Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 8590

Perkenalkan! Kades Tercantik se Indonesia, Rambut Blonde, Kuning Langsat, Bibir Merona

0

BOGORDAILY – Sempat ramai PNS tercantik, kini ada juga kades tercantik di Indonesia, rambut blonde, kuning Langsat dan bibir merona.

Siapa dia?

Dia adalah Kades Cantik Sulawesi Utara, sosok ya mendadak viral. Kades Cantik ini berhasil menyedot perhatian publik tanah air.

Kades cantik ini baru saja terpilih menjadi Sangadi atau Kepala Desa Bombanon, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara pada pekan lalu.

Namanya, Gita Ratnasari Tuuk. Berkulit kuning langsat dan bersih, rambutnya yang tergerai panjang hingga dada dan dicat blonde sementara bibirnya merah merona.

Banyak yang bilang ia mirip bintang drama Korea yang sedang ngehits itu.

Tak heran, banyak menyebut sebagai kepala desa tercantik dan termuda.

Kecantikan Gita menjadi perbincangan publik Sulawesi Utara.

Usianya baru 26 tahun karena kelahiran 22 Juli 1993.

Saat pemilihan kepala desa atau sangadi, Gita Ratnasari meraih 206 suara, unggul atas empat rivalnya yang hanya mampu meraih suara di bawah 100.

Gita diarak dan diangkat bersama kursi yang ia duduki oleh warga.

Penyandang gelar SI Ekonomi ini dielu-elukan warga.

Ia melambaikan tangan. Air matanya menetes. Haru dan bahagia.

Tak bermodalkan tampang, Gita memikat warga lewat program.

“Saya pakai jargon GRT yang artinya Gotong Royong Terutama (GRT). Visi saya adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera berlandaskan gotong royong,” bebernya.

Misi Gita dinamakan sembilan harapan Desa Bombanon.

Sembilan harapan tersebut berintikan pada tata kelola desa yang transparan, kesehatan masyarakat dan optimalisasi pertanian.

Ia berterima kasih pada warga yang tulus mendukungnya.

“Terima kasih. Saya akan membangun desa dengan sangat gotong royong,” kata dia.

Ia janji akan merangkul lawan politiknya.

Sayang, Gita bukan wanita lajang lagi. Dia telah menikah dan nama suaminya Stenly Uno.

Gita Ratnasari Tuuk gajinya pokok setara cicilan NMAX sebulan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019, kepala desa cantik ini menerima penghasilan tetap paling sedikit Rp2.426.640,00 setara 120% dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang II/a.

Artinya gaji pokok yang diterima kepala desa tercantik dan termuda di di Desa Bombanon, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara setara dengan cicilan NMAX sebulan.

Wanita kelahiran 22 Juli 1993 terpilih menjadi kepala desa dengan paras cantik ini harus rela menerima gaji pokok senilai cicilan NMAX sebulan.

Nama Gita Ratnasari Tuuk menjadi pembicaraan setelih terpilih menjadi kepala desa.

Kecantikan Gita Ratnasari Tuuk menjadi perhatian publik Sulawesi Utara.

Wanita cantik ini baru saja terpilih menjadi Sangadi atau Kepala Desa Bombanon, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara pada pekan lalu.

Tak heran, banyak menyebut sebagai kepada desa tercantik dan termuda.

Usianya baru 26 tahun karena kelahiran 22 Juli 1993.

Gita Ratnasari meraih 206 suara, unggul atas empat rivalnya yang hanya mampu meraih suara di bawah 100.

Setelah menang, istri tercinta dari Stenly Uno ini, langsung diarak warga.

Gita diangkat bersama kursi yang ia duduki.

Penyandang gelar S1 Ekonomi ini dielu-elukan warga.

Ia melambaikan tangan dan air matanya menetes haru bahagia.

Tak bermodalkan tampang, Gita memikat warga lewat program.

“Saya pakai jargon GRT yang artinya Gotong Royong Terutama (GRT), visi saya adalah mewujudkan masyarakat yang sejahtera berlandaskan gotong royong,” beber dia.

