Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8949

Rel Sisa Proyek Belanda di Paledang Banyak Menelan Nyawa

BOGOR DAILY-Di balik angkernya terowongan Paledang, tersimpan cerita haru. Rel perlintasan kereta peninggalan zaman Belanda itu dibuat dengan berdarah darah. Bukan saja banjir keringat, tapi tak sedikit pribumi yang menjadi pekerja rodi saat itu tewas saat membangun rel yang menghubungkanBogor ke Sukabumi.

Warga setempat percaya kalau terowongan Paledang yang sering jadi pelrinatsan itu memiliki aura mistis. Sebab, rel itu dibangun dengan nyawa para pekerja rodi.

Menurut, orang tua dulu, Belanda memperkerjakan warga Indonsesia yang berasal dari berbagi daerah untuk membuat rek kereta dengan sistem kerja rodi. Tidak sedikit pekerja yang meninggal saat membuat bantalan kereta yang terbuat dari kayu.  “Katanya banyak perkerja yang meninggal saat membuat bantal rek kereta, wajar saja kalau sekarang suka terjadi musibah,”kata Ketua RT 03/07, Uus Usman.

Apalagi sejak tragedi berdarah menewaskan 20 orang muda-mudi yang hendak mendaki puncak. Sejak insiden itu. tak sedikit warga yang sering mendengar suara orang membawa tas ransel. Sayang, begitu diamati tak ada sosok yang terlihat.

“Yang sering lihat hantu tanpa kepala anak sayang Mayang, nga tau mereka mau berterima kasih udah di bantu, atau menyampaikan sesuatu yang pasti tidak menganggu,”sebut salah satu warga bernama Eneng yang tinggal tak jauh dari lokasi.

Hingga kini ia pun masih ingat detik-detik tragedi itu terjadi. Dengan mata telanjang ia melihat tas ransel besar yang biasa di bawa para pendaki berserakan bersama tubuh para pendaki yang meregang nyawa karena menghantam tembok terowongan. “Ada yang tangan dan kakinya terputus, isi perutnya keluar hingga kepalanya putus.Yang bikin saya merinding saat melihat kepala orang terputus di tempat sampah,”tandasnya.

OTT Lagi, KPK Lakukan Penyegelan di Kemenhub

0

BOGOR DAILY- KPK langsung melakukan penyegelan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penyegelan itu dilakukan di Gedung Karsa yang merupakan gedung utama di Kemenhub.

Dari pantauan, tampak ada 4 petugas KPK yang mengenakan masker sekitar pukul 00.44 WIB keluar dari gedung tersebut. Para petugas KPK itu tak mengucapkan sepatah kata pun.

“Iya dari KPK, tadi mereka segel ruangan di lantai 4,” ucap seorang petugas yang enggan disebut namanya di lokasi, Kamis (24/8/2017).

Ruangan itu berada di Gedung Karsa di Kemenhub yang memang ditempati bagian direktorat. Saat ini, ada 2 Dirjen di Kemenhub yang definitif yaitu Dirjen Perhubungan Laut A Tony Budiono dan Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo, sedangkan posisi dirjen lainnya diisi pelaksana tugas (Plt).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif membenarkan soal penangkapan terhadap pejabat Kemenhub di salah satu lokasi di Jakarta Pusat. Dia ditangkap berkaitan dengan suap. Namun belum diketahui pasti kasus apa yang menjerat pejabat tersebut. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan segera status mereka yang terjaring OTT apakah menjadi tersangka atau tidak.

“Kami konfirmasi benar ada OTT lagi yang dilakukan KPK di Jakarta kemarin malam. Ada penyelenggara negara yang KPK amankan,” ujar Syarif menambahkan.

PAN Sepakat, Zulkifli Hasan Maju Pilpres 2019

0

BOGOR DAILYRekomendasi rapat kerja nasional (rakernas) PAN mengusulkan Zulkifli Hasan menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2019. Zulkifli dinilai kader-kader internal menjadi sosok yang mumpuni.

Hasil ini disampaikan saat hari terakhir rakernas PAN di Hotel Arsilia, Jl Pelajar Pejuang, Bandung, Rabu (23/8/2017). Salah satu hasil rekomendasi mendorong sang Ketum maju Pilpres.

