Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8874

HP Masih Aktif, Siswi SMP PGRI 3 Bogor Sebulan Hilang

0

BOGOR DAILY– Kasus kehilangan anak kembali terjadi di Bogor. Kali ini menimpa pasangan Normansyah dan Marni warga Jalan Babakan Ciomas, Cibinong RT 04/05, Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas Bogor.

Anak keduannya, Nanda Nurma Jaeti (15), tak kunjung pulang sejak berangkat sekolah pada 9 Oktober 2017 lalu.

Terakhir kalli, kata Norman,  Nanda begitu panggilan anaknya itu berangkat sekolah. Sang Ibu, Marni, memberikan ongkos sebesar Rp 20 ribu.

Namun, hari itu menjadi hari pamitan terakhir Nanda kepada keluarga. “Jam satu siang belum pulang, jam tiga belum pulang. Saya kalut,” ujarnya, Rabu (08/11/2017) didampingi anak pertamannya Agam Norman.

Terakhir berangkat, katanya sambil tersendu, mengenakan seragam sekolah SMP PGRI 3. Berbagai upaya pun ditempuh keluarga. Mulai dari tokoh agama sampai ke kepolisian. “Sejak pergi sampai sekarang nomornya aktif tapi tidak diangkat,” ungkapnya.

Jika ada yang menemukan, kata dia, ciri-ciri dari Nanda memiliki tinggi 155 centimeter. Rambut hitam lurus, wajah oval, kulit sawo matang, dan memakai seragam sekolah sepatu biru putih hitam.

“Saya mohon jika ada yang melihat hubungi nomor saya 081804995396. saya rindu, nak pulang nak ayah khawatir kamu di mana,” pintanya.

Bandara Kertajati Dikebut 24 Jam Non Stop

0

BOGOR DAILY-Proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kabupaten Majalengka, terus dikebut pengerjaannya. Mengejar target soft launching pada April 2018, proyek senilai Rp 2,6 triliun itu dikerjakan siang malam pihak pengembang.

“Kami kerjakan 24 jam dikebut untuk pembangunannya, karena soft launching ini kita ingin bisa laksanakan April mendatang,” kata Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra, di Bandung, Rabu 8 November 2017.

Semula uji coba beroperasinya bandara yang bakal digelar pada Februari bergeser sampai April 2018. Ini dilakukan agar seluruh kesiapan penyelenggaraan bandara bisa maksimal, terutama pelayanan navigasi penerbangan yang akan dioperasionalkan AirNav Indonesia.

“Kalau kesiapan keseluruhan itu bisa dilakukan sekitar 1 April 2018 nanti,” ucap Virda.

Virda mejelaskan, progres pengerjaan bandara secara keseluruhan yang memakan lahan 1.800 hektare per Senin 30 Oktober 2017 cukup menggembirakan, yakni 66,5 persen. Bandara yang akan dilengkapi kawasan aerocity, dalam pengerjaan konstruksi tersebut dibagi dalam tiga paket oleh tiga kontraktor. Mereka mengerjakan untuk sisi darat.

Paket satu meliputi pembangunan infrastruktur yang dikerjakan PT Adhi Karya Tbk dengan capaian 97,74 persen. “Lingkup pekerjaan infrastruktur ini yakni, jalan, drainase, lansekap parkir dan ramp simpang susun,” kata Virda.

Area ramp simpang susun ini pengerjaannya sudah mencapai 100 persen. Sisa pengerjaan paket satu akan rampung akhir November ini.

Lagi Viral Nih, Video Hijaber Nyanyi di Gereja Katedral Bogor

0

BOGOR DAILY- Baru-baru ini warganet mendadak heboh dengan beredarnya video wanita berhijab yang tengah bernyanyi. Masalahnya, wanita tersebut menyanyikan lagu rohani Ave Maria saat hari pemakaman tantenya yang diketahui bernama Yanti Mahardi.

Wanita muslim itu terlihat tanpa canggung berdiri memegang mik sambil melafalkan lagu Ave Maria. Apa yang dilakukannya itu sebagai penghormatan terakhir sebelum janazah tantenya dikebumikan.

