Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 8732

Renovasi Masjid Agung Digarap Pengembang Jakarta

BOGOR DAILY-Kelanjutan proyek pembangunan Masjid Agung Bogor, di Kecamatan Bogor Tengah mulai menemui titik terang. Kepastian siapa pemenang proses lelang yang dimulai sejak Mei itu terjawab, akhir pekan lalu. Informasi yang didapat Metropolitan dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, ada delapan kontraktor yang mengikuti pengikut lelang proyek yang memakan anggaran kurang lebih Rp9,6 miliar itu. Setelah dievaluasi, terpilihlah PT Alvarini Gemilang sebagai pemenang, dengan nilai penawaran sebesar Rp 8.697.815.390.

“Dari delapan, dipilih tiga tertinggi, yang penawarannya dari yang termurah. Kemudian dievaluasi administrasi dan teknisnya. Yang satu, tidak dapat membuktikan SKA Asli untuk Ahli Teknik Mekanikal – Madya, Ahli Teknik Proteksi Kebakaran – Madya, dan SKT asli tukang perancah besi, tukang pekerjaan baja, tukang las atau welder gas dan Electric Welder, serta juru gambar. Sedangkan satunya lagi SIUJK dan SBUJK sudah habis masa berlakunya. PT Alvarini Gemilang diketahui beralamatkan Kompleks Rukan Cempaka Mas, Kelurahan Sumurbatu, Jakarta Pusat.” kata Kepala Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan (Adalbang) Setda Kota Bogor Rahmat Hidayat.

Sesuai jadwal, Sabtu lalu (30/6)sudah memulai masa sanggah hingga Rabu (4/7) nanti. Sebelum ada surat penunjukan dan penandatanganan kontrak. “Hingga akhir bulan Juli, sekarang sedang masuk pembuatan berita acara hasil pelelangan sampai nanti 5 Juli,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Bogor Bidang Konstruksi, Agus Lukman menuturkan, terpilihnya perusahaan pemenang dengan selisih sekitar 10 persen dari pagu anggaran, masih bisa dikatakan dalam taraf wajar. Namun jika lebih dari itu, misalnya 15 persen, bisa disebut tidak wajar. “Segitu masih wajar sih, kecuali lebih dari itu,” ucapnya.

Dia mengaku tidak terlalu mengenal track record dari perusahaan yang diketahui beralamatkan di DKI Jakarta tersebut. Secara aturan, tidak masalah jika perusahaan pemenang lelang di Kota Bogor berasal dari luar kota. Meskipun, jarak antar kota menjadi salah satu acuan dalam memilih perusahaan pemenang lelang. “Biasanya, orang Bogor yang minjam bendera perusahaan kota besar. Sah-sah saja, asal secara administrasi lengkap dan kredibel. Lihat domisili juga sih, misalnya perusahaan dari Papua, ya gak visibel. Atau misalnya dari Surabaya, juga sulit. Sebab, pekerjaannya juga kan hanya perbaikan fondasi, nilainya dibawah Rp10 miliar. Paling jauh ya seprovinsi atau sebelahan lah,” ucapnya.

Setelah itu, kata Agus, yang terpenting ada di pengawasan pelaksanaannya. Sebab, berkaca dari pembanguanan sebelumnya yang bermasalah dan mangkrak sejak Maret 2017. Diantaranya kemungkinan utak atik bahan material. “Sebelumnya kan gak bener. Makanya kelanjutannya harus lebih ekstra pengawasan. Pengawas juga harus dipertegas, misalnya antara konsultan perencana dan pengawas harus benar-benar beda. Administrasi pasti beda, nah biasanya pas di lapangan orangnya sama. Ini bahaya,” pungkasnya.

Agung Laksono Semangati Pasangan JADI

BOGOR DAILYKetua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyambangi Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor, untuk menyemangati pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade – Inggrid Kansil (JADI),

Agung menyebutkan, dalam laporan tim pemenangan koalisi JADI, hasil pilkada sangat sensitif, meski kemenangan tetap berada dikubunya. Namun pihaknya mengimbau kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor untuk bersikap netral dan profesional.

