Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8962

Sudah Empat Hari Warga Cibuluh Bogor Krisis Air Bersih

BOGOR DAILY-Warga RT 01, 02 dan 04/02, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, mengalami krisis air. Akibatnya, warga terpaksa mengambil air dari sumur yang tidak layak.

Menurut Ketua RT 04/02 Nur Qodarachman, air PDAM di tiga RT yang berada di wilayah RW 02 tidak menyala sejak Selasa (8/8) sekitar pukul 19:00 WIB. “Itu RT 01, 02 dan 04 air mati. Awalnya hujan deras terus tiba-tiba air keruh kemudian air mati total,” ujarnya, Kamis (10/8).

Selain itu, warga mengaku kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sampai-sampai mengambil air dari sumur yang tidak layak pakai. “Iya Kang, kita antre di sumur untuk mandi dan masak,” ujar Jodi (64), warga Cibuluh RT 04/02.

Hal itu dibenarkan Nur. Saking terbatasnya air yang didapat, mereka terpaksa harus menggunakan sumur yang tidak layak. “Selama dua hari warga memakai sumur yang tidak layak, yang bisa membahayakan kesehatan mereka,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Operator PDAM Tirta Pakuan Novi Mulyadi mengakui pasokan air ke wilayah Cibuluh diduga tersendat selama beberapa hari terakhir. “Tim PDAM masih mencari masalahnya. Diduga karena ada yang tersangkut sehingga airnya macet,” ungkapnya.

Hingga kini PDAM Tirta Pakuan mengirimkan pasokan air bersih menggunakan tanki air sebanyak 8.000 liter. “Pasokan diberikan kepada warga hingga pipa air di wilayah tersebut kembali normal,” ujar Novi.

Ketua RW 02 Dody Rochyadi Rachman berharap kesulitan air yang dialami warga di wilayahnya bisa teratasi dalam waktu dekat. “Alhamdulillah, saya bersyukur PDAM sudah tanggap dalam musibah ini meskipun telat dan semoga segera bisa ditemukan pipa yang rusak,” ujarnya.

Ngaku Ditiduri Walikota, Wanita Ini Akhirnya Lapor Polisi

0

BOGOR DAILY– Persoalan asmara tanpa status yang berujung pada meja polisi terjadi pada Wali Kota terpilih Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), Adriatma Dwi Putra (ADP).

ADP tercatat sebagai terlapor di Polda Metro Jaya (PMJ), Selasa (8/8) malam. Pelapornya adalah model seksi Destiya Purna Panca alias Destiara Talita atau akrab disapa Tata.  Tata menuding ADP telah melakukan pencemaran nama baik dan atau penghinaan (pasal 310, 311, dan atau pasal 315 KUHP).

Laporan dari model kelahiran Jakarta 23 Desember 1988 ini tercantum dalam LP/3733/VIII/2017/PMJ/Dit.Reskrimum Tanggal 08 Agustus 2017.Kasus ini bermula dari perkenalan ADP dan Tata pada tahun 2016 silam, hingga berbuntut kepada hubungan khusus. Pada Juni 2017, ADP berjanji akan menikahinya secara siri. “Harapannya agar hubungan kami sah di mata agama,” ujar Tata di Mapolda.

Termakan janji tersebut, Tata pasrah. Termasuk ketika melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Dia pun memperlakukan ADP layaknya seorang suami, meski pernikahan siri yang dijanjikan belum terlaksana. “Waktu itu saya percaya bahwa nantinya pernikahan siri akan terjadi,” kata Tata.

Janji tinggal janji. Menurut Destiya, ADP sulit dihubungi selama Juli kemarin. “Terkesan menghindar, saya mulai panik,” kata Tata.

Bukan tanpa alasan Tata merasa panik. Sebab, pada 14 Juni 2017, dia mengaku masih berhubungan badan dengan ADP di Hotel Marina Bay Sand Singapura.

Namun, Dia mulai takut berbadan dua. Pada 8 Juli 2017, Tata kembali mencoba menghubungi ADP. “Saya ingin bicara baik-baik, menanyakan kelanjutan hubungan ini sekaligus menagih pernikahan siri yang dia janjikan,” jawabnya.

Lagi-lagi, ADP tidak merespons. Baru pada 9 Juli 2017 ADP menghubungi Tata. Sayangnya, ADP bukan memberikan solusi terbaik untuk hubungan mereka, namun justru memaki-maki dengan ucapan kotor. “Semua saya rekam di ponsel,” imbuh Tata.

Tak kuat dengan perlakuan tersebut, didampingi dua sahabatnya Destiya akhirnya memilih menempuh jalur hukum, melaporkan kasusnya ke PMJ. “Sebagai perempuan, martabat saya direndahkan,” pungkas Tata.

