Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 8868

Hakim Putuskan Miryam Haryani Terima Aliran Duit e-KTP

0

BOGOR DAILY-Majelis hakim memutus terdakwa Miryam S Haryani terbukti memberikan keterangan tidak benar saat bersaksi untuk terdakwa e-KTP Irman dan Sugiharto. Hakim juga menyebut Miryam berbohong soal tidak menerima duit e-KTP.

“Menimbang bahwa terdakwa Miryam membantah menerima uang dari Irman-Sugiharto, adalah berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan Irman, Sugiharto, Yosep Sumartono, dan Vidi Gunawan,” ujar hakim Anwar saat membacakan pertimbangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Majelis hakim menilai keterangan Miryam tidak sesuai dengan keterangan para saksi. Pasalnya saksi mengatakan jika Miryam menerima duit e-KTP yang diantarkan ke rumahnya dan diterima asisten pribadi Miryam. Hakim meyakini keterangan para saksi benar.

“Terdakwa menerima uang sebanyak empat kali, USD 500 ribu, USD 100 ribu, Rp 5 miliar dan Rp 1 miliar di mana uang tersebut diantar Irman ke rumah terdakwa Miryam di Tanjung Barat dan Rp 1 miliar diserahkan Yosep pada asisten pribadi terdakwa. Maka dengan demikian bantahan itu tidak punya alasan hukum,” jelas hakim Anwar.

Majelis hakim memutus politikus Hanura terbukti memberikan keterangan palsu di persidangan. Miryam divonis hukuman 5 tahun penjara, dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Miryam terbukti melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 ayat 1 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Suaminya Mesra dengan Umi Pipik, Curhatan Istri Sunu Beredar

0

BOGOR DAILY- Dugaan perselingkuhan dan pernikahan siri Sunu Matta Band dengan Pipik Dian Irawati semakin santer beredar. Di antara riuh kabar pernikahan mereka yang dibenarkan oleh kakak ipar Sunu lewat acara Pagi-Pagi Hepi, Senin (13/11), muncul sebuah status Path seorang bernama Suci yang diduga adalah akun istri Sunu.

Status Path ini disebarkan oleh seorang perempuan bernama Yatie Latar yang diduga adalah teman dari Suci. Yatie mengambil screenshoot dari status Suci, kemudian mengunggahnya di Insta Stories.

Tidak sekedar mengunggah, Yatie juga men-tag akun Pipik di postingan tersebut. Yatie juga menyebut bahwa postingan Sunu tentang istrinya dan mengaku kangen adalah sebuah hal yang tumben terjadi.

Dari postingan ini, nampak bahwa Pipik dan Suci sudah cukup lama kenal satu sama lain. Mereka juga sempat umrah bareng sekitar tiga tahun yang lalu, yang kemudian disebut Yatie sebagai cara untuk mendekati istri pertama.

 

Yatie sendiri nampak sangat dekat dengan Suci, sehingga ia masih menyimpan postingan istri Sunu sejak setahun yang lalu. Dan Yatie menyebut bahwa gosip pernikahan Pipik dengan Sunu bukanlah sebuah fitnah.

Namun hingga detik ini Pipik yang ditag Yatie belum memberikan komentar. Baik di Instagram maupun kepada media, Pipik masih berdiam diri tak memberikan tanggapan atas gosip pernikahannya dengan Sunu

Kota Bogor Krisis Guru

0

BOGOR DAILY-Kota Bogor semakin kekurangan guru. Dari tahun ke tahun gelombang pensiun terus menggerus jumlah tenaga pendidik. Namun, masih berlakunya moratorium CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) membuat Pemkot Bogor sejak tiga tahun berturut-turut belum dapat melakukan pengangkatan pegawai.

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor Fetty Qondarsah menuturkan, untuk pengangkatan PNS berada kewenangan pusat.

