Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8923

Kantor LBH Jakarta Dikepung Massa, Hindari Jalan Ini…

0

BOGOR DAILY-Lewat tengah malam aksi di depan Gedung LBH Jakarta makin dipadati massa. Imbasnya jalan menuju Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, ditutup.

Pantauan di lokasi, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017), massa semakin memadati sekitar Gedung LBH Jakarta. Sebagian massa berdiri di depan pagar pembatas. Sementara lainnya memadati hingga ke tengah jalan di depan Gedung LBH Jakarta.

Mereka juga berteriak minta orang yang di dalam gedung LBH Jakarta keluar. Di antara massa ada yang membawa spanduk bertuliskan “Tutup dan Segel LBH”. Aksi massa ini mulai rusuh sekitar pukul 22.00 WIB.

“Polisi harus tangkap komunis, itu aja. regulasi kita ngatur jelas kok,” ujar salah satu peserta aksi Sandri.

Sebelumnya, pihak YLBHI sudah membantah kegiatan mereka terkait dengan PKI atau komunis. Mereka hanya menggelar acara seni.

“Hari ini kami hanya menyelenggarakan acara seni saja, menolak pembubaran seminar oleh kepolisian. Tidak ada berkaitan sama sekali dengan PKI,” kata Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur kepada detikcom, Minggu (17/9).

Hal senada juga disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz. Idham menegaskan kegiatan itu tak terkait dengan PKI.

“Di dalam gedung LBH tidak ada kegiatan yang sifatnya seminar PKI, mohon tenang dulu. Sejak kemarin saya sendiri yang memimpin di sini untuk tidak dilaksanakan seminar,” ujar Idham di lokasi.

Pakai Jasa Dukun, 8 Tahanan Kabur. Begini Akhirnya…

0

BOGOR DAILY- Polisi terus melakukan perburuan terjadap sejumlah tahanan Polres Metro akarta Barat yang kabur.Total dari delapan yang kabur, emat sudah ditangkap dan dua di antaranya mati karena melawan petugas.

Dari penyelidikan awal, diketahui siapa dalang aksi kabur itu. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan, dalangnya adalah Yudi Rohmansyah.

Pasalnya, kata Argo, sebelum merencanakan pelarian, Yudi sempat menghubungi seorang paranormal atau orang pintar untuk memperdaya petugas yang menjaga.

“Salah satu dari mereka YR menghubungi orang pintar atau dukun untuk mengelabui petugas agar tidak ketahuan petugas,” ucap Argo, Minggu (17/9).

Dia menuturkan, Yudi ditangkap bersama tahanan lainnya yaitu Franco Graizani Julizar di Pemakaman Manggala Jaya Sampurna, Bekasi, Jawa Barat. Namun, karena melawan saat ditangkap, keduanya terpaksa diberi timah panas.

Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit, keduanya dinyatakan tewas dalam perjalanan karena kehabisan darah.

“Perlu disampaikan penangkapan YR ini dia residivis kasus narkoba tahun 2013 dan sebagai otaknya dia yang mengagas, mereka melakukan perencanan melarikan diri, dia juga yang membujuk untuk lari,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak delapan tahanan telah kabur dari ruang tahanan Polres Metro Jakarta Barat pada Sabtu dini hari 16 September 2017. Para tahanan kabur dengan cara menggergaji teralis besi ruang tahanan.

Man United Jebol Gawang Everton, 4-0

0

BOGOR DAILY- Manchester United kembali memperlihatkan performa solid mereka di Premiere League. Setelah sempat tetahan dari Stoke City 2-2. mereka berhasil meraih kemenangan penting saat menghadapi Everton, Minggu (17/9)

Setan Merah menang dengan skor nyaman 4-0 dan terus menguntit Manchester City. Kedua tim berada di posisi teratas dengan raihan 13 poin.

Laga sebenarnya sangat ketat. The Toffees mampu memberikan perlawanan. Tapi, lini belakang mereka sangat ketat dan mampu dengan apik menahan semua serangan Everton.

Antonio Valencia berhasil mencetak gol cepat pada menit keempat. Berawal dari umpan parabola Nemanja Matic, Valencia membuat gol indah lewat sepakan voli keras dari luar kotak penalti.

