Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8264

Mobil Supercar Mclaren Hancur di Tol Jagorawi

BOGORDAILY.net – Mobil mewah jenis Supercar Mclaren hancur, setelah mengalami kecelakaan parah di ruas jalan Tol Jagorawi Km. 43.00.

Hal itu diungkapkan oleh, Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti.

Ipda Desty mengatakan, hancurnya kendaraan Mclaren warna orange dengan Nomor Polisi B 2502 SBI itu, diduga akibat kendaraan mengalami slip.

“Laka lantas yang mengakibatkan korban Luka ringan tadi jam 10:50 WIB pagi di Jalan Tol Jagorawi KM. 43.00, diduga kendaraan slip,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (3/5/2020).

Desty menjelaskan, awal mula mobil mewah Mclare yang dikemudi oleh Eric Darang dari arah Baranangsiang Kota Bogor menuju Jakarta jalur B Km 43:00.

“Diduga pengemudi juga kurang hati-hati, sehingga kendaraan mengalami slip, kemudian keluar ke bahu jalan tol,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Desty, mobil mewah itu keluar di bahu Jalan Tol bagian samping kiri menabrak Pohon Palm yang berada di pinggir jalan.

“Menabrak Pohon Palm yang berada di pinggir Jalan Tol sebanyak dua kali, selanjutnya terhenti dengan posisi terakhir normal menghadap serong barat,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, untuk saat ini mobil mewah dan pengendara sudah ditangani Polresta Bogor Kota.

Jika dilihat dari detail bodinya, Supercar ini merupakan Mclaren mode MP4 12C yang memiliki mesin berkapasitas 3.800 Cc demgan delapan Silinder berkonfigurasi V8 dan turbo ganda. (Andi).

Tak Patuhi Aturan PSBB, Pengendara Mobil Ini Ngamuk-Ngamuk dan Tantang Bima Arya

BOGORDAILY.net – Pengendara roda empat ngamuk-ngamuk dan menantang Wali Kota Bogor, Bima Arya, ketika diberhentikan oleh petugas Check Point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Jalan Raya Simpang Empang, Kota Bogor.

Pengendara roda empat bernama Endang (44) itu ngamuk-ngamuk, lantaran enggan memindahkan posisi duduk istrinya ke bangku belakang, sesuai aturan PSBB yang diberlakukan di Kota Hujan tersebut.

“Saya ga terima, sampaikan ke Bima Arya. Ini prinsip hidup saya, sebaik laki-laki muslim yang menghargai istrinya. Saya tidak mau memindahkan istri saya ke belakang. Saya tidur dengan istri saya, masa di mobil susah,” teriaknya dengan nada tinggi dalam cuplikan video berdurasi 2 menit 16 detik beredar di media sosial, Minggu (3/5/2020).

Pria yang mengenakan kacamata dan kaos hitam itu mengaku kecewa, dengan aturan PSBB yang melarang istrinya duduk di kursi depan mobilnya dengan alasan menjaga jarak.

Endang yang merupakan warga Kota Bogor itu mengaku, sudah mematuhi imbauan pemerintah dalam mencegah penularan Virus Korona Covid-19 berupa mengenakan masker dan menggunakan hand sanitizer.

Adanya kegaduhan itupun ditanggapi oleh, Wakil Wali Kota Bogor, Dedi A Rachim. Ia meminta masyarakat tetap mematuhi aturan PSBB, demi meminimalisir penularan Covid-19.

“Ditaati saja, karena tujuan pembatasan adalah meminimalisir pergerakan warga dengan cara pengaturan konfigurasi di kendaraan maupun arah tujuan bepergian, yang ujung-ujungnya meminta masyarakat untuk semaksimal mungkin beraktivitas di rumah,” singkatnya. (Andi).

H. Ruhyat Nugraha Minta Bodebek Segera Evaluasi PSBB Tahap Dua, dan Belajar Dari Tahap Pertama

BOGOR DAILY – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten/Kota Bogor, Bekasi, dan Depok (Bodebek) tahap satu sudah dilaksanakan pada Rabu 14 sampai 29 April 2020.

Akan tetapi, masih banyak catatan yang harus dibenahi oleh lima daerah di Provinsi Jawa Barat (Jabar), yang kembali memperpanjang PSBB dari mulai tanggal 29 April sampai dengan 12 Mei.

