Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 8856

Tambah Gutter untuk Tingkatkan Debit, Progres Optimalisasi IPA Dekeng Capai 30 Persen

0

BOGOR Daily– Sebulan sejak start awal November lalu, progres Optimalisai Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng sudah mencapai 30 persen. Program penambahan kapasitas produksi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ini sudah memasuki tahapan inti. Meski demikian, perusahaan air minum milik Pemkot Bogor ini mengupayakan, pengerjaannya tidak mengganggu pelayanan.

Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana menjelaskan, selama sepekan ini  tim pengawas  pekerjaan yang diawasi langsung oleh petugas pdam fokus pada pengerjaan penyekatan aliran horizontal pada kompartemen bak sedimentasi IPA Dekeng 2. Tujuannya adalah untuk mencegah pengendapan flok pada proses sedimentasi .

“Sesuai jadwalnya, awal Desember ini kita juga fokus pada pekerjaan penambahan gutter pada bak sedimen unit 1 untuk menambah kapasitas dar 600 liter perdetik menjadi 800 liter perdetik. Masing-masing bak sedimen ditambah empat buah gutter. Jumlah bak sedimen IPA Dekeng 2 ada tiga bak, jadi gutter di seluruh bak kita tambah menjadi 24 gutter,” urai Syaban, Minggu (10/12/2017).

Pekan ini, pengerjaan dilanjut pada penyekatan aliran horizontal dan penambahan gutter di bak sedimen unit 2 IPA Dekeng 2. “Akhir pekan depan kita targetkan progres pengerjaan meningkat menjadi 40 persen,” tambah pria yang akrab disapa Ade Syaban ini.

Dirtek Ade menambahkan, pengerjaan optimalisasi ini diupayakan tidak mengganggu distribusi air bersih ke pelanggan. Dia telah mengintruksikan jajaran di Bagian Produksi untuk memaksimalkan debit produksi sebesar 1500 liter perdetik, sesuai kapasitas produksi IPA Dekeng saat ini.

Diberitakan sebelumnya, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor akan memaksimalkan fungsi IPA Dekeng untuk meningkatkan pelayanan air bersih pelanggan di zona 3 dan 4. Program Optimalisasi IPA Dekeng ini berlangsung Selasa (7/11/2017) hingga Januari 2018 mendatang.

Syaban Maulana menerangkan bahwa Optimalisasi IPA Dekeng merupakan upaya PDAM untuk meningkatkan kapasitas hasil pengolahan IPA. Harapannya, kapasitas produksi IPA yang dibangun pada tahun 1997 tersebut bisa bertambah dari 1.500 liter perdetik (l/det) menjadi 1800 l/det.

“Saat ini kondisi pengaliran kita sudah seimbang. Artinya suplay air baku sudah sama dengan air yang dijual di pelanggan. Ini sangat sensitif. Karena kalau ada gangguan di produksi, maka akan terjadi gangguan pula di pelanggan. Ini terjadi karena kita sudah tidak punya idle capasity. Nah, Optimalisasi IPA Dekeng ini menjawab kebutuhkan itu. Kita akan punya idle capasity sebesar 300 l/det,” kata Syaban.

Pengerjaan kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi kedua IPA. “Fungsi masing-masing unit kogulasi, flok, sedimentasi dan filter dapat berjalan secara optimal sesuai perencanaan,” tutur Syaban.

Selain itu juga diyakini dapat meminimalisir gangguan pengaliran akibat peningkatan tingkat kekeruhan air baku.

“Jadi ketika ada gangguan produksi, misalnya karena air beku keruh akibat hujan dan banyak sampah, kapasitas produksi kita tidak akan turun terlalu jauh. Kalau sebelumnya dari kondisi normal 1500 l/det bisa turun jadi 1200-1300 l/det saat ada gangguan, setelah diperbaiki 1800 l/det mungkin akan turun jadi 1700 l/det. Idealnya 1600 l/det. Jadi masih di atas ideal,” papar Syaban.

Optimalisasi IPA Dekeng ini, tambah Syaban terdiri dari dua lingkup pengerjaan, yakni rehabiliasi plate settler pada IPA Dekeng 1 dan optimalisasi kapasitas pada IPA Dekeng II. Untuk IPA Dekeng 1, pelaksana pekerjaan akan mengganti plate settler di bak 1 dari jenis GRC ke Stainless Steel. Tujuan nya ada proses pengendapan lebih sempurna.

