Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 8867

Donor Sperma Dapat Duit Rp 100 Ribu

0

BOGOR DAILY-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) membuat pendaftaran donor sperma sejak beberapa hari lalu. Total hanya 10 – 15 pendonor yang dibutuhkan FKUI untuk workshop Inseminasi Intrauterine (IUI).

IUI merupakan salah satu teknik inseminasi buatan yang paling banyak digunakan untuk menangani ketidaksuburan.

Workshop itu bakal dilakukan pada 8 Desember 2017 mendatang dan pendonor mesti datang di hari yang sama. Mereka akan diberi fee Rp 100.000 dan makan siang. Tapi beberapa hari lalu panitia sudah menyebar pendaftaran bagi pendonor sperma. Pengumuman disebar lewat whatsapp hanya ke kalangan FKUI saja.

Namun pengumuman menyebar kemana-mana sampai pendaftar jadi terlalu banyak.  Panitia workshop UIU FKUI, Eli, membenarkan terkait pengumuman tersebut. “Memang benar tapi sudah ditutup kok pendaftarannya. Kami sudah dapat pendonornya, total ada 15 orang,” kata Eli, Selasa (14/11/2017).

Namun Eli mengungkapkan orang yang hendak menjadi pendonor masih terus menghubunginya via whatsapp.

Bahkan Eli sampai kewalahan dan memilih membuat template tulisan yang sama untuk membalas mereka yang berminat mendonor. “Ini sampai saya template untuk kasih informasi ke yang menghubungi dan mendonor sperma,” kata Eli.

Isi templatenya hanya memberitahu bahwa pendaftaran donor sperma sudah ditutup. Eli mengatakan sperma-sperma tersebur akam digunakan untuk acara workshop di bagian ‘sperm preparation’. Tujuannya adalah memisahkan sperma yang baik dan tidak.

“Jadi ini hanya untuk penelitian, bukan buat kegiatan lain yang tak legal,” jelas Eli.

PPP-Golkar Kota Bogor Koalisi Juga?

0

BOGOR DAILY-  Mulai mengerucutnya koalisi di tingkat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat mulai diikuti partai-partai yang ada di daerah. Seperti yang dilakukan Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Bogor. Kedua partai yang sudah secara resmi mendukung wali kota Bandung, Ridwan Kamil di pilgub Jabar mulai menjalin komunikasi. Komunikasi ini pun dinilai perdana dilakukan secara kelembagaan.

“Kalau dengan Partai Golkar kita memang belum pernah secara kelembagaan, nah pada hari ini (kemarin) kita melakukan itu. Karena apa yang terjadi menjelang pilgub Jabar itu juga harus kita sikapi bersama-sama,” kata Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin, usai melakukan silaturahmi dengan DPD Partai Golkar Kota Bogor di Restauran Mid East, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin.

Menurut Zaenul, dalam silaturahmi yang digelar ini ada dua hal yang dikomunikasikan dengan Partai Golkar. Pertama mempersiapkan pilgub Jabar karena kemungkinan PPP dan Partai Golkar akan berkoalisi. Kedua, kemungkinan-kemungkinan itu akan berdampak dan berlanjut di pilwalkot Bogor 2018.

“Jadi kita melakukan komunikasi-komunikasi seperti biasa antar parpol. Namun, untuk koalisi kita belum bisa memastikan, karena kita juga sekarang masih melakukan komunikasi-komunikasi dengan parpol lain,” ucap pria yang biasa dipanggil ZM ini.

Disinggung apakah sudah ada komitmen atau kesamaan visi dan misi dari pertemuan tersebut, ZM menuturkan sejauh ini belum ada dan partainya masih melakukan komunikasi saja. Akan tetapi, kalau pun nanti memang ditakdirkan untuk berkoalisi, hal itu tidak menjadi masalah. Sebab ia sudah saling mengenal dan saling dekat satu sama lain melalui komunikasi yang dijalin saat ini.