Hal itupun ditanggapi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ruhyat Nugraha, saat ditemui di kediamannya, Minggu (3/5/2020).

“Harus segera di evaluasi lagi. Dan harus belajar pada penerapan PSBB tahap awal kemarin, soalnya masih bayak masyarakat yang mengacuhkan hal itu,” katanya.

Menurutnya, langkah yang diambil oleh lima kepala daerah di Jabar yang kembali memperpanjang PSBB ini sangat diapresiasi. Karena, tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19 khusunya di Kabupaten Bogor.

“Saya setuju PSBB ini diperpanjang. Kalau tidak diperpanjang maka aktifitas masyarakat akan kembali seperti biasa. m
Masyarakat juga harus kompak untuk kebaikan kita semua. Apalagi anti Virus Korona ini belum ditemukan,” jelasnya.

Masih kata politisi PPP ini, dalam penerapan PSBB ini Pemerintah Pusat, Jawa Barat dan Kabupaten Bogor, sudah mempersiapkan bantuan sosial untuk masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

“Walaupun belum merata, akan tetapi secara bertahap didistribusikan nantinya. Karena, Pemprov Jabar saat ini menyiapkan kekurangan logistik. Guna memenuhi kuota bantuan,” tukasnya.

Sekedar diketahui, Pemerintah Provinsi Jabar juga akan menerapkan PSBB secara serentak di seluruh daerah Jabar pada Rabu (6/5/2020). (Andi)

PLN Jamin Tarif Listrik Tidak Naik!

BOGOR DAILY- PLN memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak naik, termasuk rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) dan diatasnya. Seperti diketahui penetapan tarif dilakukan 3 bulan sekali oleh pemerintah. Untuk tarif April hingga saat ini dinyatakan tetap, yakni sama dengan periode 3 bulan sebelumnya.

“Kami pastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan,” tutur Executive Vice President Corporate Communcation and CSR, I Made Suprateka.

Besaran tarif yang berlaku saat ini sebagai berikut:
1. Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh
2. Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh
3. Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.115/kWh
4. Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 997/kWh

Adanya peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktifitas di rumah.

“Kami memahami di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktifitas di rumah. Biasanya siang hari tidak ada aktifitas, saat ini kita harus bekerja dari rumah, otomatis penggunaan bertambah, misalnya untuk laptop dan pendingin ruangan,” tambah Made.

Untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi virus corona, PLN juga telah menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan tagihan rekening listrik pelanggan rumah tangga daya 450VA, pelanggan bisnis dan industry kecil daya 450 VA. Serta potongan tagihan sebesar 50 persen untuk pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.

Sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, PLN juga telah menangguhkan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stand meter bagi pelanggan pasca bayar. Sebagai gantinya, untuk mulai rekening bulan Mei 2020, PLN telah menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan yang ingin melaporkan angka stan dan foto kWh meter.

Pelanggan pascabayar dapat mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp terpusat PLN dengan nomor 08122 123 123. Pelaporan angka stan meter dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp.

Laporan dari pelanggan tersebut nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya. Sementara, bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir.

sumber: Detik Finance

Bupati Bogor: Penanggulangan Covid-19 Tak Bisa Sendiri-sendiri

BOGOR DAILY- Bupati Bogor Ade Yasin menyarankan pemerintah pusat perlu membuat strategi nasional untuk penanganan Virus Covid-19 secara bersama-sama. Ade mengatakan, situasi pandemi Virus Corona ini tidak ada yang tahu kapan akan segera berhenti.

Menurutnya, hanya kekompakan yang bisa menghentikan pandemi tersebut. “Sehingga kami perlu strategi nasional dari pemerintah pusat untuk bagaimana menangkal Covid-19 ini secara bersama-sama,” kata Ade dalam diskusi Polemik Trijaya spesial Covid-19, Sabtu (2/5/2020).

Menurutnya, saat ini terkesan pemerintah daerah berjalan sendiri-sendiri dalam menangani Covid-19. Hal itu lah yang membuat pandemi Covid ini tak bisa diprediksi kapan bisa selesai.

“Jadi kita ini seperti berjalan di dalam kegelapan harus bagaimana ini sehingga karena berjalan sendiri-sendiri penanganan ini juga tidak berjalan secara terintegrasi,” ungkapnya.

