Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8873

Terungkap Alasan Suami Tembak Dokter Cantik 6 Kali Tembakan

0

BOGOR DAILY- dr Letty Sultri (46) tewas bersimbah darah setelah ditembak suaminya dr Ryan Helmi hingga 6 kali. Menembak hingga 6 kali apakah Helmi dendam lantaran digugat cerai oleh Letty?

Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menyebut pelaku kejahatan akan memilih modus yang paling efisien dan aman menurut pelaku tersebut. Setelah itu, Reza mengatakan pelaku tersebut akan menghindari proses hukum sebagai misi kedua.

“Pelaku kejahatan yang rasional akan memilih modus yang paling efisien sekaligus aman. Toh setelah beraksi, dia masih menjalankan misi kedua, yakni menghindari proses hukum,” kata Reza.

Melihat aksi keji Helmi, Reza pun mempertanyakan rasionalitas Helmi yang melakukan penembakan hingga beberapa kali. Apalagi penembakan tersebut dilakukan di depan banyak saksi.

“Itu kita jadikan sebagai dasar untuk menakar rasionalitas pelaku penembakan di Cawang. Untuk apa dia sampai keluarkan sekian banyak peluru, padahal satu saja sudah cukup, malah (jadi) banyak barang bukti. Untuk apa pula dilakukan di hadapan orang banyak, malah banyak saksi,” ujarnya.

Reza menyebut tindakan keji itu dilakukan dalam kondisi emosi. Ada rasa frustasi dan sakit hati yang mengarah pada dendam dalam perbuatan itu.

“Karena sepertinya rasionalitas pelaku saat beraksi tidak sedang optimal, maka spekulatif dia berada dalam kondisi sangat emosional. Amarah, kebencian, sakit hati, frustrasi, semacam itulah,” sebut Reza.

“Kita kesampingkan kemungkinan pelaku tidak waras, kesurupan, atau pun mengonsumsi zat-zat kimia yang mengganggu kesadaran,” sambungnya.

Reza mengatakan dalam setiap aksi kejahatan dirinya selalu mengasumsikan bahwa pelaku berada dalam kondisi sehat secara rohani. Hal itu dikatakan Reza menjadi satu-satunya opsi agar pelaku bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

“Dalam setiap aksi kejahatan, saya selalu semaksimal mungkin memakai asumsi bahwa pelaku waras. Itu satu-satunya opsi agar pelaku bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tuturnya

Ini Daftar Tujuh Ruas Tol yang Bakal Naik

0

BOGOR DAILY-PT Jasa Marga (Persero) bakal menaikkan tarif tol di ruas-ruas tol milik perusahaan, bulan ini. Besarnya kenaikan itu akan disesuaikan tingkat inflasi. Usulan ini sudah disampaikan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

VP Divisi Operation Management Jasa Marga Raddy Lukman mengatakan, perusahaan telah mengajukan rencana kenaikan tarif tersebut kepada BPJT. Setidaknya ada tujuh ruas jalan tol diajukan mengalami kenaikan tarif bulan ini.

“Tujuh ruas itu Belawan-Medan-Tanjung Morawa, ada yang di Jabodetabek Tol Dalam Kota, lalu Cipularang, Padaleunyi, Palikanci, Jalan Tol Semarang dan Surabaya-Gempol. Itu yang kita usulkan,” ujar Raddy di Tol Cimanggis, Jakarta, Kamis (9/11).

Raddy mengatakan, kajian kenaikan tarif itu dilakukan dengan memperhitungkan rata-rata inflasi daerah selama dua tahun terakhir. Sehingga besaran tarif yang akan naik nantinya berkisar antara 6,2 sampai tujuh persen.

“Jadi kita hitung rata-rata inflasinya dua tahun belakangan. Formulanya, satu plus rata-rata inflasi daerah tersebut dikali tarif lama. Nanti berkisar 6,2 persen sampai tujuh persen. Masih kecil lah itu karena sudah tidak naik dua tahun,” jelasnya.

“Jadi nanti tiap jalan tol itu beda-beda kenaikan tarifnya. Karena inflasi rata-ratanya kan berbeda. Misalnya Belawan-Medan-Tanjung Morawa itu akan disesuaikan dengan inflasi di sana. Jadi tidak sama dengan Palikanci, begitupun dengan yang lain,” tambahnya.