“Belum ada. Kita masih berkomunikasi saja,” ujar pria yang juga anggota DPRD Kota Bogor ini.

Hal senada disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Tauhid J Tagor. Menurut Tagor, partai koalisi di pilgub Jabar yang mendukung Emil yakni Partai Golkar, PPP, Nasdem dan PKB. Maka dari itu, ia menjalin komunikasi dengan partai-partai koalisi yang sampai saat ini sama-sama mendukung Emil di pilgub Jabar.

“Intinya menjaga komunikasi, disamping yang utama menjaga kondusifitas Kota Bogor menjelang perhelatan pilgub dan pilwalkot Bogor,” kata Tagor.

Disinggung berapa persen kepastian koalisi ini bisa dibawa ke daerah, menurut Tagor kemungkinanya tentu akan sangat besar untuk ditarik ke Kota Bogor. Apalagi ketika pilwalkot terjadi kesamaan dengan Jabar. “Progresnya pun tetap berjalan dan saat ini kita juga sedang membahas hal-hal itu juga (koalisi di Kota Bogor). Untuk F1 dan F2 tinggal diobrolin saja, tidak ada masalah dan tinggal ngobrol bareng saja,” tutupnya.

Rekaman Soal Jatah Setnov Rp100 Miliar Diputar di Persidangan

0

BOGOR DAILY-Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memutar rekaman milik Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem di persidangan terdakwa korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong, Senin (13/11).

Dalam rekaman tersebut Marliem tengah berbincang dengan beberapa pihak, di antaranya Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo dan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri Sugiharto.

Sugiharto yang dihadirkan sebagai saksi Andi Narogong di persidangan mengakui soal perbincangan dengan Marliem dan Anang tersebut. Pembicaraan dilakukan di ruang kerjanya. Namun, dia tak menyebut kapan persisnya pembicaraan itu terjadi.

Menurut Sugiharto, dalam pertemuan tersebut, dirinya bersama Marliem dan Anang membicarakan masalah proyek pengadaan e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

“Jadi gini, setiap Yohannes ketemu saya, tidak ada Anang. Itu selalu nagih saya, minta supaya saya tagihkan utangnya ke Anang. Tapi kalau ketemu bertiga, diam saja, tidak ada ngomong masalah utang. Gitu saja,” kata Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Perusahaan Marliem merupakan pemasok produk Automated Fingerprint Identification Systems (AFIS) merek L-1 untuk Konsorsium PNRI, pelaksana proyek e-KTP. Sementara perusahaan yang dipimpin Anang, PT Quadra Solution menjadi salah satu anggota Konsorsium PNRI.

Selain membicarakan masalah konflik antara Marliem dengan Anang, dalam rekaman itu Marliem juga menyinggung soal jatah untuk seorang berinisial A-N kepada Sugiharto.

“Paham, saya bilang ‘Kalau itu memang untuk si A-N, ya itu kita bisa tahan’. Iya dong, karena saya bilang, ‘Ya saya juga gak mau Pak Anang-nya rugi’,” kata Marliem kepada Sugiharto dalam rekaman yang diputar di sidang.

“Betul, saya jelaskan sama Pak Anang, ya juga sama Pak Yohannes, artinya ‘yang pokok dulu kita, dihitung dulu, pokok’,” timpal Sugiharto.

Jaksa KPK lantas mengonfirmasi inisial A-N kepada Sugiharto. Menurut Sugiharto, A-N merupakan Andi Narogong. Sugiharto menjelaskan saat itu mereka membicarakan soal jatah untuk Andi Narogong dalam proyek e-KTP.

Kemudian jaksa KPK bertanya tentang bos Andi Narogong dalam proyek senilai Rp5,9 triliun. Sugiharto menyebut jika istilah bos untuk Andi Narogong adalah Setya Novanto.

“Si Andi ya bosnya SN, Setya Novanto,” tutur dia.