Kisah ini dibagikan dari satu akun ke akun lainnya hingga menjadi viral. Namun dari hasil penelusuran, ada pemilik akun Twitter @AmbarwatiRexy mengaku sebagai keponakan almarhumah Yanti Mahardi yang meninggal.

Dalam posting-annya, pemilik akun @AmbarwatiRexy menyebutkan bahwa wanita berhijab itu adalah keponakan kesayangan sekaligus sahabat dekat almarhumah. “@AmbarwatiRexy Yg meninggal tu tante ku Mbak. Sang penyanyi adalah keponakan kesayangan sekaligus sahabat dekat almarhumah,” tulis akun tersebut.

Sementara almarhumah Yanti Mahardi sendiri diketahui telah meninggal pada 4 November 2017 di RS Azra. Jenazah tersebut akhirnya didoakan di Gereja Katedral Jalan Ir Djuanda.

Seperti yang terungkap dari posting-an Rita Marcia Sigit di akun Facebook-nya. “Selamat jalan mba Yanti Marhadi, bahagia bersama Bapa di surga,” tulisnya pada 4 November lalu.

Sementara wanita berhijab yang menyanyikan lagu Ave Maria itu dilakukan pada Senin (6/11/17) saat berlangsungnya acara misa requirem. Sebelum penutupan peti, seorang sahabat sekaligus keponakan almarhumah menyanyikan lagu Ave Maria dengan sangat merdu. Persembahan terakhirnya itu terekam dalam video berdurasi satu menit 39 detik.

Penampilannya itu pun menarik perhatian warganet. Tak sedikit di antaranya yang merinding dengan suaranya yang merdu. Wanita ini tidak segan menyanyikan lagu Ave Maria.

Sontak saja, unggahan itu langsung mendapat tanggapan beragam dari para warganet. Tak sedikit dari mereka yang merasa kagum dengan wanita berhijab ini yang menunjukkan arti persahabatan yang luar biasa.

”Wow, salut dan suaranya, sangat-sangat indah,” tulis akun Astrid Marinna. ”Terima kasih buat persahabatan yang tidak melihat apa agamanya, luar biasa damai,” tulis akun Ramayani Hotmasinta.

”Relasi yang indah sampai di ujung sahabatnya mengantar dengan penghormatan yang luar biasa. I proud of you. Mbak, inilah menurutku bentuk keanekaragaman Indonesia yang harus dijaga,” tulis akun Hermawan Lie Relasi.

“Hebatnya mbak ini gak takut di kafirkan oleh sdr2 lain nya yg muslim klw jaman Old yg begini hal yg biasa, jaman Now yg gini Ruar biasa. Demikian komentar warganet,” tulis @Yettidewi.

Hingga berita ini diterbitkan belum diketahui siapa sosok wanita yang bernanyi itu dan belum ada klarifikasi dari pihak Katedral Bogor.

Anaknya Tewas Usai Mabok Miras, Ibunya Histeris di Rumah Sakit

0

BOGOR DAILY– Ibunda dari Sofian korban diduga akibat minun miras oplosan histeris tatkala keluar dari ruangan IGD RS AU lantara mendapati anaknya meninggal usai dirawat.

Perempuan berjaket hijau tua keluar menjerit dari balik pintu sambil terisak-isak.  Sementara lelaki yang nerupakan ayahnya, menjerit sambil menepuk-nepuk kepala. “Ya allah kenapa… (teriak),” tangis perempuan yang merupakan ibu korban.

Kerabat lain mencoba menenangkan. “Udah ikhlaskeun, ikhlaskeun,” ucap ibu-ibu di sebelahnya.

Berdasarkan informasi keluarga Korban, Junaedi, meninggalnya Sofian (23) usai dirawat di Rumah Sakit. Sebelumnya tidak diketahui kapan pemuda ini mabuk minum-minuman.

Lokasi sendiri berada di sebuah kontraka di RT 03/01 Kampung Curug, Dekat Curug Permai, Kecamtan Tanah Sareal.

Menurut dia, ada dua korban lainnya. Satu ditemukan kaku, bernama Danar (22), warga sekitar. Pemuda itu ditemukan tewas di rumahnya. “Saya tidak tahu kapan itu (minum-minuman). Tapi korban tadi siang jam tiga meninggal,” katanya.