Setelah itu laga terbilang ketat dan kedua tim mengalami kesulitan. Everton beberapa kali mencoba mendobrak pertahanan Setan Merah tapi tak berhasil.

7 menit terakhir laga menjadi sangat krusial bagi Man United. Mereka berhasil membuat tiga gol pada jangka waktu itu.

Henrikh Mkhitaryan mampu membuat gol istimewa pada menit ke-83, ditambah Romelu Lukaku yang akhirnya membobol gawang mantan timnya di menit ke-89. Ini menjadi gol kelima Lukaku dalam lima laga Premier League.

Laga ditutup dengan gol Anthony Martial sesaat sebelum peluit panjang berbunyi.

Man United memiliki selisih gol yang sama dengan Man City yakni +14. Kedua tim Manchester ini otomatis menjadi dua tim dengan peluang juara terbesar karena konsistensinya.

Tabrakan Beruntun di Depan Kampus IPB Dramaga, Ini Kata Saksi

BOGOR DAILY-   Jalan Raya Dramaga mendadak mencekam. Tabrakan beruntun terjadi, tepat di depan Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (17/9/2017).

Tabrakan karambol ini melibatakan tiga kendaraan sekaligus yakni bus pariwisata dan dua mobil minibus sekitar pukul 21.30 WIB

Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan ini. Namun, saat ini petugas kepolisian sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi bangkai kendaraan yang ringsek dihantam bus.

Kerasnya hantaman membuat oli mobil yang terlibat kecelakaan berceceran di tengah jalan serta pecahan kaca tampak berserakan dijalanan.

Menurut salah seorang warga, bus bernomor polisi F 7819 AA tersebut menyeruduk kendaraan Honda Mobilio putih bernomor polisi B 1151 PYK yang hendak masuk ke kampus IPB yang datang dari arah Kota Bogor menuju Dramaga.

Kemudian mengenai mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi B 1964 EFA yang datang dari arah belawanan. “Ditabrak bus dari belakang, engga tau sopirnya yang mana,” kata salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dari unit lakalantas Polres Bogor masih berada di lokasi kejadian.

 

 

Sangking Cinta, Wajahnya Ditato Peta Indonesia. Tertarik?

0

BOGOR DAILY- Totalitas tanpa batas. Itulah kalimat yang cocok untuk pria tersebut. Sebagai bentuk rasa cinta dan bangganya kepada Indonesia, pria ini rela mentato wajahnya dengan peta Indonesia loh!

Dari  akun instagram @unyil.tattoo.gallery memosting beberapa foto lelaki tersebut dengan tatto peta Indonesia yang kini bersarang di wajahnya.

“Janganlah kalian memandang dari sisi penampilan sebab penampilan tak bisa menjamin orang bisa berbuat baik.

“Pandanglah manusia itu dari sisi cerminan diri.”

“Maka kalian akan tau banyak kunci pengetahuan.”

“Bercermin dalam segala hal supaya kita tau siapa diri kita yang sebenarnya, HITAM PEKAT,” tulis akun media sosial @unyil.tattoo.gallery, Minggu (17/9/2017).

Dari postingan akun media sosial @unyil.tattoo.gallery tersebut, tampak beberapa komentar netizen menanggapi potret lelaki dengan tato peta Indonesia yang kini bersarang di wajahnya.

“Sangar sam,” tulis akun @secondstuffshit.

“Haruskah dimuka?” ujar akun @polar_knight_.

“Kreasi tanpa batas, di luar nalar yang ada. Mbhois Lek @unyil.tattoo.gallery,” puji akun @rofiksuherman

Geng Motor Bentrok di Taman Heulang, Ini Kronologi Versi Polisi

0

BOGOR DAILY- Kasus dugaan aksi brutal geng motor yang sempat meresahkan masyarakat, Sabtu (16/9/2017) masih diselidiki pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dugaan aksi kelompok itu lantaran dipicu balas dendam antar sekolah.  Kapolsek Bogor Timur Kompol Marshudi Widodo menceritakan anak-anak dari salah satu sekolah dengan jumlah 17 orang melakukan balas dendam karena kawan mereka dipukul oleh musuh dari sekolah lain.

Mereka berkumpul di Warung Jambu dan bergegas ke Taman Heulang untuk menuntaskan dendam.

