Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 8838

Usmar Hariman Mundur Jadi Ketua DPC Demokrat

BOGOR DAILY-Ketua DPC Demokrat Kota Bogor Usmar Hariman mengundurkan diri. Dia resmi menyatakan karier politiknya di Demokrat tamat mulai Senin (8/1/2018).

“Saya sudah membuat dan menandatangani surat pengunduran diri untuk diserahkan ke DPP,” ucap Usmar di Hotel Savero Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor ini kurang dari satu tahun dipercaya menjadi pimpinan Demokrat Kota Bogor. Dia merasa sudah cukup melakoni tugasnya.

“Keputusan ini saya ambil setelah rapat terbatas Senin pagi tadi. Dari hasil pertimbangan dan masukan kader serta elemen masyarakat maka keputusannya mundur,” ujar Usmar.

Pria berkacamata ini tak menampik salah satu pertimbangan melepas jabatan tersebut lantaran ada masalah di internal Demokrat.

Usmar mengaku kecewa soal kebijakan DPP Demokrat lebih mengusungan pasangan Bima Arya dan Dedie A Rachim ketimbang dirinya. Pada Pilkada 2013, Usmar berpasangan dengan Bima dan memenangkan pertarungan tersebut. Bima sebagai wali kota dan Usmar sebagai wakilnya.

Maka itu, dia memilih meninggalkan Demokrat agar partai besutan SBY itu dapat fokus memenangkan Bima-Dedie pada Pilkada 2018 mendatang.

“Saya sangat kecewa. Ada dinamika yang sangat kuat baik di internal maupun eksternal partai,” kata dia.

Alasan lainnya, Usmar ingin konsentrasi menghabiskan sisa jabatannya sebagai wakil wali kota membangun Kota Bogor. “Saya juga fokus selama 3 bulan ke depan memuluskan pilkada ini,” ungkap Usmar.

Usmar menyatakan tidak menyesal dengan keputusannya hengkang dan menanggalkan atribut Partai Demokrat.

“Saya sudah merasa cukup menjalankan komitmen dan tanggung jawab. Terpenting saya pernah mewujudkan pemikiran dan tenaga hingga memenangkan Pilkada 2013 lalu,” tutur Usmar.

Saat ditanya apakah akan pindah ke partai lain, Usmar mengaku belum memikirkan hal tersebut.

“Di Pilkada sekarang saya mau jadi penonton saja dulu,” ujarnya sambil tersenyum.

Pembuat Video Seks Tante Pedofil Dapat Order dari WN Rusia

0

BOGOR DAILY-Polisi mengatakan M Faisal Akbar (32) sengaja membuat video porno bocah dengan perempuan dewasa untuk dijual. Faisal juga mengaku mendapat pesanan dari seorang warga negara Rusia.

“Ini untuk dijual,” kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Senin (8/1/2018).

Menurut Agung, Faisal sang ‘sutradara’ menjual video hasil produksinya itu ke berbagai tempat. Bahkan video itu diduga dijual ke luar negeri.

“Tapi ini masih kita cek kebenarannya apakah dijual ke luar negeri atau tidak,” ujarnya.

Indikasi video tersebut untuk kepentingan bisnis itu, sambung Agung, berasal dari adanya permintaan. Berdasarkan pengakuannya, Faisal mendapat permintaan dari seseorang untuk membuat video porno bocah dan perempuan dewasa dari seseorang yang mengaku warga negara Rusia.

“Setelah video dibuat, lalu pelaku mengirimkan ke pemesan melalui media sosial Telegram. Setelah dikirim, pelaku mendapat imbalan sejumlah uang,” tutur Agung.

Polisi belum memastikan apakah video tersebut dikonsumsi pribadi oleh pemesan atau untuk dikirim ke kelompok orang yang memiliki perilaku seks menyimpang. Polisi masih mendalami hal itu.

“Masih didalami kaitannya dengan itu,” kata Agung.

Agung mengatakan Faisal membuat tiga konten pornografi. Pertama, ia membuat sebuah foto vulgar antara bocah dan perempuan dewasa. Kemudian ia diminta membuat video adegan seks. Semua dilakukan pada 2017.

Untuk foto, kata Agung, Faisal mendapat imbalan Rp 6 juta. Video dengan peran dua bocah, Faisal mendapatkan bayaran Rp 16 juta. Sedangkan di video lain, ia mendapat bayaran Rp 9 juta.

“Pokoknya kalau ditotal dia dapat 31 juta rupiah,” ucap Agung.

