Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 8849

Adin, Bocah Korban Banjir Bandang Babakanmadang Ditemukan Tewas

BOGOR DAILY- Adin (9), bocah yang hanyut terbawa arus di Kali Banceuy, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditemukan tewas. Adin hanyut hingga Kali Cikeas.

Kapolsek Bogor Utara Kompol Wawan Wahyudin mengatakan Adin ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (25/12/2017). Adin hanyut sejauh 5 km dari lokasi awal.

“TKP ditemukan di sekitar Kali Cikeas Palm Hill Desa Kadumangu,” kata Wawan dalam keterangannya.

Wawan menuturkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Tim SAR ataupun BPBD Bogor terkait evakuasi maupun penanganan lebih lanjut terhadap korban.

Adin terbawa arus di Kali Banceuy pada Sabtu (23/12) pukul 16.00 WIB. Adin hanyut ketika menyeberang di kali tersebut bersama teman-temannya. “Sewaktu korban bersama 6 orang temannya sedang menyeberang kali itu, tiba-tiba ada air besar korban bersama temannya terbawa arus,” kata Wawan.

“Namun teman yang lain bisa diselamatkan,” kata dia.

Rumah se-RT di Kampung Gudang Bogor Ludes Terbakar

0

BOGOR DAILY- Kebakaran melanda sejumlah rumah di samping Mal BTM dekat rel kereta api jurusan Sukabumi, Kota Bogor, Senin (25/12).  Rumah satu RT di Kampung Gudang Rt 05 Rw 01 Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor ludes dilapah api.

Warga sekitar menyebut ada sekitar 37 rumah hangus terbakar sejak api berkobar mulai pukul 13.30 WIB.

“Itu rumah se-RT habis semua,”tutur warga yang ada di lokasi.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Tengah Gayo Safriudin mengatakan hingga saat ini sedang dilakukan pemadaman “Kita Belum mendata perkiraaan puluhan rumah hangus terbakar karena ini kawasan padat penduduk,” ujarnya, saat berada di lokasi kebakaran, Senin (25/12/2017).

Hingga kini api terus menyala dan menyerembet rumah warga yang ada di dekatnya. Sementara itu pemadam api terus berlangsung oleh pemadam kebakaran dengan dibantu oleh masyarakat sekitar

Selain itu ada tambahan unit Damkar yang sebelumnya hanya dua kini jadi lima unit Damkar dari Kota Bogor.

“Kita usahakan api secepatnya padam,” pungkasnya.

MUI Minta Pihak Hong Kong Klarifikasi Soal Penolakan Ustaz Somad

0

BOGOR DAILY- Ustaz Abdul Somad ditolak masuk ke negara Hong Kong. Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan pihak Hong Kong memberi penjelasan untuk memperjelas duduk permasalahan.

Selain itu, menurutnya, pihak pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga memfasilitasi agar alasan penolakan itu didapatkan jelas. “Ya (harus beri penjelasan), agar tidak simpang siur juga. Dan pemerintah semestinya memfasilitasi untuk meminta keterangan dari pihak Hongkong atau China,” kata Cholil.

Terkait penolakan ini, Cholil tidak dapat mengomentari terlalu jauh. Sebab belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Hong Kong. Meski demikian, dia meminta publik tidak terlalu cepat bereaksi atas peristiwa yang dialami ustaz asal Riau ini.

Menurutnya, penolakan seseorang untuk masuk ke negara lainnya punya beberapa faktor penyebab. Cholil mengatakan ini atas pengalaman temannya ketika hendak mengikuti seminar di Belanda.

“Kemarin teman saya juga di Belanda begitu. Mau ikut seminar di Belanda, tapi ada persoalan visa, dia dikembalikan ke Jakarta,” tuturnya.

Beberapa kemungkinan penolakan yang dilakukan pemerintah Hong Kong bisa saja disebabkan persoalan visa kunjungan yang dimiliki Somad.

“Jadi bukan kita langsung menyalahkan di sana, kan otoritas negara sana. Tapi menurut saya, perlu jadi pelajaran kita untuk diketahui, dia itu dipulangkan kembali karena apa,” ucap dia.

