Thursday, 16 April 2026
Home Blog Page 8904

Duh…Anggota DPRD Ini Digerebek di Rumah PL

0

BOGOR DAILY-Seorang anggota DPRD Kabupaten Tulungagung, MU digerebek warga di Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Rabu (11/10/2017) selepas subuh. MU digerebek di rumah seorang janda bernama NK.

Menurut penuturan Ketua RT3, RW 5 Desa Bendosari, Suroso, MU sudah lama berhubungan dengan NK. Sering kali MU bertamu ke rumah NK, namun setahunya tidak pernah menginap.

“Biasanya bertamu sore, pulang sebelum jam 10 (malam),” terang Suroso saat di Mapolsek Ngantru.

Namun sebelum digrebek, MU masuk ke rumah NK malam hari dan menginap. Warga yang kesal kemudian menggerebek MU, selepas adzan subuh berkumandang.

“Saat digerebek dia (MU) sedang mandi,” tambah Suroso.

NK diketahui seorang janda beranak satu. Kesehariannya NK bekerja sebagai pemandu lagu.

Menurut warga sekitar, hubungan MU dengan NK sudah lama. Bahkan pasangan ini sudah kumpul kebo. “Tidak menikah resmi dan tidak juga nikah siri. Apa namanya kalau bukan kumpul kebo?” ucap seorang warga berinisial Dul.

Menurut Dul, MU sudah sering menginap di rumah NK.

“Rumahnya itu baru setahun dibangun. Ya di rumah itu MU sering menginap,” tambah Dul.

Dul mengaku kesal, sebab selama berhubungan dengan NK, MU tidak pernah berhubungan dengan lingkungan sekitar.

Bahkan saat lingkungan ada kegiatan, MU tidak pernah menyumbang.

“Warga merasa lingkungannya dijajah sama dia. Sudah tidak punya kontribusi, seenaknya saja di lingkungan orang. Akhirnya digerebek saja,” tegas Dul.

Saat ini MU dan NU masih diperiksa di Mapolsek Ngantru. Sepengetahuan warga sekitar, hubungan MU dan NK sudah menghasilkan dua anak.

MU adalah anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dari Partai Hanura. Dia bergabung di Komisi C yang membidangi Keuangan dan Kesehatan.

Heboh! Brimob Bunuh Diri Usai Tembak Dua Rekannya

0

BOGOR DAILY-Polisi masih menyelidiki kasus penembakan dan bunuh diri personel Brimob di Blora. Namun sudah ada dugaan penyebab peristiwa maut ini terjadi. Apa itu?

“Motifnya sampai tadi pagi, dari Dirkrimum, dimungkinkan, belum pasti, motif pribadi dari mereka,” ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono dalam jumpa pers di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Rabu (11/10/2017).

Condro Kirono memberikan keterangan didampingi Kabid Humas Polda Jawa Tengah, AKBP Agus Triadmaja. Condro mengatakan peristiwa terjadi tepatnya di Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, pada Selasa (10/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kronologi peristiwa, kata Condro, berawal pada pukul 18.00 WIB kemarin, terdengar dua letusan di lokasi pengeboran minyak SGT 01 Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Saksi yang mendengar adalah anggota Brimob Brigadir Muhadi. Saat letusan terdengar Muhadi sedang berada di kamar mandi. Dia langsung menuju sumber suara dan melihat 2 anggota Brimob tergeletak.

“Ada saksi yang mendengar tembakan dua kali, dia keluar kamar mandi, saksi Muhadi, bertemu Bripka BT, dia diminta jangan mendekat,” kata Condro.

Beberapa menit setelah terdengarnya dua letusan pertama, kembali terdengar suara tembakan. Ada sejumlah saksi yang mengecek lokasi sumber suara. Di lokasi ternyata Bripka BT atau Bambang Tejo sudah tergeletak dengan senjata api di dekatnya.

“Terdengar bunyi tembakan, dan senjata ada di dekat dia (Bripka Bambang Tejo),” tuturnya.

Hingga saat ini polisi masih menjalankan olah tempat kejadian perkara. Jenazah ketiga anggota Subden IV Brimob Polda Jateng itu masih ada di Blora untuk dilakukan autopsi.

Tiga Lampu Huruf di Jembatan Merah Bogor Hilang, Ini Kata PJU

0

BOGOR DAILY- Hilangnya huruf tulisan Jembatan Merah di Jalan Merdeka Kecamatan Bogor Tengah ternyata bukan hilang.

