Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8671

Nama Ketua Masih Kosong, Ini Daftar Tim Kampanye Jokowi – Ma’ruf

0

BDN – Pasangan Jokowi – Ma’ruf akan didampingi tim kampanye nasional yang diisi mulai dari ketua umum partai hingga kepala staf presiden Moeldoko. Nama itu diserahkan sembilan sekretaris jenderal partai pengusung bakal calon presiden dan wakil presiden, Jokowi – Ma’ruf  ke Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, pada Senin, 20 Agustus 2018.

Dari daftar struktur TKN Jokowi – Ma’ruf, posisi Ketua Tim Kampanye Nasional masih dikosongkan. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, posisi Ketua TKN belum ditentukan karena menunggu keputusan Jokowi. “Beliau sedang berkonsentrasi dalam tugas negara dan bangsa,” kata Hasto.

Menurut Hasto, berdasarkan peraturan KPU, susunan tersebut masih bisa diperbaiki sampai satu hari menjelang pelaksanaan hari kampanye, yaitu pada 21 September 2018.

Berikut susunan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

Dewan Penasihat tim Jokowi – Ma’ruf ini diisi oleh seluruh ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Kerja. Mereka di antaranya,

1. Megawati Soekarnoputri dari PDIP
2. Airlangga Hartarto dari Golkar
3. Muhaimin Iskandar dari PKB
4. Surya Paloh dari NasDem
5. Romahurmuziy dari PPP
6. Oesman Sapta dari Hanura
7. Harry Tanoe dari Perindo
8. Diaz Hendropriyono dari PKPI
9. Grace Natalie dari PSI

Dewan Pengarah
1. Jusuf Kalla
2. Try Sutrisno
3. Puan Maharani
4. Pramono Anung
5. Sri Mulyani
6. Agung laksono
7. Akbar Tandjung
8. Dimyati Rois
9. Siswono Yudho
10. Suharso Monoarfa
10. Sidarto Danusubroto
11. Marsetyo

Ketua TKN : ——

Wakil Ketua TKN
1. Moeldoko
2. Lodewijk Paulus
3. Abdul Karding
4. Johnny G. Plate
5. Arsul Sani
6. Herry Lontung
7. Hajriyanto Y. Thohari
8. Eriko Sotarduga

Sekretaris TKN
1. Hasto Kristiyanto

Wakil Sekretaris TKN
1. Verry Surya Hendrawan
2. Ahmad Rofiq
3. Raja Juli Antoni
4. Dewi Soeharto

Bendahara TKN
1. Sakti Wahyu Trenggono
2. Agus Gumiwang Kartasasmita

Wakil Bendahara TKN
1. Juliari Batubara
2. Syamsudin Andri Arsyad
3. Amir Uskara
4. Jazilul Fawaid
5. Riri Lestari
6. Dudi Purwagandhi

Juru Bicara TKN
1. Ahmad Basarah
2. Johan Budi
3. Abdul Kadir Karding
4. Ace Hasan Syadzily
5. Irma Suryani Chaniago
6. Arif Budimanta
7. Arya Sinulingga
8. Lena Haryana Mukti

Direktur Program: Aria Bima
Direktur Konten: Fiki Satari
Direktur Komunikasi Politik: Usman Kansong
Direktur Kominfo: Yadi Hendriana
Direktur Kampanye: Benny Ramdani
Direktur Penggalangan Pemilih Muda: Adi Kusuma
Direktur Logistik dan APK: Usra Hendra Harahap
Direktur Hukum dan dan Advokasi: Irfan Pulungan
Direktur Saksi: Arif Wibowo
Direktur Relawan: Maman Imanul Haq

Puskesmas Semplak Melakukan Penjaringan Kesehatan Kepada Siswa TK, SD, SLB, SMP, dan SMA

BDN – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Semplak  berkerjasama dengan SDN Neglasari-Bogor Barat dalam program penjaringan kesehatan siswa guna meningkatkan derajat kesehatan peserta didik secara optimal dalam mendukung proses belajar.

