Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 8318

Ungkap Kerinduan pada Glenn Fredly, Mutia Ayu: Rasa Ini Tak Pernah Selesai!

0

BOGORDAILY – Mutia Ayu kembali mengungkapkan kerinduannya pada mendiang suaminya, Glenn Fredly. Ia pun terlihat mengunggah foto kebersamaan dengan Glenn dalam Instagram pribadinya.

Dalam unggahan itu, Mutia mengatakan rasa yang ada dalam dirinya sampai kapan pun tidak akan pernah selesai.

“Kangen kamu. Sungguh hati bicara Aku kangen kamu meski jauh Kangen kamu Pikiranku ke kamu Rasa ini tak pernah selesai,” tulisnya dalam Instagram miliknya.

Melihat unggahan itu, netter langsung memenuhi kolom komentar Instagram Mutia Ayu. Banyak yang menguatkan Mutia pada masa-masa seperti ini.

“Cara melepas kangen doakan terus kak,” kata akun riq***.

“Tuhan Yesus, sumber penghiburan GBU,” beber akun lau***.

“Sabar mbk,” jelas akun sv***.

Glenn Fredly meninggal dunia pada 8 April 2020 lalu karena sakit meningitis. Pelantun ‘Januari’ itu berpulang saat sang anak, Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo, baru berusia 40 hari.

Kepergian penyanyi itu memang mengagetkan. Semasa hidup, Glenn memang tak pernah bicara soal penyakitnya. Dia beralasan tak mau merepotkan orang-orang terdekatnya.

Di Tengah Pandemi Covid-19, DPR Minta Pertamina Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

BOGORDAILY – Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Lamhot Sinaga meminta kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pertamina untuk segera mengatasi kelangkaan dan menstabilkan harga gas di tengah pandemi virus corona. Menurutnya masyarakat sudah mengalami kesulitan di masa pandemi, dan hal itu merupakan tanggung jawab negara.

Dia mengatakan bahwa fakta-fakta kelangkaan dan tingginya harga gas tersebut terekam ketika terjun ke lapangan. Di mana, dia mendapati masih ada masyarakat kesulitan mendapatkan gas di tengah mengikuti arahan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Ketika saya turun ke masyarakat, apa yang terjadi pada kondisi darurat ini adalah masyarakat mengalami kelangkaan gas khususnya yang 3 Kg. Pada saat ini kita tahu seluruh masyarakat sudah menyerbu gas subsidi itu sebagai dampak Covid-19. Sementara kuota-kuota yang diberikan kepada masyarakat melalui kabupaten kota sangat terbatas,” terang politisi Fraksi Partai Golkar tersebut, Senin (20/4).

Dia menyebut jika PGN atau Pertamina tidak segera merespons persoalan yang terjadi di akar rumput, maka menurutnya akan segera terjadi permasalahan sosial. Oleh karena itu, dia berharap kedua BUMN tersebut dapat segera melakukan langkah strategis terhadap kuota gas yang dibutuhkan masyarakat.

“Karena kebanyakan masyarakat saat ini adalah aktivitasnya di rumah bukan di luar. Nah, oleh karena itu saya berharap baik PGN maupun Pertamina perlu memikirkan langkah ini agar kebutuhan gas rumah tangga yang saat ini sangat langka dan mahal di masyarakat, harus disegerakan secepat mungkin untuk bisa diatasi,” tukas politisi dapil Sumatera Utara II tersebut.

bunda Nunung Meninggal Dunia di Solo

0

BOGORDAILY – Kabar duka jelang Ramadan menyelimuti komedian Nunung. Sang bunda, meninggal dunia.

Kabar tersebut dibenarkan oleh putra Nunung, Bagus Permadi. Bagus mengatakan sang nenek meninggal kemarin, Minggu (19/4) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Iya betul (meninggal) pukul 14:00 di kediaman di Solo,” kata Bagus lewat pesan singkat.

Rencananya, jenazah ibunda Nunung akan dimakamkan hari ini selepas Zuhur.

“Insya Allah pukul 13:00 di TPU Bonoloyo,” tukasnya.

Ibunda Nunung diketahui mengidap penyakit kanker lidah. Itu diketahui, saat Nunung menjenguknya ke Solo di tengah masa rehabilitasinya di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur pada awal Januari 2020.

Jelang Ramadhan Aldi Minor Rilis Lagu Religi Bareng Aida Saskia

0

BOGORDAILY.net – Penyanyi solo, Aldi Minor secara perdana merilis lagu bertema religi. Lagu berjudul ‘Mari Kita Berpuasa’ yang diciptakannya itu, ia bawakan berkolaborasi bareng Aida Saskia.

Lagu ini sendiri sudah bisa dinikmati melalui akun youtube Aldi Minor Official dan Aida Saksia TV.

