Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 856

Ngopi Hemat di Payung Hujan Patio Dining, Nikmati Kopi Sanger

0

Bogordaily.net – Bagi pencinta kopi yang mencari suasana nyaman dengan harga bersahabat, Payung Hujan Patio Dining bisa menjadi pilihan tepat. Berlokasi di Jalan GOR Barat Pakansari, Cibinong, tempat ini menghadirkan promo “Ngopi Hemat”, yang menawarkan kopi dengan cita rasa khas namun tetap ramah di kantong.

Supervisor Payung Hujan Patio Dining, Ridzky Rohmat Saputra, mengatakan bahwa salah satu menu unggulan dalam promo ini adalah kopi sanger atau dikenal juga sebagai “saling ngerti”, yang menjadi favorit para pelanggan.

“Kami ingin menghadirkan kopi berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau. Kopi sanger kami dibanderol hanya Rp. 15 ribu untuk sanger hot dan Rp. 18 ribu untuk sanger ice,” ujar Ridzky, Rabu 19 Maret 2025.

Dengan konsep dining yang cozy dan suasana yang asri, Payung Hujan Patio Dining menjadi tempat yang cocok untuk bersantai atau menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga.

Selain kopi, tempat ini juga menawarkan berbagai pilihan menu lainnya yang menggugah selera.

Bagi yang ingin menikmati kopi sanger dengan harga hemat, Payung Hujan Patio Dining bisa menjadi destinasi kuliner yang wajib dicoba di kawasan Cibinong.

Bagi yang ingin menikmati paket spesial ini, bisa langsung datang ke lokasi atau menghubungi ke nomor 0818-1846-3573 untuk reservasi.***

Ibnu Galansa

Melepas Genggaman Demi Kemenangan Indonesia

0

Bogordaily.net – Pada Senin, 6 Januari 2025, Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Penggemar sepak bola di tanah air banyak berbicara tentang keputusan ini. Mereka harus rela melepas Shin Tae-yong, dalam genggaman demi Kemenangan Indonesia.

Setelah lima tahun menjabat sebagai pelatih tim Garuda, karier Shin Tae-yong di Timnas Indonesia berakhir pada awal Januari 2025. Pada 28 Desember 2019, Shin Tae-yong secara resmi menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Selama masa jabatannya, Shin Tae-yong telah memimpin Indonesia dalam berbagai kompetisi sepak bola, seperti Kualifikasi Piala Dunia dan Piala AFF. Namun, keputusan PSSI untuk memecat Shin Tae-yong tidak tiba-tiba. Proses ini telah dipertimbangkan sejak Oktober 2024, ketika Indonesia melawan China di Zona Asia Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Saat itu, ada perselisihan di dalam Timnas Indonesia, tetapi Erick Thohir, Ketua PSSI, tidak mau mengungkapkannya. Selain itu, tim Garuda kalah dari China dengan skor 2-1.

Setelah pertandingan imbang 2-2 antara Indonesia dan Bahrain, dikabarkan ada konflik di dalam tim Timnas karena Shin Tae-yong menolak saat beberapa pemain mengajaknya berbicara.

Pemain yang mempertanyakan taktiknya saat melawan Bahrain kemudian menerima konsekuensi, yaitu Thom Haye dikeluarkan dari tim dan Jay Idzes dilepas dari ban kapten.

Timnas Indonesia kemudian menerima hasil yang tidak memuaskan setelah kalah 1-2 dari China, meskipun Pasukan Garuda mengontrol pertandingan. PSSI sebenarnya memiliki kemampuan untuk langsung memecat Shin Tae-yong setelah pertandingan melawan China.

Namun, keputusan ini kemudian ditunda hingga awal Januari 2025. Oleh karena itu, pemecatan Shin Tae-yong mungkin merupakan tindakan strategis dari PSSI untuk memperbaiki keadaan.

Shin Tae Yong: Korban kegagalan PSSI?
Penggemar sepak bola Indonesia sangat memperdebatkan pemecatan Shin Tae Yeon sebagai pelatih tim nasional sepak bola Indonesia pada 20 Desember 2022 oleh PSSI.

Keputusan ini tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan dan kekecewaan, terutama mengingat prestasi Shin Tae Yeon sebagai pelatih.

Pertama-tama, harus diakui bahwa Shin Tae Yeon telah mengubah tim nasional sepak bola Indonesia secara signifikan.

Ia telah membantu tim nasional Indonesia menang banyak pertandingan penting, seperti kemenangan atas Malaysia dengan skor 2-1 pada pertandingan persahabatan pada 19 November 2022 dan kemenangan 1-0 atas Thailand pada 29 Desember 2022 di Grup G Piala AFF 2022.

Selain itu, gaya permainan yang lebih menarik dan agresif telah membuat tim Indonesia lebih kompetitif di tingkat internasional.

Selain itu, data statistik menunjukkan bahwa selama masa jabatan Shin Tae Yeon, timnas Indonesia telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hal penyerangan dan pertahanan.

Namun, PSSI telah menyatakan bahwa pemecatan Shin Tae Yeon adalah hasil dari prestasi timnas Indonesia yang buruk pada beberapa pertandingan terakhir.

PSSI juga telah menyatakan keinginan mereka untuk membawa perubahan baru pada timnas Indonesia, yang diharapkan dapat membawa timnas Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

Tujuan PSSI adalah untuk memperbaiki peringkat timnas Indonesia di FIFA, yang saat ini berada di peringkat 154 di dunia.

Oleh karena itu, pemecatan Shin Tae Yeon dapat dianggap sebagai tindakan strategis untuk mencapai tujuan tersebut.

Meskipun banyak yang merasa bahwa pemecatan Shin Tae Yeon tidak adil, namun perlu diingat bahwa PSSI memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa timnas Indonesia mencapai prestasi yang terbaik.

Dengan demikian, keputusan untuk memecat Shin Tae-Yong dapat dipandang sebagai langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Apakah Keputusan PSSI Sudah Benar?
Banyak penggemar sepak bola Indonesia yang merasa bahwa keputusan PSSI untuk memecat Shin Tae Yeon sebagai pelatih timnas Indonesia tidak adil, karena Shin Tae Yeon telah melakukan banyak hal baik untuk timnas Indonesia selama lima tahun menjabat.

Selain itu, banyak juga yang merasa bahwa PSSI telah terlalu cepat dalam mengambil keputusan untuk memecat Shin Tae Yeon, tanpa memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada Shin Tae Yeon untuk memperbaiki prestasi timnas Indonesia.

Namun, di lain sisi, keputusan pemecatan Shin Tae-yong dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan evaluasi yang matang.

Evaluasi yang dimaksud menyoroti strategi permainan dan komunikasi antara pelatih dan pemain, yang dinilai belum optimal.

Timnas memerlukan pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang disepakati para pemain, dan PSSI telah memutuskan bahwa Shin Tae-yong bukanlah orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut.

Shin Tae-yong sendiri menyadari bahwa keputusan penghentian kerja sama dengan PSSI merupakan salah satu konsekuensinya sebagai pelatih.

Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan PSSI selama lebih kurang lima tahun dan berharap Timnas bisa lolos ke Piala Dunia.

Dalam proses pemecatan yang terjadi pada Shin Tae Yong, PSSI juga sudah menyiapkan para pengganti sebagai pelatih baru untuk Timnas sendiri.

