 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 15 orang, di Kemang ada lima orang, Ciampea empat orang. Untuk Citeureup, Babakan Madang Tamansari, Gunung Sindur ada sebanyak tiga orang.

Untuk di Kecamatan Tajurhalang ada dua orang. Sedangkan, untuk di Parung Panjang, Parung, Ciawi, Caringin, Ciomas dan Leuwisadeng ada sebanyak satu orang.

“Total positif aktif ada 107 orang, yang meninggal ada sebanyak 11 orang dan sembuh 13 orang,” tukasnya. (Andi).

Update Corona 1 Mei: 9 Warga Gunung Putri, 3 Cileungsi dan 1 Bojonggede Positif Covid-19

BOGORDAILY.net – Sebanyak sembilan warga dari Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, terkonfirmasi positif Virus Korona atau Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, hari ini Jumat (1/5/2020) sebanyak sembilan orang positif Covid-19 di Kecamatan Gunung Putri.

Syarifah menjelaskan, dari sembilan yang positif itu sebanyak lima orang berjenis kelamin laki-laki dan empat orang perempuan.

“Ada sembilan orang di Gunung Putri, Laki-laki usia 24, 29, 60, 46, 44, dan perempuan usia 52, 20, 18, dan 57 tahun,” katanya kepada Bogordaily.net.

Menurutnya, saat ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sedang melakukan tracking, kepada kasus positif baru di Gunung Putri.

“Kita baru dapat datanya malam ini, masih di tracking pernah kontak dengan siapa saja,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ke sembilan orang positif Covid-19 baru itupun terpapar semuanya di Jakarta dan sudah menjalani isolasi atau perawatan di RS Jakarta.

“Dari sembilan itu, enam merupakan kasus baru yang terlapor atau terpapar di Jakarta, dan sudah di rawat di RS Jakarta,” jelasnya.

Tidak hanya itu masih kata Syarifah, ada juga tiga warga Cileungsi dan satu warga Bojonggede positif Covid-19 pada hari ini.

“Perempuan dua usia 41, 46 dan satu laki-laki usia 54 warga Cileungsi, dan Laki-laki usia 24 asal Bojonggede,” tukasnya. (Andi).

Pemilu Tahun 2020 Yang Terhenti Akibat Covid-19 Apa Kabarnya??

BOGOR DAILY – Sejumlah tokoh mempertanyakan keseriusan Pemerintah Pusat, mengenai Penegakan Hukum Pemilu disaat Pandemi Covid-1.

Yusfitriadi yang juga Direktur DEEP ini mengatakan, bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan, tentang jadwal tahapan Pemilu 2020 yang terhenti, akibat pandemi Covid-19, salah satunya adalah pencalonan.

Tahapan pencalonan khususnya dari perseorangan, kata Kang Yus, dalam verifikasi faktual dan pencocokan serta penelitian data pemilih. Bagaimana tidak, data pemilih tidak mudah dilakukan, apalagi jika dialihkan pada sistem online.

“Menurut saya, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpup), harus mampu memastikan apakah penyelenggaraan Pilkada serentak tahuh 2020 diselenggarakan disaat Covid-19 atau tidak. Ini penting bagi masyarakat dan penyelenggara dalam merespon dan mengambil sikap,” katanya, kepada Bogordaily.net, Jumat (1/5/2020).

Masih kata kang Yus, kalau Perpup memberikan ketetapan waktu yang kaku, seperti Pilkada serentak harus dilakukan bulan Desember tahun 2020. Maka, penyelenggara pemilu pun harus siap dengan kompleksitas pelaksanaan dan kualitas pemilu yang terancam.

“Begitupun bagi masyarakat, sangat mungkin menolak Perpup tersebut karena berbagai kehawatiran-kehawatiran,” tegasnya.

Hal senada diutarakan oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan menyampaikan, bahwa berdasarkan RDP terakhir, Pilkada diputuskan ditunda hingga 9 Desember 2020.

Bawaslu siap mengawasi penundaan tersebut dengan 2 syarat, yakni Perpu harus keluar dan manakala Covid-19 berakhir pada akhir Mei 2020, perlu dikuatkan dengan Kepres 19/2020. Namun jika Covid-19 in belum berhenti pada akhir Mei, maka kemungkinan Pilkada dimundurkan kembali.

“Saya berharap Presiden segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, sebagai landasan hukum waktu pelaksanaan pemungutan suara akibat penundaan tersebut,” tegas Abahan.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Nasdem, Saan Mustofa, mengatakan, bahwasannya kesepakatan atas penundaan Pilkada ini didasari akan rasa kemanusiaan yang mendasar. Keselamatan jiwa jauh lebih penting dibandingan hal yang lain.

“Rancangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, tentang pilkada sudah di meja Presiden Jokowi, Tinggal menunggu arahan dari Presiden Jokowi terkait penerbitan Perpup tersebut,” singkatnya. (Andi).

Hijrah Dewi Sandra, Terpikir Bunuh Diri hingga Jatuh Cinta

BOGORDAILY – Dewi Sandra diajak kolaborasi dengan Shireen Sungkar dan Fenita Arie di channel YouTube. Di situ, ia kembali menceritakan soal perjalanan hijrah.

Perubahan Dewi membuat Shireen dan Fenita terkesan. Istri Agus Rahman itu mengungkapkan perjalanan spiritualnya tak mudah.