Awal mula lagu ini tercipta dari keresahan umat muslim yang sebentar lagi akan menjalani ibadah puasa di tengah pandemi virus corona alias covid-19.

Dalam lagu ini, Aldi Minor turut dibantu sahabatnya sendiri Boim selaku Music Director (MD) atau aransemen musiknya.

“Jadi lagu ini diciptakan untuk mengajak umat muslim agar bersemangat dalam berpuasa. Walaupun kita dan negara ini dalam keadaan panik hingga ketakutan akan adanya virus corona, yakin Allah SWT akan menjaga kita selama menjalankan ibadah puasa ini,” kata Aldi Minor yang juga sudah banyak menciptakan lagu bagi para artis tanah air ini .

Dirinya berharap, lagu ini bisa menemani dan menghibur masyarakat yang sedang ketakutan akan wabah virus corona. Serta, bisa memberikan semangat umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

“Bagi kalian yang penasaran bisa cek langsung di youtube Aldi Minor Official dan Aida Saskia TV,” ujarnya.(gib)

Hj. Endang Setyawati Thohari Bagikan Bantuan Sosial Beras

0

BOGORDAILY – Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Anggota Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DPR RI DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS.,M.Sc. membagikan bantuan sosial berupa 3.000 paket beras, kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, pada hari Minggu s/d Senin (19-20/4/20). Kegiatan sosial ini merupakan lanjutan kegiatan sosial pekan lalu.

Hj. Endang berharap bantuan sosial ini bisa meringankan beban masyarakat yang harus tetap tinggal di rumah untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19, saat menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Anggota Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DPR RI DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS.,M.Sc. membagikan bantuan sosial berupa 3.000 paket beras, kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, pada hari Minggu s/d Senin (19-20/4/20).

“Pada kesempatan ini saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa di bulan Suci Ramadhan, semoga keadaan menjadi lebih baik,” ucap Hj. Endang.

Hj. Endang mengingatkan mayarakat supaya mengikuti anjuran pemerintah dengan diam di rumah, selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun, dan menggunakan masker serta menjaga jarak sosial minimal satu meter.

Anggota Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DPR RI DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS.,M.Sc. membagikan bantuan sosial berupa 3.000 paket beras, kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, pada hari Minggu s/d Senin (19-20/4/20).

“Hindari kerumunan. Selalu menjaga kebersihan. Jangan lupa harus menjaga daya tahan tubuh,” papar Hj. Endang.

Hj. Endang juga membagikan Hand Sanitizer, menganjurkan selalu mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker. Hj. Endang juga membagikan nasi kotak setiap hari jum’at kepada masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.

“Semoga Alloh SWT selalu melimpahkan kekuatan dan kesabaran kepada kita semua tutur Hj. Endang. (bdn)

 

Ujian PSSI Menghadapi Kondisi Kahar pada Usia ke-90

0

BOGORDAILY – PSSI menghadapi tantangan lebih berat dan kompleks di usianya yang ke-90. Kepengurusan Mochamad Iriawan pun dituntut lebih serius menyelesaikannya.

PSSI merayakan hari jadinya, Minggu (19/4/2020). Di hari tersebut, PSSI tak bisa merayakannya seperti kebiasaan lantaran wabah virus Corona.

Tak hanya itu, persiapan PSSI menuju Piala Dunia pun ikut terhambat. Sampai kini, FIFA belum datang untuk mengecek kondisi dari 10 stadion yang akan dipilih untuk hajatan sepakbola terbesar di dunia itu karena kondisi wabah yang sudah menglobal.

“Menurut saya tantangannya berbeda-beda setiap fase. Kalau Soeratin masa pergerakan, perjuangan, menuju nasionalisme. Nah, tantangan sekarang itu fokus pada trek profesionalisme sepakbola. Cuma dalam melaksanakan itu ada tantangan tersendiri yaitu situasi force majeur wabah COVID-19,” kata pemerhati olahraga Tommy Welly kepada detikSport, Minggu(19/4/2020) dalam sambungan telepon.

“Dan pastinya mempengaruhi dalam bidang garapan yang dikerjakan federasi. Pertama organisasi, kedua kompetisi, ketiga tim nasional, keempat pengembangan sepakbolanya, kelima penegakan hukum sepakbolanya. Plus Piala Dunia U-20 2021. Jadi lebih berat tantangannya,” ujarnya.

Pria yang karib disapa Bung Towel ini mengatakan menjawab itu bukan tidak bisa. Akan tetapi dibutuhkan keseriusan yang lebih dari kepengurusan federasi itu sendiri.

“Nah, ini (untuk menghadapinya) butuh keseriusan, energi besar, penanganan yang saya pikir ekstra lah dibandingkan secara umumnya mengelola organisasi atau prestasi. Itu menurut saya,” dia menjelaskan.