Salah satu kandidat yang telah diwawancarai adalah eks striker timnas Belanda, Patrick Kluivert.

Jurnalis sepak bola, Fabrizio Romano, juga telah mengumumkan nama Patrick Kluivert sebagai pengganti Shin Tae-yong.

Dengan demikian, PSSI telah menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki prestasi timnas Indonesia dan mencapai target yang diharapkan.

Keputusan PSSI untuk memecat Shin Tae-yong juga menunjukkan bahwa organisasi tersebut tidak takut untuk mengambil keputusan yang sulit untuk memperbaiki masa depan timnas Indonesia.

Dengan memecat Shin Tae-yong, PSSI telah menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan prestasi timnas Indonesia dan mencapai target yang diharapkan.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa PSSI memiliki visi yang jelas untuk masa depan timnas Indonesia dan tidak akan ragu-ragu untuk mengambil keputusan yang diperlukan untuk mencapai visi tersebut.

Dengan menunjuk Patrick Kluivert sebagai kandidat pelatih baru, PSSI telah menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki prestasi timnas Indonesia dengan mendatangkan pelatih yang berpengalaman dan memiliki track record yang baik.

Patrick Kluivert memiliki pengalaman yang luas sebagai pemain dan pelatih, dan telah menunjukkan kemampuannya dalam memimpin tim untuk mencapai kesuksesan. Dengan demikian, PSSI telah menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan prestasi timnas Indonesia dan mencapai target yang diharapkan.

Mirta Riski Utami Mahasiswa Komunikasi Digital Dan Media Sekolah Vokasi IPB University

Fajari Siap Jika Diperintah DPP untuk Pimpin DPD PAN Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor, sebanyak 13 kader PAN telah mendaftarkan diri sebagai calon formatur. Salah satu nama yang muncul adalah Fajari Aria Sugiarto, SH, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPD PAN Kota Bogor dan merupakan adik kandung Bima Arya, Wali Kota Bogor dua periode.

Fajari menilai bahwa seluruh pendaftar memiliki potensi yang baik untuk memimpin DPD PAN Kota Bogor.

Namun, dirinya menegaskan siap untuk mengemban tugas sebagai Ketua DPD PAN Kota Bogor jika diperintahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Ia juga berkomitmen untuk membawa PAN Kota Bogor ke posisi yang lebih baik dalam Pemilu mendatang.

“Insya Allah saya akan meneruskan perjuangan teman-teman di Kota Bogor dengan mempertahankan hal-hal yang sudah baik dan memperbaiki yang masih kurang,” ujar Fajari, Rabu 19 Maret 2025.

Ia menambahkan bahwa ingin membawa PAN Kota Bogor menjadi partai yang lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman serta teknologi.

Selain itu, Fajari juga menegaskan bahwa ia siap menjadi penyambung program dan arahan Ketua Umum serta Ketua DPW di Kota Bogor.

DPD PAN Kota Bogor nantinya akan bersinergi dengan kepala daerah, yang merupakan salah satu kader terbaik PAN, serta mendukung kebijakan nasional seperti program makan siang gratis bagi anak sekolah yang diusung oleh Presiden Terpilih, Prabowo Subianto.

Sebagai informasi, DPD PAN Kota Bogor telah membuka pendaftaran calon formatur sejak 9 hingga 17 Maret 2025.

Nama-nama yang telah mendaftar akan diserahkan ke DPP, yang kemudian akan menentukan waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua DPD PAN Kota Bogor periode mendatang.***

Ibnu Galansa

Bukber Bersama Awak Media, Jenal Mutaqin: PWI Sudah Menjadi Saudara

0

Bogordaily.net – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menghadiri buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim dan dhuafa yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Selasa 18 Maret 2025.

Kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Hari Ulang Tahu (HUT) PWI ke-79 tahun 2025.

“Para pengurus PWI sudah menjadi saudara, sahabat, dan teman yang selalu hadir membantu menyampaikan program-program DPRD kepada masyarakat melalui pemberitaan,” kata Jenal Mutaqin dalam sambutannya di Sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Suryo, Kecamatan Tanah Sareal.

Hal itu, lanjut Jenal, selaras dengan tema HPN kali ini, yaitu ‘Jalin Silaturahmi dan Kolaborasi’.

Sejak duduk di kursi legislatif, Jenal Mutaqin mengaku sudah menjalin komunikasi yang baik dengan PWI Kota Bogor.

“Makanya, meski saya sekarang berada di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, saya masih sama dengan yang dulu, tidak berubah. Dan saya selalu hadir di setiap kegiatan PWI Kota Bogor. Apalagi, tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat tepat, yaitu menjalin silaturahmi dan kolaborasi,” tutur Jenal Mutaqin.

Selain itu, santunan untuk ratusan anak yatim dan dhuafa yang diinisiasi oleh PWI Kota Bogor ini patut menjadi contoh bagi organisasi lainnya.

“Kami dari Pemerintah Kota Bogor sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Kami doakan apa yang sudah diberikan, harta yang kita sisihkan untuk anak-anak yatim ini menjadi pahala bagi kita semua,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim.

“Sehingga tahun ini kami dapat mengundang sebanyak 200 anak yatim. Kita beri kebahagiaan, kita beri senyuman di bulan yang penuh berkah ini,” kata Aldo, sapaan akrabnya.***

Ibnu Galansa

Pengembangan Keterampilan Desain Visual Mahasiswa Melalui Pemanfaatan Platform Canva

0

Bogordaily.net – Di era digital yang terus berkembang, kemampuan desain visual menjadi sangat penting bagi mahasiswa, terutama dalam bidang komunikasi digital dan media. Desain visual bukan hanya sekadar elemen estetika, tetapi juga alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Dikutip dari buku Pengantar Desain dalam Penerapan karya Ricky W. Putra, Desain Komunikasi Visual merupakan proses kreatif yang memadukan seni dan teknologi untuk menyampaikan suatu ide, sehingga dalam prosesnya dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam menciptakan karya visual yang efektif dan komunikatif melalui penggunaan berbagai elemen desain seperti tipografi, warna, layout, dan ilustrasi.

Kemampuan untuk menciptakan konten visual yang menarik dapat meningkatkan daya tarik dan pemahaman audiens terhadap informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, keterampilan ini penting untuk dimiliki terutama pada mahasiswa karena akan mempermudah dalam proses pembelajaran.

Melalui platform Canva mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan dan melatih keterampilan desain visual untuk menunjang kegiatan akademis, seperti penyampaian presentasi dan pembuatan materi promosi. Melalui fitur desain yang mudah digunakan, Canva mendorong kreativitas mahasiswa, memungkinkan mereka untuk mengekspresikan ide dan pemahaman dengan cara yang menarik.

Pentingnya Keterampilan Desain Visual di Era Digital
Keterampilan desain visual menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan media digital. Menurut McLuhan (1964), media adalah pesan, dan dalam konteks ini, desain visual adalah elemen kunci dalam menyampaikan pesan tersebut.

Desain yang baik dapat meningkatkan engagement dan membantu audiens memahami informasi dengan lebih baik. Dalam dunia kerja, keterampilan ini juga menjadi nilai tambah bagi mahasiswa, karena banyak perusahaan mencari individu yang mampu menciptakan konten visual yang menarik dan efektif.

Tantangan dalam Pembelajaran Desain Visual
Meskipun penting, pembelajaran desain visual seringkali menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya akses terhadap perangkat lunak desain yang kompleks dan mahal, seperti Adobe Photoshop atau Illustrator.

