Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 8733

BNN Bogor Amankan 50 Kilogram Ganja dari Residivis

Bogor – Badan Narkotika Nasional (BNN) Bogor menangkap pengedar FS alias Ozan (31) kemarin. Dari tangan tersangka petugas menyita ganja kering dengan berat sekitar 50 kilogram (kg) yang dibungkus dalam 50 paket.

Kepala BNN Kabupaten Bogor, Nugraha Setiabudhi dalam keterangannya menuturkan, pengungkapan berawal ketika petugas mendapat informasi dari masyarakat terkait pengedar Ozan yang kerap bertransaksi narkoba di sekitar tempat tinggalnya di Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka Ozan dapat diamankan di dekat Stasiun Citayam usai mengambil paket ganja di daerah Cibinong, Senin pekan lalu sekitar pukul 15.30.

“Saat diamankan, tersangka membawa 25 paket ganja terbungkus lakban dengan berat sekitar 24,3 kg yang disimpan dalam sebuah koper hitam,” kata Budhi, di Kantor BNN Bogor, Cibinong, Selasa (20/3).

Saat dilakukan penggeledahan di kediamannya di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, petugas kembali menemukan barang bukti ganja kering seberat 24, 9 kg yang terbungkus dalam 25 paket.

“Total jumlah yang diamankan petugas 50 paket dengan berat 49,2 kg ganja kering. Selain itu, satu telepon selular juga diamankan sebagai barang bukti,” kata Budhi.

Berdasarkan keterangan sementara, barang-barang tersebut dikirim dari Aceh menggunakan jasa pengiriman barang Giro Pos. Hasil pengakuannya, barang bukti sebanyak 50 kg itu merupakan pengiriman ke tiga kalinya.

“Kami masih mencari tiga orang yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang diduga sebagai penyuplainya,” tambah Budhi.

Kasi pemberantasan BNN Kabupaten Bogor, Komisaris Supeno menyatakan pengiriman ganja dari Aceh ini dilakukan menggunakan pihak ketiga atau mitra Giro POS. Barang tersebut dikirim menggunakan karung dan disimpan dalam sebuah koper.

“Barang ini dibungkus pakai karung lalu dikirim dengan koper. Berdasarkan pengakuan pelaku, ini pengiriman ketiga dan menunggu barang selanjutnya,” ujar Supeno.

Modus pengirimannya pun dilakukan dengan menggunakan nama yang berbeda namun dengan alamat yang sama. Ozan juga merupakan mantan napi yang baru keluar empat bulan yang lalu dengan kasus yang sama. Sebelumnya ia ditangkap karena kasus sabu dan dikenai hukuman pidana 5 tahun 4 bulan.

Adapun ganja yang diperoleh, dalam keterangannya akan dipasarkan di wilayah Bogor. Untuk satu paket ganja kering seberat satu kilogram, dihargai sekitar Rp 3,3 juta hingga Rp 3,5 juta. Dari hasil penjualannya, Ozan mendapatkan untung sekitar Rp 500.000 per paket.

Saat ini, petugas masih mengembangkan kasusnya, termasuk mengajar tersangka lain ke Aceh yang diduga merupakan bandar besar. Tersangka Ozan dijerat dengan Pasal 144 ayat 2 dan Pasal 111 UU RI nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup.

BNN Tangsel Gelar Peringatan HANI 2018 di Tandon Ciater

Bogor Daily – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel kemarin menggelar peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh diperingati setiap 26 Juni. Kegiatan digelar di Kawasan Tandon Ciater dihadiri oleh masyarakat pada Minggu, 1 Juli 2018.

Kepala BNN Kota Tangsel, AKBP Stince Djonso dalam sesi peringatan HANI dihadapan masyarakat yang melaksanakan senam bersama sekitar 100 orang menyampaikan bahwa hidup sehat harus diupayakan dan terus dijaga. Selain itu masyarakat diminta agar memerangi narkoba karena dampaknya merusak sendi-sendi kehidupan serta masa depan menjadi suram sehingga perlu dilawan dan dijauhi.

