Bawaslu Periksa Komisioner KPU Kabupaten Bogor
Awas! Ada Truk Terguling di Tol Jagorawi Arah Bogor
Sebuah mobil truk mengalami kecelakaan tunggal di ruas Rol Jagorawi KM 6-7, persinya samping exit Gerbang Tol Dukuh 3 arah Bogor.
Truk bermuatan karpet itu saat ini sedang penanganan polisi. Informasi kecelakaan ini diposting akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, Senin (30/7/2018) siang.
12:30 Kecelakaan Truk terguling di KM 7 Tol Dukuh (arah ke Cibubur) & msh penanganan Polri. pic.twitter.com/aB0SDFISjX
— TMC Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro) July 30, 2018
Belum ada informasi lebih lanjut terkait kondisi pengemudi truk. Namun dari foto-foto yang diposting tampak muatan truk berupa karpet tercecer di jalanan. Imbasnya arus kendaraan mulai tersendat.
Nikita kembali Menjanda
Bogor Daily – Nikita Mirzani sudah siap untuk menjalani sidang perceraiannya bersama Dipo Latief. Hal itu disampaikannya dengan santai.
“Oh ya, tanggal 1 ya? Berarti dua hari lagi. Biasa aja,” ujar Nikita saat ditemui usai mengisi acara ‘Pagi Pagi Pasti Happy’ di Gedung TRANS TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (30/7).
Ibu dua anak ini menjalani dengan santai karena hal ini bukan kali pertama baginya dan merasa gugatan ini merupakan yang terbaik baginya dan Dipo.
“Nggaklah. Kan ini masuk sidang cerai kan bukan yang pertama. Jadi biasa aja,” tambahnya.
Keputusan bercerai membuat presenter ini ingin u tuk bangkit kembali dan menjalani kehidupan seperti biasa.
“Kalau gue sih udah emang hirup udara yang begitu nikmatnya dari Allah lah nanti dibikin susah lagi. Sekarang nih berat badan gue udah naik nih 1 kilo. Kemarin kan sempet turun banget tuh sampe muka gue tuh jelek, pakai baju semuanya kegedean. Jadi gue nggak mau lah bikin hidup gue susah-susah lagi,” tukasnya.
SBY Tiba, Prabowo Menyambut di Depan Rumah
Bogor Daily – Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membalas kunjungan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo menyambut hangat kedatangan SBY, yang akan membahas kelanjutan koalisi Pilpres 2019.
SBY tiba di rumah Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (30/7/2019). Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, dress code kedua tokoh ini berbeda.
Kali ini SBY mengenakan batik warna biru, sementara Prabowo memakai batik cokelat. Sebelum SBY tiba, eks Danjen Kopassus itu sudah menunggu di halaman rumahnya.
Saat SBY tiba, Prabowo dan elite Gerindra menyambut dengan hangat. Keduanya lalu bersalaman dan berfoto bersama.
Menurut Waketum PD Syarief Hasan, pertemuan ini belum akan membahas pasangan capres-cawapres yang akan mereka usung. Meski begitu, potensi koalisi kedua partai ini, menurutnya, sudah ada kemajuan.
“Ini kelanjutan dari pertemuan pertama. Hari ini dikonkretkan. Kalau capres dan cawapres kayaknya sih belum, karena soal cawapres harus dibicarakan di antara partai koalisi. Saya pikir pasti akan ada peningkatan karena kalau pertemuan dari pertemuan itu salah satu tanda ada kecocokan,” sebut Syarief, yang lebih dulu tiba di rumah Prabowo.
Perlunya Moderasi Islam di Indonesia
Bogor Daily – Selama 4 hari, sejak 26 – 29 Juli 2018, Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) menggelar konferensi di Nusa Tenggara Barat. Konferensi mengambil tema ‘Moderasi Islam dalam Perspektif Ahlussunnah Wal Jama’ah’. Konferensi menghasilkan sembilan kesepakatan, salah satunya melawan sektarianisme, rasisme dan diskriminasi.