Selain itu, mahasiswa juga sering kali tidak memiliki latar belakang pendidikan formal dalam desain, sehingga mereka merasa kesulitan untuk mempelajari teknik-teknik desain yang diperlukan.

Keterbatasan fitur yang ada pada versi gratis Canva pun menjadi salah satu hambatan yang signifikan bagi sejumlah mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas akademis mereka.

Dalam konteks ini, institusi pendidikan dapat mempertimbangkan untuk memberikan dukungan berupa lisensi premium kepada para mahasiswa, sehingga mereka dapat mengatasi kendala tersebut dan memanfaatkan secara maksimal seluruh potensi yang ditawarkan oleh Canva dalam proses pembelajaran mereka.

Adapun, rincian kendala yang banyak dialami mahasiswa terkait tantangan pembelajaran desain visual diantaranya:

a. Aksesibilitas Perangkat Lunak Desain
Banyak perangkat lunak desain yang memerlukan biaya lisensi yang tinggi, sehingga tidak semua mahasiswa dapat mengaksesnya. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam kemampuan desain di antara mahasiswa.

Canva, sebagai platform desain berbasis aplikasi dan web, menawarkan solusi yang lebih terjangkau dan mudah diakses, sehingga mahasiswa dapat belajar dan berlatih desain visual tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Dapat diakses oleh semua tipe mobile yakni ios dan android, menjadikan platform Canva semakin besar dan menjangkau banyak pengguna.

b. Kurangnya Pendidikan Formal dalam Desain
Banyak mahasiswa yang tidak memiliki latar belakang pendidikan formal dalam desain, sehingga mereka merasa kesulitan untuk memahami konsep-konsep dasar desain. Dengan adanya platform seperti Canva, mahasiswa dapat belajar secara mandiri dan mengakses berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia.

Potensi Platform Canva sebagai Solusi Pembelajaran
Canva muncul sebagai salah satu solusi yang menarik untuk mengatasi tantangan ini. Platform desain grafis berbasis aplikasi dan web yang dapat diakses melalui website dengan laman www.canva.com, menawarkan antarmuka yang sederhana dan intuitif, memungkinkan pengguna, bahkan yang tidak memiliki latar belakang desain, untuk membuat visual yang menarik dengan mudah. Dengan berbagai template yang siap pakai dan alat bantu yang beragam, Canva dapat membantu mahasiswa belajar dan bereksperimen dengan desain visual tanpa memerlukan pemahaman teknis yang mendalam.

Canva memiliki dua peranan dalam pembelajaran, yaitu sebagai suplemen dan substitusi (Elsa dan Anwar, 2021). Sebagai suplemen, Canva membantu pendidik dalam menciptakan media pembelajaran dengan lebih mudah. Sementara itu, fungsi substitusi Canva memungkinkan materi pembelajaran yang dihasilkan dapat didistribusikan secara efisien kepada siswa dan memenuhi kebutuhan teknologi yang diperlukan.

Canva sebagai Platform Pembelajaran Digital yang Inovatif
Canva telah menjadi salah satu platform desain digital yang revolusioner dalam dunia pendidikan tinggi, menghadirkan berbagai fitur dan kemampuan yang sangat mendukung proses pembelajaran modern. Platform ini hadir sebagai solusi yang menjembatani kebutuhan akan media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan mudah diakses. Dalam konteks pendidikan tinggi, Canva memberikan dampak transformatif yang signifikan terhadap cara mahasiswa belajar dan berkreasi. Beberapa keunggulan

Canva dalam pengembangan keterampilan mahasiswa, antara lain:
a. Aksesibilitas dan Fleksibilitas Penggunaan
Mahasiswa dapat menggunakan Canva melalui berbagai perangkat, mulai dari komputer desktop, laptop, hingga perangkat mobile. Fleksibilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk tetap produktif dan kreatif di manapun mereka berada, yang sangat sesuai dengan gaya hidup mobile generasi digital saat ini. Kemampuan untuk mengakses dan mengedit proyek secara real-time juga memberikan keleluasaan dalam manajemen waktu belajar.

b. Dukungan terhadap Pembelajaran Kolaboratif
Canva menyediakan fitur kolaborasi yang memungkinkan mahasiswa untuk bekerja sama dalam satu proyek secara bersamaan. Hal ini sangat mendukung pembelajaran berbasis proyek dan kerja kelompok, di mana beberapa mahasiswa dapat berkontribusi pada satu desain secara bersamaan. Fitur komentar dan berbagi yang terintegrasi juga memfasilitasi komunikasi efektif antar anggota tim.

c. Keunggulan dalam Aspek Kreativitas dan Desain
Platform ini menawarkan ribuan template profesional yang dapat disesuaikan untuk berbagai keperluan akademik. Mulai dari presentasi, infografik, poster penelitian, hingga konten media sosial edukatif, Canva menyediakan dasar yang kokoh untuk pengembangan materi visual yang menarik. Library konten yang kaya dengan gambar, ikon, dan elemen desain memungkinkan mahasiswa untuk mengekspresikan ide mereka secara visual tanpa perlu keahlian desain grafis yang mendalam.

d. Integrasi dengan Pembelajaran Digital
Canva berintegrasi dengan baik dengan berbagai platform pembelajaran digital lainnya. Kemampuan untuk mengekspor dalam berbagai format (PDF, PNG, JPG, video) dan berbagi langsung ke platform media sosial atau learning management system membuat Canva menjadi alat yang sangat penting dalam ekosistem pembelajaran digital modern.

Efektivitas Platform Canva dalam Mengembangkan Keterampilan Desain Visual Mahasiswa
Penggunaan Canva dalam konteks pendidikan dapat meningkatkan keterampilan desain visual mahasiswa secara signifikan. Fungsionalitas drag-and-drop yang ditawarkan oleh Canva memungkinkan mahasiswa untuk fokus pada kreativitas mereka sambil belajar melalui praktik.

Selain itu, mahasiswa yang menggunakan Canva mampu menghasilkan karya desain dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan mereka yang menggunakan perangkat lunak desain tradisional. Ini menunjukkan bahwa Canva tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkarya. Beberapa alasan mengapa Canva efektif dalam mengembangkan keterampilan desain visual mahasiswa, antara lain:

a. Pelatihan Melalui Praktik
Canva memberikan platform yang berbasis pada praktik langsung. Mahasiswa tidak hanya belajar teori desain, tetapi mereka juga dapat menerapkan apa yang mereka pelajari dalam realitas. Pengalaman hands-on ini memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep desain visual seperti komposisi, warna, dan tipografi. Semakin banyak mahasiswa berlatih, semakin dalam pemahaman mereka tentang elemen-elemen desain yang efektif.

b. Peningkatan Kualitas Desain
Bukti empirical menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan Canva mampu memproduksi karya yang lebih menarik dan berkualitas dibandingkan dengan mereka yang menggunakan perangkat lunak desain tradisional. Hal ini mungkin disebabkan oleh perpustakaan elemen siap pakai, template, dan fitur intuitif Canva yang memudahkan pengguna untuk mencapai hasil yang diinginkan.

c. Kreativitas dan Kepercayaan Diri
Dengan menyediakan kerangka kerja yang luas dan mudah diakses, mahasiswa didorong untuk eksplorasi dan eksperimen. Proses penghasilan desain yang sukses dengan bantuan platform ini dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Hal ini penting, karena percaya diri adalah faktor kunci dalam proses belajar dan pengembangan keterampilan.

d. Komunitas dan Kolaborasi
Canva juga menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dan berbagi kreasi dengan teman-teman mereka. Adanya opsi kolaborasi dalam satu proyek mengajarkan mahasiswa untuk bekerja dalam tim, mendiskusikan ide, dan menerima umpan balik. Ini adalah aspek penting dari pendidikan desain visual yang sering kali ditangani dalam konteks profesional.