Menurut Sugiharto, jatah uang proyek e-KTP  Andi dari Anang yang ada di dalam rekaman itu ditujukan untuk Setnov. Jatah uang yang nantinya diberikan kepada Setnov tersebut diambil dari pengerjaan pokok proyek e-KTP.

Sugiharto melanjutkan, jatah uang yang disiapkan untuk Ketua Umum Partai Golkar itu sebesar Rp100 miliar. Namun, seiring berjalannya proyek e-KTP saat itu, Sugiharto menyebut jatah untuk bos Andi Narogong itu menjadi Rp60 miliar.

“Ya enam dulu, enam puluh miliar rupiah,” kata Sugiharto.

Dia mengaku mendapat arahan dari Marliem untuk memberikan uang kepada Setnov. Sugiharto tak bisa menjelaskan secara rinci alasan Marliem memintanya menyerahkan fee untuk bosnya Andi Narogong dalam pelaksanaan proyek e-KTP ini.

“Katanya J-M gitu, bosnya Andi Narogong,” tuturnya.

Sugiharto pun menduga uang tersebut dijatahkan untuk Setnov lantaran dia telah membantu memuluskan anggaran proyek e-KTP di DPR. “Ya mungkin (Setya Novanto) melancarkan anggaran,” kata Sugiharto.

Sugiharto mengatakan penyerahan duit ke Setya Novanto menjadi urusan Andi Narogong. Dia tidak mengetahui total uang yang sampai ke tangan Setnov

Sudah Dikubur, Jenazah Ini Menyembul di Tanah

0

BOGOR DAILY-  Warga Gang Kenari, Jalan Komyos Sudarso, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Pontianak Barat, dibuat heboh setelah ditemukan jenazah menyembul dari tanah. Peristiwa bermula, Senin (13/11/2017), saat seorang warga setempat memotong rumput di area pemakaman.

Warga ini dibuat pangling ketika ada kain putih di antara lumpur. Ketika didekati ternyata kain putih itu dari sosok jenazah yang tergeletak di atas tanah.

Banyak warga menilai jenazah ini tak diterima bumi. Tetapi sebagian warga lain menyebutkan jenazah ini kembali ke permukaan tanah akibat tekanan air di area pemakaman.

Ditambah lagi fenomena ini terjadi pada musim hujan. Geger kabar ini warga kemudian memadati lokasi tersebut.

Mereka kemudian mengabadikan peristiwa melalui kamera ponsel dan fotonya banyak beredar di media sosial. Jenazah akhirnya dikuburkan kembali oleh pihak keluarga dan warga.

BREAKING NEWS: Ruang di Gedung DPR RI Terbakar

0

BOGOR DAILY– Ruangan AHU (Air Handling Unit) Gedung DPR terbakar. Sebanyak 2 mobil pemadam kebakaran (damkar) sudah tiba di lokasi.

Pantauan di lokasi, mobil damkar tiba di gedung DPR, Senayan, Jakpus, Selasa (14/11/2017) pukul 11.18 WIB. Petugas damkar langsung menuju titik api.

Saat ini, selang untuk memadamkan api sudah disiapkan. Kebakaran terletak di gedung Nusantara III DPR.
Sebelumnya, alarm di Gedung Nusantara III meraung dua kali. Asap dari ruangan tersebut memenuhi lantai 2.

Pamdal DPR sudah memecahkan kaca untuk masuk ke titik kebakaran.

Siswa SDN 1 Cipinang Belajar ‘Numpuk’ di Satu Kelas

BOGOR DAILY-Reruntuhan atap masih terlihat di SD Negeri 1 Cipinang. Puing-puing plafon yang berserakan jadi bukti lapuknya kondisi sekolah di Kampung Janala, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Pasca ambrolnya plafon, para siswa pun diungsikan ke ruangan lain hingga terpaksa menumpuk dalam satu ruangan.

