Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 8839

Ahok Diterpa Isu Cerai, Begini Doa Ade Armando

0

BOGOR DAILY-Dosen Universitas Indonesia Ade Armando mendoakan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan istrinya Veronica Tan yang digoyang isu perceraian. Ade yang juga pendukung Ahok itu mengaku ikut sedih mendengar kabar tersebut.

“Ahok mengajukan gugatan cerai pada Veronica. Kemungkinan besar, bukan hoax. Tentu saya ikut bersedih mendengar berita ini,” tulis Ade Armando dalam akun Facebooknya

Ade mengatakan perceraian adalah hal yang memprihatinkan. Ia pun memberikan dukungan untuk pasangan Ahok dan Veronica agar tetap kuat.

“Stay Strong Pak Ahok. Stay Strong Bu Vero. Stay Strong Nathania, Nicholas, Daud. Percaya deh, Allah tidak akan membebani cobaan di luar kemampuan kita,” ujarnya.

Berikut kutipan lengkap status Ade Armando untuk Ahok dan Vero:

Perceraian adalah hal yang memprihatinkan dan berat untuk dijalankan.
Saya bersedih karena Ahok, Veronica dan anak-anak mereka adalah kumpulan manusia yang dikorbankan karena Ahok berusaha menegakkan kebenaran dan melawan kezaliman.
Tapi saya percaya bahwa cobaan hidup adalah hal yang wajar dalam kehidupan manusia.
Allah justru akan memberikan cobaan demi cobaan pada manusia yang berusaha menegakkan perintah-perintahNya di dunia ini.
Ahok dan keluarga sedang menghadapi cobaan untuk naik ke kelas berikutnya.
Tentang alasan perceraian, itu tentu adalah urusan mereka.
Ahok dan Veronica adalah dua manusia dewasa yang tentu tahu apa yang terbaik bagi diri mereka dan keluarga mereka.
Urusan keluarga bukanlah urusan publik.
STAY STRONG PAK AHOK.
STAY SRONG BU VERO.
STAY STRONG NATHANIA, NICHOLAS, DAUD.
Percaya deh, Allah tidak akan membebani cobaan di luar kemampuan kita.

Sebelumnya diberitakan, surat gugatan cerai Ahok ke Vero itu menyebar melalui grup chat WhatsApp kemudian ramai dibahas di media sosial. Surat yang beredar viral itu, ditujukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara tertanggal 5 Januari 2018.

Surat itu tertulis ‘Hal: Gugatan Perceraian dan Hak Asuh Anak’ yang ditandatangani oleh Fifi Letty Indra, dan Josefina Agatha Syukur. Keduanya bertindak selaku kuasa hukum dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dalam surat itu Ahok menggugat cerai dan hak asuh anak terhadap Veronica Tan.

Pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sirra Prayuna mengaku sedang mengecek kebenaran surat tersebut. Sirra merupakan salah satu anggota tim penasihat hukum Ahok saat menghadapi kasus penodaan agama terkait pidato kontroversial Ahok di Kepualauan Seribu

“Iya saya mau cek dulu lah surat itu, saya belum cek jadinya saya belum tahu benar tidaknya saat ini,” ujar Sirra saat dimintai konfirmasi, Minggu (7/1/2018) malam.

Hingga pagi ini, detikcom telah mencoba menghubungi adik sekaligus pengacara Ahok, Fifi Letty Indra namun belum mendapat respons. Sementara itu, humas PN Jakarta Utara Didik Wuryanto juga belum merespons.

Pembunuh Arsitek Feri Firman Ditangkap di Sukajaya Bogor

BOGOR DAILY- Tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya dan Polresta Depok menangkap pelaku pembunuhan arsitek Feri Firman Hadi (54). Korban dibunuh oleh Acep Mulyadi (20).

“Iya pelakunya sudah ditangkap, saat ini masih diperiksa di Polda Metro Jaya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Pelaku ditangkap pada Sabu (6/1) kemarin di perkebunan Kampung Bojong, Desa Sukamulih, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sejumlah barang bukti disita dalam kasus itu.

Argo mengatakan penangkapan tersangka dilakukan setelah polisi menggali keterangan saksi-saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lapangan. Polisi menemukan fakta-fakta bahwa korban tewas dibunuh.

“Yang bersangkutan pernah datang ke rumahnya sebelum kejadian pembunuhan itu,” sambung Argo.