“Saya datang ke sini untuk menyemangati  pasangan JADI dan mengimbau untuk tidak melakukan kecurangan. Kami juga tidak mau  dicurangi. Kami ingin hasil yang obyektif. Proses ini cukup sensitif. Saya harap juga KPU betul-betul objektif dan netral,” ungkapnya didampingi Jaro Ade dan pendukungnya di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor, tadi malam.

Pihaknya optimistis pasangan JADI menang dengan hasil yang sangat objektif. Dan imbauan untuk KPU agar menjunjung tinggi netralitas dan objektifitas bukan hanya di Bogor, tapi juga untuk KPU di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, perjuangan pesta demokrasi pilkada belum berakhir, proses pemilu kepada daerah, bukan sekadar memobilisir dan menggalang, tapi menghitung dengan benar.

“Saya datang ke sini sudah direstui Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk turut menyemangati. Sekaligus saran sebaiknya kita bekerja dari awal sampai akhir,” ucapnyanya.

Ia pun optimistis dengan kemenangan pasangan JADI yang di depan mata. “Kemenangan dicapai dengan martabat. How to good winner, kemenangan yang tanpa kecurangan,” jelasnya.

Sementara itu, Jaro Ade mengapresiasi kerja keras tim yang tersebar di seluruh TPS, PPS (kelurahan) dan PPK (kecamatan). “Kita terima kasih loyalitas yang teman-teman lakukan. Sehingga tahapan proses, dari mulai pleno di tingkat PPS hingga tingkat kecamatan dan masih ada di tingkat kabupaten,” ucapnya.

Meski begitu, ia mengingatkan agar tim betul-betul mengawal ketat  proses perhitungan dan tidak boleh lengah. “Karena semua yang kita hadapi adalah manusia, tapi kita tetap berprasangka baik kepada semua pihak, penyelanggara, panwaslu mudah-mudah bisa menjalankan tugasnya secara profesional,” pungkasnya

sumber: metro.sindonews.com

Fadli Zon: Jangan-jangan Dukun Lebih Tepat dari Lembaga Survey

BOGOR DAILY-Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan kredibelitas lembaga-lembaga survei politik di Indonesia saat menggelar quick count (hitung cepat) hasil Pilkada serentak 2018.

Tanpa menyebutkan lembaga survei yang dimaksud, Fadli menilai ada selisih angka yang berbeda jauh dari hasil survei yang dirilis sebelum pilkada dengan hasil quick count.Perbedaan juga terdapat antara quick count dengan real count KPU.

Hal ini disampaikan Fadli melalui akun Twitter pribadinya, @fadlizon pada Sabtu (30/6/2018). Ia mencontohkan pada kasus Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Untuk melindungi kepentingan publik, keterlibatan lembaga survei dalam pilkada dan pemilu perlu diatur kembali,” kata dia.

Lembaga survei di Indonesia diminta untuk tidak mendapatkan keuntungan finansial dari partai politik atau kandidat tertentu. Menurutnya, beberapa lembaga survei di Indonesia kerap merangkap sebagai konsultan politik calon tertentu.”Sudah menjadi rahasia umum lembaga survei sering merangkap menjadi konsultan politik dari kandidat yang berlaga, baik dalam pilkada, pemilu, maupun pilpres,” jelas dia.

“Padahal, publikasi lembaga survei bisa mempengaruhi preferensi masyarakat. Menurut saya, soal-soal semacam ini tak bisa diserahkan pada kode etik semata,” Fadli menambahkan.

Bagi Fadli, di Indonesia tidak ada aturan yang memadai untuk melindungi kepentingan publik dari kemungkinan terjadinya manipulasi terselubung oleh lembaga-lembaga survei.

Lebih jauh Fadli mengatakan, sebelum Pilkada serentak 2018 berlangsung pada 27 Juni, banyak lembaga survei yang merilis elektabilitas pasangan yang diusung Partai Gerindra Sudrajat – Ahmad Syaikhu berada pada urutan ketiga, dengan angka sekitar 10 persen.

Namun dari hasil hitung cepat dan perhitungan sementara KPU, pasangan Sudrajat – Syaikhu terbukti bisa meraih suara di atas 28 persen.”Meleset ratusan persen,” tegas Fadli.

Tidak hanya di Jawa Barat, lembaga survei yang merilis elektabilitas pasangan cagub dan cawagub Jawa Tengah Sudirman Said dan Ida Fauziyah—yang diusung Partai Gerindra—di bawah 20 persen juga dipertanyakan.

