Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8696

5 Cara Tak Terduga untuk Mengusir Nyamuk Tanpa Pakai Bahan Kimia

Sering diserbu gigitan nyamuk setiap malam? Gigitan nyamuk tentunya bisa membuat tidur Anda jadi tak nyaman. Belum lagi rasa gatal dan sakit yang ditimbulkan, dan sering kali meninggalkan bekas bentol serta merah-merah.

Selain memakai obat atau semprotan pengusir nyamuk, ada beberapa cara alami yang bisa membuat nyamuk ogah menggigit dan menghisap darah Anda. Intip tips menghindari gigitan nyamuk, seperti dikutip dari Aol.

1. Pakai Baju Warna Terang

Foto: Thinkstock

Pakailah baju berwarna terang untuk tidur. Nyamuk cenderung lebih tertarik dengan warna-warna gelap saat berburu makanan. Sementara warna terang akan membuat Anda jadi tak terlalu ‘menggoda’ bagi nyamuk. Dikatakan bahwa nyamuk akan mencari warna yang kontras dengan garis cakrawala atau langit yang cenderung biru.

2. Aroma Lavender

Foto: Baban Gandapurnama

Aroma lavender dipercaya sejak dulu bisa membuat nyamuk maupun lalat tidak betah. Bunga berwarna ungu ini bisa menyamarkan aroma tubuh Anda dengan aroma floral yang kuat.

Anda bisa menuangkan beberapa tetes minyak esensial lavender pada seprai dan bantal, dijadikan pengharum ruangan atau oleskan sedikit minyak lavender pada pergelangan tangan dan belakang telinga. Memakai minyak esensial akan lebih aman dan ramah lingkungan ketimbang menyemprotkan obat nyamuk.

3. Makan Bawang Putih

Foto: thinkstock

Makan bawang putih memang bukan pilihan ideal jika Anda ingin menjaga aroma mulut dan tubuh dari aroma tak sedap. Tapi tak ada salahnya mencoba makan bawang putih beberapa saat sebelum tidur.

Minyak yang terdapat dalam bawang putih akan dilepaskan melalui pori-pori setelah memakannya. Aroma minyak bawang putih berfungsi sebagai ‘tameng’ antara aroma kulit tubuh dan nyamuk, sehingga membingungkan mereka. Tapi jangan lupa sikat gigi setelah makan bawang putih, ya!

4. Nyalakan Kipas Angin

Foto: ilustrasi/thinkstock

Nyamuk tidak suka udara yang bergerak, yakni angin. Bahkan angin yang hanya bertiup sepoi-sepoi cukup efektif mengusir nyamuk, karena membuatnya kesulitan terbang.

Anda bisa mencoba menyalakan kipas angin saat tidur. Setel kepala kipas angin agar berputar ke segala arah agar angin bisa bertiup merata ke seluruh ruangan, terutama area bawah, seperti lantai.

5. Minyak Serai

Foto: iStock

Minyak serai juga termasuk bahan yang cukup populer sebagai penolak nyamuk karena aroma mirip lemon dan eucalyptus yang cukup kuat. Anda bisa memakai minyak serai sebagai olesan di kulit, atau menaruhnya di wadah khusus sebagai penyegar ruangan alami.

Perlu diingat meskipun sebagian besar bahan berasal dari tanaman, minyak esensial bisa menimbulkan efek iritasi jika digunakan dalam terlalu banyak dan dengan konsentrasi tinggi. Minyak esensial sebaiknya tidak digunakan sendiri langsung ke kulit tapi perlu dicampurkan dengan bahan lain misalnya lotion atau air.

Menikah dengan Ibu Angkatnya Sendiri, Ismed Sofyan Disebut Kerap Selingkuh

BDN – Kabar tak sedap datang dari rumah tangga pesepakbola Ismed Sofyan.

Pasalnya, kapten Persija Jakarta ini dikabarkan sedang menjalin hubungan asmara dengan perempuan lain.