Feri ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Poin Mas Blok A2 No 5 RT 01/11 Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok pada 3 Januari 2018 lalu. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi membusuk.

Polres Bogor Sita Puluhan Motor Bodong

BOGOR DAILY- Dalam rangka operasi Mantap Praja Lodaya 2018, pihak Polres Bogor gelar operasi cipta kondisi dan patroli di 32 titik lokasi yang berbeda di kawasan Kabupaten Bogor.

Operasi tersebut di gelar pukul 00.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB pada tanggal 6 sampai 7 Januari 2018 dimana dilakukan oleh petugas gabungan dari jajaran Polres Bogor, Subdenpom, Polsek, Koramil dan Satpol PP.

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP A.M Dicky ini berhasil menyita puluhan kendaraan yang diduga bodong, puluhan botol miras bahkan senjata tajam.

“Dari Polres ada 71 personel, dari jajaran Polsek ada 225 personel. Hasil razia kami, 23 motor roda dua kami sita karena diduga motor bodong, kemudian 55 Botol Miras dan 1 sajam clurit,” kata Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena, Minggu (7/1/2018).

Ita juga menjelaskan bahwa selain melakukan penyitaan, pihaknya juga berhasil menilang 112 pengendara roda dua dan empat karena tidak membawa kelengkapan ketika berkendara.

Lanjutnya, setelah kegiatan dilanjut dengan patroli skala besar dengan dibagi menjadi dua kelompok demi menyasar anak-anak nongkrong.

“Sasaran mendatangi anak-anak yang nongkrong dan kumpulan motor, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap orang dan kendaraan serta langsung dibubarkan. Selama kegiatan berlangsung aman dan terkendali,” katanya

Bima Arya Mulai Kenalkan Calon Wakilnya ke Publik

BOGOR DAILY- Setelah mendapat dukungan dari sejumlah partai, calon wali kota dan wakil wali kota BogorBima Arya Sugiarto-Dedie A Rachim memperkenalkan diri ke masyarakat Kota Bogor di Taman Sempur, Minggu (7/1/2018).

Bima dan Dedie berjalan kaki mengitari pedestrian Kebun Raya Bogor saat menuju Taman Sempur. Keduanya menyapa setiap pejalan kaki maupun warga yang tengah berlari pagi.

Di Taman Sempur, kedua pasangan yang mengenakan kaos bertuliskan ‘Bala Badra’ ini berinteraksi dengan pengunjung mulai dari kalangan orangtua, remaja hingga anak-anak. Sesekali keduanya diminta pengunjung untuk berfoto bersama.

“Ini kenalkan Kang Dedie calon wakil wali kota,” kata Bima kepada pengunjung yang meminta photo bersama.

Menurut Bima, ia sengaja mengajak Didie agar masyarakat mengenal mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antarkomisi dan Instansi KPK ini yang akan mendampinginya di Pilwalkot Kota Bogor.

Bima mengatakan, alasan memilih Didie sebagai pendampingnya di Pilwalkot selain profesional juga memiliki pengalaman dalam reformasi birokrasi. Kedua pasangan itu sendiri sudah mendapat dukungan dari PAN dan Golkar.

“Setelah istikharah tiba-tiba muncul sosok dia. Saya juga kenal dia sudah lama. Kakek beliau bersahabat dengan kakek saya,” ujar Bima.

Sementara itu, Dedie menyatakan alasannya menerima pinangan Bima karena terdorong untuk ikut membangun Kota Bogor menjadi lebih baik.

“Dari perjalanan tadi banyak pikiran Pak Bima yang bisa diimplementasikan untuk membuat Bogor lebih bagus. Yang harus saya cermati, bagaimana mendukung pemikiran itu jadi kenyataan dan bisa dinikmati masyarakat luas,” terang Dedie.

Usai mengenalkan diri, keduanya sarapan pagi di warung nasi sekitar taman. Selanjutnya, keduanya akan mrndatangi sejumlah partai politik yang telah mengusungnya itu.

“Tahapan selanjutnya ya akan mendaftar ke KPU Kota Bogor,” ujar Bima.

Ridwan Kamil Alhamdulillah Pilih Uu

0

BOGOR DAILY-Ridwan Kamil akhirnya tak lagi menjomblo di Pilub Jabar 2018. Pagi ini melalui akun instagramnya, pria yang karib disapa Emil itu mengunggah poster dirinya berpasangan dengan Uu Ruhzanul Ulum.