“Pada saat mereka sampai di lokasi musuh sudah kabur duluan, jadi ada masyarakat yang nimpuk yang diduga mereka berantem, gak tau siapa yang mau nimpuk, karena kebetulan di situ ada gojek online karena panik akhirnya mereka kabur ke Tugu Kujang dan dikejar gojek online,” kata Kompol Marshudi yang dikutip dari keterangan tersangka, Minggu (17/9/2017)

Kejadian itu terjadi sekira pukul pukul 23.30 WIB. Jadi, lanjut Marshudi, ada dua motor boncengan mungkin karena habis bensinnya sehingga tidak bisa langsung lari di dekat KFC Tugu Kujang.

“Kalau info dari Zei itu berantem kemudian makai celurit sumber dia itu muncul pada saat dia di Taman Heulang itu saja tidak jadi, Itu tidak ketemu pelaku (Iq) yang bawa celurit, itupun tidak ada bukti celuritnya,” ujarnya.

“Pelaku sudah kita amankan, belum ada orang tua, mereka mengira ada satu pelajar anak dari pejabat, waktu mereka di sini belum mengerti anak ini anak siapa kita akan cari Zei ini maksud dia apa,” tegas Kompol Marshudi

Hingga saat ini Kapolsek Bogor Timur mendatangi kediaman Zei untuk dimintai keterangan dan mengklarifikasi laporan yang diterima kepolisian.

 

Proyek Bocimi Bikin Pasokan Air PDAM Macet

0

BOGOR DAILY-Warga di sejumlah lokasi di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor kesulitan mendapatkan air, menyusul padamnya aliran air yang dipasok PDAM Tirta Pakuan.

Seperti di Kelurahan Rancamaya, Minggu (17/9/2017), air PDAM tidak mengalir sejak Sabtu (16/9/2017) siang. Sebelumnya manajemen PDAM mengumumkan air akan mengalir sekitar pukul 20.00 malam. Namun hingga Minggu sore air belum juga mengalir.

Untuk memenuhi keperluan air, warga yang menjadi pelanggan PDAM mengambil air di rumah warga lain yang memiliki sumur. Beberapa warga pelanggan juga memilih membeli air isi ulang dari penjual yang ada di sekitarnya.

Hal ini dilakukan karena tangki air dari pihak PDAM Tirta Pakuan tidak sampai di wilayah tersebut.

Warga Rancamaya memilih berlangganan PDAM Tirta Pakuan lantaran pasokan air sumur di wilayah yang terkenal dengan buah duriannya ini, kurang bisa diharapkan untuk memenuhi kebutuhan harian saat memasuki musim kemarau.

Dampak Pembangunan Tol Bocimi

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana menuturkan terhentinya pasokan air karena adanya relokasi dan koneksi pipa air di area pembangunan Tol Bocimi Jalan Kol Bustomi Kecamatan Cijeruk.

 Relokasi tersebut sudah selesai pada Minggu pagi (17/9/2017). Syaban mengakui proses pengerjaanya tidak sesuai dengan rencana awal mengingat kendala teknis di lapangan.

“Harusnya pengerjaan selesai Sabtu sore (16/9/2017), tapi karena masalah teknis jadi molor hari Minggu pagi. Tidak apa-apa, dari pada bocor terus nanti, lalu diulang lagi dari awal,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Menurut dia, salah satu kendalanya adalah kesigapan kontraktor. Karena bukan berasal dari PDAM, Syaban mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Meski kegiatan relokasi dan koneksi pipa sudah rampung, bukan berarti pekerjaan selesai. Ada tugas lebih berat dihadapi petugas PDAM, yakni pemulihan sistem pengaliran (recovery).

Recovery jaringan merupakan pekerjaan lanjutan pasca-kegiatan koneksi atau pipa bocor. Khusus untuk zona 1, lanjut Ade, prosesnya bisa membutuhkan waktu berhari-hari.

Selama proses recovery, air akan tetap mengalir ke rumah pelanggan meski kecil. “Pokoknya kalau air ngalir, langsung tampung. Air ngalir lagi, tampung lagi, sampai kondisi normal,” imbau dia.

