Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 8859

Calon Panglima TNI dapat Julukan Si ‘Otak Setan’

0

BOGOR DAILY- Presiden Joko Widodo telah menunjuk Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI. Jokowi hanya menyerahkan calon tunggu untuk disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Siapa sebenarnya sosok Kepala Staf Angkatan Udara itu? Berikut delapan fakta menari tentang Hadi Tjahjanto, termasuk soal julukan si ‘otak setan’.

1. Memulai karir sebagai pilot TNI AU

Hadi menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Udara pada 1986 dan Sekolah Penerbang TNI-Angkatan Udara pada 1987. Hadi memulai kariernya sebagai pilot TNI Angkatan Udara di Skadron 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Ia banyak menghabiskan waktunya di Skadron 4 Malang hingga menjabat Komandan Flight Ops A Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2. Hadi kemudian menjabat Komandan Lanud Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, pada 2010-2011.

Pada tahun 2013-2015, ia diberi tugas sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara. Kemudian pada tahun 2015, Hadi kembali ke Lanud Abdurachman Saleh, Malang, sebagai Komandan Lanud.

2. Pernah menjadi Sekretaris Militer Presiden di istana

Marsekal Hadi Tjahjanto bukanlah orang baru bagi Presiden Jokowi. Pada tahun-tahun awal pemerintahan Jokowi, Hadi ditunjuk Jokowi sebagai Sekretaris Militer.

Sebagai Sekretaris Militer, Hadi bekerja di bawah lembaga Kementerian Sekretariat Negara. Dia mendapat tugas untuk memberi dukungan teknis dan administrasi kepada Presiden dalam menyelenggarakan kekuasaan tertinggi dalam hal pengangkatan dan pemberhentian perwira Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, penganugerahan gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan.

Selain itu, Hadi juga bertugas mengkoordinasi langsung pengamanan Presiden dan Wakil Presiden.
Layaknya perwira-perwira lain yang bekerja dekat dengan Presiden Jokowi, Hadi pun mendapat promosi pada tahun 2016 dengan menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan.

3. Hadi Tjahjanto memilki harta lebih dari Rp 5 miliar

Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang diakses di situs KPK (acch.kpk.go.id), Hadi memiliki total kekayaan sekitar Rp 5 miliar atau tepatnya Rp 5.001.683.500 dan 60.000 dollar AS.

Hadi terakhir kali melaporkan LHKPN-nya ke KPK pada 24 Juni 2016 saat menjabat Sekretaris Militer Presiden di Kementerian Sekretariat Negara.

Kekayaan Hadi tersebut terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan di beberapa daerah senilai total Rp 594.105.500.

Salah satunya bangunan seluas 38,5 meter persegi dengan nilai NJOP Rp 462.247.500. Hartanya yang terletak di Jakarta Selatan tersebut tercatat diperoleh tahun 2012.

Hadi juga memiliki harta bergerak berupa alat transportasi dan mesin lainnya, seperti sejumlah mobil dan sepeda motor senilai total Rp 515.700.000.

Salah satunya adalah mobil Toyota Kijang Inova tahun pembuatan 2015 senilai Rp 247.500.000.

Ia juga memiliki harta bergerak lain berupa logam mulia senilai Rp 391.875.000. Dia juga tercatat memiliki giro dan setara kas lainnya yang berasal dari hasil sendiri dan warisan senilai Rp 3,5 miliar dan 60.000 dollar AS.

4. Punya “chemistry” dengan Jokowi

Hadi yang pernah mengabdi sebagai Sekretaris Militer dan bekerja sehari-hari mendampingi Presiden Jokowi, menjadikannya dekat dengan orang nomor satu RI itu.

Apalagi, Hadi pernah menjadi Danlanud Adi Sumarmo, Solo pada tahun 2010-2011, saat Jokowi masih menjadi Wali Kota di kota itu.