Anak-anak kelas satu terpaksa belajar satu ruangan dengan siswa kelas enam pada Senin (13/11). Sebab, plafon kelas mereka ambruk pada Sabtu (11/11) pagi. Menurut Kepala SD Negeri 1 Cipinang Umama, ambruknya plafon tersebut disebabkan karena kondisi material yang sudah lapuk. “Ambruknya kurang lebih pukul 09:30 WIB,” ujar Umama.

Beruntung, kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Saat roboh, Umama menjelaskan, anak-anak kelas satu yang berjumlah 19 orang tengah berada di lapangan untuk menjalani kegiatan belajar luar ruang.

Karena tidak layak digunakan lagi, murid kelas satu harus berbagi kelas dengan murid kelas enam yang berjumlah 33 orang. Dari total empat baris meja yang ada, dua baris di antaranya untuk kelas satu. Karena itu, ini tak efektif untuk kegiatan belajar mengajar. “Tapi daripada mereka di teras yang kotor, belum lagi kalau hujan,” kata Umama.

Untuk kegiatan belajar mengajar pada Selasa (14/11), siswa kelas satu akan ditempatkan di ruangan kantor kosong yang sudah tidak terpakai. Meski pas-pasan, Umama mengatakan, terpenting anak bisa belajar dengan kondisi memadai tanpa perlu berbagi ruang kelas lagi.

Ini bukanlah kejadian pertama di SD Negeri 1 Cipinang. Umama menuturkan, beberapa bulan lalu ruang kelas empat juga mengalami hal serupa. Meski sudah melaporkan ke kecamatan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT), namun belum ada tindak lanjut. Dampaknya, plafon di ruang kelas empat masih terbengkalai hingga kini.

Besok Umama didampingi Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia berencana mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Kami akan melaporkan kondisi ini sekitar pukul 10:00 WIB,” ujar Koordinator Divisi Advokasi Anggaran Kopel Indonesia Anwar Razak.

Sementara Kopel meminta sekolah tidak menggunakan kelas tersebut karena berisiko. Anwar mengaku sudah menghubungi DPRD dan pemerintah daerah namun belum mengambil tindakan cepat.

Sebelumnya, Anwar menjelaskan, Kopel dan pihak sekolah sudah melaporkan terkait kondisi bangunan SD Negeri 1 Cipinang ke pemerintah daerah. Bahkan sudah diusulkan berkali-kali melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan. “Pihak UPT kelihatannya sudah lepas tangan dan dinas hanya bisa berjanji,” tuturnya.

Bukan Bima Arya, Usmar Hariman Pilih Ru’yat Maju di Pilkada

0

BOGOR DAILY- Bakal calon (balon) wali kota Bogor, Usmar Hariman, mempunyai alternatif lain jika dirinya tak lagi kembali berpasangan dengan Bima Arya di pilwalkot 2018. Salah satunya dengan menggandeng tokoh senior kota hujan, yakni Ahmad Ru’yat politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Ya, bisa saja dengan Pak Ru’yat,” kata Usmar, ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Bogor ini.

Menurut Usmar, dalam dunia politik Kota Bogor, Ahmad Ru’yat bukanlah orang baru. Ia merupakan politisi yang sudah dikenal. Ahmad Ru’yat juga politisi kawakan. Akselerasinya saat mendampingi wali kota Bogor Diani Budiarto pada periode terdahulu juga mumpuni. Itu musabab Usmar kepincut dengan mantan rivalnya pada pilkada 2013 itu.

“Pokoknya untuk Demokrat di Kota Bogor sudah final. Bahan desk pilkada sudah selesai yakni hasil survei dan itu sudah disampaikan ke pusat,” ucapnya.

Usmar menjelaskan, Sekjen DPP Demokrat, Hinca Panjaitan, juga menyatakan bahwa Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyampaikan langkah-langkah politik untuk pelaksanaan pilgub di Jawa Barat. “Pusat masih melihat dinamika yang sangat bebas,” jelas Usmar.