Uu merupakan calon wakil gubernur yang disodorkan oleh PPP. Saat ini Uu menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

“Alhamdulillah. Bismillah,” ujar pria yang karib disapa Emil itu dalam keterangan fotonya, Minggu (7/1/2018)

Poster yang dibuat oleh tim jabarjuara tersebut menampilkan foto Emil dan Uu yang kompak berpeci bertuliskan jargon ‘Jabar Juara’.

Sementara itu, Emil belum memberikan jawaban resmi soal pilihannya terhadap Uu untuk maju di Pilgub Jabar. Sebelumnya, beberapa hari terakhir, Emil disebut-sebut akan menjadi calon gubernur dari PDIP, namun pagi ini poster tersebut seolah menjawab isu yang berkembang.

Lagi! Jokowi Sempatkan Hadiri Nikahan Anggota Paspampres

0

BOGOR DAILY-Usai menjadi saksi pernikahan anak Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyambangi resepsi pernikahan yang lain. Kali ini dia menghadiri pernikahan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang biasa mengawal dirinya.

Yang menikah yakni anggota Paspampres bernama Pratu D Wisnu Agung (Wisnu) dengan Dara Deswantari (Dara). Resepsi pernikahan berlangsung di Gedung Unsur Wanita Citta Wirap TNI, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (6/1).

“Setelah menghadiri pernikahan putra dari Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana menghadiri pernikahan anggota Paspampres,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Sabtu (6/1/2018).

Dari foto yang diterima detikcom, Jokowi tampak mengenakan setelan jas warna biru dan peci warna hitam. Sedangkan Iriana mengenakan baju warna merah dengan selendang bernuansa oranye.

Jokowi dan Iriana menyalami dan mengucapkan selamat pernikahan kepada kedua mempelai. Mereka juga sempat melakukan foto bersama.

Usai Jokowi dan Iriana bersalaman, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono dan beberapa anggota Paspampres yang sedang mengawal Jokowi turut memberikan ucapan selamat. Suhartono juga mengapresiasi kehadiran Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana yang dinilainya selalu menyempatkan hadir dalam acara pernikahan anggota Paspampres.

“Terima kasih atas perhatian Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana yang senantiasa menyempatkan hadir di pernikahan anggota Paspampres,” kata Suhartono

Maju Pilbup Bogor, Inggrid Kansil Jadi Pendamping Ade Jaro

BOGOR DAILY-Politikus Partai Demokrat Inggrid Kansil dikabarkan maju sebagai calon wakil bupati dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kota Bogor 2018. Hal tersebut dibenarkan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan.

“Benar, (Inggrid Kansil) akan maju Pilbup Bogor,” ujar Syarief Hasan.

Menurut Syarief, mantan anggota DPR itu akan berpasangan dengan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor Ade Ruhadi atau yang akrab disapa Jaro Ade.

“Akan berpasangan dengan Ade Jaro sebagai Bupati. (Inggrid) sebagai Wakil Bupati,” kata dia.

Kendati begitu, dia mengaku belum mengetahui kapan partai pengusung akan mendeklarasikan dukungan terhadap Ade Jaro- Inggrid Kansil,

“Nah itu saya belum tahu kapan partai pengusung akan mendeklarasikan dukungan. Sementara ini baru Golkar dan Demokrat,” jelas suami dari Inggrid Kansil itu.

 

Biaya Keamanan Pibup Bogor Capai Rp25 Miliar

BOGOR DAILY-Demi menjamin stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya Pilkada serentak 2018, Polri menggelar operasi Kepolisian dengan sandi ‘Mantap Praja Lodaya- 2018’ yang dilaksanakan selama 205 hari dari 5 Januari sampai dengan 6 Juli 2018. Polres Bogor mendapatkan kucuran anggaran pengaman Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 sebesar Rp25 miliar.

Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika menambahkan, sesuai aturan untuk bantuan anggaran operasional pengamanan pilkada sebesar Rp25 miliar dari Pemkab Bogor. giatnya dimulai dari tahapan pendaftaran hingga pelantikan Kepala Daerah terpilih. Sedangkan perhitungan Rp 25 miliar tersebut karena Kabupaten Bogor memiliki lebih dari 7.600 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di 38 Kecamatan.

