Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8697

Bekas Pesantren di Kayumanis Jadi Markas Pengoplos Gas

BDN – Sebuah rumah kontrakan di Kampung Munjul, RT 03/06, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanahsareal, digerebek petugas berseragam mirip intel kepolisian, Minggu (27/7) siang. Penggerebekan itu dilakukan petugas lantaran rumah kontrakan tersebut diduga menjadi tempat praktik oplos gas LPG oleh dua oknum yang merupakan warga asli Kampung Munjul.

Ketua RT 03/06, Kampung Munjul, Anwar, mengatakan bahwa penggerebekan itu bermula saat dirinya mendapat laporan dari warga bahwa ada pendatang yang telah menempati kontrakan milik Pak Hilal, namun belum berkoordinasi dengan pihak RW maupun RT setempat. Dari situlah ia beserta warga sekitar menyambangi tempat tersebut.

“Minggu sekitar jam sepuluh pagi saya mendatangi kontrakan tersebut karena ada aduan dari warga saya tentang penghuni kontrakan itu,” kata pria yang akrab disapa Uwang.

Saat menyambangi tempat tersebut, Uwang mengaku menemukan beberapa kejanggalan. Terdapat banyak tabung gas berukuran besar dan kecil, lengkap dengan sejumlah alat-alat yang konon sering digunakan oknum nakal mengoplos gas LPG dari tabung kecil ke tabung yang lebih besar.

“Pas saya lihat ke dalam memang benar sih saya menemukan banyak alat seperti untuk mengoplos gas LPG, lengkap dengan batu es, contoh gas dan peralatan lainnya,” ungkap Uwang.

Disinggung soal asal usul tempat tersebut, jelas Uwang, kontrakan itu memang memiliki letak yang sangat strategis untuk melakukan praktik nakal. Jauh dari keramaian, memiliki lahan yang luas juga dikelilingi pagar tinggi, dinilai menjadi daya tarik tersendiri untuk lokasi praktik nakal kedua oknum tersebut.

“Dulunya tempat itu yayasan semacam pondok pesantren. Karena yayasannya bangkrut, dialihfungsikan menjadi kontrakan. Sebelum kasus gas ini, tukang ayam potong, sari kelapa juga pernah mengisi lahan milik Pak Hilal itu,” jelasnya.

Uwang menuturkan, tempat tersebut memang masuk zona merah yang rawan tindak penyalahgunaan oknum tidak bertanggung jawab. “Daerah itu memang sudah menjadi zona merah, apalagi kejadian beberapa tahun silam sempat ada itu golongan Islam ekstrem yang tinggal di yayasan itu,” cetus Uwang.

Disinggung soal penggerebekan petugas, Uwang mengaku tidak mengetahui pasti kronologinya. “Saya tidak tahu pasti, yang jelas saya datang ke situ sudah banyak orang. Ada dua orang yang diamankan petugas dan dimasukkan ke mobil. Kejadiannya sekitar pukul satu siang ba’da Zuhur,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengaku pihaknya belum mendapat informasi terkait penggerebekan tersebut. “Coba ke kapolresnya terlebih dahulu. Cari kabar ke kapolres,” ujarnya.

Namun, Kapolres Bogor Kombes Pol Ulung Sampurna tak merespons saat dikonfirmasi melalui telepon.

Gila!!! Pengusaha Kuras Duit BPR Bogor 4 Miliar

BDN – Persekongkolan jahat terjadi di tubuh PD BPR LPK Pancoran Mas. Mantan Direktur Utama (Dirut) PD BPR berinisial BS ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan duit negara mencapai Rp4 miliar. Tersangka terlibat dalam aksi pengurasan uang dengan modus memberi kredit tanpa agunan.

BS diduga melakukan persekongkolan dengan seorang pengusaha pengembang lahan Cibinong berinisial BUN dalam pencairan dana kredit sebesar Rp4 miliar. Ini berdasarkan hasil temuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyatakan adanya indikasi penggelapan uang.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Bambang Hartoto mengatakan, BS ditetapkan sebagai tersangka karena berani memberi kredit yang melampaui batas maksimum PD BPR LPK Pancoran Mas terhadap pengusaha.