“Pemerintah pusat pada tahun ini baru membuka untuk kebutuhan di tingkat kementerian, sementara untuk yang di daerah belum ada,” kata Fetty, Jumat (10/11)

Ia menjelaskan, tidak adanya pengangkatan CPNS membuat pemenuhan kebutuhan pegawai dilakukan dengan pengangkatan outsourcing di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Saat ini pihaknya sedang mengumpulkan jumlah real data pegawai outsourcing di setiap OPD yang jumlahnya diperkirakan sudah mencapai 800 pegawai.

“Sekarang harus betul-betul dihitung jumlah kebutuhannya agar optimal, terutama kebutuhan akan guru yang perlu ditambah. Tahun ini saja yang purnabakti banyak dari guru dari total 191 PNS yang pensiun,” ujarnya .

Jumlah tenaga pendidik di sekolah-sekolah negeri memang belum ideal. Menurut analisis Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, saat ini, masih kekurangan 800 guru. Terutama kebutuhan akan guru kelas di Sekolah Dasar (SD) yang saat ini masih ada guru kelas yang diisi guru honorer.

“Tingkat SD kan satu guru menangani satu kelas untuk semua pelajaran, jadi dibutuhkan guru kelas yang sudah PNS. Karena pendidik honorer gajinya belum proporsional hanya Rp 300.000 sampai Rp 500.000,” ujar Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin.

Ia menjelaskan, dengan gaji seperti itu membuat mutu pendidikan masih jauh dari harapan. Sebab, mereka yang seharusnya fokus mengajar harus memikirkan kebutuhan di rumah mengingat kesejahteraan guru masih jauh dari layak.

Meski begitu, pemerintah pun belum bisa menambah honor guru honorer, apalagi honor mereka dibayar dari uang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bukan dari APBD.

“Diperkirakan sekarang ada lebih 1.500 guru honorer, dan uang BOS banyak terserap untuk bayar guru honorer. Mereka harus diangkat jadi PNS dan dana BOS bisa diperuntukkan untuk yang lain. Tapi Pemerintah Daerah kan tidak punya kewenangan mengangkat guru honorer, itu urusannya kementerian,” pungkasnya.

Beredar Foto Mesra Umi Pipik dan Sunu, Ini Kata Kakak Iparnya

0

BOGOR DAILY- Kabar mengejutkan datang dari Umi Pipik, Istri almarhum Ustadz Jefri Al-Buchori. Setelah sempat diberitakan nikah siri dengan mantan vokalis Matta Band, giliran muncul foto Umi Pipik cium mesra sang vokalis.

Foto yang mengundang banyak tanya itu pertama kali diunggah di salah satu akun gosip Instagram, Minggu (12/11) dini hari. Ada dua foto Sunu dan Umi Pipik yang diunggah akun tersebut. Di satu foto, keduanya kompak memakai baju serba hitam. Sementara di foto lainnya mereka memakai atribut putih.

Di foto yang memperlihatkan Umi Pipik mengenakan busana hitam terlihat dirinya tengah melingkarkan satu tangannya ke pundak Sunu. Sementara tangan lainnya menempel di dada lelaki 36 tahun itu.

Wajah pemilik nama lengkap Pipik Dian Irawati itu menempel pada wajah Sunu. Jika Umi Pipik tersenyum lebar, Sunu hanya tersenyum tipis. Keduanya sama-sama kompak melihat ke arah kamera yang tampaknya dipegang Sunu.

Pose mesra Sunu dengan Umi Pipik ini tentu saja mengejutkan, mengingat mereka bukanlah sepasang kekasih atau suami istri seperti yang selama ini digosipkan. Walaupun tak pernah membantah secara tegas, Sunu dan Umi Pipik juga tak pernah mengonfirmasi kebenaran kabar burung tersebut.

Tak sanggup hati bicara soal prahara rumah tangga adiknya, Suci dengan Sunu eks Matta Band, Citra juga membeberkan fakta lain. Suci dan Sunu sudah berpisah rumah.