Sementara Kapolsek Bogor Barat, Kompol Fahyuni, anggotanya sedang memastikan korban yang meninggal. “Satunya belum pasti akibatnya warga Tajurhalang, Kabupaten Bogor,” katannya.

 

Pakai Helm Boneka, Pemotor Ini Bikin Polisi Bogor ‘Gemes’

BOGOR DAILY-Terciduk. Maksud hati mau gaya-gayaan memakai helm boneka, pemotor ini kena tilang. Peristiwa ini terjadi di Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor.

Menurut Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama, penilangan dilakukan pada Selasa (7/11). Saat ditilang, pemotor itu tak banyak berdalih. Mereka hanya tersenyum saat disapa petugas yang menilang.

“Ditilang di depan CCM (Cibinong City Mall), mereka mengaku hanya gaya-gayaan pakai helm itu,” kata Hasby, Rabu (8/11).

Pihak kepolisian kemudian memberi penjelasan tentang pelanggaran yang dilakukan pengendara. Setelah itu surat tilang diberikan. “Pemotor itu tetap ditilang,” tutur Hasby.

Imbauan disampaikan Hasby, pemotor sebaiknya taat aturan berlalu lintas. Jangan coba-coba melanggar aturan.

Hamil 7 Bulan, Ibu Ini Gondol Emas 280 Gram di ITC

BOGOR DAILY- Setelah sempat jadi buron lebih dari 3 bulan, AN (26) ditangkap polisi. Perempuan asal Cibinong, Kabupaten Bogor, itu ditangkap di tempat persembunyiannya di pesisir pantai Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Perempuan yang kini hamil 7 bulan itu membawa kabur perhiasan emas seberat 280 gram dari toko emas di Plaza ITC Cibinong, Bogor. Kapolsek Cibinong Kompol Hida Tjahyono menyebutkan AN membawa kabur perhiasan emas berupa kalung dan cincin dari toko emas di pusat perbelanjaan di Cibinong pada pertengahan Agustus 2017.

“Pelaku memang pelanggan di toko emas itu. Dulu sering membeli perhiasan, karena sebelumnya dia punya suami sukses. Jadi antara pelaku dan penjaga atau pemilik toko emas juga cukup kenal,” kata Hida kepada wartawan, Rabu (8/11/2017).  “Tapi kemudian pelaku bercerai dan sekarang sudah menikah dengan laki-laki lain,” sambungnya.

AN, yang saat itu tengah hamil 4 bulan, diduga tengah terdesak kebutuhan ekonomi. Kondisi keuangannya tidak sebaik saat ia hidup dengan suami pertamanya.

“Pelaku kemudian datang ke toko dengan alasan membeli perhiasan. Tapi kemudian dibawa kabur. Total perhiasan yang dibawa ada 280 gram dengan total kerugian Rp 164 juta,” terang Kapolsek.

Mendapat laporan, polisi pun bergerak memburu pelaku. Sampai akhirnya AN ditangkap bersama suaminya di rumah persembunyiannya di pesisir pantai selatan Cianjur, Jawa Barat.

“Pelaku AN kita tangkap bersama suaminya berinisial AC. Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku perhiasan itu digadaikan di dua Pegadaian di Bandung dan Ciranjang,” kata Hida.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Hida, pelaku AN akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

“Kita juga jerat dengan Pasal 363 KUHP. Sedangkan suaminya kita amankan karena ia telah ikut serta menjual barang hasil curian,” pungkas Hida.

Pemenggal Kepala Kakak Kandung Ditolak Warga Kampung

0

BOGOR DAILY-Warga Tuban menolak kehadiran pemenggal kepala kakak kandung ke desanya. Warga beralasan jika pelaku, Jamiin (50) berada di desanya, khawatir kerap mengamuk dan peristiwa sadis, itu terjadi lagi.

“Saya minta kalau benar-benar mengalami gangguan jiwa dirawat hingga sembuh, jangan dulu kembali ke desa,” kata salah satu warga Dusun Kayunan, Saji (40).