Respons Mahasiswa Terhadap Penggunaan Canva dalam Pembelajaran Desain Visual
Tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan Canva dalam pembelajaran desain visual pun cenderung positif. Hal ini dapat dibuktikan melalui studi yang dilakukan kepada mahasiswa program studi Pendidikan teknologi Informasi di Universitas Islam Makassar (2024).

Banyak yang menganggap Canva sebagai alat yang sangat berguna dan menyenangkan. Mereka melaporkan bahwa platform ini tidak hanya memudahkan proses pembelajaran, tetapi juga menambah semangat mereka untuk mengeksplorasi dan menciptakan desain. Adanya kemudahan dalam menggunakan Canva membuat mahasiswa lebih percaya diri dalam menciptakan konten visual untuk tugas kuliah dan proyek pribadi mereka.

Mahasiswa menyatakan bahwa penggunaan Canva membantu mereka mengurangi waktu yang dihabiskan untuk membuat presentasi. Ini menjadi sangat relevan di dunia pendidikan tinggi, di mana mahasiswa sering kali menghadapi beragam tugas dan tenggat waktu.

Kesimpulan
Pengembangan keterampilan desain visual di kalangan mahasiswa sangatlah penting di era digital ini. Meskipun ada tantangan dalam proses pembelajaran, platform Canva menawarkan solusi yang efektif dan menyenangkan.

Canva terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan desain visual mahasiswa. Dengan antarmuka yang mudah digunakan dan aksesibilitas yang tinggi, Canva juga dapat membantu mahasiswa mengatasi kendala yang ada, memberdayakan mereka untuk mengembangkan keterampilan desain visual yang diperlukan dan meningkatkan kemampuan kreatif serta teknis mahasiswa. Ini menjadi benang merah penting dalam pendidikan desain visual modern, di mana teknologi dan kreativitas berjalan beriringan.***

BPOM  Minta  Influencer  Tak  Asal  Rilis  Uji  Lab,  Begini  Respons  ‘Doktif’

0

Bogordaily.net – Era  digital  telah  membawa  perubahan  besar  dalam  cara  kita  mengakses  informasi,  termasuk  informasi  terkait  kesehatan.  Salah  satu  perubahan  terbesar  adalah  peran  pemimpin  opini  dalam  membentuk  opini  publik  dan  memengaruhi  keputusan  individu  di  bidang  kehidupan,  termasuk  kesehatan.  Namun,  beberapa  masalah  yang  cukup  serius  baru-baru  ini  muncul  terkait  dengan  penyebaran  informasi  kesehatan  yang  tidak  akurat.

Fenomena  Influencer  dalam  Dunia  Kesehatan 

Banyak  orang  mengandalkan  informasi  yang  mereka  terima  dari  influencer,  baik  itu  tips  kesehatan,  rekomendasi  produk,  atau  bahkan  klaim  tentang  efektivitas  obat-obatan  atau  suplemen.  Hal  ini  tidak  mengherankan  mengingat  influencer  sering  dianggap  lebih  dapat  dipercaya  karena  kedekatan  mereka  dengan  audiens  dan  gaya  komunikasi  yang  santai  dan  mudah  didekati.  Namun,  masalah  dapat  muncul  ketika  informasi  yang  diberikan  oleh  para  influencer  tidak  didasarkan  pada  penelitian  atau  bukti  ilmiah  yang  valid.  BPOM  mengingatkan  agar  para  influencer  berhati-hati  dalam  menyebarkan  informasi  kesehatan,  apalagi  jika  informasi  tersebut  memuat  hasil  uji  laboratorium  yang  belum  tentu  akurat  atau  valid.  Tanpa  pengawasan  yang  tepat,  informasi  tersebut  dapat  membingungkan  masyarakat  dan  membahayakan  kesehatan  mereka.

Peran  BPOM  dalam  Menjaga  Kualitas  Informasi  Kesehatan

BPOM  merupakan  lembaga  yang  bertanggung  jawab  untuk  memastikan  keamanan  dan  kemanjuran  produk  yang  beredar  di  pasaran  Indonesia.  Seiring  meningkatnya  kesadaran  masyarakat  akan  pentingnya  kesehatan,  banyak  pemangku  kepentingan  bersaing  satu  sama  lain  dengan  menawarkan  solusi  cepat  dan  janji-janji  kesehatan  yang  berlebihan.  BPOM  mencatat  bahwa  klaim  apa  pun  yang  dibuat  tentang  produk  harus  didukung  oleh  bukti  ilmiah  yang  valid,  terutama  bukti  dari  uji  laboratorium  yang  dapat  dilacak.  BPOM  mengingatkan  para  influencer  agar  tidak  asal-asalan  mengunggah  atau  membagikan  hasil  tes  yang  belum  terverifikasi  resmi.  Hasil  uji  laboratorium  dapat  memberikan  kesan  pertama  tentang  kualitas  dan  bahan  suatu  produk,  tetapi  tanpa  pengujian  dan  verifikasi  menyeluruh  oleh  lembaga  terakreditasi,  pernyataan  ini  dapat  menyesatkan  dan  membahayakan  konsumen.  Hal  ini  juga  dapat  mengakibatkan  pembagian  informasi  yang  tidak  tepat  seperti  itu  dapat  menyebabkan  penyalahgunaan  produk  dan  bahkan  menimbulkan  dampak  buruk  bagi  kesehatan,  terutama  bagi  orang  yang  tidak  memiliki  pengetahuan  medis  memadai.

Tanggung  Jawab  Influencer  dalam  Etika  Penyampaian  Informasi 

Tentu  saja  fenomena  ini  tidak  bisa  hanya  disalahkan  pada  influencer  saja.  Mereka  hanya  mencoba  berbagi  informasi  dengan  khalayak  luas.  Namun  sebagai  tokoh  yang  memiliki  pengaruh  besar,  mereka  harus  menyadari  tanggung  jawab  moral  mereka  terhadap  kesehatan  masyarakat.  Tanggung  jawab  ini  tidak  hanya  mencakup  pemilihan  kata-kata  yang  tepat  dan  pemilihan  produk  yang  aman,  namun  juga  memastikan  dasar  yang  jelas  dan  dapat  dipahami  atas  informasi  yang  dibagikan.  Influencer  yang  sering  membagikan  informasi  terkait  kesehatan  sebaiknya  memperhatikan  terlebih  dahulu  sumber  informasi  yang  digunakannya.  Saat  membagikan  hasil  uji  klinis  atau  data  penelitian,  Anda  harus  memastikan  bahwa  informasi  tersebut  berasal  dari  sumber  tepercaya,  seperti  laboratorium  terverifikasi  atau  jurnal  ilmiah  bereputasi  baik.  Mengutip  informasi  yang  tidak  valid  atau  tidak  bertanggung  jawab  dapat  merusak  kredibilitas  informasi  tersebut  atau,  lebih  buruk  lagi,  membahayakan  kesehatan  pemirsa  yang  mengikuti  rekomendasi  Anda.