“Program penjaringan kesehatan anak sekolah rutin dilaksanakan setiap tahun  yang mana sasarannya siswa SD kelas 1, SMP maupun SMA. Program ini merupakan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor bertujuan guna mengantisipasi penyakit dan menjaga kesehatan siswa,” Demikian dikatakan Programer UGS Nunung didampingi Programer UKS Deni Kusuma

Lebih jelasnya dikatakan, Puskesmas Semplak membawahi 3 (tiga) kelurahan yaitu kelurahan Semplak, kelurahan Curug dan kelurahan Curug Mekar dengan melakukan penjaringan kesehatan ke 12 TK, 6 SD, 4 SDIT,  2 MI, 1 SLB, 2 SMP dan 4 SMA.

“Penjaringan kesehatan yang kami lakukan diantaranya mata, telinga, hidung, mulut, tinggi badan dan berat badan,” ujarnya. Ia juga menyebutkan, disamping program penjaringan kesehatan diselingi dengan program BIAS bagi anak-anak yang belum disuntik.

“Masalah kesehatan yang sering ditemui yaitu  gigi berlubang maupun gigi yang mau copot dan kalau ditemukan kasus tersebut, kami menyarankan (dirujuk) siswa untuk berobat ke Puskesmas terdekat dan pada program BIAS biasanya kendalanya pada anak yang nangis karena takut disuntik,” ucapnya.

Sementara kepala SDN Neglasari H. Ikat Karmawan, M.Si  mengucapkan terima kasih atas kehadiran serta kepedulian Puskesmas Semplak yang sudah melakukan (mengontrol) kesehatan siswa. Bahkan orang tua siswa antusias mendampingi putra putrinya.

“Tidak semua orang tua mengawasi secara detail. Maka, pihak sekolah secara kontinyu berkerjasama dengan Puskesmas setempat dan ketika ada yang sakit maka akan dirujuk  ke puskesmas setempat,” pungkasnya.

” Dengan berkerjasama antara pihak sekolah dan Puskesmas kami berharap kedepannya akan menciptakan sekolah yang sehat secara jasmani maupun rohani ,” harap Ikat Karmawan. (boy)

Basement Masjid Agung Rampung Desember

0

BDN – Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, saat ini progres pembangunan Masjid Agung yang berlokasi di jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor sudah dimulai dikerjakan sejak 16 Juli 2018 dan ditargetkan untuk anggaran tahun ini rampung 12 Desember 2018 atau selama 150 hari.

“Seperti yang pernah saya sampaikan pembangunan Masjid Agung menggunakan APBD Kota Bogor tahun 2018 kurang lebih sebesar Rp 8,5 miliar, sekitar pertengahan Desember 2018 selesai. Ditargetkan Januari 2019 bagian bawah sudah bisa digunakan untuk beribadah,” kata Bima saat melakukan pengecekan didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Boris Derurasman, Senin (20/08/2018).

Bagian bawah Masjid Agung yang dimaksud kata Bima adalah basement yang kedepannya digunakan untuk lahan parkir kendaraan. “Nanti untuk sementara bagian bawah ini tempat beribadah jamaah,” ujarnya.

Proses pembangunan lantai yang diperuntukkan untuk ibadah sholat dan mezzanine direncanakan pada 2019. Desember 2018 ditargetkan pembangunannya sudah naik keatas sehingga mezzanine-nya bisa dibangun tetapi belum ditutup.

“Tahun 2019 proses pembangunan berlanjut dan ditargetkan 2019 sudah finishing. Saya minta Disperumkim terus memonitor pembangunannya,” terang Bima.

Monitoring tersebut untuk memastikan penyerapan anggaran secara maksimal dan tidak ada permasalahan, selain memerintahkan dinas terkait, Bima mengaku akan rutin melakukan pengecekan.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Permukiman Disperumkim Kota Bogor Herman Rusli menambahkan, progres pembangunan baru mencapai 6 persen dan direncanakan malam ini, Senin (20/08) akan dilakukan pengecoran lantai atas.