“BS ini dianggap sudah melanggar prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit yang akhirnya mengakibatkan kredit macet. Karena dalam kondisi tidak sehat, bank memberi kredit yang sangat besar,” kata Bambang.

Sementara pengusaha BUN selaku debitur telah mendapat pinjaman senilai Rp4 miliar tanpa mengajukan agunan yang sesuai nilai kredit. “Seharusnya dalam pemberian fasilitas kredit itu ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tertuang dalam pedoman perkreditan dan kelengkapan administrasi yang telah ditetapkan PD BPR LPK Pancoran Mas. Nah, ini tidak sesuai,” terangnya.

Diduga mantan Dirut BPR itu melakukan kongkalikong dengan pengusaha untuk mencairkan pinjaman tersebut. Sampai akhirnya, timnya berhasil menangkap BUN di rumahnya sekitar pukul 15:30 WIB di Perumahan Bukit Cimanggu City oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

“BUN tidak bekerja sendiri untuk bisa menerima fasilitas kredit yang berjumlah hingga miliaran rupiah itu. Dia kerja sama dengan mantan Dirut PS BPR LPK Pancoran Mas, berinisial BS,” beber Bambang.

Bambang mengaku pihaknya sudah menetapkan BS sebagai tersangka, namun belum menangkapnya. Pihaknya akan memeriksa kembali dan nanti akan ada langkah-langkah hukum lainnya.

Untuk kepentingan proses penyidikan selanjutnya, sambung Bambang, penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor melakukan upaya hukum penahanan terhadap tersangka BUN untuk 20 hari ke depan, terhitung mulai 30 Juli 2018 sampai 18 Agustus 2018.

“Tersangka ditahan di Lapas Kelas IIA Cibinong. Sebelumnya, BUN dan BS telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 April 2018. Untuk sementara kami baru tetapkan dua tersangka, saat ini kami masih melakukan pengembangan. Bila mengarah ke tersangka lain, akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya.

Atas kesalahannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal Primair Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU RI 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Subsidiair Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 5 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Diduga Mesum, Kepala Bappeda di Aceh Dimandikan Air Comberan

Kepala Bappeda Kota Langsa berinisial TSF ditangkap warga karena diduga berbuat mesum. Saat diamankan, pasangan tersebut sempat menunjukkan surat nikah siri. Namun, karena massa sudah emosional, keduanya dimandikan air comberan.

“Kejadiannya pertama kita katakan salah paham. Kepala Bappeda itu mengaku mereka telah menikah secara siri dengan pasangannya tersebut yang juga pegawainya sendiri berinisial DK (30),” kata Kepala Dinas Syariat Islam kota Langsa Ibrahim Latif saat dimintai konfirmasi, Senin (30/7/2018).

Insiden itu terjadi pada Sabtu (28/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat diamankan warga, Kepala Bappeda dan DK sedang berada di dalam sebuah tempat kos di Desa Paya Bujoek Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Keduanya kemudian dibawa keluar massa dan dimandikan dengan air got. Pasangan yang dituduh berbuat mesum ini tak berkutik saat diadili massa.

Menurut Ibrahim, saat ditangkap warga, mereka mengaku telah menikah dan menunjukkan surat nikah siri. Namun, karena warga sudah ramai dan emosi tidak terbendung, penyiraman tersebut tak dapat dihindarkan.

“Warga sudah sering melihat bapak itu singgah rumah kosan keluarga si perempuan. Jadi ke situ sudah sering menurut warga. Nah, waktu digerebek, mungkin sudah lama diintip. Warga marah dan dinilai telah melakukan perbuatan mesum,” ungkap Ibrahim.

“Karena sudah ramai warga yang datang, lalu menunjukkan buku nikah siri. Saat warga melihat, ditemukan kecurigaan terhadap keabsahan dari surat nikah tersebut. Karena warga sudah emosional, yang bersangkutan sudah macam-macam omongnya. Ditarik keluar, lalu dimandikan. Itu sudah kebiasaan di kampung-kampung seperti itu,” jelasnya.