Misi Gita dinamakan sembilan harapan Desa Bombanon.

Sembilan harapan tersebut berintikan pada tata kelola desa yang transparan, kesehatan masyarakat dan optimalisasi pertanian.

Ia berterima kasih pada warga yang tulus mendukungnya.

“Terima kasih. Saya akan membangun desa dengan sangat gotong royong,” kata dia.
Ia janji akan merangkul lawan politiknya. (dbn)

Lebih Sulit Jalani El Clasico di Camp Nou Ketimbang di Bernabeu

0

BOGORDAILY – Lionel Messi merasa El Clasico lebih sulit dijalani di Camp Nou daripada Santiago Bernabeu. Ini karena Real Madrid kerap tampil bertahan di markas Barcelona.

El Clasico jilid pertama musim ini akan tersaji di Camp Nou, Kamis (18/12/2019) dini hari WIB. Laga ini tak sekadar menjanjikan rivalitas panas antar kedua tim yang sudah mengakar.

Namun juga persaingan sengit untuk memperebutkan posisi teratas di klasemen La Liga. Barcelona berada di posisi puncak dengan 35 angka. Raihan poin mereka sama dengan Madrid.

Jika menilik catatan pertemuan kedua tim, Blaugrana lebih diunggulkan. Dikutip dari Soccerway, dalam lima duel El Clasico terakhir, mereka tak pernah kalah dengan meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Meski begitu, El Barca tak boleh jemawa. Pasalnya dua hasil imbang yang mereka alami tersebut justru terjadi di Camp Nou.

Messi mengakui bahwa menghadapi El Clasico di markas El Barca lebih sulit ketimbang di Santiago Bernabeu. Hal ini tak lepas dari perbedaan gaya main yang diusung oleh Los Blancos.

“Ketika kami bermain di Bernabeu, lebih banyak ruang dihasilkan. Mereka menyerang kami lebih banyak karena mereka memiliki kewajiban sebagai tim tuan rumah dan banyak pihak berharap mereka melakukan hal itu, ” kata Messi dikutip dari Marca.

“Sementara di Camp Nou, mereka bermain dengan cara yang berbeda., Mereka sedikit lebih menunggu di belakang, mereka bermain rapat dan kemudian melakukan serangan balik karena punya pemain cepat di lini depan.

“Di Bernabeu kami bermain konstan selama 90 menit. Di sini laga lebih sering buntu dan lebih rumit,” ungkap La Pulga mengenai El Clasico di Camp Nou.

Alasan Vanessa Angel Menikah Diam-diam Karena Terlalu Lelah

0

BOGORDAILY – Vanessa Angelmemilih untuk nikah diam-diam. Pernikahan Vanessa Angel pun masih menimbulkan banyak pertanyaan.

Vanessa Angel sampai saat ini tak mau membuka identitas sang suami. Menurut manajernya, Joana, Vanessa memang sudah sangat lelah.

“Gini, dia sudah kebangetan capek. Ada cerita sama aku dia udah kebangetan capek, apa yang dia lakukan selalu menjadi hal yang salah, selalu menjadi hal negatif, nggak benar,” kata Joana saat dihubungi detikcom, Selasa (17/12/2019).

Joana mengatakan, Vanessa Angel tak mau sang suami terbawa dalam image negatif dirinya. Cukup dirinya yang dicap tak baik.

“Dia nggak mau membawa kehidupan yang baru ini jadi hal yang nggak enak juga. Jadi biarin aja publik cukup tahunya dia yang nggak benar. Nggak perlu si suami ke bawa-bawa. Kan si suami punya keluarga besar. Itu sih alasannya,” sambungnya.

Setelah menikah dengan seorang pengusaha dengan inisial nama ‘F’, Vanessa Angel anya mohon diberi pengertian dan ruang. Vanessa Angel juga meminta doa restu.

“Vanes minta untuk dimengerti aja,” tukasnya.