Bahkan hal ini diungkapkan langsung oleh seseorang yang mengaku sebagai istri Ismed bernama Cut Rita.

Kepada salah satu stasiun televisi swasta, Cut Rita mengaku bahwa laki-laki usia 38 tahun tersebut pernah selingkuh sebanyak empat kali.

Awalnya, Cut Rita tak menyebutkan identitas suaminya.

Namun ia akhirnya menyebut bahwa suaminya merupakan salah satu pesepakbola yang bernama Ismed.

Sebelum menikah dengan Ismed, Cut Rita sempat menjalin hubungan rumah tangga.

Ia dan suaminya mengangkat Ismed sebagai anak angkatnya, lantaran Cut Rita mengaku bahwa Ismed merupakan anak dari keluarga yang kurang berada.

“Karena orang tuanya orang yang tidak punya, jadi diserahkan pada suami aku.

Disekolahkan menjadi seperti ini. Dan aku punya masalah waktu itu sama suamiku,” ungkap Rita kepada Uya Kuya, selaku pembawa acara.

Masalah yang menimpa Cut Rita dengan suaminya terdahulu kerap kali diceritakan kepada Ismed, yang saat itu adalah anak angkatnya.

Setelah itu, Rita mengaku bahwa Ismed akhirnya jatuh cinta dan keduanya akhirnya memutuskan untuk menikah dan pindah ke Jakarta.

Sayangnya, rumah tangga yang dibina Rita untuk yang kedua kali juga tak mulus. Rita mengatakan bahwa Ismed berkali-kali selingkuh.

Rita mengatakan bahwa Ismed pernah selingkuh dengan seorang model dan bahkan dengan sepupu Cut Rita.

Sempat melakukan konfirmasi tentang perselingkuhan, Rita justru mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari Ismed.

Ia mengaku suaminya selalu mengelak dan melempar barang bila ditanya perihal perselingkuhan.

Merebaknya kabar perselingkuhan Ismed yang langsung diinformasikan oleh sang istri, Ismed tampaknya menanggapi hal ini melalui media sosialnya.

Dilansir dari Tribun Jabar, foto sang istri bersama Ismed dihapus dari Instagram milik Ismed.

November 2017 lalu, Ismed mengunggah sebuah foto bersama perempuan yang ternyata Cut Rita.

“Med millat semoga panjang umur ,sehat selalu ,moga bisa menjadi istri yang baik . Amin.” tulis Ismed pada foto tersebut.

Ismed bahkan mengunggah Insta Stories selepas kabar tak sedap menghampirinya.

“Barang siapa yang membiasakan diri beristigfar, allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan,” tulisnya.

Si Doel Tukang Insinyur Reuni di Cibinong

Bogor Daily – Untuk pertama kalinya launching Si Doel The Movie digelar di Cibinong City Mall (CCM) setelah sebelumnya diputar di Belanda. Acara dimulai dengan penampilan band papan atas Armada yang membawakan soundtrack ’Si Doel The Movie’. Sontak, ratusan warga yang sudah berkumpul langsung meny­ambut meriah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kehadiran satu per satu pemain ya­kni Rano Karno (Doel), Cornelia Agatha (Sarah), Maudy Koesnadi (Jaenab), Mandra, Suti Karno (Atun) dan Ahong (Cukong).

”Saya harap film ini bisa diterima masyarakat dan mengisi jiwa,” ungkap sutradara sekaligus pemain Si Doel The Movie, Rano Karno, di CCM, kemarin.

Rano menambahkan, ’Si Doel The Movie’ merupakan jawaban para penggemar yang rindu akan film di era 90-an ini. Dalam pro­sesnya, para pemain tak terlalu sulit memerankan tokoh yang pernah dimainkan dalam film Si Doel Anak Sekolahan. “Saya berharap 2 Agustus 2018 masy­arakat bisa nonton dan suka sama film ini,” katanya.

