Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 8757

Ini Respon Bamsoet Soal Gedung DPR Mau Dibom

BOGOR DAILY-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo angkat bicara mengenai kabar ditangkapnya tiga orang yang diduga teroris dan penyitaan barang bukti berupa bom rakitan di Kampus Universitas Riau, Kota Pekan Baru, oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror pada Sabtu (2/6/2018).

Berdasarkan pengakuan pelaku pada polisi, bom rakitan itu rencananya diledakkan di Gedung DPR RI dan DPRD Riau.

Bambang mengakui tidak tahu teknis pengamanan gedung DPR RI yang mesti dilakukan pascakabar itu. Ia hanya berharap DPR selalu menjadi tempat yang aman bagi siapa saja.

“Jangan sampai, pelukan serta cium tangan dan kening kami kepada anak, istri/suami saat pergi ke DPR itu menjadi kenangan yang terakhir,” kata Bambang melalui pesan singkat Minggu (3/6/2018).

Politikus Partai Golkar itu mengajak semua pihak untuk sama-sama ikut menjaga keamanan gedung legislatif tersebut.

“Mari jaga bersama keamanan lingkungan kita di DPR dengan kesadaran yang tinggi, bahwa ada orang-orang yang mencintai dan menyayangi kita di rumah, yang menunggu kita pulang dengan cerita-cerita yang indah,” kata Bambang

Bule yang Marah Soal Solawat di Bogor Minta Maaf

BOGOR DAILY- Polisi telah memediasi bule Prancis yang marah-marah karena salawat di Musala Nurul Jadid dengan Ustadz Ade Syafei. Pria bernama Frank Pierre Schultless akhirnya menyadari ketidak tahuannya dan meminta maaf.

“Sudah dilakukan mediasi pagi tadi antara WNA tersebut dengan Ustadz Ade Syafei,” terang Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading.

Dicky mengatakan, kejadian itu murni karena Frank tidak tahu mengenai kegiatan umat muslim. Ustadz Ade Syafei sendiri telah memaafkannya.

“WNA menyadari akan kesalahan yang diperbuat dengan perkataan dan tersebar di medsos karena tidak mengetahui kegiatan tersebut (salawatan tadarus) merupakan kegiatan umat muslim,” jelas Dicky.

Frank kemudian dibawa ke Polsek Ciampea untuk dilakukan pendataan terkait kewarganegaraannya dan wawancara. Ustadz Ade Syafei juga hadir.

“Jam 11.00 WIB Pihak Polsek menghadirkan Ustadz Ade Syafei untuk dilakukan mediasi dan untuk dilakukan sosialisasi ke warga masyarakat bahwa WNA sudah meminta maaf akan kejadian yang telah diperbuat dan tidak akan mengulangi,” paparnya.

Sementara polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak reaktif dan tidak terprovokasi atas kejadian itu. Polisi juga menghubungi tokoh-tokoh masyarakat sekitar, di antaranya MUI tingkat desa agar kejadian itu tidak melebar ke mana-mana.

Aksi marah-marah bule Frank ini terekam video dan menjadi viral di media sosial. Frank mendatangi rumah Ustaz Ade Syafei karena merasa terganggu dengan salawat dan tadarusan melalui pengeras suara di Musala Nurul Jadid.

Frank menyebut salawatan itu ‘karaoke’. Dia juga mendatangi rumah sang ustaz dan mengancam akan memblok jalan ke musala.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/6) kemarin. Namun, kejadian itu telah dimediasi oleh polisi dan kedua pihak telah saling memaafkan.

sumber: detik.com

Ada Bule Ancam Rusak Masjid di Bogor

BOGOR DAILY -Video bule mengancam akan merusak masjid di wilayah Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tengah viral. Dikutip dari video yang beredar di akun Instagram @smart.gram, Minggu (3/6), bule tersebut mendatangi ustadz dan beberapa warga setempat.

“Lagi semalam aku marah, aku blok masjid oke. Ya aku marah,” kata bule tersebut.