Zulkifli mengapresiasi rekomendasi kader PAN seluruh Indonesia. Namun, ia belum mau mengambil sikap terkait usulan maju di Pilpres 2019. Ia meminta seluruh kader partai fokus bekerja untuk saat ini.

“Saya apresiasi adanya dorongan itu. Tadi saya tidak mau membicarakan itu sekarang, lebih baik sekarang kerja saja dulu,” kata Zulkifli kepada wartawan di sela rakernas.

Menurut dia, masih ada waktu yang cukup panjang untuk membicarakan soal Pilpres. Sehingga, sambung Zulkifli, rakernas tahun depan merupakan momentum yang tepat untuk membahas Pilpres.

Ketua MPR itu menegaskan tak elok apabila membicarakan soal Pilpres 2019 saat ini. Sebab, ia ingin kader-kader PAN dapat fokus melayani masyarakat dengan baik tanpa terganggu oleh urusan politik yang masih lama.

Sementara itu, Sekjen PAN Eddy Soeparno menyebut rekomendasi rakernas PAN ini tentunya akan menjadi pertimbangan partai. Salah satunya dorongan Zulkifli maju di bursa Capres 2019.

“Kita tidak bisa menghentikan arus dan kehendak dari kader itu dinyatakan di dalam forum terbuka secara aklamasi kita tampung,” kata Eddy di lokasi yang sama.

Selain mendorong Zulkifli maju di Pilpres, rakernas tersebut total menghasilkan sembilan rekomendasi lainnya. Beberapa di antaranya, PAN mendesak pemerintah melakukan reformasi agraria yang memihak pada kepentingan rakyat kecil, PAN mendesak pemerintah untuk menerapkan secara konsisten keseimbangan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi, serta PAN mendesak penegakan hukum di Indonesia dilaksanakan secara adil.

Lihat Mewahnya Restoran Rp15 Miliar Milik Bos First Travel di London

0

BOGOR DAILY– Polisi mendalami kepemilikan aset milik bos First Travel berupa restoran di London, Inggris. Restoran tersebut disebut polisi dibeli pada 2016 dengan harga Rp 15 miliar.

Dilihat dari akun Instagram pemilik First Travel yang kini telah berstatus tersangka, Anniesa Hasibuan, Rabu (23/8/2017), restoran tersebut diberi nama Nusa Dua. Nusa Dua menjual makanan khas Indonesia.

Anniesa tampak mempromosikan restorannya tersebut. Restoran itu terletak di pusat Kota London. Bareskrim masih menghitung jumlah aset Andika dan Anniesa, tersangka penipuan perjalanan umrah First Travel. Dari penelusuran penyidik, pasutri itu juga punya aset berupa restoran di Inggris.

“Dia beli restoran di Inggris, ini salah satu aset juga, membeli aset di sana. Ini sedang kita lakukan pengecekan, terutama dokumen apa saja terkait kepemilikan di sana,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak dalam jumpa pers di Bareskrim, gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/8).

Sekedar diketahui, Restoran Nusa Dua milik bos First Travel di London itu hanya berjarak sekitar 1,2 mil (2 km) dari ikon Kota London, Big Ben.  Dilihat dari Google Street, Rabu (23/8/2017), Restoran Nusa Dua terletak di 118-120 Shaftesbury Ave, di kawasan China Town, London. Polisi menyebut kawasan tersebut sebagai kawasan elite.

Dekat dengan Big Ben, otomatis restoran tersebut juga dekat dengan Istana Buckingham. Jarak Nusa Dua dengan Istana Buckingham sekitar 1,2 mil (2 km) jika ditempuh dengan kendaraan

Imbas Proyek Jembatan Cisadane, Macet Bocimi Bikin Stres

BOGOR DAILY-Selama dua hari terakhir, warga yang melintasi Jalan raya Bogor-Sukabumi dipaksa terjebak kemacetan. Terlebih, setelah alat berat untuk proyek rehabilitasi Jembatan Cisadane sudah diturunkan ke lokasi sejak Minggu (20/8/17).

Bahkan, Senin (21/8/17) pagi saat jam berangkat bekerja dan sekolah kemacetan lebih dari 10 kilometer. Ketua Himpunan Pengusaha Kecamatan Caringin (HPKC), Franky mengecam, keputusan sepihak Kementerian PUPR yang tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas buka – tutup.