“Jika sudah pengecoran berarti bisa mencapai 9 persen. Untuk target Insya Allah saya yakin tercapai dan untuk kendala Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada,” kata Herman yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Konsep pembangunan Masjid Agung kata Herman mengikuti perencanaan awal pada tahun 2015. Secara keseluruhan Masjid Agung terdiri dari 3 lantai termasuk mezzanine akan mampu menampung 3.000 sampai 5.000 jamaah. (humas:rabas/indra-SZ)

Tutup Kemah Kebangsaan, Bima Arya: Harus Jadi Momentum Titik Balik

0

BDN – Kemah Kebangsaan dalam rangkaian Festival Merah Putih 2018 resmi ditutup oleh Walikota Bogor Bima Arya, di Markas Komando Brimob, Kedung Halang, Bogor Utara, Minggu (19/8/2018) sore. Kegiatan yang diikuti pelajar dari Kota dan Kabupaten Bogor ini pun berhasil mencetak 179 orang angkatan pertama.

Dalam sambutannya Bima Arya merasa bangga terhadap ratusan pelajar yang terlibat dalam Kemah Kebangsaan ini. “Saya bangga melihat dihadapan saya berdiri dengan tegap manusia-manusia baru, anak muda tangguh yang siap berani untuk menjemput masa depan yang Insya Allah gemilang. Saya bangga berdiri di hadapan saya generasi muda yang siap untuk memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” ungkap Bima.

Bima berpesan kepada angkatan pertama Kemah Kebangsaan yang digagas panitia Festival Merah Putih Bogor 2018, untuk memasuki fase kehidupan yang lebih bermanfaat, baik untuk keluarga, lingkungan, sekolah, kota, bangsa, negara dan agamanya.

“Jadikanlah yang kalian alami selama menjalani pendidikan yang singkat ini sebagai momentum titik balik, learning point bagi kalian semua. Jangan sia-siakan setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dari kehidupan kalian. Ajaklah sebanyak-banyaknya. Semaksimal mungkin teman-teman lingkungan kalian untuk ikut dalam barisan kalian, untuk ikut dalam satu barisan untuk memperkuat generasi muda yang berani menjemput masa depan,” jelasnya, bersemangat.

Salah satu peserta Kemah Kebangsaan adalah Ibnu Fatah Fajriansyah. Siswa SMA Negeri 1 Cibinong ini mengaku banyak mendapatkan pengalaman lebih yang tidak bisa di dapat dibangku sekolah.

“Banyak yang didapat di sini, mulai dari tentang kedisiplinan, menghargai waktu, setiap detik adalah berharga. Jadwal kami selama tiga hari selalu diatur, mengajarkan bahwa hidup kita harus teratur, mengajarkan kita untuk memiliki tujuan hidup, mengajarkan kita untuk menjadi pemuda yang memiliki cita-cita dan pandangan ke depan,” kata Ibnu.

Selain itu, lanjutnya, para peserta juga diberikan pendidikan bela negara, cinta tanah air dan lain sebagainya. “Intinya bisa menumbuhkan semangat nasionalisme. Insya Allah akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari saya. Kegiatan ini sangat perlu dilakukan secara berkesinambungan, karena bisa membangun solidaritas para pemuda se-Bogor Raya hingga meningkatkan silaturahmi antar pelajar sehingga bisa meminimalisir terjadi tawuran,” ujar Ibnu yang bercita-cita sebagai perwira TNI AD itu.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Merah Putih 2018, Muzakkir sangat berterima kasih kepada jajaran pelatih dari TNI/Polri yang sukses menggembleng mental dan fisik para peserta sehingga mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Kami melihat wajah-wajah mereka sangat berubah, aura optimisme dari mereka terus terpancar. Kita melihat mereka sudah bisa kompak, kerjasama dengan tim. Harapan kami kegiatan ini bisa bermanfaat buat mereka dan lingkungannya kelak. Mereka diharapkan juga bisa menebar virus energi positif dan menjadi duta-duta di sekolahnya masing-masing,” kata Muzakkir.

Ke depan, kata Muzakkir, kegiatan ini akan rutin digelar bagi generasi muda. “Ini angkatan pertama gabungan pelajar dari Kota dan Kabupaten Bogor yang totalnya 179 orang. Kemarin kami sudah diskusi antara Pak Walikota, pak Wakapolresta, Pak Komandan Satbrimob, Pak Dandim, mengenai  bagaimana kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh Kota dan Kabupaten Bogor. Rencana akan dibuat 3 kali dalam setahun,” jelasnya.