“Kegiatan ini sengaja digelar pada awal setelah libur Lebaran 2018 karena adanya kemungkinan pertambahan jumlah pendatang baru yang masuk ke wilayah Kota Tangsel belum banyak terpapar informasi tentang dampak dan bahaya Narkoba,” kata Stince Djonso yang mengantikan AKBP Heri Istu yang kini bertugas di BNN Pusat.

Selain itu lanjut ia, Kota Tangsel merupakan daerah berkembang penyangga Ibu kota negara yang secara tidak langsung banyak terdapat tempat-tempat hiburan di dalamnya. Lebih dari itu dalam sekala besar melihat kondisi Indonesia di mana merupakan berada dalam segitiga emas perdagangan methamphetamine atau sabu dan sekarang ini trendnya perdagangan melalui transaksi online.

“Pesan narkoba melalui internet dan pesannya keluar negeri lalu dikirim ke Indonesia sekarang ini lagi trend. Untuk itu kita terus mengawasi dengan ketat peredaran gelap via online tersebut”, tambah Stince.

Sekali lagi dirinya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung dan melaporkan segala bentuk peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang ada di lingkungan.Upaya pelaporan bagian dari melindungi diri sendiri dan keluarga serta para tetangga. Kepedulian sesama sangat diharapkan agar tidak ada celah potensi penjualan narkoba.

“Setelah acara pra HANI ini, akan ada acara Pasca HANI yaitu Tangsel Youth Festival dengan sasaran generasi muda yang ada di Tangsel,” imbuhnya.

Sedangkan untuk acara puncak peringatan HANI, bakal di peringati bersama dengan BNN pusat yang akan diselenggarakan bertempat di Lido Bogor Jawa Barat pada 12 Juli mendatang. Acara rencananya juga akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Setiap tahun peringatan HANI dilakukan secara terpusat tahun ini pun sama. Peringatan bagian dari kesadaran kita bersama bahwa pentingya berkampanye tentang bahaya narkoba itu pesan yang kami sampaikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Dalam sosialisasi itu, turut dikenalkan berbagai jenis narkoba dan bahaya serta dampak jika dikonsumsi. Jumlah narkoba kian bertambah, ini menjadi pekerjaan rumah bersama baik pemerintah dan masyarakat bersama-sama bentengi narkoba.

Salah satu peserta, Riri salah satu peserta senam yang memperoleh sosialisasi narkoba dalam peringatan HANI menyampaikan narkoba nyata, masyarakat harus waspada dan saling menjaga. Tentu setelah mendengar penjelasan bahaya narkoba dan berbagai jenis narkoba semakin mengerikan.

“Peredaran narkoba sangat mengerikan, bagi pecandu sulit untuk kembali. Maka perlu mawas diri,” ucapnya. (Humas-Kominfo)

Tim Sukses Ade Yasin dan Iwan Klaim Menang di Pilkada Bogor

BOGOR DAILY – Jelang pengumuman resmi dari KPUD Kabupaten Bogor terkait hasil pemilihan kepala daerah tahun 2018, tim pemenangan pasangan calon Bupati – calon Wakil Bupati Bogor nomor urut dua Hj. Ade Yasin – H. Iwan Setiawan mengklaim telah menyelesaikan rekapitulasi suara hasil rapat pleno di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor di Kantor DPC PPP Cibinong, Minggu malam (1/7).

Berdasarkan data terakhir yang dirilis tim media center pasangan HADIST (Hj. Ade Yasin – H. Iwan Setiawan), sekitar pukul 23.30 WIB, pasangan HADIST unggul dari pasangan calon lainnya, khususnya pasangan nomor urut tiga. Suara yang sudah masuk dari total 40 kecamatan, yaitu pasangan HADIST berjumlah 912.221 suara atau 41,10 persen.