Kalau masalah keuangan dapat dikomunikasikan, tinggal undang para stakeholder untuk menyelesaikannya,” tegas Franky yang juga tinggal tak jauh dari Jembatan Cisadane.

Tokoh Masyarakat Kabupaten Bogor wilayah Selatan, Safrudin Jepri mengatakan, semua bisa dikoordinasikan, termasuk penyiapan lahan untuk jembatan sementara agar lalu lintas tetap dua jalur.

Lebih lanjut ia mengatakan, kenyamanan pengguna jalan dan pengutamakan kepentingan umum sangat penting. “Para pemilik lahan sudah siap direlokasi dan sudah ada dari perwakilan pengguna jalan untuk sharing biaya sewa atau beli lahan” ujar mantan Ketua Apdesi Kabupaten Bogor itu.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah pinggirkan dulu alat berat di jembatan Cisadane. Sehingga, jalan tetap dua jalur. Kedua, sambung dia, beri waktu kepada pemerintah daerah dan pihak swasta untuk penyiapan lahan.

Terakhir, melanjutkan perbaikan jembatan dengan sistem dua jalur. Sementara itu, salah satu pengusaha hotel di Jalur Bocimi, Eko mengaku, kecewa karena tidak melibatkan pengusaha lokal untuk berdiskusi sebelum eksekusi.

Ia memastikan, beberapa bulan ke depan omzet hunian hotel di caringin sekitarnya akan turun. “Untuk perbaikan jalan bocimi dengan sistem dua jalur adalah harga mati,” tegasnya.

Kekesalan pun di tumpahkan warga Cisalopa, Yamin yang terjebak macet saat antar anaknya ke SMU Caringin. “Masa Bocimi yang identik jalur neraka perbaikan dilakukan buka – tutup, bikin stres. Pengaturan lalu lintas kacau, semua orang berebut, angkot melambung hingga menutup jalur,” pungkasnya.

Nyawa Ibu Nyaris Melayang Saat Jemur Pakaian, Ini Penyebabnya

BOGOR DAILY– Seorang ibu warga Kampung Babakan RT 3/3 Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong nyaris meregang nyawa saat pengait bajunya terkena sengatan listrik tengangan tinggi.

Apa yang dialami Mimin (48) itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa pagi (22/8/2017). Janda anak satu itu tersengat aliran listri saat menjemur pakaian di rumahnya. Seperti biasa, agar cepat dikeringi sinar matahari ia menjemurnya di bagian atas dekat atap.

Lantaran tak sampai, ia menggunakan sebilah besi panjang berukuran kurang lebih satu meter. Menurut kesaksian para tetangganya pagi itu terdengar suara teriakan memekik dari rumah Mimin. Warga yang mendengar langsung melihat tubuh perempuan paruh baya itu begetar kejang.

“Kata tetangga ibu Mimin langsung tidak sadarkan diri. Anggota saya di sana mendapat informasi dari warga seperti itu dan langsung dilarikan ke RSUD Ciawi,” ujar Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor Dian Firmasyah,Selasa malam (22/8/2017).

Beruntung nyawa Mimin berhasil tertolong oleh tetangga korban. Saat ini, kondisinya mulai berangsur sadar dari masa kritis. Akibat peristiwa tersebut Mimin mengalami luka bakar serius. Hampir menutupi lengan dan dadanya. Kulitnya melepuh terkelupas dan sedikit memar.

Dian menambahkan, Mimin merupakan dari keluarga miskin yang belakangan diketahui  memiliki BPJS. “Ia tinggal sama anaknya. Yang terpenting sekarang nyawannya bisa tertolong,” terangnya.

Korban Meninggal Diduga Akibat Imunisasi Rubella Ditolak 4 RS

BOGOR DAILY– Guna Naziba Yasmin (11) mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit setelah mengalami kelumpuhan diduga menjadi korban imunisasi Rubella palsu. Pada 1 Agustus 2017 pemerintah pusat mengampanyekan imunisasi rubella ke seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan.

