Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 8858

Sudah Dilarang, PNS Bogor Masih Rebutan Gas Elpiji 3 Kilo

0

BOGOR DAILY- Ratusan warga mengantre untuk membeli tabung gas bersubsidi ukuran 3 (tiga) kilogram atau gas melon di lokasi operasi pasar yang digelar pihak Pertamina di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (7/12/2017). Tidak hanya warga tak mampu, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Bogor juga nampak ikut dalam antrean tersebut.

Pantauan di lokasi, ratusan warga sudah mulai mengantre sejak pukul 09:00 wib. Beberapa warga yang ikut mengantre ada yang membawa 2 tabung gas melon sekaligus.

“Saya sudah cari kemana-mana, tapi enggak dapat gas. Kemarin ikut operasi pasar kayak gini, tapi kehabisan. Ada yang jual di warung harganya sampai Rp 25 ribu. Makanya pas ada info operasi pasar lagi, saya bawa 2 tabung, buat persiapan, saya di rumah kan ada 2 kepala keluarga,” kata Hendi, warga sekitar yang ditemui di jalan Paledang, Kota Bogor, Kamis (7/12/2017).

Di antara barisan antrean pembeli gas bersubsidi, nampak seorang PNS ikut dalam antrean tersebut. Pria yang menggunakan seragam putih hitam dengan pin berlambang Kopri ini membawa satu tabung.

“Ini bukan untuk di rumah, ini untuk di kantor kelurahan. Karena pegawai di kelurahan yang biasa beli gas tidak ada, saya inisiatif saja, ikut antrean disini. Di kelurahan ada juga gas yang besar, tapi kalau habis pakai gas 3 kilogram ini,” kata Kurnia yang mengaku sebagai PNS di Kelurahan Paledang saat ditemui usai mengantre gas bersubsidi.

Ketua Hiswana Bogor, Bahriun mengatakan, operasi pasar dilakukan sebagai upaya menekan kelangkaan gas dan lonjakan harga yang dimanfaatkan oleh pengecer gas. Dalam operasi pasar kali ini pihak Pertamina menyediakan 560 tabung gas melon.

“Ini operasi pasar yang kedua, sebelumnya kita turunkan 1000 lebih tabung, hari ini 560 tabung kita siapkan dan kita jual dengan harga Rp 16 ribu, itu harga untuk agen. Tabung ini untuk warga kategori tidak mampu, dan untuk membelinya kita minta menunjukkan KTP. Operasi pasar akan kita lakukan hingga 8 hari ke depan di beberapa titik,” kata Bahriun.

Seperti diketahui kelangkaan gas ukuran 3 kilogram sudah terjadi di Bogor sejak dua pekan terakhir. Kondisi ini dimanfaatkan beberapa penjual dengan menaikkan harga jual. Gas melon yang sebelumnya di jual di kisaran harga 19 ribu-20 ribu, dijual dengan harga 22 ribu – 25 ribu.

“Saya sudah cari kemana-mana, tapi memang lagi kosong gasnya, ke agen juga kosong. Ini gas susah sudah seminggu, hampir dua minggu. Ada yang jual harganya Rp 23 ribu, ada yang jual Rp 25 ribu. Saya enggak bisa apa-apa, ini kan kebutuhan, mau enggak mau saya beli,” kata Suhanda, ketika ditemui di Jalan Paledang, Kota Bogor, Kamis (7/12/2017).

PT. Star Tjemerlang Laporkan Penyerobot Tanah Ke Polres Bogor

BOGOR DAILY-Untuk kesekian kalinya PT. Star Tjemerlang melaporkan sejumlah oknum yang diduga menyerobot tanah miliknya kepada Polres Bogor. Pasalnya tanah HGB Nomor : 4817 yang berlokasi di Kelurahan Sukahati Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor itu akan digunakan untuk pembangunan perumahan oleh pihak lain.

Menurut laporan polisi Nomor LP/B/1233/XI/2017 tertanggal 03 November 2017 dengan dasar kepemilikan Sertipikat HGB yang berakhir pada tahun 2039 itu, telah terjadi Tindak Pidana Penguasaan tanah tanpa ijin yang berhak atau kuasanya yang sah dilakukan oleh orang yang belum diketahui isentitasnya dengan cara terlapor dengan memasang poagar permanen di tanah milik pelapor yang terletak di Jalan Sukahati Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor se;uas 3.3338 M2. Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian materiil miliaran rupiah.