“Dengan luasnya area yang harus kita amankan yaitu 38 kecamatan (2 Kecamatan masuk wilayah hukum Polres Kota Depok), jumlah penduduk 5,5 juta dan 7.600 TPS maka bantuan anggaran operasional pengamanan pilkada serentak sebesar Rp25 miliar itu dirasa wajar,” ujar Dicky usai mengelar pasukan “Antapani Praja Lodaya 2018” di halaman Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, kemarin.

Ia menerangkan lebih dari 2.000 gabungan aparat mulai dari Polisi, TNI dan lainnya ditugaskan untuk mengamankan Pilkada Serentak. Sedangkan Polres Bogor menurunkan 1.945 personel, sementara TNI termasuk batalyon yang ada seperti Paskhas AU, Kopasus, Kostrad juga semaksimal mungkin ikut mengamankan Pilkada serentak. “Untuk pengamanan pasangan calon bupati dan wakil Bupati Bogor, masing-masing calon dijaga dua personel polisi,” katanya.

Dicky menambahkan, untuk wilayah yang rawan, Polres Bogor sudah memetakan potensi kerawanan kericuhan pada Pilkada serentak dan aparat hukum sudah siap mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Agar masyarakat tidak terpicu konflik atau perbedaan pendapat di ajang Pilkada serentak. Nanti setelah penepatan pasangan calon Bupati dan wakil bupati Bogor, Muspida akan melakukan deklarasi damai bersama para calon. “Setelah penepatan calon, para calon bupati dan wakil bupati bogor, kami akan melakukan deklarasi damai di ajang Pilkada serentak,”bebernya.

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhanyanti menuturkan, gelar pasukan dilaksankan guna mengecek kesiapsiagan personel dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait, sebelum terjun ke lapangan. Selain itu, dalam rangka menjamin stabilitas kamtibmas selama berlangsungnya Pilkada serentak 2018, Polri menggelar operasi Kepolisian dengan sandi “Mantap Praja Lodaya- 2018”, yang dilaksanakan selama 205 Hari dari tanggal 5 Januari sampai dengan 6 juli 2018. “Di harapkan semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal, dalam rangka mensukseskan pengamanan Pilkada serentak 2018 khususnya di wilayah hukum Polres Bogor,”katanya

Kegiatan operasi kepolisian tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum dalam rangka mengamankan setiap tahapan Pilkada serentak 2018. Penggelaran satuan tugas pengamanan dimaksud akan disesuaikan dengan ancaman dan kerawanan pada setiap tahapan pilkada serentak dan mengamankan sekitar 3.095.375 pemilih sementara yang akan memberikan hak pilihnya pada 7213 TPS yang tersebar di wilayah hukum Polres Bogor.

Nurhayanti juga menegaskan agar seluruh personel TNI dan Polri tetap menjaga netralitas, dengan tidak berpihak kepada kelompok tertentu, dalam memberikan pelayanan maupun tindakan kepolisian lainnya, selama berlangsungnya tahapan-tahapan Pilkada Serentak 2018.

Waduh! Bilik Esek-esek di Kemang Disewakan Murah

BOGOR DAILY-Adanya tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Kemang dan Parung, terus menjadi perhatian. Saat ini, desas desus munculnya bisnis esek-esek di sela kehidupan malam di wilayah tersebut menyeruak kepermukaan.

Tentu kebenaran akan informasi terkait hal ini pun menjadi pekerjaan tambahan bagi Unit Satpol PP Kecamatan Kemang. “iya, ada ko tempat begituan. Apalagi sewanya murah. Biasannya usai dari warung remang-remang, para lelaki hidung belang langsung mencari pelampiasannya.” ujar NS (43) warga Desa Kemang, Kecamatan Kemang kepada wartawan, baru-baru ini.

Sementara Kanit Satpol PP Kecamatan Kemang Hasan Soleh mengatakan, saat ini ada 23 THM yang terdata di Kecamatan Kemang. “Terkait bilik esek-esek yang disewakan, kami akan cek lokasi. Namun yang terdata di kami ada 23 THM,” katanya.

Meski demikian, Hasan mengaku tidak bisa bertindak tegas. Satpol PP Kecamatan hanya bisa memantau dan mendata THM. “Untuk pembongkaran itu Satpol PP Kabupaten Bogor. Kami hanya mendata saja.” pungkasnya.