“Padahal, hasil hitung suara riil sementara ini, pasangan ini melampaui angka 40 persen. Jurang akurasinya jauh sekali,” katanya.

Ia menyebut publik sudah tertipu oleh hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga sebelum Pilkada 2018 berlangsung. Ia khawatir lembaga survei di tanah air dijadikan kampanye atau alat politik terselubung pasangan calon tertentu.

“Mereka tak lagi independen. Bahkan bagi kandidat yang ‘dikecilkan’ hasil survei, seperti pernah diakui Sudirman Said, itu merupakan sejenis ‘teror’,” katanya.

Selanjutnya Fadli menyinggung Pilkada Jakarta 2017 lalu. Sebelum pemilihan, pasangan penantang petahana, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno, selalu di bawah dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Djarot Saiful Hidayat. Tetapi fakta yang terjadi Anies – Sandi mampu mengalahkan petahana.

“Ini yang saya sindir, jangan-jangan ramalan dukun bisa lebih tepat dibanding lembaga survei, saking jauh melencengnya prediksi survei. Mereka mengaku ilmiah, tapi hasilnya seperti main-main,” jelas Fadli.

Wakil Ketua DPR dari Gerindra itu menerangkan, keberadaan lembaga survei politik hanya diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015 tentang Perppu Pilkada, Undang-Undang Nomor 7 tentang 2017 tentang Pemilu, serta Peraturan KPU Nomor 10 tahun 2018. Fadli menganggap isi dari aturan tersebut sangat normatif.

“Lembaga survei yang ingin mempublikasikan survei Pilkada harus mendaftar ke KPU, wajib punya badan hukum, menyerahkan surat pernyataan tak berpihak, dan ketentuan administratif sejenisnya,” katanya.

Fadli menjelaskan, Pasal 131 ayat (3) UU No 1/2015 memang ditegaskan bahwa publikasi lembaga survei tak diperbolehkan melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon. Hal ini juga disebutkan dalam Pasal 28 ayat (3) PKPU No. 10 tahun 2018.

“Masalahnya bagaimana mungkin lembaga survei tak berpihak, jika mereka juga merangkap jadi konsultan politik yang bekerja untuk menyukseskan kepentingan partai atau kandidat tertentu?,” katanya. “Itu kan aneh dan kontradiktif. Ini seperti pengacara yang membela klien,” lanjutnya

Aliran Lahar Gunung Agung Mengancam Warga

BOGOR DAILY- Gunung Agung sudah dua kali meletus sejak malam hingga dini hari ini. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai bahaya aliran lahar di sungai-sungai sekitar Gunung.

“Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak,” demikian keterangan pers Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Selasa (3/7/2018).”Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung,” lanjut PVMBG.

Erupsi Senin (2/7) tadi malam terjadi pukul 21.04 Wita. Erupsi terakhir terjadi pada dini hari ini pukul 04.13 Wita. Saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga).

Sebelumnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan masyarakat setempat telah melakukan evakuasi secara mandiri. Mereka turun ke desa-desa yang aman. Masyarakat yang melakukan evakuasi dihimbau tidak keluar dari wilayah Kabupaten Karangasem tetapi cukup berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II agar memudahkan penanganan pengungsi.

sumber: Detik.com

Yuk Datang ke Mobil Curhat di Bogor

BOGOR DAILY-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyediakan layanan Mobil Curhat yang melayani konsultasi kesehatan dan gizi di pusat-pusat perbelanjaan, dengan menyasar pengunjung mal serta para pekerja.

“Selama tujuh hari ke depan, layanan Mobil Curhat akan hadir di tiap-tiap mal yang ada di Kota Bogor,” kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Penyehatan Masyarakat, Dinkes Kota Bogor, Ika Listyaningrum, Senin (2/7/2018).

Ia mengatakan, kehadiran layanan Mobil Curhat di pusat-pusat perbelanjaan dalam rangka program “Mobil Curhat goes to the Mall” ini sekaligus untuk memeringati Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-536.

Kegiatan yang dimulai dari tanggal 2 sampai 11 Juli 2018 ini, di hari pertamanya hadir di Mall BTM. Selanjutnya, tanggal 3 Juli 2018, Mobil Curhat hadir di Mall PGB, dan tanggal 4 Juli hadir di Plaza Jambu Dua.