General Affair PT Star Tjemerlang, Sunarto Rusli ketika dikonfirmasi mengatakan, kasus dugaan penyerobotan tanah yang dilakukan oleh oknum  itu telah dilaporkan ke Reskrim Polres Bogor, bahkan tanah yang diduga diserobot oleh oknum itu kini kondisinya sudah dipagar tembok beton dan dipagar seng di bagian depan jalan Pajeleran RT.001/005 Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor,’ ungkapnya.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pihak yang diduga menyerbot tanah milik PT Star Tjemerlang berinisial MJ, UM dan SD tersebut,  telah menjual dengan cara over garapan kepada pihak pengembang senilai 1 miliar, bahkan pihak pengembang tersebut  mencoba memasarkan konsep perumahan atas tanah tersebut kepada publik dengan nama perumahan Firdaus 1, padahal lokasi yang dimaksud terletak didalam tanah HGB milik PT. Star Tjemerlang

“Oleh karena itu kejadian tersebut, maka para calon konsumen harap berhati – hati dalam membeli rumah yang belum jelas legalitas kepemilikan tanahnya, agar terhindar darai permasalahan surat-surat tanah dan perizinannya yang belum tentu pengembang tersebut memiliki izin resmi dari Pemerintah Daerah setempat,” ujarnya

Informasi lain yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, para pihak penyerobot tersebut telah menjual tanah milik PT. Star Tjemerlang itu dengan cara over alih garapan yang seakan akan tanah HGB yang sudah habis masa berlakunya, sehingga meraka beranggapan bahwa tanah itu dianggap sebagai tanah negara. Padahal sesuai data yang ada di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, bahwa tanah tersebut adalah tanah HGB No.4817  yang berakhir hak pada tahun 2039

Sementara itu, sebelumnya PT Star Tjemerlang pernah melaoprkan kasus yang sama dengan obyek tanah yang berbeda, yakni dugaan penyerobotan tanahnya yang dilakukan oleh oknum dengan laporan Polisi Nomor STBL/ B /1460/IX/2016/Jbr. Res. Bgr tanggal 28 September 2015, tentang tindak pidana larangan pemakaian tanah tanpa ijin yang berhak atau kuasanya yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1 UU RI NO.51 Perpu Tahun 1960, maka penyidik Polres Bogor telah menindaklanjuti dengan mengundang sejumlah pihak dalam menentukan batas yang diminta oleh Polres Bogor.

Tanah yang diduga telah diserobot oleh oknum tersebut telah memiliki sertifikat hak guna bangunan (SHGB) yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) seluas 7644 M2 pada 21 Agustus 2009 dan berakhir masa berlaku nya tahun 2039.

Sementara itu, KBO Polres Bogor, Iptu. Enjo Sutradjo, SH dikonfirmasi wartawan yang berada di lokasi pengukuran mengatakan, kegiatan pengukuran ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan. “ Kami tidak mau belum menetapkan tersangka dalam kasus sengketa tanah ini dan  tunggu lebih lanjut hasilnya nanti,” ujarnya singkat.

Remaja Penista Agama di Bogor Akhirnya Minta Maaf

0

BOGOR DAILY-Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menjembatani Evan dengan umat Islam, khususnya Mujahid dan Mujahidah 212 serta umat islam umumnya.

akhirnya Evan datang bersama ibunya dan menyampaikan pernyataan maafnya kepada ACTA dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

Secara resmi tertulis dan bermaterai Evam memohon maaf kepada umat Islam dan secara terbuka melalui media. Ia berjanji tidak mengulangi lagi perbuatanya yang salah telah menghina umat Islam.

Berikut adalah isi pernyataannya:

1. Membenarkan bahwa video itu saya yang upload, akan tetapi dalam beberapa menit kemudian saya sangat merasa bersalah dan menyesal sehingga saya menghapusnya. Tapi ada orang yang memviralkan video tersebut.

2. Saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada ibu saya, keluarga saya, kaum muslimin dan muslimat seluruh Indonesia bahkan dunia, serta ormas-ormas Islam bahwa kejadian kemarin adalah murni kekhilafan saya dan tanpa ada pihak manapun yang menyuruh saya.

3. Saya tidak mengulangi perbuatan itu kembali.

Wakil ketua ACTA Habib Novel Bamu’min menghimbau kepada warga sekitar kediaman Evan dan umat islam di manapun berada agar memberikan kesempatan kepada Evan untuk bisa kembali hidup dengan tenang.