Selama hampir 15 menit Pria kelahiran Pancor, Selong, 31 Mei 1972 itu memaparkan pentingnya moderasi Islam di Indonesia. Karena sudah terbukti ketika di suatu negara tidak ada moderasi islam, maka lambat laun negara itu akan melemah. “Bahkan ekstremnya pecah dan hancur. Di Suriah seperti itu, di Irak, Afghanistan juga,” kata TGB
Arab Saudi akhir-akhir ini mulai menyadari perlunya moderasi Islam. Kini perlahan-lahan negara itu mulai mengubah pandangan keagamaannya. Berikut petikan lengkap wawancara khusus dengan TGB tentang moderasi Islam di Indonesia.
Apa pentingnya menggelar konferensi alumni Al Azhar untuk Indonesia?
Cara kita beragama itu menentukan bukan hanya kita secara pribadi, tapi juga menentukan bagaimana kita berbangsa. Oleh karena itu pemahaman keagamaan itu penting, pemahaman keagamaan itu menentukan bagaimana kita berindonesia.
Kalau pemahaman keagamaan kita itu sempit, satu sisi kita mengambil sudut pemahaman agama yang tidak Wasathiyyah, tidak moderat, dan itu ada, di beberapa negara Arab ada, paham-paham seperti itu. Kalau kita mengambil sudut pandang seperti itu, itu pasti akan berkonsekuensi terhadap bagaimana kita berindonesia. Kita di Indonesia ini sangat heterogen, jadi membangun hubungan sosial yang baik itu salah satu yang menentukan dan determinan adalah bagaimana kita memahami agama. Itu sebabnya sejak tahun kemarin, kita melaksanakan konferensi untuk meneguhkan karena sudah ada itu semua di Indonesia. Meneguhkan Wasathiyyah Islam atau moderasi Islam
Atas alasan itu Anda sering mengkampanyekan Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lilalamin…
Setiap yang belajar di Al-Azhar pasti mendapatkan pendidikan tentang moderasi Islam. Ketika pulang dari Al-Azhar ya itu yang sering saya suarakan. Kenapa saya suarakan lebih kencang lagi? Karena menurut saya kebutuhan kita di Indonesia terhadap itu semakin penting, semakim terasa, urgensinya itu makin terasa. Kenapa urgensi ini semakin terlihat? Karena terbukti ketika pandangan-pandangan yang tidak sesuai moderasi Islam itu tumbuh di suatu negara maka negara itu lambat laun menjadi lemah. Bahkan ekstremnya pecah dan hancur. Di Syria seperti itu. Di Irak juga seperti itu, di Afghanistan juga, Arab Saudi kita tahu akhir-akhir ini kemudian mereka segera berusaha untuk mengubah pandangan keagamaan. Karena mereka sadar kalau pandangan yang jauh dari moderasi Islam itu tetap kuat di Arab Saudi, bisa-bisa Wassalam juga negara itu. Jadi menurut saya kepentingan kita di Indonesia, kepentingan bangsa, jauh ke depan harus lebih dikokohkan moderasi islam.
Selain alumni Al Azhar, ada tokoh lain yang diundang?
Narasumber kita sangat beragam, kalau tadi misalnya ada Prof Dr Yudi Latif, Prof Dr Amin Abdullah, Bapak KH Afifuddin Muhajir itu mewakili tiga spektrum pemikiran yang berbeda tapi saling melengkapi. Pak Yudi bicara tentang keutuhan pemahaman Pancasila bersama dengan Islam. Kemudian pak Prof Amin Abdullah bicara tentang konsep moderasi Islam dalam politik, kemudian Kiai Afifuddin bicara tentang konsep moderasi Islam dalam hukum. Jadi ini ketiganya komplementatif. Sebelumnya itu para ulama dari beberapa negara. Kita mengundang dari banyak, ada dari Mufti Ukraina, Mufti Australia, ada dari banyak negara.
Kenapa tokoh-tokoh seperti Aa Gym, Abdul Somad, Arifin Ilham tak ikut serta?
Kalau ustaz Somad itu bagian dari kita karena alumni Al-Azhar. Ustad Arifin Ilham saya pikir sama, pandangan kita sama. Aa Gym juga saya pikir sama. Tapi memang konferensi seperti ini kan lebih kepada aspek intelektualnya, akademiknya, aspek pematangan teorinya dan implementasinya.jadi ada makalah-makalahnya, kita memang mengundang para akademisi yang sudah diakui.
Selain karena Anda alumnus Al-Azhar, ada alasan kenapa konferensi ini digelar di NTB, bukan daerah lain?