Berikutnya, mobil curhat akan hadir pada tanggal 6 Juli di Giant Pajajaran, tanggal 9 Juli di Lippo Kebun Raya, tanggal 10 Juli di Transmart Yasmin, dan tanggal 11 Juli di Botani Square.

“Kebetulan momentumnya habis Lebaran, kita ingin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, karena selama Ramadan mobil curhat tidak beroperasi,” kata Ika.

Ia mengatakan, mobil curhat menyediakan layanan pemeriksaan deteksi dan konseling penyakit tidak menular, serta pemeriksaan gula darah dan kolesterol.

Berikutnya, layanan deteksi dan konseling penyakit menular dengan pemeriksaan darah tes HIV, deteksi dan konseling gizi melalui pemeriksaan bodi mass analyzer, dan deteksi konseling stres.

Layanan mobil curhat ini merupakan kerja sama Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan dengan IPB yang sudah beroperasi sejak 2014 silam. Mobil curhat merupakan terobosan bersama IPB dan pemerintah daerah untuk memberikan layanan konseling gratis bagi warga untuk mengatasi permasalah kesehatan dan gizi.

“Diharapkan, dengan hadirnya layanan ini, akan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan, mengurangi jumlah yang sakit, dan derajat kesehatan warga Kota Bogor meningkat,” kata Ika.

Setiap harinya, layanan Mobil Curhat menyediakan kuota untuk 100 orang. Warga dapat mengakses layanan ini secara gratis.

Sumber: Suara.com

Korban Tabrakan di Baranangsiang Dapat Santunan Rp50 Juta

BOGOR DAILY-Kecelakaan yang terjadi tak jauh dari Teminal Baranangsiang, Kota Bogor menewaskan dr Rizaldi, motor yang ditumpanginya ditabrak bus saat melintas di tikungan menuju Sukasari, Rabu (27/6/2018).

Saat itu dr Rizaldi menyewa jasa ojek online. Korban, bersama sang driver ojek online langsung terkapar dijalan usai kendaraan yang ditumpanginya disenggol bus dari arah belakang. Istri korban, Nova Sofianti (38) mengatakan, saat kejadian suaminya akan berangkat praktek ke daerah Ciapansa, Cianjur. Namun, ia menumpang ojek online sebelum nyambung menggunakan angkutan umum.

Awal mula kejadian, kendaraan sepeda motor Honda Beat Street dengan nomor polisi F 6101 EF datang dari arah Botani menuju kea rah Tajur. Pada saat melintas di TKP, diduga pengendara sepeda motor mendahului dari sebelah kiri, kemudian terjatuh dan terlindas oleh ban belakang sebelah kiri Bus Sumber Alam yang sedang berbelok.

Akibatnya, pengendara mengalami luka ringan sementara penumpangnya, dr. Rizal meninggal dunia di TKP. Menyikapi hal ini, Jasa Raharja telah memberi santunan pada keluarga korban sebesar Rp 50 Juta pada Jumat (29/6/2018) melalui Nova Sofianti selaku istri dr. Rizal.

Marcella Zalianty Datangi Gedung BNN Lido Bogor

CIGOMBONG – Dalam acara peresmian dua fasilitas baru milik Badan Narkotika Nasional (BNN) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Marcella Zalianty terpantau hadir dalam acara tersebut, Kamis (22/2/2018).

Pemeran utama dalam film ‘Brownies’ ini hadir sebagai perwakilan dari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) yang merupakan salah satu dari lima instansi yang juga hadir dalam acara tersebut.

Marcella tampak mengenakan kaos hitam PARFI dibalut jas putih kecoklat-coklatan, celana panjang serta kaca mata hitam.

Terlihat, aktris kelahiran 1980 itu juga mengikuti rombongan yang berkeliling melihat fasilitas baru milik BNN yang dipimpin langsung oleh Kepala BNN sendiri, Budi Waseso yang kerap disapa Buwas.

Ketika ia dan rombongan memasuki fasilitas Pusat Pelatihan K9, Marcella sempat tertegun melihat sebuah sosok yang bernama Bak.

