Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8628

Nikita Mirzani Nekat Sebar Duit di Atas Mobil. Nih Videonya…

0

BOGORDAILY- Artis seksi janda beranak tiga: Nikita Mirzani kembali bikin heboh. Kali ini, artis sensasional tersebut menyebar duit dari atas mobil mewahnya.

Dalam video pendek yang diunggah di media sosial Instagram, Nikita Mirzani berdiri di atas mobil mobil Toyota Alphard dengan pelat nomor B 254 NGE sembari menyebar duit diduga pecahan Rp 50 ribu rupiah.

Tak jelas di mana lokasi adegan sebar duit tersebut dilakukan. Yang pasti, banyak orang berkerumun ingin memungut duit.

Tak sendiri, aksi tersebut dilakukan Nikita Mirzani bersama Billy Syahputra.

Tapi, Nikita Mirzani sepertinya tak nyaman dengan kelakukan Billy Syahputra yang naik ke atas mobil sambil memunguti duit yang disebar.

“Rusaaaaaaaaaak Mobil gue atas nya bang @bilsky16 benerin ga loe,” tulis Nikita Mirzani di caption foto.

“Jiwa missqueen ku meronta-ronta,” tulis @desty_ester_silitonga.

@bayu.putra.338 menambahkan, “Ya ampun Nyaiii. Hebaaaaaat banget sebar uang.”

Dilanjutkan @rickysuhendar08, “Bagi-bagi rezeki entar berkah.”

“Bener-bener orang kaya,” @ristyaelviramr. (bdn)

 

Link video:

https://www.youtube.com/watch?v=pIFUIFuW0sg

Heboh Video Habib Rizieq Akhirnya Pulang ke Indonesia!!

0

BOGORDAILY- Sebuah video tentang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, sedang di terminal kedatangan sebuah bandara, viral. Rizieq disebut-sebut pulang ke Tanah Air.

Imigrasi mengatakan sejauh ini belum ada data perlintasan Rizieq masuk ke Tanah Air.

Dilihat video tersebut berdurasi 1 menit 9 detik. Rizieq tampak memakai sorban putih dan gamis putih.

Habib Rizieq terlihat keluar dari bangunan seperti bandara. Dia disambut jemaah dengan selawat dan takbir.

Ketua Tim Bantuan Hukum FPI, Sugito Atmo Prawiro mengatakan belum mendengar kabar soal Rizieq tersebut. “Saya belum ada kabar, nanti saya cek,” kata Sugito seperti dilansir detik.com, Sabtu (30/11/2019).

Sementara itu, Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Ronny F Sompie mengatakan belum ada data perlintasan Rizieq masuk ke Indonesia. Namun, pihaknya masih akan mengecek.

“Sudah dicek di Bandara Soekarno-Hatta, Juanda dan Batam, belum ada perlintasan. Yang lainnya masih kita cek kembali,” kata Ronny terpisah. (bdn)

Serem!! Begal di Citeureup Bogor Ditumbuk Seperti Tahu Gejrot. Nih Videonya!!

BOGORDAILY- Seorang begal tertangkap kawasan Jalan Baru Citeureup Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019). Videonya sedang viral di media sosial, lantaran begal itu dipukuli dan ditumbuk seperti layaknya makanan tahu gejrot.

Video yang diunggah Tumiyem Benakat itu sudah ditonton lebih dari 34 ribu kali dan di share 340 orang.

Hingga kini, belum didapat keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Berikut link videonya:

https://www.facebook.com/edo.sumsel.98/videos/513714235894245/

 

 

 

 

 

 

Melihat Warung Makan Dalam Kolam Ikan yang Viral!!

0

BOGORDAILY- Warung makan ini mendadak viral di media sosial. Ini berkat ide unik mereka mendirikan warung makan di atas kolam ikan. Artinya, bagi para pengunjung yang tertarik menikmati hidangan di tempat tersebut, harus siap-siap melepas alas kaki mengingat lantai ruangan dipenuhi air dan ratusan ikan nila yang masih kecil-kecil.