Sedangkan pasangan nomor urut tiga mendapat 38,72 persen atau 859.444 suara, selisih 2,38 persen atau 52.777 suara. Adapun jumlah total suara masuk yaitu 2.219.408.

Melihat data dan fakta di atas, maka sudah dipastikan pasangan calon Bupati – calon Wakil Bupati yang diusung oleh PPP, Gerindra dan PKB ini keluar sebagai pemenang dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor, tinggal menunggu pengumuman resmi dari KPUD Kabupaten Bogor.

Ade Yasin yang terkenal dengan program Panca Karsa, menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas dan kerja tuntas semua tim dan elemen pemenangan.

“Terima kasih kepada semua tim pemenangan dari kabupaten sampai tingkat TPS yang sampai detik ini berjuang untuk kemenangan HADIST. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras kita semua,” kata Ade Yasin.

Selanjutnya, Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat ini menyatakan bahwa dirinya menjadi Bupati bukan ingin menjadi pejabat tapi ingin menjadi pelayan masyarakat.

“Terpilihnya saya menjadi bupati bukan ingin menjadi pejabat tapi ingin mengabdikan diri untuk Kabupaten Bogor dan menjadi pelayan masyarakat,” tegas Ade Yasin.

Sementara itu, Direktur Tim Pemenangan HADIST, Haris Setiawan menyatakan hasil ini sebagai bukti bahwa ternyata Ade Yasin – Iwan Setiawan pemimpin yang layak memimpin Kabupaten Bogor.

“Hasil ini bukti bahwa pasangan HADIST adalah pemimpin pilihan masyarakat Kabupaten Bogor, dan kita akan kawal terus lima tahun ke depan bahkan sampai dua periode kepemimpinan,” kata Haris sambil disambut riuh tepuk tangan.

Di saat yang sama Sekretaris Presidium HADIST, Saepudin Muhtar mengatakan bahwa kita akan terus mengawal sampai pengumuman resmi dari KPUD.

“Kami akan mengawal terus sampai ada pengumuman resmi dari KPUD,” kata Gus Udin salah satu penggagas Festival Panca Karsa. (fri/jpnn)

Ade Yasin-Iwan Setiawan Unggul Perolehan Suara Pilkada Kabupaten Bogor

Bogor Daily– Jelang pengumuman resmi dari KPUD Kabupaten Bogor terkait hasil pemilihan umum kepala daerah tahun 2018, tim pemenangan pasangan calon Bupati – calon Wakil Bupati Bogor nomor urut dua Hj. Ade Yasin – H. Iwan Setiawan, telah menyelesaikan rekapitulasi suara hasil rapat pleno di 40 kecamatan se Kabupaten Bogor di Kantor DPC PPP Cibinong, minggu malam (1/7).

Berdasarkan data terakhir yang dirilis tim media center pasangan HADIST , sekitar pukul 23.30 WIB, pasangan HADIST unggul dari pasangan calon lainnya, khususnya pasangan nomor urut tiga. Suara yang sudah masuk dari total 40 kecamatan, suara pasangan HADIST berjumlah 912.221 suara atau 41,10 persen. Sedangkan pasangan nomor urut tiga mendapat 38,72 persen atau 859.444 suara, selisih 2,38 persen atau 52.777 suara. Adapun jumlah total suara masuk yaitu 2.219.408.

Melihat data dan fakta di atas, maka sudah dipastikan pasangan calon Bupati – calon Wakil Bupati yang diusung oleh PPP, Gerindra dan PKB ini keluar sebagai pemenang dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor, tinggal menunggu pengumuman resmi dari KPUD Kabupaten Bogor.

Ade Yasin yang terkenal dengan program Panca Karsa, menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas dan kerja tuntas semua tim dan elemen pemenangan.

