Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 8850

Viral! Buku Anak TK Diajari Cinta LGBT

0

BOGOR DAILY-Kasus Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang lebih dikenal dengan hubungan sesama jenis makin berkembang pesat di Indonesia. Sampai-sampai ajaran ini telah menyusup ke dunia anak-anak. Belakangan ini beredar sebuah buku bacaan untuk anak TK yang mengajari mereka cinta LGBT. Ini terlihat dari materi yang tertulis dalam buku pelajaran yang meluas di media sosial.

Pasca-keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak mengadili gu­gatan soal LGBT, pembahasan soal penyimpangan seksual ini ramai dibicarakan. Bahkan di Twitter, kata LGBT masuk trending topik.

Bersamaan dengan itu, me­dia sosial juga ramai beredar soal buku TK yang menga­jari anak-anak cinta LGBT. Seperti potongan halaman dari buku yang tersebar di jagat maya. ‘wi-di-a me-ni-ka-hi vi-vi. A-da wa-ria su-ka wa-ni-ta’, demikian petikan materi pelajaran yang beredar di buku TK yang belum dike­tahui judulnya.

Sontak peredaran buku ini pun jadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) di Kota Bogor. Sekretaris Dinas Pen­didikan (Disdik) Kota Bogor Jana Sugiana mengaku baru mengetahui adanya pereda­ran buku tersebut. Di Kota Bogor, ia mengaku belum menerima laporan. Namun, pengawasan ekstra yang dila­kukan pihak terkait akan tetap dilakukan.

“Ya termasuk sanksinya atas penyebaran buku itu. Maka­nya harus tahu dulu nama buku dan percetakannya. Ini harus segara kita tangani agar kelak tidak kembali terjadi,” tuturnya ketika dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.

Jana memaparkan, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan para penyelenggara di dunia pendidikan guna meminimalisasi penyebaran buku berkonten negatif ter­sebut. Dirinya juga mengim­bau kepada seluruh masy­arakat untuk berhati-hati dalam menjadikan buku sebagai modul pembelajaran kepada peserta didik.

Sementara bagi masyara­kat yang menemukan hal tersebut agar segera mela­porkannya kepada pihak berwenang. “Kami akan terus lakukan pengawasan kepada seluruhnya untuk meminimalisasi penyebar­annya,” papar Jana.

Berdasarkan penelitian Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti, pemohon judicial review atau uji materi ter­hadap sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hu­kum Pidana (KUHP) yang mengatur soal kejahatan terhadap kesusilaan di Ka­bupaten Bogor, ia pun menunjukkan fakta men­cengangkan.

Euis menemukan ada 6.600 Laki-laki Seks Laki (LSL) pada Juni 2015. Angka itu meningkat menjadi 8.013 pada Desember 2015. Ironis­nya lagi, ia mengatakan bahwa anak-anak usia 11, 12 dan 13 tahun telah belajar berhu­bungan seks sesama jenis. ”Ini menakutkan kita semua karena lingkungan tidak aman buat kita. Seberapa hebat pun kita melindungi keluarga, (namun, red) ketika tidak ada sistem yang membangun lewat suatu instrumen kebi­jakan dan hukum, itu tidak kuat,” terangnya.

Bahkan, dokter spesialis kulit dan kelamin dr Dewi Inong Iriana menyebut bahwa bahaya LGBT sudah disusup­kan ke pendidikan anak-anak dan remaja. Seperti buku yang pernah beredar pada 2014. Buku tersebut telah disahkan Departemen Pendidikan dan Departemen Kesehatan ten­tang pendidikan seks untuk remaja.

Dalam buku itu disebutkan, fakta menunjukkan bahwa kini identitas gender tidak lagi sebatas laki-laki dan pe­rempuan, boleh memilih dengan siapa kita tertarik secara seksual apakah he­tero, biseks, homo aseksual. “Maaf, anak-anak kita ter­nyata sudah diajari seperti ini dan kita lalai tidak tahu. Tidak heran, banyak sekali sekarang terjadi LGBT,” sindir Dewi.

Salah seorang tokoh agama Kota Bogor, Ahmad Fathoni, sangat menyayangkan atas terulangnya kasus buku pe­lajaran anak berkonten por­nografi. Hal tersebut meru­pakan indikator lemahnya pengawasan pemerintah terhadap peredaran buku bagi anak yang sesuai usianya. “Segera ditelusuri secara se­rius dan dan diberi sanksi berat. Karena ini terjadi pada buku khusus anak-anak yang belum siap secara usia,” je­lasnya ketika dikonfirmasi Metropolitan.