Sejak 13 Tahun Ariel Tatum Nabung untuk Pergi ke Psikolog

0

BOGORDAILY – Ariel Tatum mengidap penyakit mental yang disebut Borderline Personality Disorder. Ini bukan penyakit yang baru-baru ini diidap olehnya.

Sejak beranjak remaja, Ariel sudah merasakan ada yang ganjil pada dirinya itu. Di usia 13 tahun pun ia sudah terpikir untuk bisa bertemu dengan psikolog.

“Gue tau ada yang nggak bener di diri gue itu dari gue umur 13 tahun. Dari umur 13 tahun itu gue udah nabung uang jajan sendiri untuk cari psikolog,” ungkap Ariel Tatum di acara ‘Bareng Boy’.

Saat itu Ariel mengatakan dirinya belum terpikir untuk bicara langsung dengan orang tuanya. Diungkapkan Ariel Tatum, saat itu ia berpikir keluhan untuk berkonsultasi dengan psikolog bukan hal yang lumrah dilakukan.

“Gue masih mikir, stigma kalau ke psikolog itu bikin malu. Tapi ternyata pas gue kasih tahu, support keluarga ternyata support banget sih,” ungkapnya.

Ayah sempat ragu Ariel Tatum bermasalah secara mental. Namun Ariel bersyukur, akhirnya ayahnya mengetahui masalah mental yang dialami putrinya tak bisa dibiarkan.

“Dia jadi coba cari tahu lebih lagi seputar kesehatan mental,” tukas Ariel.

Heboh, Video Camat Bojonggede Gelagapan Disidak Dewan

BOGORDAILY – Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor heboh. Camatnya gelagapan saat disidak sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Mereka mempertanyakan pelayanan yang buruk di kantor itu. Hebohnya lagi sikap gelagapan dan gemetar pak camat itu terekam kamera. Video itu pun menyebar.

Dalam video itu, Camat pun dibrondong berbagai pertanyaan di depan warga yang sedang mengantri. Bahkan ada warga ditolak.

Para wakil rakyat itu menerima pengaduan lambatnya pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Bojong Gede. Empat anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, tanpa basa basi langsung menyatroni kantor kecamatan Bojong Gede, Senin ( 16/12).

Ke empat anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor itu adalah Sutisna dari PAN, Ruhiyat Saujana dari Demokrat, Ridwan Muhibi dari Golkar dan Ferry Roveo Checanova dari PPP.

Kedatangan anggota DPRD secara tiba tiba ini, sempat mengagetkan puluhan pengunjung kecamatan. Puluhan pengunjung yang antri duduk di kursi tunggu, sempat termenung melihat ke empat anggota DPRD yang memberondong pertanyaan kepada Camat Bojong Gede Dace Hatomi.

Begitupun Dace Hatomi terlihat gelagapan saat menjawab sejumlah pertanyaan wakil rakyat tersebut.

Sutisna mempersoalkan soal pelayanan bagi masyarakat yang ingin dirujuk ke Rumah Sakit.

Karena pihak kecamatan dituding tidak serius melayani masyarakat yang mau masuk rumah sakit dan harus mendapat rujukan dari kecamatan.

“Kalau warga yang mengajukan di tahan-tahan. Tapi kalau saya telpon baru diterima. Tolonglah, urusan orang yang mau ke rumah sakit segera diselesaikan. Kalau urusan orang sakit dilambat lambat, keburu mati atuh pak, ” kata Sutisna kepada Camat Bojong Gede, Dace Hatomi.

Begitupun Ruhiyat Saujana mempersoalkan petugas yang melakukan pelayanan. Karena dari deretan kursi petugas pelayanan. Hanya ada satu petugas pelayan yang bertugas.

Sementara Ferry Roveo Checanova meminta para pengunjung kecamatan untuk mengadukan kinerja pegawai kecamatan.

Bahkan ia meminta para pengunjung untuk mencatat nomor HP anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor. (Nanang Hidayat)

https://youtu.be/0AG8shoaKgU

Kontrak Kevin van Kippersluis Tak Diperpanjang Persib

0

BOGORDAILY – Teka-teki Kevin van Kippersluis di Persib Bandung terjawab. Gelandang serang asal Belanda itu akan dilepas usai kontraknya tidak diperpanjang.

