Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8816

Polres Bogor Periksa Orang Gila Terkait Pembacokan di Cigudeg

BOGOR DAILY-Kasus penganiayaan di Kabupaten Bogor oleh Jamhari (53) terhadap Sulaiman (35) viral di media sosial. Polisi menegaskan korban bukan ustaz. Polisi juga akan memeriksa kejiwaan pelaku yang disebut mengidap gangguan jiwa.

Kepala Desa Banyuasih, Mudis Sunardi, telah memberi penjelasan mengenai kejadian yang menimpa warganya itu ke Polres Bogor. Dia juga memperlihatkan surat pernyataan yang ditandatangani Sulaiman dan Jamhari yang sepakat menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan.

Mudis menceritakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada tanggal 6 Februari 2018 di kebun durian di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Pelaku dan korban menurutnya masih memiliki hubungan keluarga. “Pelaku mengidap gangguan jiwa. Bahkan saat Pelaku dibawa ke Polres Bogor, ia berbicara tidak jelas,” ucapnya.

Mudis mengaku, setelah kejadian, ia mengumpulkan pihak korban dan pihak pelaku. “Saat itu langsung musyawarah, karena pelaku dan korban masih saudara dan pelaku mengidap kelainan jiwa,” tambahnya.

Menurut Mudis, persoalan terjadi ketika adik korban dan pelaku sedang ngopi bareng di kebun durian. Kemudian, pelaku menawar harga durian Rp 5 ribu per buah kepada adik korban.

“Namun adik korban menjawab tidak boleh kalau Rp 5 ribu, dengan alasan karena pasaran durian di kampung ini Rp 30 ribu. Adik korban mengira hanya iseng-iseng saja (menawar) karena si pelaku dikenal sebagai orang gila,” paparnya.

“Namun, Tiba-tiba pelaku pulang dan mengambil golok dan terjadilah pembacokan,” ujarnya.

AKBP Dicky mengatakan, dirinya tidak serta merta percaya dengan penjelasan Kepala Desa Banyuasih tersebut. Polisi tetap akan menyelidiki kasus ini dengan memeriksa kejiwaan pelaku.

“Pihak kepolisian akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap pelaku termasuk pemeriksaan kejiwaannya. Apabila Pelaku benar-benar mengalami gangguan kejiwaan maka dia tidak bisa dituntut secara hukum ditambah dengan korban menandatangani surat pernyataan penyelesaian dengan kekeluargaan,” kata Dicky, Kamis (8/2/2018).

“Kepolisian tetap melakukan proses terhadap kasus ini agar ada kepastian hukumnya. Agar dapat diputuskan apakah kasus ini akan dilanjutkan atau tidak. Karena Tercantum di KUHP Bahwa orang yang mengidap gangguan kejiwaan memang tidak bisa dituntut secara hukum,” sambungnya.

Ini Lho Cewek yang Dituduh Kumpul Kebo Bareng Billy Syahputra

0

BOGOR DAILY– Selain soal status pernikahannya dengan Kriss Hatta, asmara Hilda Vitria dan Billy Syahputra juga ramai dibicarakan. Pasangan itu disebut sudah tinggal bersama meski belum menikah.

Ditemui di Pengadilan Agama Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/2/2018), mendengar pertanyaan itu, Hilda dan Billy sontak saling pandang dengan tatapan wajah heran. Hilda Vitria pun langsung geleng-geleng kepala dan menyinggungkan senyuman sinis.

“Itu kabar dari mana? Ini ada mamaku, tanya aja langsung. Masa iya saya tinggal bareng sama beliau,” jawab Hilda sambil merangkul sang bunda, Rachmawati yang berdiri di sampingnya.

bunda Hilda yang sedari tadi hanya diam, berbicara soal isu miring yang menimpa anaknya.

“Risih ya, ada kabar tersebut,” kata Rachmawati singkat.

Hilda Vitria hanya menegaskan dirinya memang tidak setiap hati tidur di rumah sang bunda. Itu dikarenakan dirinya mempunyai apartemen.