Dosen Psikologi Per­kembangan Universitas Ibn Khaldun Bogor, Santi Lisna­wati, menerangkan bahwa masa kanak-kanak merupa­kan masa penting pertum­buhan bagi manusia. Di mana anak secara aktif dapat merespons segala hal. Budaya, lingkungan dan teman se­permainan merupakan be­berapa faktor yang perlu diperhatikan saat anak me­masuki masa pertumbuhan. “Sosio kultural konteks mer­upakan faktor penting dalam mempengaruhi masa kanak-kanak,” tandasnya.

Sinyal Kuat Rekomendasi Gerindra untuk Mayor Afif

BOGOR DAILY Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar) dari Partai Gerindra  Mayjen (Purn) Sudrajat menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah tokoh penting di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat  (22/12).

Di antaranya Kolonel (Purn) H. Uum Kasum sebagai Pembina PEPABRI Kabupaten Bogor dan Mayor CAJ H. Afif Juwaeni yang digadang gadang sebagai calon Bupati Bogor 2018 dari Partai Gerindra.

Dalam pertemuan terbatas itu,  salah satu pokok bahasan yang dibicarakan yakni terkait strategi Pemenangan Partai Gerindra di Jawa Barat dan Kabupaten Bogor dan tentang pengusungan calon Bupati Bogor dari Gerindra.

Menurut Calon Gubernur Jabar dari Gerindra, Mayjen (Purn) Sudrajat, meyakini kalua sosok Mayor Afif akan mendapatkan rekomendasi menjadi Calon Bupati Bogor dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Saya yakin kalua dengan Mayor Afif kami bisa mewujudkan Kesejahteraan untuk Masyarakat Jawa Barat dan Kabupaten Bogor,”kata Mayjen (Purn) Sudrajat.

Sementara itu, Pembina PEPABRI Kolonel (Purn) H. Uum Kasum menyatakan siap berjuang demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.

“Kami siap berjuang sampai tetes darah penghabisan untuk memenangkan Bapak Sudrajat menjadi Gubernur Jawa Barat dan Kang Afif Juwaeni menjadi Bupati Bogor,”kata Uum

Menjawab optimisme Sudrajat, Mayor CAJ H. Afif Juwaeni mengaku akan terus melakukan silahturahmi ke masyarakat Kabupaten Bogor.

“Kami yakin dengan silahturahmu dan doa yang trus mengalir deras dari seluruh para pejuang BARA – AFI dan pendukung semuanya, itulah yang akan memghantarkan turun nya ridho dari Allah SWT. Tidak ada satu kekuatan manapun yang akan bisa menghalangi,”kata Mayor Afif.

Di tempat terpisah, Ketua Umum Bara-Afi  Moh. Asep Komarudin optimisi kalua pertemuan tiga tokoh besar yang berlangsung terbatas menjadi sinyal bahwa rekomendasi dari Prabowo Subianto dan Partai Gerindra akan jatuh ke Kang Mayor Afif atau lebih dikenal dengan “Sang mayor dari desa”,ujar lelaki yang akrab disapa Kang Asep.

Kang Aceng menambahkan, dengan kekompakan, kesolidan dan militansi yang selama ini ditunjukan oleh seluruh rekan pejuang BARA – AFI, baik Struktural Pengurus BARA – AFI, Srikandi BARA – AFI, Satgas BARA – AFI dan Mahasiswa-Pelajar-Pemuda MPP BARA – AFI serta seluruh para pendukung Kang Mayot yang tersebar di semua wilayah Kabupaten Bogor.

“Kami sangat yakin akan menghantarkan Mayjen (Purn) Sudrajat menjadi Gubernur Jawa Barat dan Mayor CAJ Afif Juwaeni menjadi Bupati Bogor serta menjadikan Partai Gerindra menjadi Partai Pemenang pada Pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019,”tandasnya. (gib)

 

Jokowi Rayakan Tahun Baru di Istana Bogor, Jalur SSA Wajib Steril

0

BOGOR DAILY-Polresta Bogor Kota akan mensterilkan jalur System Satu Arah (SSA) yang mengelilingi Istana Bogor mulai 23 Desember hingga 1 Januari 2018.

Hal itu dilakukan lantaran Presiden Jokowi dikabarkan akan menghabiskan malam pergantian tahun baru 2018 di Istana Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya dalam apel gelar pasukan operasi lilin 2017 mengatakan, polisi bersama instansi terkait akan mensterilkan jalur SSA jelang Natal dan Tahun Baru 2018.

“Nanti kita mengadakan rekayasa lalin, sampai dilakukannya contra flow bila diperlukan,” jelas Ulung usai apel di Polres Bogor Kota Jalan K.S Tubun No.21 Kedung Halang, Bogor Utara, Kota Bogor, Jum’at (22/12/2017).

Menurut Ulung, ring 1 harus steril dari kegiatan masyarakat pada malam pergantian tahun.

“Di sini juga ada ring 1-nya dan ada presiden juga yang tinggal, sehingga kegiatan masyarakat itu tidak mengganggu jalur SSA yang akan dilewati presiden saat tahun baru,” tambah Ulung.

