Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8672

Demi Defia, Jokowi Rela Nunggu 1 Jam

0

BDN – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ikut bahagia dengan torehan prestasi yang berhasil diukir Defia. Jokowi bahkan mendapat kehormatan memberi medali kepada para atlet setelah rela menunggu kurang lebih satu jam untuk menyaksikan aksi Defia.

Jokowi tiba di JCC tepat pukul 14:00 WIB atau satu jam lebih cepat dari jadwal pertandingan yang baru mulai kembali pukul 15:00 WIB setelah istirahat makan siang. Pria 57 tahun tersebut datang sendirian menggunakan sedan hitam dan langsung masuk ke Plenary Hall ditemani Menpora Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi dan Chef de Mission Indonesia Syarifuddin.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menggunakan jaket merah dan baju hitam. Di belakang jaket itu terdapat tulisan bahasa Inggris berwarna putih: Bulls Syndicate Motorcycle Worshiper.

Kedatangan Jokowi disambut masyarakat yang sudah lebih dahulu ada di sana. Ia pun tak segan bersalaman dan menebar senyuman kepada mereka.

Ketika Jokowi masuk area tribune Plenary Hall, masyarakat pun bersorak, ‘Siapa kita? Indonesia!’. Presiden RI ke-7 itu membalasnya dengan senyum.

Jokowi tampak begitu sabar menunggu dimulainya pertandingan sesuai jadwal. Tidak seperti dalam kunjungan lain yang kebanyakan menunggu Jokowi dahulu sebelum acara dimulai.

Pertandingan pun dimulai tepat pukul 15:00 WIB. Pertandingan pertama dibuka dengan nomor poomsae individu putra antara Koorosh Bakhtiyar dari Iran melawan Ching Chen dari Taiwan.

Lagi, Jokowi harus menunggu enam pertandingan untuk menyaksikan aksi Defia. Perempuan 23 tahun tersebut melawan atlet Korea Selatan, Yun Jihye, dalam nomor poomsae individu putri.

“Saya kira memang di taekwondo ini targetnya satu emas dan Alhamdulillah tadi Defia mendapatkan satu emas. Artinya targetnya terpenuhi di taekwondo. Semua saya kira bahagia dan senang. Kami harapkan cabang lain sesuai target atau bahkan melebihi target,” ujar Jokowi sembari semringah.

“Ya kita lihat, masih sesuai target. Yang paling penting selain sukses penyelenggaraan, tapi juga sukses prestasi. Saya ingin melihat cabang olahraga dapat emas, emas dan emas. Saya optimistis lah, masa kerja tidak optimistis,” tandasnya.

Gara-gara Lipsync, Di-bully

0

BDN – Opening Ceremony Asian Games 2018 sukses mencuri perhatian banyak orang. Tak cuma panggungnya yang megah, pengisi acara dalam pembukaan pesta olahraga terbesar se-Asia itu juga berhasil memukau penonton.

Banyak musisi Indonesia yang ikut tampil untuk pembukaan Asian Games, salah satunya Via Vallen. Sebagai penyanyi official theme song Asian Games yang berjudul Meraih Bintang, penyanyi kelahiran Surabaya itu telah sukses membuat seluruh penonton berjoget gembira.

Namun di balik kesuksesan Via dalam penampilannya, ternyata banyak warganet yang justru memenuhi kolom komentar foto yang diunggah penyanyi kelahiran 1991 itu dengan komentar-komentar negatif. Banyak warganet yang menganggap Via Vallen telah melakukan lipsync untuk menyanyikan lagu official theme song Asian Games.

Kebanyakan warganet menyayangkan dan menganggap bahwa tindakan yang dilakukan penyanyi bernama asli Maulidia Octavia itu tidak pantas dilakukan. “Kasihan nyanyinya enggak bisa sapa penonton atau ajak nyanyi bareng. Resiko lipsync,” tulis warganet. “Iya sayangnya lipsync, biasanya kalau acara-acara besar kayak gini, artisnya enggak ada yang lipsync,” tulis lainnya.

Kendati demikian, ada warganet lain yang memaklumi jika tuduhan lipsync tersebut benar dilakukan pelantun Sayang itu. “Enggak apa-apa sih lipsync untuk mengurangi terjadinya kesalahan. Tapi sudah lipsync jangan sampai salah lirik juga dong mba, tadi ada beberapa kali lirik yang salah dan enggak sinkron,” tulis warganet lain. “Ketahuan lipsync, terbukti bahwa sesungguhnya Via bukan artis lipsync karena telah gagal menyanyi dengan cara lypsinc,” tulis warganet.