“Nggak itu nggak benar, iya aku itu sering tidur di rumah mama, aku juga ada apartemen, aku tinggal di apartemen, bukan di tempat bang Billy. Aku juga punya tempat tinggal lho,” beber Hilda Vitria.

PKB: Ade Yasin Dorong Bogor Jadi Kabupaten Cerdas

0

CIBINONG – Ade Yasin diyakini akan mememangkan pertarungan Pemilihan Bupati Bogor pada 27 Juni 2018 mendatang dan akan memapu membawa Bumi Tegar Beriman sebagai daerah cerdas.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Bogor, Edwin Sumarga kepada wartawan di Cibinong, Rabu (7/2) mengungkapkan, program yang diusung Ade Yasin akan mendorong transformasi Bogor menjadi kabupaten cerdas. “Ade Yasin – Iwan Setiawan menargetkan program wajib belajar 12 tahun bagi warga Kabupaten Bogor,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Dengan program wajib belajar 12 tahun alias semua anak minimal harus lulus pendidikan SLTA, maka angka rata-rata lama sekolah yang hingga awal 2018 belum menyentuh 9 tahun bisa didongkrak di atas 9 tahun. “Angka RLS Kabupaten Bogor masih di bawah 9 tahun.

Baru sebagian kecamatan yang sudah 9 tahun. Kami akan dorong agar pada 2018 hingga 2019 RLS semua kecamatan di atas 9 tahun,” ujar Edwin. (*)

Densus Gerebek Rumah Pasutri Terduga Teroris di Leuwiliang

BOGOR DAILY- Pihak kepolisian meringkus pasutri yang diduga terlibat jaringan teroris di Kampung Setu, RT 02/06, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (7/2) sekitar pukul 10:30 WIB.

Pantauan di lokasi, sejumlah unsur terlibat saat detik-detik penggerebekan rumah M Rewan dan Ila Zahratul Lailah. Termasuk tim Densus 88 dan polisi serta Muspika Leuwiliang ikut dalam penggerebekan tersebut.

Menurut saksi mata yang merupakan tokoh pemuda di kampung tersebut, Berti Agustina, saat penggerebekan, pasutri terlihat pasrah. Selama ini warga mengenali istri terduga teroris sebagai warga asli di Kampung Setu. “Ketika penangkapan, kedua tersangka tidak melawan bahkan terlihat pasrah,” kata Berti.

Dari hasil penggeledahan, pasutri tersebut sudah memiliki kartu identitas Makassar. Ditanya tentang keseharian pasutri, Berti mengaku tidak mengetahuinya. “Kedua pasangan tersebut jarang berinteraksi dengan warga sekitar,” ujarnya.

“Kami kurang tahu pasti (tersangka, red), tapi yang kita dengar Rewan sedang menunggu kelahiran istrinya. Bahkan kami juga mendengar kalau pasangan itu sudah punya KTP Makassar,” lanjut pria yang juga salah satu tokoh pemuda di Kampung Setu.

Camat Leuwiliang Chairuka Judhyanto membenarkan soal penggerebekan rumah pasutri yang diduga teroris. Sayangnya, Chairuka enggan menjabarkan lebih jauh hal tersebut. “Kami harap kepada warga semuanya untuk selalu berkoordinasi dengan pihak berwenang dan segera melaporkan jika menemukan kejanggalan atau sesuatu yang mencurigakan. Semoga hal seperti ini tidak kembali terjadi di kemudian hari,” harapnya.

Astaga! Pelajar di Bogor Selfie Usai Perkosa Temannya

BOGOR DAILY- Tak ada rasa bersalah ataupun penyesalan di raut wajah pelajar SMK Panca Bhakti usai memerkosa seorang siswi berinisal WY (15). Dua pelajar dengan inisial MA (16) dan AR (16) justru dengan bangga selfie bersama korbannya yang terkapar tak sadarkan diri. Sampai akhirnya ulah pelaku terendus dan digerebek warga.