Adapun tol milik perusahaan yang tidak mengalami kenaikan tarif adalah Tol Jagorawi, Tol JORR, Tol Pondok Aren-Ulujami, Tol Tanjung Priok dan Tol Jakarta-Tangerang. “Tol JORR dan Pondok Aren-Ulujami itu tidak termasuk dalam ruas yang kita usulkan karena sedang dievaluasi BPJT untuk dibuat integrasi sistem dari ruas Jalan Tol Tanjung Priok,” jelasnya.

Raddy berharap usulan kenaikan tol tersebut segera disetujui BPTJ, sehingga dapat diterapkan pada November ini. “Harapannya bulan ini selesai. Kita usulkan kemudian BPJT akan lihat. Kalau persyaratan terpenuhi, lalu dikeluarkan persetujuan. Harapannya tetap bulan ini bisa berjalan,” harapnya.

Raddy menambahkan, proses persetujuan usulan kenaikan tarif tersebut didahului evaluasi BPJT terhadap pemenuhan aspek Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada ruas tol tersebut. “Setelah semuanya oke, baru SK Tarif oleh Menteri PUPR dikeluarkan,” pungkasnya.

Begini Penampakan Klinik Maut Si Dokter Cantik

0

BOGOR DAILY-Dokter Letty Sultri tewas seketika usai ditembak 6 kali oleh suaminya sendiri saat berpraktik di Azzahra Medical Centre. Pagi ini, klinik maut itu masih tutup.

detikcom memantau Azzahra Medical Centre, Jl Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017) pukul 08.00 WIB. Klinik ini masih tutup. Begitu pun dengan biro perjalanan umroh dan haji yang ada di sebelahnya.

Dari informasi di internet, klinik maut ini buka pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 16.30 WIB. Namun belum diketahui apakah klinik ini akan tutup sementara setelah adanya kejadian penembakan yang menewaskan dr Letty tersebut.

Di halaman klinik, terparkir sebuah mobil minibus Toyota Calya berwarna silver dengan nomor polisi B 2118 TKN. Pintu klinik terkunci rapat dengan tulisan ACM di bagian kacanya.

Tidak ada garis polisi yang terpasang di sekitar lokasi klinik. Sesekali warga dan pengendara mobil yang melintas di Jl Dewi Sartika, melihat ke arah klinik ini.

dr Letty tewas ditembak suaminya, dr Ryan Helmi, sebanyak 6 kali saat sedang berpraktik di Azzahra Medical Center, Kamis (10/11) sekitar pukul 14.30 WIB. Dia pun tewas seketika akibat tembakan membabi buta Helmi itu.

Penembakan tersebut dipicu gugatan cerai yang diajukan Letty. Letty merasa tidak kuat atas kekerasan yang dilakukan suaminya itu hingga akhirnya menggugat cerai.

Usai melakukan penembakan, dr Helmi kemudian ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri. Polisi menemukan 2 pucuk senjata api di dalam tas dr Helmi saat itu. Senpi rakitan itu berjenis revolver. Polisi masih mengusut asal usul kepemilikan senpi tersebut.***

Enam Peluru Tewaskan Dokter Cantik

BOGOR DAILY- Bunyi bising bak suara petasan meletus berkali-kali di Klinik Azzahra, Cawang, Jakarta Timur. Suasana ruangan klinik pun tiba-tiba mencekam begitu terdengar suara rentetan tembakan. Tampaknya seorang pria melesatkan peluru berkali-kali ke tubuh dr Letty Sultri (46) yang berlari keluar ruang kerjanya. Sampai akhirnya sang dokter cantik itu tergeletak bersimbah darah.

Aksi penembakan yang menewaskan dr Letty Sultri di Klinik Azzahra, Cawang, Jakarta Timur itu cukup menggegerkan warga. Siapa sangka jika dr Letty tewas ditembak suaminya, Ryan Helmi (42), saat sedang bekerja di Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Helmi yang kesal digugat cerai menembak Letty sebanyak enam kali hingga tewas.