“Nanti juga ada kelas khusus, bagi pelajar yang tertangkap nakal dan tawuran mereka akan dimasukan ke sini (Mako Brimob). Jadi selain dari tiga kelas setahun, akan ada kelas khusus, akan digembleng di Brimob sini,” pungkasnya. (pri/adt)

Ratusan Bikers Brotherhood Deklarasikan Bogor Kondusif di Balaikota

0

BDN – Walikota Bogor Bima Arya membuka acara Bikers Brotherhood bertajuk ‘Deklarasi Bogor Kondusif’ di Plaza Balaikota Bogor, Minggu (19/8/2018). Bima ingin komunitas motor tidak sekedar tempat menyalurkan hobi, tapi juga ikut andil dalam setiap proses perubahan di kota hujan ini.

Datang menggunakan motor BMW R25 produksi tahun 1956, Bima Arya yang diboncengi tokoh masyarakat Bagus Karyanegara disambut hangat para bikers dari berbagai komunitas saat tiba di Balaikota.

Dalam sambutannya, Bima Arya mengungkapkan bahwa Balaikota Bogor sangat terbuka untuk semua warga. Mulai dari yang melakukan aksi demonstrasi hingga kegiatan dari para komunitas seperti aksi dari Bikers Brotherhood seperti ini yang mempunyai nilai-nilai perjuangan dan semangat luar biasa.

“Teman-teman brotherhood ini dikenal punya semangat, solidaritas, persahabatan, loyalitas dan jiwa sosial yang tinggi makanya Balaikota terbuka menerima kegiatan positif ini,” ungkap Bima.

Ia menambahkan, kegiatan Brotherhood ini mengangkat isu yang sama dengan agenda Pemerintah Kota Bogor, seperti mengenai isu melawan tawuran, kekerasan dan kriminalitas.

Bima juga mengajak para bikers yang sudah berdiri sejak 1988 ini turun ke wilayah yang membutuhkan bantuan. “Turut mengajak anak muda ke arah yang baik, tidak kebut-kebutan dijalan, tidak tawuran ataupun minum-minuman keras. Ini juga sekaligus menjadi tantangan untuk bikers menampilkan citra positif, mencontohkan hal baik ke masyarakat dan itu akan kami dukung,” jelasnya.

Ketua Pelaksana acara, Sani Vedder, menyatakan terima kasihnya atas dukungan Pemkot Bogor kepada komunitas bikers ini.Menurut dia acara yang digelar sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73 ini diharapkan bisa menekan angka tawuran di Kota Bogor. “Sebab para pelajar dari 25 sekolah yang diundang sudah sama-sama berjanji dalam deklarasi. Selain itu juga ada pengawasan dari 75 komunitas yang turut menandatangani deklarasi sehingga ketika ada yang melanggar bisa saling menegur,” jelasnya

“Deklarasi seperti ini memang baru pertama kali kami lakukan tapi selanjutnya akan ada kegiatan lainnya. Karena harapan kami ingin Kota Bogor lebih aman, nyaman dan indah,” tambahnya.

Tak hanya sekedar deklarasi lewat pembubuhan tanda tangan di banner, pada kesempatan itu juga dilakukan konvoi sepeda motor ke Taman Makam Pahlawan Dreded untuk berdoa dan menabur bunga kepada pahlawan yang telah gugur. (fla/adit/pri)

Emas Pertama untuk Ayah

0

BDN – Indonesia! Indonesia! Yel-yel itu terus menggema di gedung Jakarta Convention Center, Senayan, Minggu (19/8/2018). Defia Rosmaniar, atlet taekwondo Kota Bogor itu seketika menangis haru saat namanya diumumkan jawara di Asian Games 2018 cabang olahraga (cabor) taekwondo. Sambil berlari, Devia langsung memeluk pelatihnya sebelum menuju podium membawa bendera Merah Putih.

Devia berhasil mencetak sejarah untuk Indonesia pada Asian Games 2018. Gadis 23 tahun asal Leuwisadeng itu menyumbang medali emas pertama untuk Indonesia.

