Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 8866

Taman Safari Usut Pengunjung yang Cekoki Hewan Miras

BOGOR DAILY-Pihak Taman Safari, Puncak Bogor membenarkan kejadian adanya para pengunjung yang memberikan minuman keras kepada hewan-hewan yang ada di tempat observasinya.

Pengelola Taman Safari Indonesia sangat menyayangkan dan kecewa atas tindakan yang telah dilakukan oleh pengunjung.

“Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor sangat berterima kasih kepada rekan-rekan netizen yang telah menginformasikan hal itu kepada kami. Terima kasih atas kepedulian dan dukungan rekan-rekan sekalian terhadap keamanan serta kesejahteraan satwa kami,” kata Kepala Bagian Humas Taman Safari Indonesia (TSI), Yulius Suprihardo.

Selanjutnya, pihak Taman Safari Indonesia (TSI) akan memproses secara hukum perilaku pengunjung yang dianggap merugikan satwa. “Tentu kita akan proses secara hukum,” tegasnya.

Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial sekelompok pengunjung memberikan minuman keras kepada Rusa yang ada di Taman Safari Puncak Bogor.

Dalam video tersebut terlihat seorang pria berkacamata berada di mobilnya tengah memegang sebuah botol minuman keras berjenis anggur merah.

Saat itu dia hendak memberikan wortel kepada rusa tersebut, namun bukan wortel yang ia berikan malah minuman keras yang ia berikan.

Pria tersebut tidak sendiri, di dalam mobil tersebut ada seorang wanita dengan akun Instagram @alyccaaa.

Wanita itu hanya tertawa terbahak-bahak melihat aksi teman-temannya yang memberikan minuman keras kepada satwa yang ada di Taman Safari.

Tak ayal perilaku mereka mendapat kecaman keras dari para nitizen yang geram melihat ulah mereka.

Sambil Cekikikan, Pengunjung Taman Safari Cekoki Miras ke Hewan

BOGOR DAILY- Menyedihkan! Satu kata itu tepat menggambarkan perilaku sekelompok anak muda ini.  Bukannya senang menyaksikan kelucuan binatang liar, mereka justru menjadikannya lelucon yang tak manusiawi.

Peristiwa tak menyenangkan itu terjadi di Taman Safari Indonesia pada Selasa, 14 November 2017. Pada video yang dibagikan akun Instagram @doniherdaru, tampak sekelompok anak muda tengah keliling Taman Safari. Pada video pertama, memperlihatkan seorang pria yang tengah membawa botol minuman yang diduga mengandung alkohol.

Saat itu bersama dengan teman-temannya, mereka tampak hendak memberi makan rusa. Saat binatang itu mendekat untuk mengambil makanan, mereka justru memasukkan minuman itu ke mulut si rusa.

Segera, rusa yang kaget itu langsung pergi.  Sementara pada video kedua memperlihatkan kuda nil yang tengah membuka mulut, kemudian mereka semprotkan minuman berwarna ungu ke mulutnya.

Tahu jika aksinya berhasil, pengunjung itu tampak semakin girang.

Dua video yang diambil dari story Instagram @alyccaaa dan @philipbiondi ini dalam beberapa jam langsung menjadi viral.

https://youtu.be/c-C_IgxNtMc

Banyak warganet yang menyayangkan tindakan mereka yang dinilai keterlaluan. Sebab, binatang yang seharusnya dilindungi malah dijadikan lelucon.

Apalagi sampai memasukkan minuman yang bisa saja berbahaya bagi hewan itu sendiri. Berbagai tanggapan warganet bermunculan.

Sebagian besar geram menyaksikan video itu.

_anggitaaarp: @alyccaaa baru gaul ya mba? Baru tau minuman gitu? Senorak itu kah? Lo norak sama temen” lo ajaa!!! Gak usah perlakukan hewan begitu,bego” ajaaa gak usah di pamerin di publik.MIRIS BANGET cantik” ga punya otak!

anggiapermataa: ini kebanyakan makan micin ama bungkusnya jd begini.

vetisetti: semoga segera di proses sama pihak taman safari, orang lain penuh kasih sayang ngerawat nya, rela 24 jam buat mantau biar hewan dalam keadaan baik, sakit jiwa ni orang, manusia punya otak tp gak bsa mikir.

happysalmaaah: Ini taman safari bisa nuntut, tinggal di pidana aja, barang bukti ada, saksi ada. Harusnya sih di laporin ya, jadi pelajaran buat semua orang terutama yang bahagia bgt itu ketawanya dan kasih anggur merah ke binatang-binatang itu, lo hidup di bumi woy, yg makhluk hidup bukan lo doang.

