Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8666

Jelang Nikah, Cucu Miliarder Ditangkap Polisi

0

BDN – Cucu miliarder Kartini Muljadi, Richard Muljadi, terpaksa tersangkut masalah hukum. Jelang pernikahannya pada 6 September nanti, Richard justru ditangkap polisi karena kasus narkotika. Calon suami Shalvynne Chang itu kegap mengisap kokain di toilet restoran.

Calon istri aktor Denny Sumargo yang merupakan saudara sepupu Richard Muljadi, Dita Soedarjo, pun angkat bicara. Bos es krim ternama ini hanya berharap pernikahan Richard Muljadi yang rencananya digelar pada 6 September 2018 tetap berlangsung. Ia tidak mau acara tersebut batal begitu saja. “Semoga nggak harus diundur. Kasihan, sedih kalau harus diundur,” ungkap Dita Soedarjo, Rabu (22/8/2018) malam.

Pasalnya, hampir seluruh persiapan pernikahan sudah nyaris mencapai seratus persen. Richard Muljadi dan kekasihnya, Shalvynne Chang, pun sudah mengurus pernikahan sejak jauh-jauh hari.

Kendati begitu, Dita Soedarjo tidak memungkiri jelas pesta pernikahan pasti selalu dihantui banyak cobaan. Tak heran jika ia juga meminta Shalvynne Chang agar tabah menghadapi ujian tersebut. “Namanya mau wedding memang suka banyak cobaan, be strong Shalvynne dan berdoa. Tuhan nggak akan tingalkan kita,” tutur Dita.

Terlepas dari itu, putri konglomerat Soetikno Soedarjo itu pun mendoakan agar masalah yang tengah menimpa Richard Muljadi cepat selesai. “Pokoknya saya doakan yang terbaik,” ucap Dita.

Untuk diketahui, Richard Muljadi diringkus polisi saat hendak menggunakan kokain di toilet sebuah restoran mewah kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (22/8/2018) dini hari. Dari situ, polisi menyita iPhone X hitam dan satu lembar uang pecahan 5 dolar Australia.

Dari informasi terkini, hasil tes urine menunjukkan Richard Muljadi positif kokain.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kasus itu terungkap pada Rabu (22/8) dini hari. Saat itu perwira menengah Kombes Herry Heryawan atau biasa dipanggil Herrimen berada di restoran yang sama dengan Richard. “Pada saat yang bersangkutan (Herrimen, red) mau ke kamar mandi, ternyata kamar mandi dipakai sama orang,” ujar Argo kepada wartawan di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (22/8/2018).

Argo menjelaskan, Herrimen saat itu cukup lama menunggu pria yang ada dalam toilet itu untuk keluar. Tak lama pria tersebut yang belakangan diketahui adalah Richard Muljadi, keluar meninggalkan toilet. “Jadi setelah keluar dari kamar mandi dan Pak Herrimen menemukan bahwa di atas handphone di layar itu ada serbuk putih di sana,” ungkapnya.

Mengetahui hal itu, Herrimen kemudian menginterogasi singkat Richard dan mengamankan barang bukti tersebut. Herrimen kemudian meminta bantuan Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk mengamankan Richard.

“Karena yang bersangkutan seorang reserse, dia mengetahui dan dibawa barbuk tersebut. Kemudian setelah dibawa ke polda, kemudian diserahkan kepada Direktorat Narkotika,” lanjut Argo.

Anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya kemudian mbawa Richard ke Labfor untuk tes urine. Hasil tes urine Richard positif narkotika. “Di Labfor sudah diambil darah dan rambut serta kemudian tes urine. Tes urine positif kokain dan benzo,” ucap Argo.

Dikonfirmasi terpisah, Herrimen membenarkan adanya peristiwa tersebut. Herrimen mengaku tidak mengetahui siapa sesungguhnya pria yang dia tangkap di toilet itu. “Saya nggak kenal. Saya spontan saja (menangkap, red),” tutur perwira polisi yang pernah mengungkap 1 ton sabu itu.

Sopir Main Hp, Bus Hantam Tebing lalu Terbalik

0

BDN – Kecelakaan yang melibatkan bus tujuan Samarinda-Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), kembali terjadi di Paser, Selasa (21/8). Angkutan bermuatan 31 penumpang itu terbalik di perbatasan Kecamatan Kuaro-Batu Sopang atau tepatnya di Gunung Rambutan sekitar pukul 23.30 WITA.