Pendidikan  dan  Pengawasan  sebagai  Solusi 

Pendidikan  adalah  kunci  untuk  memecahkan  masalah  ini.  Bukan  hanya  untuk  para  influencer,  tetapi  untuk  masyarakat  umum  juga.  Masyarakat  harus  diberikan  pemahaman  yang  cukup  untuk  membedakan  antara  informasi  yang  akurat  dan  informasi  yang  berpotensi  menyesatkan.  Peran  BPOM  dan  lembaga  terkait  lainnya  sangat  penting  dalam  memberikan  edukasi  tentang  literasi  kesehatan  dan  menunjukkan  cara  mengevaluasi  pernyataan  terkait  kesehatan  di  media  sosial.  Selain  itu,  pemantauan  terhadap  influencer  juga  sangat  penting.  BPOM  harus  terus  memantau  hukum  dan  mengambil  tindakan  terhadap  influencer  yang  ditemukan  menyebarkan  informasi  palsu  atau  membahayakan  kesehatan.  Regulasi  yang  jelas  dan  ketat  akan  memberikan  landasan  bagi  para  influencer  untuk  lebih  berhati-hati  saat  menyebarkan  informasi  terkait  kesehatan.

Kolaborasi  yang  Diperlukan 

Dalam  dunia  yang  semakin  terhubung  melalui  teknologi  dan  media  sosial,  kolaborasi  antara  berbagai  pemangku  kepentingan  sangat  penting  untuk  membangun  ekosistem  informasi  kesehatan  yang  sehat  dan  aman.  Sebagai  lembaga  pengawas,  BPOM  perlu  lebih  memperkuat  pengawasannya  terhadap  informasi  kesehatan  yang  beredar  di  masyarakat.  Pada  saat  yang  sama,  para  influencer  perlu  memahami  bahwa  meskipun  audiens  mereka  besar,  mereka  juga  memikul  tanggung  jawab  besar  untuk  menyebarkan  informasi  yang  akurat  dan  aman.

Diharapkan  kerja  sama  yang  baik  antara  regulator  dan  influencer  akan  memungkinkan  masyarakat  mendapatkan  informasi  kesehatan    yang  lebih  baik  dan  terhindar  dari  risiko  yang  tidak  perlu.  Bagaimanapun,  kesehatan  adalah  aset  yang  berharga,  dan  kita  semua  punya  tanggung  jawab  untuk  melindunginya  serta  mendidik  diri  sendiri  dan  orang  lain  agar  selalu  membuat  pilihan  yang  tepat  dan  berdasarkan  ilmu  pengetahuan.***

 

Taupik  Al  Pala                                                                                                Mahasiswa  Komunikasi  dan  Media Sekolah  Vokasi  IPB

Muhammad Alam Mauludina, S.E., M.Ak, Dosen Muda yang Menginspirasi

0

Bogordaily.net – Muhammad Alam Mauludina, S.E., M.Ak., lahir di Bandung pada tanggal 10 Agustus 1996. Sejak masa perkuliahan, ia telah menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap dunia akademik, terlihat sejak awal ia menempuh pendidikan S1 di Program Studi Akuntansi, Universitas Padjadjaran. Di kampus ini, ia mulai membangun karier akademiknya dengan menjadi asisten dosen praktikum ketika masih berada di semester 4. Kesempatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman mengajar, tetapi juga membuka peluang bagi dirinya untuk lebih memahami dunia pendidikan dari perspektif yang lebih luas. Selain mengajar di laboratorium praktikum, Muhammad Alam juga beberapa kali dipercaya untuk menjadi asisten dosen dalam kelas perkuliahan, sebuah pengalaman yang semakin memperdalam ketertarikannya terhadap bidang akademik. Pengalaman ini berlangsung selama dua tahun dan menjadi awal dari ketertarikannya untuk berkarier sebagai dosen di masa depan.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Muhammad Alam kemudian melanjutkan studi S2 di bidang yang sama di Universitas Padjadjaran. Selama menempuh pendidikan pascasarjana, ia tetap aktif sebagai asisten dosen dan terlibat dalam berbagai aktivitas akademik lainnya. Di antaranya adalah pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Dari berbagai pengalaman tersebut, Muhammad Alam semakin memperkuat keinginannya untuk mendalami dunia akademik dan berkontribusi lebih besar dalam bidang pendidikan tinggi. Ia menyadari bahwa dunia akademik bukan hanya kegiatan mengajar di dalam kelas, tetapi juga tentang memberikan kontribusi yang lebih luas dalam dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Pengalaman akademis yang paling berkesan bagi Muhammad Alam adalah menjadi asisten dosen di bidang Akuntansi Keuangan. Untuk mendapatkan posisi ini, ia harus mengikuti proses seleksi ketat yang diadakan oleh komunitas asisten dosen di fakultasnya. Dalam seleksi tersebut, ia harus bersaing dengan belasan kandidat lain yang memiliki latar belakang akademik yang kuat. Keberhasilannya dalam lolos seleksi dan menjadi bagian dari Financial Accounting Teaching Assistant (FATA) menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi dirinya. Pengalaman ini tidak hanya memberinya kesempatan untuk lebih mendalami ilmu akuntansi, tetapi juga mengasah keterampilan mengajar dan berdiskusi dengan mahasiswa serta dosen lainnya.

Selain aktif mengajar, Muhammad Alam juga menunjukkan ketekunan dan dedikasi tinggi dalam bidang penelitian. Ia berhasil menerbitkan artikel ilmiah di jurnal akademik, sebuah pencapaian yang tidak mudah bagi seorang mahasiswa. Proses menulis dan mengajukan publikasi merupakan tantangan tersendiri, yang mengharuskan dirinya untuk melakukan penelitian yang mendalam, menganalisis data secara cermat, serta menyusun argumen yang kuat. Namun, dengan ketekunan dan kerja keras, ia berhasil melewati berbagai tantangan tersebut dan membuahkan hasil yang membanggakan. Keberhasilannya dalam menerbitkan artikel ilmiah semakin memantapkan langkahnya untuk berkarier sebagai akademisi.

Setelah menyelesaikan pendidikan S2, Muhammad Alam memulai kariernya sebagai dosen di Sekolah Vokasi IPB University. Ia berhasil mendapatkan posisi ini di tengah persaingan yang sangat ketat dalam penerimaan tenaga pengajar. Motivasi utamanya dalam memilih profesi dosen adalah karena kecintaannya serta passion-nya terhadap dunia akademik serta keinginannya untuk berinteraksi dengan mahasiswa dan sesama akademisi. Menurutnya, menjadi dosen bukan hanya sekadar menyampaikan materi di dalam kelas, tetapi juga tentang memperluas wawasan, membangun jaringan akademik dan industri, serta terus belajar agar tidak tertinggal dari perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

Saat ini, Muhammad Alam sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas Padjadjaran dengan fokus pada pengembangan ilmu akuntansi yang lebih mendalam. Muhammad Alam menyadari bahwa dunia akuntansi terus berkembang seiring dengan perubahan kebutuhan industri dan kebijakan ekonomi global. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk fokus pada studi doktoralnya dan tidak mengambil proyek atau pekerjaan lain agar dapat memberikan perhatian penuh pada riset dan pengajaran. Dedikasi ini menunjukkan betapa seriusnya ia dalam mengejar keunggulan akademik serta kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam pandangannya, tantangan terbesar yang dihadapi oleh perguruan tinggi di Indonesia saat ini adalah kurangnya keterlibatan strategis antara akademisi, industri, dan kebijakan pemerintah. Meskipun secara keilmuan perguruan tinggi lebih maju dibandingkan dengan industri, sinergi yang kuat antara akademisi dan praktisi masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, sebagai seorang dosen, Muhammad Alam merasa bertanggung jawab untuk terus mengembangkan wawasan dan tidak tertinggal dari perkembangan industri yang dinamis. Ia memahami bahwa bidang akuntansi selalu mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan pasar dan regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, ia berusaha untuk terus memperbarui pemahamannya tentang perkembangan terbaru dalam akuntansi dan memastikan bahwa mahasiswa yang ia ajar juga memiliki wawasan yang relevan dengan kondisi industri saat ini.