Defia mengalahkan wakil Iran, Salahshouri Marjan, dengan skor 8.690-8.470 pada final nomor individu poomsae putri. Ia juga mendapat medali perunggu kategori pair poomsae saat berpasangan dengan Muhammad Abdurrahman Wahyu.

Prestasi gemilang tersebut jadi bukti kegigihannya dalam berlatih taekwondo. Kepala Pelatih Taekwondo Kota Bogor Soleh banyak bercerita soal perjuangan Defia sebelum memboyong medali emas.

Sebelum ikut membela Indonesia, Maret 2018 Defia sempat diberangkatkan ke Korea  untuk berlatih. Defia harus menjalani serangkaian program pembinaan dan pelatihan khusus selama tiga bulan di Negeri Ginseng.

Namun baru seminggu di sana, Defia harus menelan pil pahit. Ia mendapat kabar bahwa ayahnya meninggal dunia di Kampung Leuwibangkok, Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor (20/3/18).

Di tengah pelatihan itu ia harus merelakan kepergian sang ayah, sosok motivator yang selama ini selalu mendukung langkahnya.

“Waktu di Korea itu masa terberatnya. Karena di satu sisi ayahnya meninggal, di sisi lain dia juga harus tetap ikut latihan,”kata Soleh

Namun berkat kegigihannya, Defia berhasil membuktikan tekadnya untuk mengharumkan nama Indoensia. Sekaligus membanggakan orang tuanya, khususnya mendiang sang ayah.

“Dia sempat pulang ke tanah air tapi itu setelah dimakamkan,”tuturnya.

Setelah mengalami masa sulit, Defia kembali ke Korea dan fokus pada setiap sesi latihan. Sesi demi sesinya ia lalui meski tanpa kehadiran sang ayah. Bak kata pepatah, proses tidak pernah mengkhianati hasil. Wanita yang mengawali kariernya dari Unit Polwil Bogor itu akhirnya berhasil mengharumkan nama Indonesia.

“Saya mengapresiasi perjuangan Defua. Karena dia bisa tetap bangkit dan membuktikan diri sebagai salah satu atlet terbaik Asia,” papar Solah kepada Metropolitan.

Medali emas tersebut sangat berarti bagi Defia, Indonesia dan cabang taekwondo. Defia adalah peraih emas pertama untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Selain itu, Defia menjadi peraih emas pertama cabang taekwondo Indonesia sepanjang sejarah Asian Games. “Medali emas ini, pertama untuk ayah saya, mama saya dan keluarga serta pelatih dan teman-teman,” ucap Defia.

Atlet berwajah manis dan berhijab itu membeberkan kunci kemenangannya. Ia mengaku tak gentar walau harus menghadapi lawan tangguh dari Korea pada semifinal, Yun Ji-hye.

“Tadi saat semifinal sempat deg-degan juga melawan Korea. Alhamdulillah rasa percaya diri saya meningkat. Dalam pikiran saya cuma bisa, bisa dan bisa. Ya saya bisa mengalahkan mereka,” tegas atlet kelahiran 1995 itu.

Ia juga mempersembahkan raihan medali emas itu untuk seluruh atlet Indonesia yang berjuang di Asian Games 2018. “Tetap semangat, berjuang sampai titik akhir penghabisan,” kata Defia.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor Benninue Argoebi mengaku sangat bangga dengan torehan prestasi gemilang yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di pentas Asia. “Tentu saya sangat terharu dan bangga melihat penampilan atlet kami yang berhasil meraih medali emas pertama bagi Indonesia,” ungkapnya.

Sebelum bergabung dengan pelatihan nasional (pelatnas) Asian Games 2018, Defia Rosmaniar merupakan atlet peraih medali emas untuk nomor individu poomsae putri dalam Kejuaraan Asia Taekwondo 2018 di Ho Chi Minh, Vietnam, Kamis hingga Senin (24-28/5).

Selain itu, Atlet yang kini tengah menjalani proses menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu juga pernah mendapat medali perunggu kategori pair poomsae saat berpasangan dengan Muhammad Abdurrahman Wahyu dalam ajang yang sama di Ho Chi Minh.