“Evan sudah menyadari kesalahannya yang spontan itu karena terjebak macet saat bubaran reuni alumni 212. Dia juga sudah meminta maaf secara terbuka,” terang Habib Novel kepada Pojokjabar.com

Sebagai informasi, permasalahan ini tidak dilanjut ke pihak kepolisian. Evan diharapkan tidak mengulangi perbuatannya dan meminta maaf ini kepada RT dan RW setempat serta di sekitar Evan beraktifitas sebagai bukti bahwa sudah serius membuat pernyataan minta maaf tertulis.

Pertamina Tambah Pasokan Gas Melon di Bogor

0

BOGOR DAILY-Beberapa hari ini terjadi kelangkaan elpiji tabung hijau 3 kilogram di beberapa kota khususnya Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang (Jabodetabek). Merespons hal tersebut pertamina pun menambah pasokan gas melon.

Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati menjelaskan, pihaknya mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) maupun Dinas Perindustrian dan Energi di masing-masing wilayah.

Penambahan pasokan dilakukan ke agen atau pangkalan resmi Pertamina. Jumlahnya bervariasi hingga 60 persen dari penyaluran normal.

“Kami terus berkoordinasi dengan Disperidag untuk memantau sejumlah titik dan mengupayakan ketersediaan pasokan sesuai kebutuhan,” ujar Dian Hapsari dikutip dari keterangan resminya, Kamis 7 Desember 2017.

Dian menambahkan, pihaknya juga telah melaksanakan operasi pasar pada beberapa tempat sejak Senin, 4 Desember 2017. Di Kota dan Kabupaten Bogor dan Depok, operasi pasar telah dilaksanakan sejak dan akan berlanjut pada hari ini, sehingga total tambahan penyaluran mencapai masing-masing 57 persen dan 47 persen dari kondisi normal.

Sementara di wilayah Priangan Timur yang meliputi Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran akan digelontorkan penambahan pasokan hingga 60 persen dengan operasi pasar di 98 titik. Adapun pada Sabtu mendatang, operasi pasar akan menjangkau wilayah Sukabumi dengan 35 titik sebanyak 26 persen dari kondisi normal.

Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya juga tak luput, di mana penambahan pasokan mencapai 46 persen dari biasanya. Sementara Bandung, Cimahi, Sumedang dan sekitarnya juga mendapat penambahan pasokan hingga 50 persen. Dan wilayah Tangerang mendapat tambahan penyaluran sebesar 25 persen.

“Kami berharap dengan operasi pasar ini harga stabil sesuai dengan harga eceran resmi di masing-masing daerah,” ujarnya menambahkan.

Pertamina lanjut Dian, mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang terus melakukan pengawasan dan berinisiatif melarang Pegawai Negeri Sipil di daerahnya menggunakan gas tabung 3 kg. Upaya ini sangat berarti untuk mendorong penggunaan elpiji 3 kg lebih tepat sasaran dan memberikan kesempatan kepada warga tidak mampu memperoleh hak-haknya.

Agar elpiji 3 kg subsidi ini lebih tepat sasaran, Pertamina dan Pemerintah Daerah terus menggalakkan sosialisasi agar warga masyarakat yang tergolong mampu beralih menggunakan Brightgas 5,5 kg.

Pelajar Tewas, Dadanya Ditusuk

0

BOGOR DAILY-Seorang pelajar tewas dengan luka tusuk di bagian dada. Pelajar bernama Fahmi Amrizal (18) tersebut tewas dianiaya orang tak dikenal.

Insiden berdarah itu berlangsung di Gang Hegarmanah, Jalan Paralon, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung pada Rabu (6/12) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Fahmi tewas dengan luka tusuk di dada.

“Korban tewas dianiaya dengan luka tusuk di dada dengan kedalaman empat sentimeter,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo via pesan singkat, Kamis (7/12/2017).

Hendro mengatakan insiden berdarah tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Warga menemukan korban telah tergeletak dengan penuh luka.

“Untuk motif dan pelakunya ini masih belum diketahui, masih dalam penyelidikan,” katanya.

Warga yang menemukan korban, langsung membawa ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. Korban saat ini tengah menjalani visum di RSHS.

Polisi sendiri saat ini tengah mencari pelaku dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

“Dari pemeriksaan terhadap korban tidak ditemukan barang termasuk kendaraan yang hilang. Kita masih selidiki kasus ini. Karena saat kejadian keadaan gang gelap,” kata Kapolsek Bandung Kulon Kompol Kasmilan via pesan singkat.