Peristiwa memalukan dilakukan dua siswa SMK berinisial MA dan AR. Keduanya menggilir tubuh temannya sendiri yang masih duduk di bangku kelassatu SMK. Usai memerkosa korban, pelaku sempat selfie dengan WY yang tak sadarkan diri. Foto ini menyebar dari grup WhatsApp yang sebelumnya telah di–posting di media sosial.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum beraksi, dua pelaku tersebut juga memaksa korbannya meminum obat batuk jenis X empat bungkus hingga membuatnya pingsan. Saat kondisi korban tak sadar itulah dua pelaku membawanya ke sebuah kontrakan untuk melampiaskan hasrat bejatnya.

Namun, pelaku keburu disergap warga saat hendak kabur dan meninggalkan korbannya setelah melampiaskan hasrat seksnya. Warga melihat gerak-gerik kedua bandit ini hingga menangkapnya. Akhirnya pelaku mengaku habis mencabuli korbannya di sebuah kontrakan di Kampung Pamegarsari, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Kanit Reskrim Polsek Leuwiliang Iptu Asep Jamiat membenarkan telah terjadi tindak pidana perbuatan asusila di kontrakan yang berlokasi di Kampung Pamegarsari, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang. Di mana para pelaku berikut korbannya dibawa dan diserahkan warga ke Pos Lantas Pasar Leuwiliang.

“Saksi-saksi dari warga, Endang Kurnia warga Kampung Situlebak, Desa Leuwimekar, dan Dedi Aprian di alamat yang sama dan M Alfa Rifaldi warga Kampung Banpur, Desa Leuwimekar. Barang bukti obat sirup saset jenis X,” ungkapnya.

Iptu Asep melanjutkan, saat kejadian, anggota Pos Pol Pasar Leuwiliang telah menerima penyerahan para pelaku dugaan asusila berikut korbannya dari warga sekitar. Selanjutnya petugas piket dan Kanit Reskrim membawa dan mengamankan para pelaku berikut korbannya ke Mako Polsek Leuwiliang.

“Setelah diinterogasi, para pelaku mengakui telah melakukan perbuatan asusila terhadap korban. Di mana sebelumnya korban diberi secara paksa minum obat batuk jenis X sebanyak empat bungkus,” bebernya, kemarin.

Ia menuturkan, akibat dicekoki obat batuk tersebut, korban tidak sadarkan diri dan selanjutnya dengan didampingi orang tuanya melimpahkan perkara tersebut ke Unit PPA Polres Bogor.

“Tindakan, cek TKP, mencari dan memeriksa saksi, membawa korban ke RSUD Leuwiliang, melaporkan kepada KA, koordinasi dengan Unit PPA Polres Bogor serta dilimpahkan ke Unit PPA Polres Bogor,” ujarnya.

Kapolsek Leuwiliang Kompol I Nyoman Supartha saat dikonfirmasi mengatakan, kasus anak SMA yang diduga berbuat asusila itu sudah diserahkan ke Polres Bogor. “Sudah dilimpahkan ke PPA Polres Bogor,” kata Nyoman.

Munculnya aksi ini pun menyita perhatian sejumlah tokoh. Ketua KNPI Kabupaten Bogor M Burhani mengaku miris dngan ulah pelajar ‘zaman now’. Sebab, mereka tak lagi memiliki moral. “Ya Allah, sudah nggak bermoral ya,” kata Burhan.

Menurutnya, perlu ada sosialisasi permasalahan hukum untuk anak-anak muda. Sehingga, generasi muda pun tahu dampak dan akibat dari perbuatannya. “Pendidikan budi pekerti dan moral agama penting dan harus jadi prioritas. Karena kasus ini sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Ketua PCNU Kabupaten Bogor Romdoni. Ia mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa korban WY. Apalagi pelakunya juga sama-sama pelajar. “Perlu ada kaderisasi moral di kalangan pelajar. Karena itu, saya mengajak semua kalangan mengutamakan ajaran agama,” pintanya.

Korban Pembacokan Orang Gila di Cigudeg Bukan Ulama

BOGOR DAILY- Polisi telah menelusuri beredarnya informasi ustaz atau ulama dianiaya orang gila di Bogor yang viral di media sosial (medsos). Polisi memastikan penganiayaan memang terjadi, tetapi tidak melibatkan ustaz ataupun orang gila.