Maling Spesialis Motor Diringkus Polsek Jasinga

BOGOR DAILY-Berbekal informasi dari masyarakat, Polsek Jasinga berhasil meringkus tersangka pencuri sepeda motor (curanmor) milik warga Kampung Peuteuy, RT 03/02, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga.

Berdasarkan laporan dari warga dengan nomor LP/24/B/2017/JBR/Res Bgr/Sek Jasinga tanggal 14 Agustus 2017 pukul 16:00 WIB, Polsek Jasinga langsung menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kemudian sekitar pukul 21:00 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Sifak Brigadir Deka Aditia mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku berinisial A alias Panjul berada di Kampung Lebakhuni, Desa Dugalajaya, Kecamatan Jasinga,” kata Kapolsek Jasinga AKP Sudarsono kepada Metropolitan, kemarin.

Kapolsek bersama Kanit Reskrim, Kanit Binmas dan anggota kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku. “Proses lidik berbuah hasil, kita amankan barang bukti satu unit sepeda motor dan enam buah anak kunci leter T,” terangnya

Umi Pipik Bilang Kalau Foto Mesranya Cuma Editan

0

BOGOR DAILY-Kabar mengejutkan datang dari sosok Pipik Dian Irawatia alias Umi Pipik. Ia dikabarkan sudah melangsungkan pernikahan dengan Sunu Eks Matta Band. Hal tersebut terindikasi dari beredarnya foto mesra mereka berdua di sosial media Instagram.

Terlebih, hal itu pun diperkuat dari pernyataan ustaz Dery Sulaeman, sahabat mereka yang menilai keduanya tak mungkin berpose mesra jika tidak dalam kondisi yang ‘halal’. Indadari, sahabat Umi Pipik saat dimintai komentar oleh awak media mengaku sudah mendengar soal kabar simpang siur antara Pipik dan Sunu.

Indadari pun sudah mengonfirmasi langsung ke Pipik dan memperoleh jawaban sebagai berikut. “Sudah (dengar kabar yang beredar). Sudah nanya langsung juga ke umi, saya tanya ke umi. Kata umi fitnah,editan itu (soal foto),” tulis Indadari dalam aplikasi pesan singkat, Senin (13/11/2017).

“Umi mah sabar, kuat. Inilah dunia, isinya itu ujian. Kadang ujian datang bentuknya fitnah. Umi sosok yang kuat dan nggak mau balas kejahatan. Beliau saya rasa lebih memilih sabar dan membalas kejahatan dengan kebaikan,” tambah Indadari.

Indadari pun menganggap hal tersebut sebagai ujian hidup yang tengah dihadapi Umi Pipik sebagai manusia. “Jadi ya saya memandang ini sebagai episode kehidupan yang harus umi jalani. Ujian yang silih berganti, yang saya yakin Umi pasti kuat sesuai janji Allah di surat Al Baqarah ayat terakhir. Umi harusnya sudah bisa melewatinya dengan senyum karena lagi-lagi ditransfer banyak pahala yang besar, lagi-lagi dikasih ampunan dosa lewat ujian fitnah yang ditunjukkan padanya. Semoga Allah selalu menjaga Umi dalam kebaikan,” harapnya.

Kabar adanya hubungan spesial antara Umi Pipik dan Sunu Eks Matta Band memang sudah cukup lama terdengar. Namun belakangan, hal tersebut semakin kencang berhembus seiring curahat hati Suci, istri dari Sunu Band yang menyiratkan tengah terjadi permasalahan serius antara dirinya dan sang suami.

Perempatan Ciseeng Lagi Diperlebar, Macetnya Ampun-ampunan

BOGOR DAILY-Warga Ciseeng, Kecamatan Ciseeng masih akan merasakan kemacetan akibat proses pelebaran jalan perempatan Ciseeng hingga tahun 2018 mendatang. Hal tersebut dikarenakan proyek pelebaran jalan perempatan akan dilakukan menyeluruh yakni sisi barat dan sisi timur juga sisi utara.