Untuk itu, ia menilai jika ada strategi penanganan Covid-19 secara nasional dari pemerintah pusat, maka bukan tidak mungkin virus tersebut akan bisa dikendalikan dengan cepat. “Saya yakin sekian bulan selesai cuma kita perlu strategi nasional dari pemerintah pusat,” katanya.

Update Covid 2 Mei di Kabupaten Bogor, Bertambah 2 Kasus Positif dan 3 PDP Meninggal

BOGOR DAILY Per tanggal 2 Mei 2020, terjadi penambahan 3 kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona ( Covid-19 ) di Kabupaten Bogor.

Total PDP virus corona yang meninggal dunia di Kabupaten Bogor pun sementara ini telah meningkat menjadi 37 orang.

“3 Tambahan PDP terkonfirmasi meninggal dunia. PDP meninggal jadi 37 orang,” kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/4/2020) malam.

Penambahan 3 pasien PDP yang terkonfirmasi meninggal dunia ini diantaranya adalah laki-laki usia 56 tahun asal Kecamatan Jonggol, perempuan usia 51 tahun asal Kecamatan Cariu dan perempuan usia 84 tahun asal Kecamatan Ciomas.

Penambahan kasus juga terjadi pada kasus positif yang berjumlah dua orang.

Sehingga total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor kini meningkat jadi 133 orang.

“Adapun 2 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 adalah laki-laki usia 51 tahun asal Kecamatan Gunung Putri dan laki-laki usia 46 tahun asal Kecamatan Cibinong,” kata Ade Yasin.

Berikut rincian data update monitoring Covid-19 Kabupaten Bogor yang diumumkan Gugus Tugas per tanggal 21 April 2020 malam.

1. Orang Dalam Pemantauan (ODP) :

– Total : 1.384
– Selesai : 1.009
– Dalam Pemantauan : 375

2. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) :

– Total : 1.086
– Selesai : 534
– Dalam Pengawasan RS : 515
– Meninggal : 37

3. Terkonfirmasi Positif Covid-19 :

– Total : 133
– Selesai/sembuh : 13
– Dalam Pengawasan RS : 109

Tak Pakai Masker, Pengendara di Perbatasan Bogor-Bekasi Disuruh Putar Balik

BOGOR DAILY – Hendak ke wilayah Bekasi melewati jalur alternatif Kampung Cibedug, Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, pengendara roda dua dan empat yang tidak menggunakan masker disuruh  putar balik.

Pantauan Bogordaily.net di lokasi, terlihat polisi yang bertugas di Bekasi perbatasan Kabupaten Bogor itu, menjaga ketat para pengendara yang hendak melewati jalur perbatasan itu.

Tidak hanya itu, Polisi juga melarang pengendara baik roda dua maupun empat yang hendak mudik melewati jalan tikus menuju Bekasi tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah melarang kegiatan mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Korona (Covid-19). Larangan mudik sudah diterapkan pada tanggal 24 April 2020.

Kendati telah dilarang, masih ada sejumlah orang yang tetap nekat mudik dengan memilih jalur alternatif untuk menghindari pemeriksaan polisi.

Yang sangat diherankan, di Jalan alternatif perbatasan Kabupaten Bogor menuju Bekasi itu tidak nampak adanya penjagaan ketat dari anggota Polisi yang berjaga di Pos Check Point Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol tersebut.

Padahal, Jalan alternatif di Desa Sukamanah itu merupakan salah satu akses jalan yang bisa menembus Bekasi, Cianjur, Garut dan Bandung. Akan tetapi, di Pos Check Point Polsek Jonggol itu tidak ada satupun anggota Polisi yang berjaga.

Salah seorang warga Kampung Cibedug, Desa Sukamanah, Endang (40), mengatakan, setelah diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kabupaten Bogor, hanya anggota Polisi dari Bekasi saja yang aktif sampai malam.

Menurutnya, penjagaan di Pos Check Point Polsek Jonggol aktif hanya dari pagi sampai sore hari saja. Sedangkan, pada malam hari tidak ada.

“Paling cuma ada warga doang, itu juga yang jaga keamanan lingkungan di Kampung Cibedug saja,” katanya kepada Bogordaily.net. Sabtu (2/5/2020) malam.