Sementara itu, soal persiapan Piala Dunia, ia meyakini sedikit demi sedikit sudah dikelola oleh PSSI. Tapi bukan berarti dampak pandemi virus corona tak akan mengubah atau membuatnya jadi ditinjau ulang.

“Kan pandemi ini mempengaruhi semua segi kehidupan, ekonomi terutama. Jadi semua perencanaan pasti tiba-tiba mendadak kena imbas dari pandemi tersebut termasuk Piala Dunia. Makanya, itu yang saya katakan tantangannya pasti lebih besar. Karena secara dasar ada lima aspek itu yang harus digarap seluruh federasi,” katanya.

Andai pandemi sudah reda, maka PSSI harus langsung mengerjakan seluruh PR tersebut secara simultan. Tak bertahap seperti sebelumnya.

“Itu sudah pasti karena efek pandemi bukan sepakbola saja tapi semua bidang. Itu yang saya bilang tak mudah, banyak penyesuaian. Sekarang bicara kompetisi pasti banyak penyesuaian. Begitu pula situasi ekonomi tidak akan sama, pasti beda sebelum dan sesudah COVID-19,” ujarnya.

Jokowi Bagi-bagi Sembako untuk 1,2 Juta KK Terdampak Corona di DKI

BOGORDAILY – Pemerintah pusat membagikan sembako kepada warga yang terkena dampak virus Corona (COVID-19) di DKI Jakarta. Kementerian Sosial (Kemensos) secara simbolis mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendistribusikan paket sembako pagi ini.

“Baru saja kita menyaksikan secara simbolis mewakili Bapak Presiden untuk hari ini kita melakukan distribusi paket sembako wilayah di DKI Jakarta. Tentunya apa yang kita lakukan pagi hari ini untuk memastikan bahwa kehadiran negara di dalam penanganan COVID-19, khususnya bagi warga yang terdampak COVID-19di wilayah Jakarta,” ujar Mensos Juliari P Batubara di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (20/4/2020).

Wilayah daerah penyangga lainnya akan diberikan secara menyusul. “Nanti menyusul di sebagian Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi,” ujar Juliari.

Pemerintah melibatkan PT Pos Indonesia (Persero) untuk mendistribusikan paket sembako tersebut. Distribusi akan dilakukan sampai tiga bulan ke depan.

“Mudah-mudahan walau hari ini secara simbolis sudah mulai distribusi ke wilayah-wilayah DKI dan akan terus bergulir sampai 3 bulan ke depan,” kata Juliari.

Pemerintah pusat mendistribusikan paket sembako kepada 1,2 juga keluarga di DKI dan akan mendistribusikan kepada 600 ribu keluarga di Bodetabek.

“Pemerintah pusat di dalam penyaluran paket sembako yang akan kami kirimkan di 1,2 juta keluarga di DKI dan nantinya menyusul di 600 ribu keluarga di Bodetabek,” ujar Juliari.

Peneliti Ungkap Obat COVID-19 Bakal Muncul Lebih Dahulu Dibanding Vaksin

BOGORDAILY – Saat ini berbagai lembanga kesehatan berlomba mencari cara mengobati COVID-19. Penelii mengungkap bahwa pengobatan terhadap penyakit ini disebut bakal tersedia lebih dahulu dibanding vaksinnya.

Peneliti dan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof. Amin Soebandrio mengatakan bahwa kemungkinan, obat untuk perawatan pasien COVID-19 akan ditemukan lebih dahulu sebelum vaksin.

“Obat mungkin ya. Karena kan sekarang dikembangkan dari obat yang sudah ada jadi bukan pengembangan obat baru. Kalau pengembangan obat baru pasti lama sekali,” kata Amin ketika dihubungi Health Liputan6.com.

Amin mengatakan, pengobatan yang sudah ada sebelumnya terus diteliti untuk mencari tahu mana yang paling baik dalam perawatan pasien COVID-19.

Sementara itu terkait vaksin, Amin mengatakan kemungkinan waktu untuk penemuannya akan lebih lama dibandingkan obat. Dia mengatakan tidak mungkin vaksin untuk SARS-CoV-2 akan selesai hanya dalam enam bulan saja.

Pengobatan Bantu Kurangi Beban RS

Meski tak mengurangi jumlah kasus secara keseluruhan, Amin mengatakan bahwa apabila obat ditemukan, kemungkinan pasien yang dirawat di rumah sakit akan berkurang sehingga beban pada pelayanan kesehatan bisa berkurang.

“Kita harapkan ke depannya obat-obat sudah lebih banyak yang ditemukan, sistem pengobatannya sudah lebih baik di rumah sakit, fasilitasnya sudah tersedia dengan baik, mungkin ada vaksin atau pendekatan lain yang sudah dikembangkan, sehingga jumlah orang sakit yang dirawat di rumah sakit akan menurun,” ujarnya.