Setelah dimandikan, pasangan ini selanjutnya dilepas kembali. Tak lama berselang, datang petugas polisi syariat Islam. Menurut Ibrahim, pihaknya saat ini masih menyelidiki terkait keabsahan nikah siri Kepala Bappeda dengan pegawainya tersebut.

Soalnya, keduanya mengaku menikah siri di Sumatera Utara. Jika benar keduanya sudah menikah, polisi syariat akan melakukan mediasi dengan warga.

“Namanya surat nikah siri secara negara itu tetap tidak sah. Namun, jika dilihat secara agama, harus ditinjau kembali apakah syarat-rukun nikahnya sah atau tidak. Kalau memang nikahnya benar, secara hukum agama sah, berarti persoalannya akan kita damaikan,” jelas Ibrahim.

“Jika bukunya sah, akan kita mediasi secara adat. Tapi kalau pernikahannya tidak sah, akan ditempuh jalur hukum Qanun Nomor 6 Tahun 2014. Mediasi adat juga ada qanun-nya,” kata Ibrahim.

Rumah Slamet Iswantoro, Rumah Bersih dan Sehat

Bogor Daily – Bersih dan Indah merupakan kata kunci bagi Slamet Iswantoro. Dua kata itu tampak tercermin, saat kita menapakan kaki memasuki kediaman suami Eli Nurhayati itu, di Mutiara Bogor Raya Blok G1 No 1, RT 1/17, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Mulai dari halaman, teras sampai dengan ruang tamu dan dapur, kondisinya bersih, asri dan nyaman.

Di halaman Slamet Iswantoro yang tak begitu luas, rumput menutup rapat seluruh permukaan tanah. Di sekelilingnya tumbuh subur tanaman hias. Juga ada ‘parit’ berbatu hias yang menyatu dengan kolam ikan. Dari kolam, itulah terdengar gemericik air yang menambah suasana teras menjadi terasa nyaman dan tentram. Itulah suasana yang bisa membawa siapapun yang duduk di bangku kayu teras itu, dapat merasakan nuasa pegunungan Ngo Tai San, di Provinsi Sao Say di masa Dinasti Han, yang terkenal keindahan alamnya.

Perpaduan beragam jenis tahanam hias, yang tumbuh di pekarangan rumah, memang  terasa menentramkan hati dan pikiran. Uniknya sampai dua tiang penyangga plafon teras juga dihias sejenis tanaman rambat, yang membuat tiang itu menjadi lebih artistik dan mampu mencuri perhatian tamu. “Itu nyonya yang nginang. Itu memang tanaman merambat. Klau di Jawa ditanam ke tanah. Ada jenis tanaman berwaran putih, merah dan pink merah.,” ucap Slamet.

Melongok ruang tamu, tersedia bangku berbahan kayu gelondongan belahan yang sudah diplitur. Hampir sebagian perabotan isi rumah didominasi dari bahan kayu. Begitupun di ruang tengah. Potongan batang kayu sepanjang hampir dua merter yang sudah diplitur warna coklat mengkilat, terlihat mencolok dan antik. Kichentset juga dibuat dari kayu. Sebagian kursi di rumah itu dibuat sendiri. “Kalau ada kayunya. Dirumah saya suka buat kursi sendiri,” papar Slamet.

Meja dan kursi ruang tamu memang buatannya sendiri. Bahannya potongan kayu pohon Randu yang dulu tumbuh dekat RS PMI. “Waktu itu pohonnya dipapas karena sudah rapuh. Nah saya minta tuk dijadikan kursi, karena sejak punya rumah, saya  belum bisa beli kursi tamu. Sekarang biasanya temen yang kerja di pabrik. Kayu yang tak terpakai, dikasih ke saya,” kata Slamet terus terang.