“Sementara untuk bak 2 dan 3, plate settlernya akan kita perbaiki agar proses pengendapan lebih cepat,” kata Syaban.

Sementara untuk IPA Dekeng 2, pelaksana  akan menambah Gutter (saluran penangkap air bersih), agar air yang masuk lebih merata, sehingga lumpur tidak akan masuk filter. “Kita juga akan Membuat sekat pengarah pada aliran inlet sedimentasi. Fungsinya air yang masuk ke sedimen ini alirannya rata. Kalau sekarang kan kecepatannya nggak rata, sehingga pada saat kekeruhan tinggi, lumpur ikut terbawa,” papar Syaban.

Syaban menambahkan, selama proses pengerjaan, PDAM berupaya menjaga sistem pengolahan untuk meminimalisasi gangguan pelayanan. Dia mengimbau para pelanggan di zona 3 dan 4 untuk tetap menampung air saat sedang mengalir.

“Pengerjaan dikerjakan setiap hari selama kurang lebih 11-12 minggu. Kami mengimbau pelanggan tetap menampung air pada saat air mengalir,” tutup Syaban. (humas dan sosial)

Razia Preman Sampai Akhir Tahun, Ini yang Bakal Digaruk Polisi

BOGOR DAILY- Razia preman bakal terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Bogor. Ini menyusul keluarnya instruksi Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian soal kejahatan konvensional yang marak jelang perayaan Natal dan tahun baru. Bahkan, Jenderal Tito tak segan mencopot jabatan Kapolres dan Kapolsek bila aksi preman dan kejahatan lainnya masih ditemui.

JELANG Natal dan tahun baru, jajaran Polres Bogor menggelar Operasi Lilin di 15 lokasi berbeda. Razia preman, anak jalanan dan pengamen dilakukan dengan melibatkan jajaran Satpol PP dan Dinas Sosial (Dinsos). Sedikitnya ada 125 orang yang berhasil diciduk, meliputi preman, pengemis, anak punk, pengamen dan pak ogah.

Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena mengatakan, operasi premanisme merupakan kegiatan rutin yang selalu di lakukan setiap polsek di Kabu­paten Bogor. Guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat jelang penghujung tahun, polsek kembali meng­gelar razia pak ogah. “Jajaran polsek berhasil mengamankan 104 orang pak ogah dengan barang bukti uang Rp120 ribu,” terangnya.

Para pak ogah yang biasa par­kir di pertigaan jalan diimbau menjaga kondusivitas di la­pangan. Selanjutnya polisi ber­sama Dinsos akan melakukan pendataan, penyuluhan serta pembinaan di tempat agar tidak mengarah ke hal yang negatif, meminta paksa, pemerasan yang dapat meresahkan masyarakat. “Penanganannya untuk pun­gutan liar, retribusi parkir dan timer angkot, diarahkan ke apa­rat terkait khususnya Dinsos,” ujarnya.

Tidak hanya pak ogah, lanjut­nya, anak punk, pengemis dan pengamen yang bertato juga jadi sasaran operasi. Sebab, keberadaan mereka dikhawa­tirkan mengganggu kenyama­nan masyarakat. Operasi ini dilaksanakan untuk mencip­takan kondisi kamtibmas jelang Natal dan Tahun baru yang berpusat di sejumlah wilayah rawan. “Sebanyak 12 anak punk, tujuh pengemis dan dua peng­amen bertato juga diamankan, kemudian langsung dikoordi­nasikan dengan Satpol PP dan Dinsos juga,” katanya.

Kasat Reskrim AKP Biman­toro Kurniawan menambahkan, razia tersebut dilakukan sete­lah banyaknya keluhan warga yang merasa resah dengan keberadaan pengamen dan anak jalanan yang sering me­maksa meminta uang saat dalam angkot.

Aksi preman ini akan terus dilakukan hingga akhir tahun. Menurut Bimantoro, prema­nisme yang disertai pungutan liar, jika unsur pidananya ter­penuhi seperti adanya pelapor atau korban maka pelakunya dapat terjerat Pasal 368 KUHP dan 365 KUHP tentang pencu­rian disertai kekerasan (peme­rasan, red).