Lantas, seperti apa sensasi menyantap makanan sembari bermain dengan ikan-ikan tersebut? Tidak perlu khawatir, pemilik Soto Cokro Kembang di Sleman, Yogyakarta, ini telah menyediakan puluhan meja makan dan kursi yang cukup tinggi dan disediakan pula sanggahan kaki.

Jadi bila pengunjung tidak ingin merendam kakinya terlalu lama, mereka bisa menaikkan kakinya ke atas sanggahan tersebut, dan menikmati hidangan dengan tenang. Namun bila ditilik lebih jauh, warung makan ini sebetulnya sangat direkomendasikan bagi wisatawan yang hobi berlibur bersama keluarga.

Selain menikmati beragam hidangan lezat, Anda juga bisa melihat keseruan si kecil saat bermain dengan ikan ratusan ikan nila yang menggemaskan. Alhasil, suasana pun akan menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Tak hanya itu, pemandangan di sekitar warung juga tidak kalah cantiknya. Pemilik warung membangun tempat ini tepat disebelah taman bunga yang asri. Bila datang di waktu yang tepat, Anda bisa menikmati momen makan siang sembari menikmati hamparan bunga-bunga nan cantik dan penuh warna.

Nah, untuk menu makanannya sendiri, makanan andalan warung ini adalah olahan soto sapi khas Madiun, Jawa Timur. Tetapi ada beberapa hidangan lezat lainnya yang bisa dipesan pengunjung antara lain, nasi pecel dalam pincuk, nasi uduk ungu, beragam jajanan seperti mendoan, sate telur, dan masih banyak lagi.

Sementara untuk minumannya, pengunjung bisa memesan beragam jenis jamu seperti es kunir asem, es beras kencur, es gula asem, dan es teh manis. Seluruh hidangan dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp3 ribu – Rp18 ribu.

Bagi pengunjung yang phobia air juga tidak perlu khawatir. Warung makan ini juga menyediakan area outdoor yang tidak kalah instagramablenya dengan suasana di dalam ruangan.

 

Selamat liburan!

Taman Corat-Coret Bogor Mulai Dipenuhi Kritik Pedas Ini…

BOGORDAILY- Melintas di Jalan Ahmad Adnawijaya, Bogor Utara, Kota Bogor, tepatnya di persimpangan Jalan Pandu Raya, Anda akan menemukan sebuah taman yang cukup unik. Dibilang unik, karena nama taman ini adalah ‘Taman Corat-Coret’.
Sesuai dengan namanya, Taman Corat-Coret memang digunakan bagi para graffiti untuk menyalurkan hobinya.
Lihat saja, di taman ini hampir semua dinding dipenuhi gambar dan tulisan hasil karya para graffiti. Taman Corat Coret ini diresmikan oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto pada 10 Januari 2016 lalu.

Taman ini memiliki luas sekitar 440 meter. Setiap hari, terutama akhir pekan taman ini selalu dipenuhi muda-mudi untuk berfoto dan melihat-lihat graffiti. Para penggemar mural juga memanfaatkan taman ini untuk mencari inspirasi.

Namun dalam beberapa Minggu ini, Taman Corat-Coret dihiasi lukisan mural yang mengkritik Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pantauan di lokasi setidaknya ada 3 bagian dinding lukis yang dilukis menyinggung PSSI dan bernada kritikan di antaranya “Timnas Krisis Federasinya Apatis”, “PSSI Bobrok”, dan “PSSI Penuh Polemik”.

Lukisan mural yang menyinggung PSSI itu pun menarik perhatian warga sebab jarang Taman Corat-coret menampilkan lukisan mural yang bernada kritikan atau aspirasi.

Salah seorang petugas jaga taman Corat-coret, Ujang mengatakan lukisan mural PSSI ini sudah ada sekira sebulan yang lalu saat PSSI menjadi perhatian pecinta sepak bola karena menggelar kongres pemilihan Ketua Umum.