Terlihat ia pun langsung memasukan tangannya ke dalan tas yang ia jinjing.

Marcella terlihat mengambil ponselnya yang kemudian ia memotret sosok ‘Bak’ itu dengan dengan kamera ponselnya.

Marcella pun saat itu langsung bercakap-cakap dengan Buwas yang kebetulan berada tidak jauh darinya.

Ia bertanya tentang bisa atau tidaknya digelar pembuatan film yang melibatkan sosok yang ia potret tersebut.

“Kira-kira kalau misalnya anjingnya main film, anjingnya bisa gak ya pak ?,” tanya Marcella kepada Buwas sambil sibuk membuka ponselnya, Kamis (22/2/2018).

Buwas pun mengiyakannya bahwa sosok anjing yang dimaksud Marcella dikatakan bisa diajak bekerja sama dalam proyek film.

“Bisa, bisa asalkan pawangnya juga ada,” ujar Buwas merespon pertanyaan Marcella itu.

Terpantau sosok anjing yang dipotret Marcella ini merupakan anjing pelacak (K9) pejantan yang bernama ‘Bak’ dan merupakan jenis anjing Jerman Sheperd yang baru berumur tiga tahun.

Bak merupakan salah satu anjing pelacak milik BNN dimana yang lainnya ada pula yang berjenis Malinois, Labrador, Beagle dan Belgian Sheperd.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Datangi Gedung BNN Lido Bogor, Marcella Zalianty Ingin Ajak Main Film Sosok Ini, http://bogor.tribunnews.com/2018/02/22/datangi-gedung-bnn-lido-bogor-marcella-zalianty-ingin-ajak-main-film-sosok-ini.
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri

BNN Resmikan Pusat Laboratorium Narkotika dan Fasilitas Anjing Pelacak Bertaraf Internasional di Bogor

BOGOR – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso meresmikan Pusat Laboratorium Narkotika dan Fasilitas Anjing Pelacak Narkotika (Unit Deteksi K9) di Lido, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Budi Wasoso menuturkan, tersebut merupakan tempat dilakukan uji sampel barang bukti narkotika, baik barang bukti hasil pengungkapan kasus oleh BNN maupun dari kepolisian, serta bea dan cukai.

“Fasilitas ini merupakan milik negara yang mempunyai taraf internasional. Labotarium pertama di Indonesia yang dibangun khusus untuk melakukan penelitian perkembangan terhadap penyalahgunaan narkoba,” kata Budi, Kamis (22/2/2018).

Pria yang akrab disapa Buwas itu menambahkan, gedung tersebut dibangun di lahan seluas 22.000 meter persegi serta dilengkapi dengan alat pengujian DNA analisis dan alat uji NMR. Fasiltas ini nantinya akan dijadikan tempat untuk melakukan penelitian perkembangan narkotika secara global.

“Hampir setiap periode muncul jenis baru nakotika, yang saat ini jumlahnya sudah mencapai ratusan. Laboratorium ini memang sangat dibutuhkan karena perkembangan NSP terus meningkat,” tambahnya.

Selain pusat laboratorium, Buwas juga meresmikan Fasilitas Anjing Pelacak Narkotika (Unit Deteksi K9). Tempat ini merupakan pasukan anjing pelacak yang bertugas membantu BNN dalam mengungkap adanya tindak pidana narkotika di berbagai jenis lokasi.

“Sekarang kami sudah memiliki 47 ekor anjing pelacak narkotika yang terdiri dari 20 ekor jenis German Shepherd, 10 ekor jenis Belgian Malinois, 12 ekor Labrador, dan 5 ekor jenis Beagle,” jelasnya.

Unit deteksi ini juga memiliki klinik dan farmasi yang di dalamnya terdapat 3 kennel rawat inap, ruang operasi, 4 dokter, 4 orang paramedis, serta ruang pemeriksaan dengan alat kesehatan yang canggih.

“Untuk meningkatkan kualitas anjing pelacak, unit ini juga dilengkapi fasilitas sarana pelatihan bagi pawang dan anjingnya di outdoor atau indoor. Sebagai penghormatan, kami siapkan pemakaman K9 bagi yang gugur saat bertugas,” tutupnya.