Demi Defia, Jokowi Rela Nunggu 1 Jam

0

BDN – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ikut bahagia dengan torehan prestasi yang berhasil diukir Defia. Jokowi bahkan mendapat kehormatan memberi medali kepada para atlet setelah rela menunggu kurang lebih satu jam untuk menyaksikan aksi Defia.

Jokowi tiba di JCC tepat pukul 14:00 WIB atau satu jam lebih cepat dari jadwal pertandingan yang baru mulai kembali pukul 15:00 WIB setelah istirahat makan siang. Pria 57 tahun tersebut datang sendirian menggunakan sedan hitam dan langsung masuk ke Plenary Hall ditemani Menpora Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi dan Chef de Mission Indonesia Syarifuddin.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menggunakan jaket merah dan baju hitam. Di belakang jaket itu terdapat tulisan bahasa Inggris berwarna putih: Bulls Syndicate Motorcycle Worshiper.

Kedatangan Jokowi disambut masyarakat yang sudah lebih dahulu ada di sana. Ia pun tak segan bersalaman dan menebar senyuman kepada mereka.

Ketika Jokowi masuk area tribune Plenary Hall, masyarakat pun bersorak, ‘Siapa kita? Indonesia!’. Presiden RI ke-7 itu membalasnya dengan senyum.

Jokowi tampak begitu sabar menunggu dimulainya pertandingan sesuai jadwal. Tidak seperti dalam kunjungan lain yang kebanyakan menunggu Jokowi dahulu sebelum acara dimulai.

Pertandingan pun dimulai tepat pukul 15:00 WIB. Pertandingan pertama dibuka dengan nomor poomsae individu putra antara Koorosh Bakhtiyar dari Iran melawan Ching Chen dari Taiwan.

Lagi, Jokowi harus menunggu enam pertandingan untuk menyaksikan aksi Defia. Perempuan 23 tahun tersebut melawan atlet Korea Selatan, Yun Jihye, dalam nomor poomsae individu putri.

“Saya kira memang di taekwondo ini targetnya satu emas dan Alhamdulillah tadi Defia mendapatkan satu emas. Artinya targetnya terpenuhi di taekwondo. Semua saya kira bahagia dan senang. Kami harapkan cabang lain sesuai target atau bahkan melebihi target,” ujar Jokowi sembari semringah.

“Ya kita lihat, masih sesuai target. Yang paling penting selain sukses penyelenggaraan, tapi juga sukses prestasi. Saya ingin melihat cabang olahraga dapat emas, emas dan emas. Saya optimistis lah, masa kerja tidak optimistis,” tandasnya.

Gara-gara Lipsync, Di-bully

0

BDN – Opening Ceremony Asian Games 2018 sukses mencuri perhatian banyak orang. Tak cuma panggungnya yang megah, pengisi acara dalam pembukaan pesta olahraga terbesar se-Asia itu juga berhasil memukau penonton.

Banyak musisi Indonesia yang ikut tampil untuk pembukaan Asian Games, salah satunya Via Vallen. Sebagai penyanyi official theme song Asian Games yang berjudul Meraih Bintang, penyanyi kelahiran Surabaya itu telah sukses membuat seluruh penonton berjoget gembira.

Namun di balik kesuksesan Via dalam penampilannya, ternyata banyak warganet yang justru memenuhi kolom komentar foto yang diunggah penyanyi kelahiran 1991 itu dengan komentar-komentar negatif. Banyak warganet yang menganggap Via Vallen telah melakukan lipsync untuk menyanyikan lagu official theme song Asian Games.

Kebanyakan warganet menyayangkan dan menganggap bahwa tindakan yang dilakukan penyanyi bernama asli Maulidia Octavia itu tidak pantas dilakukan. “Kasihan nyanyinya enggak bisa sapa penonton atau ajak nyanyi bareng. Resiko lipsync,” tulis warganet. “Iya sayangnya lipsync, biasanya kalau acara-acara besar kayak gini, artisnya enggak ada yang lipsync,” tulis lainnya.

Kendati demikian, ada warganet lain yang memaklumi jika tuduhan lipsync tersebut benar dilakukan pelantun Sayang itu. “Enggak apa-apa sih lipsync untuk mengurangi terjadinya kesalahan. Tapi sudah lipsync jangan sampai salah lirik juga dong mba, tadi ada beberapa kali lirik yang salah dan enggak sinkron,” tulis warganet lain. “Ketahuan lipsync, terbukti bahwa sesungguhnya Via bukan artis lipsync karena telah gagal menyanyi dengan cara lypsinc,” tulis warganet.