Ulung menambahkan, pihaknya akan meningkatkan pengamanan dan bersinergi dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

“Oleh karenanya jalur SSA kita sterilkan, baik itu Natal maupun tahun baru. Disterilkan itu bukan berarti dikosongkan jalannya, tapi steril dari kegiatan masyarakat saja,” imbuhnya.

Menurut Ulung, kegiatan masyarakat dilarang di jalur SSA, terutama yang pesertanya lebih dari 100 orang karena dikhawatirkan mengganggu keamanan dan kenyamanan berlalulintas di kawasan tersebut.

“Jadi jalur SSA itu harus steril karena terkait untuk keamanan juga,” jelasnya.

Aparat keamanan gabungan yang akan dikerahkan dalam menjaga dan mengamankan perayaan malam tahun baru di Kota Bogor sebanyak 1.500 persenonil.

“Hampir 1.500 yang kita siapkan pasukannya, Pospam ada 7 dan pos terpadu 1,” pungkas Ulung

Bogor dan Kisarazu, Kisah Persahabatan Dua Kota Di Awali….

0

Kamis (14/12/2017), langkah persahabatan dua kota Bogor dan Kisarazu yang tertuang dalam deklarasi kota persahabatan dua kota pada November tahun lalu, dimulai. Adalah pelaksanaan Students Online Exchange antara SMP Negeri 1 Bogor dengan Hatazawa Junior High School (JHS) melalui Video Call Skype yang mengawali langkah tersebut. Belasan siswa/siswi dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bogor menyapa siswa/siswi, Kepala Sekolah Hatazawa JHS dan tak ketinggalan hadir pula Wali Kota Kisarazu Yoshikuni Watanabe.

Di awal acara, SMPN 1 Kota Bogor memberikan sebuah pertunjukan musik lewat pianis muda yang juga siswa di SMPN 1 Kota Bogor. Anak laki-laki dengan kemeja putih dibalut jas hitam dan celana hitam berjalan ke arah piano yang sudah disediakan di belakang kursi. Dengan jari lentiknya, anak tersebut memainkan lagu Sunda Manuk Dadali yang kemudian dilanjut lagu yang sering menjadi lagu motivasi bagi remaja di Jepang.

Peserta Students Online Exchange Kisarazu bertepuk tangan dan nampak terpukau sebab mereka merasa diberikan kejutan. Tak lama, Wali Kota Bogor Bima Arya datang dan segera ikut bergabung dengan memberikan ucapan senangnya bertemu kembali dengan Yoshikuni Watanabe. Begitu pula sebaliknya dua orang pemimpin daerah beda negara ini saling bertegur sapa secara jarak jauh. Bima menyebut perjalanan ke Kisarazu pada November tahun lalu, adalah kunjungan luar negeri yang paling bekesan. “Selain karena penyambutan yang luar biasa dari Pak Walikota Watanabe, juga karena banyak hal yang saya yakini akan berlanjut dengan nyata dalam kerja sama dua kota,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjut dengan perkenalan dari kedua belah pihak. Dimulai dari seorang siswi Hatazawa JHS yang menceritakan tentang Kota Kisarazu dan kemudian dilanjut siswa Harazawa JHS yang menceritakan seputar sekolah mereka menggunakan bahasa Inggris. Pemaparan dari Hatazawa JHS pun dibalas dengan pemaparan balik dari Siswa SMPN 1 Bogor Muhammad Jabril Faizatori tentang Kota Bogor dan disusul persentasi dari Alma Putri Nashrida tentang SMPN 1 Bogor.

Alma mengatakan, dirinya ditunjuk langsung oleh salah seorang guru untuk latihan presentasi menggunakan bahasa Inggris mengingat ia merupakan salah seorang siswa yang nilai bahasa Inggris-nya diatas 90. “Saya memang sudah belajar bahasa Inggris dari kecil dan memang suka juga dengan bahasa Inggris, jadi saya senang sekaligus bangga bisa terpilih,” ujar siswa kelas VIII ini yang juga bercita-cita menjadi CEO Google.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bogor Sri Sugiarti mengatakan, pihaknya bangga bisa terpilih menjadi sister school dengan sekolah Hatazawa JHS. Ia pun sudah sangat siap untuk sharing peningkatan mutu pendidikan dengan Kisarazu Jepang. Dan sudah tidak sabar untuk dapat berkunjung ke Kisarazu. “Kami berharap bisa mengirim siswa kami kesana untuk pertukaran pelajar. Agar anak-anak bisa belajar tentang pendidikan karakter di Jepang,” pungkasnya.