Kedekatan inilah yang setidaknya menimbulkan “chemistry” Hadi dengan Jokowi. Salah satunya bisa terlihat saat Jokowi meresmikan pesawat N219 sebagai pesawat Nurtanio di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Dalam peresmian itu, Jokowi ditemani puluhan anak sekolah dasar. Mereka mengenakan baju seragam sekolah dan topi biru dengan tulisan N219.

Namun, ada kejadian tak terduga. Setelah Jokowi mengucapkan kalimat peresmiannya, salah satu siswi yang berada di barisan paling depan muntah. Jokowi yang melihat peristiwa tersebut langsung menggerakkan tangannya menunjuk ke arah anak perempuan yang muntah itu.

Ia meminta ajudan membawa anak itu beristirahat. Namun, kode Jokowi itu tak langsung cepat ditangkap ajudannya.

Justru KSAU Hadi Tjahjanto yang langsung menangkap kode dari gerak-gerik Jokowi itu. Dengan sigap, Hadi langsung menggendong bocah SD tersebut untuk membawanya beristirahat di bagian belakang pesawat.

5. Disiapkan Jokowi sejak lama

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menilai Hadi Tjahjanto sudah sejak lama disiapkan Presiden Jokowi untuk menjadi calon Panglima TNI. Hal tersebut terlihat dari pilihan Presiden Jokowi saat mengangkat KSAU.

Saat itu, lanjut Gatot, Jokowi justru tidak memilih mengangkat Wakil KSAU. Jokowi lebih memilih mempromosikan Hadi yang ketika itu menjadi Irjen Kemenhan.

“Beliau (Jokowi) tidak mengambil Kepala Staf dari Wakasau dinaikkan mendadak, semuanya sudah sesuai dengan persiapan. Semua ini sudah dipersiapkan secara regenerasi, penyiapan kader-kader sejak awal,” kata Gatot di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017).

6. Waktu pensiun masih lama

Jenderal Gatot Nurmantyo menilai, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto merupakan perwira bintang empat TNI yang paling tepat untuk menggantikan posisinya sebagai panglima TNI.

Pasalnya, Hadi memiliki waktu pensiun yang paling lama dibandingkan dengan perwira TNI bintang empat lainnya. Dengan begitu, Hadi bisa memimpin TNI dalam menghadapi tahun politik di Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi akan pensiun pada Mei 2018. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono pensiun pada Januari 2019. Hanya Hadi yang masa pensiunnya sampai 2020.

Hadi diketahui lahir di Malang, 8 November 1963. Pada tahun 2020, Hadi akan pensiun di usia 57 tahun.

7. Si “otak setan”

Hadi merupakan anak pertama dari pasangan Bambang Sudardo dan Nur Sa’adah.

Pada masa muda, Hadi dikenal sebagai sosok yang cerdas, terutama saat masih mengenyam pendidikan di bangku SMA Negeri Lawang, Kabupaten Malang.

Ketika itu, Hadi yang mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dianggap mudah mencerna mata pelajaran. Tak jarang, teman-teman Hadi menganggapnya sebagai si “otak setan”.

“Temannya (SMA) kalau ketemu saya bilang, Hadi itu memang otak setan,” kata ayah Hadi, Bambang Sudardo, saat ditemui di kediamannya.

8. Berasal dari keluarga TNI AU

Sejak kecil, Hadi memang memiliki keinginan untuk menjadi prajurit TNI. Ayahnya yang merupakan prajurit sersan mayor di Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh memotivasi Hadi untuk ikut mengabdikan dirinya di dunia kemiliteran.

Akhirnya, setelah lulusan dari SMA Negeri Lawang, Hadi langsung masuk Akademi Angkatan Udara (AAU) dan lulus pada tahun 1986.

“Hanya ingin jadi tentara karena melihat lingkungannya juga,” kata ayah Hadi.

Saat ini, pria kelahiran Malang, 8 November 1963, itu dipilih Presiden Joko Widodo untuk diajukan ke DPR RI sebagai calon panglima TNI.

Jika uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR lolos, Hadi akan menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Dia juga akan menjadi Panglima TNI kedua yang berasal dari TNI AU. Sebelumnya, Marsekal TNI Djoko Suyanto sempat menjadi Panglima TNI pada tahun 2006-2007.