Saya ingin NTB dikenal sebagai tempat nilai-nilai moderasi itu teramalkan dengan baik dan bisa disebarkan.
Sketsa Polisi Mirip Pelaku Pelecehan Seksual Bermotor di Depok
Bogor Daily – Pihak kepolisian telah menyebar sketsa pria terduga pelaku kekerasan seksual disertai ancaman pembunuhan terhadap SN (21) dan sejumlah wanita lainnya.
Pembuatan sketsa terduga pelaku hasil kerja sama Satuan Reskrim Polresta Depok yang menggandeng Tim Inafis Mabes Polri.
“Semoga pelaku segera berhasil ditangkap,” kata Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi saat dihubungi wartawan di Cimanggis, Depok, Minggu (29/7/2018).
Masyarakat yang memiliki informasi tentang terduga pelaku diharapkan memberi informasi kepada polisi.
“Sketsa sudah disebar ke sekitar lokasi, di sekitar Jalan Raya Margonda juga sudah disebar. Sudah dari tiga hari yang lalu disebarnya,” ujar dia.
SN menyatakan sosok pria dalam sketsa tersebut mirip sekali dengan pelaku.
Lokasi tempat Tiguno (40) melihat terduga pelaku kekerasan seksual mengeluarkan alat vitalnya, Cimanggis, Depok, Minggu (29/7/2018).
Pelaku melecehkan SN pada Minggu (15/7/2018) sekira pukul 06.30 WIB saat melintas di Gang Swadaya II, Kelurahan Tugu, Cimanggis.
Kala itu ia sedang menjajakan makanan ringan seperti donat, tahu, panada, dan risol yang merupakan rutinatas harian sebelum pergi ke kampusnya.
Baru lima belas menit berdagang ia bertemu dengan pelaku yang berusia sekira 25 tahun, tinggi sekira 170 sentimeter.
Pelaku mengenakan jaket hitam, celana panjang dan mengemudikan sepeda motor Yamaha Mio berwarna hitam keluaran lama tanpa mengenakan helm.
Sejak awal, pelaku yang berhasil meloloskan diri itu sudah menatap tajam ke SN yang masih sibuk menenteng dua boks berukuran sedang di kedua tangannya.
Pelaku sempat dua kali meraba payudara SN sebelum turun dari motor dan memperlihatkan kelaminnya.
Saat SN berupaya melarikan diri, pelaku menempeleng kepala korban dan mengancam akan membunuhnya.
“Dia bilang, ‘Aku bunuh kamu!’ sambil menempeleng kepala saya ke bawah sampai saya mau jatuh, mungkin karena saya mau lari makannya dia memukul kepala saya,” kata SN.
Warga mengenali
menanyakan kepada warga yang bermukim dan beraktivitas di sekitar Jalan Jengkol, Depok, di mana pelaku beraksi terhadap sejumlah korbannya.
Di antara mereka mengaku pernah melihat sosok itu meski tidak mengetahui identitasnya.
Satu di antaranya Tiguno (40), pengemudi ojek pangkalan di depan Jalan Jengkol.
“80 persen saya yakin pernah lihat orang ini (terduga pelaku). Sekira empat bulan yang lalu pukul 13.00 WIB pas saya mangkal dia berhenti samping saya. Dia ngeluarin alat kelaminnya. Dikeluarin lewat bolongan celana kolor pendeknya,” kata Tiguno di Cimanggis, Depok, Minggu (29/7/2018).
Saat berhenti di samping Tiguno, pria itu sudah mengeluarkan alat kelamin terlebih dulu sembari mengemudikan motornya.
Meski tidak bertemu pandang atau berbincang, ia sempat memperhatikan wajah pemuda tak dikenalnya itu.
Gang Swadaya II tempat SN (21) menjadi korban pelecehan seksual dan mendapat ancaman pembunuhan, Cimanggis, Depok, Senin (16/7/2018)
Sosok yang Tiguno lihat memiliki tinggi sekira 170 sentimeter, mengenakan jaket hitam, celana pendek berwarna biru.
Bertubuh sedikit gemuk, dan mengemudikan sepeda motor jenis matic keluaran lama berwarna hitam tanpa helm.