Hal itu dilakukan demi menekan angka kematian akibat penyakit campak dan mengurangi jumlah bayi terlahir cacat. Namun, hal itu bertolakbelakang dengan yang dialami Mimi Dahlia dan Iwa Kartiwa atas anaknya, Guna Naziba Yasmin.

Warga Desa Nutug RT 03/RW 06, Kecamatan Citeuteup, Kabupaten Bogor itu harus berjibaku dengan dampak yang ditimbulkan dari imunisasi rubella.

“Seminggu setelah mendapatkan suntikan imunisasi rubella di sekolahnya SDN Sentul I, tiba tiba anak saya lumpuh,” ujar ibu korban, Mimi Dahlia, Selasa (22/8/2017).

Karena panik, sang ibu mengajak paman korban ke rumah sakit. Namun beberapa rumah sakit yang didatangi selalu menolak dengan alasan keterbatasan alat.

“Kami ke RS Insani, Annisa, Trimitra, RSUD Cikaret, saat kami sebutkan lumpuhnya  anak kami setelah imunisasi  mereka angkat tangan. Baru kemudian kami ke Sentra Medika diterima dan di sana anak saya meninggal setelah sempat dirawat,” paparnya dengan nada sedih.

Lebih lanjut ia menjelaskan anaknya pada 9 Agustus disuntik vaksin rubella di sekolahnya.

“Tiga hari pasca disuntik vaksinasi anak saya mengalami  buang air besar hebat  2 hari, setelah itu anak saya sekolah seperti biasa tetapi sambil kakinya diseret, ketika saya tanyakan katanya kakinya sakit, sebelum disuntik anak saya baik-baik saja dan sehat, tidak ada yang aneh pada diri anak saya, tetapi pasca disuntik kok malah anak saya sakit,” jelasnya.

Bukan itu saja, keluarga juga seperti dilarang membeberkan kejadian yang menimpa anaknya itu kepada publik.

“Dokter tidak menjelaskan tentang penyakit anak saya, bahkan setelah anak saya meninggal dunia saya diminta pihak rumah sakit untuk tutup mulut,” terangya.

Jasad korban kemudian dimakamkan di dekat kediamannya. Meski mengaku pasrah atas kejadian itu, Mimi mengaku menyesalkan pihak sekolah yang tidak berkomunikasi dengan orang tua terlebih dahulu saat melakukan imunisasi.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor

Terungkap, Walikota Bogor Janjikan Atlet Kempo Pekerjaan di BUMD

BOGOR DAILY– Kedatangan kedua atlet kempo Haggies Mugara dan Rohmat ke gedung DPRD Kota Bogor menda­pat tanggapan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor. Pengurus KONI bakal memanggil Persaudaraan Kempo In­donesia (Perkemi) Kota Bogor untuk mem­beri kepastian tentang janji Wali Kota Bogor Bima Arya yang ingin menempatkan atlet menempatkan atlet berpresta­si itu di salah satu BUMD.

Ketua Umum KONI Kota Bogor Benninu Argoebie mengaku ikut merasakan kegelisahan yang dialami kedua atlet tersebut. Ke­marin, pihaknya langsung me­manggil pengurus inti Perkemi Kota Bogor. “Sore ini (kemarin, red), kami kumpulkan pengurus inti untuk mengadakan rapat pimpinan mengenai masalah ini, akan seperti apa bentuk apresi­asi kepada Haggies dan Rohmat. Semua akan masuk, namun ada tahapan yang mesti dilewati dan tidak semudah membalikan telapak tangan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ben ini juga menjelaskan, penempatan kedua atlet di perusahaan daerah harus melalui serangkai proses. Seperti proses penganggaran, proses spesialisasi dan berbagai pertimbangan lain. Ia meminta para atlet untuk bersabar karena semua harus sesuai pada tahapan semestinya dan mewujudkan tertib administrasi. “Kami berupaya memberikan fasilitas yang terbaik bagi atlet-atlet andalan Kota Bo­gor untuk tetap nyaman dan aman. Buktinya, salah satu atlet judo andalan, Budi Hidayat, sejak Juli lalu sudah diterima di PDAM Kota Bogor. Artinya memang butuh kesabaran karena semua berproses dan ada tahapan-ta­hapan yang mesti dilalui,” beber­nya.