“Jangan main asumsi dulu. Siapa tahu visanya, visa tourism, sementara dia ke sana mau ceramah. Kan dianggap bekerja, karena dengan mengisi ceramah mendapatkan honor, kan begitu,” sambung Cholil.

Hal senada disampaikan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan. Bagi Zulkifli Hasan yang paling mendasar dari kasus Ustaz Somad adalah keberpihakan negara pada rakyatnya. Dia mengatakan perlu ada penjelasan dari pemerintah Indonesia maupun pemerintah China mengenai insiden ini.

“Kenapa Ustaz Somad dipulangkan? Karena stigma teroris pada muslim Indonesia? Atau karena apa? Penjelasan penting agar kejadian yang sama tidak terulang pada warga negara Indonesia yang lain,” tuturnya.

Zulkifli Hasan menegaskan hubungan baik Indonesia dan China harus dijaga dengan prinsip setara dan saling menghormati.

“Dalam posisi sejajar inilah negara melalui Kementerian Luar Negeri bisa meminta penjelasan pada pemerintah Tiongkok. Jangan sampai ada stigma terhadap Indonesia khususnya Umat Islam,” tutup Zulkifli.

Kesaksian Bocah yang Terjebak di Tengah Banjir Bandang

BOGOR DAILY-Muhammad Fadil, seorang korban selamat usai terseret banjir bandang di bendungan Kampung Banceuy, Desa Naringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor saat ini masih trauma, Minggu (24/12/2017)

Bocah lelaki berusia 9 tahun itu tampak masih terlihat belum pulih sepenuhnya usai tubuhnya terhempas hingga ratusan meter saat terseret banjir bandang ketika menyebrang sungai.

Namun, Fadil sempat bercerita saat ia sedang terjebak ditengah sungai ketika air tiba-tiba membesar bersama Adin (9) yang hingga saat ini belum diketemukan.

Fadil melanjutkan, saat itu ia hendak bermain bola di sekitar SDN Babakan Madang 05, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Kan pada kejembatan mau nyebrang tapi aku sama Adin kejebak ditengah terus nyemplung ke sungai,” kata bocah yang masih duduk dibangku kelas 2 SD itu.

Teman-temannya yang melihat berusaha menyelatkan tapi gagal. Kemudian ia dan Adi sempai berteriak minta tolong saat sudah tercebur ke sungai. “Saya dengar suara Adin minta tolong pas saya ditarik sama abang-abang,” kata dia.

Sementara itu, Nur (38) salah seorang warga mengatakan, sesaat setelah kejadian warga langsung berlarian berusaha menolong para korban. “Adin juga sudah sempat kepegang sama warga yang nolong, tapi terlepas lagi karena airnya muter,” kata wanita berkerudung itu.

Ia berharap anak tetangganya yang terseret air bah itu bisa segera ditemukan. “Semoga bisa cepet ketemu, soalnya kasian juga keluarganya,” tukasnya.

Astaga! 17 Muda Mudi Bogor Kegap Berduaan di Kos-kosan

0

BOGOR DAILY- Walikota Bogor Bima Arya menyerahkan tujuh belas muda mudi hasil sidak di kos-kosan ke Dinsos. Adapun muda mudi yang tidak resmi tersebut adalah, tiga waria, tujuh wanita, tujuh laki-laki.Bima yang didampingi aparat kepolisian, petugas Satpol PP langsung mengamankan tujuh belas muda mudi tersebut ke Dinas Sosial.

Dinas Sosial Kota Bogor justru hanya mengembalikan mereka ke rumah orang tuanya masing-masing.

“Ada yang mau di sini atau mau pulang, kalau mau pulang panggil orang tua kalian?” tanya Kepala Dinsos Kota Bogor kepada para pelaku usai sidak tadi malam sekira pukul 00.30 WIB.

Menurut Kepala Dinsos Kota Bogor Azrin Syamsudin bahwa orang tua dari 17 muda mudi tersebut datang ke Dinas Sosial. “Setelah kita panggil orang tuanya, biasanya orang tuanya itu memperingati supaya anaknya tidak berbuat begitu lagi,” katanya, Minggu (24/12/2017).