Kejadian ini berawal saat Letty sedang melayani pasiennya di klinik. Tiba-tiba sekitar pukul 14:00 WIB, pelaku datang dan langsung masuk ruang kerja istrinya. “Kemudian datang pelaku, selanjutnya korban keluar ruangan menemui pelaku dan terdengar cekcok mulut antara korban dengan pelaku,” tutur Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo.

Di tengah pertengkaran mereka, Letty keluar ketakutan dari ruang kerjanya. Saksi melihat Helmi sudah membidik istrinya dengan senjata api. Meski sudah coba menghindari tembakan, Letty tetap terkena peluru. Dia pun tewas seketika. “Saksi mendengar suara letusan senjata api sebanyak enam kali,” ujar Andry saat dihubungi.

Selepas menghabisi nyawa istrinya, Helmi yang juga berprofesi sebagai dokter sempat melarikan diri dengan ojek. Beberapa jam berselang, dia pun menyerahkan diri ke polisi.

Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Ari Cahya mengatakan, pelaku masih diinterogasi terkait aksi ‘koboi’ yang dilakukannya hingga menewaskan sang istri. Termasuk mengecek urine pelaku untuk mengetahui apakah pelaku mengonsumsi narkotika. “Iya, tadi sudah dilakukan cek urine, hasilnya masih kita tunggu,” kata Kompol Ari Cahya, Kamis (9/11).

Helmi dibawa ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya sekitar pukul 20:40 WIB. Setelah menjalani tes urine, ia langsung dibawa ke ruang pemeriksaan di gedung Reskrimum Polda Metro Jaya. Ia memalingkan muka ketika wartawan menyoroti wajahnya. “Saya nggak mau ada wartawan ah,” kata Helmi sambil bersembunyi di balik badan anggota yang mengawalnya.

Helmi tampak kusam. Kemeja yang dikenakannya tampak lusuh. Ia pun terus menundukkan wajah saat diikuti wartawan. Kepada polisi, ia mengaku melakukan aksi kejam itu karena mendapat bisikan.

Sementara berdasarkan data kepolisian, pelaku punya segudang masalah. Sebelum terlibat kasus pembunuhan terhadap istrinya, ia juga pernah berurusan dengan polisi dalam kasus dugaan pemerkosaan. Seperti yang diungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana. “Iya, dia pernah dilaporkan memperkosa karyawan Klinik Azzahra,” kata AKBP Sapta Maulana.

Sapta mengatakan, Helmi dilaporkan korban pemerkosaan ke Polres Metro Jakarta Timur, belum lama ini. Selama kasus itu diselidiki polisi, Helmi sering menghilang. “Dia waktu itu ngilang-ngilang. Iya (statusnya jadi DPO, red). Kasusnya tahun 2017 inilah, belum lama,” imbuh Sapta.

Soal kasus pemerkosaan ini, lanjut Sapta, korban juga telah mengetahuinya. “Iya, istrinya tahu. Makanya mungkin itu yang bikin istrinya jadi ill feel,” sambungnya.

Korban disebut-sebut menggugat cerai pelaku. Hal inilah yang diduga menjadi pemicu pelaku menembak korban. Anggota keluarga Letty, Gulfan Afero, membenarkan soal gugatan yang dilayangkan almarhumah Letty.

Menurut Gulfan, keputusan itu cukup beralasan. Sebab, selama ini korban kerap mendapat perlakukan kasar dari suaminya, mulai dari pukulan hingga membuat sekujur tubuhnya lebam.

“Almarhumah dr Letty Sultri adalah korban KDRT. Yang bersangkutan sebelum melakukan gugatan cerai karena sering menghadapi kekerasan di rumah tangganya. Salah satu alasan yang mendorong almarhumah melakukan gugatan cerai adalah setelah dipukul oleh suaminya dan sekujur tubuhnya lebam,” ujar Gulfan.

Gulfan yang bekerja sebagai konsuler KBRI London mengatakan, Letty sudah pernah melaporkan kasus KDRT itu ke polisi. Dia menyebut Helmi tidak mau digugat cerai Letty.

“Almarhumah telah melaporkan kasus pemukulan tersebut ke kepolisian setempat dan telah dilakukan visum. Setelah itu dr Letty mengajukan proses gugatan cerai. Selama proses gugatan cerai, suami memang meminta tidak mau cerai,” katanya.