Sebelumnya, belakangan ini Usmar mulai gencar melakukan safari politik ke lapangan. Beberapa partai mulai disambangi pria berinisial UH beserta jajaran DPC Demokrat Kota Bogor lainnya. Diantaranya Partai Perindo dan PKS Kota Bogor.

“Ini dalam rangkaian silaturahmi politik Demokrat Kota Bogor. Dengan partai partai legislatif kan sudah hampir semua, tapi kan yang non parlemen belum. Alhamdulillah cukup akrab,” tuturnya.

Usmar menambahkan, sebagai pimpinan Partai Demokrat, ia memiliki kewajiban yang sangat berat untuk menghitung kemungkinan yang terjadi. Sehingga konsolidasi dengan sejumlah partai penting dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi di Kota Hujan.

“Poin terpenting, siap untuk duduk bersama apabila koalisi Jawa Barta meniscayakan kami berdua (Demokrat-PKS) koalisi,” tandas Usmar yang juga saat ini menjabat sebagai wakil wali kota Bogor.

Penyok-penyok, Honda Jazz Diseruduk Pikap

BOGOR DAILY-Tabrakan kembali terjadi di Jalan Raya Mayor Oking, tepatnya di depan pintu gerbang Kecamatan Citeureup, senin (13/11/17).

Tabrakan terjadi sekitar Pukul 15:00, ketika mobil jazz dengan nomor polisi  F 1546 HD, yang dikendarai  Adoel (38)  dari Pasar Citeureup-Cibinong hendak berbelok ke kantor kecamatan.

Tiba-tiba Mobil Pickup dengan nomor polisi B 9073 BAF yang dikendarai oleh Ridwan (29) melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak mobil korban dari belakang.

“Saya sudah pakai sen (lampu,red) kanan, tetap saja ditabrak” tegas Adul yang juga warga Perum Residence Tarikolot.

Tak terima, Adul memaksa sopir pickup untuk turun dan bertanggungjawab. Menyadari kesalahannya , Ridwan berjanji memperbaiki kerusakannya. ” Sopir-nya tanggungjawab, jadi kami selesaikan dengan kekeluargaan,” tukasnya.

Meski tak menelan korban nyawa, akibat kejadian ini, arus lalulintas di sepanjang Jalan raya Mayor Oking mengalami kemacetan panjang.

“Unit lantas kami siagakan untuk mengurai kemacetan. Alhamdulilah, berlahan lalulintas normal,” ujar Kapolsek Citeureup, Kompol Tri Suhartanto.

Kebut Tol Borr, Contra Flow Diberlakukan di Jalan Sholis

0

BOGOR DAILY- Pengerjaan proyek Tol Lingkar Luar Bogor seksi II B berimbas pada kondisi lalu lintas di Jalan Raya Sholeh Iskandar (Sholis). Rencananya, mulai hari ini rekayasa lalu lintas akan diberlakukan dengan menerapkan sistem contra flow.

Sistem ini diterapkan menyusul akan dilakukannya pemasangan erection box grider proyek Tol BORR di depan ILP atau rumah makan Kaki Lima, tak jauh dari Ramayana Square.

Project Manager PT Wijaya Karya (Wika) Ali Afandi mengatakan, persiapan contra flow sudah dilakukan dengan melakukan pelebaran jalan di jalur Tol BORR arah Yasmin. Jalur ini dilebarkan menjadi dua jalur dan masing-masing jalur memiliki dua lajur. Dengan pelebaran ini diharapkan tidak berdampak pada kemacetan.

Ali menambahkan, selama pemasangan erection box grider proyek Jalan Tol BOR, jalur yang difungsikan hanya dari arah Tol BORR menuju Yasmin. “Kendaraan dari arah Yasmin menuju Tol BORR akan dialihkan dengan masuk ke lajur berlawanan. Dengan sudah disiapkannya pelebaran diharapkan tidak terlalu berdampak pada kemacetan,” imbuh Ali.