Kemacetan di jalan itu diperparah tidak adanya trotoar membuat pejalan kaki terpaksa melalui proyek jalan tersebut. Di jam pagi dan sore jalan ini ramai oleh para pelajar yag berjalan menuju dan pulang dari sekolah.

“Macetnya ampun-ampunan, tapi apa boleh buat entr juga tidak, sayang aja tidak adanya trotoar menambah kesemrawutan di pagi dan sore. Bukan hanya itu, keselamatan pejalan kaki dipertaruhkan. Saya berharap jalan ini dilengkapi trotoar mengingat banyak sekali pejalan kaki yang melalui jalan ini,” ujar salah seorang warga setempat Sanusi (45) kepada Metropolitan kemarin.

Sementara itu pengguna jalan lainnya Dani Saputra (23) mengatakan, dirinya harus berangkat lebih awal setiap kali berangkat kerja. Menurutnya kemacetan di sepanjang proyek tersebut setiap pukul 6.30 sampai 08.00 WIB, sedangkan sore hari mulai 15.30 sampai 19.00 WIB.

“Untuk mencegah terjebak macet saya berangkat dari rumah pukul 5.00 WIB, kalau pulang tidak apa – apa telat juga yang penting berangkatnya. Soal permintaan masyarakat supaya diadakan trotoar saya sangat mendukung, karena pejalan kaki juga memiliki hak dan hak tersebut harus dipenuhi oleh Pemkab Bogor,” tukasnya.

Tabrakan Ciawi Tambah Daftar Korban Tewas Selama Operasi Zebra

BOGOR DAILY-Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi, Tanjakan Widuri, Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Akibatnya, seorang wanita, Khuzaiyah, tewas akibat terlindas ban belakang truk bernomor polisi B 9040 UEH.

Informasi yang dihimpun, kejadian nahas ini berawal saat Khuzaiyah dibonceng Dede Hendra (25) menggunakan motor Honda Beat bernopol B 3580 EBL melaju dari arah Sukabumi menuju Ciawi.

Saat itu warga Kampung Cijambe, RT 01/02, Desa Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi itu mencoba menyalip truk. Nahas, ketika di pertengahan jalan motornya jatuh.

“Saat bersamaan, pengendara sepeda motor terpeleset lalu oleng dan penumpangnya terjatuh ke kanan jalan dan membentur ban belakang truk Hino trailer,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Bogor Iptu Asep Saepudin.

Akibat kejadian itu, pengemudi motor mengalami luka lecet di tangan kiri, perut dan luka memar di kaki kanannya. Sedangkan penumpangnya, Khuzaiyah, wanita asal Banyu Urip Alit, Gang 3C, RT 04/04, Kelurahan Banyu Urip Alit, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, tewas di tempat karena mengalami luka parah di bagian kepala.

“Pengendara atas nama Dede Hendra mengalami luka tangan kiri lecet, perut dan kaki kanan memar. Sedangkan penumpangnya, Khuzaiyah, mengalami luka terbuka di bagian kepala dan meninggal dunia di TKP. Keduanya dibawa ke RSUD Ciawi,” ungkap Asep.

Tabrakan maut ini menambah daftar panjang korban kecelakaan selama Operasi Zebra.

Berdasarkan data Satlantas Polres Bogor, selama Operasi Zebra yang digelar di wilayah hukum Polres Bogor sebanyak tiga orang meninggal. Sedangkan delapan orang mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama mengatakan, kecelakaan yang terjadi sebagian besar akibat kelalaian pengendara saat berkendara di jalan raya.

“Kami juga sudah melakukan upaya semaksimal mungkin dengan memberikan teguran hingga sanksi tilang saat melakukan razia demi meminimalisasi angka kecelakaan,” imbuhnya.

Etdah! Anak Pasha Rayakan Ultah Pacar ke13 di Mal Bogor

0

BOGOR DAILY-Kue ulang tahun lengkap dengan angka 13 jadi kejutan anak Pasha ‘Ungu’,  Keisha Alvaro, untuk teman spesialnya, Mutiara Jasmine. Sambil memegangi tangan sang gadis,  bocah yang masih bau kencur itu merayakan hari ulang tahun berduaan di sebuah mal di Kota Bogor.

Rona bahagia terpancar di wajah Keisha dan Mutiara saat merayakan ulang tahun berdua. Ini terlihat dari unggahan foto di akun Instagram Keisha sebelum akhirnya dihapus sang ibunda, Okie Agustina.