Faisal ditangkap tim gabungan Polda Jabar dan Polrestabes Bandung pada Minggu (7/1). Pria tersebut terbukti sengaja memproduksi video porno dengan pemeran bocah. Dua video porno yang dibuat Faisal tersebar di medsos.

Gaji Tak Dibayar, Karyawan Transpakuan Ancam Ngadu ke Presiden

BOGOR DAILY-Karyawan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) akan mengadu ke presiden jika tuntunnya berbentuk gaji tidak terpenuhi.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Astriana yang juga sebagai kondektur di PDJT Kota Bogor saat melakukan aksi di kantor Balaikota Bogor Jalan Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (08/01/2018).

“Kita ingin baik-baik dulu, Mas. Kalau tidak ada itikad baik dari pihak pemkot serta tidak adanya kepastian gaji kami dibayar kapan dan statusnya seperti apa kami pasti akan mengadu ke pak presiden,” ujarnya kepada Pojokjabar.

Astriani sendiri belum menerima gaji hampir lebih setahun.

“Terakhir saya menerima gaji tuh Januari 2017 itu pun dicicil selama dua bulan, sampai hari ini pun belum terbayarkan,”katanya.

Seperti diketahui ada 153 karyawan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) hingga saat ini belum terbayarkan.

Berbagi usaha pun telah dilakukan karyawan PDJT ini untuk menuntut haknya.

Tentu ini harus diselesaikan Pemerintah Kota Bogor dalam hal ini PDJT yang kini dinaungi Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Stres Berat, Karyawati Bank Loncat dari Lantai Apartemen

0

BOGOR DAILY- Meritha Vridhawati (26) tewas setelah meloncat dari lantai 10 Apartemen Cosmo Park, Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Wanita yang bekerja di sebuah bank itu diduga stres karena punya masalah pekerjaan.

“Suami korban mejelaskan bahwa akhir-akhir ini korban sering mengeluhkan tentang situasi pekerjaannya di bank,” kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono, Senin (8/1/2018).

Mengenai permasalahan apa yang dihadapi korban di bank tersebut, Lukman tidak menjelaskan secara terperinci. Atas permasalahan itu, korban juga disebut suaminya, Faisal Rangga (28), sempat hendak mengundurkan diri.

“Hanya (permasalahan) hubungan antar-pegawai saja. Korban tidak kuat dengan situasi pekerjaannya sehingga menyatakan akan resign,” imbuhnya.

Di sisi lain, korban juga merasa tertekan dengan kondisi kesehatan bayinya yang berusia 9 bulan. Hal ini menguatkan dugaan polisi bahwa korban bunuh diri.

“Anaknya sakit biasa, tetapi korban diduga mengalami tekanan atau stres sehingga tidak kuat menanggung beban permasalahan,” pungkasnya.

Dishub Bakal Siapkan Jalur Khusus Transpakuan

BOGOR DAILY-Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor fokus menata transportasi lewat program rerouting dan konversi angkutan umum. Salah satunya, rencana pembuatan jalur khusus untuk bus yang nantinya akan mengisi rute-rute Transpakuan Koridor (TPK). Jalur bus ini mirip jalur sepeda ini di sekitaran Sistem Satu Arah (SSA).

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Theofilio Patrocinio Freitas mengatakan, jalur ini dibutuhkanuntuki memudahkan dan melancarkan layanan angkutan umum massal yang bebas hambatan. Jalur khusus, kata dia, termasuk fasilitas yang bakal disiapkan untuk mendukung kebijakan konversi angkot ke bus sedang. “Kami akan membuat jalur khusus untuk bus, yakni jalur berwarna merah, mirip-mirip jalur busway lah. Di koridor utama yang dilalui TPK angkutan masal. Konsepnya ya seperti jalur sepeda di Sistem Satu Arah (SSA), tetapi lebih lebar, sesuai ukuran bus nanti.” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Theo menambahkan, hingga kini pelaksanaan pembuatan jalur ‘karpet merah’ masih terkendala anggaran APBD 2018 yang belum ditetapkan. Setelah anggaran ditetapkan, baru bisa bicara banyak soal masalah teknis. “Tetap akan di tahun ini kok. Hanya saja perlu menunggu sampai ditetapkan anggarannya dulu. Jumlahnya berapa, cukup untuk dimana saja, ya bisa dibilang setelah selesai ditetapkan anggaran barulah bicara persiapan rencana teknisnya,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan sosialiasi terkait rencana pembuatan jalur khusus berwarna merah ini, sekaligus mempersiapkan antisipasi menempatkan petugas-petugas di jalur tersebut, bila ada angkutan lain yang masuk jalur atau menertibkan lalu lintas ketika dibutuhkan.