Sementara itu, Public and Me­dia Relation CCM, Farah Bas­tian Tropera, menuturkan, acara ini mendapat antusias yang meriah dari pengunjung CCM. Acara kemarin juga dimeriahkan Armada, Wizzi dan Abdul. Me­reka masing-masing membawa­kan dua sampai tiga lagu. ”Tadi pengunjungnya ramai sekali,” jelasnya.

Tawuran Pelajar Kembali Makan Korban

Bogor Daily – Belum kering tanah kuburan almarhum Raihan Ilham Febriansyah, siswa SMA YPHB yang tewas dibacok, tragedi serupa terulang lagi di Kota Bogor. Seorang pelajar asal Cibungbulang, Firgi, meregang nyawa di Jalan Alternatif Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, tadi malam (31/7), dengan luka sabetan di sekujur tubuh.

Darah segar mengucur dari tubuh Firgi, siswa SMP yang diduga jadi korban tawuran. Ia terkapar di jalan dengan luka sabetan di sekujur badan.

Salah seorang saksi mata di lokasi, Susi, mengaku tak mengetahui persis bagaimana tawuran tersebut terjadi. Sebelum ditemukan tewas, pedagang yang berjualan di sekitar lokasi kejadian sempat melihat korban lari sempoyongan seorang diri. Tak lama kemudian, korban ambruk dan tak sadarkan diri. “Saya tahunya dia lari saja dari seberang sana ke sini. Memang sudah sempoyongan pas lari dan langsung ambruk,” ujar Susi.

Melihat korban tergeletak, warga langsung menghampiri dan mencoba memberi pertolongan. Sebelumnya, warga sempat menduga pelajar yang tergeletak itu merupakan korban tabrak lari. Sebab saat korban ambruk, ada sepeda motor kencang yang juga melaju di lokasi kejadian.

Namun siapa sangka, ketika warga membalikkan badan korban, ditemukan luka-luka di tubuh korban yang diduga berasal dari sabetan senjata tajam. Tubuh korban langsung dibopong warga ke tepi jalan.

“Mungkin orang juga mikirnya dia jatuh bukan dianiaya. Saya juga nggak tahu ada tawuran karena sebelumnya kan hujan. Cuma saya lihat anak itu lari saja. Saya pikir bukan anak sekolah. Dia berdiri sebentar habis lari langsung ambruk. Saya pikir jatuh dari motor,” bebernya.

Tak lama berselang, petugas kepolisian dari Polresta Bogor Kota dan Polsek Bogor Barat datang ke lokasi kejadian. Korban langsung dimasukkan ke kantong jenazah.

Saat itu juga datang beberapa perempuan yang diduga keluarga korban. Mereka menangis meraung-raung melihat korban yang sudah tak bernyawa. Kondisi lalu lintas pun sempat tersendat akibat banyaknya pengendara yang menepi dan melihat korban lebih dekat. Menurut informasi, petugas langsung membawa jenazah korban ke RSUD Ciawi.

Kasus ini kembali mengingatkan pada tragedi pembacokan siswa YPHB usai nonton bareng Piala Dunia Juli lalu. Bahkan, kemarin polisi baru melakukan rekonstruksi terkait kasus tersebut.

Kapolsek Bogor Barat Kompol Pahyuni dan Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sanjaya juga sempat mendatangi lokasi kejadian. Setelah itu, mereka kembali ke Mapolsek Bogor Barat. Di sana, ada dua orang yang diamankan dan dimintai keterangan. Yakni MK (17) dan FN (13) yang merupakan pelajar asal Bogor. Namun belum jelas kedua orang yang diamankan itu pelaku tawuran atau bukan. Yang satu berpostur kecil seperti anak SMP dan satunya lagi lebih besar seukuran siswa SMA.

“Tadi kami dapat informasi bahwa ada anak yang tergeletak diduga meninggal dunia. Kami ke TKP, keterangan sementara ada dua kelompok anak di bawah umur terlibat tawuran dengan menggunakan senjata tajam. Korban dibawa ke rumah sakit,” kata Agah Sanjaya.