“Tulisan itu sudah ada sejak sebulan yang lalu, siapa yang membuatnya kita gak tau, karena di sini kan banyak yang suka melukis mural,” ujar Ujang, seperti dilansir Ayobogor.com, Jumat (29/11/2019).

Taman Corat-coret dibangun selain sebagai upaya untuk menjadikan Kota Bogor sebagai kota seribu taman, juga ditujukan untuk mencegah aksi vandalisme. Sesuai dengan fungsinya itu masyarakat diizinkan melukis mural pada dinding grafiti yang disediakan.

Pembangunan Taman Corat-coret melibatkan komunitas grafiti di kota hujan untuk membuat coretan gambar yang ada di 25 tembok coretan. Selain tembok coretan, di bagian depannya terdapat pula kaca transparan berukuran besar yang juga digunakan sebagai media mural.

Kemudian, seperti taman-taman lainnya, terdapat pula bangku-bangku taman dan aksesori lain. Lampu taman ini sebagian di antaranya menghadap khusus ke arah tembok grafiti sehingga malam hari taman terlihat eksotis.

Namanya yang lekat dengan anak-anak muda membuat taman ini kerap dipenuhi anak-anak muda Kota Bogor. Kebanyakan dari mereka datang ke sini untuk berfoto-foto atau hanya sekadar nongkrong dengan teman-teman atau komunitasnya. (bdn)

Entrepreneur Ciputrapreneur

0

Oleh: Dahlan Iskan

Tidak ada lagi orang seperti Ciputra. Yang meninggal dunia di Singapura 27 November lalu. Di usia beliau yang 88 tahun.

Dan tidak akan ada lagi.

Tidak akan ada orang yang berjuang keras untuk memajukan sebuah perusahaan daerah –lalu mendapat penghargaan besar seperti beliau.

Termasuk mendapat saham –biarpun kecil.

Zaman sudah berubah.

Jangankan penghargaan. Jangankan diberi saham. Salah sedikit justru akan masuk penjara!

Awalnya Ciputra memajukan perusahaan daerah milik Pemda DKI Jakarta. Yang belakangan terkenal dengan nama PT Pembangunan Jaya.

Itulah karir pertama Ciputra di dunia usaha. Setelah beliau lulus dari ITB Bandung.

Beliau dipercaya oleh Gubernur Jakarta Soemarno. Tidak diberi modal. Hanya diberi proyek: Pasar Senen.

Yang setor modal –menurut catatan Christianto Wibisono– hanya empat orang: Hasyim Ning, Agus Musin Dasaat, Sucipto (Asuransi Bumiputera), dan Yusuf Muda Dalam (Gubernur BI saat itu).

Mereka itulah yang dikenal sebagai orang kaya raya di akhir masa pemerintahan Bung Karno.

Belum ada Lim Sioe Liong, Mochtar Riady, Bambang Hartono, apalagi Dato Tahir.

Di tangan Ciputra perusahaan daerah itu maju pesat. Lebih maju lagi di zaman Gubernur Ali Sadikin. Yang gila membangun itu.

Gubernur berikutnya memercayainya lagi. Sampai tujuh gubernur.

PT Pembangunan Jaya berada di tangan orang hebat dalam kurun waktu yang panjang. Sekali lagi, kemajuan yang nyata hanya bisa diraih oleh pemimpin yang hebat –dalam kurun waktu yang panjang.

Pemimpin yang hebat biasanya juga melahirkan banyak doktrin. Doktrin tertingginya adalah entrepreneurship: “Pengusaha adalah siapa pun yang bisa mengubah rongsokan menjadi emas”.

Taman Impian Jaya Ancol adalah salah satu rongsokan itu. Ancol telah menjadi legenda Ciputra: dari pantai comberan, sarang nyamuk, gelandangan, jin buang anak, menjadi taman rekreasi impian.

Banyak lagi, puluhan karya Ciputra yang seperti itu.

Lalu ini: bermetamorfosis!