Endang mengungkapkan, semenjak PSBB di Kabupaten Bogor diberlakukan, banyak pengendara roda dua dan empat baik itu berplat Polisi B atau D, sering melewati jalur tikus ini.

“Kesini-sini banyak pengendara lewat sini kang, soalnya jalur ini bisa tembus ke Bekasi, Cianjur, Garut dan Bandung, plat no polisi banyak B dan D kesini-sini,” jelasnya.

Dirinyapun merasa khawatir, dengan banyaknya kendaraan yang melewati jalur perbatasan Bekasi ini. Apalagi di kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Khawatir kang, apalagi adanya Virus Korona ini, takut nyebar ke kita-kita,” tukasnya. (Andi).

Obat Remdesivir

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Bupati Bogor/Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor)

Pasar keuangan dalam negeri akhirnya kompak mendapat sentimen positif pada perdagangan pekan kemarin.

Salah satu penyebab penguatan pasar keuangan Indonesia adalah obat remdesivir dari Gilead Sciences Inc. yang dikabarkan sukses mengobati Covid-19.

Hal ini membuat pasar keuangan dalam negeri bersemangat dan berpeluang kembali menguat pada pekan depan.

Remdesivir adalah obat yang awalnya digunakan untuk mengobati Ebola. Antivirus ini bekerja dengan menyerang enzim yang dibutuhkan virus untuk bereplikasi.

Tak hanya mengobati, Remdesivir diklaim juga dapat mempersingkat durasi gejala Covid-19 menjadi 11 hari dari sebelumnya 15 hari. Uji coba dilakukan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) Amerika Serikat.

Dalam uji coba ini ditemukan bahwa 50% pasien yang diobati dengan remdesivir menggunakan dosis selama lima hari bisa keluar dari rumah sakit dalam dua minggu.

“Ini benar-benar situasi yang menjanjikan,” kata Presiden AS Donald Trump dalam pengumuman, Jumat (1/5/2020) sore waktu setempat.

Badan Pengawasan Makanan dan Obat (BPOM) AS, FDA, kini telah memberi izin penggunaan remdesivir untuk mengobati corona.

Meski demikian remdesivir adalah obat keras. Ia bukan berbentuk pil melainkan disuntikkan ke infus.

Kabar baik selanjutnya, yakni 14 Provinsi di Indonesia yang nihil kasus baru positif Covid-19. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengungkapkan, sebanyak 14 provinsi mencatatkan nihil penambahan kasus positif hingga Sabtu (02/05/2020).

Sayangnya, ke-14 provinsi tersebut tak ada satu pun dari pulau jawa. Semuanya dari luar jawa. Di antaranya:

1. Aceh: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 11)
2. Bangka Belitung: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 19)
3. Bengkulu: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 12)
4. Jambi: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 32)
5. Kalimantan Selatan: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 179)
6. Kepulauan Riau: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 89)
7. Sumatera Selatan: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 156)
8. Sulawesi Utara: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 45)
9 Sumatera Utara: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 117)
10. Lampung: Nihil kasus positif baru (Kasus kumulatif 50)
11. Maluku Utara: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 41)
12. Maluku: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 23)
13. Nusa Tenggara Timur: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 3)
14. Gorontalo: Nihil kasus positif baru (kasus kumulatif 15)

Hingga saat ini Provinsi DKI Jakarta masih mencatatkan jumlah penambahan kasus positif terbanyak. Sebanyak 80 kasus baru sehingga total 4.397 orang, kemudian Jawa Barat sebanyak 31 kasus positif baru sehingga total 1.043 orang.

Di Kabupaten Bogor juga masih terdapat penambahan kasus positif Covid-19. Hingga Sabtu (2/5/2020) pukul 20.00 WIB, ada dua kasus baru terkonfirmasi positif. Selain itu, ada tiga tambahan pasien PDP yang meninggal dunia.

Dua tambahan kasus baru ini lagi-lagi berasal dari Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Cibinong. Yakni: Laki-laki, 51 tahun asal Gunung Putri dan Laki-laki, 46 tahun, asal Cibinong. Lalu PDP meninggal berasal dari tiga kecamatan berbeda. Yakni: Laki-laki, 56 tahun asal Jonggol, Perempuan, 51 tahun asal Cariu, dan Perempuan, 84 tahun asal Ciomas.

