Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8948

Bibir Kristal Istri Bos First Travel Di-Bully Warganet

0

BOGOR DAILY– Sebelum masuk penjara, Anniesa Hasibuan hidup glamour dan hedon. Salah satu gaya hidup mewahnya yang kini ‘dinyinyirin’ oleh netizen dan para korban batal umrah First Travel adalah salah satu foto Anniesa Hasibuan dengan bibir bertabur kristal Swarovski.

Lewat akun Instagram korban_firsttravel, foto Anniesa dengan makeup heboh dan bibir bertabur kristal Swarovski dipamerkan dengan keterangan foto “Bibir di swarovki? Allah.” Foto tersebut pun langsung menuai komentar yang mencaci habis-habisan istri bos First Travel Andika Surachman yang juga sebagai desainer itu.

“Efek dr hasil uang harom kali ya.. Mau dii make up secetar apapun ga ada auranya sm skli,” tulis komentar netizen dengan akun cicireny.

Netizen lainnya pun tak kalah nyinyir,”Bibirnya malah jd ky org abis makan kapur barus,” tulis akun Instagram shofi_madiun85. “Kek musuh ultramaaan,” tambah akun Instagram cheapanddale.

Pada foto tersebut, Anniesa tampil dengan makeup mata cat eye yang dramatis dengan sentuhan makeup contouring. Bibirnya dibuat ala pemotretan fashion glamour dengan taburan kristal Swarovski yang bersinar.

Tak heran jika netizen dibuat geram dengan pasangan Andika dan Anniesa ini. Sejak beberapa bulan lalu, sebelum penangkapan terjadi, pasangan ini telah dilaporkan karena menunda-nunda memberangkatkan jamaah umroh dengan berbagai macam alasan.

Sudah ada kasus tersebut, namun keduanya terlihat santai. Mereka masih dengan gaya hidup mewahnya. Liburan keliling dunia hingga memiliki barang-barang branded.

Diketahui, tas branded Anniesa Hasibuan nilainya mencapai Rp 2,3 miliar. Wanita yang pernah menyelenggarakan fashion show di New York itu mengoleksi tas Hermes hingga Louis Vuitton.

Istri Muda Opick Sindir Soal Takdir, Begini Katanya…

0

BOGOR DAILY– Kisruh rumah tangga Opick dan istrinya heboh diperbincangkan netizen. Sebab, rumah tangganya disebut-sebut mirip dengan rumah tangga Ahmad Dhani. Pelantun lagu ‘Terangkanlah’ itu kabarnya telah menikah dengan sahabat istrinya sendiri.

Dian Rositaningrum marah besar saat mengetahui kalau sang suami menikah dengan backing vokal yang tak lain adalah sahabatnya. Wanita itu disebut-sebut bernama Wulan. Sempat beredar postingan Wulan di akun Instagram miliknya.

Ia menuliskan kemanjaan sosok pria yang menjadi suaminya. Belakangan diketahui kalau pria yang ia maksud adalah Opick. Yang membuat Dian marah besar, yakni Opick menikahi wanita itu melalui telepon dan wali yang bukan keluarga Wulan.

Ia kabarnya dinikahkan oleh Ustad yang mengenal baik Dian dan anak-anaknya. Kini, beredar lagi curahan hati Wulan di akun Instagram yang sama. Ia lagi-lagi menyebut nama suami, dan sepertinya itu untuk Opick.

1. Ucapan terima kasih untuk suaminya

2. Ini yang sempat heboh dan bikin netter geli nih.

3. Yang ini bikin netizen yakin kalau dia wanita yang menjadi duri di keluarga Opick.

4. Yang ini kira-kira buat siapa ya?

5. Kok marah-marah gini ya?

Begini reaksi netizen:

widiani_rara: Perempuan paling bodoh Mau y di mahar pake utang. Bayarnya nyicil gak tuh

aylets_: Pelakor macam gini harus di Tenggelamkan gapunya malu amiiitttttt issh

ev4.03: Emmmesshhhhh ni org kgatelan apa gimana sih

rizkysaputrii: Generasi pelakor selanjutnya iniii

rifaearlyta: Tambah lagi 1 Syaiton ddunia.. tdk punya hati. Mati rasa. Hilang akal. Gila nafsu dunia. Tdk pantas dsebut manusia.

dion.ds: Klo gatel2 ,di garuk pake sekop biar terasaa

Pelaku Dugaan Pencabulan Siswi TK di Bogor Dipindah

BOGOR DAILY-Kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang murid TK Mexindo di Bogor hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak Polresta Bogor.