Hal itu diungkap pelatih Robert Rene Alberts, usai mengalahkan Perseru Badak Lampung 4-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (16/12/2019). Pelatih asal Belanda tersebut memastikan Maung Bandung akan melepas Kevin.

“Kami sudah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya,” kata Rene.

“Saya mulai melihat musim depan. Saya belum tahu berapa pemain (yang bertahan) jika saya masih dipertahankan di sini musim depan. Tapi, untuk Kevin yang sudah pasti keluar dari Bandung,” tutur Rene.

Kevin didatangkan Robert bersamaan dengan dua pemain lainnya, Omid Nazari dan Nick Kuippers, pada pertengahan musim. Omid dan Nick tampil menjanjikan, sementara Kevin belum menemukan permainan terbaiknya, dengan cuma membuat dua gol.

Kevin dalam dua laga terakhir melawan Borneo FC dan Badak Lampung pun tak dimainkan Robert. Kepastian Rene menegaskan bahwa Kevin tak bisa menyetel dengan skuat Pangeran Biru saat ini.

Vidi Aldiano Ceritakan Kondisinya Usai Operasi

0

BOGORDAILY – Beberapa waktu lalu, Vidi Aldiano menjalani operasi kanker di salah satu rumah sakit di Singapura. Kini operasi tersebut sudah selesai. Lantas bagaimana kondisi Vidi sekarang?

Melalui Instagram Storiesnya, Vidi menceritakan kondisinya kini. Ia mengatakan kondisinya membaik dari sebelumnya.

“Sekarang udah bisa jalan dan duduk alhamdulillah,” paparnya.

Ia pun senang karena sudah bisa bergerak meski belum terlalu bebas. Tak hanya itu, dukungan dari sahabat dan keluarga juga menjadi faktor utama kesehatan Vidi cepat pulih.

Dalam Instagram Storiesnya tersebut terlihat banyak buket bunga yang dikirimkan sahabat untuk memberikan support Vidi. Kedua orang tua Vidi dan juga adik kandungnya terus menemani di rumah sakit.

Zul ‘Zivilia’ Izinkan Istri Cari Suami Lagi

0

BOGORDAILY – Zul ‘Zivilia’ ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba pada Februari 2019. Ternyata saat ditangkap, Zul sempat memperbolehkan sang istri untuk mencari penggantinya.

Hal itu diungkapkan Retno Paradinah sebagai istri Zul yang hadir pada persidangan pledoi yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (16/12/2019).

“Itu awal pas kejadian itu pas waktu-waktu awal kepanggil udah langsung bilang, ‘saya ikhlas kalau kamu mau pergi ninggalin aku, dengan keadaan aku seperti ini aku nggak bakalan tau keluarnya kapan, saya takut kalau nantinya kamu nggak kuat lihat keadaannya’ itu terus sih yang diucapkan,” papar Retno sambil tak kuasa menahan tangis.

Namun hingga saat ini Retno masih setia menemani Zul dalam persidangannya yang cukup panjang. Bagi Retno masalah kali ini membuat pelajaran baru.

“Ya saya menguatkan dia karena sebenarnya masalah-masalah rumah tangga itu dari dulu kan banyak, tapi dengan cara saya bertahan jadi pembelajaran buat saya untuk masalah ini. Buat saya juga bisa lebih bertahan lagi menghadapi ujian kami berdua,” sambungnya.

Retno saat ini juga sering mengeluh perihal pemasukan perekonomian keluarganya yang menurun. Ia bahkan rela menjual beberapa alat musik milik Zul demi kelangsungan hidupnya.

Meski begitu, ada beberapa hal yang dapat menguatkan Retno dari permasalahan hidupnya ini.

“Dukungan orang tua dan anak-anak juga. Kalau nggak ada saya siapa lagi, bapaknya udah nggak sama mereka lagi, kalau misalnya saya sendiri nggak kuat, kasihan anak-anak,” tukas Retno.