Mengemas PKL Menjadi Destinasi Wisata

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

(Calon Bupati Bogor 2018)

 

Tak ada rotan akar pun jadi. Mungkin itulah yang dilakukan Pak Wawan (34) tukang tambal ban yang ditertibkan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor. Setelah kiosnya hilang tanpa ada relokasi, Pak Wawan nekat membuka usahanya walau beralaskan tanah dan beratapkan langit. Sebelum ditertibkan usaha tambal ban miliknya terbilang ramai. “Sekarang mah sepi. Mungkin tempatnya agak aneh. Terbuka tanpa atap,”cerita Pak Wawan kepada media lokal di Bogor.

Saya terenyuh membaca kabar tersebut. Ya, penertiban pedagang kaki lima memang menjadi tontonan yang selalu hadir dalam setiap berita di media massa. Pro-kontra wacana relokasi antara PKL dan pemerintah yang berkembang saat ini menunjukan suatu indikasi ketidakpuasan PKL terhadap kebijakan tersebut. Saat ini, peneriban PKL di jalur Puncak tentu juga menyita perhatian kita semua. Bahkan akibat kebijakan penertiban ini, sebanyak kurang lebih 1.300 pedagang di sepanjang jalur Puncak terancam kehilangan harapan hidup yang lebih baik.

Menertibkan PKL memang harus mengedepankan dialog. Ini seiring besarnya tingkat pertumbuhan pedagang kaki lima di negeri ini. Kebijakan untuk mensistematiskan keberadaan mereka pun menjadi agenda prioritas yang menurut saya penting bagi pemerintah. Akan terjadi disfungsi apabila kebijakan pemerintah justru “menghilangkan” mereka tanpa ada solusi.

Dalam membuat kebijakan publik, langkah-langkah dengar pendapat sangatlah teramat penting. Prof. Riyas Rasyid mengatakan, kebijakan itu akan sesuai dengan keinginan publik ketika pemerintah mengikut sertakan masyarakat untuk merumuskan suatu kebijakan. Karena itu partisipasi masyarakat–dalam hal ini PKL–merupakan hal yang patut.

Prof. Miriam Budiardjo juga mendefinisikan partisipasi sebagai seseorang atau kelompok untuk ikut secara aktif guna menyelaraskan kebijakan pemerintah. Partisipasi di sini harus diposisikan pada konsepsi, bukan dimaknai sekedar mobilisasi. Pemberian ruang partisipasi masyarakat terhadap kebijakan yang dibuat pemerintah. Dengan partisipasi ini diyakini akan mampu mengurangi “beban” pemerintah dalam proses pembuatan kebijakan yang sesuai koridor Pancasila dan UUD 1945.

 

POTENSI KHAS PKL

Pedagang kaki lima merupakan kelompok sosial yang terkadang memberikan karakter nilai tersendiri bagi suatu daerah. Sebagai contoh Yogyakarta. Keberadaan PKL yang ada di sepanjang Jalan Malioboro memberikan nuansa khas yang akhirnya memberikan kontribusi positif dalam konstruksi wisata domestik dan mancanegara.

Pun demikian di daerah-daerah lain, termasuk daerah Solo, Jember, dan lain-lain. Keberadaan PKL seringkali membentuk tatanan sosial, budaya dan ekonomi yang menarik di suatu daerah. Bahkan di saat krisis moneter melanda negeri ini pada periode 1997-1999, usaha kecil dan menengah inilah yang mempunyai peranan penting dalam menjaga stabilitas.

Oleh karena itu, kewajiban pemerintah untuk melindungi rakyatnya. PKL juga harus diberi ruang untuk mempertahankan eksistensinya tanpa melanggar aturan. Pemerintah harus menampung mereka sejak level pembahasan peraturan.

Ada dua strategi merealisasikan keberpihakan ini. Pertama, membuat peraturan zonasi PKL dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Bila Pemda masih dalam proses penyusunan RDTR, segera rumuskan zonasi PKL. Misal, zona ruang terbuka hijau atau permukiman disisipkan juga zona PKL beserta aturan teknisnya.