Dari informasi yang dihimpun Kaltim Post (Jawa Pos Group), bus dengan nomor pelat KT 7039 AK dikemudikan Karji Agung Pambudi, 53. Angkutan itu berangkat dari Terminal Bus Samarinda di Samarinda Seberang, sehari sebelum Idul Adha.

Sementara hingga tadi malam, Kasatlantas Polres Paser AKP Syarifah Nurhuda belum memberikan pernyataan. Namun Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Paser M Guntur mengatakan, saat bus terbalik, kondisi cuaca tengah hujan. Sehingga membuat jalan poros becek dan licin. Kondisi itulah yang diduga menjadi penyebab bus tergelincir.

Dia mengungkapkan, saat lepas kendali, bus sempat menghantam tebing kemudian terbalik. Sopir dan penumpang yang mengalami luka-luka lalu dibawa ke Puskesmas Kuaro. “Tapi tak ada korban jiwa. Hanya luka-luka,” tegasnya kemarin.

Guntur menuturkan, anggota Satlantas Polres Paser sudah memintai keterangan sejumlah saksi mata yang melihat insiden tersebut. “Ada saksi yang melihat, sopir bus saat mengemudi sambil mengoperasikan handphone. Padahal saat itu kendaraan dalam kecepatan tinggi,” bebernya.

Belum lagi, tambah dia, lokasi terjadinya kecelakaan itu berada di tanjakan. Dari hasil pemeriksaan aparat kepolisian, Guntur mengatakan sopir sementara ditetapkan sebagai tersangka karena diduga lalai mengendarai Bus Pulau Indah berwarna kuning itu. Kendaraan pun secepatnya dievakuasi dan diamankan di Polsek Kuaro.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus di Paser bukanlah kali pertama terjadi. Pada 23 Maret 2018 lalu, insiden serupa terjadi di Desa Lolo, Kecamatan Kuaro, Paser. Bus yang mengangkut 26 penumpang itu sedianya akan ke Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel. Mereka dari Samarinda untuk menghadiri Haul ke-13 Guru Sekumpul.

Bus nahas itu berangkat dari Samarinda pukul 09.00 WITA. Namun, sekitar pukul 16.00 WITA, rombongan yang harusnya menuju Kalsel justru lurus ke arah Kecamatan Tanah Grogot, Paser.

Sempat berputar-putar di Tanah Grogot karena tak tahu arah jalan, akhirnya bus berbalik menuju Banjarmasin. Namun, baru berjalan 15 kilometer. Tepatnya di Desa Lolo, Kecamatan Kuaro, Paser, bus terbalik. Tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun belasan orang mengalami luka-luka sehingga mereka batal menghadiri haul tersebut.

Isu Mahar Rp 500 Miliar Tak Mempan Bagi Sandi

0

BDN – Tuduhan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief soal dugaan Sandiaga Uno memberikan mahar ke PKS dan PAN, tidak akan memberikan pengaruh berarti terhadap elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi. Pasalnya, dugaan mahar itu sebatas tudingan dan belum ada proses hukum untuk membuktikannya.

Analisis politik itu diungkapkan oleh pengamat politik Ujang Komarudin terkait isu mahar dan elektabilitas pasangan capres di Pilpres 2019.

“Saya pikir itu baru sebatas isu dan rumor. Akan berdampak dan berpengaruh jika terbukti di pengadilan,” ujar Ujang, Rabu (22/8).

Pengajar di Universitas Al Azhar Indonesia itu menambahkan, mahar dalam politik sulit untuk dibuktikan. Bahkan, kata Ujang, isu seperti itu jarang terbukti dan terungkap secara utuh.

“Hampir tidak pernah terdengar ada satu pun kasus pemberian uang dari calon kepala daerah, anggota dewan, maupun calon presiden yang terungkap dan dibawa ke pengadilan,” paparnya.

Karena itu, Ujang menganggap mayoritas masyarakat nyaris tak terpengaruh dengan rumor soal mahar meski sangat mungkin dan bisa saja ada faktanya.

“Saya kira adanya aliran dana biasa terjadi dalam pilkada, pileg, maupun pilpres, tapi untuk membuktikannya agak sulit,” pungkas Direktur Eksekutif Indonesia Political Review tersebut.

Sebelumnya Andi Arief dalam kicauannya di Twitter menyebut, Sandi memberikan uang ke PKS dan PAN masing-masing Rp 500 miliar. Menurutnya, uang itu ditujukan agar PAN dan PKS mendukung Sandi sebagai cawapres bagi Prabowo.