Kebersihan dan keasrian hunian rumaah itu rupanya diwujudkan dengan formulasi sederhana. Meski tidak memiliki pembantu namun Slamet tidak kehilangan akal. Ia libatkan semua anggota keluarga untuk bergotong royong membenahi rumah. Masing-masing punya tugas harian. Biasanya setelah pulang dari masjid, seluruh anggota keluarga langsung bergesas melaksanakan tugas masing-masing. “Anak yang gede bebersih nyapu dan ngepel, yang kecil bantu nyapu halaman plus ngasih makan ikan, saya nyuci piring plus nyapu taman, istri beresin tempat tidur plus masak. Klo seminggu sekali kita bareng nyapu taman dan kebon jati,” kata Slamet.

Bagi Slamet, rumah tidak harus mewah dan megah. Meski sederhana, yang penting selalu bersih supaya penghuninya sehat, sehingga terhindar dari segala penyakit. “Kan kebersihan itu sebagian daripada iman, jadi rumah yang sehat itu adalah rumah yang bersih. Kita setiap saat melakukan bersih bersih, agar penghuninya menjadi sehat dan menjadi legih beriman insyaallah,” kata Slamet.

Jadi Rumah Contoh

Ketika beberapa waktu yang lalu Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman, melakukan sidak di rumah itu ia tidak menyangka jika rumah yang dijadikan percontohan itu merupakan rumah seorang PNS yang bertugas di bagian Hunas Setda Kota Bogor. “Saya benar-benar tidak tahu kalau ruman ini ternyata kediamannya pak Slamet,” terang Usmar.

Menurut Usmar, ia hanya mendapat laporan jika rumah yang dijadikan sebagai rumah percontohan kebersihan beralamat di di Mutiara Bogor Raya Blok G1 No 1, RT 1/17, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor atas informasi dari sejumlah kader Pos Yandu.

Usmar beserta rombongan memeriksa seluruh ruangan di dalam rumah, termasuk kamar mandi dan area pekarangan rumah. Dalam kesempatan itu, Usmar dan rombongan sangat terkesan karena rumah yang dikunjunginya sangat bersih, rapi dan asri. “Ini contoh rumah yang bersih, setiap sudut sudutnya bersih baik dari dalam rumah maupun di luar rumah. Sayang pak Slametnya sedang tidak ada. Beliau ada tugas ke Bandung,” ujar Usmar.

Kunjungan Usmar ke kediaman Slamet Iswantoro, merupakan rangkaian kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh PT. Indomarco Prismatama Cabang Bogor yang bekerja sama dengan Baygon dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor di Perumahan Mutiara Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

“Kota Bogor program peduli berbagi tahun ini, kami fokuskan di sektor kesehatan, yaitu dengan melakukan penyuluhan PSN. Untuk lokasi sebelumnya kami telah berkoordinasi dengan Dinkes Kota Bogor dan dipilihlah wilayah Kelurahan Kedung Badak dan Katulampa,” ungkap Development Manager PT. Indomarco Prismatama Cabang Bogor 1 Ade Ahmad Hadi.

Ia berharap dengan adanya penyuluhan seperti ini masyarakat diingatkan kembali tentang pentingnya PSN dalam mencegah penyakit DBD. Sedangkan bagi yang mungkin belum mengetahui hal ini bisa menjadi tambahan ilmu sehingga mereka tidak hanya memahaminya tetapi bisa melaksanakannya. (dik)

Deal! Prabowo-SBY Sepakat Ikat Koalisi

Bogor Daily – Pertemuan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berbuah manis. Gerindra dan PD sepakat berkoalisi.

“Ada kehendak dari kedua pihak untuk menjalin suatu sinergi, suatu kerja sama yang erat dalam menghadapi keadaan negara yang dalam kesulitan,” kata Prabowo dalam jumpa pers bersama SBY di rumahnya, Jl Kertanegara, Senin (30/7/2018).

Prabowo mengatakan Gerindra dan PD akan membahas langkah ke depan dalam waktu dekat. Dia menegaskan Gerindra dan PD sepakat bekerja sama.

“Kita sepakat untuk melaksanakan, untuk melakukan kerja sama politik, tentunya akan terwujud dalam koalisi,” ujar Prabowo.

Prabowo akan mengajak partai-partai lain mengikatkan diri dalam koalisi. Pembicaraan dengan partai lain akan segera dijajaki untuk meresmikan koalisi.