 

  • Kota Persahabatan Bogor-Kisarazu

Pembentukan Kerjasama Kota Persahabatan antara Bogor dengan Kisarazu, diawali kunjungan Walikota Kisarazu, Yushikuni Watanabe dan rombongan pada 6 Oktober 2016. Saat itu, Walikota Watanabe menyampaikan minat kotanya untuk melakukan penjajakan kerja sama kota persahabatan dengan kota Bogor. Kisarazu melihat potensi yang ada di Kota Bogor untuk bekerja sama dalam bidang agro industri yakni mengembangkan organic city. “Organic City sejalan dengan Kota Bogor,” ujar Bima.

Bima menyambut baik tawaran kerja sama ini. “Pemerintah Kota Bogor dalam upaya menyikapi semua tantangan dalam era globalisasi ini terus aktif dan konsisten untuk menjalin dan meningkatkan kerjasama luar negeri baik dalam bentuk bilateral maupun multilateral,” kata Bima. Kesempatan untuk bermitra dengan Kisarazu, kata Bima, adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman sekaligus menerapkan berbagai kemajuan kelebihan kota mitra untuk di kota Bogor.

Pada 18 November 2016, dilakukan penandatangan Deklarasi Bersama antara Bogor dan Kisarazu untuk membentuk kerjasama yang saling menguntungkan sebagai kota persahabatan di KBRI Tokyo. Ruang lingkup kerjsama kota bersahabat antara ke dua kota ini adalah pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pertanian, dan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjsama, Tyas Ajeng Fitriani, menyebut rencana aksi kerjasama itu diantaranya meliputi pertukaran informasi dan teknis terkait pertanian organik. “Kisarazu terkenal dengan teknologinya dalam persoalan pertanian organik. Kita berharap ada transfer pengetahuan dan teknologi nantinya,” ujarnya.

Di bidang kebudayaan, ada rencana untuk saling tukar menukar misi budaya antara dua kota. Termasuk nanti di bidang pendidikan, ada harapan melahirkan sister school yang memungkinkan dua pelajar di dua sekolah dan dari dua kota saling tukar menukar budaya dan bahasa.

(Advertorial)

Selama 2017, Imigrasi Bogor Usir 104 Warga Asing

0

BOGOR DAILY-Sepanjang 2017, kantor Imigrasi Kelas I Bogor mencatat ada 214 Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Bogor yang melanggar administrasi keimigrasian. Dari ratusan WNA, sebanyak 104 orang sudah dipulangkan alias dideportasi ke negaranya masing-masing.

Kepala Imigrasi Kelas I Bogor Suhendra menuturkan, ada dua jenis pelanggaran WNA soal ad­ministrasi keimigrasian, yakni overstay dan penyalahgunaan izin tinggal. “Kami sudah men­deportasi 104 WNA yang terdiri dari 76 laki-laki dan 28 perem­puan dari 19 negara. Sedangkan tindakan bagi WNA yang overstay sejumlah 110 orang, dari 79 laki-laki dan 31 perempuan, dengan total ovestay 861 hari. Biaya denda total, Rp258 juta, sudah disetorkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” katanya saat jumpa pers soal capaian akhir 2017 di kantor Imigrasi Kelas I, kemarin.

Dia menambahkan, jumlah pelanggaran yang dilakukan WNA di wilayah kerjanya makin me­ningkat dibandingkan tahun lalu. “Dibanding tahun lalu ada peningkatan jumlah kasus. Di­dominasi kasus penyalahgunaan izin tinggal, kebanyakan mereka hanya punya izin tinggal, tetapi kenyataannya mereka ada yang usaha dan kerja. Itu yang kami tindak. Pada 2016, kasus penyalahgunaan izin ada 62 kasus. Artinya, ada peningkatan jum­lah temuan kasus,” ujarnya.­

Suhendra melanjutkan, ke­naikan itu justru mengindi­kasikan kinerja dari Tim Pora yang dilibatkan di semua kecamatan se-Bogor, sehing­ga angkanya meningkat. “Ar­tinya dari 46 kecamatan dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, anggota tim di lapangan bekerja dengan baik. Sehing­ga banyak bukti penemuan yang tadinya hanya berupa laporan warga menjadi tinda­kan konkret dari kami,” ka­tanya.

Sebagai tindakan pelangga­ran tersebut, sambung Su­hendra, ada dua tindakan yakni pengenaan biaya beban dan tindakan deportasi. Tahun ini, sebanyak 110 WNA disank­si biaya beban dan 104 WNA dideportasi ke negara asalnya. “Dominasinya memang dari China, ada 56 orang yang su­dah kami deportasi sepanjang tahun ini. Diikuti WNA dari Irak sebanyak sepuluh orang dan Malaysia tujuh orang. Semua kami deportasi ka­rena menyalahi penggunaan izin tinggal di Indonesia,” tutupnya

Disdik Sediakan 2 Bus Sekolah Antar Jemput Siswa Bogor

0

BOGOR DAILY-Kabar gembira bagi pelajar di Kota Bogor. Tahun depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mengadakan moda bus sekolah khusus siswa kurang mampu. Untuk tahap awal, dua moda disiapkan yang terdiri dari satu unit bus dengan kapasitas 33 orang dan minibus berkapasitas 15 hingga 20 penumpang. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KotaBogor Fahrudin mengatakan, Pemkot Bogor sudah menyediakan anggaran Rp1,35 miliar untuk pengadaan dua moda tersebut. ”Nominal itu dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2018,” ujarnya.