Ia menuturkan, petugas masih berada di sekitar TKP untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi demi memperjelas peristiwa maut tersebut. Saat ditanya apakah tawuran itu terencana atau insidentil, ia belum bisa memastikannya lantaran masih terus didalami.

“Anggota di lapangan sedang mengumpulkan saksi untuk memperjelas kejadian. Sekolahnya apakah SMP atau SMA, masih kami dalami. Yang jelas keterangan saksi di lapangan masih anak-anak di bawah umur. Pelaku sendiri belum ada,” terangnya.

Setelah memintai keterangan, dua orang yang diduga mengetahui peristiwa itu langsung dibawa petugas untuk mencari rumah pelajar yang terlibat tawuran. Hingga pukul 23:00 WIB, mereka belum juga kembali namun Mapolsek Bogor Barat mulai didatangi sejumlah orang yang kemungkinan besar dari pihak sekolah.

Tak cuma di Bogor, tawuran juga terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (31/7/2018) sore. Kali ini, pertikaian antar dua kelompok remaja itu berlangsung di Jalan Raya Serpong, Kademangan, Setu.

Tawuran berlangsung sekira Pukul 16.00 WIB. Ketika itu, masing-masing kelompok yang diduga berasal dari SMK Sasmita Pamulang dan SMK Bhipuri Cilenggang, saling berhadap-hadapan sambil mengayunkan berbagai senjata tajam.

Seperti dikomando, tiba-tiba kedua kelompok yang berjumlah 50 puluhan pelajar itu langsung terlibat bentrokan fisik. Korban pun jatuh, seorang pelajar bernama Ahmad Fauzan (18) dari SMK Sasmita tergeletak bersimbah darah. Tepat di bagian bawah matanya, tertancap pedang yang nyaris menembus kepala belakang.

WhatsApp Video Call Group, Gini bro Caranya

Bogor Daily – WhatsApp baru merilis fitur video call grup untuk seluruh penggunanya. Fitur ini tersedia untuk WhatsApp versi Android dan iOS.

Fitur ini, memungkinkan pengguna untuk melakukan video call grup maksimal empat orang. detikINET sudah mencoba fitur ini dan ternyata sangat mudah digunakan.

Pertama, pastikan dulu bahwa WhatsApp kalian dan kontak yang ingin dihubungi sudah merupakan versi yang paling baru, yaitu versi 2.18.217.

Jika kalian mencoba menghubungi orang ketiga atau orang keempat, tetapi mereka belum memperbarui WhatsApp-nya, akan muncul peringatan di layar bahwa pengguna tersebut saat ini tidak dapat terhubung.

Selanjutnya, kita bisa mulai melakukan panggilan (voice) atau video call one-on-one terlebih dahulu dengan salah satu kontak.

Untuk menambah orang ketiga di panggilan grup, cukup mengetuk tombol ‘add participant’ yang terletak di sisi kanan atas layar. Setelah itu, tinggal masukkan kontak yang kalian inginkan.

Cukup ulangi langkah di atas untuk menambah orang keempat. Mudah kan? Selamat mencoba.

Sidang Lanjutan MK, Semua Kompak Tolak Dalil Pengacara Jaro-Inggrid

Ada Upaya Mencuri Suara Paslon Hadist 

Bogor Daily – Sidang lanjutan perkara gugatan pasangan calon (Paslon) nomor 3 Jaro Ade-Inggrid Kansil nomor 28/PHP.BUP-XVI/2018 terhadap KPU Kabupaten Bogor kembali di gelar di Mahkamah Kontitusi (MK) Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (31/7). Dalam sidang tersebut KPU Kabupaten Bogor sebagai termohon, Panwas dan Paslon nomor 2 Ade Yasin-Iwan Setiawan (Hadist) sebagai pihak terkait kompak menolak semua dalil dalil yang dipersoalkan kuasa hukum paslon nomor 3.

“Kalau dari kami sebagai pihak terkait, kami mohon majelis hakim menolak semua dalil dalil pemohon seluruh nya. KPU dan Panwas tadi di persidangan juga menyampaikan hal yang sama,” kata Usep Supratman, SH MH, advokat yang bertindak sebagai kuasa hukum Paslon nomor 2 Hadist dalam keterangan pers nya.