Hingga kini, foto yang diunggah Via beberapa saat setelah penampilannya itu telah mendapat hampir 800 ribu tanda suka dan 14 ribu komentar. Meski Via dianggap telah bernyanyi dengan cara lipsync, tidak bisa dipungkiri bahwa penampilannya tetap luar biasa. Hal tersebut terbukti karena Presiden Joko Widodo sampai dibuat joget oleh lantunan lagu dan musik yang dibawakan Via Vallen.

Geger! Mayat Dalam Sumur

0

BDN – Warga Kampung Jabon, RT 05/02, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan mayat dalam sumur. Korban diduga meninggal dunia karena menghirup gas beracun dalam sumur yang berada di kompleks musala. Informasi yang dihimpun Met­ropolitan, korban tersebut ber­nama Oban (62). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10:00 WIB. Saat itu korban dilaporkan tengah menge­cek sumur musala yang mengering akibat kemarau.

Kasubbag Humas Polres Suka­bumi AKP Sunarto mengatakan, sebelumnya ada warga yang meli­hat korban berada di sekitar sumur musala. ”Selang beberapa waktu, kemudian ada teriakan korban minta tolong,” ujarnya.

Setelah dicek, warga menemukan korban dalam sumur yang mem­punyai kedalaman sekitar 17 meter. Korban pun langsung dievakuasi warga dan petugas Polsek Kalapanunggal. Saat dikeluarkan dari sumur, korban dalam keaadaan meniinggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Kabandungan, Khaerul menyebutkan, hasil pemeriksaan, korban meninggal akibat kehabisan oksigen. Petugas medis tidak menemukan bekas kekerasan atau sebab lainnya.

“Tidak ada tanda tanda kekerasan ditubuh korban, luka ataupun memar”, terangnya. Atas kejadian tersebut, keluarga menolak dilakukan autopsi jenazah. Mereka menerimanya sebagai takdir dan murni karena kecelakaan. Sore ini, minggu, jenazah korban pun langsung dikebunikan.

Ini Identitas Sosok Pemuda yang Tewas di Makam Keramat

0

 

BOGOR DAILY -Identitas pemuda yang ditemukan tewas di makam keramat Mbah Sentono, Desa Sukosari, Jogoroto, Jombang, akhirnya terungkap. Selain menggunakan alat pemindai sidik jari, terkuaknya identitas korban juga dikuatkan keluarganya. Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi mengatakan, korban adalah Junaidi (19), warga Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Ngoro, Jombang. Identitas korban, lanjut Gatot, diungkap menggunakan alat pemindai sidik jari yang terintegrasi dengan data kependudukan, yakni Mobile Automated Multi- Biometric Identification System (Mambis).

Untuk memastikannya, petugas mendatangkan orang tua korban untuk mengenali wajahnya di kamar jenazah RSUD Jombang. “Pengenalan wajah oleh keluarganya memastikan korban adalah Junaidi,” kata Gatot kepada detikcom, Senin (20/8/2018).Gatot menjelaskan, Junaidi terakhir kali berjumpa dengan orang tuanya, Minggu (19/8) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu korban pamit ke orang tuanya untuk pergi tanpa menyebutkan tujuannya.

“Korban hanya pamit keluar gitu saja. Dia bawa sepeda motor bersama temannya,” terangnya.

Namun, sepeda motor Honda BeAt itu tak ditemukan di lokasi penemuan mayat korban. Diduga pelaku lah yang membawanya kabur usai menghabisi nyawa korban. Mayat Junaidi ditemukan pengunjung makam keramat Mbah Sentono atau Mbah Mblawu pada Minggu (19/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban tewas dengan luka tusuk di perut dan punggung. Korban diduga dianiaya di dalam kebun tebu yang berjarak sekitar 10 meter dari makam keramat. Saat ditemukan, korban hanya memakai celana panjang jenis jeans warna biru. Tak ada satu pun identitas yang ditemukan di lokasi.