Emil Siaga Satu, PPP Tolak Konvensi Cawagub

0

BOGOR DAILY- Ridwan Kamil terancam ditinggalkan partai pendukung di Pilgub Jabar tahun depan. Penyebabnya, konvensi untuk pemilihan pendamping sang Walikota Bandung itu ternyata memantik pertikaian.

Seperti diketahui, pria yang karib disapa Emil ini sudah mendapatkan dukungan dari Nasdem, PPP, PKB dan Golkar. Namun, hingga saat ini, pria yang akrab disapa Emil ini masih kelimpungan menentukan wakil gubernur meski sudah disodorkan nama.

PPP menawarkan Uu Ruzhanul Ulum sementara PKB memunculkan Syaiful Huda. Partai Golkar yang terakhir ikut bergabung dalam koalisi menunjuk kadernya, Daniel Muttaqien.

Belakangan, Uu dan Daniel menjadi nama yang bersaing ketat memperebutkan kursi calon wakil gubernur. Namun, Emil yang tidak menunjukan sikap tegas memilih salah satu diantara keduanya memunculkan ide konvensi.

Ide itu mendapat tentangan dari PPP. Partai berlambang ka’bah bahkan mengancam menarik dukungannya.

Ketua DPW PPP Jabar, Ade Mubawaroh Yasin menilai wacana konvensi  tidak relevan, bahkan bisa merusak jalinan koalisi yang sudah terbentuk antar partai koalisi.

“Konvensi hanya akan menimbulkan persaingan antar koalisi. Emil sebaiknya mengedepankan komunikasi,” ucapnya saat ditemui usai menggelar pertemuan dengan Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat syaiful Huda, dan Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Ade Munawarih, di Hotel Papandayan, Bandung, Rabu (6/12).

PPP ia sebut hanya akan mengusung Ridwan Kamil dengan catatan, Uu dipilih sebagai wakil. Hal itu merupakan bagian komitmen dan perjuangan partainya untuk memunculkan kader.

Ade pun mempertanyakan arah koalisi yang diinginkan Ridwan Kamil yang justru membenturkannya dengan konvensi. Sampai saat ini, pertanyaan itu masih belum terjawab karena hambatan jalinan komunikasi.

“Saya sulit berkomunikasi dengan Emil. Seharusnya situasi seperti ini bisa cair jika ada komunikasi. Tapi, jika komunikasi sulit terlaksana, rasanya PPP akan berpikir ulang dalam pengusungan Ridwan Kamil,” tegasnya.

“Latar belakang apa yang dia (Ridwan Kamil) inginkan (dalam konvensi)?. Apakah kedekatan atau metodologi survei. Kalau survei, Uu calon wakil Gubernur wakil tertinggi,” ia melanjutkan.

Sikap berbeda datang dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan PKB menyerahkan mekanisme pemilihan calon wakil gubernur kepada Ridwan Kamil.

Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustopa menilai bisa lebih meyakinkan Emil karena nanti akan melibatkan tokoh-tokoh Jawa Barat.

“Panelis di konvensi harus memiliki integritas yang baik agar penilaiannya objektif. Penguji tidak memiliki afiliasi dengan salah satu partai. Jangan sampai ada yang meragukan independensinya,” ujarnya.

Terkait peserta konvensi, Saan meminta dibatasi karena hanya dari partai pengusung, dalam hal ini yang meraih rekomendasi dari masing-masing pimpinan pusat.

Di tempat yang sama, Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat syaiful Huda menyatakan, sebagai partai pengusung akan memberi keleluasaan kepada Ridwan Kamil untuk menentukan proses pemilihan calon wakil gubernur.

“Kami serahkan keputusannya ke Kang Emil,” katanya.

Dihubungi terpisah, kader Golkar yang menjadi salah satu calon pendamping Ridwan Kamil, Daniel Muttaqien mengaku akan mengikuti setiap tahapan yang ditentukan partai koalisi.