Bahkan di posting-an foto perayaan ulang tahun itu, Keisha pun menyelipkan doa agar kekasihnya panjang umur dan hubungan keduanya langgeng. “Merayakan ulang tahun Mutiara yang ke-13, @mutiiarajasmine. Semoga panjang umur sehat selalu dan semoga langgeng buat kita. HBD my Muti,” tulis Kiesha.

Selain momen perayaan ini, tak ada foto lain dari Muti yang diunggah Kiesha. Akun Mutiara sendiri dikunci meski sekarang ia sudah punya lebih dari 3.000 follower di Instagram.

Potret mereka kala pacaran pun ramai dibahas warganet di dunia maya. Tak tinggal diam, sang ibu, Okie Agustina, memberi klarifikasi melalui akun Instagram-nya.

Wanita berhijab ini menegaskan bahwa Mutiara adalah teman Kiesha, bukan pacarnya. “Itu cuma teman dekat Kiesha kok. Saya dan ayahnya sudah tahu karena Kiesha cerita kalau lagi suka sama cewek namanya Muti. Saya dan ayahnya enggak masalahin selama itu enggak aneh-aneh dan enggak ganggu sekolah atau kegiatan lainnya,” tulis Okie Agustina di Instagram Stories, Selasa (14/11).

Ia menuturkan, ke mana pun Kiesha pergi, tak lepas dari pengawasannya. “Kiesha masih dalam pengawasan saya. Lagi pula mereka juga jarang dan hampir nggak pernah ketemu. komunikasi juga hanya sebatas telepon atau WhatsApp,” jelas Okie.

Ia pun membeberkan bahwa perayaan ulang tahun Keisha dan Muti didampingi orang tua. “Kemarin itu mereka ketemu karena Muti ulang tahun dan datang ke Bogor. Itu juga didampingi sama orang tuanya. Jadi please jangan disamain sama istilah pacaran anak gede. Karena kalau ditanya pacaran itu apa, mereka juga nggak ngerti,” tandasnya.

Di Bogor, Karyawan dan Pelajar Paling Banyak Kena Tilang

BOGOR DAILY- Dua minggu sudah Operasi Zebra Lodaya (OZL) 2017 dilaksanakan di Kota dan Kabupaten Bogor. Tak tanggung-tanggung, 30.728 pengendara roda dua dan empat ditilang. Jumlah ini sesuai hasil rekap Satlantas Polresta Bogor Kota dan Polres Bogor.

Berdasarkan data kepolisian, tercatat 14.400 pengendara terkena tilang di Kota Bogor. Sedangkan di Kabupaten Bogor sebanyak 16.328 pengendara terkena tilang hingga H+14. Jumlah itu didominasi karyawan dan pelajar serta mahasiswa.

Kepala Satlantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama mengatakan, sampai H+14, Satlantas Polres Bogor berhasil menilang 16.328 pengendara.  Pelanggaran tersebut rata-rata sepeda motor yang tidak menggunakan perlengkapan berkendara dan surat-surat. “Dakgar teguran hanya 2.817,” katanya.

Pelaku pelanggaran didominasi usia 26-30 tahun (4.373 pengendara),  21-20 (3.656 pengendara) dan 16-20 (3.489 pengendara). Sedangkan untuk pekerja, pelaku pelanggaran didominasi kalangan karyawan dengan jumlah 11.202 orang. Sementara pelajar dan mahasiswa yang terkena telah tercatat 4.234 orang.

Menurut Hasby, jumlah tersebut lebih sedikit ketimbang tahun lalu mencapai 13.285 untuk karyawan dan 5.063 untuk pelajar/mahasiswa. Adapun barang bukti yang disita yakni 11.865 STNK dan 4.427 SIM. “Untuk kendaraan yang disita cuma ada tiga unit,” terang Hasby.

Sementara untuk kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada rekapan operasi saat ini, terdapat enam kejadian yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, lima orang luka berat dan tiga orang luka ringan.

Namun, angka tersebut berada di bawah batas maksimal laka lantas selama operasi, yakni sepuluh jumlah kejadian. “Saya bersyukur angka tersebut berada di bawah batas maksimal laka lantas. Selama operasi ada sepuluh kejadian, sepuluh korban meninggal dunia, enam orang luka berat dan enam orang luka ringan,” ungkapnya.