Sementara itu, Manajer Konstruksi Proyek Tol BORR seksi II B dari PT Wika Aries mengatakan, uji coba contra flow akan dilakukan satu hari. Jika sesuai rencana, maka sistem contra flow ini akan diberlakukan selama pemasangan shoring ini alias hingga Januari mendatang.

“Kami lakukan simulasi karena kami akan melakukan pemasangan shoring untuk mempercepat pembangunan. Semua tergantung besok (hari ini, red). Kalau sukses ya bakal diteruskan sampai pemasangan shoring selesai. Jika evaluasinya tidak sesuai harapan, nanti bakal ada solusi lainnya,” ungkapnya kepada Metropolitan, kemarin.

Aries menambahkan, kebijakan ini mesti dilakukan untuk percepatan pekerjaan yang ditargetkan untuk pemasangan shoring ini hingga Januari tahun depan.

“Dari owner kan ingin dipercepat, apalagi Februari kan harus rampung seluruhnya. Makanya kini kami tidak hanya menggunakan Launching Gentry (LG), tetapi ditambah alatnya. Program percepatannya kalau menggunakan LG semua, sesuai konsep awal, bakal molor. Makanya kami ubah metodenya dengan alat yang diperbanyak. Kalau pakai LG lagi lebih butuh waktu pemasangan,” katanya.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Bramantyo menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengembang. “Kami minta kepastiaan besok (hari ini, red), sekaligus simulasi. Begitu simulasi oke, lalu dari kami oke, dari Dishub oke, baru akan dlaksanakan. Karena fungsi simulasi seperti itu tidak hanya baca di atas kertas,” tuntasnya.

Tengkorak Cewek di Kampung Cifor Bogor Masih Misterius

0

BOGOR DAILY-Tengkorak dan tulang belulang sebagian tubuh mayat perempuan ditemukan warga di Kampung Cifor, Gang Wallet 2, RT 02/04, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat.

Di sebuah lahan kosong di sekitar bantaran Sungai Cisadane, warga menemukan tengkorak itu saat tengah mencari pakan ikan. Tak disangka, yang didapat justru kepala manusia yang sudah jadi tulang belulang.

Informasi yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 12:30 WIB, Senin (13/11), oleh Sahri dan Muhamad Nurdin. Keduanya sedang berjalan mengarah ke sungai, tiba-tiba melihat tengkorak dan sebagian kaki yang sudah membusuk.

Saat ditemukan, jasad perempuan tersebut menggunakan baju warna cokelat dengan motif garis-garis putih.

“Ketika warga sedang jalan mengarah sungai, jasad korban ditemukan. Posisinya di lahan garapan warga. Kondisinya sudah rusak, sudah jadi tengkorak,” kata Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar ketika dikonfirmasi.

Penemuan tengkorak perempuan ini pun masih menjadi misteri. Sebab, polisi belum menemukan identitasnya. Rachmat juga mengaku belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban.

Hanya saja dari sebagian tubuh korban diketahui bahwa korban berjenis kelamin perempuan. “Hampir semua bagian tubuhnya sudah rusak, sudah jadi tengkorak. Tapi jenis kelaminnya bisa dipastikan itu perempuan,” kata Rachmat.

Polisi yang datang ke lokasi, kata Rachmat, langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD Ciawi usai dilakukan identifikasi dan olah TKP. Diperkirakan mayat tersebut telah tewas sejak seminggu lalu.

Tim Inafis dan anggota Reskrim Polresta Bogor Kota yang tiba di lokasi juga meminta keterangan Sahri, Ketua RT 02/01, Kelurahan Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, dan Muhammad Nurdin, warga Kampung Lumbung, RT 01/07, Kemang, Kabupaten Bogor, sebagai saksi yang pertama kali menemukan jasad korban. “Usianya belum bisa dipastikan, tapi perkiraan di atas 30 tahun,” katanya. Unit Reskrim Polsekta pun melakukan penyelidikan dan mencari identitas korban.