Ia mengaku tak masalah dengan ide konvensi. Anggota DPR RI itu menilai, konvensi merupakan salah satu forum diskusi untuk mencari solusi yang terbaik dalam menentukan pasangan Ridwan Kamil. “Saya akan mengikuti setiap tahapannya. Insya Allah siap,” ucapnya singkat. (bbb)

Silaturahmi ke PUI, APJ Bahas Pembangunan Bogor

0

Bogor Daily – Bakal calon (balon) bupati Bogor 2018 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Alek Purnama Johan (APJ), menggelar silaturahmi ke markas Persatuan Ummat Islam (PUI) Kabupaten Bogor di Komplek Pusda’i Cibinong, Rabu (6/12). Dalam kesempatan itu, lelaki yang juga menjabat Kepala Desa (Kades) Sekamaju Kecamatan Megamendung ini, berdiskusi soal pembangunan Kabupaten Bogor ke depan.

“Kunjungan ke organisasi keagaman seperti PUI ini sudah lama kami agendakan dan akan terus berlanjut. Kami banyak berbincang soal kondisi dan masa depan Kabupaten Bogor dengan pengurus PUI,” kata APJ.

Lelaki yang juga menjabat Ketua Yayasan Fatmawati Jawa Barat ini pun sangat berterima kasih lantaran diterima dengan hangat oleh PUI. “Saya sangat mengapresiasi PUI, terlebih sudah menerima kami dengan suasana penuh kekeluargaan. Khusus kepada Pak Samsi (Ketua PUI Kabupaten Bogor, red), terima kasih, saya tahu beliau sangat sibuk, tapi mau menyisihkan waktu bertemu dengan saya bersama tim,” terangnya.

Ketua PUI Kabupatn Bogor, Samsi Akbar, mengatakan bahwa PUI terbuka dan siap berdialog dengan semua balon yang akan bertarung di pilwalkot 2018. APJ menjadi balon pertama yang mengunjungi PUI dan berdialog soal kondisi Kabupaten Bogor terkini.

“Alhamdulillah, balon yang pertama datang Pak APJ beserta timnya. Dialog antara balon pemimpin dengan organisasi islam sangat diperlukan untuk mencari solusi terkait masalah yang dihadapi Kabupaten Bogor. Ini perlu kebersamaan, tak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” terang Samsi.

Menurut Samsi, posisi PUI saat pilkada 2018 adalah netral alias tidak memihak. Meski demikian, PUI akan membantu penyelenggara pemilu untuk menyosialisasikan pentingnya memilih agar partisipasi masyarakat terus meningkat. “Tapi kami akan membantu KPU menyosialisasikan pentingnya memilih untuk menekan angka Golput,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Organisasi PUI, M. Sinwan, menambahkan bahwa meski secara organisasi berada di posisi netral, pengurus dan anggota PUI diperbolehkan menentukan arah politiknya. Dengan catatan, tidak membawa nama organisasi. “PUI menghargai dan menghormati hak politik setiap pengurus dan anggota yang akan terlibat aktif di tim pemenangan. Tapi ada rambu yang harus dipatuhi, yakni tak boleh membawa bendera PUI,” tegas Sinwan.

Di tempat yang sama, Tim Pemenangan APJ, Acil Wahyudin, mengaku sudah mengagendakan untuk silaturahmi dan dialog dengan organisasi islam dalam dua pekan ke depan. Sebelumnya, APJ juga rutin mengunjungi ulama dan organisasi keislamam seperti PCNU untuk berdialog dan mendengarkan masukan para tokoh Islam. “Kami sudah mengirimkan surat kebeberapa organisasi islam, tinggal menunggu jawaban,” tutup Acil. (fin)

Video Pamer Duit Buat Anak ‘Rp100 Juta Cukup?’ Jadi Viral

0

BOGOR DAILY-Di media sosial dan grup-grup WhatsApp sedang viral video orang pamer uang untuk anak. Setidaknya ada dua video yang tersebar.

Rabu (6/12/2017), video orang pamer uang ini ramai dibahas. Setidaknya ada dua video berbeda yang banyak di-share atau dibagikan.

Di video pertama, tampak seorang pria berkemeja putih sedang mengemudikan mobil. Dia sedang menelepon sembari menyetir. Tangan kirinya memegang seikat uang pecahan seratus ribu rupiah.

Tidak hanya itu, di pangkuan pria paruh baya tersebut juga ada tumpukan uang pecahan seratus ribu rupiah.

Pria itu bicara dengan seseorang di ujung telepon yang dia sebut sebagai anaknya yang bernama Sopian. Dia mempertanyakan, kenapa anaknya itu sudah dua minggu tidak menelepon dan meminta uang.

Pria itu marah karena anaknya tidak menghabiskan uang ratusan juta yang dia kirim untuk jatah seminggu.