“Kegiatan razia premanisme lebih kepada langkah preven­tif dan preemtif dari kepolisian yang nantinya akan diberikan pembinaan atau penyuluhan yang bekerja sama dengan dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Bogor,” katanya. Tak hanya aksi preman, sejum­lah titik rawan kriminal juga mendapat perhatian serius dari Kapolda Jabar. Seperti yang dilakukan kemarin di kawasan Puncak.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto lakukan pengece­kan sejumlah titik di jalur Pun­cak. Sekadar diketahui, kawasan wisata Puncak menjadi satu destinasi wisata favorit bagi se­bagian masyarakat untuk mrn­ghabiskan malam pergantian tahun.

Demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, Agung beserta jajarannya pun menyisir titik-titik rawan terjadi­nya kamtibmas. “Iya, saya ke Bogor sekaligus mengecek per­siapan pengamanan malam tahun baru. Saya cek pos peng­amanan, pelayanan dan perl­indungan masyarakat di sepan­jang jalur Puncak,” ujarnya.

Terkait razia preman, Kapolda Jabar mengatakan bahwa se­lama ini keberadaan para preman sudah mengganggu ketenangan di tengah masyarakat. Sebab, preman jalanan itu tidak segan meminta uang kepada masy­arakat bahkan dengan cara memaksa.

“Hal inilah yang menjadi kelu­han dari masyarakat selama ini yang disampaikan kepada kita. Selain para preman meng­ganggu keamanan, keberadaan mereka juga dapat membuat kemacetan di jalan,” ungkap Agung.

Dari hasil razia tersebut, seluruh preman yang terjaring razia akan didata pihak kepo­lisian dahulu. Mereka harus membuat surat pernyataan untuk tidak lagi berkeliaran di jalan dan tidak boleh meng­ganggu ketertiban masyarakat. “Setelah membuat surat per­nyataan, akan kita pulangkan. Tapi kalau sampai ada yang terbukti ada alat-alat kita pro­ses. Sementara mereka yang di bawah umur akan kita pang­gil orang tuanya,” terangnya.

Kapolda Jabar menegaskan bahwa razia preman yang ia lakukan merupakan instruksi langsung Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Hal tersebut ber­kaitan dengan pengamanan jelang tahun baru. Karena itu, Irjen Pol Agung memerintahkan setiap polres di Jawa Barat menggelar razia preman.

Jakarta-Bogor Cuma 10 Menit, Nih Cara Syahrini Hindari Macet

0

BOGOR DAILY-Sebagai selebritas papan atas, kesibukan Syahrini tidak hanya di atas panggung atau di layar kaca. Belakangan, Syahrini tengah melebarkan sayap ke dunia bisnis kuliner.

Pelantun “Sesuatu” itu membuka toko kue dengan label Princess Cake di beberapa kota di Indonesia. Setelah Bandung, Syahrini membuka cabang di Bogor, Jawa Barat.

Namun, bukan Syahrini namanya jika tidak melakukan sesuatu hal yang unik. Seperti kali ini, Syahrini memutuskan menggunakan helikopter dari Jakarta menuju Bogor.

Padahal, jarak antara Jakarta dengan Bogor tidak terlalu jauh. Alhasil, durasi dari Jakarta ke Bogor yang biasanya memakan waktu selama hampir dua jam itu hanya ditempuh selama 10 menit dengan helikopter.

10 Mnt aja dari Jkt ke Bogor yaaa… khaaaannn,” ungkap Syahrini di Instagram Stories-nya, Minggu (10/12/2017). Penampilan Syahrini hari itu terlihat sangat modis dengan kemeja hitam, celana hitam robek-robek, sepatu boot dan kacamata hitam.

Begini Saat Kapolda Jabar Nge-Trail di Puncak

BOGOR DAILY-Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengecek jalur Puncak, minggu (10/12/17). Tujuannya untuk mempersiapkan kawasan wisata itu saat libur panjang akhir tahun.

Menunggangi sepeda motor trail, jenderal bintang dua ini menyusuri jalur alternatif melalui Pesona Alam, Desa Cibeureum dan berakhir di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.

“Kami mencari lokasi yang sulit dijangkau dengan kendaraan biasa,” ujarnya.

Selama perjalanan, katanya, ditemukan beberapa jalur yang agak sulit dilewati. Tapi, kepolisian akan melakukan pengawasan saat libur panjang tiba. “Ada jalan yang belum diperbaiki,” ucapnya.

Kemacetan, menurut Agung, diprediksi akan terjadi selama libur malam tahun baru.sebab, masyarakat dari Bogor dan sekitarnya akan merayakan pergantian tahun di Puncak.

