Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 8878

Bima Arya Adukan Pungli di SMAN 1 Bogor ke Pemprov Jabar

0

BOGOR DAILY-Walikota Bogor Bima Arya melaporkan adanya pungutan liar di SMAN 1 Bogor ke Pemprov Jawa Barat. Hal itu dilakukan karena Pemkot tidak memiliki kewenangan terkait masalah pungutan liar yang terjadi di SMAN 1 Bogor.

”Nanti akan saya laporkan ke provinsi karena SMAN di bawah kewenangan Pemprov,” tegasnya.

Bima menyanyangkan masih adanya pungutan liar apalagi di lingkungan pendidikan. “Tentu ini menjadi perhatian khusus, pada prinsipnya Pemerintah Kota Bogor saat ini sedang berusaha semaksimal mungkin untuk memberantas segala jenis pungli,” jelasnya yang juga Alumni SMAN 1 Bogor.

Sekedar informasi, dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, disebutkan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pendidikan setingkat SD/SM.

Sedangkan pemerintah provinsi bertanggung jawab atas pendidikan setingkat SMA/SMK. Sementara pendidikan tinggi menjadi ranah dan tanggung jawab pemerintah pusat.

sumber: Pojoksatu Bogor

Alhamdulillah, Anggota Polresta Bogor Kota Diberangkatkan Umroh

0

BOGOR DAILY-Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya melepas 19 anggotanya untuk melaksanakan Ibadah Umroh Senin (6/11/2017).

Pelepasan ini disaksikan Wakapolresta Bogor Kota dan sejumlah perwira. Selanjutnya 19 Jemaah umroh berangkat menuju bandara Internasional Soekarno Hatta untuk melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci Mekah.

Dari 19 jemaah tersebut, 12 diantaranya merupakan anggota Polresta Bogor Kota.

Mereka mendapat perhatian pimpinan Polresta Bogor Kota atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian anggota tersebut terhadap institusi Polresta Bogor Kota sehingga berkesempatan beribadah umrah dan berangkat 1 kloter dengan 7 orang warga Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya berpesan kepada anggota yang akan melaksanakan ibadah umrah, agar memanfaatkan kesempatan beribadah di tanah suci mekah Almukaromah dan di Madinah Almunawaroh dengan sebaik-baiknya, karena banyak sekali keutamaan, diantaranya Allah melipatgandakan pahala ibadah kita disana.

“Kepada bapak atau ibu yang belum mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan ibadah umrah, janganlah berkecil hati. Niatkan yang kuat dalam hati, berdoa dan ikhtiar tanpa henti Insya Alloh, Allah akan mengabulkan doa kita amin,” kata Kombes Ulung.

Selain di gelar doa bersama acara tersebut juga diisi dengan tausyah yang disampaikan KH. Tb. Adang. Selanjutnya para jemaah diiringi Satlantas Polresta Bogor Kota hingga ke bandara.

Begini Meriahnya Aksi Santri Jalan Sehat Sarungan di Bogor

0

BOGOR DAILY-Sekitar 18 ribu santri dari berbagai pesantren di Kota Bogor, meramaikan Jalan Sehat Sarungan Santri pada Minggu (5/11). Acara tersebut digelar sebagai agenda puncak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober lalu.

“Tanggal 21 dan 22 Oktober ada acara juga, tapi hanya acara internal saja di pesantren masing-masing,” kata Ketua Pelaksana Jalan Sehat Sarungan Santri, Hasbullah pada Minggu (5/11). Jalan Sehat tersebut dimulai di Balaikota Bogor dan berakhir di Jalan Semeru, untuk selanjutnya dilanjutkan dengan acara tabligh akbar.

Hasbullah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan eksistensi santri di Kota Bogor. Menurut dia, penggunaan sarung memang sengaja dipilih sebagai ciri khas santri, khususnya di Indonesia.

Selain itu, Hasbullah menerangkan, kegiatan tersebut juga memiliki esensi syiar. Seperti syiar akan pentingnya menjaga komitmen keislaman, komitmen ke-Indonesiaan, keutuhan NKRI, dan komitmen kemanusiaan.

“Sarung peci dan koko adalah ciri khas keislaman Indonesia, jadi komitmen keislaman Indonesia itu terpancar dari pawai sarungan kali ini,” kata Hasbullah.

Hasbullah berharap, kegiatan Jalan Sehat Sarungan Santri juga dapat menjadi pelajaran agar santri akan tetap menjaga toleransi kepada semua manusia. Dengan begitu, syiar dan citra Islam akan semakin kokoh dan memberikan rasa damai.