Masih kata Azrin, berdasarkan Perda, Dinas Sosial bisa menahan mereka dan melakukan identifikasi selama 7 hari.

“Tapi bagi keluarga yang dari Bogor kita panggil orang tuanya, membuat pernyataan kepada kami walaupun yang bersangkutan sudah buat pernyataan tapi yang kami inginkan itu ada edukasi, rata-rata kami sudah pengalaman selama setahun ini mengidentifikasi mereka Kebanyakan tidak jujur,” paparnya.

Ketika disinggung Dinsos membebaskan 17 muda mudi, ia pun mengaku dengan dipanggilnya orang tua mereka, maka otomatis akan malu. “Orang tuanya tau anaknya sendiripun malu kepadanya, karena dia selama ini berbohong kepada orang tuanya,” imbuhnya.

“Kalau dari pengakuan mereka itukan ada yang bilang bekerjalah ada yg mencari kerja itu alasan aja mereka, umurnya antara 17 sampai 20 tahun, rata-rata mereka baru tamat sekolah,” tutupnya

Pesan Cakwe, Jokowi Makan Lahap di Rumah Makan Raffles Puncak

BOGOR DAILY-Liburan panjang identik dengan berwisata ke luar kota atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Wisata alam, petualangan sampai kuliner menjadi pilihan wajib. Tak mau ketinggalan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi  pun berburu kuliner di rumah makan di wilayah yang dijuluki Kota Hujan ini.

Beberapa restoran mulai dari masakan padang, seafood, masakan jawa sampai masakan sunda kerap menjadi langganan orang nomor satu tersebut. Jika berada di kawasan Puncak, Jokowi tidak segan-segan masuk ke Rumah Makan Raffles dan memesan masakan sunda.

Seperti Minggu 24 Desember 2017 siang, usai berlibur ke Taman Safari Indonesia, Jokowi mengajak istrinya, Iriana Joko Widodo serta anaknya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, serta cucunya makan siang di rumah makan yang terletak di Cibogo, Kecamatan Megamendung ini.

Di sebuah bangunan joglo, Jokowi langsung memesan menu favoritnya yakni gurame goreng, jambal cabe ijo, jambal asin, karedok, mie saus tiram, sayur asem, dan petai bakar. “Bapak (Jokowi) yang pesen langsung,” kata Shiera Raffles personalia RM Raffles.

Tak hanya lauk pauk, Jokowi pun memesan makanan pembuka, yaitu cakwe. Bahkan ketika berada di meja, orang nomor satu di Indonesia ini langsung menyantap cakwe berukuran jumbo itu.

“Beliau juga pesan cakwe. Bapak (Jokowi) suka cakwe. Waktu disuguhkan hidangan pertama, cakwe yang diambilnya lebih dulu,” kata Shiera Raffles personalia RM Raffles, Minggu (24/12/2017).

Menurut Shiera, mantan Wali Kota Solo ini baru tiga kali datang ke rumah makan yang berdiri 27 tahun silam itu. Kedatangan pertama, saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. Kedua, ketika usai meninjau proyek waduk Ciawi pada 15 Desember 2017.

Namun kedatangannya kali ini Jokowi terlihat menyantap makanan dengan lahap, tidak seperti biasanya. “Bapak juga makan minta nambah nasinya 2 porsi. Beluiu bilang masakannya enak,” ungkap Shiera.

Tak hanya itu, Jokowi biasanya hanya memesan minuman teh hangat saja. Tapi kali ini, es teh manis, es jeruk nipis, dan es kelapa dipesannya. “Tumben hari ini lebih dominan minum es. Waktu itu cuma teh manis hangat,” kata dia.

Saat itu, Jokowi duduk di ujung tengah joglo satu meja bersama istri, anak dan cucunya di joglo. Sedangkan staf kepresidenan maupun Paspampres duduk di meja mengelilingi Jokowi beserta keluarganya.

Maka tak heran jika Jokowi harus merogoh kocek sebesar Rp 13,3 juta untuk sekali makan bersama keluarga beserta rombongannya itu. “Karena yang pesan makanan juga orangnya banyak,” pungkas Shiera.