Warga setempat mencoba memberi pengertian pada warga negara asing (WNA) tersebut, kalau merusak tempat ibadah itu tidak dibenarkan. “Kalau kamu rusak masjid tidak boleh,” ujar warga memberi pengertian.

Namun bukannya mengerti, ia justru semakin marah. “Oh no problem! Kau rusak kuping punya kawan,” kata dia dengan nada tinggi.

Awalnya, bule terebut mengatakan ia tak suka mendengar lantunan selawat yang berasal dari masjid atau musala setempat setiap malam. “Kenapa karaoke, kenapa?” tanya bule itu.

Terdengar suara seorang perempuan yang coba memberi tahu bule itu, bahwa lantunan selawat bukan karaoke. “Ini Bukan karaoke, ini selawatan,” ucap wanita dalam video tersebut

Dinkes Bogor : Lakukan Pengawasan Kualitas Air Minum PDAM itu Kewajiban

Bogor Daily – Sesuai Permenkes 756 Tahun 2010 dimana salah satu kewajiban Pemerintah Kota/Kabupaten Kota guna melakukan pengawasan kualitas air PDAM dalam mencapai target MDG’s,  Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan pengambilan sampel.

Pengambilan sampel pekan lalu  di beberapa titik guna dilakukan  pemeriksaan lengkap mulai dari bakteriologi, fisik dan kimia.

Hal itu dikemukakan oleh Kasi Kesling dan Kesja,  Dinkes Kota Bogor, Farida SKM.,MKM., saat dijumpai. Bogornews. com di ruang kerjanya, Kamis (31/5/2018).

“Pemeriksaan ini rutin kita lakukan setiap tahun sebagai upaya pengawasan kepada PDAM. Karena keterbatasan anggaran, kami lakukan pengawasan selama dua kali, di Bulan Mei dan Nopember, “ujarnya.

Sejauh ini hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Dinkes Kota  Bogor, air minum. yang diproduksi PDAM Tirta Pakuan dari sisi fisik dan kimia sudah sangat bagus. Hanya saja dari sisi bakteriologi (mikro),  perlu ditingkatkan.

“Secara umum sudah sangat bagus, hanya mikro saja walaupun sangat kecil sekali,”terangnya.

Ia pun mengapresiasi langkah PDAM yang sangat responsif setiap kali adanya permasalahan terkait mutu air PDAM.

“Mereka (PDAM) senantiasa berkoordinasi bilamana pada satu titik ditemukan permasalahan. Mereka cepat memperbaikinya.”

Ia pun berharap, dari hasil pemeriksaan yang rutin dilakukan pihaknya, mutu air baku dari PDAM semakin meningkat. Sehingga target air PDAM bisa siap minum bisa tercapai.

“Tapi semua perlu kerjasama banyak pihak,  tidak hanya PDAM saja. Pelanggan PDAM harus senantiasa menjaga kebersihan dari keran airnya, jangan sampai kotor atau lumutan,”pungkasnya.

Kadinkes : Korban Diduga Keracunan Tutut Berangsur Membaik

Bogor Daily – Berdasarkan hasil diagnosa beberapa orang yang menjadi korban keracunan yang menimpa puluhan warga di Kampung Sawah RT 1, RT 5/RW 7 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Jumat (25/05/2018), diduga disebabkan olahan keong sawah (tutut) yang dimakan saat berbuka puasa.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah, Senin (28/05/2018), menyikapi peristiwa yang akhirnya ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) hingga menyebabkan total sebanyak 88 warga harus dilarikan ke sejumlah Puskesmas dan rumah sakit.

“Gejala awalnya mual dan pusing. Baru diketahui menelan banyak korban pada Sabtu (26/05), setelah ada hasil diagnosa beberapa warga yang dirawat maupun diperiksa di rumah sakit,” kata Rubaeah.