Kasi PJU dan Dekorasi Kota Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor, Feby Darmawan, mengungkapkan  lampu huruf di Jembatan merah tersebut sedang diperbaiki.

“Lampu huruf di jembatan merah bukan hilang tapi lagi diperbaiki oleh PJU yang ada di dinas perumahan permukiman,” ujarnya.

Diketahui, kejadian hilangnya beberapa huruf tersebut sudah sejak lama, beberapa kali dipecahkan terus diperbaiki lagi, hingga akhirnya diturunkan untuk diperbaiki secara keseluruhannya.

“Yang rusak cuma tiga jadi hanya tiga huruf aja yang kita perbaiki,” ungkapnya.

“Ada yang bolong dan pecah, gak tau oleh siapa tapi sudah rusak akhirnya kita turunkan lalu diperbaiki,” ucapnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk saling menjaga fasilitas publik.

Longsor Lagi, Warga Cijeruk di Dua Desa Diungsikan

BOGOR DAILY-Longsor kembali terjadi di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, dimana longsor ini menimpa dua desa sekaligus dalam satu malam.

Dua lokasi longsor tersebut yakni Kampung Bungur, Desa Tajurhalang dan Kampung Padangenyang, Desa Cijeruk.

Beruntung peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban jiwa, namun warga yang terkena dampak harus diungsikan untuk sementara.

Longsor terjadi pada Senin (9/10/2017) malam sehingga pagi harinya aparatur desa dan kecamatan bersama TNI, Polisi, Satpol-PP dan warga bergotong royong membersihkan sisa-sisa longsor di kedua titik tersebut.

“Kami rapikan kembali daerah-daerah yang terkena longsor secara bergotong royong, antara masyarakat dan petugas,” ujar Sekretaris Kecamatan Cijeruk, Isra Purnama Nairan, Selasa (10/10/2017).

Isra menjelaskan bahwa walau pun longsor tersebut tidak begitu parah tapi cukup mengganggu aktivitas masyarakat dan harus ditangani.

Ia juga menghimbau kepada warganya untuk cepat melapor ke pihak desa masing-masing untuk kemudian dilaporkan ke kecamatan agar bencana alam bisa segera ditangani.

“Laporan yang masuk ke kecamatan akan segera ditindak lanjuti oleh tingkat kabupaten. Kita harus siap siaga menghadapi musim hujan ini,” ungkapnya.

Catat Nih! 16-31 Oktober Kartu Uang Elektronik Gratis

0

BOGOR DAILY-Bank Indonesia (BI) selaku regulator sistem pembayaran terus mendorong program elektronifikasi jalan tol. Pada 16-31 Oktober 2017, BI bekerja sama dengan perbankan dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) rencananya memberikan kartu uang elektronik secara gratis.

Direktur Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Pungky Wibowo mengatakan, pengguna jalan tol yang belum memiliki kartu uang elektronik akan mendapat satu keping kartu tanpa biaya saat hendak memasuki pintu tol. Saat ini, biaya pembelian kartu sekitar Rp 20 ribu-Rp 30 ribu.

“Ini khusus bagi yang belum punya. Kesadaran dan kejujuran masyarakat sangat diutamakan,” kata Pungky di Jakarta, Selasa (10/10).

Dia menegaskan, yang digratiskan hanyalah biaya kartu uang elektroniknya. Saldo dalam uang elektronik tetap harus dibayar pengguna. Menurutnya, pembagian kartu ini merupakan program badan usaha jalan tol di bawah supervisi BPJT serta perbankan.

Pungky berharap, keringanan biaya ini dapat mendorong penggunaan alat bayar uang elektronik di jalan tol sebelum penerapan 100 persen elektronifikasi pembayaran tol pada 31 Oktober 2017.

Dia menjelaskan, alasan utama penerapan program elektronifikasi gerbang tol semata-mata untuk mengurangi kemacetan. “Sudah pasti atasi kemacetan. Bayangkan, di tol kita harus antre karena membayar tunai. Berapa habis ongkos ekonomi seperti BBM bagi masyarakat,” katanya.

‎Kemudian, lanjut Pungky, sebanyak lima juta sampai enam juta kendaraan yang melaluju di pintu tol akan lebih dimudahkan karena tidak perlu menyiapkan uang tunai maupun uang receh. Ketika gerbang tol sudah terelektronifikasi, transaksi akan sangat efisien.

“Jadi, kembalian tidak akan susah. Mencari receh pun yang membuat tidak efisien menjadi efisien,” kata Pungky.