Setelah melahirkan banyak pemimpin muda di perusahaan daerah itu –salah satunya Eric Samola, mentor saya– Ciputra menjadi ‘kurang pekerjaan’.

Banyak sekali kesibukan yang sudah diserahkan kepada para pemimpin muda. Ciputra tinggal menjadi semacam Mentor Agung.

Ia memilih menjadi bukan siapa-siapa lagi – -secara struktur. Tapi Ciputra masih seperti memiliki veto. ‘Kata Pak Ci’ sudah seperti keputusan RUPS.

Ciputra memang telah melahirkan corporate culture yang kuat di lingkungan PT Pembangunan Jaya. Yang sebenarnya itu adalah Ciputra Culture!

Di masa ‘kurang pekerjaan’ itulah Ciputra melahirkan usaha baru. Bukan lagi Pembangunan Jaya tapi rasa Pembangunan Jaya: PT Metropolitan Development. Yang deretan gedungnya bermegah di Jalan Thamrin Jakarta itu. Yang salah satunya terkenal dengan gedung
World Trade Centre itu. Sebelum dijual ke Murdaya Poo.

Di Metropolitan Development, Ciputra hanya melibatkan para senior di jajaran pimpinan puncak PT Pembangunan Jaya. Empat orang. Yang sama-sama sangat berjasa di awal memajukan Pembangunan Jaya. Yang sama-sama masih merasa punya kapasitas lebih. Yang sama-sama sudah ‘kekurangan pekerjaan’.

Sambil mengawasi yang muda-muda di Pembangunan Jaya, para senior itu mengembangkan perusahaan mereka sendiri.

Sukses pula.

Metropolitan Development menjadi grup perusahaan papan atas di Indonesia. Di grup ini rasa Pembangunan Jaya 50 persen. Rasa Ciputra pribadi 50 persen.

Lalu ini: bermetamorfosis lagi.

Anak-anak Ciputra mulai besar. Yang empat orang itu –dua wanita, dua laki-laki. Mulai pula punya menantu.

Ciputra menganjurkan rekan sesama senior itu untuk memiliki perusahaan sendiri. Di luar grup Pembangunan Jaya dan di luar grup Metropolitan.

Pun Ciputra sendiri. Mendirikan Grup Ciputra. Yang 100 persen rasa Ciputra. Yang 100 persen milik keluarga.

Di sini Ciputra tidak harus lagi bertanggung jawab pada negara (Gubernur dan DPRD). Seperti di PT Pembangunan Jaya.

Tidak pula harus bertanggungjawab pada partner. Seperti di Metropolitan.

Di Ciputra Group, Ciputra hanya bertanggung jawab pada dirinya sendiri.

Di sinilah Ciputra bebas mengangkat anaknya sendiri, menantunya, cucunya dan siapa pun menjadi eksekutif perusahaan.

Sekali lagi: sukses.

Sukses satu menarik gerbong sukses berikutnya.

Sama-sama sukses, mana yang lebih puas: memimpin Pembangunan Jaya, Metropolitan atau Ciputra Group?

Itu pernah saya tanyakan kepada beliau. Saya memang beberapa kali berbincang dengan beliau. Sejak saya masih muda dulu. Berguru pada beliau.

Jawab Pak Ciputra: Yang paling memuaskan adalah mengembangkan perusahaan keluarga!

Mengabdi ke negara sudah. Mengabdi ke sesama teman sudah. Terakhir mengabdi untuk kejayaan keluarga.

Ups, bukan yang terakhir.

Pak Ciputra selalu ingin mengabdi ke masyarakat. Ia melihat mayoritas rakyat Indonesia orang pribumi yang miskin.

Maka Ciputra ingin memasyarakatkan entrepreneurship ke masyarakat. Secara luas. Apa saja akan di-Entrepreneur-kan oleh Ciputra.

Bupatipreneur.

Menteripreneur.

Sekolahpreneur.

Gurupreneur.

Ia begitu bangga kalau melihat ada pribumi yang masuk bisnis. Apalagi bisa berkembang. Lalu maju.