Ciri ini serupa dengan pernyataan SN kepada polisi saat melaporkan kasusnya Unit PPA Polresta Depok.
“Waktu itu saya pikir dia orang enggak waras, habis dia naik motor sambil ngeluarin alat kelaminnya. Dia sempat berhenti samping saya terus jalan lagi ke arah Pasar Pal Bawa motornya sih biasa saja, enggak ngebut,” ujarnya.
Tejo (54) rekan seprofesi Tiguno juga mengaku pernah beberapa kali melihat sosok yang dibuat polisi itu.
Bedanya Tejo melihat sosok itu saat melintas di sekitar Jalan Komjen Pol. M. Jasin pada siang hari.
“Pernah lihat beberapa kali, 60 persen saya yakin kalau orangnya sama. Terakhir lihat itu tiga bulan lalu lah. Dia lagi nongkrong di Jalan Bakti dekat sini. Motornya matic warna hitam keluaran lama,” tuturnya.
Pernyataan serupa dilontarkan Agus (52), warga sekitar Jalan Jengkol berprofesi sebagai pengemudi ojek online.
Ia menyatakan pernah beberapa kali melihat sosok terduga pelaku pada sore hari sebelum bulan Ramadan berlangsung.
Seperti Tiguno dan Tejo, Agus melihat terduga pelaku mengemudikan sepeda motor jenis matic warna hitam keluaran lama tanpa mengenakan helm.
Saat berpapasan di Jalan Jengkol, Agus menyebut terduga pelaku datang dari arah Jalan Kalisari dan melaju ke arah Jalan Komjen Pol M. Jasin.
“70 persen saya yakin pernah lihat. Memang orangnya naik motor matic warna hitam keluaran lama. Posturnya lumayan tinggi, badan enggak terlalu gemuk. Dia pakai jaket warna hitam tapi enggak pernah pakai helm,” sebutnya.
Sementara Sagiman (62) warga Gang Swadaya II tempat kejadian perkara mengatakan pernah melihat sosok terduga pelaku.
“Saya sepertinya pernah lihat, tapi enggak tahu di mana dan kapannya. Nanti coba saya share gambarnya ke grup ibu-ibu RT sini,” ujar Sagiman.
Pengakuan para korban
Meski tak pernah melihat sosok terduga pelaku, Enci (49), warga Gang Swadaya II yang sempat bertemu pandang dengan pelaku saat kejadian mengakui kemiripan sketsa yang dibuat polisi.
Ia menilai wujud torehan tinta yang dibuat polisi memiliki kemiripan dengan pelaku hingga 80 persen.
Di Jalan Kamboja, Cimanggis, Depok, Jumat (20/7/2018), ini pelaku melecehkan tiga korban perempuan.
Selain SN, korban pelecehan seksual di sekitar Jalan Kamboja yang lokasinya dekat dengan Gang Swadaya II, MA (21) menyatakan kemiripan wajah terduga pelaku SN dengan pelaku kasusnya.
Hal ini dituturkan LA (21) selaku satu korban pelecehan seksual lain di Jalan Kamboja yang terjadi pada sore hari di Minggu ke dua bulan Ramadan.
“Kata MA wajahnya mirip sama pelaku yang melakukan pelecehan seksual ke kami. Tapi itu kata dia ya, kalau seinget saya pelakunya lebih putih sedikit. Waktu itu polisi sempat ngasih tiga gambar. Kata polisi tiga pria itu pernah melakukan hal serupa,” jelas LA.
Meski tidak terlalu yakin, MD (19), satu mahasiswi yang kosannya pernah diintip pria misterius pada April 2018 lalu sekira pukul 23.00 WIB juga mengaku pernah melihat sosok terduga pelaku.
Namun ia tak dapat memastikan kapan dan di mana melihat sosok yang mengancam akan membunuh SN tersebut.
“Kayaknya pernah lihat, tapi enggak yakin banget. Cuman 40 persen lah yakin pernah lihatnya. Semoga pelaku cepat ditangkap pokoknya,” kata MD.
Pria misterius intip indekos mahasiswi
Warga Gang Swadaya II, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, tempat SN (21) menjadi korban kekerasan seksual disertai pembunuhan kembali resah.
Pada Sabtu (28/7/2018), seorang pria misterius mengintip ke satu indekos yang baru beberapa hari dihuni seorang mahasiswi.