“terima kasih kepada semua tim pemenangan dari Kabupaten sampai tingkat TPS yang sampai detik ini berjuang untuk kemenangan HADIST. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras kita semua.” kata Ade Yasin.

Selanjutnya Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat ini menyatakan bahwa dirinya menjadi Bupati bukan ingin menjadi pejabat tapi ingin menjadi pelayan masyarakat.

“Terpilihnya saya menjadi Bupati bukan ingin menjadi pejabat tapi ingin mengabdikan diri untuk Kabupaten Bogor dan menjadi pelayan masyarakat.” Tegas Ade Yasin.

Sementara itu, Direktur Tim Pemenangan HADIST, Haris Setiawan menyatakan bahwa hasil ini sebagai bukti bahwa ternyata Ade Yasin – Iwan Setiawan pemimpin yang layak memimpin Kabupaten Bogor.

“Hasil ini bukti bahwa pasangan HADIST adalah pemimpin pilihan masyarakat Kabupaten Bogor, dan kita akan kawal terus lima tahun ke depan bahkan sampai dua periode kepemimpinan.” Kata Haris sambil disambut riuh tepuk tangan.

Di saat yang sama Sekretaris Presidium HADIST, Saepudin Muhtar mengatakan bahwa kita akan terus mengawal sampai pengumuman resmi dari KPUD.

“Kami akan kawal terus sampai ada pengumuman resmi dari KPUD.” Kata Gus Udin salah satu penggagas Festival Panca Karsa.

Wew, Cincin Tunangan Tasya Kamila Rp185 Juta

BOGOR DAILY- Tasya Kamila baru saja melangsungkan pertunangannya dengan sang kekasih, Randi Bachtiar. Setelah memamerkan foto-foto pertunangan di Instagram, Tasya juga memperlihatkan cincin tunangan dari kekasihnya.

Di caption, mantan penyanyi cilik itu mengatakan foto-foto cincin itu diambil beberapa bulan lalu. Dia pun berteka-teki dengan bertanya sebenarnya kapan sang pacar melamarnya.

“This moment was captured a few months ago. Can you guess when exactly did he pop up the ring?,” tulis Tasya.

Dari foto-foto yang dibagikan Tasya terlihat cincin tunangan tersebut sangat manis dan simpel. Cincin bermata satu itu terlihat sangat cantik di jari Tasya.

Dari foto yang dibagikan Tasya juga diketahui cincin itu merupakan keluaran Tiffany & Co. Lalu, berapa harganya?

Dari situs Tiffany & Co, cincin itu merupakan simbol kisah cinta terindah di seluruh dunia. Harganya mencapai US$ 12.900 atau Rp 185 juta.

Tasya dan Randi telah menjalin kasih selama lima tahun lebih. Mereka sempat menjalani hubungan jarak jauh karena Tasya menempuh pendidikan di luar negeri. Dan kini keduanya segera menikah.

Kursi DPRD Kota Bogor di Pileg Bertambah

BOGOR DAILY- Usai pemungutan suara Pilkada Serentak 2018, Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor saat ini tengah bersiap untuk menghadapi Pemilihan Legislatif tingkat kotanya pada 2019 mendatang.

Komisioner KPU Kota Bogor, Bambang Wahyu mengatakan, dalam Pileg 2019, warga Kota Hujan di antaranya akan memilih anggota DPRD yang alokasi kursinya bertambah dibandingkan Pileg sebelumnya.

“Untuk Pileg Kota Bogor kami bertambah kursinya dibandingkan tahun lalu yakni 50 kursi, sedangkan Pilkada sebelumnya hanya 45 kursi,” ujar Bambang  di Kantor KPU Kota Bogor, Senin (2/7/2018).

Bambang menuturkan, salah satu penyebab jumlah alokasi kursi DPRD Kota Bogor bertambah adalah karena jumlah penduduk sejak lima tahun belakangan yang mengalami peningkatan.