Hanya itu yang bisa membuat pribumi maju: menumbuhkan jiwa Entrepreneur kepada mereka. Menumbuhkan jiwanya. Bukan memanjakannya.

Bisnis beliau memang sangat besar. Tapi tidak bisa dibilang rakus. Karena itu beliau tidak bisa menjadi yang terbesar.

Beliau memang bukan konglomerat terbesar di Republik ini. Tapi beliau punya nama besar dengan reputasi besar.

Termasuk di bidang olahraga –terutama bulutangkis. Sebagian laba dari Jawa Pos misalnya, mengalir untuk pembinaan bulu tangkis. Lewat klub Jaya Raya.

Beliau juga pernah gila sepak bola. Membiayai klub Jayakarta. Tapi kasus suap menyuap di sepakbola melukai hatinya. Tidak cocok dengan filosofi yang dikembangkannya.

Jayakarta dibubarkan.

Reputasi beliau di bidang kesenian apalagi. Beliau adalah konglomerat yang paling cinta seni. Aneh. Bisnis dan seni bisa menyatu di jiwa Ciputra.

Di bidang seni warisan terakhir beliau adalah Artpreneur. Di Kuningan Jakarta itu. Ratusan miliar rupiah dihabiskan Ciputra untuk membangun museum pelukis Hendra. Juga untuk membangun gedung opera terbaik Indonesia!

Mungkin karena jiwa seninya yang total itu bisnis Ciputra tergolong bisnis yang menegakkan etika.

Alenia terakhir ini mungkin juga ingin diucapkan Ciputra sendiri pada generasi penerusnya.

Anak cucunya.

Termasuk saya.(Dahlan Iskan)

Ratusan Pecinta Game Mobile Legends Ramaikan The Breeze BSD City Dalam Acara “Nongkrong Esport Kuy!”

0

BOGORDAILY – Saat ini, industri esports sedang menjadi fenomena global dan juga berkembang sangat pesat di Indonesia. Sinar Mas Land secara berkelanjutan mendukung berbagai kegiatan turnamen game online. Kali ini, Sinar Mas Land melalui BSD City menjadi tuan rumah untuk pertemuan para pemain Mobile Legends Bang Bang (MLBB), sebuah game online yang sangat popular di Asia Tenggara. Acara bertajuk “Nongkrong Esports Kuy!” ini diselenggarakan pada 23-29 November 2019 di The Breeze, BSD City.

Acara ini diinisiasi oleh Ternakopi, sebuah jaringan bisnis kopi lokal yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep, pengusaha muda di bidang food and beverage (F&B) yang juga penyuka game online. Kaesang sendiri memiliki tim MLBB bernama Genflix Aerowolf yang mengorganisir acara ini. Selain Kaesang, Nongkrong Esport Kuy! juga turut dihadiri oleh Michael Widjaja (Group CEO – Sinar Mas Land), Jessnolimit (MLBB Esport Content Creator), Aswin Atonie (Moonton) Anthony Gan (CEO – Gan Capital) dan Wesley Harjono (CEO – GK Plug and Play Indonesia). Acara ini juga dimeriahkan dengan talkshow oleh esport pro-player Clara Mongstar, Gianluigi, Edward Arifin, JessNoLimit, Brandon Kent dan Citra Cantika. Talkshow ini dipandu oleh Coki dan Muslim.

Michael Widjaja, (Group CEO Sinar Mas Land) (kanan), Kaesang Pangarep (Founder Ternakopi) (tengah) beserta JessNoLimit (MLBB Esport Content Creator) (Kiri) bermain game online Mobile Legend bersama pada acara Nongkrong E-sport Kuy di The Breeze, BSD City, Jumat, 29/11/2019. BSD City yang saat ini sedang bertransformasi menjadi smart digital city tengah berusaha menciptakan ekosistem digital dan kreatif yang nantinya akan dikumpulkan dalam kawasan Digital Hub. Event ini merupakan bentuk dukungan Sinar Mas Land terhadap komunitas pecinta E-sports.