Muhammad Alam Mauludina, juga memiliki kepedulian yang besar terhadap pola pikir mahasiswa dalam merencanakan masa depan mereka. Menurutnya, banyak mahasiswa yang memiliki cita-cita yang terlalu biasa, padahal ilmu yang mereka pelajari sangat luar biasa dan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Muhammad Alam selalu mendorong mahasiswa akuntansi untuk tidak hanya bercita-cita menjadi seorang pembuat laporan keuangan, tetapi juga menjadi analis yang mampu memberikan nilai tambah bagi berbagai pihak. Ia percaya bahwa dengan memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara maksimal, mahasiswa dapat mencapai lebih dari sekadar standar yang ada dan berkontribusi lebih besar bagi masyarakat dan industri.

Melalui perjalanan akademik dan profesionalnya, Muhammad Alam Mauludina terus berusaha menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan sesama akademisi. Dengan dedikasi dan semangatnya dalam dunia pendidikan, ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang lebih kritis, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Dengan berbagai pengalaman dan pencapaian yang telah ia raih, Muhammad Alam berharap dapat terus memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan dan masyarakat secara luas.***

 

Nazwa Aurelia Hermansyah                                                                              Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Biografi Wianda Aryantini Suprasman: Semangat nyata untuk Pariwisata Indonesia

0

Bogordaily.net – Wianda Aryantini Suprasman lahir di Bekasi pada 27 Januari 2003. Wianda menempuh pendidikan menengah di SMA Yadika 8 Jatimulya dengan peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Meskipun pada awalnya tidak memiliki tujuan spesifik untuk masuk ke Program Studi Ekowisata, Wianda kemudian melihat peluang menarik di bidang ini.

Menurutnya, ekowisata adalah program studi yang unik, menggabungkan ilmu pengetahuan, pariwisata, dan aktivitas luar ruangan yang memungkinkan mahasiswa belajar langsung dari alam.

Ketertarikan ini semakin kuat seiring waktu. Wianda menyadari bahwa ekowisata tidak hanya tentang berwisata, tetapi juga melibatkan aspek konservasi, pemberdayaan masyarakat lokal, hingga keberlanjutan lingkungan.

Hal ini menjadi motivasi baginya untuk terus mendalami bidang ini, meskipun awalnya masuk ke program ini lebih karena kesempatan daripada pilihan utama.

Perjalanan akademik Wianda membawanya menjadi asisten dosen sejak semester 8, tepatnya pada semester genap tahun lalu. Awalnya, ia melihat posisi ini sebagai cara untuk memperkaya pengalaman dan memperluas wawasan akademik.

Namun, semakin lama Wianda menjadi asisten dosen malah membuka matanya terhadap dunia Pendidikan yang lebih  tinggi, hingga akhirnya Wianda berencana melanjutkan ke jenjang S2 dan menjadi dosen.

Sebagai asisten dosen, Wianda mengampu beberapa mata kuliah penting, seperti Metode Survei Ekowisata, Geografi Pariwisata, Kelayakan Usaha Ekowisata, dan Manajemen Akomodasi.

Dari semua mata kuliah tersebut, Wianda sangat menyukai Metode Survei karena menurutnya mata kuliah ini sangat erat kaitannya dengan penelitian langsung di lapangan.

Menurutnya, survei lapangan memberikan kesempatan untuk melihat langsung potensi dan tantangan suatu destinasi wisata, memahami karakteristiknya, serta berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Wianda tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga terlibat dalam berbagai penelitian dan proyek akademik.

Tugas akhirnya berfokus pada Ekonomi Ekowisata khususnya penelitian di Pantai Mlarangan Asri, Kalurahan Pleret, Kabupaten Kulon Progo, membahas dampak ekonomi dari aktivitas wisata terhadap masyarakat sekitar.

Penelitian ini membuka wawasannya tentang bagaimana pariwisata dapat menjadi alat pemberdayaan ekonomi, sekaligus memperlihatkan tantangan-tantangan yang dihadapi komunitas lokal dalam mengelola potensi wisatanya.

Selain penelitian, Dia juga aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Ia pernah terlibat dalam program sosialisasi pemasaran digital untuk wisata Kampung Pulo Geulis, di mana ia membantu masyarakat setempat memahami pentingnya promosi digital untuk menarik wisatawan.

Wianda juga ikut dalam pengabdian kepada siswa SMKN 1 Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, dengan membantu mereka menyusun paket wisata yang tidak hanya menarik tetapi juga berkelanjutan.

Meski ada tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia di desa wisata yang membuat keberlanjutan proyek menjadi sulit, Wianda tidak menyerah.

Ia percaya bahwa setiap langkah kecil tetap berdampak, dan pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masyarakat.

Selain aktivitas akademik, Wianda juga aktif berorganisasi. Wianda bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Ekowisata dan Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia (HMPI).

Melalui organisasi ini, Wianda turut serta dalam berbagai kegiatan sosial, salah satunya adalah HMPI Berbagi, yang memberikan donasi ke Kampung Wisata Mulyaharja.

Melalui organisasi, Wianda belajar banyak tentang kerja sama tim, manajemen acara, dan pentingnya kolaborasi antar anggota.

Keterlibatan ini memperkaya wawasannya dan membantunya mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang sangat berguna dalam perannya sebagai asisten dosen.

Dalam mengajar, Wianda berpegang teguh pada prinsip komunikasi yang baik. Baginya, komunikasi yang efektif adalah kunci untuk menghindari miskomunikasi antara dosen, asisten dosen, dan mahasiswa.

Ia selalu berusaha menciptakan suasana kelas yang nyaman, di mana mahasiswa merasa bebas bertanya dan berdiskusi.

Wianda percaya bahwa keberhasilan proses belajar tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari bagaimana mahasiswa mengembangkan cara berpikir kritis dan kepekaan terhadap isu-isu lingkungan dan masyarakat.

Oleh karena itu, ia sering mengajak mahasiswa berdiskusi tentang kasus nyata di lapangan, mendorong mereka untuk menganalisis, memberikan solusi, dan melihat ekowisata dari berbagai perspektif.

Pengalaman paling berkesan baginya adalah saat mahasiswa mengucapkan terima kasih setelah kelas atau ketika ia bisa membantu mahasiswa mencari akomodasi untuk praktikum di luar kelas.

Bagi Wianda, momen-momen ini adalah pengingat bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan bisa berdampak besar bagi proses belajar mahasiswa.