Ia meminta jajaran Polres Bogor agar siap menghadapinya. Dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah dan TNI. “Pak camat dan danramil sudah siap. Sehingga polisi juga harus, jangan sampai ada keluhan dari masyarakat,” imbaunya. dikeluhan masyarakat,” pungkasnya.

Ada Ormas Sweeping di Bogor, Warung dan Kendaraan Dirusak

0

BOGOR DAILY-Warga Jalan Sukajaya I, RT 03/05 Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, dini hari tadi sekitar pukul 02.00WIB pada Senin (11/12/2017) didatangi puluhan pria berseragam loreng hijau. Massa yang diduga salah satu ormas membawa samurai, batang cerulit, bambu dan sejata lainnya mengobrak-abrik usaha warga.

Ketua RT 03 Dadang Sudrajat salah satu saksi yang sedang ronda mengatakan bahwa ormas berlambang kujang secara tiba-tiba datang ke lokasi tengah malam. Para anggota ormas ini langsung membabibuta mengancurkan warung usaha warga sambil mencari ormas lainnya.

“Adalah 60 motor. Satu motor tiga orang. Ada yang bawa samurai dan ada yang bawa mambu. Katannya cari ketua ormas karena ada anggotannya yang dipukuli,” ujarnya.

Awalnya masa menghancurkan warung dagangan warga. Melihat itu, dirinya langsung berusaha menenangkan. Namun masa yang banyak tetap merusak warung dan kendaraan yang sedang parkir di dekat warung tersebut.

“Saya pikir tentara saya bilang kalau mau ke sini jangan ngerusak warga enggak tau apa apa kasihan ini janda yang punya warung sampe nangis pas lihat.  Eh saya malah disabet sama samurai. Untung jaket saya tebal samurainya patah,” katanya.

Menurut keterangan Dadang, saat pengerusakan terlihat satu anggota kepolisian yang mengawasi namun tidak berani bertindak. “Saya lihat ada polisi tapi kalah jumlah makannya diem aja kan. Tapi dia diikuti tuh dari sana,” katanya.

Berdasarkan pengakuan ormas berlambang kujang kepada Dadang, kelompoknya emosi karena ada salah satu anggotannya dipukuli oleh salah satu anggota ormas di kawasan Pasar Cisarua Kabupaten Bogor.

“Katannya gitu ada yang dipukulin. Saya bilang jangan begini. Sana saja ada Pak Yapto, saya bilang gitu pada bubar semua,” ungkapnya

Tabrakan di Tol Cawang, 14 Orang Jadi Korban

0

BOGOR DAILY-Dua kendaraaan Toyota Avanza bernomor polisi B 2951 TFI dan Toyota Kijang A 1591 EM, terlibat kecelakaan di Kilometer 0,200 Jalan Tol Cawang arah Cikampek, Senin (11/12/2017) sekitar pukul 04.20 WIB.

Akibat tabrakan tersebut sebanyak 14 orang mengalami luka-luka.

“14 Orang sudah dievakuasi ke RS UKI, Jakarta Timur,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono melalui keterangan tertulis.

Menurut Argo, kecelakaan tersebut diduga karena sopir mobil Toyota Avanza mengantuk saat mengemudi.

“Karenanya, kendaraan menabrak barier pembatas jalan yang berada di tengah. Bersamaan dengan itu bertabrakan dengan Toyota Kijang A 1591 EM yang melaju dari Grogol arah Cikampek,” terangnya.

Argo menjelaskan, mobil Toyota Kijang yang ditabrak tersebut kemudian terpental hingga menabrak pagar di bahu jalan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sutimin mengungkapkan, belasan korban yang dievakuasi akibat tabrakan tersebut mengalami luka berat dan luka ringan.

Dia juga memastikan tak ada korban jiwa akibat kecelakaan tersebut. “Untuk korban ada yang luka berat dan ringan,” terangnya

Trump Declaration

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Calon Bupati Bogor 2018)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Keputusan kontroversial ini ditentang banyak negara-negara dunia. Negara Uni Eropa, Arab bahkan protes juga datang dari sebagian besar negara di dunia.

Sekutu AS di Uni Eropa, Prancis menolak keputusan unilateral tersebut dan menyerukan perdamaian. Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan, status Yerusalem telah menjadi perhatian besar masyarakat dunia. “Status Yerusalem menjadi jaminan keamanan internasional sehingga seluruh komunitas internasional sangat memperhatikannya,” kata dia.