Mau Liburan ke Puncak? Begini Arahan Kapolres Bogor

BOGOR DAILY- Jalur Puncak Bogor akan ditutup menjelang Tahun Baru 2018. Rencananya, penutupan jalur Puncak Bogor akan berlangsung dari pukul 18.00 WIB pada 31 Desember 2017 sampai 06.00 WIB pada 01 Januari 2018.

Kapolres Bogor AKBP M. Dicky mengatakan penutupan jalur akan dilakukan dari mulai Cianjur- Ciawi Bogor. “Untuk penutupan Jalur kita fokuskan untuk roda empat,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (22/12/2017).

Dicky juga meghimbau agar masyarakat yang akan berlibur di malam tahun baru berangkat sebelum tanggal 31 Desember 2017

“Warga yang ingin berlibur disarankan untuk lebih dulu ke lokasi sebelum jalur ditutup,” ucapnya.

Sementara itu, untuk hari libur biasa akan diberlakukam sistem one way atau sistem satu arah.

“Untuk sistem One Way kita buka dari pukul 08.30-12.00 WIB itu dari bawah, sedangkan dari atas dimulai dari pukul 14.00-16.30 WIB,” ucapnya.

Warnet Jadi Pelarian Siswa Bolos

BOGOR DAILY-Lemahnya pengawasan dari sekolah di manfaatkan para siswa­nya dengan membolos dengan nongkrong di warnet. Salah satunya adalah warnet yang ada di Jalan Raya Arco Kecamatan Parung, yang jadi tempat langganan bagi siswa yang sering bolos.

Dari pemantauan Metropolitan, se­jumlah siswa siswa SMP dan SMA yang masih menggunakan seragam sekolah tengah asik bermain game online di warnet tersebut.

Warga setempat Citra mengatakan, memang benar banyak anak sekolah yang bolos sekolah dan bermain game online di warnet tetapi dirinya tidak tahu anak tersebut dari sekolah mana.

Hal senada dikatakan Sofi. Dirinya sangat menyangkan pengelola warnet yang membiarkan anak-anak membo­los sekolah dan lemahnya pengawasan dari sekolah.

“Untuk mencegah kejadian serupa, pihak sekolah dan Satpol PP Kecama­tan Parung diharapkan segera mela­kukan penertiban kepada pelajar yang membolos sekolah saat jam belajar dan melakukan pengontrolan ke setiap warnet di wilayah Parung,” pungkasnya.

Momen Hari Ibu, Ada 62 Wanita di Bogor Tewas usai Melahirkan

0

BOGOR DAILY- Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember kemarin masih menyisakan kepiluan terhadap nasib ibu di wilayah Bogor. Sebab, angka kematian ibu melahirkan sepanjang 2017 masih tinggi hingga merenggut 62 nyawa ibu.

DATA yang dihimpun Met­ropolitan, di Kabupaten Bogor tercatat jumlah kematian ibu sebanyak 56 jiwa. Hal ini di­sebabkan mengalami pen­darahan pada saat melahirkan.

Sementara di Kota Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat hingga Oktober 2017 kematian ibu akibat melahirkan berjum­lah enam kasus dan 43 kasus kematian bayi baru lahir.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dede Agung mengatakan, dari catatan Dinkes Kabupaten Bogor, kasus kematian ibu dan bayi setiap tahun naik 20 persen. Pada 2017 mencapai 56 kema­tian ibu dan 90 kematian bayi. Sedangkan angka kelahiran bayi 124 ribu, untuk angka kematian baru lahir 160 kasus. Sementara pada 2016 tercatat ada 58 kasus kematian ibu. ­

Mayoritas kasus kematian anak dan bayi saat melahirkan itu terjadi pada kaum ibu muda. Menurutnya, kematian ibu dan bayi lantaran banyaknya ibu hamil yang mengalami pendarahan saat dan setelah proses melahirkan. ”Kasus itu terbanyak terjadi pada warga kurang mampu seperti di wi­layah Kecamatan Rumpin dan Cigudeg. Masalah lainnya, warga juga tidak mau mengu­rus BPJS kesehatan untuk biaya berobat. Sudah banyak program yang kami berikan tetapi tetap saja tidak mampu mengatasi masalah kematian ibu dan bayi ini,” ungkap Dede.