Meski begitu, pihaknya me­mastikan akan ada solusi terbaik untuk kedua atlet kempo terse­but. “Setelah rapat dengan pen­gurus, akan ada solusi yang bisa diberikan terkait keluhan mereka. Yang pasti, minggu depan sudah ada kepastian,” tuntasnya.

Sebelumnya, Dua orang atlet Kempo asal Kota Bogor menga­dukan nasibnya ke Persaudaraan Kempo Indonesia (Perkemi) Ca­bang Bogor. Dua orang atlet itu diantaranya, Haggies Mugara Avdallah Kecamatan Bogor Timur dan Rohmat Kecamatan Bogor Barat. Keduanya datang ke gedung DPRD untuk menemui Sekreta­ris Perkemi Kota Bogor Eka Ward­hana yang juga anggota Komisi D DPRD Kota Bogor.

Dalam pengaduannya, kedua atlet itu menyampaikan sebelum mengikuti Pekan Olahraga Dae­rah (Porda) 2014 yang diseleng­garakan di Bekasi, Walikota per­nah menjanjikan akan membe­rikan pekerjaan, setelah beres Porda lalu ditanyakan kembali dan diminta untuk menyerahkan Curiculum Vitae (CV) dengan syarat harus mendapatkan emas. Tetapi menurutnya sampai saat ini tidak ada kabar apapun dari wali kota atau Pemkot Bogor. ”Saat itu Wali Kota Bima Arya menjanjikan akan memasukan bekerja di BUMD milik Pemkot Bogor diantaranya di PDAM, PDPPJ dan PDJT. Tapi ampai saat ini belum mendapatkan kabar apapun,” ujar Haggies kepada Metropolitan.

Dua orang atlet Kota Bogor tersebut sudah beberapa kali meraih prestasi, diantaranya, pada Sea Games Myanmar tahun 2013 mendapatkan emas, pada Porda 2014 di Bekasi meraih medali emas, pada Kejuaraan dunia di Jepang 2013 meraih emas. Ketika PON 2016 di Jawa Barat meraih emas, dan terbaru adalah pada Kejuaraan dunia Kempo tahun 2017 di Amerika meraih perak. ”Uang kadeudeuh hasil jerih payah di kejuaraan PON 2016 lalu, sampai saat ini juga belum cair. Kita tidak mendapat­kan apa-apa, padahal uang itu sudah di janjikan, tetapi belum diberikan,” terangnya.

Bocah SD di Sentul Meninggal Usai Imunisasi Rubella

BOGOR DAILY– Satu minggu setelah mendapat suntikan imunisasi campak dan rubella di SDN Sentul 1, Gina Naziba Yasmin (11) anak pasangan Mimi Dahlia dengan Iwa Kartiwan, dilarikan ke Rumah Sakit Sentre Cibinong untuk mendapat perawatan intensif karena kondisi kese­hatannya menurun.

Orang tua korban, Mimi Dahlia menga­takan, pada 9 Agustus 2017 anaknya menda­pat suntikan vaksin campak dan rubella di sekolahnya. Tiga hari pasca diimunisasi, anaknya mengalami diare selama dua hari. “Setelah itu anak saya kembali sekolah seperti biasa. Namun saat jalan, kakinya diseret, dia bilang sakit,” katanya.

Ia menjelaskan, mendiang anaknya me­rasakan sakit dan kesemutan pada kaki dan tangannya pada 16 Agustus. Pada 17 Agustus, kaki dan tangan Yasmin kaku tak bisa digerakkan. “Saya bergegas membawa anak saya ke Rumah Sakit (RS) Anisa. Karena tidak ada alat, RS Anisa pun merujuk anak saya ke RS Trimitra,” jelasnya.

Namun dengan alasan yang sama, sam­bungnya, RS Trimitra merujuk Yasmin ke RSUD Cibinong. RSUD Cibinong pun bahkan menolak dengan alasan ruangan penuh. Akhirnya Yasmin dirujuk ke RS Sentra Medika Cibinong untuk mendapat pertolongan medis. “Kasihan sekali saya melihat anak saya saat itu, sampai ditolak beberapa rumah sakit. Bahkan RDUD Cibinong pun menolaknya,” tuturnya.