Inggris dan Jerman pun protes dan menilai Yerusalem harus menjadi bagian dari Palestina juga. Status Yerusalem harus ditentukan berdasarkan solusi dua negara. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, tidak ada alternatif lain untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina selain solusi dua negara. Status final Yerusalem pun hanya bisa ditentukan melalui kesepakatan langsung. “Saya secara konsisten menolak segala keputusan unilateral yang memperburuk proses perdamaian Israel-Palestina,”kata Guterres.

Protes yang sama juga datang dari mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad. Bahkan melalui laman facebook dan twitternya, pria yang sukses membawa Malaysia mengalami modernisasi dan kemakmuran yang pesat ini memanjatkan doa yang cukup mengharukan.

“Ya Allah ya tuhan kami, dengarlah rintihan kami. Satukanlah hati kami. Selamatkanlah bumi Palestin dari tangan-tangan yang merosakkannya. “Ini bukan sahaja isu islam tetapi isu kemanusiaan. An attack against Palestine is an attack against all of humanity. Kepada-Mu kami berserah,” katanya.

Sementara itu, dalam satu video klip yang disiarkan baru-baru ini, Mahathir berkata tindakan Trump telah membakar hati semua umat Islam dan akan menyebabkan lebih banyak keganasan terjadi di seluruh dunia. “Tindakan ini akan membakar hati ramai orang Islam, dan saya percaya hasilnya lebih banyak keganasan berlaku di seluruh dunia,” tegasnya.

KEKELIRUAN “TRUMP DECLARATION”
Ada dialog klasik yang diawali dengan pertanyaan “Sebesar apa sih nilai Quds (Yerusalem)?” Lalu muncul jawaban “Quds tak berarti apa-apa, namun Quds adalah segalanya”.

Quds atau Yerusalem sepanjang sejarahnya adalah catatan pertumpahan darah. Tak pernah terjadi penguasa Yerusalem menyerahkan Yerusalam secara sukarela kepada siapapun. Kecuali hanya dalam satu momen sejarah ketika penguasa Yerusalem (Patriach Sophronius) menyerahkan kunci kota langsung kepada Umar bin Khattab pada tahun 637 M. Fakta ini seakan memberi pesan bahwa, Yerusalem lebih sering dikuasai dengan merebutnya. Bukan dihadiahkan.

Keputusan Trump (yang mungkin kelak dicatat sebagai “Trump Declaration”) pada 06 Desember 2017, hanya berselisih beberapa hari dari tanggal “Balfour Declaration” buatan Inggris pada 02 November 1917, yang berisi hak bagi Yahudi untuk mendirikan Negara Israel. Dan 30 tahun kemudian, tepatnya tahun 1947, Negara Israel lahir. Tambah ironis, karena Inggris bersama Perancis justru menjadi negara pertama yang secara terbuka menolak “Trump Declaration”.

Secara alami, kontur tanah Yerusalem memang tak memiliki keistimewaan spesifik dari segi lokasi maupun tingkat kesuburannya. Quds hanya sebuah bukit yang awalnya adalah tanah tandus tak menarik ketika dibuka pertama kali dan diolah oleh Nabi Ibrahim sekitar 2.200 tahun sebelum masehi. Tapi secara spiritual, Yerusalem adalah segalanya bagi penganut tiga agama Samawi yakni Yahudi, Kristen, dan Islam.

Ketika salah satu penganut tiga agama itu menguasai Yerusalem, konflik pun terjadi. Dan itu sekali lagi terjadi sepanjang sejarah Yerusalem. Artinya, Yerusalem adalah kota suci yang “ditakdirkan” menjadi ajang konflik tanpa jeda.
Tentu bagi Israel dan warga Yahudi saat ini dan di manapun, “Trump Declaration” akan dicatat sebagai sebuah loncatan strategis dalam kronologi sejarah Yahudi. Namun “Trump Declaration” tak beda jauh dengan “Balfour Declaration (1917)” atau bahkan dengan pembentukan Gerakan Zionis oleh Theodor Hertzel (1860).

Dan ada fakta kasat mata bahwa “Trump Declaration” adalah pentas kedigdayaan. Sebaliknya, protes Palestina, negara di jazirah Arab, dan umat Islam adalah pentas ketidak berdayaan. Tapi toh dunia belum kiamat. Perlawanan itu tak akan padam dan terlalu kuat untuk dipadamkan oleh sebuah deklarasi.