(Jawa Pos)

Perlintasan Kereta Makan Korban, Warga Klapanunggal Tuntut KAI

BOGOR DAILY– Beberapa perlintasan kereta api di Desa Kranggan Kecamatan Gunungputri dan Desa Nambo Kecamatan Klapanunggal, membahayakan pengendara. Seperti dialami Memed Adiwilaga dan Nusyirwan, Rabu (9/8/17).

Keduanya nyaris menjadi korban ketika melintas di perlintasan kereta api di Desa Kranggan. Mobil Toyota Cemry yang mereka gunakan hancur bagian depan karena diseruduk kereta dari Jakarta menuju Stasiun Nambo.

Memed menceritakan, saat itu mereka dari rumah temannya di Kampung Kranggantua, Desa Kranggan. Sekitar Pukul 13:00, mereka pulang melewati perlintasan kereta dan keduanya baru pertama kali lewat jalur itu.

“Kami tidak menyangka itu perlintasan kereta karena tidak ada rambu-rambu dan palang. Saya kira jembatan karena posisi jalannya menajak,” ujarnya.

Mereka baru tahu setelah posisi mobil di atas tanjakan dan dekat rel kereta. Lebih kaget lagi setelah beberapa meter ada klakson kereta dan beruntung mobil yang dikemudikan Nusyirwan itu masih bisa ngerem.

“Kalau tidak, mungkin mobil kami sudah hancur keseret kereta. Kami sudah mendatangi pihak Stasiun Nambo untuk meminta pertanggung jawabannya. Tapi, kami malah dicuekin,” ujarnya.

Wraga pun telah berulang kali menuntut agar P T KAI memasang palang dan rambu-rambu peringatan. “Warga sekitar juga mengeluh banyak jadi korban. Kami menuntut pertanggung jawaban pihak PT KAI agar tidak ada lagi warga menjadi korban sia-sia,” terangnya.

Berbahayanya beberapa perlintasan kerata api menuju Stasiun Nambo ini juga dibenarkan Hasanuddin (27), warga Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal. Kata dia, sudah beberapa kali mobil ditabrak kereta saat melintasi jalur kereta tak berpalang itu.

Dikonfirmasi terpisah Wakil Kepala Stasiun Nambo, Abdul Roup menerangkan, persoalan pengadaan palang pintu bukanlah wewenang mereka. Makanya, mereka tidak bisa berbuat banyak. “Itu wewenang Kabupaten Bogor. Pihak stasiun hanya bisa mengkomunikasikannya,” ujarnya

Ditanya Pilgub, Bima Arya Pilih Urus Angkot Bogor

BOGOR DAILY– Wali Kota Bogor Bima Arya diproyeksikan maju sebagai kandidat calon wakil gubernur (cawagub) di Pilgub Jabar 2018. Namun dirinya melihat peta kekuatan para kandidat di Jawa Barat telah terbagi jadi tiga bagian.

“Jadi saya melihat, Jabar ini sudah mengerucut ke tiga kekuatan ya. Pak Deddy Mizwar, Pak Dedi Mulyadi dan Kang Emil. Nah tiga-tiganya punya basis kekuatan yang relatif kuat,” kata Bima usai menghadiri acara peluncuran The Yudhoyono Institute di Djakarta Theater, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).

Menurutnya, PAN belum memutuskan siapa yang akan dicalonkan dalam Pilgub Jabar 2018. Dirinya menyebut kandidat calon yang paling berpeluang maju di antara Deddy Mizwar dan Kang Emil.

“PAN sendiri belum memutuskan. Mungkin di Rakernas minggu depan. Kemungkinan besar akan memutuskan yang menjadi perbincangan di partai itu. Ya, Pak Deddy Mizwar dan Kang Emil,” jelas Bima.

Diakui Bima, dirinya masih ingin menyelesaikan masa baktinya untuk Kota Bogor. Dirinya masih ingin menyelesaikan permasalahan angkot yang dirasa masih belum selesai.

“Kalau saya sendiri, memang kalau hati saya masih di Bogor. Saya masih ingin mengurusi angkot, rasanya kalau masalah itu belum selesai jadi belum tenang meninggalkan Bogor,” ungkapnya

Widih…Tari Perut Nyaris Bugil Jadi Hiburan di Depan Menteri

0

BOGOR DAILY– Baru-baru ini beredar video yang viral di WhatsApp, dan sudah diposting di Youtube.  Video itu berisi Tari Perut khas Timur Tengah yang cukup panas.