Berdasarkan penuturan dari Kepala Sekolah TK Mexindo, korban berinsial QZ (4,5) tersebut telah dipindahkan ke sekolah lain.

Informasi tersebut dikatakan Retno Listyarti selaku Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan ketika melakukan kunjungan ke TK Mexindo dan pertemuan dengan ibu korban serta saksi-saksi.”Selain itu terduga pelaku juga tak lagi bekerja di TK Mexindo,” terang Retno.

Ia melanjutkan, kini terduga pelaku berinisial UD tersebut telah dimutasi ke Dinas Pendidikan Kota Bogor.

“Karena yang bersangkutan (terduga pelaku) berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil). Pemindahan ini (juga) dilakukan sebagai upaya preventif agar tercipta situasi sekolah yang kondusif,” lanjutnya.

Sementara saat ini, lanjut Retno, Kepala Sekolah menerangkan bahwa pihak sekolah masih menunggu dan menghormati proses hukum yang berjalan di Polresta Bogor.

“Prosedur penanganan kasusnya cukup baik, sekolah juga merespon cepat pengaduan itu. Pihak sekolah cukup kooperatif dalam memberikan keterangan,” terangnya.

Seperti diketahui, telah terjadi dugaan pencabulan yang dilakukan di TK Mexindo Bogor. Kejadian tersebut melibatkan seorang murid TK berinisial QZ dan terduga pelaku berinisial UD yang bekerja sebagai penjaga sekolah berstatus PNS.

Kasus ini mulai merebak sejak Mei setelah ibu korban berinisial MF (27) melapor kejadian tersebut pada Polresta Bogor tertanggal 12 Mei 2017. MF menjelaskan tindak dugaan pencabulan yang menimpa anaknya QZ terjadi pada 10 Mei 2017 sekira pukul 11.00 WIB di sekolahnya.

Laporan tersebut terkait tindak pidana Perbuatan Cabul Terhadap Anak sesuai Pasal 82 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014. Penjaga sekolah yang diduga pelaku tersebut sempat ditangkap kepolisian setempat namun dibebaskan kembali dengan alasan belum memenuhi unsur adanya dua alat bukti.

“Perkara ini sedang dalam penanganan penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bogor Kota dan sedang dilakukan penyidikan secara mendalam untuk mendapatkan bukti-bukti yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya.

Bentrok Ormas Berujung Aksi Bacok

BOGOR DAILY-Polresta Bogor Kota mengamankan 20 anggota Ormas Laskar Merah Putih (LMP) di kantor ACC Fi­nance Jalan Raya Pajajaran Ke­lurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syafruddin Gayo mengatakan, telah terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan keributan antara pihak eksternal ACC Fi­nance dengan Ormas LMP.

Menurut informasi yang dihim­pun, pada pukul 13:00 WIB pemilik motor Rian dan anggota LMP Jaka mendatangi kantor ACC Finance dengan bermak­asud mengambil motor milik Rian. Motor itu sebelumnya telah disita pihak eksternal ACC Finance karena telah menunggak pembayaran delapan bulan. ­

Namun saat di pintu ger­bang ACC Finance, terjadi cekcok antara Jaka dengan pihak ACC Finance. Tak lama, Jaka dan Rian masuk ke ACC Finance, tepatnya di lantai 3 untuk berkoordinasi. Saat Rian dan Jaka ditemui pi­hak ACC Finance di lantai 3 untuk berkoordinasi terkait pengambilan motor, dalam kantor terjadi kesalahpaha­man antara Jaka dengan pihak eksternal ACC Finance yang mengakibatkan Jaka terkena pukulan oleh oknum Eksternal ACC Finance.