Duet Bima-Dedie Didukung Lima Parpol

BOGOR DAILY- Pencalonan Bima Arya di Pilwalkot Bogor 2018 nampaknya semakin hari semakin mulus, bahkan bisa dibilang diatas angin. Tak tanggung-tanggung, dua partai sekaligus menyerahkan dukungan kepada Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN itu melalui surat keputusan (SK) partai. Yakni, Partai Golkar dan Nasdem di dua tempat berbeda sekaligus, kemarin sore.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bogor, Heri Cahyono menjelaskan, terkait dengan rekomendasi yang dipercayakan partainya ke Bima Arya, tentu telah dilakukan berbagai pertimbangan oleh DPP Partai Golkar, sehingga keputusan tersebut diambil. Salah satunya, fakta dari hasil lembaga survei menunjukan Bima Arya selalu menempati angka yang sangat tinggi, baik secara popularitas maupun elektabilitas. “Tentu saja survei tersebut menjadi kaca mata kita untuk memotret dan memprediksi harapan masyarakat kota bogor, dan prediksi hasil pemilukada kota bogor nanti,” kata Heri.

Menurutnya, Partai Golkar tentu merespon harapan dan keinginan rakyat tersebut. Karena, keinginan mayoritas rakyat Kota Bogor yang dipotret melalui hasil survei itulah yang bisa dijadikan acuan dalam menilai harapan rakyat Kota Bogor. Dengan begitu, selaku Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bogor ia akan patsun kepada perintah DPP ini dan akan mengamankan keputusan tersebut bersama seluruh jajaran Partai Golkar Kota Bogor. “Dengan mengucapkan bismilahirohmanirohim, semoga harapan rakyat bisa terwujud dan Partai Golkar menjadi salah satu partai yang menjadi pengusung pasangan calon kepala daerah yang sesuai dengan harapan rakyat Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD NasDem Kota Bogor, Firdaus menjelaskan, selaku kader partai yang menjadi duta gerakan perubahan restorasi Indonesia sesuai dengan landasan partainya, apapun menjadi keputusan partai itu adalah yang terbaik dalam penentuan paslon Pilkada Kota Bogor 2018. “Tentunya Partai Nasdem mengusung petahana dan pasangannya sudah menempuh proses penilaian yang sangat serius, hingga pilihan itu jatuh kepada petahana dan wakil yang dipilih beliau,” kata lelaki yang akrab disapa Roy.

Menurutnya, keyakinan untuk menang dalam pilkada wajib dijadikan sebagai target utama. Sehingga, apapun kendala yang harus dihadapi akan dihadapi Partai Nasdem Kota Bogor. “Semoga semuanya dapat dikabulkan Allah SWT. Bersama berjuang untuk menang,” ujarnya.

Menang Digerbong, Kalah di Suara

Dibalik keputusan DPP Partai Golkar dan Nasdem mengusung pencalonan Bima Arya di Pilwalkot Bogor 2018 memunculkan kekhawatiran dari Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Yus Fitriadi. Menurut Yus, meski Bima sudah mengantongi SK dari kedua partai itu, belum tentu gerbong yang ada di daerah akan memilih Bima. Karena, sejauh ini diketahui Bima bermain ditataran elit atau nasional, bukannya tataran lokal. “Kalau saya melihatnya masih belum yakin kemudian kedua partai itu merapat ke Bima, walaupun dinamika politik diatas mendukung,” kata Yus.

Yus juga menjelaskan, sangat mungkin loyalitas kedua pimpinan partai di daerah itu melemah dengan keputusan DPP yang mengusung Bima Arya di Pilwalkot Bogor 2018. Karena, perlu diakui kader di daerah sudah membangun basisnya (koalisi) sendiri dan basis itu pun diluar dengan partai petahana. “Sangat mungkin kader di daerah memilih untuk mendukung ke yang lain. Artinya, dukungan itu hanya sebatas gerbong kosong. Golkar dengan PDI P yang kita ketahui komunikasinya sangat intens,” jelasnya.

Kendati demikian, Yus mengakui kelebih Bima bermain ditataran Nasional sehingga mendapat rekomendasi dari kedua partai sekaligus. Tetapi, Bima pun perlu membaca apakah dukungan yang diberikan real untuk pencalonannya atau kedua partai mengejar untuk mengamankan Pemilu 2019. “Sangat berhasil yang sudah dilakukan dia. Tetapi saya merasa kedua DPP partai bukan hanya memikirkan lokal, tetapi lebih ke 2019,” tutupnya.