“Kejadian ada, tapi enggak ada kaitan dengan ulama atau orang gila,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana, Kamis (8/2/2018).

Dari hasil penelusuran, memang ada insiden penganiayaan tersebut. Kejadian itu berlangsung di Kampung Cijambe, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Bogor pada Selasa (6/2) lalu. “Penganiayaannya melibatkan antar petani,” kata Umar.

Umar menjelaskan insiden berdarah itu bermula saat saat korban Sulaiman (53) tengah berada di kebunnya untuk mengambil hasil panen durian. Tiba-tiba pelaku Jamhari (55) datang berniat membeli durian milik korban.

“Akan tetapi, korban tidak memberikan durian itu kepada pelaku,” katanya.

Singkat cerita, pelaku meninggalkan lokasi. Ia pulang ke rumah untuk sengaja mengambil sebilah golok. “Tiba-tiba dia datang lagi menemui korban dan langsung membacok korban di bagian pipi sebelah kanan,” katanya.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka cukup parah dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara pelaku, saat ini sudah diamankan.

“Jadi kalau informasi orang gila aniaya ustaz atau ulama itu tidak benar,” kata dia.

Sinergi Ulama dan Polisi, Jendral Tito Cium Kening Habib Ali

0

BOGOR DAILY-Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersilaturahmi dengan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf kemarin. Dalam silaturahmi yang disebut menandakan sinergi polisi dan ulama itu, Tito sempat mencium kening Habib Ali.

Hal tersebut disampaikan Twitter @TMCPoldaMetro dalam foto yang diunggah hari Kamis (8/2/2018). TMC Polda Metro mencuitkan sinergitas antara ulama-umaro.

“Sinergitas Ulama-Umaro. Kapolri Jenderal Pol Prof H Muhammad Tito Karnavian, MA, PhD, mencium kening Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, saat membesuk ulama yang sangat disegani dan pimpinan Majelis Taklim Al ‘Afaf di kediaman Habib Ali di kawasan Tebet, Jaksel,” tulis TMC Polda Metro.

Silaturahmi ini dilakukan pada hari Rabu (7/12) kemarin dan berlangsung tertutup. Tito berkunjung ke kediaman Habib Ali dalam rangka silaturahmi dan menjenguk Habib Ali yang sedang sakit.

Dalam kunjungannya, Tito mendapat pesan dari Habib Ali berkaitan dengan tugasnya sebagai Kapolri. Ia dititipkan pesan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Tadi beliau memberikan banyak doa-doa, doa-doa dukungan moril agar saya bisa bekerja dengan baik. Untuk menjaga bangsa ini menjaga masyarakat keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai tugas polisi,” kata Tito seusai pertemuan.

 

Donald Trump Segera Bangun Hotel di Tabanan Bali

0

BOGOR DAILY- Perihal pembangunan MNC Bali Trump Hotel and Clubhouse di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyatakan mendukung proyek tersebut.

Hal itu karena akan ada investasi besar di Tabanan.“Jika tidak ada pengaruh negatif, tidak masalah,” katanya saat ditemui dalam acara launching layan Taman Serasi di Kantor Camat Kerambitan, (7/2/2018).

Bupati Tabanan dua priode itu menilai adanya pembangunan Hotel berskala besar akan membantu PAD Tabanan.

“Kami mendukung. Di Badung banyak pembangunan Hotel tidak ada yang ribut,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Beraban I Wayan Sukariana mengatakan, pihaknya sempat mendengar jika biaya pembongkaran Hotel Pan Pasific Nirwana Bali Resort (NBR) mencapai angka Rp 15 miliar.

Hal itu dia dengar dari manajer Pan Pasific Nirwana Bali Resort yang bernama Pak Listianto. “Saya dengar segitu saat ngobrol-ngobrol, tidak berani melebih-lebihkan,” katanya.

Terkait dengan persoalan penyanding yang belum tandatangan persetujuan proyek tersebut seperti yang sempat dilontarkan oleh Kelihan Kelihan Dinas Banjar Batugaing, Desa Beraban Kadek Adiarta, Sukariana mengatakan dirinya tidak mengetahui jelas.