Soal kemungkinan jalan yang bakal makin sempit dengan adanya jalur khusus ini, Theo menerangkan jalur khusus ini tetap fleksibel dan bisa dilalui kendaraan lain, namun tetap memprioritaskan bus TPK. “Makanya rencananya sih tidak akan dipasang median jalan, sehingga jalur khusus ini nantinya tetap fleksibel, tidak kaku buat pengguna jalan. Walaupun memang prioritasnya nanti kan tetap bus,” ujarnya.

Kebijakan ini diharapkan bisa membuat warga Kota Hujan lebih nyaman dalam menggunakan angkutan umum masal, yang mumpuni kondisi kendaraannya dan ditunjang jalur khusus. Sehingga menjadi solusi mobilisasi warga, dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta beralih ke angkutan umum masal. “Kalau angkutan umum massalnya bagus, kan masyarakat bakal beralih dengan sendirinya,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 27 Desember 2017 lalu, Pemkot Bogor sudah mulai memberlakukan perubahan rute atau rerouting angkot. Kepala Seksi Angkutan Dalam Trayek Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Ari Priyono mengatakan, selama tiga hari ini, rerouting fokus pada enam trayek terlebih dahulu. Di antaranya empat trayek Transpakuan koridor (TPK) yang diterapkan pada koridor dua sampai lima. TPK ini merupakan trayek-trayek gabungan dan diisi angkot, sehingga tidak ada penambahan jumlah moda.

Ari mengatakan, semua angkot yang terkena rerouting diberi tanda khusus melalui pengecetan pada bemper belakang dan depan. Tiap jalur mempunyai warna berbeda, menghindari penumpang salah naik. Untuk TPK 2, rute yang melayani Terminal Bubulak – Ciawi dengan melewati Terminal Baranangsiang memiliki warna hitam. Sementara itu, pada TPK 3 dengan jalur Bubulak-Sukasari-Ciawi, mengalami perubahan cat pada bemper depan dan belakang berwarna merah.

“Pada TPK 4 yang melayani Trayek Ciawi-Ciluar (Pomad)-Ciparigi (Villa Bogor Indah), memiliki perubahan pada body bagian atas pada lampu. Cat bempernya juga jadi putih,” ucap Ari.

Terakhir, TPK 5 dengan rute Ciparigi-Air Mancur-Teriman Merdeka mengalami perubahan pada bemper dengan dicat hijau toska. Sementara itu, trayek pengumpan merupakan trayek yang diperpanjang jurusannya. Di antaranya, angkot 01 Cipinang Gading-Terminal Merdeka yang diperpanjang hingga Perumahan Yasmin. Trayek 07 yang semula 07B melayani rute Ciparigi-RE Martadinata-Terminal Merdeka akan diperpanjang hingga Terminal Bubulak.

Heboh! Ahok Gugat Cerai Veronica Tan

0

BOGOR DAILY- Pengacara yang mewakili mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Josefina Agatha Syukur dari kantor pengacara Law Firm Fifi Lety Indra & Partners, membenarkan Ahok telah melayangkan surat gugatan cerai terhadap istrinya, Veronica Tan. Surat gugatan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (5/1/2018) lalu.

Ahok menunjuk Law Firm Fifi Lety Indra & Partners sebagai kuasa hukumnya dalam kasus itu.

“Benar bahwa Pak Ahok telah melayangkan gugatan cerai terhadap Ibu Veronica. Itu benar adanya. Nomor perkaranya 10/Pdt.G/2018 tanggal 5 Januari 2018,” kata Josefina kepada Kompas.com, Senin (8/1/2018) pagi ini.

Namun, ia tidak mau menjelaskan mengapa Ahok, yang kini berada dalam tahanan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat setelah divonis dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama, menggugat cerai istrinya. Ia mengatakan, kasus perceraian merupakan masalah pribadi, sidang pengadilannya pun bersifat tertutup.

Walau membenarkan adanya surat gugatan cerai, Josefina meragukan kebenaran surat gugatan atas nama Ahok terhadap Veronica yang beredar di media sosial pada Minggu (7/1/2018) malam.

“Sebab (surat) gugatan yang benar adalah gugatan yang sudah didaftarkan, di mana sudah tertulis nomor perkara dari pengadilan pada sudut kanannya dan ada capnya,” katanya.