Setelah itu, bertempat di halaman parkir kantor ACC Finance terjadi keributan empat anggota LMP dengan pihak eksternal ACC Finance yang mengakibatkan dua orang di antaranya men­galami luka bacok. Agam yang mengalami luka di kepala dan tangan serta Bolu terkena luka punggung.

Karena kalah jumlah, pihak LMP meninggalkan lokasi ACC Finance dan membawa rekan LMP yang luka-luka ke rumah sakit. Setelah itu di­laksanakan musyawarah da­mai antara Jaka beserta Rian dengan ACC Finance yang difasilitasi kepolisian Bogor Kota. “Sebenarnya sudah terjadi musyawarah dengan hasil damai dan membuat surat perjanjian damai di atas materai antara kedua pihak,” tutur Syafruddin.

Namun, pihak LMP mengerahkan massa ber­jumlah 20 orang ke kantor ACC Finance dengan maksud melakukan protes karena ada pihaknya yang terluka oleh oknum eksternal ACC Finance. “Jam 16:00 WIB 20 orang massa LMP men­datangi kantor ACC, lalu dia­mankan Polresta Bogor Kota agar tidak terjadi aksi yang tidak diinginkan,” katanya.

Berburu Rumah Harga Rp300 Juta-an di Bogor, Ini Lokasinya

BOGOR DAILY-Pengembang properti tetap optimistis produk hunian untuk kelas menengah di Bogor adalah pasar yang menguntungkan. Pengembang masih berani meluncurkan rumah tapak seharga jauh di bawah Rp 500 juta.

Salah satunya adalah Bukit Raya Ciampea yang dibanderol dengan harga perdana Rp 195 juta sampai Rp 335 juta. Target pasar hunian yang dibangun oleh PT Citamarian Rekananda ini adalah pekerja kelas menengah dan investor dari Jakarta.

“Ini komersial, bukan rumah subsidi. Memang, kami buka dengan harga terjangkau sesuai segmen pasarnya. Untuk investor, bisnis sewa rumah atau indekos ada pasarnya di sini, yaitu mahasiswa” ujar Ratdi Gunawan, konsultan marketing Bukit Raya Ciampea, Kamis (24/8/2017).

Berlokasi tak jauh dari Kampus IPB, lanjut Ratdi, pembiayaan hunian tersebut bekerjasama dengan Bank BTN selama 10 sampai 15 tahun.

Ratdi mengatakan, selama ini Bogor masih menjadi “kota kedua” pilihan warga kelas menengah yang mencari hunian dengan harga terjangkau. Keuntungannya, kondisi harga yang murah itu didukung dengan makin banyaknya kawasan komersial Kota Bogor yang sudah ramai dan transportasi yang memudahkan aktifitas sehari hari masyarakatnya.

Sebelumnya, Prinsipal Li Realty, Ali Hanafia, mengatakan bahwa wilayah penyangga Ibu Kota seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang adalah “ladang” investasi pilihan yang semakin menarik minat konsumen.

Namun, seperti apa konsumen yang membeli properti di ketiga wilayah tersebut? Apakah mereka berasal dari strata bawah, menengah, atau atas?

“Banyak pembeli di sana, sekitar 70 persen sampai 80 persennya itu end user yang datang dari daerah atau relokasi dari Jakarta,” ujar Ali.

Pemkab Bakal Tahan 7000 Mobil Pribadi Masuk Puncak

BOGOR DAILY– Rencana pemban­gunan pusat parkir di Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja, hingga kini masih terus dimatangkan. Rencana itu masuk prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemk­ab) Bogor, menyusul adanya proyek pelebaran Jalan Puncak yang akan dik­erjakan mulai September mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bappeda dan Litbang Kabu­paten Bogor Ajat Jatnika bakal menekan 70 persen jumlah mobil pribadi masuk Puncak. Artinya jika dalam sehari rata-rata ada 10.000 kendaraan, maka ada 7.000 unit yang bakal berkurang dari kawasan tersebut. “Iya, karena mereka itu akan dialihkan menggunakan transportasi massal yang akan disediakan,” kata Ajat. pemerintah

Kawasan Puncak memang jadi wilayah yang mendapat sorotan dari pemerintah pusat. Ini pula yang membuat Pres­iden Joko Widodo (Jokowi) mau menggelontorkan dana Rp26 miliar guna membi­ayai pelebaran jalan menjadi empat lajur, mulai dari jem­batan Selarong sampai Puncak Pass yang berbatasan dengan Cianjur.