Citra tak sampai hati untuk bicara detil soal kesedihan adiknya, Suci yang merupakan istri Sunu eks Matta Band. Ternyata, sudah meninggalkan rumahnya yang di Bandung dan pulang ke rumah orangtuanya di Bogor.

“Saya nggak bisa bohong, dia sempat tinggal di rumah saya selama dua bulan. Ya karena aduh…,” ujar Citra saat dihubungi Mommy Lambe dalam segmen Lambe Pagi di ‘Pagi Pagi Pasti Happy’, di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (13/11/2017).

Citra enggan menjawab jelas saat Uya Kuya Cs bertanya apakah kepergiaan Suci dari rumah karena Umi Pipik. Citra merasa tidak enak dengan sang adik.

“Ehm, aku takut salah. Mungkin bisa ditanya sama yang berubungan. Aku nggak enak sama adikku,” ucap Citra.

“Iya dia sekarang tinggal sama orang tua saya di Bogor,” singkatnya.

Disambut Hangat, APJ Dinilai Sosok Sederhana

0

Bogor Daily – Bakal calon (balon) bupati Bogor 2018 dari PDI Perjuangan Alek Purnama Johan (APJ) melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat Bogor Selatan di Majlesi Taklim Al Hasanah, Desa Tugujaya Kecamatan, Cigombong, (11/11). Kedatangan lelaki yang juga Kepala Desa (Kades) Sukamaju, Kecamatan Me­gamendung ini pun mendapat sambutan hangat karena dinilai merupakan sosok sederhana yang siap mengabdikan diri untuk membangun Kabupaten Bogor.

APJ itu sederhana. Dia seorang kepala desa yang siap mengabdikan dirinya untuk kemajuan masyarkat Kabupaten Bogor,” kata tokoh masyarakat sekitar, H. Ismail.

Saat silaturahmi, H. Ismail pun mendoakan APJ agar sukses dan terpilih. Dengan begitu, cita-cita mulianya mengabdikan diri untuk masyarakat bisa terealisasi dengan lencar.

“Semoga sukses, jangan lupa selalu melaksanakan apa yang d perintahkan Allah yang maha kuasa,” pesannya kepada APJ.

Majunya APJ di ajang pesta demokrasi lima tahunan ini memang mendapat banyak respon positif dari berbagai pihak. Sebelumnya, politisi senior PPP H Endang Kosasih pun memberi dukungan atas pencalonan APJ. APJ yang juga Ketua Yayasan Fat­mawati Jawa Barat dinilai sosok yang mampu membawa perubahan bagi Kabu­paten Bogor.

“Kita berharap ketika APJ memimpin Kabupaten Bogor kesejahter­aan masyarakat Kabupaten Bogor menjadi lebih baik,” ujar Endang.

(fin)

Gibran Dibacok, Pelakunya Masih Diburu

BOGOR DAILY-Polsek Gunungsindur terus memburu pelaku pembacokan Juan Gibran Harefa (16), warga Desa Pedurenan,
Kecamatan Gunungsindur, beberapa waktu lalu. Wakapolsek Gunungsindur AKP Ahmad Wirjo mengatakan, pelaku masih dalam pengejaran petugas.

“Terkait kasus pembacokan yang menewaskan Juan Gibran Harefa masih dalam pengembangan. Kami masih mengejar pelaku,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Sementara itu, peristiwa itu terjadi pada Kamis (9 /10) sekitar pukul 18:30 WIB di Kampung Pedurenan, Desa Pedurenan, RT 04/03, Kecamatan Gunungsindur. Saat itu korban berboncengan dengan teman korban, Gugun (16), mengendarai motor korban dari arah Gunungsindur menuju Parung.

Tepat di TKP, Gugun memberhentikan kendaraan. Belum sempat turun dari sepeda motornya, tiba-tiba muncul sepeda motor yang ditumpangi dua pelaku dari belakang. Salah seorang pelaku langsung menyabetkan senjata tajam di bagian pinggang sebelah kanan. Pelaku langsung pergi melarikan diri ke arah Parung.