Ekonom-ekonom kelas wahid di barisan Jokowi dan Prabowo

0

BDN – Isu ekonomi salah satu masalah penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Dengan demikian capres-cawapres mendatang diharapkan mampu mengubah ekonomi Indonesia semakin baik

Oleh sebab itu, tim Jokowi dan Prabowo mulai menyiapkan ekonom-ekonom terbaik untuk membantu memberikan pandangan soal ekonomi Indonesia. Kubu Prabowo sendiri sudah membeberkan nama-nama ekonom, sementara Jokowi masih menyimpan rapat nama-nama ekonom yang masuk tim pemenangan. Namun, jika dilihat dari tim ekonomi Jokowi saat ini bisa dilihat siapa saja yang menjadi tim ekonomi Jokowi dalam pemerintahan. Berikut ulasannya:

1. Burhanuddin Abdullah

Kubu Prabowo-Sandiaga memilih Burhanuddin Abdullah sebagai salah satu tim ekonomi pada Pilpres 2019. Burhanuddin merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI). Pemikiran ekonominya tak perlu diragukan lagi, sebab dia pernah menduduki jabatan Menteri Koordinator Perekonomian di bawah Pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid.

Selain itu, Burhanuddin juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) periode 2003-2006, dan terpilih kembali untuk periode 2006-2008. Selama kariernya di Bank Indonesia ia pernah menduduki beberapa jabatan di dalam dan luar negeri.

2. Fuad Bawazier

Selanjutnya, ekonom dari kubu Prabowo-Sandiaga ialah Fuad Bawazier. Sebagian orang tentu mengenal sosok Fuad, dia merupakan menteri keuangan pada era Soeharto.

Sebelum menjabat menkeu, pria asal Tegal ini sempat menduduki jabatan sebagai Dirjen Pajak. Dengan pengalamannya tersebut pandangan mengenai ekonomi sudah dalam genggaman. Fuad juga merupakan anggota dewan pembina Partai Gerindra.

3. Drajad Wibowo

Dalam tim ekonom Prabowo-Sandiaga juga terdapat nama Drajad Wibowo. Drajad merupakan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Dia juga sempat menjabat sebagai komisaris BNI. Selain andal di bidang ekonomi, Drajad juga berasal dari partai koalisi Prabowo-Sandiaga yaitu PAN.

4. Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani ekonom dari kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Akan tetapi posisi tersebut batal lantaran Jokowi memintanya tetap fokus menjaga keuangan negara. Meski begitu, saat ini Sri Mulyani merupakan bagian dari ekonom pemerintahan.

Pemikiran mengenai ekonomi Sri Mulyani diakui dunia. Dia sempat menjadi direktur pelaksana bank dunia. Beberapa waktu lalu juga dinobatkan sebagai menteri terbaik dunia di World Government Summit.

Ini tips untuk tahu utang Anda baik atau buruk

BDN – Setiap orang di berbagai negara pasti memiliki utang. Bahkan penduduk di salah satu negara maju seperti Amerika Serikat pun pasti memiliki utang.

Dilansir CNBC, menurut studi Northwestern Mutual’s 2018 Planning & Progress, melaporkan jumlah penduduk Amerika yang tidak memiliki utang menurun dibandingkan tahun 2017.

Penasihat Keuangan, Carrie Schwab-Pomerantz mengatakan ini sebagai budaya utang. Sebuah penelitian terbaru oleh Charles Schwab menemukan bahwa bahkan mereka yang menjadi bagian dari Generasi Z (usia 16 hingga 20) sudah memiliki utang rata-rata USD 4,343.

Meski begitu, masih ada banyak kesalahpahaman tentang utang dan cara pendekatannya dengan benar. Seperti kredit rumah dan pinjaman untuk kuliah disebut utang buruk. Sementara kartu kredit disebut utang baik.

Untuk itu, Anda harus memahami terlebih dahulu tujuan dari utang itu sendiri. Seperti kredit rumah dan pinjaman kuliah adalah utang yang baik karena memiliki tujuan yang lebih besar dengan ekuitas atau potensi penghasilan di masa depan.

Namun, utang kartu kredit dianggap sebagai utang buruk karena biasanya disertai dengan suku bunga tinggi. Selain itu, Anda biasanya menggunakan kartu kredit untuk keperluan tersier.

Untuk itu, Schwab-Pomerantz menyarankan agar Anda bisa menekan jumlah utang Anda, baik kredit rumah, pinjaman kuliah, atau kartu kredit hingga 36 persen dari pendapatan Anda. Hal ini untuk menghindari ketidakmampuan Anda dalam membayar utang.