Sumber: Kompas.com

Pesan Menteri Agama Bikin Adem Soal ‘Pocong’ Aksi 212

BOGOR DAILY- Raden Evan Rizky Laksana (20) alumni SMAN 9 Bogor berhasil menghebohkan warganet terkait pernyataannya baru-baru ini yang diunggah di akun sosial media miliknya. Pemuda yang diduga seorang LGBT ini menyebut aksi reuni 212 dengan sebutan yang tidak pantas di kawasan Monumen Nasional, Sabtu (2/12) kemarin.

Kemenag Lukman Hakim Saifuddin turut menanggapi pernyataan anak muda ini agar masyarakat jangan berlebihan. “Saya enggak tau itu pocong. Yaaah Jangan berlebihan, enggak bisa begitu. Jangan saling menghina antar semsama kita. Cukup ya,” katanya.

Sang ABG merekam video saat massa peserta aksi reuni 212 berada di sekitaran Monas.

Kemudian, video itu diduga diunggahnya melalui aplikasi pesan singkat whatsapp.

Sayangnya, dalam video berdurasi 17 detik itu, ia meyebut aksi tersebut dengan sebutan yang sangat tidak pantas untuk diucapkan.

Berdasarkan penelusuran, video itu pertama kali diunggah melalui akun Agung Adi pada Senin (4/12) pukul 09.40 WIB.

“Sgr jihad senyap utk anak SMA 9 Depok ini!!!,” tulis Agung Adi.

Dalm unggahan itu, disertakan pula identitas sang ABG yang dikabarkan salah satu siswa SMAN 9 Bogor bernama Raden Evan Rizky.

Bahkan, akun tersebut juga menyertakan nomor kontak Evan yakni 089620591769.

“Gara-gara pocong-pocong sialan ini, pocong-pocong sialan yang katanya pembela-pembela Islam t*ik, tau gak bikin semua jalan ditutup, anj*ng,” demikian suara dalam rekaman video tersebut.

Sontak saja, unggahan itu langsung mendapat respon dari warganet yang kebanyakan mengecam tindakan sang ABG.

Hingga berita ini ditulis, Selasa (5/12) pukul 03.21 WIB, unggahan tersebut mendapat respon cukup banyak dari warganet.

Tercatat, unggahan Agung Adi itu sudah mendapat tak kurang dari 2.900 komentar dan 24.824 kali dibagikan.

Sementara warganet yang meng-klik emoticon pun sudah mencapai lebih dari 2.100 kali.

Mendikbud Janjikan Anggaran Paud Rp3 Triliun

0

BOGOR DAILY-Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau setara dengan Taman Kanak-Kanak (TK) kini Pemerintah Pusat  serius memerhatikannya. Begitu janji Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy di Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Selasa (05/12/2017).

Hal itu terbukti dengan anggaran yang selalu naik setiap tahunnya. Kenaikannya tergolong drastis.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan untuk tahun 2016-2017 anggaran Pendidikan dan Dan Kebudayaan mencapai 3 triliun.

“In Syaa Allah tahun depan anggaran PAUD naik jadi 3 triliun,” ujarnya disela-sela launcing Prodi Pendidikan Guru PAUD di STKIP Muhammadiyah, Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Selasa (05/12/2017).

Selain itu, Muhadjir Effendy mengungkapkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga menyediakan anggaran berupa bantuan Operasional untuk PAUD bernama (POP).

“Yang jumlahnya hampir sama dengan bantuan untuk sekolah yang berupa BOS,” pungkasnya.

Sebut Peserta 212 ‘Pocong’, Remaja di Bogor Diburu Netizen

0

BOGOR DAILY- Aksi reuni 212 pada Sabtu (2/12) lalu di Monas Jakarta, tak lepas dari caci maki sebagian orang. Selain dituding sebagai aksi intoleran juga dianggap sebagai dalang kemacetan di Ibu Kota Jakarta.

Sebuah video Siswa SMA di Bogor direkam tengah mencaci-maki aksi reuni tersebut dengan kata-kata yang tidak pantas.