Dalam kegiatan peresmian ini, BNN juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman memberantas narkotika bersama beberapa instansi yakni Persatuan Artis Film 1956 (Parfi 56), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Seorang PNS di Bogor Buron Setelah Diciduk BNN Saat Pesta Sabu Bareng Istri

BOGOR – Oknum PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor jadi buronan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor.

AG, yang diketahui bekerja di satu Badan Instasi Pemerintahan itu positif menggunakan narkotika jenis amfetamin.

Hal itu terbukti setelah AG digerebek dikediamannya di wilayah Cibinong saat sedang mengunakan narkotika jenis sabu bersama Istrinya, S, dan teman wanita istrinya, Z, Sabtu (17/3/2018).

Saat itu ketiganya langsung diminta untuk melakukan tes urine.

Hasilnya, ketiganya positif amfetamin.

“Setelah mengakui, ketiganya langsung dibawa ke kantor BNNK Bogor, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kepala BNNK Bogor, Nugraha Setya Budhi kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (12/4/2018)

Namun, kata dia, tiga pengguna amfetamin itu justru menghilang setelah diberikan kesempatan oleh pihaknya untuk memberikan informasi keberadaan suplier yang lebih besar.

“Iya mereka tak kembali sampai hari ini, bukan berarti kecolongan, tapi karena memang untuk kepentingan penyelidikan juga,” tuturnya.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa pihaknya pun telah melayangkan surat kepada pimpinan tempat AG bekerja agar menghadapkan AG.

“Sudah tiga kali mengirimkan surat tapi tidak ada jawaban apapun, sangat disayangkan kurang kooperatif,” terangnya.

Nugraha menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap AG, S, dan Z.

“Untuk sementara kami mendapatkan informasi keberadaan yang bersangkutan ada di luar Kabupaten Bogor,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Seorang PNS di Bogor Buron Setelah Diciduk BNN Saat Pesta Sabu Bareng Istri,
http://www.tribunnews.com/regional/2018/04/12/seorang-pns-di-bogor-buron-setelah-diciduk-bnn-saat-pesta-sabu-bareng-istri?page=all.

Editor: Adi Suhendi

Mengaku Anggota BNN, Seorang Diri Bandit Ini Kuras Harta Warga Cisarua

BOGOR – Mengaku anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Polda Jawa Barat, perampok menguras harta seorang warga di Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/6/2018).

Pelaku seorang diri datang ke rumah korban di Kampung Sukamulya , Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Pria itu mengaku anggota Polri dan membuat korban percaya, saat diminta mengumpulkan benda berharganya guna diperiksa.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, akibat kejadian ini, korban menderita kerugian berupa, uang tunai yang di bawa pelaku Rp 2.176.000, 1 Hp merek Ciomy dan 2 HP merek Samsung, perhiasan emas kurang lebih 17 gram dan KTP atas nama Surahmah, istri korban.

“Modus operandi, pelaku mengaku anggota BNN Polda Jabar dan mau menggeledah rumah , tapi korban harus mengumpulkan dulu barang barang yang berharga takutnya terbawa oleh pelaku,”kata AKBP Dicky.

Setelah barang berharga dikumpulkan ke kantong kresek warna hitam , korban terasa menuruti terhadap pembicaraan pelaku alias terhipnotis.

Slamet, usai menyerahkan barang-barang berharga miliknya , baru sadar menjadi korban penipuan setelah pelaku meninggalkan TKP.

“Korban seperti dihipnotis. Korban baru sadar jadi korban penipuan, setelah pelaku meninggalkan rumahnya dengan membawa barang berharganya,”paparnya.

Selamet mengatakan, pelaku beraksi seorang diri ini datang saat kroban sendirian di rumah. Karena mengaku polisi dari BNN, Slamet menuruti apa yang diperintahkan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Benny Cahyadi menegaskan, pelaku sudah termonitor penyidik.
Hasil olah TKP, pihaknya menurut AKP Benny sudah mengetahui arah pelarian pelaku.

“Kami masih lakukan olah TKP. Tim sudah bergerak. Kami sudah monitor pelakunya. Namun karena jalur puncak masih one way, kami ada kesulitan untuk bergerak di jalur puncak. Kami sudah tau, arah larinya pelaku. Doakan ini pasti tertangkap,”kata AKP Benny dilokasi kejadian. (yopi/b)