Dewi Sandra sempat di fase melakukan percobaan bunuh diri. Hal itu terjadi lantaran banyak persoalan hidup yang datang.

“Mungkin banyak orang nggak tahu aku sempat suicidal. Aku asli sempat taruh pisau di tangan, aku mau nabrakin mobil,” tulisnya.

“At the time itu lagi nyanyi-nyanyi di saat bersamaan nyokap lagi sakit gagal ginjal, terus lagi kasus rumah tangga, terus pokoknya hal-hal yang buat aku gila ya gue kayaknya jahat-jahat banget nggak ya, gue nggak pernah nyuri, nggak pernah nyolong, nyakitin orang dari hati kok diginiin terus. Ya Allah memang gini banget ya hidup ya.”

Waktu itu, Dewi mengaku popularitas yang disandangnya tak berarti apa-apa. Sebab, ia merasa hatinya sepi.

“Sampai akhirnya gue kayak orang yang lagi stres ke mana-mana bengong diajak ngobrol nggak nyambung, tapi giliran naik ke atas panggung konsen nyanyi. Itu aku ada 2 tahunan begitu,” ucapnya.

Lalu Dewi Sandra melihat Zaskia Sungkar berhijab. Ia juga kerap diajak mengikuti kajian oleh sahabatnya.

Setahun mendiamkan ajakan tersebut, wanita 40 tahun itu akhirnya mau duduk ke kajian. Dari situ, titik balik perubahan hidupnya.

“Masyaallah itu pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran terjawab. Ada di Al-Quran, Allah jawab itu. Wow jadi kayak orang baru ketemu pacar lamanya ih gue selama ini jatuh cinta sama dia baru ketemu nih rasanya ting, ting, ting,” tuturnya.

Dewi Sandra pun belajar mendalami Islam usai mengikuti kajian. Sampai sekarang ia masih merasa jatuh cinta terhadap karunia Tuhan yang diberikan.

“Terus akhirnya belajar lagi, cari lagi, sampai akhirnya ada di titik ini dan sampai sekarang masih jatuh cinta. Jadi setiap buka Alquran ya Allah ini sedetail itu ya. Kenikmatannya kalau balik ke zaman dulu nggak ada apa-apanya,” katanya.

Terhitung sudah tujuh tahun Dewi Sandra hijrah. Mengikuti perubahan hidupnya, ia juga telah berhijab.

Heboh! Protes Minim APD, Dokter-dokter Cantik Posting Foto Tanpa Busana

BOGORDAILY.net – Para dokter ini benar-benar meluapkan kekecewaannya, terhadap kebijakan pemerintah, yang tidak memperhatikan, keselamatan mereka saat bertugas melawan pandemi Covid-19 di garda terdepan.

Adalah para dokter di Jerman yang meluapkan protesnya dengan cara yang tak lazim. Mereka menggelar aksi protes di tengah upaya merawat pasien terinfeksi virus corona baru. Gerakan ini, sebagaimana dikutip dari Buzzfeed, Rabu (29/4/2020), merupakan cara mereka mengkritisi minimnya pengadaan alat pelindung diri (APD), baik setelan pelindung, masker, maupun sarung tangan.

Lewat protes bertajuk “Blanke Bedenken” atau berarti Kekhawatiran Nyata, mereka ramai-ramai mengunggah foto tanpa busana ke sebuah forum daring.

Tindakan ekstrem ini dinilai perlu untuk menyadarkan pihak tertentu bahwa perlindungan diri mereka sangat miris.

Tak hanya APD, persediaan seperti disinfektan pun mulai jarang didapati. Di sederet keterangan, para dokter dan tenaga kesehatan lain mendorong rekan-rekan seprofesi untuk ikut dalam aksi protes tersebut, mengingat pesan penting yang disampaikan.

Juru bicara grup tersebut menjelaskan, forum aksi protes itu telah dimulai sejak 22 April 2020 dan berhasil menarik perhatian cukup besar setelah diberitakan sebuah koran Jerman, Bild, pada Senin, 27 April 2020.

Sejauh ini, respons publik dikatakan positif atas aksi protes tersebut. Juru bicara grup menyebutkan, pemerintah Jerman harusnya tak hanya membeli lebih banyak APD, namun mengelola sampahnya dengan baik.

Ruben Bernau, salah satu dokter yang ikut dalam aksi protes tersebut mengatakan, para dokter terinspirasi dari dokter asal Prancis bersama Alain Colombié yang mengunggah foto bugil duduk di kantornya dalam melayangkan protes serupa.

Pesan tersebut ditujukan pada Presiden Prancis Emmanuel Macron, di mana Colombié menuliskan bahwa dokter-dokter di Prancis telah diminta untuk pergi ke garda terdepan tanpa perlindungan.

“Foto tanpa busana kami harusnya jadi simbol bahwa kami rentan tanpa perlindungan,” ucap Bernau.

“Kami mau dan harus merawat pasien-pasien kami, terlebih mereka yang butuh perawatan personal, termasuk pengidap penyakit kronis, luka akut, dan COVID-19,” kata Jana Husemann, dokter lain yang juga ikut dalam aksi protes tersebut.

Berdasarkan studi yang dilakukan asosiasi perusahaan asurasi Jerman yang dimuat The Guardian, dokter-dokter di negara tersebut kekurangan lebih dari 100 juta masker medis.(*/bdn)