Korban yang mengalami luka serius sempat dilarikan ke Rumah Sakit Insani Parung. Namun, dari rumah tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Dompet Dhuafa tapi nyawa korban tak tertolong.

Pengurus PPP Gembleng Tim Pemenangan Ade Yasin di Cibungbulang

BOGOR DAILY- Tim pemenangan (timnang) calon bupati Bogor dari PPP Ade Yasin (AY) terus digembleng. Kali ini, pengurus timnang AY tingkat desa se-Kecamatan Cibungbulang yang digojlok lewat pertemuan di SMP Bina Insanul Fikri, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibungbulang. Mereka berkumpul untuk konsolidasi dan pembekalan langsung dari Direktur Timnang AY, M. Haris.

“Timnang tingkat desa ini menjadi garda terdepan suksesi AY di pilbup Bogor 2018. Mari bekerja dengan nurani untuk memenangkan AY. Insya Allah Kabupaten Bogor akan lebih baik di bawah kepemimpinan AY,” kata Haris saat memberi pembekalan.

Sementara itu, Wakil Direktur Timnang AY, David Rizar Nugroho, menjelaskan bahwa mesin politik AY terdiri dari empat elemen. Mulai dari struktur partai, Rachmat Yasin Center (RYC), timnang dan relawan.

“Dulu cuma ada partai, RYC dan relawan, sekarang tambah tim pemenangan, lebih hebat dan lebih kuat. Insya Allah 2018 juga menang. Yang penting semua harus bersatu dan bersinergi,” tegas David.

Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor M Romli meminta timnang di tingkat desa ikut fokus menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dirinya tidak ingin suara AY hilang begitu saja. “Untuk itu kredibilitas saksi dari AY menjadi penting. Kami nanti punya dua saksi, satu dari partai, satu lagi mungkin dari timnang atau RYC. Yang satu tugas di dalam TPS satu lagi di luar TPS untuk monitoring,” tandas Romli.

Hanura Bidik Calon Wali Kota Bogor Ini Jadi Wakil

0

BOGOR DAILY- Di tengah keseriusan Sugeng Teguh Santoso mengampanyekan diri menjadi bakal calon Wali Kota Bogor 2018, Partai hanura justru membidiknya menjadi calon pendamping Bagus Karyanegara. Duet Bagus Karyanegara dan Sugeng Teguh Santoso (STS) di Pilwalkot Bogor 2018 ini digagas DPC Partai Hanura Kota Bogor guna bersaing di Pilkada serentak 2018.

“Calon walikotanya kang Bagus dan wakilnya pak Sugeng,” kata Ketua Bapilu Partai Hanura Kota Bogor, Frenky Alexander Siritonga saat ditemui dalam kegiatan deklarasi dukungan terhadap Dedi Mulyadi maju sebagai calon Gubernur di Pilgub Jabar, kemarin.

Menurutnya, rekomendasi ini baru sebatas usulan dari tingkat DPC. Namun, usulan itu sudah diserahka ke DPD Partai Hanura Jawa Barat. Sehingga, saat ini pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) secara resmi dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Untuk SK DPP kita masih menunggu. Target di akhir November Insya Allah sudah keluar,” ucapnya.

Frenky menjelaskan, alasan kenapa Partai Hanura Kota Bogor memilih paket Bagus dan STS di Pilwalkot Bogor 2018, tentu dengan dikeluarkannya rekomendasi untuk keduanya itu berarti sudah mempunyai nilai plus tersendiri kenapa harus dipilih. “Intinya kita meyakini bahwa kedua calon ini adalah pemenang. Makanya kita sudah mengeluarkan rekomendasi untuk mereka berdua,” jelas dia.