Di Kota Bogor, sampai H+13 tercatat jumlah pengendara yang terkena tilang sebanyak 14.400 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil penindakan selama 13 hari. Sedangkan untuk total keseluruhan masih akan direkap terlebih dahulu oleh satuannya. “Kita akan rekap lagi pas pukul 24:00 WIB hari ini (kemarin, red). Secara rinci, mulai dari usianya paling banyak, kendaraannya paling banyak dan pelanggarannya paling banyak, nanti kita rinci,” kata Bram.

Sedangkan, menurut Bram, pelanggaran terbanyak dilakukan pengendara sepeda motor. Pelanggaran yang dilakukan di antaranya melawan arus. “Iya, karena memang masih banyak saudara kita yang melawan arus, kemudian tidak menggunakan helm dan surat-surat tidak lengkap. Dan ini terbilang masih cukup tinggi,” tutupnya.

Ia melanjutkan, budaya tertib terkadang harus dilakukan dengan cara penindakan. “Karena di Operasi Zebra ini lebih dikedepankan tindakan represif dibanding operasi sebelumnya. Triwulan pertama Operasi Simpatik, triwulan tengah Operasi Patuh dan triwulan ketiga Operasi Zebra lebih dikedepankan preventif. Jadi memang penindakan kita perbanyak, dengan maksud budaya disiplin terbentuk,” ucapnya.

Baraya Kujang Pajajaran Tanam Sejuta Pohon Langka di Situs Ini

BOGOR DAILY-Baraya Kujang Pajajaran (BKP) meluncurkan gerakan penanaman satu juta pohon kawung (aren) di areal Situs Megalitikum Cibalay, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, kemarin. Peluncuran gerakan ini ditandai dengan penanaman 99 bibit aren dan 9 pohon Pakujajar, jenis tanaman langka dan khas Kerajaan Pakuan Pajajaran oleh para tokoh yang hadir.

Menurut Ketua BKP Ahmad Fahir, kegia­tan ini dihadiri 70 pemegang kujang pusaka Pajajaran dari berbagai daerah di Tanah Air. Hadir sejumlah tokoh, yakni kasepuhan BKP Bah Wahyu Affandi, pembina BKP Ki Gatut Susanta, Ki Suryana, Kasat Sabhara Polres Bogor Kota Kompol Bektiyana, Wakil Bupati Bogor periode 2008-2013 Karyawan Fathurach­man, Kopka Darmawan dari Kopassus Bata­lyon 14 dan sesepuh Cibalay Abah Ending.

Menurut Ahmad Fahir, penanaman pohon dilakukan sebagai rangkaian dari acara pen­gukuhan pengurus BKP periode 2017-2022. Kegiatan ini juga diisi babakti yang dip­andu Ki Haji Suryana dan sa­rasehan pelestarian budaya Sunda dengan mengangkat tema penyelamatan situs-situs cagar budaya di wilayah tatar Sunda. Sesepuh BKP, Wahyu Affandi mengemukakan, se­cara formal BKP dibentuk pada 7 Maret 2017 dan telah terdaftar di Kemenkumham. “Legalitas perkumpulan ter­tanggal 7 Maret 2017. Namun para pemegang kujang pusa­ka telah terhimpun secara paguyuban sejak 15 tahun lalu,” kata Wahyu. ­

Wahyu mengungkapkan, BKP adalah komunitas pemegang kujang pusaka Pajajaran, me­miliki 670 orang anggota dari ragam etnis dan daerah di Indonesia. Narasumber sara­sehan Karyawan Fathurachman, mengemukakan, pelestarian budaya Sunda merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk dalam hal ini masy­arakat. Menurut ketua Sunda Langgeng Wisesa ini, kehadi­ran komunitas budaya sangat penting dalam menjga warisan nilai dan cagar budaya yang diwariskan para leluhur Sun­da.

“Kehadiran komunitas budaya akan memperkuat pelestarian cagar budaya, akan membantu pemerintah dalam merawat aset budaya bangsa,” ujar Karyawan.

Kasat Sabhara Polres Bogor Kota, Kompol Bektiyana men­gatakan, kehadiran BKP sangat besar manfaatnya da­lam melestarikan budaya Sunda. “Saya sudah 35 tahun tinggal di Jawa Barat, ingin melihat budaya lokal lestari dan kuat. Daerah-daerah lain memiliki perhatian yang be­sar terhadap budaya lokal. Semua daerah harus kuat dalam menjaga budaya lokal, sebagai aset berharga bangsa,” ujar Bekti.