Dia bahkan menyebut penerapan nontunai dapat mencegah kenaikan tarif tol secara drastis. Sebab, tarif tol bisa naik dengan kelipatan kecil tanpa harus membulatkannya. Misalnya tarif Rp 9.514 karena pakai nontunai, jadi bisa dilakukan. “Pengaruhnya bisa menjaga inflasi,” jelas Pungky.

BI akan terus membuka kesempatan bank-bank lain untuk ikut serta dalam program elektronifikasi. Pada Desember 2017 akan ada tiga bank lagi yang menerbitkan kartu untuk pembayaran elektronik. Ketiga bank itu adalah Bank Mega, Bank Nobu, dan Bank DKI.

Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta mencatat transaksi nontunai untuk jalan tol di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai lebih dari 82 persen per 9 Oktober 2017.

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Doni P Joewono menjelaskan penetrasi transaksi nontunai di 13 ruas tol wilayah Jabodetabek tersebut mengalami perkembangan cukup pesat. “Pada Juni 2017 lalu penetrasinya baru mencapai 28 persen,” kata Doni.

BI memperkirakan kebutuhan kartu uang elektronik untuk memenuhi target 100 persen elektronifikasi jalan tol mencapai tiga juta kartu. Per akhir September 2017, tercatat sudah terjual 1,5 juta kartu.

“Masih butuh sekitar satu koma lima juta kartu lagi, di Jabodetabek sendiri kebutuhannya masih sekitar delapan ratus ribu sampai satu juta,” kata Doni.

Soal 22 Kecamatan Rawan Bencana, Ini Rekomendasi Badan Geologi

BOGOR DAILY- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Bandung, Jawa Barat mengimbau Pemerintah Daerah Bogor bersama warga sigap mengecek pergerakan air pada lereng sungai wilayah perbukitan untuk menghindari bencana alam.

“Air dari bukit (Kabupaten Bogor) akan mengarah cepat ke dataran wilayah Kota Bogor jika hujan deras sedangkan tanah banyak alih fungsi, harus cari solusi,” kata Kepala Bidang Mitigasi Terhadap Tanah Badan Geologi Bandung Agus Budiarto,Selasa (10/10).

Menurutnya, surat peringatan potensi bencana sebenarnya setiap bulan selalu disampaikan kepada daerah sebagai kewaspadaan. Hanya saja sesuai pola ancaman bencana, kata Agus, tingginya kerawanan bencana ada pada bulan September hingga Maret setiap tahunnya. Kemudian penurunan tertinggi tarjadi pada bulan Juni saat musim kemarau.

Sehingga, ia mengimbau masyarakat sekitar perbukitan di Bogor bersama pemerintahan setempat agar sering mengecek dan mengatur kecepatan air pada aliran sungai, khususnya pada lereng yang terjal.

Agus menjelaskan, ada dua macam ancaman bencana alam untuk wilayah Bogor. Yang pertama ancaman menengah yang menyebabkan kemungkinan terjadinya banjir bandang pada suatu wilayah akibat berada di sekitaran lembah sungai dan bantaran sungai.

Kemudian yang kedua ancaman tinggi yaitu risiko yang mungkin terjadi pada wilayah karena pernah mengalami gerakan tanah atau longsor, berada sekitaran lereng yang terjal dan area permukiman tepat di bawahnya.

Ia juga menambahkan, selain mewaspadai dampak pergerakan tanah dan banjir pemerintah daerah Bogor juga perlu menata ulang pengelolaan lahan agar wilayah serapan air kembali terjaga.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bogor mendapat surat peringatan bencana oleh PVMBG pada Kamis, (5/10) yang berisi lampiran catatan 22 dari 40 kecamatan yang ada di wilayahnya berpotensi adanya pergerakan tanah atau longsor dan banjir kategori menengah dan tinggi.

Sejumlah kecamatan itu ialah Kecamatan Babakanmadang, Bojonggede, Caringin, Cariu, Ciampea, Ciawi, Cibinong, Cibungbulang, Cigombong, Cigudeg, Cijeruk, Cileungsi, Ciomas, Cisarua, Ciseeng, Citeureup, Dramaga, Gunungputri, Gunungsindur, Jasinga, Jonggol dan Kemang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bersama Sabhara Polres Bogor secara terpisah kemudian mengadakan latihan bersama penanggulangan bersama untuk mengantisipasti hal tersebut, pada Senin, (9/10) di lingkungan kantor masing-masing.