Disinggung terkait PDI Perjuangan belum mengeluarkan rekomendasi untuk calon yang diusung, lelaki berperawakan besar ini menuturkan, memang di PDI P Kota Bogor ada dua calon, yaitu STS dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Danubrata yang kemungkinan akan diusung di Pilwalkot Bogor 2018. Namun, pihaknya disini tidak melihat posisi DPC atau struktural partai, tetapi lebih melihat kader PDI Perjuangan.

“Kita mencoba memajukan kadernya, yaitu pak STS untuk jadi wakil kang Bagus,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, kalau untuk kemungkinan terburuk STS tidak dicalonkan partai berlambang banteng moncong putih itu, tentu Partai Hanura dengan segala resikonya sudah mencari alternatif lain. Namun, saat ini pihaknya masih meyakini bahwa STS merupakan calon yang akan diusung PDI Perjuangan.

“Kita sudah mengeluarkan satu pasang calon yang tidak mungkin bisa dirubah lagi. Kalau pun harus berubah, kita akan cari alternatifnya, apakah itu ke partai lain atau seperti apa. Itu lebih diserahkan ke figurnya, kang Bagus dan pak Sugeng seperti apa kesepakatannya,” tutupnya.

Mangkir dari Panggilan KPK, Setnov Malah Meluncur ke Kupang

0

BOGOR DAILY-Tersangka kasus korupsi e-KTP yang juga Ketua DPR Setya Novanto, sejatinya dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi. Dengan alasan izin presiden, Novanto lebih memilih terbang ke Kupang untuk menjalankan kegiatan kerjanya.

Dalam rilis pemberitaan DPR, Senin (13/11/2017), Novanto disebut mengunjungi Panti Asuhan Sonaf Maneka di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Novanto mendapat ucapan ulang tahun dari anak-anak panti asuhan.

“Bahagia melihat senyum di wajah anak-anakku semua. Kalian adalah masa depan Indonesia. Bapak harap anak-anakku senantiasa rajin belajar dan beribadah. Jadilah insan yang cerdas dan berakhlak mulia,” kata Novanto.

Pada kunjungannya kali ini, Ketum Golkar itu juga ditemani Wakil Ketua Badan Legislasi DPR sekaligus anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo. Staf Khusus Ketua DPR Nurul Arifin yang juga politikus Golkar turut menemani Novanto.

Sebelumnya diberitakan, KPK telah menerima surat pemberitahuan ketidakhadiran Novanto dalam pemeriksaan hari ini. Ini adalah kali ketiga Novanto tidak memenuhi panggilan KPK untuk bersaksi dalam kasus e-KTP dengan tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana. Novanto sebelumnya sudah pernah dipanggil pada 30 Oktober dan 6 November 2017.

“Pagi ini KPK menerima surat terkait dengan ketidakhadiran Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo). Alasan yang digunakan adalah terkait izin Presiden,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Proyek Jalan Rusak Rp88,9 Miliar di Bogor Batal Dikerjakan

BOGOR DAILY-Jalan berlubang dan berbatu masih jadi penderitaan warga di pelosok Kabupaten Bogor. Harapan memiliki jalan mulus terpaksa pupus. Sebab, rencana Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor membangun jalan malah dibatalkan di penghujung tahun. Tak tanggung-tanggung, jumlah proyek jalan rusak yang gagal pun mencapai Rp88,9 miliar.