Wakil Direktur Bidang Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan Hadist ini menjelaskan salah satu poin yang dipersoalkan pihak nya adalah suara sah sebanyak 65.195 yang diduga suara tidak masuk ke Paslon nomor 2 untuk dikurangkan.

“Itu dalilnya apa? Gak ada dasarnya baik UU maupun peraturan lainnya,” tegas Usep.

Bacaleg nomor satu Dapil  3 DPRD Kabupaten Bogor dari PPP mengatakan apa yang dijadikan dasar pemohon adanya suara tidak sah sebanyak 65.195 tidak dapat dibuktikan dari mana pemohon mengetahui suara yang tidak sah.

Kata Usep suara 65.195 adalah asumsi pemohon, karena suara yang tidak sah dari hasil rekapitulasi KPU Kabupaten Bogor adalah 140.268.

“Jadi jelas kalau begini keinginan pemohon untuk mengambil suara Paslon nomor 2 adalah merupakan percobaan pencurian suara yang dilakukan pemohon dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2018,” tegas nya.

Sementara itu Pengacara Negara Ferli Sarkowi yang bertindak sebagai kuasa hukum KPU Kabupaten Bogor meminta majelis hakim MK mengabulkan eksepsi termohon dan menolak permohonan pemohon untuk seluruh nya.

“Dan menyatakan sah dan benar keputusan KPU Kabupaten Bogor nomor 155/PL.03.06-Kpt/3201/KPU-KAb/VII/2018 tentang rekapitulasi hasil perhitungan suara Paslon dalam Pilbup Bogor tahun 2018  tanggal 6 Juli 2018 pukul 23.37 WIB beserta berita acara nya,” jelasnya.

Ketua Panwas Kabupaten Bogor Ridwan Arifin ketika ditanya majelis hakim Konsitusi menyatakan tidak ditemukan pelanggaran dalam Pilkada Kabupaten Bogor.

“Makanya kami menolak semua dalil yang disampaikan pemohon,” tegasnya (*)

Plafon Rombeng Ancam Nyawa Siswa SDN Ciadeg 04

BDN – Kondisi SDN Ciadeg 04, Kampung Malingping, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, memprihat­inkan. Sebab, para murid terpaksa belajar di bawah plafon yang hampir ambruk. Pantauan Metropolitan, pla­fon di setiap kelas telah dipasang atau disanggah bambu agar tidak ambruk dan menimpa murid yang tengah menuntut ilmu.

Kepala SDN Ciadeg 04, Uwen, men­gatakan, kondisi tersebut sudah ber­langsung lama. Pihak sekolah sudah tiga kali membuat pengajuan agar ruang kelas direnovasi. Kerusakan juga terdapat di bagian pintu. Kusen jendela kelas sudah banyak yang kero­pos, ditambah atap sekolah masih menggunakan asbes.

”Saya takut kalau sewaktu-waktu plafon ruang kelas ambruk. Para mu­rid bisa jadi korban. Pengajuan reno­vasi sudah tiga kali kita serahkan ke dinas terkait. Tapi sampai sekarang belum juga ada realisasi,” ujarnya.

Uwen berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor secepatnya merenovasi ruang kelas di SDN Ciadeg 04 sebelum memakan korban. ”Saya harap ada perhatian dari disdik. Jadi, murid bisa belajar dengan nyaman. Kalau seperti ini, setiap hari kami merasa waswas,” terangnya

Galian Tanah Intai Nyawa Warga

BDN – Aktivitas galian tanah di Kampung Kedep, Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri, dikeluhkan para pengguna jalan. Lantaran, semenjak ada galian tanah tersebut, Jalan Raya Narogong menjadi penuh debu, hingga licin saat hujan turun.