Irawan Harahap, Project Leader Digital Hub dari Sinar Mas Land mengatakan, “Menyusul beberapa online game tournament yang telah dilakukan di BSD City, kali ini kami menyasar target yang lebih muda melalui game Mobile Legends Bang Bang. Walaupun usia rata-rata pemain terbilang cukup muda, game Mobile Legends telah menjadi fenomena di Asia Tenggara bahkan memiliki komunitas yang besar dan kuat. Oleh karena itu kami turut mendukung pelaku dan komunitas game online agar bisa terus berkembang serta mendorong ekosistem digital yang kini tumbuh dengan luar biasa. Sinar Mas Land akan terus memfasilitasi perkembangan ini, demi terciptanya millenial talents yang dapat memajukan industri digital kreatif; khususnya dalam perkembangan proyek Digital Hub di BSD City yang kami dedikasikan untuk startup dan perusahaan multinasional di bidang teknologi dan digital.”

Ternakopi MLBB Campus Tournament mempertemukan tim gamers online yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di BSD City dan sekitarnya. Agenda MLBB campus tournament yang dimeriahkan oleh caster dari Majelis Lucu Indonesia (MLI) Gaming ini memperebutkan hadiah dengan total nilai Rp 300,000,000 untuk 17 pemenang berupa uang tunai, motor Honda Vario dan mobil Toyota Avanza Veloz.

Michael Widjaja, (Group CEO Sinar Mas Land) (kanan), Kaesang Pangarep (Founder Ternakopi) (tengah) beserta JessNoLimit (MLBB Esport Content Creator) (Kiri) bermain game online Mobile Legend bersama pada acara Nongkrong E-sport Kuy di The Breeze, BSD City, Jumat, 29/11/2019. BSD City yang saat ini sedang bertransformasi menjadi smart digital city tengah berusaha menciptakan ekosistem digital dan kreatif yang nantinya akan dikumpulkan dalam kawasan Digital Hub. Event ini merupakan bentuk dukungan Sinar Mas Land terhadap komunitas pecinta E-sports.

“Kami mengadakan acara ini untuk mempertemukan dua budaya yang saat ini sedang booming; main game dan ngopi. Acara ini dilakukan dengan santai namun memiliki niat yang besar untuk meningkatkan kualitas esports gamers agar mulai serius bermain game di tingkat professional. Dengan begitu, para gamers bisa memiliki penghasilan, bukan sekedar hiburan semata. Ternakopi juga mengambil kesempatan ini untuk memperkenalkan produk terbaru kami yaitu Ini Cold Brew,” ujar Kaesang Pangarep.
Standup comedy, youth market, edukasi esport, meet & greet dan fun match (tim MLI vs tim bintang tamu) juga memeriahkan acara yang didukung oleh Sinar Mas Land, Moonton dan Aerowolf Esports Team. (*)

Ini Toh Video Viral Pria Bertato yang Maling Motor di Cilebut Bogor Itu

BOGORDAILY – Maling motor ini bener-bener apes. Aksinya terekam dan kini sedang diburupolisi.

Rekaman video CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian di Perumahan Bumi Pertiwi Cilebut viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat, pelaku berjumlah 3 orang pria menyatroni rumah warga.

Tampak salah satu pria yang masuk ke dalam rumah dengan memanjat pagar, memakai baju kaos dan celana panjang serta terlihat ada tato lengan kirinya.

Pria kedua yang menerima sepeda di luar pagar tampak memakai helm. Pelaku Yang memakai helm ini, juga tampak memiliki tato di kedua tangannya.

Untuk pelaku terakhir, wajah dan ciri-cirinya tidak terlihat jelas dalam rekaman CCTV. Dia tampak memakai baju kaos, bercelana panjang, berkacamata dan menggunakan topi.

Sementara itu, Polisi akan menyelidiki kasus pencurian 3 sepeda di rumah salah satu warga di Perumahan Bumi Pertiwi Cilebut, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penyelidikan awal dilakukan dari CCTV yang diperoleh.