Namun, ia membenarkan pengacara Ahok dalam kasus gugatan perceraian itu hanya dua orang, yaitu dia dan adik Ahok sendiri, Fifi Lety Indra.

Dalam apa yang disebut sebagai foto surat gugatan yang beredar semalam, nama Josefina dan Fifi memang tertulis sebagai pengacara yang mewakili Ahok.

Kompas.com telah mendapat informasi soal adanya surat gugatan itu sejak akhir pekan lalu.

Seorang petugas pendaftaran perkara perdata di PN Jakarta Utara telah membenarkan adanya gugatan itu.

“Benar tadi sore sudah di daftarkan, atas nama Basuki dan Veronica,” kata petugas pendaftaran di bagian kasus perdata itu kepada Kompas.com pada Jumat sore.

Waspada! Ada Aliran Sesat di Pamegarsari Parung

BOGOR DAILY- Belakangan ini warga Desa Pamegarsari, Kecamatan Parung, diresahkan dengan adanya segelintir orang yang diduga menganut aliran sesat. Dalam aktivitasnya, mereka men­datangi rumah warga dengan membe­rikan majalah ’Sadarlah’ yang isinya mengajak untuk bergabung dengan aliran tersebut.

Kepala Desa (Kades) Pamegarsari Ahkmad Djamaludin membenarkan hal itu. “Warga seminggu ini resah aki­bat dugaan penyebaran agama oleh kelompok orang dengan mendatangi rumah warga,” ungkapnya. Dari maja­lah yang dibagikan dua perempuan yang diperkirakan berumur 50 tahun itu, nama aliran tersebut Saksi Yehuwa. “Mereka sangat agresif mengetuk pin­tu rumah warga dan menawarkan ma­jalah,” ungkapnya.

Dia menilai kegiatan ini sangat meng­khawatirkan. Apalagi mereka menda­tangi rumah umat muslim dan mena­warkan secara gratis majalah tersebut. Atas kejadian ini, pihak Pemerintah Desa Pamegarsari tengah menangani kasus ini dengan serius.

“Maka dari itu, saya mengimbau ke­pada masyarakat jika mendapatkan hal-hal yang menyesatkan harus mel­apor ke saya atau ke pihak desa agar penyebarannya tidak berkembang lebih besar,” pintanya.

Ia mengaku sudah mendapat majalah tersebut dari warga yang sempat dida­tangi segelintir orang ke rumahnya dan majalah tersebut ia simpan untuk bukti.

“Setelah saya baca isi majalah itu ter­nyata aliran menamakan diri sebagai Saksi Yehuwa, itu sejenis ajaran sem­palan,” ungkapnya.

Menurutnya, ini telah melanggar pe­raturan pemerintah, karena dalam acuan yang dijadikan aturan suatu umat tidak boleh mengajak umat yang sudah bera­gama.

Ini Lho Pembuat Video Seks Cewek Bareng Bocah yang Viral

0

BOGOR DAILY– Polda Jabar berhasil mengungkap kasus video porno bocah lelaki dan perempuan dewasa. Perekam video tak bermoral itu telah ditangkap.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dari beredarnya video di media sosial yang konteksnya tadi masuk ranah hukum, maka dilalukan penyelidikan bahwa benar lokasinya ada di Bandung. Dari penyelidikan kita bisa tangkap pelaku perekam video,” ucap Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto saaat rilis pengungkapan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Senin (8/1/2018).

Tim gabungan Polda Jabar dan Polrestabes Bandung juga turut menangkap perekam video. Sang ‘sutradara’ yang diketahui bernama Muhammad Faisal Akbar, ditangkap di kediamannya di Bandung pada Minggu (7/1) kemarin.

“Dari hasil ini kita akan tingkatkan ke penyidikan,” katanya.

Agung menjelaskan Faisal merupakan aktor utama dalam video itu. Pria itu merekam dan mengarahkan gaya kepada bocah dalam video tersebut. Dua video yang tersebar selama ini, direkam oleh Faisal.

“Dari dua video yang tersebar yang merekamnya satu orang dan sama,” ucap Agung.

Video tak senonoh yang ‘diproduksi’ Faisal tersebar di medsos sejak beberapa hari terakhir. Terdapat dua video yang memperlihatkan adegan ranjang bocah dengan perempuan dewasa di sebuah kamar diduga hotel. Sungguh kelakuan tak bermoral.