Salah seorang pengendara motor Sumantri (30) mengatakan, debu di Jalan Raya Narogong ini semakin parah dengan adanya mobil galian tanah yang melintas, karena tanah yang dibawanya seringkali berjatuhan disepanjang jalan. Apalagi, kondisi jalan yang sedang dibetonisas semakin memperpanjang kemacetan juga.

“Semenjak ada galian tanah itu, kalau hujan jalan disini jadi licin, kalau panas sangat berdebu,” keluhnya.

Menurutnya, pekan kemarin galian tersebut tidak beroperasi, dan diberi garis polisi. Namun, kini sudah beroperasi kembali.

Sementara itu, salah seorang aktivis Gerakan Taruna Bogor (Getar) Gilman mengungkapkan, akibat dari pengerukan tanah yang dilakukan tersebut sangat berisiko terjadi erosi, longsor, dan rusaknya sarana transportasi warga.

“Pencemaran udara pada musim kemarau, serta kondisi jalan yang licin dimusim penghujan sudah pasti terjadi akibat adanya galian tanah tersebut,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak segera menertibkan para pengusaha galian ini, maka kerusakan lingkungan akan semakin parah.

“Kegiatan yang mengarah pada lingkungan seperti ini harus segera ditertibkan. Apalagi, galian tersebut sempat di police line oleh polisi,” tegasnya.

Apalagi, tambahnya, kondisi galian tanah tersebut membuat jurang yang begitu curam dengan perkampungan masyarakat sekitar

WASPADA KEKERINGAN AKAN MELANDA

BDN – Hampir se­minggu, Sungai Ciliwung menga­lami kekeringan dengan ketinggian air di Bendung Katulampa tak lebih dari 36 sentimeter. Bahkan, bebe­rapa hari lalu sempat mencapai titik nol sentimeter. Kepala Penga­was Bendung Katulampa, Andi Su­dirman, mengatakan, kekeringan di bendungan irigasi itu terjadi sejak awal bulan Juli, seiring dengan wi­layah Bogor yang jarang diguyur hujan, sehingga debit air makin menyusut.

“Masih cenderung kosong. Sampai hari ini (kemarin, red), debit air yang mengalir itu 2.800 liter perdetik, dengan ketinggian 36 sentimeter. Be­berapa hari ini mulai meny­usut drastis tuh ketinggiannya, mulai pertengahan juli lah. Statusnya air mulai meny­usut dan kondisi sungai ke­ring,” kata Andi kepada Met­ropolitan, kemarin.

Andi menambahkan, jika hujan tidak kunjung turun di wilayah Bogor, dari hu­lu ataupun hilir, kemun­gkinan besar debit dan ketinggian air bakal makin menurun. Hal itu diyakini bakal berpengaruh terhadap aliran air untuk irigasi dan penggelontoran ke masy­arakat. “Belum ada tanda-tanda hujan,” imbuhnya.

Pihaknya mencatat, dalam rentang 20 tahun terakhir, kekeringan Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa yang paling parah terjadi pada ta­hun 1997. saat itu, debit air yang mengalir hanya sampai 1500 liter perdetik. “Jauh di­bawah biasanya. Sekarang memang belum separah dulu, mudah-mudahan se­gera turun (hujan) lah. Jadi kekeringan tidak berkepan­jangan dan berdampak pada masyarakat,” ucapnya.

Meski begitu, kekeringan dan debit air yang tidak ba­nyak bisa dimanfaatkan untuk bebersih sungai dari sampah-sampah yang mengendap di dalam bebatuan sungai Cili­wung. Saat kering, sampah mudah terlihat dan mudah diangkat. “Sementara mum­pung kering, kami bebersih di jalur yang kering, bersihkan sampah-sampah. Bersihkan jalur irigasi, bersihkan saluran. Jadi ketika mulai normal, ali­ran juga bagus,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Ba­dan Meteorologi Klimato­logi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dra­maga Bogor Budi Suhardi mengatakan, pihaknya men­catat selama 10 hari terakhir di bulan Juli ini belum turun hujan dalam intensitas yang signifikan. Ini menjadi ala­san utama sungai-sungai di Bogor mengalami penyusu­tan debit air. Bahkan dari 10 hari itu, hujan hanya terjadi selama empat hari. Itupun dengan intensitas yang ren­dah. “Di bawah 10 milime­ter,” katanya.