“Saat ini CCTV sudah dibawa oleh Bhabinkamtibmas untuk pengembangan penyelidikan,” kata Kapolsek Sukaraja AKP Ari Trisnawati Setyoningsih, kepada wartawan, Jumat (29/11/2019).

“Jadi saat ada pelaporan (informasi adanya pencurian), dari polsek, Bhabinkamtibmas-nya meluncur ke TKP,” lanjut dia.

AKP Ari mengatakan korban yang 3 sepedanya dicuri dari rumahnya itu, sejauh ini belum membuat laporan polisi (LP) karena sedang ibadah umrah di Tanah Suci. Meski demikian polisi tetap melakukan penyelidikan awal sambil menunggu korban membuat LP.

AKP Ari menjelaskan, korban perlu membuat pelaporan ke kantor polisi. Itu diperlukan sebagai landasan polisi dalam melakukan penyelidikan kasus pencurian ini.

“Jadi kami (polisi) butuh dasar. Kan dasar penyelidikan harus ada LP-nya dulu, prosedurnya sudah jelas. Kalau kita mau melakukan penyelidikan, harus ada LP, harus ada yang melaporkan. Dasar itulah kita bergerak. Kan kita enggak bisa sembarangan. Kita nangkap orang, nggak punya dasar, kita bisa kena sanksi dong,” bebernya.

Ditambahkan AKP Ari, polisi sementara ini telah meningkatkan pengamanan di kawasan Cilebut. Polisi, melakukan pengamanan dengan patroli keliling.

Selain itu, polisi melalui Bhabinkamtibmas akan melakukan antisipasi dan pengamanan dengan siskamling bersama warga sekitar. Hal ini dilakukan agar kasus pencurian di kawasan Cilebut bisa diantisipasi.

“Polisi berupaya antisipasi dengan mengikutsertakan peran masyarakat juga. Yang jelas, patroli di perumahan-perumahan mulai ditingkatkan dan Bhabinkamtibmas, meningkatkan untuk siskamling,” pungkas Ari.(bdn)

INILAH VIDEONYA:

Viral, Rekaman Pria Bertato Maling Motor di Cilebut Bogor

BOGIRDAILY – Rekaman video CCTV yang memperlihatkan aksi pencurian di Perumahan Bumi Pertiwi Cilebut viral di media sosial.
Dalam video itu terlihat, pelaku berjumlah 3 orang pria menyatroni rumah warga.

Tampak salah satu pria yang masuk ke dalam rumah dengan memanjat pagar, memakai baju kaos dan celana panjang serta terlihat ada tato lengan kirinya.

Pria kedua yang menerima sepeda di luar pagar tampak memakai helm. Pelaku Yang memakai helm ini, juga tampak memiliki tato di kedua tangannya.

Untuk pelaku terakhir, wajah dan ciri-cirinya tidak terlihat jelas dalam rekaman CCTV. Dia tampak memakai baju kaos, bercelana panjang, berkacamata dan menggunakan topi.

Sementara itu, Polisi akan menyelidiki kasus pencurian 3 sepeda di rumah salah satu warga di Perumahan Bumi Pertiwi Cilebut, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penyelidikan awal dilakukan dari CCTV yang diperoleh.

“Saat ini CCTV sudah dibawa oleh Bhabinkamtibmas untuk pengembangan penyelidikan,” kata Kapolsek Sukaraja AKP Ari Trisnawati Setyoningsih, kepada wartawan, Jumat (29/11/2019).

“Jadi saat ada pelaporan (informasi adanya pencurian), dari polsek, Bhabinkamtibmas-nya meluncur ke TKP,” lanjut dia.

AKP Ari mengatakan korban yang 3 sepedanya dicuri dari rumahnya itu, sejauh ini belum membuat laporan polisi (LP) karena sedang ibadah umrah di Tanah Suci. Meski demikian polisi tetap melakukan penyelidikan awal sambil menunggu korban membuat LP.