Gempa di Denpasar Bali Berkekuatan 5,4 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

0

BDN – Gempa kembali terasa di Denpasar, Bali dengan kekuatan 5,4 SR. Berdasarkan informasi BMKG, Kamis (23/8/2018) gempa tak berpotensi tsunami.

“#Gempa Mag:5.4, 23/08/2018 05:48:40 (Pusat gempa di laut 103 km BaratDaya Denpasar), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) III-IV Denpasar, III Mataram, III-IV Jimbaran, III-IV Kuta, III Lombok Barat, III Lombok Tengah, III Lombok Timur, II-III Jember, #BMKG,” demikian cuit @InfoBMKG.

Belum diketahui apakah gempa ini berkorelasi dengan gempa yang ada di Lombok atau tidak.

Sejumlah warga mengaku situasi masih aman dan tidak sampai membuat panik berlebihan. “Ga samapai buat goyang tiang listrik dan tanaman gantung. Situasi aman terkendali,” ujar Dani, warha Bali.

Tidak Boleh Ada Jalan Buntu, Bima Arya Sugiarto Tetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Angkahong

BOGOR DAILY – Saat sedang mengungkap lambatnya proses tindak lanjut status Pleger kasus korupsi pengadadaan tanah pasar jambu dua di Kota Bogor ( dikenal dgn kasus Angkahong ) , saya mendapat kiriman foto di bawah ini, dengan tambahan pesan, “Sampaikan pada pa Sugeng, dia akan faham maksud dari foto ini terkait surat mempertanyakan tindaknlanjut kasus jambu dua pada Kajati Jabar,” begitu redaksi pesan yang ditulis dalam surat yang dilayangkan ke Sugeng Teguh Santoso (STS).

Selaku Ketua Yayasan Satu Keadilan, saya telah  mengirimkan surat kepada Kajati Jabar, agar melakukan penyidikan lanjutan terkait pertimbangan putusan hakim PN Tipikor Bandung, yg menyatakan Bima Arya Sugiarto dan Ade Syarif Hidayat ( saat ini menjabat Walikota Bogor dan Sekdakot Bogor ), terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan terdakwa Ronny Nasrun Adnan dan dua terpidana lainnya. Permintaan saya jelasnya adalah agar Kejati Jabar, menetapkan Bima Arya sugiarto dan Ade Syarif Hidayat  sebagai tersangka serta menyidangkan perkara tersebut di pengadilan. Agar tercapai kepastian hukum bagi semua pihak.

Saya berusaha menganalisis korelasi kiriman foto tersebut di bawah ini, dengan upaya saya menegakkan hukum serta keadilan terkait surat saya ke Kejati Jabar. Foto berisi beberapa orang dengan tulisan Coffie Time dengan Dirdik kejagung  Bapak Waris S. Hanya dua orang yg saya bisa kenali dalam foto tersebut. Pertama saudara Dedie Rachim (Wakil Walikota Bogor terpilih, yang menjadi pasangan Bima Arya Sugiarto beserta dua orang lainnya yaitu Warih Sadono, Direktur penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI. Diduga pengambilan foto dilakukan setelah penetapan pasangan calon pilkada bogor 2018.

Dedie Rachim, saat ini adalah Wakil Walikota Kota Bogor  terpilih periode 2019 s/d 2024, berpasangan dengan Bima Arya Sugiarto  (Walikota Bogor terpilih 2019 s/d 2024, yang saya mintakan ditetapkan sebagai tersangka Tipikor lahan jambu dua atas dasar pertimbangan majelis hakim PN Tipikor Bandung yang dikuatkan dengan putusan MA. Dedie Rachim, sebelumnya bertugas cukup lama di KPK sebelum terjun di kancah  Pilwakot Bogor.

Sedangkan Warih Sadono, sudah saya kenal sejak 2004. Saat saya menangani kasus seorang pejabat di Kaltim yang terseret korupsi, disidik dan dituntut oleh KPK. Saat itu seingat saya, Warih merupakan Penuntut Umum KPK dalam perkara tersebut. Lama tak berjumpa, saat ini Warih Sadono menjabat sebagai Direktur Penyidikan tindak pidana khusus di Kejagung RI. Sebagai Dirdik saya faham, salah satu tugasnya adalah memantau dan  mensupervisi  proses penyidikan kasus2 korupsi dalam jajaran di bawahnya (Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia ) termasuk kasus-kasus korupsi di Kejati Jabar.