Bahkan, sambung dia, be­berapa daerah di Kabupaten Bogor sudah mengalami kekeringan, seperti wilayah Kecamatan Cariu dan Tan­jungsari. Jika melihat per­kembangan dari peta yang ada, potensi kekeringan bakal berlanjut selama bu­lan Agustus. “Memang Bogor bukan wilayah kategori jelas pembagian cuacanya, ka­rena bisa hujan saat kema­rau, begitu juga sebaliknya. Melihat tren, hujan baru akan turun dengan intensitas se­dang hingga tinggi itu di 10 hari terakhir bulan Septem­ber,” ucapnya.

PEMINDAHAN BARANANGSIANG KE BUBULAK LANGGAR PERDA

BDN – Rencana pembangunan Terminal Baranangsiang men­jadi kawasan terintegrasi atau TransitOriented Deve­lopment (TOD) nyatanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Selain faktor jarak, pemindahan ke Terminal Bubulak juga ternyata melanggar peraturan daerah (perda).

Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, ikut angkat bicara soal pemindahan ope­rasional bus dari Terminal Baranangsiang ke Terminal Bubulak. Menurut dia, ren­cana pemindahan bus-bus yang biasa mangkal di Ba­ranangsiang ke Bubulak bisa menjadi persoalan tersen­diri. Sebab saat ini, dalam Perda 8 tahun 2011, Terminal Bubulak yang masuk kate­gori Tipe B itu merupakan kawasan komersil dan pusat pertumbuhan ekonomi.

“Meskipun wujudnya ma­sih terminal, dengan situa­si kondisi yang ada, perun­tukan ruangnya dalam Perda Nomor 8 Tahun 2011 terkait Tata Ruang itu sudah berubah. Peruntukan di Bubulak kan jadi wilayah komersial. Kalau rencana itu (pemindahan), ya berar­ti seiring sejalan dengan revisi perda yang sedang berjalan,” kata Usmar, ke­marin.

Saat ini, sambung dia, Ter­minal Bubulak dalam ren­cana tata ruang sudah jadi kawasan komersil yang menghilangkan peruntukan­nya sebagai terminal. Sebab, sudah ada kesepakatan dengan Pemerintah Kabu­paten Bogor terkait terminal batas kota di Terminal La­ladon. “Sehingga Bubulak itu kawasan komersil dan ekonomi,” imbuhnya.

Pria 56 tahun ini menam­bahkan, jika nantinya wa­cana pemindahan opera­sional Terminal Baranangsi­ang ke Terminal Bubulak terwujud, maka harus seiring sejalan dengan penyele­saian revisi perda tata ruang yang sedang dibahas di DPRD Kota Bogor. “Itu jadi bagian revisi tata ruang, sebab kan walaupun bentuknya ter­minal, peruntukannya sudah beda. Harus dimasukkan lagi, sampaikan di dewan, termasuk ploting di mana saja rencana TOD,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bi­dang Perencanaan Fisik dan Prasarana Badan Perenca­naan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Sonny Rijandi, menuturkan, melihat dari Keputusan Pre­siden (Kepres), aturan Light Rapid Transit (LRT) masuk ke Baranangsiang belum dicabut. Kini pihaknya ma­sih menunggu Badan Peng­elola Transportasi Jabode­tabek (BPTJ) terkait rencana besar revitaliasi Terminal Baranangsiang.

“Termasuk rencana LRT, yang kami sarankan ke Tanahbaru itu. Sebagai per­panjangan redistribusi fungsi kota tidak berpusat dan padat di tengah (kota). Revisi tata ruang juga tidak hanya dengan DPRD, tapi juga dengan provinsi dan pusat. Dari dulu fungsi tata ruang Baranangsiang sudah terminal, kalau kata BPTJ jalan, ya jalan,” jelasnya.