Jokowi Tugaskan Ahok Lawan Mafia Migas Doyan Impor

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan kekesalannya karena instruksinya soal pembangunan kilang minyak di Indonesia tak pernah dijalankan. Padahal, Jokowi mengaku lima tahun lalu dirinya telah meminta jajarannya untuk membangun lima kilang minyak, namun hingga kini tak ada yang terealisasi satupun.

“Sebetulnya saat pelantikan, habis pelantikan yang (periode) pertama, saya minta kilang ini segera dibangun. Tapi sampai detik ini dari lima (kilang) yang ingin kita kerjakan, satu pun enggak ada yang berjalan, satu pun (tidak ada),” ujar Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (16/12).

Jokowi pun merasa heran selama 34 tahun, Indonesia tak pernah membangun kilang minyak. Padahal, apabila kilang minyak dibangun maka akan banyak komoditi turunan yang bisa dihasilkan. Salah satunya yaitu, petrokimia yang tak perlu impor lagi. Sebab, selama ini nilai impor petrokimia sebesar Rp323 triliun per tahun.

“Impor petrokimia ini gede sekali, Rp 323 triliun impor kita petrokimia. Tiap hari jengkel kaya apa, coba triliun ya bukan miliar,” ucap Jokowi.

Untuk itu, Jokowi memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi pembangunan kilang minyak. Jokowi ingin proyek ini benar-benar terealisasikan. “Harus rampung, pekerjaan besar ini harus rampung,” tegas dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan tak mau hanya dijanjikan soal pembangunan kilang minyak. Pasalnya, selama in, dirinya dijanjikan 2 sampai 3 tahun selesai, namun tak ada hasil.

“Ini ada yang memang menghendaki kita impor terus. Ini yang namanya transformasi ekonomi,” katanya.

Jokowi Sudah Tahu Mafia Ambil Untung dari Impor

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku sudah mengetahui siapa saja pihak yang mendapatkan keuntungan dari hasil impor minyak dan gas. Jokowi pun mengingatkan agar pihak tersebut untuk berhati-hati.

“Yang senang impor ini, bukan saya cari. Sudah ketemu siapa yang senang impor, sudah ngerti saya. Hanya perlu saya ingatkan, bolak-balik, hati-hati. Kamu hati-hati. Saya ikuti kamu,” kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Senin (16/10).

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki batu bara yang melimpah yang sebenarnya bisa disubstitusi untuk membuat gas, malah justru diimpor. Menurut dia, ada pihak yang sengaja menghalang-halangi pembuatan gas dari batubara.

“Jangan menghalangi orang ingin membikin batubara menjadi gas. Gara-gara kamu senang impor gas,” tegasnya.

Jokowi mengatakan bahwa pihak yang mendapat keuntungan dari impor migas ini sempat khawatir apabila Indonesia bisa memproduksi gas sendiri. Sebab, dirinya tak bisa lagi meraup keuntungan besar.

“Kalau ini bisa dibikin, ya sudah, enggak ada impor gas lagi. ‘Ya saya kerja apa Pak?’ Ya itu urusanmu, kamu sudah lama menikmati ini,” ucap Jokowi.

Begitu juga dengan impor minyak. Padahal, kata Jokowi, sumber minyak Indonesia masih banyak namun produksinya tak digenjot.

“Impor minyak sama. Lifting produksi minyak kita, sumber-sumber kita masih banyak kok. Kenapa nggak digenjot produksinya? Karena masih ada yang senang impor minyak. Ndak, saya pelajari detil ini, ndak, ini ndak, ndak benar kita ini,” jelasnya.

Tugaskan Ahok Lawan Mafia dan Bangun Kilang Minyak

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati untuk mengawal pembangunan kilang minyak. Jokowi telah menyampaikan hal tersebut saat bertemu Ahok dan Nicke di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 9 Desember 2019.

“Juga pembangunan kilang minyak, harus! Sudah 34 tahun enggak bisa bangun, kebangeten. Saya suruh kawal betul dan ikuti terus progresnya,” ujar Jokowi kepada wartawan di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (10/12).