“Untuk jumlah kursi yang bertambah itu nantinya bertambah untuk hampir semua wilayah dapil atau daerah pemilihan,” kata Bambang.

Tahapan Pileg Kota Bogor sendiri telah dimulai sejak tanggal 1 Juli di mana memasuki masa pengumuman pengajuan daftar calon.

“Sedangkan pengajuan daftar calon nanti akan dilakukan pada tanggal 4 Juli yang kemudian akan diikuti oleh verifikasi kelengkapan administrasi daftar calon dan tahap-tahapan lainnya,” tandas Bambang.

sumber: Ayobogor.com

Gawat! Kampus dan Sekolah Jadi Sasaran Pasar Narkoba

BOGOR DAILY-Kasus peredaran narkotika di wilayah Bogor, Jawa Barat hingga Juni 2018 mengalami peningkatan dibanding 2017. Menurut catatan polisi, peredaran narkoba lebih banyak menyasar ke daerah industri, kawasan kampus dan pusat keramaian.

“Ini harus terus dilakukan penurunan guna menekan angka kriminalitas (narkotika) yang dimana dapat merugikan generasi muda dan tentunya dapat berakibat fatal terhadap kesehatan maupun badan pemakai,” kata Kepala Satuan Unit Narkotika pada Polres Bogor,, AKP Andri Alam Wijaya di Cibinong, Senin, 2 Juli 2018.

Menurut dia, perbandingan pada Juni 2018 terdapat 110 kasus narkotika dengan 142 tersangka. Dan sepanjang 2017 yang hanya 150 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 179.

Ini terjadi bukan karena pada kinerja anggota yang menangani kurang maksimal, melainkan perlunya sinergitas dengan masyarakat guna menekan angka kriminalitas peredaran narkotika. Pasalnya, pengguna maupun pengedar narkotika sering kali berada di lingkungan sosial. Hal tersebut dilakukan agar gerak geriknya tidak ada yang mengetahui.

Dan peredaran yang ada untuk saat ini banyak menyoroti daerah-daerah yang memiliki kecenderungan antaranya kawasan industri, sekolahan, kampus, dan pusat keramaian.

Sementara itu, Kepala Seksi dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor, Rika Indriati mengatakan, Kabupaten Bogor menduduki peringkat kedua sebagai pengguna narkoba untuk remaja terbanyak, jika dihitung berdasarkan angka prevalensi secara nasional.

Itu dapat diketahui dari progresif perhitungan jumlah pemuda yang ada di daerah setempat. Ini contohnya bila terdapat dari jumlah remaja di Kabupaten Bogor 963.300.

Dan kemudian mengacu pada prevalensi secara nasional 27,32 persen khusus mahasiswa dan pelajar, diperkirakan ada 262.000 orang yang menyalahgunakan narkoba.

 

Catat Nih, 5 Juli KPU Umumkan Hasil Real Count

BOGOR DAILY- Hasil real count Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor bakal diumumkan pada Kamis (5/7/2018).

“KPU pusat menetapkan tanggal 4, 5, 6 di kota dan kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada di Jawa Barat. Kami tetapkan tanggal 5 rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara,” ujar Komisioner KPU Kota Bogor, Bambang Wahyu, Senin (2/7/2017).

Bambang menambahkan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan formulir C1 dari Tempat Pemungutan Suara. Kotak suara yang dipersiapkan untuk rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara sudah diamankan oleh KPU di kantornya.

“Sekarang masih posisi menerima C1. Kalau kecamatan sudah diserahkan semua dan kotak suara sudah kami amankan semua dan dijaga kepolisian secara ketat untuk persiapan rapat pleno tanggal 5 nanti,” kata Bambang.

Pada rapat pleno nanti, pemenang perolehan suara Pilwalkot Bogor akan diketahui. Namun keputusan tersebut belum final jika ada pasangan calon yang mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi.