Ironisnya, caci-maki itu diunggah dalam bentuk video melalui intagram stroy-nya baru-baru ini.

Video tersebut kian tersebar masif di linimassa dan menuai tanggapan netizen. Dalam video tersebut,  Sang remaja merekam video saat massa peserta aksi reuni 212 berada di sekitaran Monas.

Video itu pertama kali diunggah melalui akun Agung Adi pada Senin (4/12) pukul 09.40 WIB.

“Sgr jihad senyap utk anak SMA 9 Depok ini!!!,” tulis Agung Adi.

Dalam unggahan itu, disertakan pula identitas sang ABG yang dikabarkan salah satu siswa SMAN 9 Bogor bernama Raden Evan Rizky.

Bahkan, akun tersebut juga menyertakan nomor kontak Evan yakni 089620591769.

“Gara-gara pocong-pocong sialan ini, pocong-pocong sialan yang katanya pembela-pembela Islam t*ik, tau gak bikin semua jalan ditutup, anj*ng,” demikian suara dalam rekaman video tersebut.

Sontak saja, unggahan itu langsung mendapat respon dari warganet yang kebanyakan mengecam tindakan sang ABG.

Hingga berita ini ditulis, Selasa (5/12) pukul 03.21 WIB, unggahan tersebut mendapat respon cukup banyak dari warganet.

Tercatat, unggahan Agung Adi itu sudah mendapat tak kurang dari 2.900 komentar dan 24.824 kali dibagikan.

Sementara itu, aksi remaja bogor itu membuat seorang netizen dengan akun Sony Kaloko akhirnya memburu yang bersangkutan. Sony mengaku sudah mendatangi rumah pengendara mobil yang disebutkan bernama Raden Evan Rizky itu.

Namun hasilnya, rumah pria yang diduga melakukan penghinaan tersebut dalam keadaan kosong. Sony pun berencana akan melaporkan Evan ke kepolisian.

“Saya sdh datangi rumahnya di dampingi RT & warga sekitar, rumahnya kosong. Saya sampaikan apabila sampai besok si Evan tdk datang/nongol, maka saya akan laporkan hal ini ke Polresta Bogor dgn Pasal Ujaran Kebencian, Penistaan Agama & UU ITE 😡,” tulis Sony, 5 Desember 2017.

Usai Ditegur Mendikbud, Gerombolan Siswa di Bogor Dikasih Duit

0

BOGOR DAILY-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menegur sejumlah pelajar yang tengah bergerombol di luar sekolah dan sedang asyik merokok.

Teguran diberikan saat Mendikbud dan rombongan menuju Istana Bogor, pagi tadi (Selasa, 5/12).

Mendikbud turun dari mobil dan langsung menyapa para gerombolan siswa itu. Awalnya, para siswa sempat tak percaya bahwa yang menegur mereka adalah seorang menteri kabinet.

Setelah melakukan pengecekan dan meyakini bahwa yang menegur mereka adalah seorang menteri, barulah mereka mematikan rokok dan menyalami Muhadjir. Mendikbud saat itu menggunakan mobil Kijang Innova dengan plat nomor RI 27.

Para siswa sendiri mengaku sudah selesai ujian akhir semester, makanya berada di luar sekolah.

“Kalau sudah selesai ujian sebaiknya belajar untuk ujian besok. Atau pulang membantu orang tua. Jangan bergerombol dan merokok begini, kurang produktif,” jelas Mendikbud.

Nampaknya menteri yang juga guru besar Universitas Negeri Malang ini masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu, yakni perkelahian yang menyebabkan seorang pelajar tewas di kabupaten Bogor.

Menteri Muhadjir juga berpesan kepada para pelajar agar tidak mudah ikut dalam perkelahian. Dia bilang, usia muda sangat menentukan untuk memperbanyak bekal masa depan. “Jangan digunakan untuk hal-hal negative, perbanyak aktivitas positif,” pesannya.