Selain itu, dia memerintahkan keduanya untuk menurunkan impor minyak dan gas. Jokowi ingin impor migas dikurangi sehingga dapat menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan.

“Saya ingin urusan yang berkaitan dengan defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan kita bisa diturunkan kalau impor migas bisa dikendalikan dengan baik. Intinya mereka menyanggupi,” jelasnya.

Jokowi juga meminta Ahok dan Nicke mengawal program Biodiesel 30 (B30) sebagai bahan bakar campuran BBM solar. Menurut Jokowi, B30 akan dilaksanakan mulai Januari 2020. “Dilaksanakan Januari awal juga agar betul-betul dilaksanakan dan dikawal, sehingga bisa menurunkan impor minyak,” ucap Jokowi.

Ini 9 Poin Ijtima Ulama 3000 Kiyai di Kabupaten Bogor

BOGORDAILY – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor menggelar Ijtima Ulama 2019 di aula Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dalam kesepakatan itu ada 9 poin hasil kesepakatan yang akan menjadi rekomendasi untuk pemerintah.

“Setelah dilaksanakan pertemuan para ulama atau Ijtima Ulama dengan jumlah 3000 ulama dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, maka Kami menyepakati 9 poin,” kata Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH. Ahmad Mukri Aji usai acara kepada wartawan. Selasa (17/12/2019).

Di tempat yang sama, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku hasil Ijtima Ulama berisi poin-poin yang yang mendorong persatuan ummat, khususnya di Kabupaten Bogor.

“Tujuannya bagaimana mempersatukan ummat dan lebih sinergi antara ulama dengan pemerintah,” terang Ade Yasin.

Adapun 9 poin hasil Ijtima Ulama 2019 sebagai berikut:

1. Radikalisme atas nama agama yang dimanifestasikan dalam bentuk aksi berupa upaya untuk mengubah bentuk negara dan tidak mengindahkan mekanisme konstitusional yang berlaku, merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kesepakatan bangsa Indonesia. Perilakunya dikategorikan sebagai makar;

2. Mendorong pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan terhadap praktek-praktek prostitusi dan NIkah Mut’ah yang berada di wilayah Kabupaten Bogor sesuai dengan aturan yang berlaku;

3. Mendorong lembaga keagamaan Islam untuk meningkatkan pengumpulan dan pendistribusian serta peningkatan kualitas manajemen pengelolaan Zakat dan Wakaf. Untuk itu, perlu penguatan terhadap kualitas kelembagaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) agar bisa berperan lebih baik lagi;

4. Mendorong pemerintah untuk memfasilitasi dan mengalokasikan dana kepada ormas Islam, lembaga keagamaan Islam dan lembaga pendidikan agama Islam dengan tujuan agar dapat berperan aktif membantu pemerintah mewujudkan visi Kabupaten Bogor Berkeadaban;

5. Pemerintah Daerah segera mengimplementasikan peraturan tentang keharusan sertifikasi halal seluruh produk obat-obatan, makanan, minuman dan produk lainnya sebagaimana diamanahkan oleh Undang-undang Jaminan Produk Halal;

6. Dalam rangka meningkatkan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS), mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana program Wajardiknas (Kesetaraan; Paket A, B, dan C) yang secara khusus diperuntukkan bagi pondok pesantren Salafiyah di Kabupaten Bogor;

7. Mendorong pemerintah daerah untuk dapat mengalokasikan bantuan pemeliharaan serta memfasilitasi program dakwah di Masjid Besar setiap kecamatan;

8. Mendorong pemerintah daerah untuk memberikan beasiswa bagi putera daerah penghafal al-Qur’an (Hafizh/Hafizhah) yang ada di Kabupaten Bogor;

9. Mendorong pemerintah daerah untuk melakukan peningkatan kuantitas dan kualitas guru agama non-PNS/honorer serta menambah jam pendidikan agama di sekolah maupun Madrasah, baik negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Bogor. (Andi).