Ade Wardhana dan Asep Ruhiyat Maju Pilbup, Ini Janjinya

BOGOR DAILY-Calon Wakil Bupati Bogor Asep Ruhiyat yang berpasangan dengan Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat (Jabar) Ade Wardhana Adinata, berkomitmen ‘tidak menyentuh’ Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) jika terpilih.

Komitmen tersebut diungkapkan Asep dihadapan puluhan kader Partai Perindo  di Kantor DPD Perindo Kabupaten Bogor, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (5/11/2017). “Saya terkesan dengan beliau (Ade Wardhana) karena sepaham dan se-visi terkait komitmennya yakni jika terpilih jangan mengganggu duit APBD. Maksud kami, untuk biaya politik, jika terpilih jangan bercita-cita mengembalikan biaya politik itu hingga akhirnya berujung pada korupsi di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Ia menganggap semua biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pertarungan politik di Pilkada Kabupaten Bogor bagian dari ungkapan rasa syukur atas pemberian rezeki yang kemudian dikeluarkan untuk kepentingan rakyat. “Jadi anggap saja biaya yang kita keluarkan adalah pemberian dari Allah untuk beribadah kepada masyarakat Kabupaten Bogor,” katanya.

Ia sempat heran dan bertanya alasan Ade Wardhana memilihnya sebagai pendamping di Pilkada Kabupaten Bogor periode 2018-2022. “Saya sempat bertanya kepada Ade Wardhana, kenapa memilih saya sebagai pendampingnya yang tak punya duit. Tapi Insya Allah, jika memang niatnya baik, saya yakin biaya itu ada. Tapi tidak juga mengharapkan investor atau donatur, nanti ‘tangan’ kita terikat. Kalau memang ada yang mau membantu silakan tidak juga tak apa-apa,” tandasnya.

Ia mengaku sangat gregetan dengan kondisi Kabupaten Bogor dalam kurun 3-4 tahun terakhir ini, karena pembangunan dan pertumbuhannya melambat. Padahal Bogor banyak potensi. “Dengan jumlah penduduk hampir 5 juta jiwa yang kabupaten terbesar di dunia, bukan cuma di Indonesia. Kenapa Bogor lambat tidak maju, dengan jumlah APBD dan penduduk besar ini pembangunan terlambat,” tandasnya.

Menurutnya, semua publik sudah mengetahui, pada awal tahun anggaran Kabupaten Bogor mengalami defisit sekian triliun rupiah. “Kemudian diakhir tahun ada SILPA Rp1 triliun lebih. Berarti ada masalah dengan kepemimpinan (Bupati) dan pengelola birokrasi di Kabupaten Bogor selama ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ade Wardhana optimistis bisa menang dengan berpasangan Asep Ruhiyat. “Alhamdulillah persiapan kami sudah 99%. Kita sudah siap untuk maju di Pilkada 2018 Kabupaten Bogor,” katanya.

Ade yang akan maju melalui jalur perseorangan ini mengaku sudah mengumpulkan sebanyak 253.000 KTP sebagai salah satu syarat untuk melakukan pendaftaran bakal calon Bupati Bogor Pilkada 2018.

“Yang akan kita serahkan ke KPU 253.000. Tapi masih terus berjalan karena target kami 300.000 KTP sampai proses verifikasi selesai karena kami harus mempunyai cadangan sekitar 30%,” tandasnya.

Skandal Korupsi Pangeran Arab, Ini Daftar yang Ditahan

0

BOGOR DAILY-Kerajaan Arab Saudi mengumum­kan penangkapan terhadap sebelas pangeran dan pu­luhan pejabat aktif maupun nonaktif atas tuduhan korupsi, Minggu (5/11).

Salah satu di antaranya ada­lah Pangeran Alwaleed bin Talal, keponakan tiri Raja Sal­man bin Abdulaziz Al Saud. Penangkapan tersebut dilaku­kan atas perintah komite khu­sus antikorupsi yang baru saja dibentuk sang raja.

Pengumuman penangkapan itu diberitakan Al Arabiya, ja­ringan televisi satelit milik Saudi yang siarannya disetujui secara resmi oleh kerajaan.

Penangkapan Alwaleed mem­beri kejutan tersendiri bagi pihak kerajaan maupun pusat keuangan dunia. Sebab, Alwa­leed merupakan orang yang mengendalikan perusahaan investasi Kingdom Holding dan salah satu orang terkaya di dunia.

Dia diketahui memiliki saham utama di berbagai perusahaan global seperti News Corp, Ci­tigroup, Twitter dan lainnya. Pangeran Alwaleed juga men­gontrol jaringan televisi satelit yang ditonton di seluruh dunia Arab.