Menurut Ajat, konsep yang dibuat pemerintah daerah membuat pusat parkir dan pe­nyediaan bus wisata ke Puncak sudah diterima pemerintah pusat. Ini pula yang menjadi tantangan Pemkab Bogor un­tuk merealisasikannya. “Kalau dari pusat sudah setuju, malah menantang kita kapan akan mulai. Tapi untuk sampai ke sana kan harus disiapkan in­frastrukturnya. Makanya tahap awal ya pelebaran jalan dulu,” urainya.

Disinggung soal kapasitas kendaraan yang bisa tertam­pung di tempat parkir, Ajat belum mau menjawabnya. Sebab, sejauh ini kajian yang dilakukan pihaknya baru seba­tas pergerakan kendaraan ke arah Puncak. “Desain belum dibahas skenarionya. Konsep saat ini baru imaginer sep­erti transit saja. Tapi bisa juga kita konsepnya buat gedung parkir bertingkat, tapi nanti,” ucapnya.

Ia menuturkan, pembangu­nan area parkir itu akan di­hubungkan dengan bukaan tol baru yang bisa menghubung­kan ke Tol Ciawi, tepatnya di Km 42,5. “Rencananya tahun ini pihak pengembang akan mem­bangun bukaan tol itu. Kalau itu sudah dibangun, baru kita akan matangkan rencana transpor­tasi publiknya,” jelasnya.

Sementara Dinas Perhubun­gan (Dishub) Kabupaten Bo­gor hingga kini belum mengu­sulkan pengadaan bus wisata untuk rencana transportasi publik. Alasannya karena APBD Kabupaten Bogor ma­sih mengalami defisit. “Belum, paling yang bisa direalisasi tahun depan angkutan bus sekolah gratis rute Cibinong Raya,” singkat Kepala Dishub Kabupaten Bogor Eddy Ward­ani.

Ngeri! Bazar Nike Rusuh Sampai Rolling Dor Mal Jebol

0

BOGOR DAILY- Ratusan pengunjung bazar Nike di Hall West Mall Grand Indonesia (GI) menjebol rolling door karena tak sabar menunggu giliran masuk, Selasa (22/8/2017). Bazar Nike yang menggelar diskon produk sepatu hingga 90 persen sempat diwarnai insiden jebolnya rolling door Exhibition Hall, West Mall Grand Indonesia. Ratusan pengunjung yang antre mulai tak sabar dan merangsek masuk hingga menjebol rolling door tempat bazar berlangsung di lantai 4, Selasa (22/8/2017).

Sekitar pukul 18.35 WIB, antrean di depan tempat bazar Nike sudah mengular di sepanjang lantai empat Grand Indonesia.  Menurut Bule, salah satu pengunjung yang berasal dari Kebayoran Lama, dirinya telah mengantre sejak pukul 17.30 WIB. Tapi, hingga satu jam dirinya belum mendapat giliran masuk.