Kedua, pemanfaatan jalan. Saat pelaksanaan Car Free Day di akhir pekan yang memberikan ruang jualan bagi PKL itu patut dipertahankan. Mengingat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, juga sudah mengatur penggunaan jalan untuk penyelenggaraan kegiatan di luar fungsi jalan.  Realisasi dua strategi di atas memiliki tantangan tinggi yakni berupa penyediaan infrastruktur pembuangan sampah atau limbah PKL, terkhusus sampah kuliner. Sehingga Pemda juga harus mengkonsep manajemen pengambilan dan pembuangannya.

Selain itu, ada dua strategi pula yang bersifat manajerial. Pertama, membentuk tim khusus PKL. Tim ini bekerja untuk membina dan meriset PKL. Mungkin setiap Pemda sudah ada yang punya. Merujuk pada Urban Design Process karya Hamid Shirvani, masalah PKL tersebut termasuk dalam elemen signage (penandaan). Banyak alat peraga seperti gerobak atau tenda yang ditampilkan oleh PKL kurang estetis. Mulai dari komponen bentuk, komposisi warna, hingga pemilihan font (tipografi).

Masalah ini sebenarnya sangat potensial dibina untuk meningkatkan estetika atau keunikan lanskap perkotaan. Tak menutup kemungkinan, pelanggan PKL pun akan makin meningkat karena tergoda dengan alat peraga yang menarik. Selanjutnya, menggelar acara kreatif di area relokasi PKL secara rutin. Bisa konser musik, olahraga, festival/pameran kesenian. Strategi ini untuk mendatangkan “semut” atau keramaian.

Kemudian soal riset. Secara umum, menurut penulis, riset yang dilakukan sejumlah pemerintah daerah di Indonesia masih kurang. Dasar Pemda melakukan penataan PKL tidak cukup dengan data mutakhir yang berisi identitas, lokasi, jenis, modal, dan waktu usaha. Data itu wajib diolah dan dikaji dengan berbagai variabel hasil pengamatan di lapangan. Riset PKL ini penting agar bisa menelurkan kebijakan yang makin terukur.

Terakhir, tak kalah penting pula peran media massa membentuk opini publik. Media massa bisa membentuk opini bahwa tujuan penertiban untuk mendidik PKL. Mereka harus paham ada hak orang lain dalam menggunakan fasilitas umum yang harus dihargai.

Usaha penertiban PKL yang menggunakan fasilitas umum, tak bisa dicap sebagai anti kemanusiaan atau melanggar hak asasi.  Tiap orang tidak bisa menuntut hak secara penuh karena ada hak orang lain yang harus dihargai juga. PKL juga harus dididik menghargai lingkungan. Jamak ditemui PKL membuang sampah/limbah sembarangan. Pemerintah jelas tidak boleh membiarkan perilaku masyarakat yang cenderung merusak lingkungan.

Terlepas dari itu semua, kita juga patut mengapresiasi para PKL. Bahwa mereka sesungguhnya pengusaha gigih yang lahir dari kompetisi hidup yang tinggi. Kontribusinya terhadap siklus perekonomian juga tidak kecil. Bahkan, perguruan tinggi dengan kurikulum kewirausahaan pun belum tentu mampu melahirkan pengusaha segigih mereka.

Di era zaman yang sudah sangat transparan dan serba mengedepankan dialog, cara-cara menertibkan PKL dengan kekerasan tanpa solusi adalah sebuah masalah. Penertibkan mereka dengan tetap melihat mereka sebagai potensi ekonomi juga menjadi penting. Keberadaan para PKL adalah jelas sangat dibutuhkan pemerintah. Sebab “Pedagang Kaki Lima” juga manusia. Mereka telah teruji tak pernah memberi beban kepada pemerintah. Mereka bertahan hidup dengan keringat dan cucuran air mata. (*)

Indonesia Kirim Bantuan ke Rohingya, Prabowo Sebut Pencitraan

0

BOGOR DAILY- Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir dan memberikan orasi dalam aksi bela Rohingya 169 yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017). Dalam orasinya, Prabowo menyebut, kehadiran dirinya, selain atas undangan dari PKS, juga karena keinginannya untuk menyampaikan solidaritas bagi saudara-saudara Muslim di Rohingya. 

“Kita bersama-sama menyatakan solidaritas kita. Saya hadir di sini untuk menyampaikan solidaritas kepada mereka,” ujar Prabowo dalam orasi yang diunggah ke akun Youtube PKS TV.