Indonesia sendiri dikabarkan melakukan beberapa studi untuk terus mencari obat yang tepat bagi pasien COVID-19. Salah satu yang terbaru adalah penggunaan transfusi plasma darah dari penyintas virus corona kepada mereka yang mengalami gejala berat dari SARS-CoV-2.

Kerja sama tersebut dilakukan oleh LBM Eijkman dengan Palang Merah Indonesia. Terapi serupa juga telah diuji coba di beberapa negara lain seperti Tiongkok dan Amerika Serikat. Amin mengatakan bahwa dengan cara ini, diharapkan plasma darah penyintas akan membantu memerangi virus corona dalam tubuh pasien COVID-19 yang belum dinyatakan sembuh dan dalam kondisi berat.

PSS Sleman Juga Mengusulkan Ada Turnamen Pengganti Liga

0

BOGORDAILY – Sejumlah klub mengajukan tawaran kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru untuk menggelar turnamen. PSS Sleman menjadi salah satu klub terbaru yang mengusulkan.

Kelanjutan Shopee Liga 1 2020 masih belum menemui jalan terang. PSSI memutuskan keadaan force majeure menyusul pandemi virus Corona.

Tawaran dari klub-klub ke PSSI beragam. Mulai dari menghentikan total kompetisi, mengubah format, hingga membentuk turnamen pengganti. Opsi terakhir itu turut disepakati oleh Direktur PT Putra Sleman Sembada (PSS), Hempri Suyatna yang sepakat ada turnamen pengganti.

“Kalau memang kompetisi sudah resmi ditiadakan dan keadaan sudah kembali normal, kami berharap ada turnamen pengganti,” kata Hempri, Minggu (19/4/2020).

Dia melihat jika tidak ada turnamen pengganti banyak pihak yang kesulitan untuk urusan ekonomi. Sebab, banyak orang yang hidup dari sepakbola.

“Tidak hanya pemain, pelatih, tetapi pelaku-pelaku ekonomi lain seperti pedagang dan sebagainya,” kata Hempri.

Hempri menyebut, di tengah situasi ekonomi yang sulit dalam beberapa bulan ke depan, industri sepakbola menjadi salah satu aspek yang bisa menjadi alternatif.

“Ketika ada turnamen misalnya, industri sepak bola menjadi salah satu bagian yang bisa menjadi alternatif,” ucapnya.

Kendati demikian, Hempri berharap pandemi virus corona ini segera berakhir dan Liga 1 2020 dapat kembali diputar. Namun demikian, jika kondisi urung membaik maka dia memilih menanti keputusan dari PSSI.

“Untuk kelanjutan Liga 1 2020, kami berharap pandemi virus Corona ini segera berakhir, sehingga kompetisi bisa kembali dilanjutkan,” ujar Hempri.

“Namun, jika memang pandemi ini belum berakhir, kami akan menunggu arah kebijakan PSSI seperti apa,” lanjutnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Gencarkan Gerakan Nasi Bungkus

BOGOR DAILY – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiah Iwan, meminta, agar TP PKK kecamatan, desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bogor, melakukan Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) di pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Istri dari Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan ini mengatakan, kegiatan aksi peduli Gasibu itupun digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk saling membantu antara si kaya dan si lemah di tengah gencarnya serangan wabah Korona ini.

“Untuk lokasi pendistribusiannya di Kecamatan Cisarua baru dilaksanakan dibeberapa titik, diantaranya Cibereum, Citeko, Pasar Cisarua dan Hankam. Sasaran utamanya pangkalan ojek. Saya harap ini bisa dilakukan juga oleh TP PKK di kecamatan, desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bogor,” katanya.

Ia juga menjelaskan, arahan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, kegiatan aksi sosial peduli berbagi kepada sesama itu harus dilakukan. Namun, untuk saat ini, pihaknya baru melakukan di 16 kecamatan yang masuk daerah zona merah.

“Tapi, selain kecamatan zona merah ada beberapa kecamatan terdampak dari covid 19 yang sedang kita pikirkan. Seperti
di Kecamatan Cisarua yang merupakan daerah pariwisata,” jelasnya.

Halimatu meminta, semua TP PKK bisa membuktikan jati dirinya sebagai Satgas Covid-19 di garda terdepan, dalam menangani pencegahan Covid-19 yang sedang merebak, serta melakukan apa yang harus dan bisa dilakukan.

“Pelaku UKM ini harus bisa dilibatkan, tapi harus dipikirkan juga bagaimana cara mengatur jaga jaraknya, apalagi bicara soal dapur umum, massa harus pada jauh. Makanya kita akan atur teknisnya,” tukasnya. (Andi).