“Waktu itu teman saya sendirian di kosan. Nah pukul sekira pukul 20.46 WIB itu ada orang melongok lewat ventilasi. Tangannya itu megang ventilasi sambil kepalanya ke atas,” kata RN (19), teman korban, Minggu (29/7/2018).
Melihat mata dan tangan pria misterius itu, IH (19) yang menjadi korban segera mengabarkan RN melalui pesan singkat.
Beruntung saat itu ada seorang pengendara motor yang melintas sehingga membuat pelaku melarikan diri.
“Pas dia melongok itu ada suara motor yang lewat, nah pelaku itu langsung turun. Mungkin dia takut ketahuan sama orang yang bawa motor itu. Sekarang teman saya yang jadi korban lagi pergi ke rumah keluarganya,” ujarnya.
Kejadian serupa menimpa dua mahasiswi lain.
Satu di antaranya MD (19), yang menjelang tengah malam pada April 2018 lalu kosannya dilongok seorang pria tak dikenal.
MD bersama seorang teman perempuannya sedang menumpang bermalam.
“Waktu itu saya sama teman saya, sekira pukul 23.00 WIB itu ada tangan yang megang ventilasi terus nongol kepala yang melongok gitu, tapi cuman kelihatan matanya saja,” tutur MD.
Saat MD hendak meyibak gorden jendela kosannya pelaku bergegas turun dari ventilasi.
Pelaku lalu menyalakan mesin motornya dan bergegas melarikan diri ke arah jalan Taman Indah 1.
“Saya dengar suara motor dinyalaiin depan kosan saya. Tapi pas sebelum dia melongok itu saya enggak dengar suara motor. Mungkin pelaku menuntun motornya,” lanjut dia.
MD menduga sosok yang melongok kosannya berusia sekira 30 hingga 40 tahun.
Menurut dia, kejadian yang sama sebelumnya menimpa mahasiwi lain yang pernah menghuni kosan tempat IH kini.
MD telah melaporkan kasus yang menimpanya kepada pemilik indekos dan pihak RT setempat guna menghindari bertambahnya korban.
5 Pemakaman Paling Mengerikan di Indonesia
Bogor Daily – Indonesia punya beragam budaya. Mulai dari fase-fase sebelum bayi lahir hingga seseorang meninggal, Indonesia punya tradisi dan ritualnya yang beragam. Seperti jika seseorang meninggal dunia, beberapa suku di Indonesia punya budaya tersendiri dalam pemakaman jenazah.
MalangTIMES mencoba merangkum lima tradisi dan budaya pemakaman yang mengerikan di Indonesia.
1. Sirang-Sirang, Batak Sembiring
Sirang-sirang. (Foto: blokunik.com)
Sirang-sirang merupakan upacara pemakaman yang dilakukan dengan cara kremasi. Upacara Sirang-sirang ini dilakukan oleh masyarakat Batak Suku Karo dengan marga Sembiring. Bedanya dengan upacara kremasi lainnya, proses kremasi pada upacara Sirang-sirang ini hanya dilakukan oleh seorang dukun dan 4 orang sindapur (pembakar mayat).
Saat dikremasi, anggota keluarga harus pulang ke rumah. Usai kremasi abu jenazah juga dianjurkan untuk segera dilarung ke sungai terdekat. Tidak lupa dengan segala perlengkapan dalam pelaksanaan perawatan jenazah agar tidak digunakan oleh mereka yang seang menganut ilmu hitam.
2. Rambu Solo, Toraja
Upacara Rambu Solo, Toraja. (Foto: wikipedia)
Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Toraja. Upacara adat ini bertujuan untuk mengantarkan arwah untuk kembali kepada keabadian bersama leluhur. Upacara yang kerap disebut sebagai upacara penyempurnaan kematian ini rupanya harus menelan biaya yang tak sedikit.
Sebab, dalam upacara tersebut terdapat berbagai atraksi budaya yang dipertontonkan. Misalnya saja adu kerbau, penyembelihan kerbau dan tari-tarian khas Toraja.
3. Potong Jari, Suku Dani
Potong jari untuk saudara yang meninggal di papua. (Foto: 1001indonesia.net)
Bias dibilang upacara pemakaman ini adalah upacara pemakaman yang paling sadis. Upacara ini dilakukan di Suku Dani, Lembah Baliem, Papua. Dalam upacara ini anggota keluarga wajib memotong salah satu ras jarinya jika ada saudara mereka yang meninggal dunia.