Padahal saat itu sedang digelar acara peluncuran buku bertajuk “Anwar Nasution, Bukan Ekonom Biasa”, yang digelar oleh ekonom senior Profesor Anwar Nasution pada Senin (7/8/2017) lalu.

Acara yang berlangsung meriah itu digelar sekaligus dalam rangka perayaan usianya yang ke 75 tahun, dan dihadiri para pejabat nasional. Acara yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan itu dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah tokoh nasional lainnya.

Profesor Anwar Nasution merupakan ekonom kelahiran Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara 5 Agustus 1942.Anwar pernah menjabat sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam video sekitar 44 detik tersebut yang tampaknya menjadi salah satu sesi hiburan saat istirahat, terlihat seorang penari  perut yang mengenakan pakaian seksi.

Penari berwajah Timur Tengah itu hanya mengenakan BH dengan bawahan rok merah berbahan semi transparan.

Penari itu menggoyangkan perut dan bokongnya dengan seksi, khas tari perut yang terkenal itu. Bagian perutnya terlihat benar-benar terbuka tanpa penutup apapun.

Tentu saja sesi itu membuat ramai seisi ruangan terkejut. Melihat tarian itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, terlihat berdiri dari meja undangan, tertawa kikuk sambil melambaikan tangannya, lalu pergi.

Sementara sang penari perut terus beraksi meliukkan anggota tubuhnya dengan ganas. Belum ada konfirmasi dari penylenggara acara ini, terkait hiburan yang terbilang seronok itu.

Ini dia video penari perut setengah bugil itu.

https://www.youtube.com/watch?v=9xX1alMlFlg

Wow… Bogor Kirim 8.000 Pot Bunga ke Gedung DPR RI

BOGOR DAILY– Gedung DPR RI di kompleks Senayan Jakarta terus dipercantik. Ini untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia dan sidang tahunan DPR, MPR dan DPD RI.  Para pekerja di kompleks parlemen terus membersihkan ruangan maupun taman disekitar gedung DPR.

Seperti taman di depan Gedung Nusantara III, DPR RI. Sekitar delapan orang pekerja taman tengah menanam bunga Kastuba.

Robi (33) salah satu petugas taman mengatakan bahwa ada sekitar 8.000 pot bunga Kastuba berwarna putih dan merah yang ditanam di depan Gedung DPR.

“Total kurang lebih 8.000 pot bunga. Ini didatangkan dari puncak Bogor,” ungkapnya, di komplek parlemen DPR RI, Kamis (10/8/2017).

Selain itu, ia dan ketujuh rekannya mengaku sudah mulai menanam bunga Kastuba ini sejak pagi tadi. “Ini untuk persiapan 17 Agustusan sama sidang tahunan DPR,” tambahnya.

Seperti diketahui, sidang tahuanan DPR, MPR DAN DPD RI akan digelar di komplek parlemen pada tanggal 16 Agustus 2017. Selain sidang, akan ada pidato kenegaraan yang akan dibacakan oleh Presiden Joko Widodo.

Bawa Ganja, Penyanyi Ello Ditangkap Polres Jaksel

0

BOGOR DAILY– Kabar penangkapan penyanyi Marcello Tahitoe oleh anggota kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan sudah dibenarkan oleh Kombes Iwan Kurniawan selaku Kapolres Jakarta Selatan. Menurut Iwan, pelantun ‘Pergi untuk Kembali’ itu terciduk polisi bersama seorang temannya sejak hari Minggu (6/8) malam di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Iya benar telah diamankan dua orang laki-laki satu di antaranya penyanyi MT alias E. Ditangkap pada hari minggu malam kalau enggak salah. Di daerah Jagakarsa Jakarta Selatan,” ungkap Iwan saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Kamis (10/8).
Ello ditangkap bersama barang bukti berupa satu paket ganja. “Mereka kedapatan (punya) satu paket jenis ganja,” lanjut Iwan.
Saat ini proses penyidikan masih terus berlangsung. Iwan pun meminta untuk menantikan kabar selanjutnya sampai proses selesai dilakukan dan polisi akan merilis kasus dugaan penyalahgunaan psikotropika yang menjerat Ello. “Ini info awal, nanti kami rilis kasusnya tenang aja,” tutup Iwan

Niat Pasang Bendera, Warga Gunungputri Malah Tenggelam di Danau

0

BOGOR DAILY– Nasib malang menimpa seorang pria berusia 65 tahun di Kabupaten Bogor. Pasalnya, pria tersebut ditemukan tak bernyawa usai saat memasang bendera di sebuah danau Kamis (10/8/2017).

Peristiwa berawal saat pria bernama Omin tersebut berenang ke tengah danau untuk pasang bendera. Namun, tiba-tiba korban kejang di dalam danau yanga da di belakang PT Agrocin RT 03 RW 09, Desa Wanagerang, Kecamatan Gunung Putri.