Fahrudin menjelaskan, Disdik sempat mendapatkan penawaran lebih dari dua moda bus sekolah untuk menjangkau anak anak sekolah di Kota Bogor yang lebih luas. Tetapi kesempatan itu ditolak, mengingat tahun ini menjadi penyelenggaraan perdana dalam pengadaan bus sekolah. Menurut Fahrudin, dua moda bus sekolah yang siap dioperasikan pada 2018 tersebut menjadi sarana pembelajaran dan menciptakan pengalaman baru bagi Pemkot Bogor, terutama jajaran Disdik. ”

Melalui dua bus ini, kami ingin memetakan sejauh mana tingkat kebutuhan anak-anaksekolah terhadap bus sekolah,” ujarnya.

Fahrudin menambahkan, pengadaan dua moda ini menjadi patokan awal bagi Disdik untuk mengetahui seberapa banyak bus harus dioperasikan saat jam tertentu. Tidak kalah penting juga untuk menentukan besaran biaya operasional yang dibutuhkan tiap hari. Adapun rancangan skema yang dibuat seperti di jalur Cilendek Semplak. Nantinya bus di jalur ini akan dimulai dari area Atang Sanjaya, Bogor.

”Nanti anak-anak didrop ke Terminal Merdeka. Dari situ siswa SMPN 7, SMPN 1 dan SMAN 1 sudah bisa jalan kaki ke sekolah,” ucap Fahrudin.

Diperkirakan bus sekolah sudah selesai mengantarkan anak-anak ke tempat pemberhentian sekitar pukul 08:00 WIB. Dari situ, bus tidak akan berdiam di satu titik, melainkan dimanfaatkan menjadi moda antar jemput siswa untuk pembelajaran luar kelas. Misalnya untuk berkunjung ke museum atau berolahraga di taman kota.

Tak hanya unsur jalur dan jumlah moda, Disdik juga akanmelakukan pemetaan terhadap angkutan umum. Hal ini harus diantisipasi untuk menghindari dampak negatif terhadap transportasi publik, terutama kemungkinan adanya gangguan terhadap pemasukan para sopir. Fahrudin mengatakan, salah satu skema untuk mengatasi tantangan itu adalah dengan tidak mengangkut semua anak sekolah.

”Kami akan prioritaskan untuk siswa-siswi dari keluarga tidak mampu. Mungkin nanti akan ada tiket khusus untuk mereka atau skema lain,” tuturnya.

Pengacara Sebut Gracia Indri Dicekik Suaminya

0

BOGOR DAILY-Sidang gugatan perceraian yang dilayangkan artis Gracia Indri terhadap suaminya, Da­vid ‘Noah’, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Selasa (19/12/2017). Namun hingga pukul 12:30 WIB belum terlihat kehadiran Gracia Indri dan David ‘Noah’ di PN Bale Endah.

Sidang perceraian itu hanya dihadiri tim kuasa hukum Gracia dan David, yakni Rohman Hi­dayat SH dan Alex SH, beserta tim mereka yang berjumlah empat orang.

Sebelumnya, Gracia kembali menggugat cerai David setelah Majelis Hakim PN Bandung me­nolak gugatan perceraian mereka. Sebab, KTP David yang baru tidak berdomisili di Kota Bandung.

Perihal ketidakhadiran Gracia dan David, Alex selaku kuasa hukum David mengatakan, untuk sidang perdana kali ini yang wajib datang adalah tim kuasa hukum saja. Untuk itu majelis hakim akan memediasi kedua belah pihak terlebih dahulu. Ini artinya majelis hakim akan berupaya lebih dulu agar pasangan suami istri itu bisa rujuk kembali.

Sementara di pihak Gracia, presenter cantik itu bersikukuh bercerai karena setumpuk masalah. Selain nyaris tak pernah diberi nafkah oleh David, Gracia juga mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut kuasa hukum Gracia, Rohman Hidayat, kliennya dipukul, ditampar dan dicekik oleh David. ”Ada kekerasan secara fisik, baik pemukulan, cekik, ditampar, ada foto-fotonya disimpan sama Gracia Indri. Mungkin David tidak pernah tahu kalau Gracia Indri menyimpan foto-fotonya,” kata Rohman.