Mimi menerangkan, setelah tiga hari mendapat perawatan di RS Sentra Med­ika Cibinong, buah hatinya tak dapat ditolong lagi hingga mengembuskan napas terakhirnya. Selama dirawat, dok­ter tak menjelaskan tentang penyakit yang diderita anaknya ini. “Bahkan sete­lah anak saya tidak ada, saya diminta tutup mulut oleh pihak rumah sakit,” terangnya.

Dirinya sangat menyesalkan pihak rumah sakit yang tak memberitahukan penyebab kematian anaknya tersebut. Bahkan, di­rinya pun sangat kecewa pada pihak guru di SDN Sentul 1 yang tak memberi kabar saat anaknya akan disuntik vaksin campak dan rubella. “Guru itu kan tidak tahu kondisi anak saya, kok berani-be­raninya mengambil keputusan dan mem­perbolehkan anak saya disuntik,” sesalnya.

Terpisah, saat awak media mencoba mengonfirmasi hal ini pada Kepala UPF Puskesmas Leuwinutug Oktavia Hutapea, dirinya tak bisa memberi keterangan. “Saya tidak bisa memberi keterangan apa-apa Pak, mungkin jika perlu kete­rangan resmi bisa langsung menghubungi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor,” singkatnya.

Golkar Ikutan Mupeng Jodohkan Ridwan Kamil-Dedi Mulyadi

0

BOGOR DAILY– Dinamika politik di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) makin terasa. Setelah memilih Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur, baru-baru ini Koordinator Bidang Pemenangan Pe­milu DPP Partai Golkar Wilayah Jawa dan Sumatera Nusron Wahid, menyatakan tetap membuka pintu bagi Ridwan Kamil. Golkar nampaknya masih inget mengusung RK untuk berduet dengan Dedi Mulyadi.

Pernyataan itu pun menimbulkan gejolak di daerah. Sementara Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi justru be­ranggapan lain. Dedi menyebut pernyataan yang dilontarkan Nusron meru­pakan suplemen bagi dirinya meningkatkan angka popu­laritas dan elektabilitasnya jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar Juni 2018.

Dedi mengaku fokusnya se­lama ini tinggal meningkatkan elektabilitas personal, setelah se­belumnya berhasil meningkatkan elektabilitas Partai Golkar di Jabar yang menempati posisi tertinggi. “Saya malah terima kasih kepada Pak Nusron, karena pernyataan beliau saya dibicarakan banyak orang. Saya menganggap itu suplemen untuk terus bekerja,” jelas Dedi.

Sebagai kader, lanjut Dedi, pihaknya akan patuh terhadap apa pun keputusan DPP Partai Golkar dalam konteks Pilgub Jabar 2018. Asalkan keputusan tersebut merupakan keputu­san organisasi, bukan kepu­tusan pribadi. “Saya patuh dan siap mengamankan apa pun keputusan Partai Golkar secara kelembagaan. Tetapi tentu saja bukan keputusan perorangan. Niatnya harus berangkat dari penguatan kelembagaan partai, bukan niat perorangan,” katanya.

Sementara Wali Kota Band­ung Ridwan Kamil bersyukur karena Partai Golkar masih membuka pintu untuk men­gusung dia maju dalam Pilgub Jabar 2018. “Kalau iya (Golkar membuka pintu, red) ya Al­hamdulillah,” ujar Ridwan.

Sebelumnya, Nusron men­gatakan bahwa Partai Golkar masih terbuka untuk Ridwan Kamil diusung sebagai calon Gubernur Jabar pada Pilkada Serentak 2018. “Pintu bagi Ridwan Kamil untuk diusung dari Partai Golkar belum ter­tutup. Memang kita sudah memutuskan mencalonkan Dedi Mulyadi sebagai Gu­bernur atau Wakil Gubernur Jabar. Namun situasi dan perkembangan politik masih sangat cair dan bisa berubah,” kata Nusron Wahid di sela-sela Rakernas Partai Golkar di Hotel Novotel, Bogor, Jumat (18/8).

Partai Golkar, kata Nusron, sebenarnya sedang bekerja menjodohkan Ridwan Kamil-Dedi Mulyadi. “Namun masih ada beberapa hambatan-hambatan teknis dan psikol­ogis di antara keduanya,” tandas Nusron.