“Korban langsung tenggelam di lokasi,” kata Kapolsek Gunung Putri, Hadiwijaya.

Warga yang panik pun segera melakukan pencarian korban ke tengah danau. Setelah lebih dari satu jam akhirnya korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Tenggelam pukul 10.00 dan ditemukan sekitar pukul 11.15 WIB,” pungkasnya.

Sopir Grab Pukuli Penumpangnya di Cileungsi, Begini Akhirnya..

BOGOR DAILY– Grab Indonesia buka suara terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan pengemudi Grab Car pada penumpangnya pada Selasa, 8 Agustus lalu. Grab menyatakan telah memecat driver taksi online itu.

“Menyusul hasil investigasi berdasarkan bukti-bukti terkait kejadian tersebut, kami telah memutus kemitraan dengan pengemudi yang bersangkutan,” ujar Marketing Director Grab Indonesia
Mediko Azwar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/8/2017).

Mediko mengatakan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh kepada penumpang tersebut, jika yang bersangkutan melaporkan pada pihak yang berwajib.

“Kami sangat menghargai masukan yang telah disampaikan, dan akan kami gunakan untuk meningkatkan kualitas layanan kami,” dia melanjutkan.

Mediko menyebutkan segenap manajemen Grab Indonesia menyesali atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini pihaknya masih mencoba menghubungi penumpang yang diduga mengalami penganiayaan.

“Untuk permintaan maaf serta memberikan informasi terkini kepada penumpang mengenai tindakan-tindakan yang telah dilakukan, menyusul laporan yang yang kami terima,” ujar dia.

“Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang tersebut,” Mediko menandaskan.

Penumpang taksi online berinisial TA diduga mengalami penganiayaan oleh pengemudi Grab Car pada Selasa 8 Agustus lalu. Pengemudi berinisial DI itu menganiaya lantaran uang tips yang diberikan TA kurang.

TA menyewa Grab Car dari Ciracas, Jakarta Timur, menuju Cileungsi, Bogor, untuk mengangkut terpal. Sementara, TA menumpangi sepeda motor dan membuntuti dari belakang.

Tiba di lokasi, TA membayar tarif Rp 68 ribu dengan memberikan uang Rp 100 ribu. Namun, DI masih meminta lebih karena beralasan mengalami kemacetan di jalan.

Karena TA tak memberikan uang tips tambahan, pengemudi Grab Car itu memukuli dan menendangnya. TA pun terluka di pelipis dan hidungnya akibat penganiayaan tersebut

Begini Penjelasan Kepala Dishub Soal Pajajaran Bebas Motor

BOGOR DAILY– Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Bogor Rachmawati buka suara soal rencana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang berniat memberlakukan kebijakan pembatasan motor di jalan protokol Kota Bogor. Menurut Rakhmawati, rencana itu sedang ditinjau kembali.

Masalah itu dibahas dalam rencana kebijakan BPTJ. Jalan Pajajaran Kota Bogor menjadi salah satu jalan protokol nasional yang rencananya tidak dilalui sepeda motor. Namun karena sejumlah pertimbangan, rencana itu gagal. “Jalan di Kota Bogor belum diprioritaskan untuk kebijakan BPTJ,” ujar Rachmawati.

Selain karena kondisi infrastruktur jalan yang tidak memadai, jalan alternatif pun sangat terbatas. Jalan Raya Pajajaran milik nasional itu menjadi rute pergerakan atau lintasan utama untuk sepeda motor baik perjalanan lokal dalam kota maupun rute perjalanan terusan.

Jalan Pajajaran menjadi perlintasan utama pengendara sepeda motor yang beraktivias dalam kota. “Jalan itu juga rute utama penghubung dari arah Jakarta menuju Ciawi, Sukabumi, Cianjur dan Bandung.”

Kendala lainnya, Kota Bogor belum memiliki layanan angkutan umum yang andal sebagai moda transportasi alternatif yang menjadi prasyarat BPTJ dalam pembatasan sepeda motor. “Ditambah lagi belum ada fasilitas Park and ride di Kota Bogor.” Sehingga kebijakan pembatasan roda dua tidak biasa dilajukan.

Jika kebijakan pembatasan roda dua melintas di jalan protokol (Jalan Pajajaran) dipaksakan akan berdampak pada jalan-jalan penghubung lainya. Penerapan kebijakan pembatasan roda dua di Jalan Pajajaran Kota Bogor memerlukan kajian lebih lanjut. “Jadi untuk Kota Bogor akan ada pembahasan lebih lanjut.” tandasnya