Ia menyebut saat ini proses proyek berjalan normal. “Untuk hal itu saya kurang tahu pasti. Karena pihak Hotel yang langsung turun,” terangnya.

Ia mengungkapkan, banjar adat yang berbatasan langsung dengan Hotel Pan Pasific Nirwana Bali Resort adalah Banjar Njung Pura.

“Saya sempat dengan ada yang mempersoalakan gardu listrik Hotel karena dekat pemukiman, namun menurut saya itu keluhan beberapa orang,” ujar Sukariana.

Selain itu pihaknya tetap menunggu kejelasa terkait dengan tenaga kerja yang berasal dari Desa Beraban seperti saat beroperasinya Hotel Pan Pasific Nirwana Bali Resort.

Ia beralasan, sebuah proyek haruslah memberikan kontribusi nyata kepada desa setempat. “Salah satunya dengan rekrutmen pegawai,” paparnya.

Demi Hubungan Istri dan Kekasih Baru, Ahok Mundur

0

BOGOR DAILY-Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Veronica Tan rupanya sudah sepakat untuk mengakhiri rumah tangga mereka. Sebab, sidang kedua yang agendanya mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, keduanya sepakat untuk tidak hadir.

“Pak Ahok sebagai perfect gentleman ya mengalah saja. Memang akhirnya mereka berdua mengambil sikap untuk tidak hadir dan membiarkan ini diwakili oleh pengacara saja,” kata kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).

Menurut Fifi, saat ini Veronica telah menerima gugatan tersebut dan telah siap untuk tidak lagi menjalin rumah tangga bersama Ahok.

“Bu Vero menerima perceraian ini juga,” tegasnya.

Fifi yang merupakan adik Ahok ini menjelaskan, sebelum melayangkan gugatan cerai, kakaknya itu dan Veronica terlebih dulu melakukan mediasi di akhir tahun 2017. Namun, mediasi itu tak menemui hasil untuk menyelamatkan rumah tangga mereka.

“Karena Bu Vero tidak datang, tidak ada mediasi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fifi mengatakan, keretakan rumah tangga kakaknya itu karena adanya perselingkuhan antara Julianto Tio alias JT dan juga Veronica.

Hubungan terlarang itu rupanya sudah terjalin selama tujuh tahun. Di awal 2016 ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, Ahok dan anak pertamanya, Nicholas Sean pernah menegur Julianto agar tidak lagi berhubungan dengan Veronica. Tapi hal itu ditolak oleh Yulianto.

Disindir Fadli Zon, Menteri Susi Bikin Jawaban Menohok

0

BOGOR DAILY-Tulisan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dari Fraksi Partai Gerindra pada Rabu, 7 Februari 2018 sempat viral dan banjir komentar warganet. Pasalnya, Fadli Zon menyindir soal penenggelaman kapal nelayan asing yang mencuri ikan.

Fadli menilai bahwa kebijakan penenggelaman kapal asing oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan itu bukanlah ukuran keberhasilan.

“Di tempat lain, kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu adalah ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tulis Fadli melalui akun Twitter-nya @fadlizon.

Namun tak lama, Menteri Kelautan dan Perikanan menjawab unggahan itu dengan melakukan mention ke @fadlizon dan @gerindra. Menteri Susi menjawab tajam,”Ukuran keberhasilan yg telah anda lakukan apa Pak Fadli yth???Mohon pencerahan,” kata Susi.

Sontak, gayung bersambut di Twitter antara keduanya direspons ramai warganet. Banyak warganet yang menilai bahwa jawaban Susi itu ibarat smash atau pukulan telak bagi Fadli.

Namun Fadli kemudian memberi tantangan kepada Menteri Susi agar membahas hal itu lebih banyak. Dia mengundang Susi datang ke ruang pers DPR pada Kamis, 8 Februari 2018 siang.

“Bu @susipudjiastuti sila datang n kritik saya. Acaranya besok di Press Room DPR jam 13,” kata Fadli.