Jangan Lewatkan Agenda Besar di Bogor, Nih Daftarnya…

Kota Bogor layak menjadi pilihan destinasi untuk mengisi liburan pada Agustus 2018. Sebab, Kota Hujan sudah menyiapkan sejumlah agenda. Khususnya untuk memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda yang ditawarkan sarat nilai. Ada unsur nasionalisme, kearifan lokal, hingga torch relay Asian Games 2018.

“Kota Bogor ini banyak memiliki seni dan budaya tradisional. Kekayaan seni dan budaya akan jadi atraksi menarik,” terang Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana, didampingi Kabid Pemasaran Area I Wawan Gunawan, Jumat (27/7).

Salah satu momen yang ditunggu Torch Relay Asian Games 2018 dan peringatan Hari Pramuka Nasional.

“Bogor memang venue terbaik untuk menikmati liburan di Agustus. Event yang digelar sangat banyak dan penuh warna. Pokoknya luar biasa sekali. Bisa melihat dari dekat api obor Asian Games ini tentu menjadi pengalaman bagus, apalagi event ini akan segera di gelar di Jakarta dan Palembang,” jelas Pitana.

Kemeriahan di Kota Bogor berlanjut ke peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/8). Selain upacara peringatan, Kota Bogor juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung. Rangkaian pesta lalu mengerucut kepada program Istana untuk Rakyat (Istura). Digelar 27-31 Agustus, Istura ini juga familiar sebagai Istana Open.

“Istura ini merupakan program yang selalu ditunggu oleh masyarakat. Sebab, ini menjadi kesempatan untuk melihat dan menikmati Istana Bogor dari dekat. Istura ini tentu menjadi fenomena wisata sejarah terbaik yang dimiliki Bogor,” ucap Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan.

Program Istura ini merupakan kunjungan ke Istana Bogor bagi khalayak umum. Program ini terbuka gratis. Istura ini rencananya dirangkai dengan agenda kunjungan ke museum yang juga dibuka gratis. Yaitu Museum Perjuangan, Museum Peta, Museum Nasional Sejarah Indonesia, Museum Zoologi dan Museum Bale Kirti.

“Ada banyak pembelajaran sejarah yang bisa diputar kembali oleh masyarakat pada program Istura ini. Namun, yang terpenting pengunjung juga mematuhi aturan yang berlaku di sana,” jelas Wawan lagi.

Beberapa regulasi diterapkan pada Program Istura. Pengunjung harus membawa tiket masuk yang sudah ditetapkan. Mereka dilarang membawa barang (tas dan makanan), selain berusia lebih dari 10 tahun. Berpakaian bebas, rapi, dan sopan hingga larangan membawa kamera. Pendaftaran peserta ini dimulai 15 Juli hingga 31 Agustus di Disparbud Kota Bogor, Jalan Pandu Raya 45, Bogor, (0251) 8328827.

“Paket lengkap memang diberikan Kota Bogor pada bulan Agustus ini. Beragam atraksi diberikan dan kesemuanya ini untuk memberikan kegembiraan bagi pengunjung. Lalu, yang penting sikap santun dan terib harus dikedepankan saat menikmati kemeriahan ini. Terlebih, di Program Istura. Semua aturan di sana harus diperhatikan,” tegasnya.

Penghujung Agustus, Lomba Kaulinan Urang Lembur digelar. Yaitu pada 29 Agustus. Lokasinya ada di GOR Padjajaran Bogor. Beragam permainan tradisional yang unik akan digelar di sana.

Pesta besar Bogor diawali oleh Festival Laksa, Minggu (29/7), mulai pukul 08.00-13.00 WIB. Lokasinya di Botani Square, Bogor. Sebanyak 1.000 porsi laksa akan dibagikan gratis. Menariknya, laksa ini disajikan dalam 100 rasa berbeda. Juga dikombinasi dengan Fashion Show Batik Bogor.

“Laksa disiapkan dalam jumlah besar. Silakan saja dinikmati. Pengunjung juga bisa menikmati aneka keindahan motif dan warna warni batik khas Bogor. Kota Bogor juga terkenal dengan batiknya yang khas,” kata Kadisparbud Kota Bogor Sahlan Rasyidi.