Ratusan, ribuan, jutaan bahkan miliaran warga di dunia akan berteriak lantang “Wahai Presiden AS, kami tidak butuh petarung karena kami memiliki banyak petarung. Kami pun tidak terlalu memerlukan dana, karena kami punya cukup uang. Yang kami perlukan adalah komitmen dan dukungan kebijakan politik”. Jika ada sisi positif dari “Trump Declaration”, maka sebenarnya dia telah sukses menegakkan kesadaran yang selama bertahun-tahun tidur nyenyak, tak peduli.

“Wa makaru wa makarallah, wallahul khairul makirin” (orang-orang kuffar itu membuat makar, dan Allah pun membuat makar untuk mereka, dan Allah adalah sebaik-baik pembalas makar) – Al Imran: 54. (*)

Tempati Lahan sejak 1970, Sekarang Terancam Digusur PT KAI

0

BOGOR DAILY-Perasaan waswas masih menghantui warga yang tinggal di RT 04/08, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Kenyamanannya mendadak terusik dengan munculnya rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) membangun rel ganda untuk jalur kereta api jurusan Bogor Sukabumi. Alasannya, banyak rumah warga yang bakal kena imbas pembangunan jalur tersebut alias jadi korban penggusuran.

Sejak 1970, ratusan warga telah menempati lahan yang akan dipakai untuk proyek jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pun setiap tahun dibayarkan. Namun dengan adanya rencana PT KAI, warga yang tinggal di sana terancam digusur. Bahkan, setiap tahunnya mereka tak pernah telat membayar.

Ratusan rumah penduduk di sepanjang jalur rel kereta api di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, terancam digusur PT KAI karena dianggap telah menempati lahan milik negara. “Kami sudah puluhan tahun di sini. Setiap tahun bayar PBB. Masa rumah kami mau digusur begitu saja karena PT KAI mau membangun double track (rel ganda, red),” kata Ketua RT 04/08, Kelurahan Batutulis, Unen.

Menurut Unen, di sepanjang jalur kereta api di Batutulis ada ratusan rumah penduduk yang kemungkinan besar kena gusur. Di RT 04 saja, terdapat 67 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak pembangunan rel ganda. “Kami resah karena khawatir digusur tanpa ada kompensasi berupa penggantian tempat tinggal. Kami tidak memiliki rumah lain selain di tempat ini,” keluh Unen.

Merasa nasibnya terancam, warga pun mengadu ke advokat senior yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Sugeng Teguh Santoso.

Menyikapi hal itu, Sugeng Teguh Santoso pun memberi penjelasan tentang tanggung jawab negara kepada warga. “Sebagai pembela warga, saya menjelaskan tentang tanggung jawab negara untuk memberikan kesejahteraan kepada warga,” ucap Sugeng.

Calon Wali Kota Bogor itu menambahkan, PT KAI harus memperhatikan nasib warga yang akan terkena penggusuran. Jangan sampai PT KAI hanya menggusur tanpa memberikan solusi. “PT KAI jangan sekadar menggusur warga, tetapi juga harus memberikan solusi atas permasalahan warga yang kehilangan tempat tinggal,” tandas Sugeng.

Jaringan Alumni PMII Minta Jokowi Usir Kedubes AS

BOGOR DAILY–  Jaringan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengecam Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pernyataan sepihak Trump yang berencana memindahkan kantor perwakilannya ke kota suci itu dianggap telah membangkitjan amarah umat islam di seluruh belahan dunia.

Koordinator Jaringan Alumni PMII Asep Awaludin Hanafi mendesak agar  Presiden Joko Widodo yang sebelumnya telah mengeluarkan nota protes atas pernyataan sikap Trump untuk menggalang kekuatan negara islam di seluruh dunia guna menentang kebijakan Israel dan Amerika Serikat.

Bahkan, mewakili organisasinya,  Asep Awaludin juga meminta pemerintah Indonesia bersikap tegas atas pernyataan sikap AS yang dinilai telah melanggar nota kesepakatan Internasional berkenaan dengan upaya perdamaian Israel-Palestina.

“Kami meminta kepada Presiden Jokowi untuk mengusir kedubes Amerika di Indonesia dan menggalang kekuatan negara islam di seluruh dunia untuk memprotes kebijakan itu,”cetus Asep.