“Dilakukannya di dua hotel di Bandung. Setelah kita cek ternyata kamar hotel identik dengan yang ada di video,” ujar Agung.

Kepemimpinan

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Calon  Bupati Bogor 2018)

Besok, 9 Januari 2018 akan menjadi hari yang bersejarah bagi saya. Untuk kali pertama saya maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah di Kabupaten Bogor. Untuk deklarasi ini, puluhan ribu masyarakat Kabupaten Bogor akan mengantar menuju kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor. Suatu animo yang luar biasa. Sungguh saya sangat mengapresiasinya.

Ada beberapa partai politik yang mengusung saya sebagai Calon Bupati Bogor 2018-2023. Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Tak hanya tiga parpol, sejumlah partai lainnya juga dalam tahap komunikasi untuk bergabung dalam koalisi. Insya Allah semua yang berkoalisi akan terang benderang pada saat deklarasi dan pendaftaran di KPU Kabupaten Bogor pada Selasa besok.

Untuk pendamping, saya dan parpol pengusung mempercayakan kepada Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor H. Iwan Setiawan, SE. Jika Allah SWT menghendaki, maka saya dan Kang Iwan akan memimpin Kabupaten Bogor di lima tahun mendatang sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2018-2023.

Melalui catatan ini saya juga ingin mengundang kepada seluruh elemen masyarakat Bogor yang belum mengetahui dan ingin menghadiri deklarasi. Sekaligus, pada kesempatan ini pula saya juga memohon maaf apabila kegiatan nanti mengganggu kelancaran arus lalu lintas di wilayah Cibinong dan sekitarnya.

Tema catatan kali ini saya akan membahas soal kepemimpinan. Berbicara kepemimpinan memang akan selalu melibatkan orang lain. Oleh karena itu dimana ada pemimpin, di sana terdapat pengikut. Sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan yang dipimpinnya, seorang pemimpin harus mampu menjadi agen perubahan dan berinteraksi memberi pengaruh kepada yang dipimpinnya, sehingga yang dipimpinnya bersemangat untuk menyelesaikan tugas masing-masing atau bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.

Nah, pemerintah sebagai penggerak pembangunan juga dituntut upayanya untuk dapat menggerakkan masyarakat pada kemandirian, menempuh dan menumbuh kembangkan rasa persatuan dan kesatuan dan memberi pelayanan umum yang sebaik-baiknya. Konsekuensi logis yang diterima dari tuntutan semacam itu, maka harus adanya kemampuan manajerial seorang pemimpin pada pemerintah daerah untuk menjalankan sistem manajemen pemerintahan yang berdaya guna dan berhasil guna.

Tuntutan adanya pemimpin pemerintah yang berkemampuan handal, bermoral tinggi, loyal dan berdedikasi dalam memanfaatkan secara maksimal potensi yang dimiliki, ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Sekurang-kurangnya ada dua jenis kepemimpinan dalam bidang pemerintahan yakni kepemimpinan organisasional dan kepemimpinan sosial.

Kepemimpinan organisasional timbul karena yang bersangkutan menjadi pimpinan unit organisasi dengan pengikut sebagai bawahan yang patuh dengan berbagai ikatan norma-norma organisasi formal. Dimensi administratif pada kepemimpinan organisasional lebih dominan dari pada dimensi sosial maupun politik serta biasanya dapat menggunakan fasilitas manajerial seperti: kewenangan, dana, personil, logistik dan sebagainya.
Sedangkan kepemimpinan sosial timbul karena kapasitas dan kualitas pribadinya dalam menggerakkan bawahannya, dimana dimensi sosial dan politik lebih dominan dari pada dimensi administratifnya.

Dalam pimpinan pemerintahan daerah seharusnya mempunyai kedua bentuk dari kepemimpinan tersebut dengan melihat pertimbangan-pertimbangan yaitu kapabilitas, akseptabilitas dan integritas. Secara singkat, kapabilitas adalah gambaran kemampuan diri si pemimpin baik intelektual maupun moral, yang dapat dilihat dari catatan jejak (track record) pendidikannya maupun jejak sikap dan perilakunya selama ini.

Pemimpin yang baik tidak akan muncul secara tiba-tiba, tetapi melalui proses perjalanan yang panjang. Selain pertimbangan kapabilitas, pertimbangan lain adalah akseptabilitas yaitu gambaran tingkat penerimaan pengikut terhadap kehadiran pemimpin. Semakin banyak pengikut yang menerima dengan baik kehadirannya maka semakin kuat besar peluang yang bersangkutan menjadi pemimpin.