Kopka Darmawan dari Ba­talyon 14 Kopassus menam­bahkan, komunitas seperti BKP mesti hadir dan berpean ny­ata dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui jalur budaya. “Peperangan sekarang sangat modern, disebut proxy war. Ketahanan budaya lokal harus kuat, sebagai ikhtiar dalam membentengi budaya bangsa,” tegas Darmawan.

Sementara Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus BKP, Ki Mardhi mengutarakan, pe­luncuran gerakan penanaman 1 juta pohon tersebut sebagai upaya BKP dalam menjaga kelestarian alam Gunung Salak. Bibit tanaman rencananya akan disebar di perbatasan kawasan taman nasional dan lahan perkebunan milik warga, denn­gan melibatkan sejumlah Lembaga Masyarakat Desa Hutan yang berada di Keca­matan Tamansari, dan Keca­matan Tenjolaya. “Puncak penanaman pohon kawung pada 22 Maret 2018, bertepa­tan dengan Milangkala ke-1 BKP dan Hari Air se-Dunia,” ungkap Mardhi.

Tampar Kepala Desa, Dandim Rembang Akhirnya Dicopot

0

BOGOR DAILY-Komandan Distrik Militer 0720 Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady menampar Kepala Desa Jambangan, Kecamatan Sarang, M Hilaludin saat rapat koordinasi pengawasan dana desa di Pendopo Museum RA Kartini, Rembang, Jumat (10/11/2017).

Kegiatan sosialisasi itu dihadiri Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta jajarannya, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana dan semua kepala desa di Rembang.

Saat itu, Letkol Inf Darmawan Setiady yang berkesempatan menyampaikan materi mendadak dengan nada tinggi memanggil M Hilaludin naik ke atas podium.

Kemudian saat Hilaludin mendekat, Darmawan langsung menampar pipi kiri kades tersebut. Saat itu, Darmawan merasa disepelekan karena Hilaludin menyandarkan kepalanya di kursi. Para kades yang hadir dalam forum tersebut ramai-ramai melayangkan protes atas insiden tersebut.

Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman dalam keterangan tertulisnya membenarkan telah terjadi insiden penamparan tersebut.

Namun kasus ini kemudian diselesaikan secara kekeluargaan dengan mediasi Bupati Rembang Abdul Hafidz. “Betul telah terjadi peristiwa itu. Atas peristiwa itu kami menyesalkan atas apa yang telah terjadi dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan serta disepakati untuk tidak menuntut secara hukum disertai permohonan maaf Dandim Rembang kepada yang bersangkutan, dimediasi oleh Bupati Rembang dan Forkopimda Kabupaten Rembang,” kata Tatang, seperti dikutip dari Penerangan Kodam IV Diponegoro, Minggu malam.

Tatang mengatakan, instansinya sudah berkoordinasi dengan Markas Besar TNI Angkatan Darat.  Darmawan akan tetap diproses secara internal. “Penggantinya sudah disiapkan,” kata Tatang.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 073/Makutarama Mayor CAJ (K) July Silooy mengatakan, terhitung mulai Minggu (12/11/2017) ini, Letkol Inf Darmawan Setiady tidak lagi melakukan wewenang tugas dan tanggung jawabnya sebagai Dandim 0720/Rembang.

“Beliau Dandim 0720/Rembang mulai hari ini telah di-nonjob-kan. Sebagai penggantinya sementara adalah Letkol Inf Teddy Himawan, Kasiter Korem 073/Makutarama,” kata July, saat dikonfirmasi terpisah.

Selanjutnya untuk dugaan kasus pemukulan yang dilakukan Darmawan, ia memastikan kasus ini akan ditangani sesuai aturan yang berlaku di militer. Ia mengimbau kepada seluruh jajarannya agar kasus ini menjadi pembelajaran agar tidak terulang di kemudian hari.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, setelah insiden penamparan, Darmawan sudah beritikad baik dengan meminta maaf kepada kepala desa yang bersangkutan.

Selain berinisiatif mendatangi rumah kepala desa, mediasi di antara keduanya sudah dilaksanakan di rumah dinas Bupati Rembang dengan dihadiri Bupati Rembang beserta Kapolres Rembang dan Paguyuban Kades Rembang.

“Sudah dimediasikan dan diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan,” kata Abdul Hafidz, Minggu (12/11/2017).