Jadi apakah foto yg dikirim dari seseorang pada saya ini punya makna ?

Pertemuan Dedie Rachim dan Warih Sadono bisa saja pertemuan kangen kawan lama sambil minum kopie. Namun apakah juga didalamnya ada agenda terselubung yaitu membicarakan kasus walikota Bogor Bima Arya yang saya mintakan ditetapkan sebagai Tersangka oleh Kejati Jabar. Perlu disadari, Dedie Rachim akan jadi walikota jika Bima Arya ditetapkan sebagai tersangka dan disidangkan sebgai terdakwa.

Beberapa kali, saya pernah bertemu dengan Hidayat Yudha P. Terpidana kasus Angkahong yg lain ( ada 3 terpidana kasus angkahong ), disampaikan Yudha, bahwa dirinya pernah diminta keterangan oleh Kejaksaan Tinggi Jabar sebagai Saksi untuk pihak  lainnya yg sedang diusut Kejati Jabar. Sampai saat ini nyaris dua tahun lebih, tidak ada perkembanga samaselai atas kasus pihak lain tersebut ( pihak lain yang dinyakan dalam putusan PN Tipikor Bandung, adalah Bima Arya sugiarto dan ade syarif hidayat). Bahkan belakangan santer terdengar di kota Bogor ada SP3 yg dikeluarkan terkait kasus Angkahong.

Benarkah sudah ada SP3 ?  SP3 atas nama tersangka siapa?

Setahu saya kasus Angkahong menyeret 5 orang, meliputi Ronny Nasrun Adnan, Hidayat Yudha P, Irwan Gumelar yang sudah mendekam di sel tahanan sebagai terpidana. Bima Arya Sugiarto dan Ade Syarif Hidayat yang dinyatakan bersama sama melakukan Tipikor dalam kasus aquo. Dalam konteks SP3 (dihentikan penyidikan), maka sudah ada tersangkanya tapi karena tidak cukup bukti dihentikan atau perkara tersebut bukan tindak pidana atau tersangkanya meninggal dunia. Apakah SP3 atas nama Tersangak Bima arya sugiarto ? Nah apakah foto tersebut di bawah ini bisa menjelaskan korelasi dengan SP3 ? gambar bisa bercerita 1000 makna.

Saya berharap Kejati Jabar dan Kejaksaaan Agung tidak mudah diintervensi sehingga rasa keadilan untuk 3 terpidana yang sudah dihukum tercederai, juga penegakkan hukum lumpuh sehingga kepercayaan masyarakat makin ambruk. Saya percaya Warih sadono, tetap progesional dan dapat menjalankan tugasnya. Ingat lho yang meminta Bima Arya Sugiarto dan Ade Syarif Hidayat, dinyatakan bersama sama melakukan adalah kejaksaan dalam surat dakwaannya. PN Tipikor Bandung sudah mengabulkan permintaan kejaksaan. Saatnya kejaksaan menetapkan Bima Arya dan Ade Yyarif sebagai tersangka Tipikor Angkahong.

Mari kita awasi bersama proses ini agar prinsip equality before the law ditegakkan. (*)

 

11.223 Hewan Kurban Disembelih di Kota Bogor

0

BDN – Berdasarkan data yang dihimpun Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Bogor, jumlah hewan kurban yang disembelih se-Kota Bogor mencapai 11.223 ekor. Dari jumlah itu, tercatat sapi yang disembelih sebanyak 2.045 ekor dan kambing berjumlah 9.178 ekor.

“Data tersebut berdasarkan rekapitulasi BAZ Kota Bogor hingga 21 Agustus 2018 dari enam kecamatan yang ada,” ungkap Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat usai melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha di Masjid Raya Bogor, Rabu (22/8/2018).

Ade merinci, di Kecamatan Tanah Sareal sapi yang dikurbankan berjumlah 605 ekor dan kambing berjumlah 2.052 ekor. Kecamatan Bogor Utara sapi berjumlah 464 ekor dan kambing 2.241 ekor. Kecamatan Bogor Barat ada 340 ekor sapi dan 1.079 ekor kambing. Kecamatan Bogor Timur ada 175 ekor sapi dan kambing 1.097 ekor. Lalu di Kecamatan Bogor Tengah terdapat 182 ekor sapi dan 914 ekor kambing. Dan terakhir di Kecamatan Bogor Selatan ada 279 ekor sapi dan 1.795 ekor kambing yang dipotong.