Selain itu, sejumlah kata kasar biasa dilakukan David kepada Gracia selama ini. Tak sampai di situ, Gracia juga kerap diludahi pria yang memiliki nama lengkap David Kurnia Albert Dorfel. Sampai berita ini diturunkan, David ‘Noah’ belum merespons soal kabar tersebut. (feb/run)

Warga Nanggung Mendadak Gatal-gatal Hingga Keracunan

BOGOR DAILY- WARGA Kampung Sidempok, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, mendadak heboh. Setelah ratusan ikan mati, giliran warga di sana yang keracunan akibat limbah emas yang diduga ikut mencemari sumur warga. Puluhan warga bahkan ada yang dirawat dan sebagian lainnya justru merasa gatal-gatal di sekujur tubuhnya.

PULUHAN warga di RW 01 dan 06 Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, tiba-tiba mengalami gatal-gatal hingga melepuh di kulit sekujur tubuhnya. Kejadian ini berlangsung massal di dua RW.

Informasi yang dihimpun, tiga orang warga mendapat perawatan di RSUD Leuwiliang dan 33 warga dirawat di Klinik Antam.

Tercatat ada sekitar 45 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami mual, muntah dan pusing. Keracunan itu akibat air sumur yang tercemar limbah yang akhirnya dikonsumsi warga.

Menurut pengakuan warga, Yani (33), malam pascainsiden ratusan ikan mati, keluarganya merasakan mual, muntah bahkan sampai ada yang buang air besar. Selain itu, warga juga merasakan gatal-gatal di sekujur tubuhnya.

“Sejak kemarin sore saya itu mual dan pusing, anak saya yang baru berusia tiga tahun terkena gatal-gatal,” ungkapnya saat berobat di Klinik PT Antam.

Hal serupa juga dialami Romiansih (35). Wanita yang sehari-hari menggunakan air sumur resapan dari Kali Bondongan ini mendadak gatal. Ia menduga sumurnya ikut tercemar limbah emas yang diduga akibat kebocoran pipa milik pabrik tambang emas PT Antam Pongkor.

“Keluarga saya semua pada gatal-gatal sampai kulitnya melepuh. Sudah berobat ke pukesmas, kata dokter jangan mandi pakai air sumur dulu, takutnya tambah gatal,” urainya.

Tokoh pemuda Kampung Sidempok, Makmur Jawawi, mengatakan bahwa banyak ikan yang mati diduga dari pipa milik PT Antam. Jika dijumlahkan, ada sekitar 97 warga yang mengalami keracunan dan gatal-gatal. “Yang terdampak di Kampung Sidempok ini ada tiga RT. Macam-macam keluhannya, ada yang muntah-muntah, gatal-gatal sampai korengan,” ujarnya.

Terkait keracunan tersebut, PT Antam Tbk UBPE Pongkor menyesalkan dan prihatin atas terjadinya peristiwa tersebut. Melalui keterangan resminya, VP CSR, HR & Finance Antam UBPE, Resna Handayani memastikan akan memberi bantuan kepada pemilik kolam sekaligus investigasi soal kasus tersebut. “Kami prihatin atas kejadian ini dan akan memberi bantuan kepada pemilik kolam. Saat ini kami juga melakukan penanganan taktis dan cepat terkait hal ini dan investigasi lebih lanjut,” kata Resna.

Ia mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor telah mengambil sampel air Sungai Bondongan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kandungan air. Antam UBPE juga mengirim empat sampel ikan mati milik warga serta air kolam ke laboratorium eksternal PT Water Laboratory Nusantara (PT WLN Indonesia) di Bogor untuk dicek lebih lanjut.

“Pengecekan laboratorium eksternal perlu dilakukan untuk mendapatkan data valid perihal kondisi ikan mati dan air kolam. Mohon kita sama-sama menunggu data laboratorium WLN dan dari DLH agar tidak simpang siur,” pinta Resna.

Sementara terkait warga yang melakukan pemeriksaan ke puskesmas dan Klinik Antam UBPE, Resna mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan inventarisasi data pemeriksaan tersebut. Meskipun demikian menurut dokter di klinik perusahaan, minim sekali jika keluhan-keluhan warga tersebut disebabkan indikasi keracunan dikarenakan warga memiliki riwayat-riwayat penyakit lainnya.

“Saat ini kami sedang inventarisir datanya. Sekali lagi mohon menunggu dan tidak terburu-buru memberikan pernyataan yang berlebihan. Karena sebagian warga ternyata memang memiliki riwayat penyakit seperti darah tinggi dan sakit mag,” kata Resna.

Ia pun mengimbau warga agar tidak terprovokasi pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi dan kondisi ini. Apalagi berdasarkan data laboratorim Antam UBPE, kondisi air masih memenuhi baku mutu. “Sebagai perusahaan negara, Antam UBPE berkomitmen terhadap praktik operasional yang baik,” terangnya.

Dijanjikan 4 Istri, Tukang Masak di Bogor Jadi Pejuang ISIS

BOGOR DAILY-Dari sebuah kantor unit kontra-terorisme di Suriah utara, seorang anggota kelompok “Islamic State” (IS) asal Indonesia menceritakan kisahnya bagaimana menemukan jalannya untuk bergabung dan melakukan “jihad”.