Penangkapan ini tampaknya merupakan langkah terakhir untuk mengonsolidasikan kekuatan Putra Mahkota Mo­hammad bin Salman.

Sekadar diketahui, pada usia 32, suara Sang Putra Mahkota sudah mendominasi kebijakan militer, luar negeri, ekonomi dan sosial Arab Saudi.

Hal itu menimbulkan keti­dakpuasan di kalangan kelu­arga kerajaan. Dia dinilai telah mengumpulkan terlalu ba­nyak kekuatan pribadi pada usia yang sangat muda.

Bulan lalu Pangeran Alwaleed memberi kesempatan wawan­cara kepada kalangan media Barat. Saat itu dia berbicara tentang CryptoCurrencies (mata uang digital) dan rencana Arab Saudi melakukan pena­waran umum saham di peru­sahaan minyak negara, Aramco.

Dia juga baru saja secara terbuka berbicara dengan Pre­siden Amerika Serikat Donald Trump. Alwaleed juga dikenal sebagai bagian dari sekelom­pok investor yang membeli kontrol Hotel Plaza di New York dari Trump. Dia juga mem­beli kapal pesiar mahal dari Trump.

Menurut laporan Al-Arabiya, Komisi Antikorupsi yang dip­impin Putra Mahkota Moham­med bin Salman menemukan sejumlah bukti korupsi pada insiden banjir 2009 yang men­ghantam sejumlah kawasan di Jeddah dan masalah mere­baknya virus pernapasan di Timur Tengah (MERS) pada 2012.

Dilansir dari Reuters, Minggu (5/11/2017), ada 17 nama yang diungkap oleh salah seorang pejabat Saudi. Berikut nama-namanya:

1. Pangeran Alwaleed bin Talal (chairman of Kingdom Holding 4280.SE)
2. Pangeran Miteb bin Abdullah (Menteri Garda Nasional)
3. Pangeran Turki bin Abdullah (mantan Gubernur Provinsi Riyadh)
4. Khalid al-Tuwaijri (mantan ketua Royal Court)
5. Adel Fakeih (Menteri Ekonomi dan Perencanaan)
6. Ibrahim al-Assaf (mantan Menteri Keuangan)
7. Abdullah al-Sultan (Komandan Angkatan Laut Saudi)
8. Bakr bin Laden (Chairman of Saudi Binladin Group)
9. Mohammad al-Tobaishi (mantan Kepala Protokol Royal Court)
10. Amr al-Dabbagh (mantan Gubernur Otoritas Investasi Umum Arab Saudi)
11. Alwaleed al-Ibrahim (pemilik Jaringan Televisi MBC)
12. Khalid al-Mulheim (mantan Direktur Jendral Saudi Arabian Airlines)
13. Saoud al-Daweesh (mantan chief executive Saudi Telecom 7010.SE)
14. Pangeran Turki bin Nasser (mantan kepala Presidensi Meteorologi dan Lingkungan Hidup)
15. Pangeran Fahad bin Abdullah bin Mohammed al Saud (mantan Wakil Menteri Pertahanan)
16 Saleh Kamel (Pengusaha)
17. Mohammad al-Amoudi (pengusaha)

Ini Lho Proyek Apartemen Bogor Punya Calon Mantu Jokowi

0

BOGOR DAILY- Sosok Bobby Nasution yang bakal meminang putri Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, pada 8 November nanti rupanya sudah lama berkiprah di Bogor. Tak cuma menimba ilmu, Bobby juga menjadi bos dalam membangun bisnis propertinya.

Sepak terjang Boby di bidang properti tak lagi diragukan. Sejak 2011, calon mantu Jokowi ini sudah terjun ke dunia bisnis properti. Berawal dari coba-coba merenovasi rumah dan menjualnya kembali, lelaki kelahiran Medan 5 Juli 1991 itu akhirnya terlibat dalam proyek Malioboro City di Yogyakarta.

Sampai akhirnya pada November 2016, ia bergabung dengan Takke Group, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti.

Bobby berkisah, dia mengenal Takke Group melalui ayahnya, mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (Persero) IV Erwin Nasution. Pertemanan sang ayah dan Lauren ini membawa Bobby terjun ke dunia properti. Salah satu proyeknya adalah Gardenia Apartemen, dengan kepemilikan saham perusahaan sebesar 20 persen.