“Dari tadi udah dorong-dorongan. Udah sempet jebol tadi. Tapi, gak semua bisa masuk. Per termin dikasih waktu sejam belanja. Tapi cuma 100 orang yang boleh masuk,” kata Bule.
Bule mengaku rela mengantri karena terpancing dengan iming-iming harga miring untuk beberapa jenis sepatu Nike yang diinginkannya sejak lama. “Gue pengen beli Air Jordan. Itu harganya mahal, lebih dari sejuta. Tapi, katanya di sini setengah harga,” kata Bule.
Tak jauh beda dengan Bule, Sahela Sabila dan Ikhsan malah rela datang dari Ciputat untuk mengikuti bazar tersebut. Melihat pengunjung yang berdesak-desakan, berulang kali mereka mengeluh.  “Udah, yang depan jebol aja,” kata Sahela berteriak kepada kerumunan.
“Maju dong. Maju,” Ikhsan yang memang teman Sahela menimpali.
Suasana semakin panas ketika sekitar pukul 19.00 WIB. Di antrean bagian depan, terdengar pengunjung bersitegang dengan penjaga yang mengingatkan agar tidak terjadi saling dorong. Ketegangan tersebut pun mendapat sorakan ‘huu’ dari pengunjung yang lain, yang bukannya meredam suasana malah memanaskan.
Tak lama setelah ketegangan pertama, ketegangan selanjutnya kembali terjadi. Kali ini antar sesama pengunjung.
Di kerumunan bagian sebelah kanan hall, ada pengunjung yang mencoba menerobos masuk melalui pintu khusus untuk keluar. Lantas seorang pengunjung lainnya menarik bajunya. Keributan pun terjadi, yang akhirnya bisa dilerai oleh pengunjung yang lain.
Aksi pengunjung yang merasa tak sabar ingin masuk makin kencang berteriak hingga terjadi aksi saling dorong, akhirnya rolling door jebol juga. Pengunjung yang sudah mengantre lama pun masuk tanpa terkontrol.  Alhasil, di dalam arena bazar penuh dengan pengunjung. Di dalam pun akhirnya terjadi beberapa insiden yang diduga melecehkan beberapa perempuan. Salah seorang pengunjung perempuan berteriak karena merasa dilecehkan.
Karena kondisi di arena bazar sudah tidak kondusif, tidak sedikit pengunjung yang urung membeli. Salah satunya Sahela yang sebelumnya ngotot ingin masuk. “Gue mau pingsan. Dehidrasi gue. Nyerah lah. Barbar semua,” kata Sahela. Ia pun pulang dengan tangan kosong.
Ikhsan pun sama. Dirinya memutuskan untuk kembali ke Ciputat saat itu juga. “Halah, modelnya lama-lama. Kirain bagus-bagus. Beli di Sport Station aja,” kata Ikhsan.
Berbeda dengan keduanya, Stevy yang datang dari Pramuka, Jakarta Timur, urung membeli karena malas mengantre untuk membayar. Dirinya pun meninggalkan sepatu yang telah dipilihnya begitu saja di lantai. “Nyarinya sulit sih. Tapi udah capek mau antri lagi,” kata Stevy.

Ada Diskon Tarif Tol dari Jasamarga, Baca Nih Syaratnya

0

BOGOR DAILY– PT Jasa Marga Jakarta-Cikampek Cabang Bekasi, Jawa Barat kembali memberikan potongan harga sebesar 10 persen bagi pengguna uang elektronik. AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso mengatakan pemberian potongan harga itu berlaku untuk jalan tol yang secara langsung dikelola oleh PT Jasa Marga. Khususnya berlaku di Jabodetabek dan Bandung, Jawa Barat, maupun Jawa Tengah hingga Denpasar (Bali) yang dibagi menjadi dua periode yang memiliki masa tenggang waktu berbeda.

“Ini diberikan semata-mata dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) dengan menerapkan 100 persen transaksi non tunai di jalan tol mulai 31 Oktober 2017,” kata dia, Kamis (24/8).

Pada periode pertama yang jatuh tanggal 28 Agustus hingga 3 September 2017 berlaku untuk Jalan Tol Jabotabek dan Bandung milik Jasa Marga dan Kelompok Usaha. Itu di antaranya Jalan Tol Jagorawi, Jakarta-Tangerang, JORR (Simpang Susun Kebon Jeruk-Pondok Pinang dan Simpang Susun Taman Mini-Rorotan), Jakarta-Cikampek. Juga Jalan Tol Dalam Kota Jakarta Soedijatmo, Jakarta-Serpong (Pondok Aren hingga Ulujami), Bogor Ring Road (BORR), Cipularang serta Padaleunyi.