Gugatan yang dimaksud adalah tidak menerima hasil real count perolehan suara. Setiap pasangan calon memiliki waktu selama tiga hari untuk mengajukan gugatan kepada MK.

“Kalau tidak ada gugatan, tanggal 9 (Juli) sudah kami tetapkan, KPU sudah bisa membuat surat keputusan menetapkan pemenang Pilwalkot Bogor,” tandas Bambang.

sumber: Ayobogor.com

Dedi Mulyadi Sudah Menduga Suaranya Bakal Tergerus

BOGOR DAILY-Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sudah lama menduga suaranya akan tergerus di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Dedi mengatakan firasat itu muncul saat pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaikhu menampilkan kaos ganti presiden 2019 pada acara debat yang berlangsung di Depok.

“Itu sudah jadi warning bahwa pasangan kami akan tergerus,” ujarnya di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Menurut Dedi, gerakan #2019GantiPresiden membuat gelombang ingin mengganti presiden saat ini berkumpul di calon Sudrajat. Untuk mengantisipasinya, dia sudah menyampaikan ke Deddy agar tidak lagi tinggal di Bandung dan fokus menggalang dukungan di Bekasi, Kabupaten Bekasi, Bogor, dan Kabupaten Bogor.

Akan tetapi, saran tersebut tidak diindahkan karena konsultan artis yang disapa Demiz itu menilai hal tersebut tidak terlalu penting.

Meski demikian, Dedi yang juga Ketua DPD Golkar Jawa Barat (Jabar) mengaku tidak pernah mengira bahwa suaranya akan turun jauh.

Berdasarkan beberapa hasil hitung cepat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar, perolehan suara 2DM berada di posisi ketiga di bawah pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

sumber: Bisnis.com

Pemkot Bogor Bakal Buka Loker 6 Jabatan Kosong

BOGOR DAILY-Hingga saat ini, ada enam jabatan eselon II di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kosong. Hal ini dikarenakan, para pemilik kursi ini telah pensiun. Dan Pemerintah Kota Bogor akan segera melaksanakan open bidding demi mengisi enam jabatan tersebut. Jabatan ini yakni, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asperbangkesra), Asisten Umum, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, dan terakhir Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA), yang akan kosong mulai hari ini (2/7).

“Sampai pertengahan tahun ini ada enam (yang kosong), dan untuk BKPSDA, bakal kosong mulai hari ini (kemarin, red), karena saya pensiun,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA), Fetty Qondarsyah kepada Metropolitan, kemarin.

Wanita yang juga Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Bogor itu melanjutkan, sebelumnya saat Wali Kota Bogor Bima Arya cuti mengikuti Pilkada Wali Kota, Plt Walikota Bogor Usmar Hariman sudah mengajukan tiga jabatan untuk dilelangkan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, lantaran jumlah ASN yang pensiun bertambah, maka kebijakan itu pun ditunda.

“Supaya ada enam jabatan yang kosong langsung terisi. Jadi tidak sedikit-sedikit lah,” bebernya.

Pihaknya juga sudah mengirim surat kepada Kemendagri mengenai rencana open bidding. Kini tinggal menunggu surat balasan dari Kemendagri menyikapi kebijakan tersebut.

“Kami juga sudah berkirim surat Kemendagri perihal tersebut, sudah dikirimkan. Tinggal menunggu balasannya saja,” imbuh Fetty.

Selain itu, BKPSDA juga mengajukan rekomendasi terkait pelaksanaan rotasi mutasi pejabat eselon tiga ASN di lingkungan Pemkot Bogor, yang direncakan berlangsung bulan ini. “Rotasi ini juga sudah diajukan lagi ke Kemendagri. Kemudian nanti baru open bidding,” ujarnya.

Untuk jabatan eselon III, kata Fetty, terjadi kekosongan di Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). “Eselon IVA ada lima jabatan yang kosong, untuk eselon IVB ada tujuh,” pungkasnya. (ryn/c/yok)