Hal senada diamini warga lain. Dia dan keluarganya khawatir jika pelaku yang telah memenggal kepala Jamiran (53) kembali ke desanya, keselamatannya tidak ada yang menjamin.

“Jangan balik ke desa dulu, nanti warga takut semua kalau mau kemana-mana,” tambahnya warga lain.

Tak hanya itu saja, Jamiin yang mengamuk dalam kondisi telanjang juga merusak perabotan rumah tersebut. Warga langsung bersembunyi dan tidak berani keluar, khawatir menjadi korban. Hingga akhirnya polisi dari Polsek Soko dan Polres Tuban mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku.

“Ya, pelaku akan kita periksakan apakah benar mengalami gangguan jiwa atau tidak. Jika benar, maka kita koordinasikan dengan dinsos,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Wahyudin Latif.

2019, Sampah di Kota Bogor Baru Bisa Dibuang ke Nambo

0

BOGOR DAILY-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap mengalihkan pembuangan sampah dari TPAS Galuga ke TPST Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor pada 2019 mendatang.

Namun, untuk membuang sampah ke daerah tersebut, pemerintah daerah mesti merogoh kocek Rp 125 ribu persatu ton sampah. Dalam satu hari sampah Kota Bogor bisa mencapai 650 ton. Diestimasikan Pemkot Bogor dalam sehari harus menyiapkan anggaran puluhan juga untuk pembuangan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Elia Buntang mengatakan, bahwa biaya membuang sampah ke TPST Nambo lebih besar dibanding ke TPAS Galuga. Terlebih penduduk Kota Hujan menghasilkan 600 hingga 650 ton sampah perhari.
“Nah, untuk tipping fee persatu ton Rp 125 ribu. Kami bisa menurunkan volume sampah menjadi 400 hingga 500 ton perhari melalui 25 Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) total biayanya mencapai sekitar Rp62.500.000 perhari. Tipping fee sendiri akan naik per dua tahun sebanyak enam persen,” ungkapnya Rabu (8/11).
Elia menuturkan, untuk dapat membuang sampah ke TPST Nambo, DLH membutuhkan 30 unit truk beroda 10. Diusahakan meminta bantuan ke pemerintah pusat untuk kendaraan truk besar.
“Kami minimal membutuhkan 30 armada. Pengadaannya tak mungkin menggunakan APBD, karena harga satu truk mencapai Rp1,4 miliar. Jadi kami akan meminta bantuan dana ke pemerintah pusat,” jelasnya.
Elia melanjutkan, dirinya optimis pembuangan sampah Kota Bogor takkan menemui kendala di lapangan lantaran TPST Nambo punya akses jalan khusus, sehingga takkan melewati pemukiman warga.
“Nantinya ada tiga daerah yang membuang sampah ke Nambo. Yakni, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok. Menjaga kenyamanan, kami juga menggunakan mobil baru yang layak untuk pembuangan ke Nambo, karena syaratnya harus tertutup bak truknya,” terangnya.
Elia juga menuturkan, kontrak antara Pemkot dan Pemkab Bogor terkait TPAS Galuga sendiri baru akan berakhir pada 2020 mendatang. Tetapi saat TPST Nambo beroperasi pada 2019, pembuangan segera dialihkan.
“Meski begitu kami mempunyai tanggung jawab untuk merevitalisasi TPAS Galuga selama 20 tahun ke depan. Lahan kami ada 30 hektar lebih di Galuga dan baru terpakai 12 hektar,” pungkasnya.

Polisi Ungkap Pelaku Pelempar Batu DJ Siska

0

BOGOR DAILY- Kepolisian akhirnya mengungkap kasus pelemparan benda keras ke mobil disjoki alias DJ Siska hingga menyebabkan wanita berpenampilan seksi itu mengalami luka parah di wajahnya.

Kasus ini berhasil diungkap jajaran Polsek Metro Kebon Jeruk. Dan petugas juga telah mengamankan pelaku pelemparan benda keras ke mobil DJ Siska.