Pejuang Asing di Suriah:

Aldiansyah Syamsudin asal Bogor pergi ke Suriah untuk bergabung IS. Ia selamat setelah diserang oleh pesawat udara militer. Sejumlah saksi mata mengatakan seorang dokter telah merawat anak mereka di rumah sakit IS. Pemerintah Kurdi mengatakan semua pejuang asing adalah berbahaya

Ia ditangkap oleh Tentara Demokratik Suriah, atau SDF yang didukung oleh negara barat. Nama aslinya adalah Aldiansyah Syamsudin, dengan nama samaran Abu Assam Al Indonisiy. Ia mengaku dulunya adalah seorang tukang masak di Bogor, Jawa Barat, sebelum pergi ke Suriah untuk bergabung dengan IS.

Di sanalah ia belajar cara menembak menggunakan senapan mesin dan AK-47. IS menjanjikan bahwa dia akan bisa memiliki empat istri, sebuah mobil dan sebuah rumah, yang ternyata hanyalah janji belaka.

Ditinggal dalam keadaan “terluka, sakit dan kelaparan” setelah menjadi satu-satunya yang selamat dalam serangan udara yang menghancurkan kendaraannya dan pejuang lainnya. Ia kemudian diabaikan oleh warga sekitar sebelum akhirnya ditangkap.

Sekarang ia ingin pulang dan mengaku tidak akan berbahaya bagi Indonesia, ataupun negara barat.

“IS sudah tidak peduli dengan saya, lantas mengapa saya harus mengikuti ajaran mereka?” ujarnya.

Dari Dapur menuju Medan Perang

Perjalanan Aldiansyah dimulai setelah lulus dari pondok pesantren di Bogor. Ia menjadi radikal lewat internet, bukan di masjid, dan bergabung dengan sebuah kelompok bernama Gadi Gado lewat pesan yang sudah terenskripsi, Telegram, dimana ia bertemu dengan seorang warga Indonesia bernama Abu Hofsah menjelaskan bagaimana caranya ke Suriah.

Aldiansyah mengaku Abu Hofsah mengirimnya uang senilai AU$1.000, lebih dari Rp 10 juta untuk membayar tiket pesawatnya. Kemudian ia tiba di Turki pada bulan Maret 2016 dan tinggal di sebuah rumah di kota Gaziantep, sebelum dikirimkan ke Suriah timur.

“Pada malam hari seorang Muharrib (pejuang) datang dan memberi tahu kami, ‘saatnya pergi ke perbatasan’. Kami bersepuluh naik mobil kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki.”

“Kita menyebrang sungai dan terus berjalan. Kemudian menemukan barikade dari bahan logam lalu berlalu. Tentara Turki menembaki kami, tapi kami akhirnya tiba di Khalifah,” katanya.

Ia tiba Suriah pada bulan April, lebih lambat dari dibandingkan kebanyakan pejuang asing yang masuk Suriah. Ini membuktikan kemampuan IS untuk menembus perbatasan Turki dengan baik, meski pemerintah Turki mengatakan telah menjaganya.

Waktu kedatangannya bertepatan saat IS telah terdorong ke selatan dan tidak lagi memiliki akses ke perbatasan. Aldiansyah mengatakan ia dilatih oleh orang Indonesia, dengan nama alias Abu Walid al Indonesiya dan seorang warga asal Filipina dengan nama Abu Abdulrohman al Phillipini.

Pengakuannya tidak bisa diverifikasi, tapi ia dilatih oleh IS untuk cara menggunakan berbagai senjata ringan.

“Saya mengikuti latihan militer di provinsi Hama, Suriah, selama sekitar 20 hari, Saya belajar menggunakan empat senjata, termasuk Kalashnikov, RPG [granat roket] dan senapan mesin PKC,” katanya.

Sementara pihak berwenang yakin ada ratusan warga Indonesia yang telah bergabung dengan IS, Aldiansyah mengatakan ia hanya mengenal lima orang Indonesia di Suriah.

Dan terlepas dari pemberitaan dan propaganda soal kebrutalan kelompok tersebut, Aldiansyah mengaku tidak masuk ke Raqqa untuk berperang.

“Saya tertarik untuk bergabung dengan IS karena teman saya bilang hidupnya gratis dan nyaman, bisa memiliki empat istri, dan mereka akan memberi uang, rumah, dan mobil,” katanya.

Ditipu dengan janji-jani Negara Islam

Tapi bukannya mendapatkan apa yang sudah dijanjikan, Aldiansyah malah mengatakan ia menderita. “Setelah saya selesai latihan, kami pergi dengan mobil saat kami diserang oleh pesawat tempur. Seluruh teman saya terbunuh tapi saya selamat,” katanya.