Untuk menekan angka ke­matian, UPT Puskesmas mela­kukan pembinaan sebanyak empat kali dalam setahun khusus para bidan serta te­naga kesehatan lainnya dengan mendatangkan narasumber dari Dinkes Kabupaten Bogor. “Repot itu kalau pertolongan­nya bukan oleh tenaga kese­hatan, mereka tidak bisa me­nangani. Biasanya yang se­perti itu dateng ke rumah sakit ketika kondisinya sudah parah dan bisa menyebabkan kema­tian,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan Program EMAS (Expanding Maternal and Neo­natal Survival) dari Kemenkes guna menyelamatkan ibu me­lahirkan dan bayi baru lahir, peningkatan kapasitas bidan dan 33 puskesmas menjadi 24 jam sebagai Puskesmas Pe­layanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar (PONED). ”Tapi dua aksi itu tidak mam­pu menekan kematian ibu dan bayi,” cetusnya.

Dengan masalah itu, Dede akan menginstruksikan setiap puskemas setempat melakukan penyuluhan kepada para pa­sangan yang menikah muda untuk melakukan pemeriksa­an kandungan ke puskesmas yang ada di wilayah tersebut, termasuk jemput bola agar masayrakat memilih melaku­kan persalihan di Bidan dengan pemberian makan tambahan kepada ibu hamil.

“Kita berharap ibu hamil mau memeriksakan kesehatan di posyandu dan melakukan persalinan di bidan, sehingga risiko kematian ibu hamil menurun,” pintanya.

Sementara Sekretaris Dinkes Erwin Suryana menambahkan, sudah menjadi kodratnya seorang ibu melahirkan dan mendidikan sang anak, se­hingga sanga ibu sehat jas­mani dan rohani.

Dinkes sudah melakukan ber­bagai upaya untuk menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan itu melalui program kader ibu dan anak di 417 desa, pelatihan kepada bidan dan paraji yang ada di Kabupaten Bogor, Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi, per­salinan yang bersih dan aman oleh tenaga yang kompeten di bidangnya. ”Sedangkan pintu strategis ke empat adalah pe­nerapan PONED yang meru­pakan upaya terakhir untuk mencegah kematian ibu saat melahirkan,” katanya.

Ia mengatakan, masyarakat akan diajarkan untuk menge­tahui perencanaan dalam melahirkan, sehingga bisa menyelamatkan bayi dan ibu saat melahirkan. Walaupun program kader bayi dan ibu tingkat desa sudah berjalan dengan baik. namun tetap saja masih ada kejadian ke­matian bayi dan ibu melahir­kan yang belum bisa terdata karena kurangnya peka ma­sayrakat akan pentinganya kesehatan, salah satunya datang ke posyandu. “Kita harapkan di hari Ibu ini, kedepan angka kematian ibu menurun dan ibu hamil mau memeriksakan kesehatannya ke posyandu dan puskemas,” kata Erwin.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bogor Erna Nurena men­gatakan bahwa jumlah kema­tian ibu di Kota Bogor tidak terlalu tinggi. “Untuk Kota Bogor ada di angka 30 orang per 100 ribu kelahiran hidup. Jadi jum­lah pada tahun ini hingga Ok­tober masih terbilang tidak tinggi. Kalau dibandingkan tahun 2016, ada tren penurunan, ka­rena tahun lalu ada 22 kasus kematian ibu melahirkan dan 53 kematian bayi baru lahir. Artinya ada penurunan jumlah kasus,” katanya kepada Metro­politan, kemarin.

Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah menerangkan, pi­haknya melakukan berbagai usaha demi meminimalisasi kasus kematian ibu dan bayi pada saat melahirkan. Di an­taranya perbaikan pelayanan di fasilitas dasar seperti pus­kesmas dan bidan serta di rumah sakit dan sistem rujukan.