Menurutnya, para korban keracunan dirawat tersebar di beberapa rumah sakit dan Puskesmas Kota Bogor. Selain itu, jelasnya, para korban juga menjalani perawatan di rumah (homecare) oleh bidan atau petugas medis dari warga setempat. Sementara yang lainnya berobat jalan.

“Situasi terakhir dari lapangan Alhamdulillah beberapa warga yang diduga keracunan sudah mulai membaik kondisinya. Pemeriksaan sampel tutut dan rectal swab sedang proses analisa di Labkesda Kota Bogor. Pembiayaan perawatan korban dibebankan pada Jamkesda Kota Bogor,” ujarnya.

Kakek Nenek Ciampea yang Tewas Dibunuh Bangun Sekolah Paud

BOGOR DAILY-Suasana duka menyelimuti rumah pasangan suami istri korban pembunuhan Sadam bin Sarkib (70) dan istrinya Hayati binti Toga (68) di Kampung Pabuaran RT 04 RW III Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (1/6/2018). Kerabat terus berdatangan di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Sementara jenazah kedua korban sudah dimakamkan.

Keluarga dan tetangga korban mengatakan, sudah ikhlas dengan kepergian kedua almarhum. Namun, upaya hukum tetap dilakukan. Keluarga berharap, polisi segera mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut.

“Mudah-mudahan cepat terungkap dan tertangkap pelakunya. Saya lihat kemarin sadis juga pelakunya,” kata Mery, kerabat korban di Bogor, Jumat (1/6/2018).

Kedua korban Sadam dan istrinya Hayati ditemukan tewas di rumahnya dalam kondisi mengenaskan, Kamis (31/5/2018), sekitar pukul 07.30 WIB. Jasad Sadam ditemukan tak jauh dari jenazah istrinya dengan luka di bagian kepala, lengan, dan kaki. Sementara Hayati ditemukan penuh luka di bagian kepala.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian menduga keduanya menjadi korban perampokan. Jenazah korban saat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk diautopsi.

“Pelaku takut aksinya diketahui warga. Jadi membunuh korban dengan benda tumpul,” kata Kapolsek Ciampea Kompol Adi Fauzi.

Saat ini, kasus tersebut diselidiki Polsek Ciampea. Polisi masih bekerja keras untuk mengungkap pelaku.

Peristiwa dugaan pembunuhan itu menghebohkan warga setempat. Hal itu dikarenakan kedua korban dianggap warga yang baik oleh masyarakat setempat. Di usianya yang sudah tua, kedua korban mengabdikan diri dengan membangun sekolah Paud dan berjualan toko kelontong.

sumber: Sindonews.com

Resmi Dibuka, Pegawai Transmart Yasmin 80 Persen Warga Bogor

BOGOR DAILY-Plt Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, bersama Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, meresmikan beroperasinya Transmart Yasmin di Jalan Abdullah Bin Nuh, Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis (31/5/2018). Menurut Usmar 80 persen pegawai yang bekerja di Transmart Yasmin merupakan warga Kota Bogor yang direkrut dengan peran serta Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor.

“Hampir 80 persen dari masyarakat Kota Bogor bisa bekerja di Transmart Carrefour Yasmin Bogor ini. Jadi di satu sisi memang sedang terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi yang berdampak ke daerah, terjadi pengangguran di Kota Bogor juga, tapi di sisi lain Transmart membuka lapangan kerja yang cukup besar, semoga komitmen tersebut tetap dijaga, tetap dipelihara sehingga lebih bermanfaat,” kata Usmar dalam sambutannya, Kamis (31/5/2018).

Usmar juga menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Transmart yang tidak memilih lokasi di tengah kota, sehingga destinasi belanja di Kota Bogor semakin tersebar dan merata serta tidak menumpuk di tengah kota.

Selain itu, kehadiran Transmart menambah pilihan lokasi belanja untuk warga Kota Bogor dan sekitarnya.