“Jadi sebelum bergabung dengan Takke Group, saya sudah lebih dulu berbisnis properti pada 2011. Awalnya renovasi rumah untuk dijual kembali lalu bangun satu dua hingga terlibat dalam proyek Malioboro City di Yogyakarta,” papar Bobby.

Keterlibatannya dalam Takke Group tak lepas dari kesadarannya tentang potensi kelas menengah yang terus berkembang. Serta memiliki kemampuan finansial untuk membeli hunian, Takke Group akan konsisten membangun properti untuk kelas ini.

Ke depan setelah menyelesaikan Kemang View, Metro Galaxy dan Gardenia Bogor, Takke Group yang memiliki cadangan lahan 2,5 hektare akan mengembangkan properti serupa dan juga perkantoran.

“Bonus demografi ini yang kami jadikan peluang sebagai pasar potensial hunian. Apalagi saat ini yang beli Gardenia adalah end user sekaligus investor. Mereka membeli untuk ditempati atau menyewakannya kembali,” tuturnya.

Tiga hari jelang pernikahannya dengan putri Jokowi, namanya pun semakin populer. Maklum, sebentar lagi dia akan menjadi keluarga besar orang nomor satu di negeri ini.

Sesuai rencana, pernikahan Bobby dan Kahiyang akan digelar di Graha Sabha Buana, gedung milik keluarga Jokowi yang ada di Sumber, Banjarsari, Kota Surakarta.

Kemarin Bobby masih tampak santai di Lobi Hotel Alila Jalan Slamet Riyadi. Rupanya dia punya cara khusus untuk mempersiapkan hari bahagianya. “Doa saja lah. Pagi-pagi ya olahraga. Jalan dari tempat tidur ke toilet,” jawab Bobby, bercanda.

Sementara persiapan untuk hari H pernikahan Putri Jokowi terus dilakukan. Salah satunya penyediaan kereta kuda yang akan digunakan untuk membawa mempelai ke pelaminan.

Berbeda dari acara pernikahan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, beberapa tahun lalu. Jumlah kereta kuda yang digunakan untuk acara mantu Jokowi kali ini lebih banyak.

“Sewaktu menghias dua kereta kuda yang digunakan Mas Gibran (putra sulung Jokowi, red), kami menyelesaikan hingga tengah malam. Sekarang kereta yang digunakan delapan, jadi bisa semalaman,” ujar Anwar Muhtadi, warga Laweyan.

Anwar ditunjuk keluarga Presiden Jokowi untuk merawat dan menghias kereta-kereta tersebut. Kereta kencana akan digunakan untuk mengantar Kahiyang-Bobby bersama keluarga ke gedung pernikahan di Graha Saba Buana, Solo, 8 November 2017.

Sedangkan untuk urusan dekorasi, pihak keluarga melibatkan Asmoro Decoration untuk membuat nuansa artistik dan bersahaja.

Pemilik Asmoro Decoration Ranu Asmoro mengatakan, konsep dekorasi pernikahan Kahiyang tak jauh berbeda dari Gibran.

“Intinya (dekorasi, red) hampir sama tapi kemasan lebih berbeda. Artistik dan sederhana, namun berkesan. Kami harapkan yang berkunjung pun akan merasakan kesan tersendiri,” kata Ranu.

Dekorasi pada resepsi yang digelar di Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11) nanti akan bertema nuansa Jawa Klasik, menyesuaikan konsep acara

Sadis! Perut Pembantu di Depok Ditusuk Sampai Tewas

0

BOGOR DAILY-Anggota Satreskrim Polresta Depok, terus menyelidiki kasus diduga pembunuhan seorang ibu pembantu rumahtangga di Perumahan Pesona Mungil II, Mekarjaya, Sukmajaya Kota Depok, Jawa Barat.

Kasubag Humas Polresta Depok AKP Sutrisno mengatakan korban Samsiah,40, pembantu rumah tangga, pada Minggu (5/11) sekitar pukul 15:30 WIB, diduga dibunuh ditemukan dalam keadaan posisi tubuh terlentang dengan luka tusuk di perut terbaring di tempat kamar tidur lantai 2 rumah majikannya.

“Hasil pemeriksaan petugas diduga korban telah dibunuh, melihat pada perut korban sebelah kanan terdapat bekas luka tusuk mengeluarkan darah dan wajah memar,”ujarnya.

Mantan anggota Danki di Sat Brimob Kedung Halang Kabupaten Bogor ini mengaku dari kejadian tersebut sejumlah saksi telah diperiksa dan petugas tengah menyelidiki barang bukti yang ditemukan di lokasi.