Menariknya, usai menasehati para siswa dan menyuruhnya pulang, Mendikbud merogoh uang dari sakunya. Masing-masing siswa diberinya uang Rp. 100.000.

“Jangan buat beli rokok ya,” jelas Mendikbud yang dijawab serentak, “Iya, pak Menteri. Terima kasih”.

Aksi berhenti spontan di tengah jalan ketika melihat siswa memang menjadi kebiasaan Mendikbud setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah. Biasanya Mendikbud membagikan buku bacaan cerita rakyat.

Kebiasaan lainnya adalah melaksanakan apel atau upacara bendera setiap hari Senin di sekolah-sekolah yang dipilihnya secara acak. Tujuannya, kata Mendikbud, untuk selalu dekat dan memotivasi siswa di Indonesia. Selain itu juga untuk memupuk nasionalisme.

Mendikbud ke Bogor hari ini untuk menghadiri rapat di Istana Bogor bersama presiden dan jajaran Kabinet Kerja. Selain itu ia juga menyempatkan menghadiri launching Program Studi Pendidikan Guru PAUD di STKIP Muhammadiyah Bogor.

Bandar Sabu Jaringan Internasional Dibekuk di Bogor

BOGOR DAILY- JI alias Kojeg (54), pengedar sabu jaringan internasional ditangkap petugas gabungan BNN Kabupaten Bogor dan Brimob Kedunghalang Bogor. Dari tangan Kojeg petugas mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 417,52 gram.

Barang itu dipasok oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Nigeria berinisial H.

“Tersangka JI kami tangkap di wilayah Yasmin Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dari yang bersangkutan kami amankan barang bukti narkoba jenis sabu dengan berat total 417,52gram,” kata Kepala BNN Kabupaten Bogor, Setya Nugraha Budi, Selasa (5/12/2017).

Barang bukti yang diamankan, lanjut Budi, merupakan narkoba siap edar yang sudah dikemas dalam empat bungkus dengan berat yang berbeda.

“Masing-masing paket diberi kode A, B, C dan D. Berat masing-masing paket berbeda, diduga ini akan dikirim tersangka ke pemesannya,” terang Budi.

Budi menyebut, tersangka JI merupakan pengedar sabu yang mendapat pasokan dari seorang bandar besar asal Nigeria berinisial H. Saat ditangkap, JI diduga tengah menunggu perintah dari H untuk mengantar sabu kepada pemesannya.

“H ini asal Nigeria dan sudah kita tetapkan sebagai DPO. Jadi JI ini mendapat pasokan dari H. Barang bukti yang kita amankan adalah kiriman yang kedua, sebelumnya H sudah memasok 500 gram sabu dan sudah dikirim tersangka JI ke pemesannya,” imbuhnya.

Selain mengamankan JI, petugas BNN Kabupaten Bogor juga mengamankan dua pengedar ganja, Rusdiansyah dan Mulyana. Dari kedua pengedar, petugas BNN mengamankan enam paket ganja dan 11 paket sabu.

Jokowi Didatangi Ibu Negara Afghanistan

0

BOGOR DAILY- Ibu Negara Afghanistan Rula Ghani menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor. Kehadiran Rula Ghani disambut oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

Rula Ghani tiba di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2016) pukul 16.58 WIB. Rula Ghani tampak mengenakan blazer warna cokelat muda dan selendang putih.

Begitu turun dari mobil, Rula Ghani disambut langsung oleh Retno Marsudi yang tampak mengenakan blus warna biru dengan corak batik. Setelah bersalaman, Retno langsung mengajak Rula Ghani masuk ke dalam Istana.

Di ruang teratai, Jokowi sudah menunggu. Retno kemudian memperkenalkan Rula Ghani ke Presiden Jokowi.

Rula dan Jokowi bersalaman. Tak lama, Jokowi langsung mengajak Rula ke ruang kerja Presiden. Di ruang itu perbincangan keduanya berlangsung.

Belum diketahui apa saja yang akan dibahas dalam pertemuan itu.