Dalam momentun Idul Adha ini Ade Sarip Hidayat memaknainya dengan meneladani keimanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar. “Dengan penuh ketulusan dan keikhlasan memenuhi atau menjalankan perintah Allah SWT. Jangankan harta, nyawa pun diserahkan dalam rangka hidup dengan ilmu Allah SWT,” kata Ade.

Gambaran yang diperlihatkan Nabi Ibrahim dan keluarganya, kata Ade, harus menjadi rujukan bagi umat muslim. “Tidak ada kata lain bahwa apa yang kita miliki adalah milik Allah SWT, gambaran pengorbanan Nabi Ibrahim dan keluarga mengajarkan kita semua untuk mampu mengorbankan rasa keakuan, hawa nafsu termasuk harta kekayaan yang kita miliki. Saat kita kembali Kepada-Nya, tidak ada yang kita bawa,” bebernya.

Ade berharap, utamanya bagi jajaran

birokrat di Pemerintah Kota Bogor, agar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat didasari niat tulus ikhlas penuh kesabaran, agar bisa memberikan manfaat bagi kepentingan orang banyak sebagai sesama manusia dan menjadi sebuah rujukan ibadah. (rabas/tria/adt/indra/pri)

Ratusan Petugas Periksa dan Awasi Post Mortem Hewan Kurban

0

BDN – Ratusan petugas dari Dinas Pertanian Kota Bogor bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pemeriksaan dan pengawasan post mortem terhadap hewan kurban, Rabu (22/8/2018).

Hal ini bertujuan untuk memastikan daging hewan kurban yang baru saja disembelih aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat.

Kepala Bidang Peternakan Dudi Fitri Susandi menjelaskan, kerja sama antara Distani dan IPB ini rutin dilakukan setiap tahun jelang Idul Adha. Untuk pemeriksaan post mortem tahun ini pihaknya menerjunkan 177 dokter hewan dan puluhan personil dari Dinas Pertanian. “Mereka kami sebar ke 68 Kelurahan,” ungkap Dudi yang ikut terjun langsung memeriksa hewan kurban di RW 02 Kelurahan Ciparigi.

Dia menjelaskan, pemeriksaan post mortem dilakukan pada saat pemotongan hewan kurban. Dalam hal ini petugas memeriksa kualitas daging.

“Dikhawatirkan di dalam jeroan hewan tersebut terdapat cacing pita dan sebagainya. Dengan adanya pemeriksaan post mortem ini diharapkan masyarakat yang menerima daging kurban memperoleh daging yang aman dan nyaman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Dia menambahkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemotongan hewan kurban. Pertama, sebelum dipotong hewan sebaiknya dipisahkan karena akan berpengaruh terhadap kualitas daging.

Kemudian tempat pemotongan dipastikan harus bersih. Begitu pula tempat penyesetan kulit dan pemotongan karkas harus steril.

“Lalu yang terahir, daging yang akan dibagikan dianjurkan tidak menggunakan kantong plastik hitam, tetapi gunakan kantong plastik yang transparan,” pungkasnya.

Walikota Pantau Lokasi Pemotongan Hewan Kurban di Ciparigi

Usai melaksanakan shalat Idul Adha 1439 Hijriah di  Masjid Raya Bogor (Masjid Agung Al Mi’raj) Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Walikota Bogor Bima Arya langsung meninjau pemotongan hewan qurban di Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (22/8/2018).

Didampingi Camat Bogor Utara Atep Budiman, Lurah Ciparigi Agus Ateng dan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bogor Dudi Fitri Susandi, Bima tampak berbincang dengan panitia kurban wilayah setempat.

Bahkan di lokasi ini, Bima turut menyerahkan  seekor kambing yang dituntun langsung untuk diserahkan kepada panitia.

Sementara itu, Camat Bogor Utara Atep Budiman mengungkapkan, ada dua lokasi pemotongan yang dikunjungi Walikota Bogor. Selain di Masjid Al Hidayah RW 02, Bima juga meninjau pemotongan hewan kurban di Masjid Al Muttaqin RW 09, Ciparigi.

Di masjid Al Hidayah jumlah hewan kurban yang dipotong 11 ekor kambing. Sedangkan di masjid Al Muttaqin 6 ekor sapi dan 15 ekor kambing termasuk 1 ekor kambing pemberian Walikota Bogor.

“Mudah-mudahan daging hewan kurban yang dipotong hari ini bermanfaat bagi warga khususnya bagi yang tidak mampu,” kata Atep. (Tria/Rabas/Indra/Adit/Pri)