Bahkan, Helmi sering mengancam akan membunuh Letty jika diceraikan. “Selama proses (cerai, red) berlangsung, pelaku telah mengajukan beberapa kali ancaman kepada almarhumah akan membunuh almarhumah dan keluarga, sehingga terjadilah kejadian seperti ini,” ujar Gulfan secara terpisah.

Tenggak Miras Oplosan, Tiga Remaja di Bogor Tewas

0

BOGOR DAILY- Miras kembali memakan korban di Bogor. Setidaknya tiga remaja tewas usai menenggak miras oplosan, Rabu (8/11/2017) malam.

Mereka terkapar di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. M. Hassa  Toto Landasan Udara (Lanud)  Atang Sendjaja.

“Ada beberapa orang yang tewas. Tapi kami belum mengetahui percis berapa jumlahnya. Saya sudah sebar anggota ke seluruh rumahsakit (memeriksa). Di sini satu yang dirawat,” ujar Kapolsek Bogor Kompol Fahyuni di Rumah Sakit  Angkatan Udara dr. M. Hassa  Toto Landasan Udara (Lanud)  Atang Sendjaja.

Kepolisian hingga malam ini belum memastikan penyebab kematian. Hanya saja, kata dia, saat dievakuasi kondisi korban sudah kaku.

“Kami masih cari keterangan karena kejadian sudah lewat beberapa jam,” ujar Fahyuni

Penumpang Bus Premium Bogor Paling Banyak dari Daerah Ini

0

BOGOR DAILY- Grafik pertambahan penumpang bus premium Bogor-Senayan lebih bagus dibanding dengan bus premium Bekasi-Senayan.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono setelah rapat koordinasi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di Balai Kota Bogor, Kamis (9/11), menyatakan, dibanding hari yang sama, kecepatan penambahan penumpang di Bogor terbilang signifikan.

“Perbandingannya hampir 50 persen. Di hari yang sama, jumlah penumpang bus Bekasi setengah dari bus Bogor,” ujar Bambang, Kamis.

Perbedaan tersebut dilihat Bambang sebagai poin menarik. Sebab, bus premium Bekasi-Senayan terbilang lebih dahulu beroperasi, yakni pada September 2017, sementara bus premium Bogor-Senayan baru memasuki uji coba pada akhir Oktober 2017.

Ada dua poin utama yang dilihat Bambang sebagai faktor penyebab perbedaan itu. “Selain bantuan promosi dari Wali Kota Bogor, kebutuhan transportasi premium masyarakat Bogor tampaknya lebih tinggi,” katanya.

Menurut Bambang, pengoperasian bus premium tak akan berhenti di tahap ini. Pengoperasian bus premium akan terus mendapatkan perhatian.

Adapun Bima Arya menjelaskan, ada tiga poin evaluasi yang disampaikan di rapat koordinasi. Yakni, pembuatan jalur khusus, jam operasional, dan promosi.

Untuk jalur khusus, Bima mengatakan, pemerintah kota dan BPTJ akan terus berkoordinasi dengan Jasa Marga dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jalur khusus ini direncanakan dibuat sepanjang jalan tol.

Jam operasional pun harus dievaluasi. “Banyak permintaan jam keberangkatan Jakarta ke Bogor untuk lebih sore lagi dan armada ditambah,” ujar Bima.

Calon Wali Kota Bogor Ini Blusukan Bagi-bagi Beasiswa

0

BOGOR DAILY-Bakal Calon Walikota Bogor 2018, Sugeng Teguh Santoso, terus melakukan aksi sosial dengan berbagai terobosan di lingkungan Kota Bogor.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pria yang sering juga disapa STS itu, di antaranya beasiswa sekolah, membangun posyandu, MCK, masjid taklim dan membantu korban bencana alam.

STS menjelaskan, hari ini Kamis (9/11/2017) ada dua lokasi yang dikunjungi di antaranya, Kampung Keramat, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Rt 4/1 untuk memberikan beasiswa kepada Shifa Putri Alivia (14) putri ibu Wati Kustiawati (52).