Bahkan ia pun mengajak agar seluruh kelompok masyarakat dari semua lapisan untuk turut menggalang kekuatan atas kebijakan AS. Hal ini dianggap penting untuk memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa rakyat Indonesia mengutuk kebijakan negeri adidaya tersebut.

“Kita perlu galang kekuatan kelompok islam dari mulai ormas, OKP, tokoh agama, cendekiawan  untuk menolak kebijakan tersebut,”tegasnya.

Seperti diketahui, Minggu (10/12) hari ini, ribuan massa melakukan aksi protes langsung di depan Kedutaan Besar (Kedubes) AS.  Bahkan, Presiden Joko Widodo atas nama rakyat Indonesia telah memberikan pernyataan resmi berupa nota protes terhadap sikap Trump. Presiden Jokowi juga menolak penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Kami menilai Presiden sangat memahami, menghayati dan menghormati kebathinan masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam dan menjadikan keberagamaan sebagai faktor pemersatu Bangsa Indonesia,”terangnya.

Menurutnya, negara dan seluruh rakyat Indonesia, apapun agamanya, harus mengecam dan menentang sikap Amerika Serikat dianggap memancing instabilitas baru di dunia.  “Ini harus menjadi cara pandang kita sebagai bangsa yang beragama dalam kerangka menjaga NKRI dan merawat kebhinekaan,”tandasnya. (*)

 

Calon Gubernur Jabar Ini Ingin Ubah Nama Meikarta

0

BOGOR DAILY-Partai Gerindra telah menetapkan Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018 mendatang. Ternyata, dia telah memiliki beberapa rencana jika terpilih menjadi kepala daerah di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia ini.

Sudrajat mengatakan, ingin mengubah nama Meikarta dengan nama yang mengandung unsur Jawa Barat jika nantinya terpilih. Untuk diketahui, Meikarta merupakan proyek pembangunan pusat permukiman yang berlokasi di Cikarang.

Hal itu disampaikan Sudrajat saat menghadiri pengumuman pencalonan dirinya sebagai cagub Jabar pada Pilkada 2018 oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Sabtu (9/12).

“Yang jelas yang saya pikirkan dari segi nama. Mungkin kita harus review kenapa di tengah-tengah Jawa Barat ini ada nama yang kayaknya asing daripada istilah-istilah Jawa Barat. Ini harus bisa kita review kembali,” jelasnya.

Proyek Meikarta juga akan didalami, apakah telah sesuai dengan RTRW atau belum. “Dari aspek lingkungan, dari aspek perizinan dan aspek pembangunan masa depan, apakah itu sesuai dengan rencana tata ruang, apakah ada dampak negatif dan positif bagi rakyat. Sejauh mana manfaat pembangunan itu sebesar-besarnya bagi rakyat banyak,” paparnya.

Jika setelah dikaji hasilnya negatif untuk berbagai aspek, maka izin pembangunan tak akan dikeluarkan. Namun jika pembangunan itu memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat, maka akan dilanjutkan.

“Kalau dampaknya setelah kita teliti, setelah timbang semuanya tidak baik bagi masyarakat Jawa Barat, maka sebaiknya izin tidak kita keluarkan. Tapi kalau manfaatnya banyak, bagus, dan arahnya kita arahkan betul-betul dampak lingkungan dan akhirnya untuk kesejahteraan dan kemajuan rakyat tidak ada salahnya,” jelas Sudrajat.

Dia mengungkapkan, wilayah Pantura juga akan menjadi perhatiannya jika diberi kesempatan menjadi Gubernur Jabar. Tata ruang di wilayah Pantura juga akan dikaji kembali dan disesuaikan dengan perkembangan.

Dampak lingkungan dan industri juga akan diperhatikan apakah akan memberi dampak negatif terhadap lahan pertanian yang ada. “Seperti masalah banjir di Citarum. Masalah limbah-limbah dari pabrik-pabrik dan segala macamnya,” ujarnya.

Dia akan berupaya mengonsolidasikan mana daerah pertanian, industri, dan hutan lindung yang sampai sekarang makin tergerus. Ia akan mengajak bupati dan walikota di Jabar untuk merencanakan tata ruang yang pas sehingga lingkungan tetap terjaga.

“Bagi saya adalah memimpin Jabar tidak hanya bisa diselesaikan oleh gubernur, tetapi harus kerja sama dengan seluruh stakeholders provinsi, kabupaten dan walikota,” pungkasnya.