Wianda memiliki harapan besar terhadap perkembangan ekowisata di Indonesia, tetapi tantangan utamanya ada pada sumber daya manusia dan keberlanjutan pengelolaan.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mendalami ekowisata, tidak hanya sebagai profesi, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata untuk lingkungan dan masyarakat.

Wianda Aryantini Suprasman, juga bependapati seharusnya pemerintah bisa mengembangkan program pelatihan bagi masyarakat desa wisata, membantu mereka memahami pengelolaan wisata yang berkelanjutan, pemasaran digital, hingga pengembangan produk lokal.

Ia percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat lokal bisa menjadi kunci keberhasilan ekowisata di Indonesia.

Pesan dari Wianda, “Selamat datang di Program Studi Ekowisata! Ini adalah program yang akan membuka mata kalian terhadap keindahan alam sekaligus mengajarkan kalian bagaimana menjaga dan mengelolanya.

Nikmati setiap proses belajar, jangan takut mencoba hal baru, dan selalu ingat bahwa ekowisata bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga tentang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Kalian merupakan agen perubahan untuk masa depan pariwisata di Indonesia.”

Dengan segala dedikasi dan pengalamannya, Wianda Aryantini Suprasman adalah sosok inspiratif yang terus berkontribusi untuk mengembangkan ekowisata, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

Wianda merupakan contoh nyata bagaimana semangat belajar, keinginan untuk berbagi, dan komunikasi yang baik dapat membawa dampak positif bagi lingkungan akademik dan masyarakat luas.

Melalui perjalanan akademik dan profesionalnya, Wianda membuktikan bahwa ekowisata bukan sekadar bidang studi, melainkan panggilan untuk menjaga alam, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan masa depan yang lebih baik lagi.***

Muhammad Rafiasa                                                                                                    J0401231147

Setahun Menjadi Musafir: Perjalanan Darat Melintasi Sumatera

0

Bogordaily.net – Menetap di Bogor selama satu tahun untuk kuliah membuat rinduku akan kota kelahiran semakin membuncah. Akhirnya, menjelang pergantian tahun, aku dan keluargaku memutuskan untuk melakukan perjalanan darat menuju tanah kelahiranku, Pekanbaru. Perjalanan ini bukan sekadar pulang kampung, tetapi sebuah petualangan yang membawa banyak cerita dan nostalgia.

Memulai Perjalanan: Bogor ke Bengkulu

Pada tanggal 23 Desember 2024, kami meninggalkan hiruk-pikuk Bogor dengan mobil keluarga, memulai perjalanan panjang menuju Sumatera. Jalanan lengang pagi itu, udara Bogor yang sejuk seakan memberi restu bagi perjalanan kami. Setelah beberapa jam berkendara, akhirnya kami tiba di Pelabuhan Merak untuk menyeberang ke Pulau Sumatera. Saat kapal perlahan meninggalkan dermaga, aku berdiri di dek kapal, melihat pulau Jawa semakin menjauh. Rasanya seperti membuka lembaran baru dalam hidup, meski ini hanyalah perjalanan sementara.

Selama empat jam di kapal, aku menghabiskan waktu dengan mengamati lautan yang luas, sesekali melihat burung camar yang terbang rendah mencari makan. Angin laut yang berembus kencang menerpa wajahku, membawa aroma asin khas laut yang selalu mengingatkanku pada perjalanan masa kecil bersama keluarga. Suasana di kapal cukup ramai, para penumpang duduk berkelompok, beberapa tidur beralaskan jaket, sementara lainnya mengobrol santai atau menikmati pemandangan laut.

Tiba di Pelabuhan Bakauheni, perjalanan darat berlanjut melewati Lampung dan terus menuju Bengkulu. Medan jalan yang berliku dengan pemandangan hijau yang membentang di kanan-kiri menjadi teman perjalanan kami. Tidak hanya melewati jalanan berbukit, Provinsi Bengkulu menyambut kami dengan suasana Bahari. Kami melewati jalanan yang sunyi, sesekali bertemu dengan kendaraan lain yang melintas di malam hari. Rasa kantuk mulai menyerang, tetapi kami terus melaju dengan semangat yang tak surut. Perjalanan ini mengajarkan satu hal penting bahwa perjalanan darat bukan hanya soal mencapai tujuan, tetapi juga menikmati setiap momen di sepanjang perjalanan.

Dua hari perjalanan darat terasa melelahkan, tetapi ketika tiba di Bengkulu, rasa letih itu langsung tergantikan dengan kehangatan keluarga. Kami menghabiskan satu hari di kota ini, bersenda gurau dengan sanak saudara yang sudah lama tidak ditemui. Aku berjalan menyusuri jalanan di sekitar rumah keluarga, mengingat masa kecil ketika berkunjung ke sini. Seteguk kopi Bengkulu dan udara pantai yang segar membuat perjalanan ini semakin berkesan. Malam harinya, kami duduk bersama di teras rumah sambil menyantap hidangan seafood segar khas Bengkulu. Perjalanan ini mengingatkanku betapa berharganya momen bersama keluarga.

Destinasi Utama: Pekanbaru dan Nostalgia Masa Kecil

Tanggal 26 Desember, perjalanan dilanjutkan menuju Pekanbaru, kota kelahiranku. Rute yang ditempuh kali ini lebih panjang, sekitar 20 jam perjalanan darat. Jalanan Sumatera yang terkenal dengan truk-truk besar dan tikungan tajam menjadi tantangan tersendiri, tetapi keseruan perjalanan bersama keluarga membuat semuanya terasa lebih ringan. Kami melewati berbagai kota kecil yang asing namun menarik untuk diamati dari balik jendela mobil.

Saat roda mobil berhenti di depan rumah Tanteku di Pekanbaru pada tanggal 27 Desember, dadaku terasa penuh oleh nostalgia. Kembali bertemu oleh sepupuku yang sudah satu tahun lamanya tidak bertemu. Malam itu terasa jauh lebih hangat dari malam-malam sebelumnya. Bertambah hangat ketika aku kembali ke kedai soto kaki lima favoritku. Aroma kuah soto yang mengepul membawa ingatanku pada masa kecil, ketika Bapak sering membawaku ke sini dulu. Rasa kuahnya masih sama, menghangatkan tubuh dan hati di malam yang sejuk.

Selama lima hari di Pekanbaru, aku kembali mengunjungi tempat-tempat yang dulu begitu akrab. Mal SKA, mal legendaris yang dulu menjadi tempat bermain favorit, masih berdiri kokoh dengan hiruk-pikuk pengunjung. Aku juga menyusuri jalan-jalan yang pernah menjadi bagian dari keseharianku, melihat rumah-rumah lama yang kini telah banyak berubah. Di tepi Jalan Sudirman, aku sempat berdiri hanya untuk mengamati kendaraan yang lalu lalang dengan kecepatan tinggi. Benakku berucap, “Kota ini sudah jauh lebih berkembang dibanding 15 tahun lalu aku di sini.”

Tak lupa, aku bertemu dengan teman-teman lama. Kami duduk di sebuah kafe kecil, tertawa mengingat masa kecil yang penuh kenangan. Rasanya, waktu seakan berhenti sejenak saat bersama mereka. Lima hari di Pekanbaru terasa sangat singkat, tetapi setiap detiknya dipenuhi dengan kebahagiaan.