“Saya terluka, sakit dan kelaparan … saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya tidak mengerti apa-apa, dan saya tidak mengerti bahasa Arab. Saya mendekati penduduk setempat, minta bantuan mereka, tapi mereka malah menghindari saya.”

Dengan cepat ia ditangkap SDF yang didukung negara-negara barat. Kini ia ingin kembali ke Bogor dan mengatakan ia tidak akan mengancam siapapun.

“Saya tidak akan menciptakan masalah [bagi negara Barat]. Saya telah diajarkan di masa lalu untuk selalu menyerang mereka, untuk membuat masalah. Tapi sekarang, IS tidak peduli dengan saya, mengapa saya harus mengikuti ajaran mereka? Inilah yang benar soal IS, “katanya.

“Mereka selalu mengklaim bahwa ‘umat Muslim mencintai mereka’ tapi setelah saya datang ke sini, saya menemukan banyak penduduk setempat yang tidak menyukai mereka.”ujarnya.

Sama halnya dengan orang asal Indonesia, ada banyak bukti muncul soal kehadiran warga Australia di Raqqa.

Dokter asal Australia, Tareq Kamleh pernah terkenal membuat video propaganda soal kualitas perawatan dalam kekhalifahan. Sementara perempuan asal Maroko yang menikah dengan pejuang IS mengatakan anak-anak mereka sudah dirawat oleh orang Australia.

“Saya biasanya pergi dengan suami saat anak-anak saya sakit di rumah sakit nasional. Ada seorang dokter bernama Abu Mohammed al Australi, dia ahli merawat anak-anak dan baik kepada anak-anak,” kata Khadija el Hamri.

Dia dan beberapa ‘pengantin’ IS lainnya menjelaskan gambaran di Kamleh dan bersikeras jika mereka bertemu orang Australia yang berbeda.

Dan orang tersebut tak hanya mengurusi urusan medis. “Suami saya mengatakan dokter Australia tersebut bertugas menjaga rezim Suriah dengan senjata dan rompi militer dan saat dia kembali, ia datang ke rumah sakit untuk merawat anak-anak,” katanya.

Pejabat Kurdi mengatakan semua anggota IS, terlepas apakah mereka mengaku sebagai pejuang atau tidak, harus dianggap berbahaya.

“Mereka melakukan perjalanan ribuan kilometer dan menempatkan diri dalam kekhalifahan yang menyerang kota-kota membunuh anak-anak kita. Tidak tepat jika mengatakan teror hanya berasal dari pistol. Senapan adalah hasil dari sebuah ideologi,” kata Mustafa Bali, juru bicara SDF

Sementara IS telah kehilangan kontrol di Suriah, pengikutnya telah menyebar secara jauh dan luas.

Sumber: Detik.com

Tolak Uu Jadi Cawagub, PKB Ancam Cabut Dukungan ke RK

0

BOGOR DAILY- Posisi Ridwan Kamil semakin terjepit. Setelah PPP mengancam akan hengkang apabila kadernya tidak terakomodir, kini PKB juga menyatakan hal yang sama. PKB tidak setuju Ridwan Kamil memilih Uu Ruzhanul Ulum.

Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda mengatakan suara penolakan terhadap Uu disampaikan kader, pengurus dan tokoh agama. Hal itu tentu juga menjadi pertimbangan partai pimpinan Muhaimin Iskandar tersebut.

Menurutnya penolakan tersebut juga dibarengi dengan ancaman akan hengkang dari koalisi apabila tetap memilih Bupati Tasikmalaya tersebut.

“Para kader, pengurus, kyai yang dekat dengan PKB memang menyatakan sikap kurang berkenan kalau Uu yang mendampingi RK. Sebenarnya dinamika (ancaman) itu ada. Kami di partai harus merespon apapun aspirasi kader,” kata Huda saat dihubungi via telepon genggam, Rabu (20/12/2017).

Ia menuturkan perlu ada ruang musyawarah untuk mencari jalan keluar terkait dinamika tersebut. Sebab, ia menyakini persoalan ini masih bisa dibicarakan baik-baik, sehingga koalisi masih bisa solid.

“Karena butuh keutuhan bersama supaya RK bisa maju dalam suasana seperti ini perlu ada alternatif solusi. Kami harap ada ruang yang masih bisa memperbincangkan soal itu, sembari melihat dinamika ke depan,” jelas dia.

Diakuinya dalam musyawarah tak selalu mencapai titik temu atau kesepakatan. Namun, sambung dia, PKB akan legowo apabila proses musyawarah sudah dilakukan oleh partai-partai koalisi.

“Intinya semua pernah dimusyawarahkan, kan tidak harus ada titik temu dan mufakat. Tapi intinya semua masalah sudah disampaikan, semua agenda masing-masing partai, kalau tidak ada titik temu gak masalah,” kata Huda.