“Sebelumnya saksi yaitu pembantu lain, sempat mencari korban dengan melaporkan kepada perangat Ketua RT. Namun korban diketahui setelah saksi curiga kamar terkunci dari dalam langsung didobrak melihat keadaan mengenaskan korban masih berpakaian lengkap sudah tidak bernyawa di tempat tidur,”ungkapnya.

Sementara itu AKP Sutrisno menambahkan hasil pemeriksaan diketahui korban Samsiah berasal dari Kp. Cikandu RT. 008 RW 004, Cinerang, Naringgul, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Pilkada Berkualitas

0

Oleh:

Sugeng Teguh Santoso, SH

(Calon Wali Kota Bogor 2018)

 

Apa itu pilkada dan demokrasi berkualitas? Pertanyaan itu menarik untuk dibahas. Hajat politik  yang berlangsung lima tahun sekali menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk menerapkan praktik demokrasi yang sesungguhnya.

Tapi sudahkan pilkada dan demokrasi kita berkualitas? Saya jadi ingat saat diskusi tentang demokrasi berkualitas yang Minggu (29/10) lalu digelar Radar Bogor bersama Bawaslu RI.

Dengan menggandeng Perludem dan Kopel, Bawaslu RI bersama koran lokal Bogor akhirnya sepakat membuat kerjasama untuk memantau Pilkada 2018 dan Pileg 2019 demi mewujudkan demokrasi berkualitas.

Saya masih ingat definisi pilkada berkualitas yang disampaikan  CEO Radar Bogor Hazairin Sitepu. Dalam pemikirannya, penyelenggaraan pilkada berkualitas adalah memilih calon kepala daerah yang memiliki kualitas dan integritas.

Artinya, kepala daerah yang terpilih pun harus orang yang berkualitas dan  berintegritas.  Jika dijabarkan lagi maka sosok pemimpin terpilih tidak lagi mendasarkan keputusannya pada kepentingan diri sendiri atau bergerak atas nama kelompok dan golongan, melainkan atas nama kepentingan bersama rakyat.

Kualitas kepemimpinan terakumulasi dari beberapa syarat. Pertama, kapasitas pribadi yang terbentuk dari pendidikan dan karakter positif yang kuat. Kedua, rekam jejak nyata yang ditorehkan secara konsisten dalam proses yang panjang. Ketiga, teruji dalam membuat keputusan sulit yang membutuhkan independensi dan nyali.

Sedangkan integritas bisa dilihat dari kata dan perbuatan yang sejalan. Seorang teman mengartikan integritas sebagai kata bermaterai, sehingga tidak akan berubah antara kata dan pebuatan.

Artinya, ketika seseorang berkata akan melayani rakyat hal itu  diwujudkan dengan kerja keras. Begitu pula saat seorang calon pemimpin menyatakan antikorupsi. Maka, perkataan itu bukan sekedar seremoni melalui penandatanganan kerjasama dengan penegak hukum. Padahal,  kronisme mengakar kuat dan terseret dalam arus kasus korupsi.

Masalahnya, saat ini pemimpin berkualitas dan berintegritas sudah jadi barang langka. Karena, era politik masa kini mengusung pragamtisme.  Kualitas dan integritas kepemimpinan menjadi dua kata keramat yang selalu dicari dari sosok pemimpin.

Tapi sayangnya, keduanya hanya menjadi angan belaka karena mayoritas pemimpin partai hanya menganggap kualitas dan integritas sebagai lips service. Mereka mengakui jika dua kata itu penting tapi bukan menjadi kebutuhan.

Karena, saat ini pragmatisme politik yang menduduki peringkat pertama dalam pemilihan calon pemimpin.  Seperti yang bisa dilihat dari penunjukkan Partai Golkar dalam Pilkada Jawa Barat.

Ketua DPD Golkar Jabar Dedy Mulyadi  yang berjuang dan berkeringat membesarkan partainya di Jabar diabaikan begitu saja. Malahan, partai berlambang pohon beringin itu memilih Ridwan Kamil yang jelas-jelas bukan kader partai sebagai Calon Gubernur yang diusungnya.

Lalu, apa yang mendasari keluarnya keputusan itu? Tentu itu menjadi urusan internal partai. Akan tetapi, dipilihnya seseorang yang bukan berasal dari kader menjadi penegasan soal makin tumbuhnya pragmatisme partai dalam meraih kekuasaan.

Persoalan nilai-nilai perjuangan partai, soliditas, solidaritas hanya menjadi untaian kata manis dalam anggaran dasar partai.

Lalu bagaimana pilkada berkualitas yang bisa mencetak pemimpin unggul?