Selain itu Orang Dalam Pantauan (ODP) 375 Orang, kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 515 Orang.

Untuk total positif Covid-19 kini berjumlah 133 kasus. Yang sembuh sebanyak 13 orang (tidak ada penambahan), positif Covid-19 meninggal 11 orang (tetap), Positif Aktif 109 Orang (sebelumnya 107 orang) dan PDP Meninggal 37 Orang (sebelumnya 34 orang).

Oleh karena itu, kita semua harus bisa bekerja lebih keras lagi untuk membuat nihil kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bogor. Masyarakat harus tetap di rumah. Jangan bepergian dan tidak mudik. Ini adalah kunci agar kita pastikan untuk tidak tertular atau tidak menulari orang lain.

Bersama Kita Bisa Lawan Corona! (*)

PSBB di Seluruh Jawa Barat Dimulai 6 Mei

BOGORDAILY – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, sudah menerima surat persetujuan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Jawa Barat.

“PSBB yang disetujui Kemenkes akan dimulai tanggal 6 Mei 2020, di hari Rabu,” kata dia, dalam konferensi pers, Sabtu (2/5/20).

Emil, sapaan Mantan Wali Kota Bandung ini mengatakan, seluruh daerah Jawa Barat pada tanggal tersebut akan melaksanakan PSBB.

“Mungkin ini pertama di Indonesia, 27 darah, di pintu-pintunya akan dibatasi, pergerakan akan dibatasi, berbarengan dengan momentum pelarangan mudik,” kata dia.

Ia menuturkan , teknis pelaksanaan PSBB di masing-masing daerah diserahkan pada masing-masing bupati atau wali kota. Salah satunya soal pemberian pengecualian untuk aktivitas yang boleh dilakukan saat PSBB.,

“Setelah kami kaji, pengecualian-pengecualian ini tidak bisa dipersamakan. Oleh karena itu saya persilakan bupati atau wali kota melakukan surat keputusan pengecualian kegiatan-kegiatan selama menjamin pergerakan manusia di kota kabupatennya tidak lebih dari 30 persen,” kata Ridwan Kamil.(tempo.co/bdn)

Hujan Lebat, Longsor Terjadi di Proyek Double Track Bogor

BOGORDAILY – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bogor sejak Jumat petang hingga malam memicu longsor di lokasi proyek double track Bogor-Sukabumi. Lokasi longsor tepatnya terjadi di sisi fondasi pelebaran jembatan penghubung Bogor-Sukabumi di Stasiun Cigombong.

“Faktor alam penyebabnya. Itu pengerjaan untuk dasar fondasi yang arah (kantor) kecamatan,” ucap kepala pelaksana proyek, Edy Sucipto, Sabtu (2/5/20). Edy yang memantau proses pengerjaan proyek menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Meski demikian, arus lalu lintas sempat terganggu karena dari dua jembatan hanya difungsikan satu. “Sekitar 30 menit kami rekayasa lalu lintas berkoordinasi dengan Polsek dan TNI. Awal saja (lalu lintas tersendat) karena kami pastikan jembatan sementara tidak ada kendala,” ucap Edy.

Edy menjelaskan ambruknya turap penahan tanah dengan tinggi 12 meter dan panjang 16 meter, selain kontur tanah yang labil dan hujan lebat, diakibatkan oleh aliran air dari saluran yang terputus. Sehingga saat air meluap langsung membanjiri fondasi turap dan membuat kondisi tanah labil. “Hujan juga dari setengah lima (Jumat), sampe malam. Ini ambruk sekitar magrib,” kata dia.

Akibat longsornya fondasi turap ada satu rumah warga nyaris roboh. Beruntung dalam kejadian ini, hanya bagian lantai depan rumah saja yang retak. “Karena posisi rumahnya menempel ke proyek. Kami sudah musyawarah dengan pemiliknya, kami ganti semua,” tutur Edy.

Longsor yang terjadi di proyek strategis nasional double track Bogor-Sukabumi sebelumnya pernah terjadi pada 19 November 2019. Saat itu hujan lebat yang terus menerus memicu longsor di sekitar lokasi proyek, yakni ambruknya bangunan tembok penahan tanah dan menimpa lima pekerja. Dua pekerja diantaranya tewas, dua lainnya mengalami luka berat dan satu luka ringan. (tempo.co/bdn)