Selain itu, BPBD juga telah mengirimkan surat peringatan dini potensi gerakan tanah kepada seluruh kepala kecamatan untuk mengantisipasi risiko bencana serentak pada hari diterimanya surat dari PVMBG pada Kamis (5/10).

Kepala BPBD Kabupaten Bogor Koesparmanto mengatakan pihaknya telah mengimbau masyarakat dan bersiaga bersama personil serta relawan daerah untuk kemungkinan tanda-tanda bencana. Melalui relawan seluruh kecamatan BPBD telah berkoordinasi agar warga di sekitaran lereng segera diungsikan ketika hujan lebat terjadi.

Prediksi sementara, kata dia potensi tertinggi terjadi pada Bulan Oktober ini, sedangkan dua bulan sealnjutnya masih akan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai kondisi cuaca untuk memprediksi curah hujan di wilayahnya.

Jadi Viral, Pengemudi yang Pakai Strobo Didatangi Polres Bogor

BOGOR DAILY-Satuan Lalu Lintas Polres Bogor merespons informasi masyarakat terkait mobil Honda Mobilio yang menggunakan strobo dan sempat jadi viral di media sosial. Polisi menilang pengemudi mobil tersebut.

“Kami menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial Instagram akun @indoricer pada tanggal 9 Oktober 2017 terkait kendaraan Mobilio putih nopol F-1378-PJ yang menggunakan rotator/strobo dan bertindak seenaknya di jalan raya, maka Satuan Lantas Polres Bogor sudah mengambil tindakan,” jelas Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby.

Hasby mengatakan pemilik mobil tersebut bernama Steven dan sudah didatangi ke alamat rumahnya. Tapi Steven tidak ada di rumah saat polisi datang, Senin (9/10) kemarin.

“Karena sedang bekerja di bagian marketing di Kinasih, Depok, sehingga kami hanya bisa menemui orang tua Steven,” jelas Hasby.


Dari pengecekan itu, Hasby memastikan Steven bukan seorang aparat. Untuk diketahui, strobo atau rotator hanya boleh digunakan untuk kendaraan petugas, seperti polisi, TNI, dan ambulans.

“Kami menyampaikan perihal kejadian tanggal 9 Oktober 2016 kepada kedua orang tuanya dan orang tuanya akan menyampaikan kepada Steven dan bersedia untuk melepas rotator/strobo yang ada di Mobilio putih F-1378-PJ,” paparnya.

Orang tua Steven kooperatif saat dimintai konfirmasi polisi. Sedangkan menurut orang tua, kepribadian anaknya itu jauh dari sikap arogan, berbeda seperti yang disampaikan di media sosial.

“Menurut pengakuan orang tua, Steven anak yang kalem dan pendiam. Kedua orang tua bersikap kooperatif dan bersedia untuk bekerja sama apabila sewaktu-waktu diminta keterangan terkait Steven,” paparnya.

Pagi tadi, Steven mendatangi Polres Bogor dan menyerahkan strobo tersebut ke polisi. Polisi juga menilang Steven atas pelanggaran tersebut.

“Sudah kami berikan tilang dan strobonya sudah kami sita,” tandas Hasby.

Begini Romantisnya Foto Prewed Kahiyang dan Kekasih

0

BOGOR DAILY-Pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, dengan kekasihnya, Bobby Nasution, tinggal sebulan lagi. Menjelang hari berbahagianya, Kahiyang mengunggah foto prewedding di Instagram.

Di foto tersebut, tampak sejoli itu memamerkan kemesraan mereka dengan bergandengan tangan saat berjalan di bibir pantai Nusa Penida, Bali.

Untuk sesi pemotretan itu, keduanya kompak dalam balutan busana bernuansa batik. Kahiyang mengenakan dress batik motif kawung dengan potongan asimetris. Sementara Bobby memilih kemeja yang dipadu dengan sarung batik sebagai bawahan dan scarf batik.

“H -,” tulis anak kedua Presiden Jokowi itu di keterangan foto sembari menyebut pihak yang terlibat untuk pemotretan tersebut.

Dari keterangan foto Kahiyang, All Season Photos diketahui berada di balik kamera untuk sesi prewedding ini. Aktor Dion Wiyoko juga pernah memercayakan All Season Photos untuk mengabadikan seluruh rangkaian acara pernikahannya beberapa waktu lalu.

“Romantis banget,” komentar seorang netizen. Banyak netizen juga yang mendoakan kelancaran acara pernikahannya nanti.