Hingga kini, foto yang diunggah Via beberapa saat setelah penampilannya itu telah mendapat hampir 800 ribu tanda suka dan 14 ribu komentar. Meski Via dianggap telah bernyanyi dengan cara lipsync, tidak bisa dipungkiri bahwa penampilannya tetap luar biasa. Hal tersebut terbukti karena Presiden Joko Widodo sampai dibuat joget oleh lantunan lagu dan musik yang dibawakan Via Vallen.

Geger! Mayat Dalam Sumur

0

BDN – Warga Kampung Jabon, RT 05/02, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan mayat dalam sumur. Korban diduga meninggal dunia karena menghirup gas beracun dalam sumur yang berada di kompleks musala. Informasi yang dihimpun Met­ropolitan, korban tersebut ber­nama Oban (62). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10:00 WIB. Saat itu korban dilaporkan tengah menge­cek sumur musala yang mengering akibat kemarau.

Kasubbag Humas Polres Suka­bumi AKP Sunarto mengatakan, sebelumnya ada warga yang meli­hat korban berada di sekitar sumur musala. ”Selang beberapa waktu, kemudian ada teriakan korban minta tolong,” ujarnya.

Setelah dicek, warga menemukan korban dalam sumur yang mem­punyai kedalaman sekitar 17 meter. Korban pun langsung dievakuasi warga dan petugas Polsek Kalapanunggal. Saat dikeluarkan dari sumur, korban dalam keaadaan meniinggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Kabandungan, Khaerul menyebutkan, hasil pemeriksaan, korban meninggal akibat kehabisan oksigen. Petugas medis tidak menemukan bekas kekerasan atau sebab lainnya.

“Tidak ada tanda tanda kekerasan ditubuh korban, luka ataupun memar”, terangnya. Atas kejadian tersebut, keluarga menolak dilakukan autopsi jenazah. Mereka menerimanya sebagai takdir dan murni karena kecelakaan. Sore ini, minggu, jenazah korban pun langsung dikebunikan.

Ini Identitas Sosok Pemuda yang Tewas di Makam Keramat

0

 

BOGOR DAILY -Identitas pemuda yang ditemukan tewas di makam keramat Mbah Sentono, Desa Sukosari, Jogoroto, Jombang, akhirnya terungkap. Selain menggunakan alat pemindai sidik jari, terkuaknya identitas korban juga dikuatkan keluarganya. Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi mengatakan, korban adalah Junaidi (19), warga Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Ngoro, Jombang. Identitas korban, lanjut Gatot, diungkap menggunakan alat pemindai sidik jari yang terintegrasi dengan data kependudukan, yakni Mobile Automated Multi- Biometric Identification System (Mambis).

Untuk memastikannya, petugas mendatangkan orang tua korban untuk mengenali wajahnya di kamar jenazah RSUD Jombang. “Pengenalan wajah oleh keluarganya memastikan korban adalah Junaidi,” kata Gatot kepada detikcom, Senin (20/8/2018).Gatot menjelaskan, Junaidi terakhir kali berjumpa dengan orang tuanya, Minggu (19/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu korban pamit ke orang tuanya untuk pergi tanpa menyebutkan tujuannya.

“Korban hanya pamit keluar gitu saja. Dia bawa sepeda motor bersama temannya,” terangnya.

Namun, sepeda motor Honda BeAt itu tak ditemukan di lokasi penemuan mayat korban. Diduga pelaku lah yang membawanya kabur usai menghabisi nyawa korban. Mayat Junaidi ditemukan pengunjung makam keramat Mbah Sentono atau Mbah Mblawu pada Minggu (19/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban tewas dengan luka tusuk di perut dan punggung. Korban diduga dianiaya di dalam kebun tebu yang berjarak sekitar 10 meter dari makam keramat. Saat ditemukan, korban hanya memakai celana panjang jenis jeans warna biru. Tak ada satu pun identitas yang ditemukan di lokasi.

Gempa 7 SR Kembali Guncang Lombok

0

BDN – Gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pusat gempa berada di timur laut Lombok Timur.

“Info gempa magnitudo 7,0 (SR), 19 Agustus 2018, pukul 21:56:27,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya, Minggu (19/8/2018).