Hal ini merupakan simbol rasa duka cita yang mendalam terhadap berpulangnya salah satu anggota keluarga. Tradisi ini lebih banyak dilakukan oleh para wanita, walaupun gak menutup kemungkinan untuk laki-laki juga ikut memotong jarinya ketika sang istri tidak memiliki orang tua dan sanak saudara.
4. Ngaben, Bali
Upacara adat Ngaben. (Foto: Wikipedia)
Ritual Ngaben dilakukan dengan cara membakar jenazah yang diletakkan di dalam sebuah patung. Biasanya patung tersebut berbentuk lembu. Banyak orang Bali yang mengatakan bahwa untuk menggelar ritual ini memerlukan biaya yang tak sedikit. Sebab ada banyak hal yang harus dilakukan dalam upacara ngaben.
Mereka percaya dengan membakar jenazah, mereka dapat membantu membebaskan jiwa mendiang yang dingaben agar dapat terbebaskan dan menuju kehidupan baru setelah kematian.
5. Mumi, Suku Asmat
Mumi suku Asmat yang diawetkan. (Foto: wikipedia)
Di Indonesia praktik mengawetkan jenazah juga ternyata diterapkan dalam kebudayaan dan sejarah Papua. Adanya praktik mumifikasi pada Suku Asmat biasanya hanya dilakukan kepada kepala suku atau komandan perang yang dimumikan dengan bahan-bahan tradisional untuk memuliakan kepentingan sejarah dan religi mereka.
Bawa Narkoba, AKBP Hartono Dicopot dari Jabatannya
Bogor Daily – Penangkapan terhadap AKBP Hartono di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang, harus dibayar mahal. Pamen yang sebelumnya merupakan Wakil Direktur Narkoba Polda Kalimantan Barat (Kalbar) itu harus menanggalkan jabatannya. Dia dicopot langsung oleh institusi Bhayangkara.
Pencopotan AKBP Hartono itu sudah tertuang dalam surat telegram (TR) Kapolri tertanggal 28 Juli 2018. Dalam TR tersebut, AKBP Hartono dicopot dari jabatannya dan dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri dalam rangka pemeriksaan.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Nanang Purnomo belum dapat berkomentar soal pencopotan jabatan AKBP Hartono. Dia hanya bisa membenarkan penangkapan pamen dua melati itu setelah membaca berita di sejumlah media daring. “Saya belum bisa memberikan keterangan apa-apa,” ungkap Nanang Purnomo sebagaimana dilansir dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Senin (30/7).
Terpisah, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Victor Togi Tambunan menerangkan, penangkapan terhadap Hartono ketika dia baru saja mendarat setelah menumpangi pesawat Lion Air JT-722. Pesawat itu terbang dari Bandara Juanda ke Soekarno-Hatta.
Pamen dua melati itu diamankan saat berada di Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (28/7). “Yang bersangkutan dari Surabaya dan akan menuju ke Kendari. Tapi pesawatnya transit dulu ke Jakarta,” jelasnya, Minggu (29/7)
Namun, sesaat setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta persisnya saat melalui pemeriksaan di Security Check Point (SCP) 2 Terminal 1A, petugas Avsec menemukan 1 bungkus plastik kecil yang berisikan serbuk putih yang diduga narkoba jenis sabu-sabu yang tersimpan di saku celana belakang.
“Karena itu, petugas Avsec pun langsung menyerahkan yang bersangkutan berikut barang buktinya ke Polres Bandar Soekarno-Hatta. Dan saat ini kasus tersebut sedang didalami Paminal Mabes Polri,” terangnya.
Senada, Branch Communication Manager Bandara Soetta, Haerul Anwar. ”Oknum perwira polisi tersebut ditangkap karena kedapatan membawa barang terlarang yang diduga sabu- sabu seberat 23,8 gram di Terminal 1A Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu (28/7), ” kata Haerul.