Pengaruh lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah integritas yaitu salah satu atribut terpenting/kunci yang harus dimiliki seorang pemimpin. Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan.

Pemimpin berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Perlu juga diketahui bahwa sampai saat ini, manajemen kepemimpinan telah berkembang mencapai generasi kelima. Adapun perkembangannya adalah sebagai berikut: Generasi I mengarah kepada “Management by Doing/Jungle Management”, dengan cirinya adalah “doing thing by ourself”. Manajemen ini biasanya digunakan pada organisasi yang masih sederhana.

Generasi II mengarah kepada “Management by Direction”, dengan cirinya adalah “doing thing through the other people”. Manajemen ini menonjolkan aspek kepemimpinan, anggota organisasi hanya sebagai alat produksi.
Generasi III mengarah kepada “Management by Objectives/Management by Targetting”, dengan cirinya adalah mengutamakan target-target kuantitatif.
Generasi IV mengarah kepada “Management by Value Creation/Total Quality Management”, dengan cirinya adalah mengutamakan target-target kualitas terutama pada kepuasan masyarakat.

Generasi V mengarah kepada “Management by Knowledge Networking, Virtual Enterprise and Dynamic Teamming”, dengan cirinya menggunakan teknologi informatika serta mengutamakan jaringan antarmanusia.
Dari lima tingkatan generasi yang telah tercipta pada tiap-tiap masanya, maka jika dievaluasi sampai saat ini pada sektor publik umumnya masih menggunakan manajemen generasi kedua atau ketiga.

Untuk itu organisasi publik khususnya pemerintah daerah perlu mengejar ketertinggalannya agar tetap dapat memainkan peranan sebagai agen pembaharuan dan lokomotif penggerak perubahan. Apabila ketertinggalan tersebut tidak disusul dengan segera maka besar kemungkinan akan terjadi kooptasi (penguasaan secara halus) terhadap sektor publik oleh sektor private yang mana sektor private sudah melaju kepada manajemen generasi keempat bahkan kelima.
Terlebih lagi, setelah adanya gelombang privatisasi peranan sektor private menjadi sangat dominan. Untuk itu siapakah yang akan melakukan pembaharuan dan memajukan sistem manajemen pemerintah daerah? Jawabannya adalah “Pemimpin”.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah SWT dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (Pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah SWT (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya,” (QS An-Nisa: 59). (*)

Nungki Resmi Duet Bareng Bayu Syah Johan di Pilbup Bogor

BOGOR DAILY-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Hanura Kabupaten Bogor dikabarkan bakal ‘mengawinkan’ Sekretaris DPD Hanura Jawa Barat Putra Fitri Nugraha alias Nungki dengan Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Bogor Bayu Syah Johan di pilbup Bogor 2018. Bahkan, DPP Hanura sudah resmi mengeluarkan surat keputusan (SK) rekomendasi dan tinggal menunggu SK rekomendasi dari DPP PDIP.

Sekretaris DPC Hanura Kabupaten Bogor, Lutfi Pulu, mengatakan bahwa pasangan Nungki – Bayu sudah dipastikan hampir final. Saat ini hanya tinggal menunggu SK rekomedasi dari DPP. “Insya Allah sudah fix (Nungki – Bayu, red) dan sudah disetujui PDIP, kita doakan saja biar berjalan lancar. SK DPP sedang dalam proses,” kata Lutfi saat ditemui Metropolitan usat menghadiri rapat dengan KPU, kemarin.

Meski demikian, Lutfi belum bisa menjawab kapan keduanya akan melakukan deklarasi. Keputusan deklarasi akan dibicarakan terlebih dulu dengan partai koalisi. Sebelumnya, Nasdem Kabupaten Bogor sudah bergabung dengan PDIP dan kemungkinan besar akan ikut dalam koalisi mengusung pasangan Nungki – Bayu. “Nanti itu kesepakatan bersama partai koalisi kapan waktu deklarasinya. Saya belum bisa menjawab. Kita tunggu saja tanggal mainnya,” terangnya.

Sementara itu, Bayu Syah Johan mengaku belum menerima SK rekomendasi dari DPP. Yang jelas, dua nama tersebut sudah disepakati di tingkat DPC. “Rekom belum diterima. Amin (sudah selesai untuk dua nama itu, red),” terang Bayu. Saat ditanya kemungkinan Nasdem akan bergabung mengusung pasangan Nungki –Bayu, dirinya hanya menjawab singkat.

“Insya Allah,” tandasnya.