Karut-marut pelelangan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Bogor tak kunjung berakhir. Harapan warga menikmati jalanan mulus pun sirna begitu daftar proyek jalan rusak yang sudah dialokasikan anggarannya dibatalkan. Sebab, pemerintah daerah lewat Dinas PUPR batal membangun dan memperbaiki jalan rusak yang sudah jadi bulan-bulanan keresahan warga.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, total ada 21 paket lelang yang gagal. Di antaranya delapan proyek jalan rusak yang total anggarannya mencapai Rp88,9 miliar. Meliputi Jalan Laladon-Kreteg Ciomas (Rp12.114.000.000), Jalan Jasinga-Tenjo Jasinga (Rp7.500.000.000), Jalan Tenjo-Singabangsa Tenjo (Rp8.400.000.000), Jalan Telukpinang-Banjarwaru Ciawi (Rp4.200.000.000), Jalan Banjarwaru-Tapos Ciawi (Rp7.560.000.000), Jalan  Jampang Ciseeng Kemang (Rp8.300.000.000), Jalan Babakan Raden-Batas Bekasi Cariu (Rp4.000.000.000) dan Jalan Altenatif Terminal Laladon Dramaga Tahap III (Rp36.826.000.000).

Padahal, kondisi jalan-jalan tersebut sudah mengkhawatirkan. Sebut saja Jalan Alternatif Telukpinang. Jalan ini menjadi jalur alternatif utama yang diandalkan warga untuk tembus ke Sukabumi. Namun, kondisinya semakin menyedihkan dengan lubang yang makin melebar. Belum lagi di musim hujan, jalur tersebut bak kubangan yang sering membuat pengendara terperosok.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Raya Laladon-Kreteg. Tak ada jalan mulus, hanya kerikil batu yang menyulitkan pengendara. “Waktu itu sudah pernah diperbaiki tapi nggak tahan lama. Dari ujung Pagelaran sampai Kreteg rusak parah,” keluh warga Ciomas, Fajar.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Yani Hassan mengakui adanya proyek jalan rusak yang dibatalkan. Namun, ia berjanji proyek tersebut akan kembali diusulkan pengerjaannya pada 2018. “Rencanya kami geser di awal 2018. Kami sempat memohon untuk ditunjuk langsung. Tapi secara teknis tidak memungkinkan, akhirnya Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa menetapkan proyek-proyek ini statusnya gagal lelang,” kata Yani. Selain proyek jalan rusak, ada pula pengerjaan jembatan irigasi dan pembangunan lainnya yang dibatalkan. “Total dari 331 usulan proyek, ada 307 semua beres. Hanya 20 yang gagal, termasuk jalan rusak itu,” ujarnya.

Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Bogor Budi Cahyadi Wiryadi mengatakan, gagal lelangnya sejumlah proyek ini karena dari segi teknis atau waktu tidak lagi memungkinkan. “Dari perencanaan minimal waktu pengerjaan minimal 60 hari dan sementara waktu tersisa di 2017 hanya 55 hari, jadi proyek-proyek ini dinyatakan gagal lelang,” ujar Budi.

Ia pun membenarkan soal rencana penunjukan langsung untuk pengerjaan 20 proyek gagal, tetapi tidak mungkin dilaksanakan. Termasuk satu proyek penyediaan lahan parkir di Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) RSUD Leuwiliang juga mengalami gagal lelang karena alasan teknis yaitu tidak tersedianya waktu sesuai rencana pengerjaan. “Walaupun kami lakukan penunjukan langsung, secara teknis proyek-proyek di atas juga tak lagi memungkinkan selesai di akhir Desember 2017, hingga putusan gagal lelang itu kami tetapkan,” katanya.

Menanggapi proyek yang terpaksa dibatalkan, Sekda Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengaku belum menerima data resmi dan baru dapat laporan proyek yang mengalami gagal lelang nilainya tidak terlalu besar hingga dirinya yakin Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2017 ini tak sebesar dibanding tahun lalu.

“Laporan resmi belum saya dapat dan hanya mendapat info bahwa proyek yang mengalami gagal lelang nilainya paling tinggi Rp4,7 miliar dan rata-rata di angka Rp300 juta hingga harapan saya angka Silpa lebih kecil dari tahun lalu yang mencapai Rp600 miliar. Walaupun nilai Silpa lebih kecil, kegagalan lelang ini tetap akan kami evaluasi pekan depan. Karena bagaimanapun program-program kerja ini tujuannya untuk melayani masyarakat,” tegasnya.