  1. Penyelenggara Pilkada harus independen

Dalam konteks ini dibutuhkan KPU dan Bawaslu yang independen. , Artinya, mereka yang ahli dan mampu serta mau mengungkap pelanggaran yang terjadi. Baik secara administratif dalam proses maupun pelanggaran pidana. Isu dalam wilayah ini adalah pada level wilayah sudah menjadi rahasia umum bahwa seluruh kekuatan politik akan berusaha menempatkan personilnya dalam struktur penyelenggara pemilu pusat maupun daerah.

Calon perseorangan yang kuat akan sangat berat menghadapi masalah ini. Padahal, problem besar terjadi justru pada level paling bawah. Mulai dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bermain suara.

  1. Pemilih yang melek politik

Warga dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebagian besar adalah warga non partai atau istilahnya swing votters. Mereka ini adalah  massa mengambang yang umumnya masa bodoh alias cuek dengan  kontestasi politik yang terjadi.

Swing voters  pada level ekonomi bawah rentan atas praktik money politik bahkan murah sekali. Suara mereka bisa digadaikan dengan bayaran  Rp100 ribu atau Rp200 ribu yang biasanya diberikan di hari pencoblosan.

Sedangkan warga pemilih pada level kelas menengah yang tinggal di pemukiman elite cenderung apolitis. Mereka tidak akan memilih pada hari pencoblosan. Buktinya, pada Pilkada Kota Bogor fenomena golput marak terjadi di kelompok ini. Terjadinya hal itu dipicu karena pendidikan politik bagi warga tidak berjalan utuh.

  1. Partai Politik Yang Kuat dalam Kaderisasi dan Ideologis

Partai politik wajib melakukan kaderisasi secara berjenjang dan konsisten.  Pragmatisme partai yang semata hanya ingin memenangkan kursi kekuasaan adalah lawan dari kondisi partai kader dan ideologis. Seperti  fenomena Partai Golkar yang tidak memilih kadernya di kontestasi gubernur Jabar.

Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Bogor juga menampilkan fenomena partai sebagai wahana transformasi kepemimpinan daerah. Partai yang ada  gagal menampilkan kaderkader  yang siap bersaing dengan incumbent. Nyaris semua ketua partai tidak percaya diri menjadi rival incumbent Bima Arya. Karena, kebanyakan mereka ingin  menjadi pasangan Bima Arya sebagai pendamping.

Minimnya kader partai yang mumpuni menjadi hambatan dalam mewujudkan pilkada  berkualitas. Apalagi untuk melahirkan pemimpin berkualiyas dan berintegritas. Padahal,  warga berhak mendapatkan alternatif tokoh pemimpin yang bisa mereka pilih secara kompetitip.

Dana alokasi partai yang disediakan sebagai dukungan partai berkegiatan termasuk di dalamnya menelurkan calon pemimpin baru tidak mencapai tujuaannya. Bahkan terdapat sinyalemen akan muncul calon tunggal Pilwakot Bogor. Kalau ini yang terjadi sungguh merana warga Kota Bogor.

 

Parakan Salak 5 November 2017

STS/Sang Pembela

Mahatir Mohamad

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Calon Bupati Bogor 2018)

Pekan lalu, saya mendapat kesempatan bertemu dengan seorang tokoh dunia sekaligus idola. Adalah Dr Tun Mahatir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia yang juga tokoh penting di balik majunya negeri Jiran saat ini.

Dulu saya hanya mendengar nama beliau di pelajaran pengetahuan umum. Tapi pada 2 November lalu, beliau mengundang saya secara pribadi untuk datang ke kediamannya. Sebuah kehormatan bagi saya dan keluarga mendapat jamuan khusus di sana.

Apalagi, beliau juga terbuka menceritakan pengalaman membangun negaranya yang kini sudah lebih maju dari Indonesia. Ini betul-betul menginsiprasi. Bahkan, di usianya yang sudah senja, beliau juga masih eksis di dunia politik.

Entah berapa banyak hasil pemikiran beliau untuk kemajuan bangsanya. Bagi saya, Mahatir adalah sosok negarawan sejati. Buah pikirnya di masa dulu berhasil menjadikan Malaysia di masa kini menjadi lebih hidup. Kebijakan pemindahan kota, pembangunan Twin Tower yang menjadi ikon negeri Jiran tak lepas dari gagasannya sebagai Perdana Menteri kala itu.