Festival Merah Putih (FMP) jadi sajian berikutnya. FMP memasuki penyelenggaraan tahun ketiga. Rangkaian agenda dimulai dengan pemasangan 17.845 bendera. Bendera Merah Putih ini akan dipasang di sepanjang jalan protokol Bogor selama satu bulan penuh.

Tensi FMP kemudian dinaikan pada Minggu (5/8). Agendanya mengarak Bendera Merah Putih raksasa dengan ukuran 5×100 meter. Arak-arakan Bendera Merah Putih ini akan dimulai Balaikota Bogor lalu menuju Lapangan Pusdikzi. Rute berikutnya menuju Jalan Sudirman, Kota Bogor. Memberikan nuansa berbeda, FMP ini memiliki 13 rangkaian sub event.

“Kota Bogor akan semakin semarak dengan pemasangan ribuan bendera. Rangkaian FMP sendiri juga banyak dan dibuka mulai 11 Agustus. Kami ingin pada Agustus ini, Kota Bogor benar-benar meriah,” ujarnya.

Sehari berikutnya, digelar pesta rakyat, Minggu (12/8). Yaitu berupa pawai seni budaya. Lokasinya memanjang berada di Jalan Sudirman hingga Taman Kencana. Helaran seni budaya ini melibatkan 5.000 peserta.

Apresiasi diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengatakan, pesta HUT ke-73 RI harus dirayakan dengan meriah.

“Kota Bogor luar biasa. Mereka menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia dengan suka cita selama satu bulan penuh. Perayaannya dibuat sangat unik, seperti parade Bendera Merah Putih ukuran raksasa. Kemeriahan itu semakin bertambah dengan pawai obor Asian Games. Belum lagi beragam seni budaya yang akan ditampilkan,” tutup Menpar.

sumber: Merdeka.com

Gangguan Pengaliran di Bogor Utara, Ini Penyebab dan Penanganannya

BOGOR DAILY  – Hampir sebulan ini, sebagian wilayah di Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor mengalami gangguan pasokan air bersih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Apa yang sebenarnya terjadi dan apa langkah PDAM mengatasi gangguan itu?

Saat mensosialisasikan rencana pembangunan local reservoir di perumahan Griya Soka di ruang rapat utama PDAM Kota Bogor, Jumat (27/7/2018), Direktur Utama PDAM Kota Bogor Deni Surya Senjaya memaparkan hambatan-hambatan dalam distribusi air bersih ke wilayah Kecamatan Bogor Utara

“Air ke Bogor Utara dipasok dari Reservoir Cipaku kapasitas 9.000 m3 yang berasal dari aliran Sungai Cisadane. Ketika level Cipaku tidak pada kondisi semestinya, maka daerah di sekitar Bogor Utara akan mengalami gangguan. Terutama di wilayah Cimahpar, Bogor Baru, Griya Soka dan sekitarnya. Mengapa? Karena itu daerah-daerah yang elevasinya lebih tinggi dari reservoir,” papar Deni.

Sejak sebulan terakhir atau pertengahan bulan puasa lalu, curah hujan di wilayah hulu Sungai Cisadane cenderung rendah. Hal ini mengakibatkan debit air baku ke intake Ciherang Pondok menurun cukup signifikan, dari 1.700 liter perdetik jadi sekitar 1.550 perdetik. Akibatnya, pasokan ke IPA dan Reservoir Cipaku juga menurun.

“Kalau ini (sifatnya) alamiah. Kami hanya berharap hujan turun normal di daerah hulu. Memang beberapa hari terakhir hujan turun di daerah Bogor intensitasnya masih terlalu rendah. Belum cukup baik untuk menambah debit air baku ke Intake Ciherang Pondok,” kata Deni.

Selain curah hujan yang rendah, adanya akumulasi endapan lumpur di sekitar DAM Intake Ciherang Pondok juga menurunkan debit air baku. Sejak tiga pekan lalu, PDAM melakukan pengerukan lumpur di sekitar bendungan, dengan harapan ketinggian level air baku ke intake bertambah. “Alhmadulilah ada penambahan sekitar 20 liter perdetik. Namun itu pun masih belum cukup,” ujar mantan Kepala Bagian Perencanaan dan Pengawasan Teknik PDAM Kota Bogor itu.