“Transmart berkomitmen akan memberikan yang terbaik dimanapun transmart berada. Oleh karena itu pemerintah dalam kesempatan ini yang berbahagia sangat mendukung upaya-upaya munculnya pilihan-pilihan untuk masyarakat. Sehingga masyarakat diberikan pilihan, masyarakat diberikan alternatif untuk memilih yang terbaik dengan yang termurah,” kata Usmar

Usmar menjelaskan kalau merujuk kepada perkembangan Kota Bogor ke depan, khususnya 5 tahun terakhir, memang telah ditetapkan zona-zona pengembangan. “Tadi sempat saya singgung ke Pak Hatta Rajasa, bahwasanya koridor dari mulai Sentul Selatan (yang menjadi) batas Kota dan Kabupaten Bogor di dalam peraturan rencana tata ruang kita di dalam peraturan daerah nomor 8 tahun 2012, itu dijadikan sebagai CBD-nya Kota Bogor, yakni pintu kedua setelah pintu tol keluar Baranangsiang, ini orientasi ke depan,” imbuhnya.

Beberapa saat setelah resmi beroperasi, ratusan warga yang sudah berkumpul langsung menyerbu berbagai toko retail dan pakaian yang menyediakan diskon besar-besaran. Tidak hanya untuk lokasi belanja yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, di Transmart yang merupakan cabang ke-111 ini juga terdapat fasilitas bermain untuk anak dan keluarga.

sumber: Detik Finance

Tragis! Kakek Nenek Tewas di Ciampea

BOGOR DAILY- Sepasang suami-istri ditemukan bersimbah darah di rumahnya, di Kampung Pabuaran, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Kamis (31/5/2018). Saat ditemukan, korban yang diketahui bernama Sadam (70) dan Haryati (75), meninggal akibat luka di bagian kepala.

Kepala Kepolisian Sektor Ciampea Komisaris Polisi Adi Fauzi mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, warga curiga karena situasi di rumah korban tak seperti biasanya. Berdasarkan keterangan warga setempat, korban tiap harinya bekerja sebagai pedagang.

“Ada luka berceceran di bagian kepalanya, diduga pembunuhan. Kami masih menunggu hasil otopsi,” kata Adi. Adi menambahkan, pihaknya sejauh ini masih menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit untuk memastikan apakah korban sepasang suami istri itu merupakan korban pembunuhan atau bukan. Polisi, sambung dia, juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat ini kasusnya sudah dilimpahkan ke Unit Satreskrim Polres Bogor untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup dia.

Dinkes Bogor : Beri Pelatihan Pengurus Tempat Ibadah

Bogor – DINAS Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, memberikan pelatihan tentang higienis dan sanitasi kepada pengurus tempat ibadah yaitu masjid, gereja, dan wihara.

“Total ada 105 orang pengelola tempat ibadah yang kami latih dari 150 orang yang diundang. Mereka dibagi dalam tiga angkatan per kecamatan,” kata Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Farida, Sabtu (28/4).

Farida mengatakan pelatihan higienis dan sanitasi ini menjadi penting karena tempat ibadah merupakan tempat berkumpul dan berinteraksi banyak orang dan berpotensi terjadi penularan penyakit.

Penularan penyakit berpotensi terjadi apabila tempat ibadah tidak memiliki sanitasi yang baik, tidak memperhatikan higienis seperti air kurang bersih, lembab disebabkan kurang cahaya, sirkulasi udara, dan tidak memiliki saluran pembuangan air limbah yang baik.

“Potensi penularan penyakit lingkungan seperti diare, ISPA dan lainnya. Bisa saja, ventilasi kurang bagus, kalau ada yang terkena TBC, berpotensi menularkan apabila kondisi tempat ibadahnya kurang memenuhi syarat,” imbuhnya.

Pelatihan higienis dan sanitasi kepada pengelola tempat ibadah merupakan yang pertama kali dilakukan. Pelatihan ini dirasa perlu karena berdasarkan hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di tempat umum, salah satunya tempat ibadah, hanya 70% yang memenuhi syarat kesehatan lingkungan,.