“Sudah dua minggu nunggu kok nggak habis-habis uangmu itu, padahal Papa itu transfer Rp 200 juta maksud Papa habiskan seminggu,” ujarnya.

“Lain kali jangan sampai habis dua minggu, ya. Seminggu-seminggu nelepon gitu lho, Papa transfer dua ratus, dua ratus (Rp 200 juta/minggu),” sambungnya. Dia juga mengingatkan anaknya itu agar tidak belanja di pasar, melainkan ke mal besar.

Video lainnya juga hampir sama ceritanya. Tampak seorang pria berkemeja warna merah dan berkacamata menelepon anaknya. Di mobilnya terlihat ada tumpukan uang seratus ribu dan lima puluh ribu rupiah. Dia juga pamer kekayaan.

“Mau dikirim berapa? Seratus juta cukup?” ujarnya. Dia juga meminta anaknya itu tidak makan di warung murah.

Video ini pun masih ditelusuri kapan dan di mana video yang viral ini diambil. Pemeran dalam video tersebut serta apa motifnya juga belum diketahui.

Sumber: Detik.com

 

Warga Tiga Desa di Nanggung Dihantui Bencana Longsor

BOGOR DAILY-Potensi bencana di Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor cukup tinggi. Pasalnya, lima jam sekali longsor dipastikan terjadi saat hujan lebat. Seperti di Jalan Desa Bantarkaret.

Tebing setinggi 12 meter amblas dan menutupi akses jalan warga. Musababnya, kontur tanah tak kuat menahan derasnya hujan, Senin (4/12/17) lalu. Beruntung tak ada warga melintas saat longsor terjadi.

“Di sini memang sering begitu. Saat hujan langsung longsor dan jalan amblas,” ujar warga RT 01/02, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Nandang (43).

Hal  serupa kerap terjadi wilayah lainnya.. Camat Nanggung Mulyadi menjelaskan, ada tiga desa rawan longsor. Selain Bantarkaret, dua lainnya adalah Desa Cisarua dan Malasari.

“Pokoknya paling berbahaya dan masuk kategori siaga bencana,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tanah di tiga desa tersebut paling labil. Jika terus diguyur hujan dengan instensitas tinggi dipastikan longsor.

“Apalagi di daerah tebing dan perbukitan,” tukasnya.

Usai Pesta Miras, Mobil Muda-mudi Ini Masuk Jurang

BOGOR DAILY- Malaikat maut selalu mengintai manusia di mana pun berada. Baik sedang berbebuat baik ataupun berbuat dosa.

Seperti kisah di balik tragedi kecelakaan yang dialami muda-mudi asal Bogor ini. Usai menggelar pesta minuman keras, Mobil angkot yang ditumpangi mereka masuk jurang sedalam 20 meter.

Menurut pengakuan Wawan Hemawan (21), ia bersama tiga kawan Heri (28) (supir angkot), Indra, dan Latif baru saja menenggak miras. Dalam keadaan mabuk setengah sadar, mereka menjemput teman wanita Nurul dan Sarah di kawasan Cisarua, Rabu (6/12/2017) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Selama bertemu mereka mengajak dua wanita itu ikut menikmati miras di pos klub angkot.

“Kita abis dari sana Cisarua, terus minum di pos sama cewek, terus mau turun ke arah bawah (Ciawi),” tuturnya kepada pojokjabar.com.

Usai berpesta para pemuda ini berniat berbuat asusila. Kenikmatan di depan mata sirna setelah mobil Suzuki Carry F 1985 KT yang ditumpagi muda-mudi ini menabrak pengendara Motor Revo F 2996 NW, tepat di tanjakan Selarong, Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung Datar. Motor terseret dan angkot bating stir hingga terperosok ke jurang sedalam 20 meter.

Dalam peristiwa itu, Dua pemuda supir Heri dan temen yang duduk di sampingnya, Latif mengalami luka berat patah tulang hingga luka bagian kepala. Sementra dua temen wanitanya mengalami luka ringan. Selain itu, pengendara motor tukang ojeg yang terseret, Asep, mengalami patah di bagian kaki. Kelimanya kini dirawat di IGD RSUD Ciawi.

Sementara penumpang bernama Titin (28), warga Desa Benda, Kecamtan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tewas di lokasi kejadian.

“Saya sama dia (Indra) yang di sini. Kejadiannya subuh tadi jam setengah empat-an pak saya juga kurang inget karena setengah sadar” terangnya sembari dimintai keterangan Unit Laka Polres Bogor.