Sedangkan periode kedua yaitu pada tanggal 4-10 September 2017 pemberlakuan potongan tarif tol sebesar 10 persen di jalan tol yang bukan Jabotabek dan Bandung milik Jasa Marga maupun kelompok usaha. Itu di antaranya, Jalan Tol Semarang Seksi A, B dan C, Semarang-Solo (Semarang-Bawen), Surabaya-Gempol (Dupak-Waru, Waru-Porong dan Kejapanan-Gempol), Gempol-Pasuruan, Gempol-Pandaan.

“Juga Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Krian-Mojokerto), Belmera, serta Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa,” katanya.

Ia menambahkan pemberian potongan harga itu merupakan apresiasi kepada masyarakat atau pengguna layanan tol yang lebih memilih uang elektronik. Selain itu, dalam hal ini guna memberikan efek kecepatan sehingga kepadatan yang terjadi pada lalulintas tol dapat terhindar dan berjalannya lancar. Sebab,  dengan melakukan pembayaran tunai ke loket sering kali terjadi kepadatan yang panjang.

Begini Pembelaan Dinkes Soal Imunisasi Rubella

BOGOR DAILY- Bogor diguncang dengan kabar meninggalnya seorang anak bernama Ghina Nazifha Yasmin. Pasalnya, Ghina dikabarkan meinggal lantaran vaksinasi imunisasi rubella.

Hal tersebut dibantah oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Agus Fauzi mengatakan korban meninggal lantaran adanya infeksi otak (encefalomyelitis).

Bukan hanya itu, ia mengatakan ditemukan juga adanya infeksi paru berupa bronchopneumoni DD/TB paru.

“Dari hasil audit yang dilakukan tim Pokja KIPI Kabupaten Bogor, Komda KIPI Jabar dan Komnas KIPI disimpulkan sementara bahwa tidak ada kaitannya antaran vaksinasi MR dengan kematian Ghina,” katanya, Rabu (23/8/2017).

Ia juga menambahkan, hasil pemeriksaan RSSM, laboratorium, rotgen, MRI, dan cek cairan otak menunjukkan adanya infeksi otak. Selain itu, dari hasil laboratorium darah juga ditemukan kadar leukosit yang tinggi.

“Hasil lab memunjukkan adanya cairan otak yang keruh. Artinya tanda infeksi didukung hasil MRI. Makanya tim dokter spesialis menyimpulkan ini karena infeksi otak,” pungkasnya.

Korban Imunisasi Rubella Bertambah di Daerah Ini

BOGOR DAILY– Di tengah kontroversi pemberian suntik vaksin Measles Rubella (MR), kini tengah ramai kasus anak-anak yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit usai menjalani imunisasi serentak tersebut. Sebagian ada yang dirawat hingga menghembuskan nafas terakhir. Seperti yang dialami siswi SD di Bogor, Ghina Nazifha Yasmin (11).

Meski telah dinyatakan aman, nyatanya korban imunisasi rubella terus bertambah. Ini terjadi di sejumlah daerah. Mulai dari Bogor, Demak hingga Blitar. Ghina, warga Kampung Leuwinutug, RT 01/06, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup meninggal dunia usai menjalani suntik vaksin rubella secara kolektif di SD Negeri Sentul 1.
Dua minggu kurang setelahnya, Rabu (16/8) korban mengalami penyakit diare dan panas tinggi. “Disitu paginya Gina sempat sekolah, tapi kakinya diseret-seret,”kata Fitria.

Sesampainya di rumah, sambung dia, putri kedua dari pasangan Iwa Kartiwa (46) dan Mimik Dahlia (40) ini mengeluh tangan dan kakinya keram. Sehingga, orang tua korban memijati buah hatinya ini. Namun, pada Kamis (17/8) tiba-tiba ponakannya ini berteriak-teriak bahwa kedua kakinya tidak bisa digerakan, begitu juga dengan tangannya yang terasa pegal serta tenggorokan sakit. “Hari itu juga kita (keluarga) coba rujuk Gina ke RS, tapi RS yang memiliki peralatan saraf menganjurkan agar Jumat saja datangnya karena dokternya ada hari (Jumat) itu,” ucapnya.