AKP Ari menjelaskan, korban perlu membuat pelaporan ke kantor polisi. Itu diperlukan sebagai landasan polisi dalam melakukan penyelidikan kasus pencurian ini.

“Jadi kami (polisi) butuh dasar. Kan dasar penyelidikan harus ada LP-nya dulu, prosedurnya sudah jelas. Kalau kita mau melakukan penyelidikan, harus ada LP, harus ada yang melaporkan. Dasar itulah kita bergerak. Kan kita enggak bisa sembarangan. Kita nangkap orang, nggak punya dasar, kita bisa kena sanksi dong,” bebernya.

Ditambahkan AKP Ari, polisi sementara ini telah meningkatkan pengamanan di kawasan Cilebut. Polisi, melakukan pengamanan dengan patroli keliling.

Selain itu, polisi melalui Bhabinkamtibmas akan melakukan antisipasi dan pengamanan dengan siskamling bersama warga sekitar. Hal ini dilakukan agar kasus pencurian di kawasan Cilebut bisa diantisipasi.

“Polisi berupaya antisipasi dengan mengikutsertakan peran masyarakat juga. Yang jelas, patroli di perumahan-perumahan mulai ditingkatkan dan Bhabinkamtibmas, meningkatkan untuk siskamling,” pungkas Ari.(bdn)

Heboh!! Mahasiswa Unpak Demo di Dalam Mall Botani Square. Nih Videonya!!

0

BOGORDAILY- Mall Botani Square mendadak heboh. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pakuan berunjuk malakukan longmarc di dalam mall paling populer di Kota Bogor itu.

Sambil membentangkan spanduk berwarna putih, mereka berkeliling mall itu, sambil menyanyikan yel-yel Aksi mereka pun jadi tontonan warga.

Aksi demonstrasi mahasiswa di dalam mal itu beredar viral di media sosial Twitter. Mahasiswa tersebut berjalan menyusuri lorong mall sambil melakukan orasi.

Aksi yang terekam video berdurasi 30 detik itu terjadi pada Kamis 28 November 2019. Dalam video tampak sejumlah mahasiwa berjalan menyusuri mal sambil membawa spanduk dan bendera di tengah ramainya pengunjung.

Hasil penelusuran BOGORDAILY, video tersebut direkam di dalam Mal Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Pakuan.

Salah satu peserta aksi, Raksa mengatakan sebenarnya video yang viral di media sosial itu bukanlah aksi demo yang sesungguhnya terjadi.

Raksa menceritakan, awalnya ia bersama sekitar 30 orang temannya itu baru saja menggelar aksi demo berjalan mengitari seputaran Kebun Raya Bogor (KRB) dengan titik kumpul di kawasan Tugu Kujang.

“Teman-teman KM Unpak bikin aksi diam di Kebun Raya pertama di Tugu Kujang. Tuntutannya terkait pertanggungjawaban terkait mereka yang gugur demo di Jakarta, lalu kasus teman kami (mahasiswa Unpak) yang pernah dipukul polisi dan bebaskan Luthfi. Itu jalan kakinya di trotoar saja kok,” kata Raksa, seperti dikutif Suara.com, Jumat (29/11/2019).

Tiba-tiba, lanjut Raksa, hujan turun saat mereka tengah aksi. Sontak, mereka membubarkan diri untuk mencari tempat berteduh dan memilih ke Mal Botani Square yang berada tepat di depan Tugu Kujang.

“Nah pas itu masuk saja lewat dalam mal mau balik ke kampus. Di situ, sekalian saja kami kampanye kepada masyarakat bahwa keadaan negara sedang tidak beres. Bukan orasi juga sih, lebih ke yel-yel sambil lewat saja,” kata dia.

Oleh karena itu, ia membantah mahasiswa sengaja atau terencana melakukan aksi demo di dalam mal. Raksa juga menyebut, bahwa petugas keamanan mal justru mengawal mereka secara ramah berjalan sampai ke pintu belakang.

“Menumpang lewat saja, situasional,” kata dia. (bdn)