PDAM juga telah membersihkan lumpur di bak prasedimentasi intake Ciherang Pondok dan membersihkan saluran pipa transmisi, dengan harapan pasokan air baku ke IPA Dekeng dan Cipaku bisa lebih baik. Pompa sementara di area Intake Cipaku pun sudah dioperasikan. Namun kapasitasnya tidak terlalu besar, 100 liter perdetik.

“Kami baru dapat info bahwa pompa yang kami pesan dari Eropa sedang dalam perjalanan menuju Semarang. Dari semarang lalu dibawa ke Bogor. Jika pompa ini sudah dipasang di Intake Cipaku, insya allah dapat menambah sekitar 300 liter perdetik. Ini untuk meningkatkan pelayanan di wilayah Bogor Utara,” tutur Deni.

Perusahaan air minum milik Pemkot Bogor ini pun tengah menunggu pembangunan SPAM Katulampa selesai pada akhir September 2018. Proyek Kementerian PUPR kapasitas 300 liter perdetik ini diyakini dapat mengatasi persoalan gangguan pasokan air di wilayah Bogor Utara, sehingga target cakupan 100 persen aksi air bersih di Kota Bogor dapat terpenuhi pada tahun 2019.

PDAM juga telah memasang local reservoir kapasitas 50.000 liter di perumahan de’Botanical Cimahpar dan menyiapkan satu lagi kapasitas 100 ribu liter di perumahan Griya Soka. Untuk penanganan darurat, PDAM juga menyiapkan armada tangki air untuk memasok air bersih saat terjadi gangguan pengaliran.(humas dan sosial)

Djan Faridz Mundur dari Ketum PPP Muktamar Jakarta, Ini Suratnya

etum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz mengundurkan diri. Djan resmi melayangkan surat pengunduran diri pada Rapat Pleno PPP Muktamar Jakarta yang digelar kemarin.

“Kemarin sudah dilakukan rapat pleno pada saat rapat pleno itulah Bapak Haji Djan Faridz mengajukan surat permohonan pengunduran dirinya dari Ketua Umum DPP PPP,” kata Plt Ketum PPP Mukmtamar Jakarta Humphrey Djemat saat jumpa pers di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018).

Humphrey mengungkapkan berdasarkan surat tertanggal 30 Juli 2018 itu, partainya memutuskan menerima pengunduran diri Djan Faridz. Keputusan tersebut diambil melalui pembahasan yang panjang dalam rapat pleno.

“Akhirnya pengunduran ini DPP menerimanya serta diputuskan bahwa sejak tanggal 30 Juli 2018 Bapak Haji Djan Faridz sudah mengundurkan diri sebagai Ketum PPP,” ujarnya.

Humphrey mengatakan dalam surat pengunduran itu, Djan Faridz tak menjelaskan secara spesifik alasan pengunduran dirinya. Namun, alasan utama Djan, kata Humphrey adalah karena Djan hingga saat ini belum bisa melaksanakan amanah Muktamar VIII Jakarta.

“Untuk mempersatukan PPP. Itu yang menjadi dasar paling kuat,” kata Humphrey.

Berikut isi surat pengunduran diri Djan Faridz:

Dengan hormat,
Assalamualaikum wr wb, 

Teriring doa kami. Semoga Allah swt menyertai anda. Saya Djan Faridz sebagai Ketua Umum PPP, dengan ini menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Ketum PPP masa bakti periode 2014-2019 berdasarkan Ketetapan Muktamar delapan PPP tanggal 2 November 2014 di Jakarta dengan ini menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan. Melalui kesempatan ini saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas semua kekurangan saya dalam menjalankan amanah Muktamar delapan PPP tanggal 2 November 2014 di Jakarta. 

Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih yang besar sebesarnya kepada seluruh pengurus PPP kader PPP serta simpatisan PPP yang selama ini mendukung dan memberikan kepercayaan yang begitu besar kepada saya untuk memimpin partai PPP hingga saat ini. Harapan saya semoga PPP dapat mencapai tujuannya untuk mewujudkan masyarakat madani yang adil makmur sejahtera lahir batin dan demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila di bawah ridho Allah SWT. 

Demikian surat ini saya sampaikan atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih.

sumber: detik.com

Gila! Kambing Hamil Diperkosa 8 Pria

BOGOR DAILY Entah apa yang ada di dalam pikiran 8 orang pria di India ini. Mereka dengan tega dan sadis memperkosa seekor kambing betina yang sedang hamil hingga mati.

Dilansir dari media lokal India, Hindustan Times, Senin (30/7/2018), peristiwa itu terjadi di distrik Haryana, India. Pemilik kambing, Aslup Khan mengatakan kambingnya itu hilang dari gudangnya pada 26 Juli lalu.

Khan beserta warga lainnya kemudian berusaha mencari kambing yang hilang. Kambing itu adalah satu-satunya yang ia miliki setelah empat kambing lainnya juga pernah dicuri.

“Saat itu sekitar jam 11 malam saya mendengar beberapa suara dan saya pergi keluar. Gerbang gudang sudah terbuka. Saya panik dan membunyikan alarm. Setelah dicari-cari dan ditemukan, ada tiga pria yang melakukan serangan seksual terhadap kambing saya,” kata Khan.

Khan menyebut dirinya langsung menangkap dan memukuli tiga pria yang dalam keadaan mabuk. Setelah sadar, tiga pria itu mengaku ada lima pria lainnya yang juga diduga memperkosa kambing tersebut.

“Kambing saya terluka dan tergeletak di tanah. Dia bahkan tidak bisa berjalan. Saya membawanya pulang dan memakaikan obat-obatan di luka pada bagian kepala dan hidungnya,” ujar Khan.

Kondisi kambing setelah diperkosa makin memburuk hingga akhirnya mati. Polisi kini masih mengusut peristiwa keji itu.

“Tim kami sedang menyelidiki kasus ini dan mencatat pernyataan dari pemilik kambing. Kami juga menyelidiki keterangan dari saksi mata dan penduduk desa lainnya. Penangkapan akan dilakukan setelah bukti dan keterangan terkumpul,” ujar Inspektur Polisi setempat, Nazneen Bhasin.

Sementara itu, dokter hewan, Ramvir Bhardwaj yang melakukan uji post mortem terhadap kambing tersebut mengatakan, kambing mati karena pendarahan di tenggorokan.

“Kambing itu sudah hamil 50 minggu. Selama pemeriksaan post-mortem, ada darah di tenggorokan. Sampel di bagian alat kelamin kambing dikirim ke laboratorium forensik,” kata Bhardwaj.

Tiga Rumah di Megamendung Jadi Arang

BOGOR DAILY Tiga unit rumah warga Kampung Pasir Idong, RT 01/03, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor hangus terbakar, Senin (30/7/2018).

Katua RT setempat, Pepen, mengatakan bahwa peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. “Sekitar jam 09.30 tadi, ketahuan sama tetangga udah gede aja apinya,” ujar Pepen.

Ia menuturkan bahwa, puluhan warga di sekitar rumah itu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Serta, kata dia, tiga rumah tersebut juga sedang tidak dihuni oleh pemiliknya yang beraktifitas di luar.

“Saya langsung lapor ke desa. Api sama warga dipadamin, pokoknya warga yang punya air dikeluarin semua buat madamin,” kata Pepen.

Pepen menuturkan bahwa pihak pemadam kebakaran juga datang ke lokasi dan jelang pukul 12.00 WIB siang, api berhasil dipadamkan.

Kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik dan beruntung kata Pepen, dari peristiwa tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa.

Seperti dilansir TribunnewsBogor, sampai pukul 13.00 WIB, lokasi tiga rumah yang hangus itu masih ramai didatangi warga ditambah sejumlah aparat pemerintah setempat yang mendata korban kebakaran tersebut.

Baca Selengkapnya