Sutopo mengatakan titik gempa berada di koordinat 8,28 Lintang Selatan dan 116,71 Bujur Timur atau 30 KM timur laut LOmbok Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 10 KM.
“Kedalaman 10 KM,” ujar dia.

Sutopo belum menerangkan dampak dari guncangan tersebut. Dia juga belum mengumumkan guncangan itu berpotensi menimbulkan tsunami atau tidak.

Deklarasi Bogor Kondusif

BDN – Acara berlangsung di Plaza Balaikota Bogor Minggu 19 Agustus 2018 rangkaian HUT Kemerdekaan ke 73 yang di prakarsai oleh bikers Brotherhood 1% MC Indonesia yang melibatkan 60 komunitas dan di hadiri oleh Walikota Bogor Bima Arya yang membacakan fakta bersama Bogor Kondusif.
Deklarasi Fakta Bersama Bogor Kondusif
Kami Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia yang di dukung pemerintah Bogor, TNI/Polri, Komunitas Bogor serta lintas komunitas dan Kajari Bogor. Mendeklarasikan Bogor Kondusif dengan,
1. Menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila dan Undang undang Dasar 1945 sebagai dasar dan azas bernegara.
2. Menjunjung tinggi nilai nilai kebudayaan. Sebagai landasan kebinekaan Indonesia.
3. menjunjung tingi nilai-nilai persaudaraan untuk pertahanan negara.
4. Menjaga Kondusifitas dan perdamaian di Indonesia untuk dunia.
5. Menjaga dan memperkuat kondusifitas di lingkungan Bogor dan sekitarnya.
Bogor Kondusif terselenggara mengingat keresahan masyarakat atas berbagai macam kejadian seperti tawuran dan lainnya maka bikers Brotherhood 1% MC Indonesia menggagas kegiatan ini, rangakaian acara terdiri dari Upacara, penjemputan Walaikota dari rumah dinas menuju Plaza Balaikota, pertunjukan Karinding oleh (Akal Aliansi Karinding Alam), Rampak Gendang Bogor Art dan KPK (komunitas Penghuni Kolong).
Acara di lanjutkan dengan berkonvoi menuju makam pahlawan untuk penaburan bunga.

Wujudkan Kota Layak Anak, Dinkes Sosialisasi Pentingnya Ruang Laktasi

Ruang Laktasi

BDN – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bogor,  Erna Nuraena mengatakan disetiap tempat kerja dan tempat umum semestinya harus menyediakan tempat menyusui (laktasi) untuk ibu-ibu yang menyusui. Hal itu diperlukan guna mewujudkan kota layak anak, Erna mengemukakan usai Sosialisasi Ruang Laktasi.

Sosialisasi diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari pemilik/pengelola pabrik, Mall, Terminal dan tempa kerja Instansi Pemerintah di Aula Besar, Dinkes Kota Bogor pekan lalu.

“Tidak semua tempat kerja dan tempat umum yang ada di Kota Bogor memiliki fasilitas seperti itu. Makanya kita gencar  sosialisasikan kembali tentang kewajiban tersebut,” ujarnys

Lebih lanjut ia mengungkapkan, kemungkinan belum semua tempat kerja dan tempat umum yang ada di Kota Bogor memiliki fasilitas seperti itu dikarenakan banyak faktor.

“Mungkin saja karena belum tahu komitmen pimpinan, sehingga belum terkomunikasi jajaran di bawahnya. Bisa jadi karena  sarana dan ruangan sangat terbatas sehingga tempat laktasi sedikit diabaikan. Kami berharap tempat kerja (perusahaan) dimana  diindentifikasi banyak pekerja wanitanya, wajib menyediakan tempat laktasi guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Sehingga upaya mewujudkan kota layak anak bisa terwujud,” pungkasnya. (DimasFery)

Mr. Joko terus bikin hattrick

0
BDN – Kemarin pidatonya tidak dihadiri ratusan legislator. Kursi-kursi kosong. Rakyat tidak antusias.
Tadi pagi beredar kabar obor api mrapen simbol perjuangan tak pernah padam yang dibawa Presiden Joko tiba-tiba mati.
Acara relay obor hikmad. Mas Joko menerima serah terima dari seorang perempuan. Api nyala, menari-nari di atas cungkup obor.
Mas Joko mulai berlari pelan. Diikuti iring-iringan. Lagi asyik-asyik lari, eeh kok mati apinya. Ya ampuuuun.
Dalam primbon, matinya api obor disebut “kepaten obor”. Artinya “putus silahturahmi”.
Penyanyi Ahoker bernama Iwan Fals sampai ngetwit “busyet, wah tondo-tondo nih”. Ada yang menduga ini isyarat alam putusnya hubungan silahturahmi Presiden Joko dengan rakyatnya tahun depan.
Sorenya, kejadian lagi. Kotak kayu tempat Bendera Pusaka jatuh. Mungkin si pembawa kotak kayu pusaka itu kurang latihan atau sedang anemia. Rasanya selama 73 tahun RI Merdeka, ini peristiwa pertama.
Ini link youtube-nya