Dilaporkan Balik Dewi Persik, Transjakarta Santai

0

BOGOR DAILY-Manajemen PT Transjakarta siap mengikuti proses hukum atas tuduhan pencemaran nama baik yang dilaporkan pendangdut Dewi Perssik dan suaminya, Angga Wijaya. “Indonesia adalah negara hukum,” kata juru bicara PT Transjakarta, Wibowo, Selasa, 5 September 2017.

Sebagai warga negara, kata Wibowo, pedangdut yang memiliki nama lengkap Dewi Murya Agung dan suaminya berhak atas pelayanan hukum. Karena itu ia menilai langkah yang diambil pasangan itu tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Laporan yang dibuat Dewi dan Angga berkaitan dengan insiden di jalur Transjakarta pada 24 November 2017. Saat itu mereka menggunakan sedan Jaguar dengan nomor polisi B 12 DP dan berusaha menerobos busway namun dihalangi petugas Transjakarta bernama Harry Maulana.

Dalam pertengkaran itu, Harry mengaku mendapat makian dan ancaman dari Angga. Belakangan, pada 2 Desember 2017, Harry melaporkan Angga ke Polda Metro Jaya atas tuduhan melakukan ancaman dan penghinaan.

Dewi dan Angga menilai tuduhan Harry itu tidak berdasar. Mereka merasa difitnah dan nama baiknya tercemar. Akhirnya kemarin mereka datang ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan Harry.

Maha Awan Buana, pengacara Angga Wijaya, mengatakan laporan kliennya untuk mengimbangi mengadukan Harry. Bahkan kliennya berencana juga untuk melaporkan Wibowo karena dinilai turut menyebarkan fitnah terhadap kliennya.

“Yang dilaporkan di sini akan berkesinambungan,” kata Awan.

Wibowo mengatakan, aturan yang melarang kendaraan pribadi masuk busway sudah baku. “Itu dipertegas dengan seluruh ketentuan,” katanya.

Wibowo tidak risau dengan rencana suami Dewi Perssik yang akan melaporkannya juga ke polisi. “Enggak apa-apa. Saya hanya menyampaikan kronologi berdasarkan laporan petugas.”

Larangan Rokok di Taman Bogor Bakal Diberlakukan

0

BOGOR DAILY-Meski sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2009 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), namun area publik seperti taman kota masih belum bebas dari asap rokok.

Namun kondisi itu, nampaknya akan berubah setelah Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kota Bogor memasukan taman menjadi salah satu kawasan tanpa rokok.

Artinya kedepan, bagi warga yang kedapatan merokok di taman bersiap-siap bakal dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) oleh pemkot.

“Taman masuk sebagai usulan tempat-tempat umum lainnya yang dimasukan dalam revisi Perda KTR yang kini sedang dibahas di DPRD,”  ujar Kasi  Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Bogor, Ika Lasty Ningrung.

Menurut dia, kondisi taman kota saat ini sudah berubah sejak Perda KTR dibuat pada tahun 2009. Sekarang taman sudah lebih banyak digunakan warga untuk beraktivitas, sehingga perlu diakomodir dalam revisi Perda KTR. “Kalau dalam perda yang lama merokok di taman memang diperbolehkan karena berada di ruang terbuka,” bebernya.

Karena itu, dalam poin usulan revisi Perda KTR, taman akan dibuat terpisah menjadi kategori KTR tersendiri. Jadi, katanya, masyarakat tidak bisa sembarangan merokok di taman dan pedagang tidak diizinkan berjualan rokok di area taman. “Kalau untuk definisi taman yang akan dipakai,  masih belum digarap secara mendetail,”  ucapnya.

Namun,  ketentuan selanjutnya kata dia, akan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) yang akan mengakomodir Perda KTR. Kalaupun sudah pasti, poin ini difokuskan pada semua taman, dari taman kota, perumahan dan perkantoran. “Pengennya semua taman di Kota Bogor, nanti akan dibahas atau ditetapkan lebih lanjut,” tambah Ika.