“Perlu juga perbaikan pada pendampingan ibu hamil di masyarakat. Kami juga mene­rapkan program nga-Emas, singkatan dari Expanding Ma­ternal dan Neonatal Survival, yakni bentuk pendampingan ibu hamil melalui forum masy­arakat serta kader motivator KIA,” tutupnya.

Suami Meninggal, Bupat Bogori: Maafin Bapak ya…

BOGOR DAILY-ISAK tangis mewarnai kepergian Diding Darwin Sarmidy, suami Bupati Bogor Nurhayanti.  Kamis (21/12) malam, kediaman orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu ramai didatangi para pelayat. Di rumah duka di Kampung Sarinten, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Nurhayanti tak berhenti menghapus air matanya sambil terus mengucapkan permohonan maaf. “Maafin bapak ya…,” ujarnya.

KAMIS (21/12) pukul 15:00 WIB, wajah Nurhayanti men­dadak memerah begitu me­nerima panggilan telepon. Saat itu ia tengah memimpin rapat tentang pengawasan daerah dan pembangunan poros Tengah Timur di Babakanma­dang, Kabupaten Bogor. Saat ponselnya berdering, Nur­hayanti mendapati kabar bahwa suaminya telah meninggal karena serangan jantung.

Berdasarkan informasi yang didapat, Darwin meninggal tiba-tiba tak lama setelah pu­lang dari bengkel mobil di daerah Kota Bogor. Saat tiba di kediaman Desa Ciomas sekitar pukul 15:00 WIB, Dar­win meminta salah satu pen­jaga rumah untuk dipijat.

Tidak lama dipijat di ruang tamu, Darwin mengembuskan napasnya sebelum dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan ke­terangan kerabat, almarhum mempunyai riwayat penyakit jantung, darah tinggi dan per­nah dirawat di rumah sakit. “Dulu pernah dirawat di rumah sakit, dia sakit jantung, darah tinggi dan lainnya. Namun dia memang sudah nggak mau ke dokter dan dirawat di rumah sakit,” kata Mamar, adik almar­hum.Sementara itu, penjaga rumah bupati, Muhammad Ruslan (47), mengatakan bahwa sekitar pukul 09:00 WIB bapak berniat servis mobil CR-V pu­tih yang biasa ke bengkel lang­ganan beliau di Pajajaran, Kota Bogor. Karena menung­gu servis terlalu lama, akhirnya almarhum diantar pulang ke rumah oleh karyawan bengkel sekitar pukul 14:30 WIB. “Sam­pai ke rumah ganti celana pendek dan langsung minta dipijit di ruang tamu,” ujar Ruslan yang sudah empat tahun menjaga rumah bupati.

Usai dipijit dan keluar ke­ringat dingin, lanjutnya, ia mulai mengeluh sakit di bagain dada dan akhirnya kritis. Me­lihat kondisi tersebut lantas dirinya memanggil dokter yang ada di Klinik Arafah yang tak jauh dari rumah. “Sekitar pu­kul 15:05 WIB, akhirnya dokter menyatakan bahwa beliau sudah meninggal dunia,” ujar­nya.

Almarhum memang mem­punyai riwayat sakit jantung dan sering cekup ke Rumah Sakit BMC. Almarhum yang merupakan asli warga Kelu­rahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor itu terkenal dengan sosok yang humoris. Selama menikah dengan Nurhayanti, ia memi­liki dua anak yakni Aldi dan Andri serta tiga cucu. “Ren­cana besok pukul 07:00 WIB jenazah almarhum dimakam­kan di Dreded,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Nur­hayanti dalam keterangannya meminta maaf atas segala kesalahan suaminya yang me­ninggalkan dua anak dan tiga cucu. “Maafin bapak ya. Mohon doanya agar almarhum bapak diampuni segala dosanya, di­lapangkan kuburnya dan di­terima amal ibadahnya serta diberikan di tempat yang layak,” singkat Nurhayanti.

Saat ini, jasad almarhum masih disemayamkan di rumah duka di Jalan Rahayu 1 Nomor 1 RT 01/09, Desa Ciomas Ra­hayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Rencananya almarhum akan dimakamkan di TPU Dreded Jalan Pahlawan, Kota Bogor, pukul 07:00 WIB.