Akan tetapi, lanjutnya, karena keadaan ponakannya ini semakin tidak karuan, pihak keluarga akhirnya membawa Ghina ke dokter spesialis saraf, yakni RS Sentramedika. Sesampainya di IGD, tiba-tiba anak ketiga dari tiga bersaudaran ini hilang kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (20/8). “Jadi di RS itu Gina bisa dibilang koma, tapi masih respon kelihatan dari air mata dan masih bisa ngangguk-ngangguk. Tapi, pas Minggu sore dokter mengatakan Gina sudah meninggal dunia,” imbuhnya.

Setelah itu, Fitria meneruskan, keluarga coba mencaritahu diagnosa penyakit yang merenggut ponakannya ini terhadap tim medis. Dokter yang menangani mengatakan Gina terkan virus, otak terkena bakteri serta paru-paru bolong atau TBC. “Tapi kita disitu binggung. Soalnya kata dokter sakit flek yang dideritanya sejak kecil itu sudah sembuh, tapi ini kenapa ada lagi. Berarti ada yang tidak beres dari imunisasi ini,” tutur dia.

Ia juga menyangkan tidak adanya pemberitahuan dari pihak sekolah pada orang tua murid soal pemberian vaksi tersebut. “Harusnya sebelum dikasih vaksin ada pemberitahuan. Dan dicek kesehatan anak. Tidak asal suntik,”tutur dia. Rupanya bukan cuma almarhumah Ghina yang mengalami kejadian itu. Salah satu orang tua murid Sudraji (nama samaran.red) juga mengeluhkan hal sama. Hanya saja, ia lebih beruntung karena putrinya segera tertangani.

“Memang agak ngeri juga dengan vaksin itu. Karena, anak saya setelah disuntik, justru demam tinggi dan muntah-muntah. Untung langsung dibawa ke RS. Saya tidak habis pikir kalau mereka yang tidak mampu bisa kelewat kayak dia (Ghina,red) kata dia.

Ia juga mempertanyakan Standar operasional Procedure (SOP) dalam pemberian vaksin secara massal. Seharusnya, sebelum itu dilakukan petugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan anak.“Harusnya jangan main suntik dong, dilihat dulu kondisinya bagaimana. Jangan-jangan kontradiktif antara vaksin dna penyakit. Kalau memang sudah tahu ada gejala yangmuncul, seharusnya pemerintah juga sediakan dana pendamping untuk mereka. Khususnya yang tidak mampu,”tutur dia.

Hal ini diamini Ahli neurologi anak RSCM, Irawan Magunatmadja. Menurutnya, sebelum melakukan suntikan imunisasi, tim tenaga medis harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Sehingga bukan asal suntik saja, melainkan mempertimbangkan kondisi kesehatan anak.

“Imunisasi adalah tindakan medis. Pada saat anak diberikan imunisasi adalah pelayanan individu. Dalam ranah pelayanan medis sebelum melakukan sesuatu harus ada pengamatan secara umum,” kata Irawan.

Bahkan ia merekomendasikan agar anak yang kondisinya tidak sehat agar ditunda pemberian vaksinnya.”Jika anak memang sakit waktu imunisasi bisa ditunda,” kata Irawan pada kesempatan sama. Irawan mencontohkan, misalnya anak baru kena cacar air, sebaiknya tunda. Tunggu hingga paling tidak dua minggu pasca-anak sembuh baru.

“Anak sehat artinya dalam satu-dua minggu tidak sakit. Sebaliknya, kalau tidak sehat berarti bisa ditunda,”urainya.
Kejadian anak meninggal ini juga menimpa balita asal Demak, Dimas (4). Warga Dusun Besole Desa RT 1 RW 3 Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar meninggal pasca diimunisasi MR.

Sebelum meninggal, Dimas mengalami demam tinggi selama tiga hari. Keluarganya lalu membawanya ke RS Aminah di Kota Blitar hingga akhirnya jiwanya tak tertolong. Sementara, di Blitar juga masih ada delapan anak dirawat usai menjalani suntik vaksin. Kebanyakan dari mereka mengalami demam tinggi disertai muntah-muntah.