Setelah itu kunjungan dilanjutkan ke Sirnasari, Kelurahan  Empang, Kecamatan Bogor Selatan Rt 6/4 untuk memberikan bantuan berupa fasilitas kesehatan posyandu dan MCK.

Wati Kustiawati (52) warga Kampung Keramat, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah Rt 4/1 mengaku senang karena sudah dibantu pemberian beasiswa selama delapan kali.

“Alhamdulillah kang sudah dibantu, sebenarnya sudah 8 kali sejak bapaknya Shifa meninggal karena longsor, dan sekarang Shifa sudah kelas 3 SMP. Ya semoga pak Sugeng diberi kesehatan dan sukses selalu,” ujarnya kepada Pojokjabar.

Sementara itu, Eddy warga Sirnasari, Kelurahan  Empang, Kecamatan Bogor Selatan Rt 6/4 menjelaskan bahwa, dengan adanya posyandu dan MCK bisa memudahkan warga di sini.

“Kegiatan posyandu dulunya di rumah warga, akhirnya warga mengajukan, jadi egiatan disini untuk pertemuan warga, semisal gedung serba guna gitu, ya lumayan ada bantuan dari pak Sugeng. Karena sudah di fasilitasi jadi warga bisa ketemu disini,” kata Eddy.

Beberapa warga pun berharap semoga STS selalu komitmen membantu warga dalam hal pembangunan terutama jika terpilih sebagai Walikota Bogor 2018 mendatang.

Pemotor Banyak yang Tergelincir di Jalan Raya Puncak

BOGOR DAILY- Hujan deras menyebabkan tebing di Jalan Raya Puncak, Bogor, longsor. Banyak pemotor tergelincir akibat peristiwa ini.

Longsor terjadi hari Kamis (9/11) pukul 01.30 WIB. Polisi memastikan tak ada korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa, hanya saja banyak pengendara motor yang tergelincir. Karena jalan kan licin, banyak tanah bekas longsoran, ditambah kondisi hujan,” ujar Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama saat dikonfirmasi, Kamis (9/11/2017).

Meterial yang longsor yaitu tanah dan batu. Saat ini, akses jalan sudah bisa dilalui dari arah Bogor dan sebaliknya. “Ada sekitar 4 jam kami lakukan buka tutup jalur. Tadi sekitar jam 6-an jalur sudah bisa dilintasi secara normal, dua jalur dan sekarang sudah lancar,” kata Hasby.

Penyidikan Dua Pimpinan KPK Diprotes

0

BOGOR DAILY-Polisi dinilai gegabah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Saut Situmorang. Langkah kepolisian ini mendistorsi pemberantasan korupsi.

Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri menyayangkan munculnya surat ini. Menurutnya tindaklanjut laporan tindak pidana yang diajukan terhadap pimpinan KPK seharusnya tidak perlu menjadi prioritas polisi. Karena kasus dugaan korupsi KTP elektronik (e-KTP) masih bergulir.

“Menurut kami memang terlalu cepat, terbutu-buru,” ucapnya,Rabu (8/11/2017).

Febri mengingatkan polisi terikat nota kesepahaman dengan Kejaksaan dan KPK yang diteken pada 29 Maret 2017. Ketiga lembaga penegak hukum ini sepakat untuk memprioritaskan penuntasan kasus dugaan korupsi di tengah laporan tindak pidana.

Pasal 3 ayat 3 perjanjian itu menyebutkan para pihak memprioritaskan perlindungan terhadap saksi dan pelapor dengan mendahulukan penanganan perkara tindak pidana korupsi guna penyelesaian secepatnya.

Selain itu, Febri mengingatkan adanya surat edaran (SE) Bareskrim No.B/345/III/2005 tertanggal 7 Maret 2005 yang memerintahkan prioritas penanganan kasus dugaan korupsi dalam menangani berbagai laporan pidana.

Saut dan Agus dilaporkan oleh Sandi Kurniawan pada 9 Oktober 2017. Belakangan diketahui, Sandi merupakan anggota tim kuasa hukum Novanto yang tergabung dalam Yunadi and Associates.