Dalam kesempatan itu pula, Prabowo sedikit menyindir kebijakan pemerintah dalam membantu mengatasi krisis kemanusiaan di Rohingya. Menurut Prabowo, bantuan yang diberikan pemerintah Republik Indonesia kepada warga Muslim Rohingya di Myanmar dan Bangladesh hanyalah pencitraan semata.

“Kalaupun sekarang kita kirim bantuan, itu menurut saya pencitraan, bantuannya pun tak sampai kadang-kadang,” ujar Prabowo dalam orasi di depan ribuan massa peserta aksi.

Menurut Prabowo, yang terpenting dilakukan rakyat Indonesia saat ini adalah memastikan bahwa pemerintah, bangsa, dan negara menjadi lebih kuat. Memperkuat, menurut Prabowo adalah dengan menegakkan kedaulatan negara, termasuk dalam hal kekayaan negara.

“Mari kita perkuat bangsa Indonesia, supaya bangsa indonesia disegani, tidak usah kita terlalu banyak teriak, kita batuk-batuk saja orang akan segan sama kita. Terus terang saja, negara kita sedang dalam keadaan sekarang tidak punya uang karena kita hutang terus,” tutur Prabowo.

“Tapi dengan itu kita harus kuat untuk membantuk orang lemah, kita harus kuat, tidak bisa orang lemah bantu orang lemah, tidak bisa orang miskin bantu orang miskin,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengirim enam pesawat Hercules berisi bantuan bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh. Seperti dilansir Biro Pers Kepresidenan, selain 10 ton beras, Indonesia juga mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa sandang, family kit, flexible tank, selimut, dan gula.

Netizen yang menonton orasi Prabowo melalui Youtube pun memberikan komentar beragam. Sebagian menilai apa yang disampaikan pesaing Joko Widodo pada Pilpres 2014 itu tidak tepat, namun sebagian lainnya sependapat.

“Bilangnya aksi bela Rohingnya tp saat indo bantu beneran dibilang pencitraan, trs maunya apa, intinya gak mau bantu, yg pencitraan disini siapa coba,” tulis Febri Setiawan.

“pak presiden jokowi sudah kirim bantuan di sebut pencitraan lah klw yg orasi itu pencitraan apa engga ya #coba tanya sm orang2 rohingya  Yg mereka butuhkan itu Apa DEMO apa bantuan kemanusiaan yg di kirimkan pemerintah Ri (presiden jokowidodo),” tulis @Tridevan Devan

“Indonesia cyber,  ada di belakangmu pak prabowo, karna tv tidak bisa mencuci otak kami,” dukung Jo Nahdiyin.

“Indonesia banyak utang,  beda zaman sby.   IMF malah utang 10 triliun sama indonesia.  Kita coba wujudkan pak prabowo presiden selanjutnya AMIN,” tulis Levtia Aisyah

Komentar Pedas Mantan Ketua DPR untuk Fadli Zon, Nih Katanya

0

BOGOR DAILY- Mantan Ketua DPR Periode 1999-2004 Akbar Tanjung menilai tindakan Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersurat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus hukum yang dihadapi Setya Novanto sebagai tindakan mencampuri persoalan hukum,.

Akbar melihat posisi Fadli secara individu memang anggota dewan, tapi secara kelembagaan dia Wakil Ketua DPR. Sehingga, setiap langkah yang dilakukan sebagai wakil rakyat tak bisa dipisahkan dari jabatannya.

“Itu bisa diartikan bahwa ada keinginan untuk mencampuri, ingin mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Akbar di kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (15/9).

Padahal, kata Akbar yang merupakan mantan Ketua Umum Golkar itu, KPK sebagai sebuah institusi penegakan hukum pemberantasan tindak pidana korupsi, harus dihormati dan diapresiasi. Apalagi cita-cita reformasi salah satunya adalah pemberantasan korupsi.

“Karena itu menurut saya biarkanlah proses hukum berjalan. Jangan dicampuri. Tentunya, Kita semua menghendaki KPK menjalankan tugasnya sebaik-baiknya, kita ingin KPK itu kuat, efektif dan juga berhasil menjalankan tugas pemberantasan korupsi,” pungkas Akbar.