Seperti ramai diberitakan, Kahiyang dan Bobby akan melangsungkan pernikahan pada 8 November mendatang. Akad dan resepsi rencananya berlangsung di Graha Saba Buana, Solo.

8 Kecamatan di Kabupaten Bogor Berpotensi Banjir

BOGOR DAILY-Sedikitnya 22 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor rawan terjadi pergerakan tanah, khususnya saat musim hujan. Dari jumlah itu, delapan kecamatan berpotensi banjir bandang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Koesparmanto, menyatakan, potensi gerakan tanah pada bulan Oktober tahun ini terjadi peningkatan. “Berdasarkan pusat informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, dan Kementerian ESDM. Sebanyak 22 kecamatan di kabupaten Bogor memiliki potensi gerakan tanahnya dengan intensitas menengah hingga tinggi,” ujarya, Senin (9/10/2017).

Adapun ke-22 kecamatan yang rawan pergerakan tanah, yakni Kecamatan Babakanmadang, Bojonggede, Caringin, Cariu, Ciampea, Ciawi, Cibinong, Cibungbulang, Cigombong, Cigudeg, Cijeruk, Cileungsi, Ciomas, Cisarua, Ciseeng, Citeureup, Dramaga, Gunungputri, Gunungsindur, Jasinga, Jonggol, dan Kemang.

Sedangkan delapan kecamatan berpotensi banjir bandang,yakni Caringin, Ciampea, Cibungbulang, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Dramaga, dan Kemang. Selebihnya masuk kategori menengah hingga tinggi tanpa berpotensi banjir bandang.

“Data tersebut adalah data pergerakan tanah di bulan Oktober, sehingga pada bulan depan kemungkinan ada perubahan kembali terkait data pergerakan tersebut,” katanya.

Karena itu, ia meminta pontensi timbulnya korban jiwa dari bencana gerakan tanah di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor itu harus diwaspadai oleh aparatur kecamatan, desa maupun masyarakat.

“Saya minta para camat dan kepala desa agar selalu mewaspadai terjadinya bencana pergerakan tanah maupun longsor agar tidak menimbulkan  korban. Apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan deras,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Sumardi mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan aparat pemerintah desa yang wilayahnya rawan bencana. Pelatihan dalam menghadapi situasi darurat saat terjadi bencana pun sudah dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korban ketika terjadi bencana.

Menurut Sumardi, titik rawan bencana di Kabupaten Bogor, yakni kawasan Puncak, Sukamakmur, Gunungputri, Pamijahan, Sukajaya, serta Leuwiliang. “Daerah tersebut masuk dalam zona merah rawan bencana longsor dan banjir, sehingga warga harus lebih meningkatkan kewaspadaan saat hujan mulai turun,” tandasnya.

Curhat Lyra Virna di Instagram Berujung di Polisi

0

BOGOR DAILY-Aktris Lyra Virna diadukan ke polisi gara-gara curhat soal perjalanan haji yang diselenggarakan sebuah biro AT. Kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Pelapor atas nama Lasty Annisa. Pelapor selaku korban sekaligus pemilik dari travel ADA Tours yang bergerak di bidang jasa pemberangkatan umrah/haji melaporkan Lyra Virna setelah melihat postingan yang bersangkutan di akun media sosial Instagram lyravirna,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (10/10/2017).

Lyra dilaporkan Lasty pada tanggal 19 Mei 2017. Dalam laporan polisi bernomor LP/2424/V/2017/PMJ/Ditreskrimsus, Lyra dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Pasal 27 (3) jo pasal 45 (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau pasal 310 KUHP dan/atau pasal 311 KUHP,” jelas Argo.

Lyra sebelumnya merencanakan pemberangkatan haji menggunakan jasa tour and travel tersebut. Namun kemudian, dia membatalkan dan meminta uangnya dikembalikan.

“Di media sosial Instagramnya Lyra itu berisi kata-kata ‘kenapa saya pilih Travel ini buat haji? Kenapa ga di cek dlu dll? Gmn bisa ketipu mulut manisnya? dan kyk apa sih orgnya si lasti ini? Insyaallah akan di post jika bulan april yang dijanjikan pelunasan pengembalian dana nya mangkir lagi’,” kata Argo menyebutkan curhatan Lyra Virna.

“Padahal, menurut terlapor yang membatalkan untuk keberangkatan haji tahun 2016 dengan alasan masalah keluarga dan pelapor sudah mengembalikan sebagian dari uang yang telah disetorkan terlapor,” sebut Argo menambahkan.