Dimulainya penyidikan terhadap dua pimpinan KPK itu justru disampaikan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, bukan kepolisian yang menyidik kasusnya. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan diterbitkan pada Selasa (7/11/2017). Sebagai pihak pelapor, Fredrich menyatakan bahwa anak buahnya telah menerima SPDP dari Polri terkait penyidikan kasus dua pimpinan KPK.

Aktivis dari Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Zainal Arifin Mochtar menambahkan sikap gegabah kepolisian semacam ini justru akan menghambat penuntasan kasus korupsi. Menurutnya untuk mencegah hal-hal semacam ini, Presiden harus langsung memimpin pemberantasan korupsi. Terbukti, beberapa aturan terkait sikap memprioritaskan penuntasan korupsi tak diindahkan polisi jika ada laporan.

“Ini kan sama saja men-distorsi kasus dugaan korupsi. Inilah kalau Presiden tidak memimpin langsung pemberantasan korupsi, melakukan hal-hal semacam itu berulang-ulang. Ini artinya sudah ada kepentingan,” tandasnya.

Mantan Ketua Panita Seleksi Pimpinan KPK Destri Damayanti juga mengingatkan bahwa korupsi merupakan satu dari tiga kejahatan khusus yang menyandera Indonesia, selain terorisme dan narkoba. Menurutnya polisi harus memahami penuntasan korupsi sebagai prioritas di samping tindak pidana lainnya.

Jika status penyidikan kasus yang membelit dua pimpinan ini meningkat dan mendudukkan keduanya menjadi tersangka, maka penuntasan kasus korupsi mengalami kemandegan karena masalah kolektif-kolegial dalam pengambilan keputusan.

“Kami dulu memilih benar-benar susah, kini masalahnya seperti itu lagi,” keluhnya.

Apes! Presenter Cantik Ini Terlilit Hutang Sampai 25 Miliar

0

BOGOR DAILY-Angela Lee terjerat utang hingga Rp 25 miliar. Sulit dipercaya artis FTV dan juga presenter ini sampai harus berutang puluhan miliar. Bisnia apa yang dilakukan Angela Lee?

Dengan berurai air mata, Angela Lee mengungkap kisah yang dianggapnya sebagai bagian dari kebodohannya. Pangkalnya adalah ketika beberapa tahun perempuan asal Semaran ini berbisnis jual beli tas mewah.

“Beli tas harga Rp 40-50 juta dengan bunga sebulan 20 persen. Proses kerja sama itu, laku enggak laku bayar bunga 20 persen,” ucap Angela Lee, saat menggelar konferensi pers di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ternyata salah perhitungan dalam bisnis itu belakangan disesali Angela Lee. “Memang aku salah. Yang belum aku nombokin,” ucap Angela Lee.

Bisa ditebak, dari tas-tas yang belum laku tersebutlah maka utangpun tertimbun. Celakanya, Angela Lee malah mengambil pinjaman-pinjaman lain dari berbagai sumber untuk membayar utang-utang itu. Inilah pangkal utangnya hingga mencapai Rp 25 miliar.

Seperti diketahui lantaran utang yang menggunung itu Angela Lee dilaporkan seseorang bernama Siska ke Polda dengan tuduhan penipuan.  Angela Lee menduga laporan terhadapnya telah dikriminalisasi oleh pihak terlapor. Pasalnya, laporan terhadapnya baik di Polda Metro Jaya maupun di Polres Sleman dianggapnya kurang tepat.

“Karena menurut hemat kami perkara ini adalah perkara perdata yang kenapa dibawa ke ranah pidana. Itu lah kenapa kami minta perlindungan hukum ke Komnas HAM,” sambung Henry Indraguna, kuasa hukum artis ini.

Di luar itu, dalam kasus ini, Angela Lee juga mendapatkan berbagai macam teror dari berbagai pihak. Mulai dari dituduh melarikan dana, kabur dari utang, hingga berujung pemecatan kontrak kerjanya bersama salah satu manejemen artis di stasiun televisi swasta yang tidak disebutkan namanya.

Dalam keadaan putus asa, bahkan Angela Lee nyaris ingin bunuh diri. Maka, didampingi kuasa hukumnya, artis ini melaporkan ke Komnas HAM. Dia juga menegaskan akan membayar utangnya dan meminta pengertian pihak-pihak yang diutanginya.