Nilai Kebangsaan dan Perjuangan Harus Terus di Sosialiasikan

0

BDN – Momen besar tahunan peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi refleksi dan pengingat bagi generasi penerus saat ini atas segala bentuk pengorbanan yang telah diberikan dan dilakukan para pendahulu, khususnya para pejuang dalam merebut kemerdekaan.

“Jadi sudah sepantasnya kita merenung sejenak untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dan mendahului kita, yang hasilnya bisa kita nikmati saat ini,” ungkap Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman usai menghadiri gelar senja dan upacara penurunan bendera di Lapangan Wira Yudha Pusdikzi Kodiklat TNI AD, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (17/08/2018) sore.

Menurutnya, yang paling penting adalah nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai luhur perjuangan harus terus di sosialisasikan dan digalakkan terus menerus.

“Kalau perlu memang ada mata pelajaran khusus mengenai nilai-nilai kejuangan ini, sehingga akan tumbuh semangat di diri anak-anak kita yang rata-rata sudah terpengaruh paham-paham dari luar melalui teknologi informasi saat ini yang sudah semakin tak terbendung,” paparnya. (Dn/Foto:Ismet-SZ)

GALERI FOTO

Jangan Pernah Mundur, Jangan Jadi Orang Biasa

0

BDN – Hidup yang tidak dipertaruhkan maka tidak akan pernah dimenangkan. Negara ini dibangun oleh anak muda yang bertaruh untuk memenangkan.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Bogor Bima Arya saat acara ramah tamah dengan Unsur Forkompimwil, Forkompimda, Paskibraka Kota Bogor dan Pasukan Pendamping pada Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73 Tahun 2018 Tingkat Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (17/08/2018) malam.

“Jadi ini baru awal dan kalian (anggota paskibraka, red) sudah masuk ke medan pertempuran, jangan pernah mundur, jangan jadi orang biasa-biasa saja. Jadilah misalnya aktivis, ilmuan,” katanya.

Bima mengaku pengibaran bendera tahun ini ia merasa deg-degan. Apalagi saat detik-detik terakhir bendera ditarik dan akan dikibarkan.

“Mungkin lebih deg-degan lagi para senior dibelakangnya,” katanya.

Namun ada hal yang membuatnya bertanya-tanya. Wali Kota melihat wajah pengibar bendera yang sebelum menarik bendera komat kamit.

“Kenapa itu ya. Mana coba yang tadi ada di depan saya sambil komat-kamit, “ tanyanya.

“Saya pak. Saya baca doa Al-Fatihah dan ayat kursi pak sebelum narik bendera,” jawab Raihan Naufal salah satu anggota Paskibraka Kota Bogor disambut gelak tawa yang hadir.

Bima menjelaskan, negara ini didirikan oleh orang yang tahu dimana berikhtiar dan tawakal.Ia merasa bangga karena 38 anggota Paskibraka Kota Bogor sudah melalui ujian yang luar biasa  dan itu tidak mudah.

“Saya mengucapkan terima kasih karena kalian sudah melanjutkan tradisi kebersamaan yang luar biasa. Junior belajar kepada senior dan senior berbagi ilmu kepada juniornya,” tuturnya.

Mudah-mudahan kalian bisa terus berkiprah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap berkolaborasi dan mengisi ruang teman-teman semua.

“Saya apresiasi kepada pelatih, Dispora, PPI Kota Bogor. Tahun ini agak berkilau karena aura semangat yang memancar dari diri kalian, kedepan jangan putus pembinaannya,” ujarnya.

Turut hadir Ketua PPI Kota Bogor Teguh Rachman Hakim, Ketum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad, Wakapolresta Bogor Kota AKBP Rantau Isnur Eka, perwakilan dari Dandenpom III/1 Suryakencana, Kodim 0606, Yonif 315, Pusdikzi. (Humas)