Pengalaman itu menjadi pelecut semangat saya untuk memberikan kontribusi nyata bagi negeri. Paling tidak untuk tanah kelahiran saya sendiri yakni Kabupaten Bogor.

https://www.instagram.com/p/BbGzFtOna86/?taken-by=ademunawarohyasin

Sambil berbincang santai, saya mendapat banyak wejangan bagaimana menjadi pemimpin sesungguhnya. Bagaimana sebuah demokrasi dari rakyat untuk rakyat itu dijalankan, walau harus menerima cemoohan dan fitnah.
Membangun daerah bersama rakyat memang tidak mudah, apalagi menggerakan masyarakat untuk melakukan perubahan.

Tapi dengan kemampuan memetakan masalah, hal itu akan memudahkan seorang pemimpin mengambil kebijakan. Karena, pemimpin yang berhasil membawa kemajuan dan perubahan akan dikenang dan didukung oleh rakyat. Kira-kira begitu wejangan beliau.

Tak hanya itu, pemikiran saya juga diajak kembali ke era Perdana Menteri Malaysia ke-4 itu berjuang membangun bangsanya. Menurutnya, seorang pemimpin mutlak harus memiliki sikap tegas dan nasionalisme tinggi. Jika tidak, maka seorang pemimpin akan mudah dipengaruhi pihak asing.

Itulah pentingnya bagi pemimpin mengetahui potensi diri. Bukan cuma diri sendiri, tapi juga potensi yang bisa dimaksimalkan dari rakyat dan wilayahnya demi membangun dan memajukan negeri. Pandangan beliau bukanlah asal bunyi alias asbun. Salah satu keberhasilannya yang bisa ditengok yakni mampu menjadi rumah bagi tiga ras besar yaitu Melayu, Tionghoa dan India.

Usai penjajahan, konflik antar ras itu bukan main kuatnya. Untungnya, pemimpin dari ketiga ras itu mau duduk bersama dan membicarakan masa depan bangsa. Kesatuan tiga ras tersebut jadi kunci utama terwujudnya stabilitas negara dan menjadi modal untuk memulai membangun bangsanya.

“So the work began. Perdana menteri Malaysia pertama dan kedua langsung meluncurkan program pembangunan. Waktu itu kami sangat pragmatis. Kami mengambil seluruh ide baik liberalisme, sosialisme, apapun yang kami yakin akan membantu kami maju,” begitu ujar lelaki yang 2 Desember nanti genap 92 tahun.

Sambil mengenang masa perjuangannya, politikus senior itu membuka kunci atas keberhasilan Malaysia saat ini. Pendidikan menjadi jawaban untuk membangun bangsa. Tak heran jika saat itu pemerintah Malaysia mengalokasikan 30 persen budget nasional untuk pendidikan. Termasuk memberi beasiswa untuk universitas dalam dan luar negeri.

Hasilnya, saat ini tingkat buta huruf masyarakat Malaysia mencapai nilai 0 persen dan kebanyakan warga Malaysia memiliki kemampuan di atas rata-rata di bidang pengetahuan alam, teknik dan matematika. Program selanjutnya adalah meningkatkan kemajuan di bidang teknik informatika agar bisa memberikan lapangan kerja, gaji yang baik dan tidak terus tergantung pada sektor agrikultur.

Dari kebijakan itulah Mahatir berkesimpulan tentang pentingnya seorang pemimpin hadir bagi rakyat sekaligus memberikan kepercayaan pada kemampuan rakyatnya. Mahatir bercerita kalau dirinya pernah ditawari berobat keluar negeri karena sakit. Tapi ia menolak, karena merasa lebih percaya dengan dokter ahli dari Malaysia. Dan, hal itu pun terbukti. Mahatir bukan hanya berhasil mendapat pengobatan maksimal dalam negeri tapi juga ia sukses membangun kepercayaan diri rakyatnya.

Obrolan saya dengan beliau pun semakin menarik saat beliau bercerita tentang pemimpin yang dipilih oleh rakyat. Kalau merujuk pada sejarah dinamika politik Malaysia yang tertuang dalam bukunya Meredith L. Weiss disebutkan kalau politik di Malaysia bersifat lokal. Artinya, pemilih (rakyat-red) menginginkan wakil dari daerahnya yang muncul sebagai pemimpin.

Alasannya sederhana, karena dengan begitu pemilih merasa bisa mengontrol pemimpinnya. Ini persis dengan makna demokrasi sebenarnya, “dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat”. Menurut Mahatir, pemimpin yang dipilih oleh rakyat harus paham dengan arah pembangunan daerahnya. Begitu pula jika kelak saya mendapatkan amanah untuk membangun Kabupaten Bogor. Sehingga, program pembangunan infrastruktur jelas harus menjadi prioritas. Agar kelak membawa dampak laju kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Bukankah inti dari demokrasi adalah dari rakyat oleh rakyat. Sudah tentu, pembangunannya pun ditujukan agar bisa memberikan manfaat yang luas untuk masyarakat Kabupaten Bogor. Demokrasi akan mati jika pemimpin tidak punya visi membangun daerahnya lebih maju dan membawa manfaat luas.