Menurut Kepala Polsek Metro Kebon Jeruk, Kompol Marbun, pelaku seorang pria berinisial M.  “Semalam pelaku kami tangkap. Kami dapat informasi dari masyarakat orang yang lempar batu dengan ciri-ciri begini-begini dan pelaku kami jemput di Kedoya, inisial M umur sekitar lima puluh tahun,” ujar Marbun, Selasa, 7 November 2017.

Kompol Marbun menuturkan, saat dilakukan pemeriksaan terungkap ternyata pria berinisial M itu orang gila. “Ditangani Polres. Sudah positif alami gangguan jiwa. Tapi perintah Kapolres untuk tetap pemeriksaan medis,” kata Marbun.

Marbun mengatakan, M melempari mobil DJ Siska menggunakan batu saat korban melintas di Jalan Budi Raya, Kemanggisan, Jakarta Barat.

Kasus ini terungkap setelah foto DJ Siska dalam kondisi wajah terluka parah beredar di media sosial. Dalam foto yang beredar, terlihat Siska sedang berada dalam mobil yang kacanya telah pecah. DJ Siska mengalami peristiwa itu pada Senin malam, 6 November 2017.

Setelah Fahri Hamzah, Politikus Gerindra Juga Kritik Pernikahan Kahiyang

0

BOGOR DAILY- Setelah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengingatkan tentang revolusi mental di pernikahan Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo, kini giliran Gerindra yang mengkritik acara resepsi dianggap mewah itu.

Politikus Gerindra Romo Muhammad Syafii melihat, acara resepsi pernikahan putri Jokowi banyak memakan fasilitas sosial dan fasilitas umum di Solo. Menurut dia, hal tersebut tentu mengganggu masyarakat sekitar.

“Fasos Fasum digunakan untuk parkir tamu pernikahan anak beliau, padahal itukan fasilitas umum, lapangan sepakbola disemen, ya enggak bisa main bola lagi dong di sana,” kata Romo saat dihubungi, Rabu (8/11).

Sayang, Romo pun melihat, fenomena yang terjadi belakangan ini terhadap kepemimpinan Jokowi cukup aneh. Sebab, tak ada lagi yang berani menyalahkan Jokowi, bahkan cenderung membela habis-habisan apapun yang dilakukan Jokowi sekalipun itu salah.

“ya namanya presiden, suka-suka dia lah, karena Jokowi enggak ada yang salah, pasti benar semua, malah yang beda itu yang salah, semua yang berbeda dengan Jokowi pasti salah dan akan dicari kesalahannya, tapi kalau Jokowi mesti benar dan pasti dibenarkan,” kata politikus asal Sumatera Utara ini.

“Jangan coba-coba cari kesalahan Jokowi kalau tidak mau disalahkan, jangan coba-coba berbeda dengan Jokowi kalau tidak ingin dibungkam, jadi suka-suka dia,” katanya menambahkan.

Romo bahkan mengingatkan utang yang telah dibuat pemerintah sampai Rp 4 ribu triliun, tapi tak ada yang berani mengkritik. Semua dianggap benar karena hal itu dilakukan oleh Jokowi.

“Dia bikin utang Rp 4 ribu triliun saja, media diam, DPR RI diam juga, kalau nanti Indonesia dijual pasti benar juga,” kata anggota Komisi III DPR ini.

Ketika ditanya soal wajar jika pernikahan anak Jokowi, orang nomor satu di Indonesia jadi megah dan melibatkan banyak orang, Romo hanya menjawab singkat. Harusnya, Jokowi memberikan teladan kepada orang banyak.

“Anda kan kepingin memberi suri tauladan, harusnya kasih teladan yang baik, pertanyaannya, singkong impor, garam impor, ikan impor, daging impor, semua impor, Tenaga kerja China didatangkan, padahal kita masih ekspor tenaga kerja ke luar, yang jadi teladan mana? enggak ada yang bisa diteladani,” kata Romo.

Sementara soal ketidakhadiran Ketum Gerindra Prabowo Subianto di pernikahan Bobby-Kahiyang, Romo mengatakan, saat ini sang ketua umum tengah berada di luar negeri. Kemungkinan baru pulang pekan depan.

“Pak Prabowo masih di eropa ya, minggu depan baru pulang,” tutup dia.