“Tidak memenuhi syarat di antaranya sanitasi buruk, tidak tersedia air bersih, dan tidak ada tempat pengelolaan sampah,” katanya pula.

Farida mengatakan melalui pelatihan ini para pengurus tempat ibadah seperti marbot masjid, pengurus gereja dan wihara diberikan materi dan dibuka wawasannya untuk menjadi agen perubahan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, para pengurus tempat ibadah bisa menjadi agen perubahan dengan mengedukasi masyarakat bagaimana cara mengelola kesehatan lingkungan yang baik, dan menghijaukan lingkungannya.

“Mereka bisa menyampaikan melalui ceramah-ceramah agama, untuk umat Islam saat khutbah Jumat, atau pada saat ibadah Sabtu dan Minggu bagi yang beragama Kristen,” katanya lagi.

Selain itu, pengelola tempat ibadah juga diminta ikut mengedukasi para pedagang yang ada di sekitar lingkungannya, untuk berjualan dengan memperhatikan higienis dan sanitasinya.

“Dinas Kesehatan tidak bisa sendirian, semakin banyak yang terlibat dalam mengedukasi masyarakat, apalagi pengelola tempat ibadah ini didengar oleh masyarakat karena dipercayai,” pungkas Farida. (ADV)

Dinkes Bogor : Ada Bakteri di Tutut yang Dimakan 108 Korban Keracunan

 Bogor – 108 warga Bogor keracunan tutut atau keong air tawar. Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, sampel tutut tersebut positif mengandung bakteri.

“Hasil uji laboratorium Labkesda hasil pemeriksaan sampel keracunan, positif di keong mengandung Shigella, E.coli dan Salmonella,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah, Selasa (29/5/2018).

Selain hasil uji lab pada tutut atau keong air tawar atau dikenal juga dengan nama keong sawah (pila ampullacea), air yang digunakan untuk memasak keong tersebut teruji mengandung coliform dan logam Mn (mangan). “Sampel tutut yang diuji lab itu dalam posisi sudah matang,” kata Rubaeah.

Rubaeah menjelaskan, bakteri seperti E.coli, Salmonella dan Shigella dapat berkembangbiak dengan cepat di dalam keong yang tidak diolah atau dimasak dengan baik.

“Jika pengolahan tidak memenuhi standar higienis dan sanitasi, menimbulkan kuman yang menyebabkan gejala-gejala keracunan itu, mual, muntah, diare dan panas demam,” katanya.

Sementara itu, air yang dipakai mengandung mangan (Mn) jenis mineral jika dikonsumsi berlebihan dapat berbahaya untuk fungsi ginjal. Ia mengatakan, gejala keracunan, mual, muntah, diare, demam dan panas tinggi apabila tidak ditangani dengan cepat bisa mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

“Karena mual, muntah, diare memicu dehidrasi atau sepsis,” kata Rubaeah.

Rubaeah mengatakan, penyebab keracunan yang dialami warga RW 007, Kelurahan Tanah Baru berasal dari tutut yang mengandung bakteri E.coli, Salmonella dan Shigella.

“Bakteri-bakteri ini berasal dari pengolahan yang kurang baik. Makanya gejalanya hebat,” katanya.

Mudah Terkontaminasi

Rubaeah mengatakan, keong merupakan makanan yang mudah terkontaminasi kuman. Jika cara pengolahan tidak baik, dapat memicu gejala tersebut.

Apalagi hasil survei di lapangan, rumah tempat pengolahan tutut, jarak antara septic tank dan tempat pengolahan sangat dekat.

Saat ini Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk sampel rectal swab dari korban keracunan dan pemasak tutut serta sampel muntahan yang membutuhkan waktu lebih lama dari sampel tutut.

Rubaeah menambahkan, dengan adanya kasus ini, Dinas Kesehatan Kota Bogor mengintensifkan penyuluhan kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat.

“Memastikan memilih makanan yang sehat sumbernya dan baik pengolahannya,” katanya. (ADV)