Dari pertemuan ini, beliau pun mendukung niat saya mencalonkan di Pilkada Kabupaten Bogor. Beliau juga berjanji selalu siap bekerjasama untuk kebaikan umat. Terima kasih Tun Mahatir Mohamad. Wejangan Anda sangat menginspirasi saya. (*)

Pengumuman PDAM

0
Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang kami hormati,
Sehubungan akan dilaksanakannya Optimalisasi dan Rehabilitasi Settler IPA Dekeng yang dimulai  hari Selasa tanggal 7 November 2017 hingga Januari 2018 pada pukul 08:00 s/d 16:00 (kurang lebih 8 jam). Pengerjaannya berpotensi mengakibatkan gangguan pelayanan di wilayah zona III dan IV, dengan ini kami mengimbau pelanggan di zona tersebut untuk menampung air saat masih mengalir.
Adapun wilayah-wilayah zona III dan IV yang berpotensi mengalami gangguan tersebut antara lain :
ZONA 3
Sebagian Jl. Raya Pajajaran dsk, Jl Sukasari 1, 2, 3 dsk, Jl NV. Sidik dsk, Jl Duku, Jl Nanas Bantar Kemang, Jl Pajajaran Baranangsiang, Jl Pajajaran Indah, Villa Duta, Pajajaran Regency, Jl Ciheuleut, Bogor Lake Side, Griya Soka, Perum Botanica Cimahpar, Perum Haji Cimahpar, Perum Nurul Ichwan, Jl Sukasari, Jl Siliwangi, Jl Lawanggintung, Jl Sekip, Jl Batutulis, Kp. Jaya tunggal dsk, perum. Puri mas dsk, sebagian jl. Bondongan.
ZONA 4
Jl Pajajaran Gn Gede dan sekitarnya, Botani Square, RS PMI, Jl Pangrango, Perum Bogor Baru, Babakan Gn Gede, Jl Lodaya, Jl Sancang, Jl Sudirman, Jl Pabaton, Gg Baru, Gg Sepatu, Jl Sawojajar, Ardio, Rumah DInas Walikota, Jl Megamendung Jl Mandalawangi Tegal Peuteuy, Jl Ciheuleut Unpak, Jl Malabar, Jl Arzimar 3, Jl Rumah Sakit 1 dan 2, Babakan Fakultas dan Tegal Manggah.
Jl Perikanan Cimanggu, Cimanggu Hejo, Cimanggu Residence, Taman Cimanggu, Cimanggu Permai 1, Jl Majapahit Cimanggu Permai dan sekitarnya, Cijahe, Yasmin Sektor 5, 6, dan 7, Bukit Cimanggu City, Kencana, Kayu Manis, Semplak, Budi Agung, Perum Syailendra, Cimanggu Gg Tijan, Cimanggu Pahlawan, Gg Embah Dalem Sukaresmi.
Jl. Cidangiang dsk, Perum. Indraprasta dsk, Perum. Bantarjati dsk, sebagian Tanah Baru dsk, sebagian Cimahpar dsk, Jl. Raya Pajajaran dsk, Kp. Bantarjati atas dsk, Kp. Bantarjati Kaum dsk, Kp. Bantarjati Tonggoh dsk, Jl. Ceremai dsk, Jl. Sudirman dsk, Gg  Baru dsk, Jl. MA Salmun dsk, Jl. Merdeka dsk, Jl. Dr. Semeru dsk, Cilendek dsk, Warung Legok  dsk, Jl. Begonia dsk, Cimanggu Taman dsk, Jl. Ardio dsk, Gg. Texan dsk, Jl. Ciwaringin dsk Rumah Sakit PMI, RS Azra, RS Salak, RSUD Karya Bhakti. RS Marjuki Mahdi.
Optimalisasi dan Rehabilitasi Settler IPA Dekeng merupakan program PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningatkan kapasitas produksi IPA Dekeng dari 1500 liter perdetik menjadi 1800 liter perdetik. Penambahan kapasitas produksi ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
 Bogor, 3 November 2017
A.N DIREKTUR UTAMA
        PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR
        SEKRETARIS PERUSAHAAN
        Ttd
         RINDA LILIANTI