Menyambut Tahun Baru di Perjalanan: Menuju Palembang

Setelah lima hari yang penuh kenangan, tibalah saatnya melanjutkan perjalanan ke Palembang pada tanggal 31 Desember. Mobil kembali melaju di jalan lintas Sumatera, dan kali ini, perjalanan terasa lebih panjang karena diiringi perasaan berat meninggalkan Pekanbaru. Aku berusaha menikmati perjalanan, meskipun bayangan kota kelahiranku masih membekas di pikiran.

Menariknya, aku menyambut pergantian tahun di dalam perjalanan. Tepat tengah malam, kami masih berada di jalan, di antara perbukitan dan jalanan gelap dengan sesekali cahaya lampu kendaraan lain menjadi teman. Malam itu kami memutuskan untuk beristirahat, di salah satu area peristirahatan di jalan lintas Sumatera. Aku bercanda dengan keluargaku, “Tahun baru kita rayakan di jalanan lintas Sumatera!” Tertawa kecil, kami merayakan tahun baru dalam kesederhanaan, di dalam mobil yang telah menjadi rumah kedua selama perjalanan ini.

Pukul 9 pagi, 1 Januari 2025, kami tiba di Palembang. Tanpa berpikir panjang, sarapan pertama di tahun baru adalah pempek dan kuliner khas Palembang lainnya, seperti otak-otak bakar, tekwan, dan model. Rasanya semakin nikmat setelah perjalanan panjang. Setelah kenyang, kami menyempatkan diri mengunjungi ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera, yang gagah membentang di atas Sungai Musi. Kami menghabiskan beberapa jam di kota ini, menikmati suasana khas Palembang yang tenang namun tetap hidup.

Namun, waktu kami di Palembang tidaklah lama. Setelah setengah hari berkeliling, kami kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju Bogor.

Etape Terakhir: Pulang ke Bogor

Perjalanan Palembang ke Lampung kini lebih cepat berkat jalan tol yang telah dibangun. Kami melaju dengan lebih nyaman, menikmati pemandangan yang terhampar luas di sepanjang perjalanan. Setelah beberapa jam berkendara, kami tiba di Pelabuhan Bakauheni pada malam hari dan bersiap menyeberang kembali ke Pulau Jawa.

Angin laut malam yang berhembus di dek kapal memberikan kesan tenang, menutup perjalanan panjang kami di Pulau Sumatera. Aku duduk di tepi kapal, menatap lautan yang gelap namun menenangkan. Empat jam di atas laut memberi waktu untuk merenung, tentang perjalanan yang telah kulalui dan pengalaman yang kudapatkan.

Ketika kapal akhirnya merapat di Pelabuhan Merak, rasanya seperti kembali ke realitas. Tiga jam perjalanan darat dari Pelabuhan Merak akhirnya membawa kami kembali ke Bogor. Ketika mobil berhenti di depan rumah pada dini hari, ada rasa lega sekaligus haru. Perjalanan ini telah memberi banyak kenangan baru, mempertemukan kembali dengan masa lalu, dan membuatku semakin menghargai waktu bersama keluarga.

Setahun menjadi musafir dalam perjalanan ini mengajarkanku satu hal: perjalanan darat tidak seburuk yang dibayangkan. Justru di setiap tikungan jalan, di setiap kota yang disinggahi, ada cerita yang menunggu untuk ditemukan. Aku menutup perjalanan ini dengan senyuman, membawa serta kenangan yang akan selalu kusimpan dalam hati.***

 

Salsabila Maharani, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, SV IPB

 

Ramah Lingkungan dan Berdampak Sosial, Ini Komitmen Nyata BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI terus menegaskan komitmen dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi bisnis Perseroan. Hal ini seiring dengan meningkatnya perhatian investor terhadap aspek berkelanjutan.

Direktur Utama BRI Sunarso menegaskan bahwa ESG bukan sekadar tren, melainkan merupakan arah strategis yang fundamental bagi bisnis di tingkat global. Adapun, BRI telah membentuk struktur yang kuat, mulai dari komite hingga divisi khusus yang memastikan bahwa semua inisiatif keberlanjutan terlaksana dengan baik.

“Dalam mengimplementasikan ESG ini, proses bisnis dan operasional BRI telah menyelaraskan dengan standar yang berlaku, baik domestik maupun global. Kemudian, implementasinya kita sudah menyusun sustainability strategy yang fokus pada tiga pilar utama yakni Environmental, Social, dan Governance (ESG),” ujar Sunarso dalam acara Kompas 100 Outlook: Investasi Berkelanjutan di dalam Ekosistem Bisnis Global pada pertengahan Februari 2025 lalu.

Pertama, dalam implementasi pilar Lingkungan, BRI telah mengambil berbagai langkah konkret untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Salah satu prioritas utama adalah penerapan manajemen risiko perubahan iklim, yang diikuti dengan inisiatif Green Network dan Green Banking.

Kedua, dari sisi Sosial, BRI pun berupaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan. Komitmen ini sejalan dengan peran BRI sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, di mana hingga akhir 2024 total kredit yang disalurkan BRI mencapai Rp1.354,64 triliun, tumbuh 6,97% secara tahunan (yoy, dengan dominasi kredit UMKM yang mencapai 81,97% dari total kredit, atau setara dengan Rp1.110,37 triliun.

Kemudian, dalam pengelolaan tenaga kerja, perusahaan menerapkan Human Capital Management. Sementara itu, dalam hubungannya dengan masyarakat, BRI menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

Sedangkan, untuk pilar Ketiga yakni Governance, BRI juga secara konsisten memperkuat Tata Kelola sembari Perseroan terus menyelaraskan praktik bisnisnya dengan standar etika global guna menghindari praktik greenwashing, serta meningkatkan pengelolaan risiko terkait ESG, termasuk risiko siber di era digital.

Sebagai upaya nyata dalam mendukung keuangan berkelanjutan, BRI telah menyalurkan sustainability finance alias pembiayaan berkelanjutan dalam bentuk Green Loan dan Social Loan. Tercatat, hingga Desember 2024, BRI telah menyalurkan kepada kegiatan usaha berkelanjutan yaitu Green Loan sebesar Rp86,6 triliun. Sementara itu, penyaluran Social Loan mencapai Rp698,7 triliun, yang difokuskan untuk mendukung pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Kemudian, dari sisi liabilitas, BRI telah menjalankan sustainable funding activities melalui penerbitan Green Bond dengan total nilai Rp13,5 triliun, yang terdiri dari beberapa tahap sejak 2022. Adapun, penerbitan Green Bond tahap 1 senilai Rp5 triliun pada 21 Juli 2022. Dirinya menyebut obligasi hijau BRI selalu mengalami oversubscribe, mencerminkan tingginya minat pasar terhadap instrumen keuangan berkelanjutan.

Setelah sukses di tahap pertama, BRI kembali melanjutkan penerbitan green bond tahap 2 senilai Rp6 triliun pada Oktober 2023 dan green bond tahap 3 senilai Rp2,5 triliun pada 20 Maret 2024.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menekankan bahwa penerapan ESG bukan sekadar kewajiban, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis yang dapat meningkatkan value perusahaan di mata investor dan pemangku kepentingan. “Di pasar modal Indonesia saat ini, investasi berkelanjutan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, tercermin dari peningkatan nilai aset kelolaan dari produk investasi pasif yang bertema ESG,” ungkapnya. ***