Perokok! Konsumsi Makanan Ini Agar Paru-Paru Tetap Sehat
Bogor Daily – Paru-paru merupakan organ penting bagi manusia untuk tetap bertahan hidup. Oleh karena itu, menjaga kesehatan paru-paru di masa sekarang ini sangat penting. Tapi tidak jarang yang salah tafsir. Menjaga kesehatan harus selalu berurusan dengan dokter dan apoteker. Bahkan banyak juga yang berpikir harus mengeluarkan uang yang banyak untuk hidup sehat, terutama kesehatan organ dalam seperti paru-paru.
Padahal dengan tidak merokok dan mengatur asupan makanan yang benar, paru-paru pun akan sehat dengan sendirinya.
Makanan yang Menyehatkan Paru-Paru
Anda yang ingin memiliki paru-paru sehat? Berikut kami berikan sepuluh asupan yang baik untuk paru paru:
1. Bawang merah
Bawang merah merupakan bahan dasar masakan yang tentunya ada disetiap dapur Anda. Nah, dari hasil penelitian, bahan makanan ini ternyata bisa membantu untuk menyehatkan paru-paru. Bagi perokok, bawang merah merupakan salah satu bahan makanan yang wajib Anda konsumsi.
2. Kacang panjang dan kacang kenari
Bahan makanan yang satu ini juga terbukti mampu menyehatkan paru-paru Anda. Karena kacang panjang mengandung magnesium dan zat anti-kanker, sedangkan kacang kenari memiliki kandungan protein, lemak dan zat anti-oksidan yang sangat baik untuk menyehatkan organ pernapasan Anda.
3. Kunyit
Satu lagi, makanan untuk kesehatan paru paru dari bahan dapur ini dapat memberikan manfaat ekstra terhadap kesehatan tubuh. Kunyit memiliki fungsi yang kaya akan zat dan kandungan yang sangat baik untuk kesehatan. Bahkan kandungan curcumin yang terdapat dalam kunyit sangat ampuh memberantas pertumbuhan sel kanker dan tumor pada paru-paru.
4. Buah dilema, jeruk dan anggur
Buah untuk kesehatan paru paru menjadi bahan makanan yang tentu sudah sangat dikenal akan khasiatnya. Buah delima, jeruk dan anggur merupakan buah-buahan yang mengandung vitamin dan zat yang sangat baik untuk menyehatkan paru-paru Anda. Karena kandungan zat falvainoid pada anggur menjadi kandungan yang bisa membantu Anda membersihkan paru-paru. Sementara buah delima yang kaya akan anti oksidan dan buah jeruk yang kaya akan vitamin C bisa mengobati dan menyehatkan paru-paru Anda.
Selain vitamin A, wortel juga mengandung antioksidan dan lycopene yang sangat baik untuk kesehatan paru-paru dan jantung.
6. Kacang-kacangan
Makanan ini mengandung banyak magnesium, mineral yang berkontribusi terhadap fungsi paru-paru yang sehat. Mereka juga menyediakan asam lemak esensial yang baik untuk sistem kardiovaskular.
7. Paprika
Paprika kaya akan vitamin C dan karotenoid lutein dan zeaxanthin. Karotenoid telah terbukti mengurangi risiko terkena kanker paru-paru.
8. Sayuran cruciferous
Sayuran ini terdiri dari Kubis, kembang kol, brokoli, dan kale yang berkhasiat menghentikan perkembangan kanker paru-paru dan mengurangi risiko mengembangkan kanker paru menjadi setengahnya. Sayuran ini kaya klorofil yang membersihkan dan membangun darah, dan penuh dengan antioksidan yang sangat efektif.
9. Jahe
Rempah-rempah yang memiliki sensasi hangat ini memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membatu penghapusan polutan dari paru-paru.
10. Air
Air memainkan peran besar dalam kesehatan dan merupakan dasar dari setiap tindakan pembersihan. Air bersih dan murni sangat penting untuk menjaga aliran darah ke dan dari paru-paru. Itu juga membuat paru-paru kita terhidrasi dan lendir mengalir. Ini mungkin terdengar menjijikkan, tetapi lendir itu penting dan perlu konsistensi yang tepat bagi silia untuk memindahkannya — bersama dengan racun, mikroba, dan polutan — keluar.
Jadi, jika Anda perokok atau perokok pasif, tambahkanlah beberapa makanan tersebut ke dalam makanan Anda untuk menjaga paru-paru tetap sehat.