Dalam pengawasannya, sambung dia, dinkes akan bekerja sama dengan pihak keamanan. Diantaranya, petugas taman kota dan satpam di taman perumahan maupun perkantoran. Ika juga meminta masyarakat untuk membantu pengawasan, menegur dan melaporkan apabila ada pelanggaran.

“Begitupula dengan sanksi dan aturan lainnya masih terus dibahas,” pungkasnya..

Rencana memasukkan taman sebagai KTR pun diapresiasi oleh Kasi Pemeliharaan Taman Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Erwin Gunawan. Menurutnya, usulan tersebut akan semakin meningkatkan kenyamanan masyarakat saat menghabiskan waktu di taman.

“Masyarakat dari berbagai kalangan harus bisa menikmatinya tanpa harus terganggu oleh asap rokok. Kami, Disperumkim, menyambut baik jika taman masuk dalam KTR,” katanya.

Papan larangan bertuliskan Kawasan Tanpa Rokok pun akan semakin disebarkan guna menyosialisasikan kepada masyarakat. “Tapi, memang akan lebih maksimal apabila sudah dimasukkan ke Perda,” tutupnya.

Di mana-mana Gas Melon Jadi Rebutan

BOGOR DAILY- Kelangkaan gas yang terjadi di Kabupaten Bogor Hingga merambah ke Tanjungari. Seperti warga yang kini dialami warga Desa Tanjungsari. Umumnya warga merasakan kelangkaan gas tersebut  lebih dari empat hari.

“Sudah empat hari nyari gas tidak ketemu. Jadi terpaksa masak pakai kayu,” tukas Ujang Sumantri (32).

Warga RT 07/11 Desa Tanjungsari ini mengaku kesulitan mendapati gas di setiap agen penjual gas. Tak terkecuali di SPBU terdekat. “Saya sudah beberapa kali ke semua agen gas. Semua bilang kosong,” tukasnya.

Ia berharap pemerintah bertanggungjawab atas kebijakan konversi minyak tanah ke gas dengan menyediakan stok gas yang cukup. “Dulu pakai minyak tanah dipaksa ganti ke gas. Sekarang gasnya langka, harusnya jangan sampai terjadi seperti ini,” tuturnya.

Salah satu agen di simpang Jalan Raya Tanjungsari-Cariu, Manggara Sirait menerangkan, kelangkaan gas sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Menurutnya, kelangkaan akibat pengurangan stok gas dari pusat. ” Waktu saya belanja, kata orang SPBE, stoknya sedang dikurangi, makanya mulai langka,” tukasnya.

Sementara, permintaan masyarakat tidak berkurang. Sehingga, tak sedikit warga yang kembali menggunakan kayu bakar. “Kasihan saya. Ada konsumen saya yang akhirnya pakai kayu bakar untuk masak,” ucapnya.

Selain pengurangan stok gas subsidi, informasi yang dia dapat, pemerintah sengaja mengurangi stok gas melon untuk mengupayakan Bright Gas 5,5 kg bisa diterima oleh masyarakat. “Katanya nanti gas subsidi 3 kilo mau dihapuskan. Diganti dengan yang 5 kilo (5,5 kg,red),” pungkasnya.

Kondisi itu dibenarkan oleh Camat Tanjungsari, Kosasih. Menurutnya, kelangkaan gas yang terjadi berkaitan dengan muncunya produk LPG Bright Gas dalam kemasan baru berukuran 5,5 kg oleh PT Pertamina Oktober lalu.

“Walau masih prediksi, saya yakin, kelangkaan gas ini berkaitan dengan peralihan gas 3 kilo subsidi ke gas 5,5 kilo nonsubsidi,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi gas 5,5 kilo pada dasarnya akan menguntungkan masyarakat. Lantaran, gas tersebut lebih ringan sehingga memudahkan warga membawanya. Namun, harga yang diterapkan menurutnya cukup memberatkan masyarakat kecil.

“Yang saya tahu, harga resmi Bright Gas 5,5 kg adalah Rp325 ribu pertabung beserta isinya. Sedangkan harga isi ulang Rp67.500. Tentunya ketika di warung harganya lebih tinggi,” ucapnya.